
Di suatu wilayah yang subur.
Terdapat sebuah sungai yang mengalir,air sungai itu sungguh jernih sekali.
Ada sebuah pohon yang amat besar menjualng tinggi,setinggi 600 meter.
Tiba - tiba muncul cahaya. Di dekat pohon itu. Lalu keluarlah Pemuda bertopeng sambil membawa tongkat,di sebelahnya seorang Pria dewasa.
Mereka adalah Umam dan Udin.
Udin telah mengingat kembali kejadian setelah usai berperang dengan Alex.
Tak lama kemudian muncul 6 orang sejauh 100 meter dari Umam dan Udin berada.
"Tidaaaak....Tolong aku..... Aku gak mau sama kamu....." teriak salah satu Pria tersebut.
"Wi...Bangun ....Oiii..." ucap Temannya itu sambil menggoyangkan tubuh temannya.
Pria itu membuka matanya.
"Kang Ponijann....Kang Djarwo..Kang Paijo,Kang Krilin....Kang Abimanyu!!!??? Seru Pria yang baru membuka matanya.
"Iya... Ini aku..." ucaP Ponijan.
"Kita Ada dimana ini....
"Iya....Perasaan tadi aku berada di tempat yang aneh,Sekarang dah berubah lagi...
Mereka ituadalah Paijo,Ponijan, Abimanyu, Krilin, Djarwo, dan Kuwi.
"Paman... " ucap Udin.
"Iya Bos..." ucap Umam.
"Paman dengar suara itu..." ucap Udin.
"Dengar Bos...." ucap Umam.
"Ayooo Kita kesana..." ucap Udin.
Udin dan Umam melesat kesana.
Tak lama kemudian mereka sampai.
ke enam orang tersebut menoleh ke Udin dan Umam.
"Boss Udin......!!!??? " ucap mereka serempak.
"Pak de...Paman.....!!!??? ucap Udin.
Mereka kemudian berlari ke arah Udin.
Umam celingukan mencari Imam Samudra.
Tiba - tiba di belakang Umam muncul seorang Pemuda sedang tidur di tanah.
"Di mana Imam ya..."ucap Umam dalam hati.
Kaki Umam bergerak kebelakang menginjak tangan Imam Samudra.
Imam Samudra terbangun,lalu mengaduh kesakitan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA......Teriak Imam Samudra.
EH.....!!!??? Umam terkejut lalu menoleh kebelakang.
"Imam......!!!....Anakku....!!!!" seru Umam tak percaya.
"Huuuff...Huuff.... Imam meniup - niup tangannya karena kesakitan.
"EH....!!!??? Imam Samudra terkejut mendengar suara yang sangat di rindukannya itu lalu mendongakkan kepalanya.
"Ayaaaaah.....!!!???" ucap Imam Samudra.
Imam Samudra berdiri lalu memeluk Imam Samudra.
Lalu muncul Sri bersama ke dua anaknya.
"EH.....!!!??? Sri terkejut ketika berpindah tempat.Lalu melihat Umam berpelukan pada seorang pemuda.
"Kang...." ucap Sri.
Umam melepaskan pelukannya. Imam menoleh ke suara tersebut.
"Imam........!!!???? ucap Sri terkejut dan tak percaya.
"Ibuuu....!!!???." ucap Imam Samudra
Sri Memeluk Imam Samudra sambil menangis.
Satu persatu Keluarga Udin muncul.
Udin celingukan kesana kemari mencari Rissa.
Tak lama kemudian Rissa,Bella dan Rudin muncul di depan Udin.
"Adeek....." ucap Udin lalu memeluk.
__ADS_1
Rissa yang terkejut tiba - tiba di peluk oleh pria lalu meninjunya.
Buugh..... Udin terdorong 1 langkah.
"Kenapa memukulku Dek....?" ucap Udin.
Rissa tak menjawab,ia melihat sekeliling.
"EH....!!!??? Rissa terkejut dan tak percaya apa yang ia lihat.
"Bu....Kita dimana?" ucap Rudi bingung
Rissa menoleh ke Pria bertopeng yang memeluk dirinya tadi.
"Kang Mas Udin....!!!??" ucap Rissa.
Rissa kemudian memeluk Udin sambil menangis..
""Ibu kan kalau manggil ayah Kang mas Udin Kak..." ucap Bella ke Rudi.
"Jadi....!!!" ucap Rudi.
Rudi dan Bella memeluk Udin.
"Ayaaaahhhh......." ucap Rudi dan Bella.
Tak lama kemudian muncul Arya Sentanu,Puspita Diningrum dan Penghuni Pedepokan Bintang Laut di dekat Udin.
"Loh...Kita di mana Kang..." ucap Puspita Diningrum " kaget dan bingung.
"Embooh...." ucap Arya Sentanu sambil melihat sekeliling yang nampak asing.
Udin mendengar suara yang familiar di kupingnya menoleh.
"Eyang kakung....Eyang putri...!!!???." ucap Udin terkejut dan tak percaya apa yang ia lihat.
"Awakmu sopo Le..." ucap Arya Sentanu.
"Aku Udin Eyang kakung...." ucap Udin.
"Heeeeeee....Mosok to..." ucap Arya Sentanubtak percaya.
Udin mengeluarkan kalung yang ia pakai.
Arya Sentanu dan Puspita Diningrum terkejut ketika melihat kalung tersebut,karena Satu - satunya yang memiliki adalah cucunya.
