
Sebelum Udin menghilang di alam kegelapan. Cincin galaksi yang Udin kenakan menghilang lebih dulu tanpa Udin sadari,barulah Udin lenyap.
Udin muncul di sebuah ruangan. Ruangan itu sangat luas sekali. terdapat puluhan Malaikat yang sedang sibuk dengan tugasnya masing - masing.
"Nah.... Bosnya baru muncul.." ucap Malaikat 1.
"EH..... !!!?? Udin terkejut saat mengetahui dirinya berada di suatu tempat yang asing lalu melihat puluhan malaikat di ruangan tersebut.
"Maaf,aku ada dimana?" ucap Udin penasaran.
"Kamu berada di ruang penghakiman..." ucap Malaikat 2.
"Oooo.... Ruang penghakiman..." ucap Udin.
Nampak salah satu malaikat memeriksa buku catatan perbuatan Udin selama ini.
"Maaf... Apakah ada kopi dan Rokok...
"Masa ada tamu begini gak di suguhi apapun." ucap Udin.
"Kib... Kasih dia apa yang di mau..."ucap Malaikat 3.
"Iyaa..." ucap Malaikat Rhakib.
Di depan Udin muncul kopi, Rokok berbungkus merah putih dan korek.
"Aku gak bisa ngerokok yang gak ada cengkehnya" ucap Udin.
Lalu muncul kembali 2 bungkus rokok,1 bungkus yang ada gambar bintangnya,dan satu bungkus terdapat gambar Gudang garam.
"Nah gini donk.... Matur suwun yoo.,tapi lebih enak lagi ada kuenya... Pelit amat sama tamu,entar rejekimu sempit loh,kalau gak percaya tanya aja ke Paijo" ucap Udin.
"Wan... Ini manusia kok ngeselin seh..." ucap malaikat Rhakib.
"Kasih saja apa yang dia mau..." ucap Malaikat Rid Whan sambil memeriksa catatan Udin.
Kemudian di depan Udin muncul kue.
"Matur thank you..." ucap Udin.
Udin pun menikmati hidangan tersebut.
Sluurruups..... Udin meminum secangkir kopi.
"Aaaaahh.... Mantap.... Pas banget kopinya.
Lalu Udin mengambil sebatang Rokok,kemudian menyelipkan di bibirnya,lalu menyalakan api.
Wuuuuuffffp..... Udin menghisap rokok..
Huuuuuuf.....Udin mengeluarkan asap dari mulutnya.
Udin membuat asap berbentuk O berulang kali.
Udin nampak jenuh,sebab para malaikat sibuk melakukan tugasnya masing - masing.
Nampak salah satu malaikat yang memeriksa catatan Udin geleng - geleng kepala kadang menganggukkan kepalanya.
"Membebaskan para tahanan,Membunuh lebih 100 juta triliyun manusia.Suka menolong,suka jahil,Suka menjodohkan,Menghancurkan ribuan planet,menghilangkan kekuatan Iblis Luciefer," ucap malaikat Rid Whan dalam hati membaca buku catatan Udin.
"Geleng... Geleng... Angguk... Angguk... Cantiiiik.. Cantiiiik..."
"Geleng lagi.. Angguk lagiii... Cantiiiiiiik..... Cantiiiiiik...." ucap Udin melihat malaikat Rid Whan.
"Sssstt.....Diam.....Jangan berisik" ucap Malaikat 4.
" Bete' tahu " ucap Udin nyolot..
Udin kemudian berdiri lalu hendak menghampiri Malaikat yang ada di dekatnya.
"Diam di situ saja...." ucap Malaikat 6 yang memperhatikan Udin.
Udiin yang mendengar lantas kembali duduk lalu meminum kopinya lagi.
"Maaf ...Mau nanya....
"Kok cuman kalian saja... Tuhan ada di mana..." ucap Udin.
"Tuhan sedang menciptakan galaksi beserta isinya yang kamu hancurkan. Jika Tuhan ada di sini maka kamu langsung di lempar ke neraka.." ucap Malaikat Rid Whan.
Malaikat Rid Whan yang memeriksa catatan Udin lalu menutup buku tersebut.Lalu memunculkan 5 kotak di depan Udin.
"Ku acungi 2 jempol untukmu.... Soal Luciefer yang kamu jadikan anak buahmu..." ucap Malaikat Rid Whan.
"Terima kasih atas pujiannya..." ucap Udin.
