
Sejam setelah Udin telepati Paijo,Rombongan semua anak buahnya Udin sudah datang.
"Pak de Jo,Paman Poni,Paman Djarwo tolong bawa kemari yang sakit parah dan yang merasa sakit,dan Untuk paman Kuwi Gantikan penjaga yang sakit,soalnya Udin lihat para penjaga menahan rasa sakitnya" ucap Udin.
"SIAP BOS" ucap mereka serempak lalu melesat pergi menjalankan tugas yang diberikan Udin.
"Nak....Siapa mereka? " ucap Ayah.
"Dia adalah teman Udin Ayah...Yang Udin temui ketika berpetualang." ucap Udin.
"Oooo....Begitu.." ucap Ayah sambil menganggukan kepalanya.
"Aku tak menyangka,Semua Teman anakku Pendekar sakti " ucap Ayah. Sebab ia merasakan Aura yang sangat agung terpancar pada teman teman Udin.
Udin merasa sedih karena kehilangan sosok Paman Lin Shou Shin yang biasa ia panggil paman Shin. Sebab Paman Shin sering memberikan mainan bahkan alat pancing ketika Udin mulai Hobi mancingnya bersama paman Shan.
Mata Udin kadang normal kadang Menghitam. begitu seterusnya,karena didalam hati Udin akan membalas orang yang telah mencelakai keluarganya.
Udin membantu Rissa mengobati orang - orang yang sakit dengan kekuatan cahayanya.
"Seandainya kekuatan cahayaku terbuka.... Pasti gak bakal membuat Rissa kelabakan mengobati orang - orang yang sakit,maafin aku ya sayang" ucap Udin dalam hati.
"Bos...Ini taruh mana?" ucap Djarwo yang datang membawa 2 anak kecil.
"Taruh mereka di sana Paman" ucap Udin.
Para Pasien ditempatkan di ruang Aula serba guna yang bisa menampung 5000 orang.
Setelah pasien itu sembuh mereka membantu yang lainnya untuk merawat yang sakit.
"Akkkhhhhh.... Sakitt....." teriak salah satu pasien.
Udin melesat kearah pasien tersebut memberikan pil penyembuh dan pil jiwa agar bisa bertahan sambil menunggu antrian.
"Tolong berikan Pil Ini pada orang yang sakitnya tambah parah bibi... paman..." ucap Udin memberikan pil penyembuh dan pil jiwa kepada warga yang sudah sembuh.
"Baik tuan muda Lin" ucap mereka serempak.
"Tuan Muda Lin ternyata orangnya sangat baik ya"...ucap wanita dewasa
"Iyaa..." ucap Orang yang dipanggil Udin dengan sebutan Paman. Sempat terlintas dipikirannya untuk mengambil sebagian pil yang diberi Udin,tapi tidak jadi dilakukan,sebab dirinya merasa utang budi,tanpa bantuan Udin dirinya sudah tewas oleh penyakit aneh yang dideritanya itu.
Udin melihat pria tua renta nampak wajahnya pucat sekali,Udin langsung menghampirinya.
"Buka mulutnya Kek." ucap Udin.
Belom sempat membuka mulut,pria tua renta tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.
"Juancokokkk...Aku telat." maki Udin.
Krack... Segel kegelapan Udin mulai retak. Nampak bola mata Udin hitam pekat.
Deg......Rissa yang sibuk menyembuhkan warga terkejut.
"Gawat... Elemen kegelapan suamiku retak" ucap Rissa dalam hati. Rissa khawatir Udin tak bisa mengendalikan kekuatan kegelapan miliknya,sebab kekuatan cahaya Udin belum terbuka.
Tak lama kemudian.
Boomm......Boom.....Booomm.....
Suara ledakan tedengar arah pintu gerbang desa.
"Siapa yang menyerang desaku" ucap Udin lalu melesat terbang ke arah sumber ledakan tersebut.