"Udin......!!!"ucap Arya Sentanu dan Puspita Diningrum terkejut dan percaya.
"Eyaang....." ucap Udin.
Mereka lalu berpelukan.
Mereka terkejut dan tak percaya. Setelah sekian lama terpisah kini berkumpul lagi.
Lalu muncul suara di langit.
"KALIAN JANGAN MENGHANCURKAN PLANET LAGI, JIKA KALIAN MENGHANCURKAN...MAKA AKU AKAN MEMASUKKAN KALIAN KE DALAM NERAKA SELAMANYA....."
Mereka yang mendengar langsung bersujud.
Setelah itu suara tersebut tak ada lagi. kemudian mereka berdiri.
Luciefer muncul di samping Udin.
Semua yang melihat Luciefer terkejut.
"Kebo ireeng...!!!???." ucap Umam.
"Opo kutu kupret..." Luciefer.
"Luciefer adalah temanku...Jangan kalian Serang." ucap Udin.
Umam yang hendak menyerang Luciefer tak jadi menyerang.
"Serius Bos...!!" ucap Paijo.
"Iya Pakde.... Udin Serius..." ucap Udin.
Cempaka mendekati Arya Sentanu.
"Ketua...Apakah Dia beneran Udin?" ucap Cempaka.
"Iya... Dia Adalah Udin cucuku.." ucap Arya Sentanu.
Cempaka melihat dari atas ke bawah.
Udin membuka topengnya.
Nampak Wajah tampan dan Mata Udin yang memutih,Meskipun putih,Udin bisa melihat.
"Hallo... Bibi Cempaka..." ucap Udin.
"Udin......" ucap Wina
Wina memeluk Udin.
"Kang mas....Dia siapa?" ucap Ranny.
__ADS_1
"Dia Bibi Cempaka yang dulu merawatku dek.
"Ooo...Kirain Istri Kang Mas..." ucap Ranny.
Para Penghuni pedepokan Bintang laut memeluk Udin.
Udin memperkenalkan Keluarganya pada Arya Sentanu, Puspita Diningrum dan penghuni Pedepokan Bintang Laut.
Selang 1 jam kemudian.Udin duduk sendirian paling depan menghadap ke arah teman - temannya dan keluarganya.
"Bos...." ucap Paijo.
"Iya Pakde.." ucap Udin
"Apa perintah Bos..." ucap Paijo.
"Hem....Bingung Udin Pakde...." ucap Udin.
"Apa yang membuatmu bingung wahai putraku yang paling tamvan sedunia..." ucap Meng Cheng Louh.
"Udin serahkan pada ayah saja....Udin malas mikir..." ucap Udin.
"Siap anakku yang paling tamvan sedunia ..." ucap Meng Cheng Louh.
???? Arya Sentanu,Puspita Diningrum dan penghuni pedepokan Bintang Laut.
Meng Cheng Louh lantas memerintahkan pada bawahannya untuk membangun Rumah.
Arya Sentanu dan Puspita Diningrum mendekati Udin. Lalu menanyakan perihal apa yang terjadi.
"Mereka adalah Keluarga Udin Eyang..." ucap Udin.
Hari berganti minggu,minggu berganti Bulan.
Pagi hari di pinggir sungai.
Udin memancing bersama Bayu,dan Rudi.
"Ayah...." ucap Rudi.
"Iya Nak...." ucap Udin.
"Aku suka sama Ling - Ling... Tapi aku takut menyatakannya.." ucap Rudi.
"Masa anak ayah takut menyatakan cinta... " ucap Udin.
"Ya takut saja ayah..." ucap Rudi.
Tak lama kemudian Ling - ling datang.
"Kak... Sudah dapat ikannya apa belum?" ucap Ling - ling.
"Sudah..." ucap Udin.
Ling - ling melihat keranjang tempat ikan.
"Mana ikannya kak..." ucap Ling - ling. tak melihat se ekor pun.
Udin menunjuk Ling - ling.
"Iiiissh...Kak Udin ini....Ling - ling serius atuh..." ucap Ling - ling
"Rudi...." ucap Udin.
"I...Iya Ayah... " ucap Rudi.
"Bilang sudah...." ucap Udin.
"Rudi suka sama kamu Bi Ling - ling.." ucap Bayu tiba - tiba bersuara.
"EH....!!!??? Ling - Ling terkejut.
"eng...enggak Ling.." ucap Rudi gugup.
"Rudi kan anaknya kak Udin,jadi Rudi adalah keponakanku. Jadi...Maaf saja...." ucap Ling - ling.
"Kasihaannn......" ucap Bayu.
Ling - ling kemudian pergi.
"Cinta itu tak selamanya dapat memiliki Nak...
"Dia bukan Jodohmu... Tuhan sudah mempersiapkan Jodohmu...Tapi kita juga harus berusaha.." ucap Udin.
"Iya ayah...." ucap Rudi.
Udin tau karakter Ling - ling,sekali bilang tidak maka pendiriannya tidak berubah.
Udin hidup bahagia bersama keluarga dan teman - temannya.
----Tamat----
Maaf gak bisa melanjutkan. Pikiran buntu,banyak kerjaan. Rencananya mau buat panjang ini cerita..
Padahal baru 424 K kata yang ku buat.
__ADS_1
Kalau ada Ide baru...Aku akan buat cerita lain. Ceritanya hampir sama seperti petualangan Udin. Terima kasih atas dukungannya. Sampai jumpa di cerita yang lain.
Matur suwun.