"Sekarang kamu pilih satu di antara 5 kotak yang ada di depanmu." ucap Rid Whan.
"Enggak ahh... Mending aku di sini saja. Lebih enak lagi. Gak mikir dunia,gak mikir musuh, dan lain - lain.." ucap Udin lalu menghisap rokoknya kembali.
"Kalau gak milih maka kamu masuk Neraka.." ucap malaikat Ridwan.
"Ooo begitu.... Bisa di tunda dulu kah aku memilihnya." ucap Udin mencoba negosiasi.
"Tidak bisa... Harus sekarang." ucap malaikat Rid Whan.
"Aiissshhh... Gak Asik...
Udin kemudian menutup matanya sambil mengarahkan jari telunjuk ke arah 5 kotak sambil di gerakkan kekanan dan kekiri.
"Aku piliiiiiiiih.........
"Yang ini..." ucap Udin sambil memberhentikan jari telunjuknya. Lalu Udin membuka matanya.
Nampak jari Udin menunjuk salah satu kotak tersebut.
Kotak yang di tunjuk oleh Udin lalu terbuka dengan sendirinya. Nampak bola bercahaya keluar dari kotak tersebut,lalu bola cahaya itu melesat ke arah Udin.
Udin menghilang dari ruangan penghakiman setelah terkena bola cahaya tersebut.
"Sungguh beruntung manusia itu. " ucap Malaikat Rid Whan.
Sebab 4 kotak yang tersisa itu 1 kotak masuk neraka,1 kotak masuk di dunia terbalik, Wanita tenaganya seperti pria,Pria tenaga seperti wanita ,1 kotak Udin akan terkurung di alam dimensi sendirian dan satu kotak lagi menjadi Hewan. Sedangkan yang di pilih Udin adalah Udin kembali menjadi manusia di alam nyata,Udin akan bertemu dengan keluarga dan para sahabatnya dalam perjalanan hidupnya nanti,dan cahaya yang masuk dalam tubuh Udin tersebut kelak akan berguna di dalam perjalanan hidupnya nanti.
------****------
Udin masuk dalam sebuah di mensi. Dimensi itu berupa ruangan kosong bewarna putih.
"Di mana lagi ini....
Udin celingukan kesana kemari.
"Dek.... Apakah kamu di sini....
Udin mengira Rissa ada di ruangan tersebut seperti waktu dulu itu.
"Jangan becanda donk... Dek.... Keluarlah......
Udin menunggu. Tak ada muncul Rissa di depannya,bahkan suara saja tak ada.
Lalu tiba - tiba ruangan itu berubah menjadi taman yang indah. Taman itu hanya seluas 500 meter persegi
"EH.....!!!!??? Udin terkejut.
Udin berjalan di taman lalu mengitari taman tersebut.
" Gak ada orang......
Udin berhenti di tepi danau lalu duduk
"Hem..... Ini di mana seh....
Udin nampak melamun,tiba - tiba ada sesuatu yang menyentuh pundaknya,lalu Udin menoleh kebelakang.
Udin tak melihat seseorang di belakangnya.
"Siapa yang menyentuhku tadi...!!??
Udin kembali memandang danau.
Tak lama kemudian,ia merasakan ada sentuhan lagi di pundaknya,lalu dengan gerak cepat Udin memegang pundaknya.
"EH.....!!!???
Udin tak menemukan sesuatu di pundaknya lalu menoleh ke belakang.
"Siapa seh yang usil.... Diampuuutt tenan kok...
Udin berdiri lalu berjalan lagi.
__ADS_1
Tiba - tiba ia merasakan ada yang menyentuh pundaknya. Udin langsung berbalik badan.
"Juaaangkreeeeek...... Siapa seh yang Usil.....
Udin tak menemukan yang menyentuh pundaknya,kemudian Udin berebah di rerumputan.
Tak lama kemudian muncul suara.
"Ngapain kamu di situ Le....."
Udin terbangun lalu celingukan kesana kemari.
"Siapa tadi yang bicara ya....
Udin tak menemukan seseorang.
"Aku lagi merumus 4 angka.... Siapa tahu besok tembus nomorku. Kan mayan jika aku tembak lima ribu....
Tak ada jawaban lagi,lalu Udin berebah kembali sambil menggigit rumput panjang.
---***----
Dunia nyata.