Sesampai Udin disana,Udin melihat Kuwi terkapar tak berdaya dengan tubuh penuh luka melawan puluhan orang berpakaian hitam yang mengeroyok Kuwi.
"JANCOOOOOKKK...." teriak Udin marah melihat Kuwin terkapar dengan kondisi terluka parah.
Teriakan Udin membuat kelompok yang menyerang Kuwi menoleh kesumber suara tersebut.
Udin mengeluarkan kekuatan penuhnya menyerang musuh yang mengeroyok Kuwi.
Tubuh Udin diselimuti petir dan api.
Udin memukul Musuh yang didekat..
Bugghh.... Wuuiiiiiinggg.... Boomm.. musuh yang Udin pukul meluncur mengenai rumah penduduk sehingga membuat rumah penduduk itu hancur.
Musuh yang tersisa tak tinggal diam. Mereka menyerang Udin.
Pukulan dan tendangan diterima Udin
Bugh...Bugh...Bugh...Bughh... Bughh...Bugghh....
Retakan segel elemen kegelapan makin lama makin melebar..Kracckk...
Bugh...bughh...Bughh...Bughh..
Booom.... Segel elemen kegelapan lepas.
Musuh yang mengeroyok Udin terpental akibat ledakan energi kegelapan yang Udin lepaskan.
Tubuh Udin diselimuti kabut hitam pekat matanya hitam pekat.
"APAAAAA????!!! ucap mereka serempak terkejut melihat perubahan Udin.sebab tadi ia melihat bocah yang ia lawan berada di ranah pendekar Tyran puncak kini naik drastis hingga mereka tak dapat melihat kultivasi Udin.
"Apa segini saja kemampuan kalian" ucap Udin menatap tajam.
Salah satu musuh mengeluarkan kekuatan puncaknya yang berada di ranah Pendekar Monarch puncak lalu menyerang dengan elemen apinya.
Jurus Api kegelapan melahap mangsa... hiyaattt...
Muncul Api bewarna Hitam pekat melesat kearah Udin.
Boom...... Udin termundur 1 langkah.
Nampak debu bertebangan menutup Area disekitar Udin.
"Apakah dia sudah ma..?" ucap Salah satu temannya,
Boooommm.....belum sempat selesai bicara tiba - tiba tubuhnya meledak terkena pukulan Udin yang bersarang diperutnya.
Mereka pun mengeluarkan kekuatan puncaknya yang berada di ranah Dewa biasa tahap merah puncak,Tapi sayang kekuatan mereka tak sanggup menahan aura yang dikeluarkan Udin. Hingga membuat mereka tersungkur ditanah.
----***---
"Siapa Bocah kecil itu? mengapa kekuatannya diatas Yang mulia Raja kita?" ucap orang itu seperti seorang pemimpin pasukan.
"Menurut informasi yang aku dapat,bocah itu adalah Tuan muda bangsawan Lin Jendral Thou" ucap anak buahnya.
"Menarik" ucap jendral Thou yang ditugaskan oleh raja mereka,dia terus mengawasi pertempuran itu.
----***----
Tak lama kemudian datanglah Paijo karena merasakan Aura yang yang sangat besar.
"Apa yang terjadi? Mengapa Aura bos sangat kuat,bahkan menekanku" ucap Paijo. lalu melihat Kuwi terkapar dengan kondisi luka parah.
Kemudian Paijo melesat menyelamatkan Kuwi yang letaknya 40 M dari posisi Udin dan musuh.agar kuwi tak terkena efek pertempuran tersebut. Paijo membawa Kuwi jauh dari lokasi pertempuran. Kuwi dalam keadaan Pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit dan aura yang keluar dari Udin.
Kembali Udin saat Ini.
Udin menembakkan elemen petir diselimuti energi kegelapan miliknya.
Jedderrr......Jedddderrr....Jedderrrrr...jedderrr....
Boom.....Boomm.....Boomm.....Boomm...
Tubuh musuh yang terkena ledakan petir itu meledak.
"HAHAHAHAHAHAHAHA" Tawa Udin menggema sampai terdengar di kediaman rumah Udin.
Kemudian Udin melihat Ribuan orang bersembunyi dibalik pepohonan yang jaraknnya 1 Km dari tempat Udin berada.
Udin melesat terbang kearah musuh tersebut.
.
---***---.
.
.
"Dia menuju Kesini Jendral" ucap anak buah jendral.
"Iya aku tahu,BERSIAP - SIAPLAH KALIAN UNTUK MENYERANG BOCAH ITU"ucap Jendral Thou Rheng.
__ADS_1
"SIAP JENDRAL" ucap mereka serempak.
Mereka mengeluarkan senjata yang mereka miliki.
Tak lama kemudian Udin muncul.
"HAHAHAHAHA.......AYO LAWAN AKU" ucap Udin, Udin membuat pedang bewarna hitam pekat berselimutkan kabut hitam lalu melesat ke arah Ribuan musuh.Aura Udin hilang tapi kekuatannya masih ada.
Jendral Thou Rheng memgeluarkan kekuatan puncaknya di ranah pendekar Prajurit Dewa perak puncak..
Trang...Trang...Boom....Traaang..Boom..
Suara pedang beradu,Udin menyerang anak buah jendral Thou Rheng dengan pedang dan fisik. musuh yang terkena pukulan dan tendangan Udin meledak.
Rata - rata musuh berada di ranah dewa biasa.
Trang...Traangg....Boom...Booom...Bomm...
"HAHAHAHAHAHAHA........ Udin tertawa sambil menyerang musuhnya. Pikiran dan hatinya tertutup oleh elemen kegelapan.
Sebuah pedang bersarang di punggung Udin Hancur seketika ketika menyentuh tubuh Udin.
Musuh terus menggempur Udin.
traang..traangg.... Booom... Boomm.... Boom... Booom....
Jendral Thou melayang kemudian mengeluarkan elemen apinya berbentuk bola sebesar 5 meter,Ia tak memperdulikan anak buahnya yang berada didekat Udin terkena serangannya..
Wuuussssshhhhhh...... Bola api melesat ke arah Udin.
Boooommmmmmm.......... bola api itu meledak,mengenai puluhan anak buahnya hingga membuat anak buahnya tewas terkena serangannya.
Asap bercampur debu menyelimuti area serangan jendral thou Rheng.
Anak buah jendral Thou Rheng berhenti menyerang.
Tak lama kemudian Asap dan debu menghilang. Udin masih tegap berdiri tidak terluka sedikit pun didalam cekungan tanah diameter 10 meter kedalaman 2 meter.
"APAAA.!!?? jendral Thou Rheng terkejut melihat serangannya tak berhasil membunuh Udin.
Udin menatap ke arah jendral Thou lalu mengarah telapak tangannya ke jendral thou.
Muncul Api putih berselimut kabut hitam ditelapak tangan Udin sebesar bola tenis lalu m
Wuuuiinggg.....Bola api melesat ke arah Jendral Thou Rheng
Jendral Thou Rheng melihat serangan Udin melesat kesamping,Dikiranya api tersebut meleset gak tahunya mengejar dirinya.
"Sial...."umpat Jendral Thou Rheng melesat terbang menghindari api yang mengejarnya.
Udin menembakkan kembali Bola api ke arah Jendral Thou Rheng 3 kali tembakan.
Wuuushhh... Wusshh.... Wuuusshhh....
Tiga bola api mengejar Jendral Thou Rheng dari segala arah...
Tak lama Kemudian...
Booommm.....Booomm....Boomm...Booomm....
Duuuuuaarrr...... Tubuh Jendral Thou Rheng meledak.
Para prajurit jendral Thou yang tersisa melihat tubuh pemimpinnya menjadi gemetaran dan ketakutan.
Udin menatap sisa Prajurit yang jumlahnya ribuan dengan muka yang menyeramkan.