Setelah pertempuran Udin dan Alex berakhir,perlahan bermunculan galaksi baru,Jumlahnya makin lama makin banyak dari sebelum Udin menghancurkan galaksi tersebut.
Rissa membagi dirinya,yang satu menjaga Rudi dan Bella,dan satunya mencari keberadaan Udin.
"Kang Mas..... Mengapa nasibmu selalu begini." gumam Rissa sambil melesat ke Galaksi satu ke galaksi lainnya.
Tak lama kemudian ia berhenti di ruang angkasa.
"Oh iya... Kan kang Mas adalah pemimpin bangsa Naga... Jadi jika dia dilahirkan kembali atau muncul kembali,maka otomatis kerajaan Naga akan mengetahuinya. Baiklah..... Aku akan ke alam Naga...." ucap Rissa..
Rissa kemudian melesat menuju Alam Naga.
----***----
Taman.
"Kok aku gak bisa tidur ya...Gak ngantuk,gak lapar,tapi pengen merokok sama ngopi...
Tiba - tiba ada 1 teko kopi, 1 gelas kosong dan 1 slop rokok beserta korek.
"Juangkreekkk...
"Dek.... Jangan becanda donk. Gak seru... Aku tahu ini kerjaan Adek....
Udin lalu menunggu .
sejam kemudian tak ada Rissa muncul.
"Ya sudahlah.....
Udin kemudian menikmati kopi dan rokok tersebut.
Tiba - tiba muncul suara.
"Aku salut padamu wahai manusia...."
Udin tak menjawab, Ia menikmati rokok yang ia pegang tersebut. Sebab suaranya tak sama seperti Rissa.
Wuuuuufff.... Asap keluar dari mulutnya.
"Aku memgajakmu bicara......"
Udin kemudian celingukan.
"Wuuiihhh.....Canggih... Rumput bisa bicara.." ucap Udin.
Tiba - tiba muncul seorang Pria tua. Rambutnya panjang dan memiliki jenggot yang panjang.
"Oalah.... Datuk Phing Sha Han.... Piye kabare...." ucap Udin.
"Apik... Kamu tahu namaku?? " ucap Phing Sha Han.
"Enggaak....." ucap Udin.
Gubraakkk.... Phi Sha Han terjengkang kebelakang.
"Aku tahu dari ingatan Rissa saja....
" Di alamku.... Malaikat yang mengirimkan jiwamu kemari.." ucap Phing Sha Han.
"Oalah.... Begitu..." ucap Udin.
"Kamu sungguh beruntung Din...." ucap Phing Sha Han.
"Beruntung kenapa Tuk..." ucap Udin heran.
"Tuhan tidak mengirimmu ke Neraka setelah kamu memghancurkan banyak galaksi...
"Dan aku salut padamu,karena kamu menjadi pemimpin Naga dan Luciefer menjadi anak buahmu.. Tak ada seorang manusia yang bisa melakukannya,kebanyakan mereka meminta permohonan pada Luciefer " ucap Phing Sha Han.
"He... He... He....
"Aku sengaja melakukannya Tuk...
"Oh iya.... Datuk di sini sendirian?" ucap Udin.
" berdua...." ucap Phing Sha Han.
"Sama siapa Datuk di sini?" ucap Udin.
" Ya sama kamu Din...." ucap Phing Sha Han.
"Aseemmmm...." ucap Udin.
----***---
Alam Naga.
Rissa sudah sampai di kerajaan Naga.
Rissa kemudian melesat ke dalam kerajaan tersebut.
Nampak seorang prajurit jaga menghampiri Rissa.
"Selamat datang Nyonya Bos...
"Ada apa gerangan Nyonya Bos kesini..." ucap Penjaga.
"Aku kesini cuman mau nanya... Apakah suamiku ada di sini..?" ucap Rissa.
"Tidak ada Nyonya Bos... Setelah perang berakhir, Cahaya singgasana mati. " ucap Penjaga.
"Ooo... Begitu.... (Rissa memberikan Hp pada penjaga.)
"Kamu bisa pakai alat itu kan..." ucap Rissa.
"Bisa Nyonya Bos...." ucap Penjaga.
"Jika Suamiku telah muncul kembali maka hubungi aku,Nomorku ada di dalam Hp tersebut." ucap Rissa.
"Siap laksanakan ....." ucap Penjaga.