"HAHAHAHAHAHAHA.......
Udin bergerak menyerang sisa anak buah jendral Thou Rheng dengan kekuatan apinya. Ia merenggangkan tangannya ke kanan dan kekiri mengarah prajurit iblis tersebut.kemudian muncul ratusan bola api dari telapak tangan Udin .Udin bergerak memutar sambil tertawa.
"HAHAHAHAHAHAAHA.......
Boomm....Boommm...Boomm..Boom...
Boomm....Booomm....Boomm...Boomm...
Boomm....Boommm...Boomm..Boom...
Boomm....Booomm....Boomm...Boomm...
Boomm....Boommm...Boomm..Boom...
Boomm....Booomm....Boomm...Boomm...
Udin yang melihat musuh ada yang mencoba melarikan diri kemudian dengan menggerakkan tangannya membuat pola Array.
Wuussh.... Array terpasang.
Semua musuh terkurung didalam kubah array yang Udin Buat.
"Sial...Kita terkurung disini..." ucap salah satu prajurit itu.
Udin melayang kemudian mengeluarkan elemen petir dan apinya.
Jeedeerr....Jeddeerrr.....Jedddeerr....Jeddeerr...
Jedderrr.....Jeddeeerrr...Jedderr....Jedderrrr.....
Jeedeerr....Jeddeerrr.....Jedddeerr....Jeddeerr...
Jedderrr.....Jeddeeerrr...Jedderr....Jedderrrr.....
Jeedeerr....Jeddeerrr.....Jedddeerr....Jeddeerr...
Jedderrr.....Jeddeeerrr...Jedderr....Jedderrrr.....
Boomm....Boomm....Boomm...Booomm......
Boomm...Boomm...Boomm.... Boommm....
Boomm....Boomm....Boomm...Booomm......
Boomm...Boomm...Boomm.... Boommm....
Boomm....Boomm....Boomm...Booomm......
Boomm...Boomm...Boomm.... Boommm....
Boomm....Boomm....Boomm...Booomm......
Boomm...Boomm...Boomm.... Boommm....
Ribuan Prajurit iblis tewas meledak menjadi kabut darah.. Tanah bergetar seperti gempa bumi hingga terasa sampai di rumah Udin.
"HAHAHAHAHAHAAHAHAHA......
Udin melihat sekelilingnya.
Nampak area itu hancur lebur. Tak ada yang selamat dari serangannya.
Namun Tiba - tiba Udin Melihat Ponijan dari kejauhan sambil membawa anak kecil menuju rumahnya yang berada di dekat pintu masuk desa.
Udin menghilangkan array nya lalumelesat kearah Ponijan. Begitu sampai Udin menembakkan Bola api ke arah Ponijan..
"EH!!??? Ponijan terkejut mendapat serangan dari Udin lalu menghindar...Namun naas,dikira bola api itu meleset,gak tahunya bisa mengejar dirinya..
Booomm...... Tubuh ponijan Terpental.. sedangkan anak kecil yang dibawanya tadi ikut terpental dan tewas ditempat.
"Waasssuu....Boss....Kenapa nyerang aku? " ucap Ponijan belum mengetahui Udin sudah dikuasai elemen kegelapan.Ponijan terluka tapi tidak parah.
"HAHAHAHAHA.......Udin tertawa saja. Lalu menembakkan kembali bola api tersebut ke arah Ponijan.
Wussshh....... wussshhh...... wuusshhh...
3 bola api melesat ke arah Ponijan.
"Jangkreek....Bos malah nyerang aku lagi" ucap ponijan kesal lalu melesat terbang menghindari serangan Udin.
Bola - bola api itu mengejar Ponijan.
"Diampuuutt... "Runtuk Ponijan. Ia mengeluarkan Kekuatan apinya untuk menghancurkan bola api Udin...
Wwuuusshhhhh..... Booommm.....
Wuusshhh....
"Juangkreeekk.... Gak hancur... Wassuuu" ucap Ponijan tak sempat mengelak bola api Udin yang gak hancur tersebut..
__ADS_1
Booomm ....Booommm...Boooomm.....Tubuh Ponijan terpelanting Jauh lalu menghantam bebatuaan..
Boom.......Batu itu hancur terkena hempasan tubuh Ponijan.
Uhuuukk... Ponijan mengeluarkan seteguk darahnya.
"Sialan....Sepertinya Bos hilang kendali" gumam ponijan.
"Jo...,Djarwo...Aku butuh bantuan kalian. Bos Udin hilang kendali,aku dsrang oleh bos Udin ketika membawa anak kecil yang sakit" ucap Ponijan telepati ke Paijo dan Djarwo.
Ponijan terluka parah.Ia tak sanggup berdiri.Untung Ponijan jatuh sangat jauh dari posisi Udin berada,jika dekat bisa dipastikan Ponijan tewas.
.
----***----
Dikediaman Rumah Udin.
"APAAAA" ucap Paijo dan Djarwo serempak.
Booommm....Boomm...Booomm...Booomm....
Suara ledakan tak jauh dari tempat tinggal Udin.
Rissa berdiri,Ia menghentikan pengobatannya lalu menghampiri Djarwo dan Paijo.
"Djarwo...Paijoo...Aku butuh kalian untuk menyegel Kekuatan Udin" ucap Rissa..
??????" Paijo dan Djarwo.
"Kamu siapa?teman bukan,sodara,tetangga bukan,teman FB Bukan,teman IG juga bukan"ucap Paijo yang tak mau disuruh oleh orang tak dikenal.
"KAMU MAU KEKASIHMU TERKURUNG SELAMANYA ATAU BEBAS"ucap Rissa dengan nada tinggi.
"EH!!???? Paijo terkejut.
"Siapa wanita tua ini sebenarnya"ucap Paijo dalam hati.
"AKU BUKAN WANITA TUA...AYOO CEPAT SEBELOM TERLAMBAT" ucap Rissa.😤
"EH!!?? Paijo terkejut mengetahui wanita tua ini bisa membaca ucapan hatinya.
Rissa melesat pergi,di ikuti Paijo kemudian Djarwo...
.
****
.
di alun - alu desa.. Udin menghancurkan rumah penduduk dengan kekuatan apinya.,bahkan ada penduduk yang masih hidup tewas terkena serangan Udin.
Puluhan Rumah terbakar.. sebagian warga yang selamat melarikan diri.
HAHAHAHAHAHAHAAHAHA. Udin makin menggila..
Boomm....Boomm....Boomm.... Boomm...
Rumah yang terkena serangan Udin meledak dan terbakar.Bahkan Ada anak kecil berlari di serang oleh Udin hingga meledak menjadi kabut darah.
Tak lama kemudian Rissa,Djarwo dan Paijo sudah sampai.
Rissa mengeluarkan Tali yang sudah dibasahi Air suci.
"Kalian Ikat tubuh Udin,nanti aku akan mencoba menyegel kekuatan gelapnya" ucap Rissa. sambil menyerahkan tali kepada Paijo dan Djarwo.
"Baik Nek" ucap mereka serempak.
"SUDAH AKU BILANG AKU BUKAN NENEK - NENEK" ucap Rissa emosi.😡
Paijo 😨 dan Djarwo😨.
"CEPETAAAAANNNN" ucap Rissa gregetan dan marah karena melihat Paijo dan Djarwo diam saja..
"Iya...ya nyonya" ucap mereka serempak.
Udin melihat Paijo dan Djarwo mendekati dirinya. Lalu Udin menyerang dengan elemen apinya...
Wuusshhh.......
Booommmm...Api belom sempat menyentuh Paijo dan Djarwo itu meledak.
Mereka menoleh ke Rissa. Sebab Paijo dan Djarwo melihat 2 bola api bertubrukan. ternyta api itu berasal dari Rissa..