Kemudian Rissa melesat keluar dari alam Naga. Sebelum ia keluar tiba - tiba ia teringat
"Oh iya... Kenapa aku sampai lupa...
"Kan ada Dewa Reinkarnasi. Spa tahu Udin ada di sana..." ucap Rissa.
Rissa kemudian membuat portal dimensi tempat Dewa Reinkarnasi berada. Lalu ia masuk kedalam.
----***----
Taman.
"Kamu mau menempati tubuh orang lain atau brojol jadi bayi.." ucap Phing Sha Han.
"Hemmm....Jadi Bayi saja Tuk.." ucap Udin.
"Baiklah,karena kamu memilih jadi bayi... Ini aku beri sesuatu untukmu..." ucap Phing Sha Han.
Nampak muncul kotak kecil di depan Udin.
Udin memengang lalu membuka kotak kecil tersebut. Nampak titik cahaya sebesar kelerang keluar dari dalam kotak itu lalu melayang kemudian hinggap di jari Udin. Lalu sinar itu redup,digantikan sebuah cincin.
"Ini cincin apa Tuk?" ucap Udin.
__ADS_1
"Itu adalah Cincin ruang dimensi." ucap Phing Sha Han.
"Bentar... Apakah ini cincin sama yang aku gunakan waktu itu..?" ucap Udin.
"Tidak sama dalam hal menghilangkan kekuatan.Hanya dirimu saja yang dapat melihat cincin itu," ucap Phing Sha Han.
"Ooo....Begitu...." ucap Udin.
"Enggak aku becanda... Itu cincin yang dulu kamu pakai sebelum dirimu menghilang. Begitu kamu terlahir di dunia nyata maka otomatis sudah terpasang di jarimu itu,gunakanlah secara bijak" ucap Phing Sha Han.
Udin hendak berbicara namun tiba - tiba pandangan Udin menjadi gelap.
Udin menghilang dari taman tersebut,lalu tak lama kemudian muncul Rissa.
"Apakah Udin Ada di sini ?ucap Rissa langsung ke intinya.
"Aaaiisshhh... Dari dulu kamu gak berubah Yue Yan. Langsung bicara ke intinya.. Coba tanya kabarku gimana,dah makan apa belum.... Begitu" ucap Phing Sha Han.
"Aku gak ada waktu untuk itu. Cepat katakan atau kamu ku buat babak belur.."ucap Rissa sambil mengancam.
"Barusan Udin pergi......Untuk kemunculannya di dunia nyata aku gak tahu..." ucap Phing Sha Han.
"EH....!!!?? Rissa terkejut.
"Kenapa gak kamu tahan dulu sebelum dia pergi?" ucap Rissa dongkol.
"Siaaall... Seharusnya aku kesini dulu," ucap Rissa dalam hati menyesal.
"Aku mana tahu,Kamu gak ada sms aku,atau WA aku." ucap Phing Sha Han.
"Emang kamu punya HP?" ucap Rissa.
"Enggaak....." ucap Phing Sha Han.
Rissa mengeluarkan Hp lalu memberikan pada Phing Sha Han.
"Ini untukmu... Jika Udin kembali kesini,kasih kabar ke Aku..." ucap Rissa.
"Bagaimana cara pakainya?" ucap Phing Sha Han.
Rissa kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke arah kening Phing Sha Han. Nampak cahaya keluar dari jari Rissa lalu melesat ke kening Phing Sha Han.
"Di dalamnya sudah ada nomor Hpku," ucap Rissa lalu menghilang.
"Mayan dapat Hp canggih.....
Phing Sha Han lantas membuka aplikasi Download permainan.
"Hehehehe.... Akhirnya ada Teman untuk menemaniku di alam ini. " ucap Phing Sha Han.
Phing Sha Han hanya tinggal sendirian di alamnya.
Setelah Downloadnya selesai,ia pun mumbuka aplikasi tersebut.
Tak lama kemudian.
"Woiiii.... Tolongin aku.. Aku kena tembak...
" Diampuut.... Punya Tim pekok kabeeeh...
----***----
Ruang gelap.
"Dimana ini... Asem.....Gelap banget...
Udin meraba - raba di sekitarnya. Ia merasakan dinding lunak di sekitarnya.
"Azzz.... Aku gak bisa lihat....
-----***-----
Alam Nyata.
Sudah lebih 1 juta tahun berlalu semenjak peperangan besar itu berakhir.