"Cepat Ikat tubuh Udin." ucap Rissa sambil melindungi Djarwo dan Paijo..
Udin kembali menyerang Paijo dan Djarwo dengan kekuatann Apinya..
Wuussshh.....Wussshhh... Boomm.....Boomm...
HAHAHAHAHAHAHA....
Paijo Dan Djarwo menggunakan kekuatan penuhnya supaya bisa dengan cepat mengikat tubuh Udin.
Ketika Udin mau menyerang lagi,tiba - tiba saja tubuhnya terikat dengan Tali. disamping kiri ada Paijo sebelah kanan ada Djarwo. mereka memegang ujung tali agar Udin tak bisa melepaskan dirinya.
"HAHAHAHAHAHA.....AYO LAWAN AKU...
HAHAHAHAHAHAHAHAH....
Rissa melesat maju,lalu menggerakkan jari dan tangannya
Udin berusaha melepaskan dirinya.
"AYOOO....MAJUUU...LAWAN AKU....HAHAHAHAHA" ucap Udin.
Tak lama kemudian muncul sebuah diagram di tanah dan diatas kepala Udin.
"APPAAAA" ucap Paijo terkejut disaat melihat diagram yang bentuknya lingakaran dengan pola aneh, dan Huruf sangat kuno.
"I...I...I..Ini kan Segel tingkat paling tinggi,sudah lama musnah di alam semesta." ucap Paijo dalam hati .
Perlahan diagram tersebut menyelimuti tubuh Udin
"HAHAHAHA....AYOO LA..."ucap Udin
Bruuuk...Udin pingsan sebelum selesai berbicara.
Rissa turun lalu mengeluarkan pil jiwa. Ia membuka mulut Udin lalu memasukkan pil tersebut, Rissa membantu Udin menyerapnya.
"Bawa Udin kekamarnya Jo dan jagalah dia" ucap Rissa.
"Siap nyonya" ucap Paijo tidak berani memanggil Rissa dengan sebutan Nenek lagi.
Paijo melesat pergi.
"Djarwo...Berikan pil ini pada Kuwi dan Ponijan yang terluka parah disana" ucap Rissa memberikan Pil dan menunjuk arah Tempat Ponijan berada.
"Siap Nyonya" ucap Djarwo. langaung melesat meninggalkan Rissa.
"Siapa sebenarnya wanita Tua tadi,Hingga membuat Paijo seorang dewa penguasa patuh padanya." ucap Djarwo sambil terbang menuju ke arah Ponijan berada.
Tak lama kemudian Djarwo menemukan Ponijan terbaring tak berdaya.Djarwo turun tepat disamping Ponijan.
"Ini Pil minumlah kakak kelima" ucap Djarwo.
"Ini kan Pil dewa lev tinggi ,darimana kamu dapatkan ini wo?" ucap Ponijan.
"Ini pemberian ne..." ucap Djarwo. terhenti
Tiba - tiba ada yang bertelepati padanya.
"AKU BUKAN NENEK - NENEK..JIKA KAMU BERANI BILANG LAGI MAKA AKU KIRIM KAMU KE MUSIUM ISTANA TUHAN,AGAR KAMU DIJADIKAN HEWAN PAJANGAN DIDINDING SANA"ucap suara wanita.
Glek.....Djarwo menelan ludahnya.
Ponijan melihat reaksi Djarwo menjadi heran..
"Wo...." ucap Ponijan.
Djarwo diam tak bergeming.
"DJARWWOOOOOOOOOO"teriak Ponijan yang audah sembuh setelah menelan pil tersebut.
"EH!!?? Iya...Ada apa kakak kelima" ucap Djarwo tersadar akibat teriakan Ponijan.
"Wooo semprul... Ditakoni kok malah diam saja,ayoo kita pulang." ucap Ponijan .
__ADS_1
"Baik kakak kelima." ucap Djarwo