Di sebuah desa yang letaknya di dekat Pegunungan. Terdapat sebuah kerajaan,Kerajaan itu tidak lah besar. Kerajaan itu di pimpin seorang Raja yang arif dan bijaksana,para Rakyatnya menyukai sifat Raja tersebut. Raja itu bernama Prabu Raden Aji Awalludin. Sedangkan istrinya Bernama Sekar Ayu Diningrum.
Mereka sedang duduk di teras Rumah.
"Kanda.... Anak kita bergerak - gerak..." ucap Sekar merasakan perutnya bergerak.Rupanya Bayi yang ada di dalam kandungannya bergerak gerak.
Prabu Raden Aji Awalludin lantas memegang perut istrinya.
"Kira - kira anak kita cowok apa cewek.." ucap Prabu Raden Aji Awalludin.
"Kata si Mbok Nah seh cowok kanda.." ucap Sekar
"Hemmm... Bakal jadi penerusku ini Dinda..." ucap Prabu Raden Aji Awalludin
Tak lama kemudian.
"Aduuuuh.... Sakit perutku kandaaaa....." ucap Sekar mengaduh kesakitan.
"EH....!!!??? Prabu Raden Aji Awalludin terkejut dan panik.
"Mana - mana yang sakit Dinda..."ucap Prabu Raden Aji Awalludin
"Panggilkan Mbok Nah kandaa..." ucap Sekar
Prabu Raden Aji Awalludin menggendong Sekar,lalu membawanya ke dalam kamar tidur.
"Kanda...Cepetan panggil Mbok Nah..." ucap WmSekar sambil menahan rasa sakitnya.
"I....I...Iya Dinda...." ucap Prabu Raden Aji Awalludin
"Cepetan... Aku sudah gak kuat..." ucap Sekar.
"Siap dinda..." ucap Prabu Raden Aji Awalludin.
Prabu Raden Aji Awalludin lalu keluar kamar menemui prajurit jaga.
"Panggilkan Mbok Nah kesini..."ucap Prabu Raden Aji Awalludin
"Siap paduka raja..." ucap Prajurit jaga.
Prajurit jaga lantas berlari ke arah tempat dimana dukun bayi berada.
beberapa menit kemudian Prajurit jaga kembali kerumahnya dengan membawa Dukun beranak.
"Paduka Raja...Prajuritmu kok ra duwe toto kromo blasss... Wong tuwo jek mangan di seret ngene iki.." ucap Mbok Nah ngedumel.(prajuritmu kok gak punya sopan santunnya sama sekali, Orang lagi makan di seret kaya gini.)
Nampak ada sebutir nasi masih menempel di bibir Dukun beranak tersebut.
"Nanti saja Mbok mengomelnya... Kasian istriku..." ucap Prabu Raden Aji Awalludin nampak cemas mengkhawatirkan istrinya.
"Iyoooo..." ucap dukun beranak.
Dukun beranak kemudian menyiapkan bahan untuk membantu persalinan Sekar
Langit yang semula cerah berawan. Kini tiba - tiba mendung. Langit menjadi gelap.
Angin berhembus sangat kuat. Lalu muncul petir di mana - mana.
Jeedddeeerrr.....Jeeddeeerrr....Jeeeddderrr....
Jeedddeeerrr.....Jeeddeeerrr....Jeeeddderrr....
Jeedddeeerrr.....Jeeddeeerrr....Jeeeddderrr....
"Kenapa alam tiba - tiba berubah sangat cepat begini..." ucap Prabu Raden Aji Awalludin dalam hati heran dengan perubahan alam yang sangat cepat.
Di balik awan terdapat Naga Azhura yang sedang menunggu kelahiran Pemimpin bangsa Naga.
"Hemm... Sebentar lagi yang mulia Bos Udin akan terlahir ke dunia ini" ucap Naga Azhura.
-----****-----
Alam Kegelapan.
Nampak Luciefer sedang bersantai di rumahnya sambil menyerap tumbal yang di berikan oleh bangsa manusia.
Tiba - tiba ia tersentak kaget.Ia merasakan sesuatu di dalam tubuhnya.
"Yang mulia akan lahir...." ucap Luciefer.
Luciefer Kemudian keluar dari alam kegelapan. Ia hendak menemui Tuannya yang akan terlahir di dunia.
¤¤¤¤¤
__ADS_1
Mau update lebih 2,5K kata gak bisa. jadi hanya segini saja.