Petualangan Udin

Petualangan Udin
OTEWE KERUMAH LI SHAN


__ADS_3

"Li Shan" ucap Udin menghadap ke Li Shan.


"Ya Bos.." ucap Li Shan.


"Kita bisa membantu memperbaiki Dantianmu yang hancur itu" ucap Udin.


"Se...Se...Serius itu Bos" ucap Li Shan kaget dan tak percaya. Sebab orang yang Dantiannya hancur,selamanya tidak dapat berkultivasi lagi.


"Iya aku Serius.. Kalau mau seh,jika gak mau juga gak apa - kok" ucap Udin santai sambil memegang batu lalu melempar ke arah pohon.


Wuuusssstt...... Takk.... Kerikil itu mengenai dahan pohon.


Kraaackk..... Dahan pohon patah.


Dukk..... suara dahan pohon menyentuh tanah.


Rissa menelepati Ponijan."Pon,berubahlah menjadi kucing kecil,nanti aku panggil setelah mengobati Li Shan"


Ponijan yang sedang menulis jawaban TTS tekejut.


"EH!!! Baik Nyonya Bos" ucap Ponijan telepati tak berani membantah,kemudian memasukkan buku TTS dalam cincin lalu berubah menjadi Kucing.


"Arep nangdi kowe Pon?" ucap Paijo melihat Ponijan berubah menjadi kucing.(Mau kemana kamu Pon)


Meeoong...Meoong..meoongg...


"Aku di kon Nyonya Bos" ucap Ponijan.(Aku disuruh oleh nyonya bos)


"Oalah.. Tak pikir ape golek banyu ngombe(arak)" ucap Paijo.


Kembali Udin saat ini.


"Aku mau...Aku mau..." ucap Li Shan kesenangan. Akhirnya Dantiannya bisa kembali lagi.


Udin hendak melempar lagi lalu menghentikan aksinya.


"Hem....Tapi kamu harus mengucapkan sumpah dan janji setiamu padaku,barulah nanti kita perbaiki" ucap Udin sambil menatap Li Shan.


Li Shan tak mau pikir panjang mengiyakan saja.Sebab Dirinya tak ingin hidup menjadi orang tak berguna.


"Saya Li Shan bersumpah dan berjanji akan setia pada Lin Udin,bila aku menghianati aku akan mati" ucap Li Shan dengan lantang.


Jeddeeerrrrrr....... Suara petir lewat.


"Nah sekarang duduk seperti kamu bersemedi dan tutup matamu jangan dibuka sebelum aku suruh buka,serta tahan rasa sakitnya " ucap Udin. Lalu Udin mengerakkan jari dan tangannya untuk memasang array kedap suara.


"Beres" gumam Udin.


Li Shan menuruti semua ucapan Udin.


Setelah Li Shan duduk dan menutup matanya. Rissa kemudian mendekati Li Shan. Rissa meletakkan telapak tangan kanannya tepat didantian Li Shan yang hancur itu.


Telapak tangan Rissa mengeluarkan cahaya putih menyilaukan mata.Sebab suasana sudah malam hari.


AAAGGHHHHHHH.......Teriak Li Shan menahan rasa sakit dibagian perutnya.


AAAAAKKHHHHHH......


AAAAAAAAAKKHHH.....


Dantian Li Shan perlahan membentuk kembali.


AAAAAAAKKHHHHH....


AAAAAAAKKKHHHH....


AAAAAAAKKHHHHH....


AAAAAAAAAKKHHHH...


Boomm... Boomm... Boomm... Booommm...


Boomm....Boomm.... Booommm..... Booomm...


Boomm... Boomm... Boomm..... Boomm.....


Terdengar ledakan energi dari dalam tubuh Li Shan.


Dantian Li Shan kembali muncul,tapi kekuatannya tidak seperti sebelum dantiannya hancur. Ia kini berada di ranah Pendekar Perak tingkat 5. Nampak keringat keluar dari sekujur tubuh Li Shan setelah Dantiannya berhasil dipulihkan kembali oleh Rissa.


Rissa kemudian berdiri dan kembali ketempat posisi duduknya semula."Poni.... Kemari" ucap Rissa telepati. Ponijan berjalan ke arah Rissa.


Meeooonggg....


"Sekarang bukalah matamu" ucap Udin. yang berada 4 meter dari Li Shan.


"EH!!!??? Lis Shan terkejut.


Ia memeriksa dantiannya hancur kini telah muncul kembali meskipun tidak seperti sebelumnya.


Li Shan kemudian Bersujud pada Udin.


"Terima kasih Tuan.... Tuan telah mengobati hamba." ucap Li Shan dalam bersujud.


"Berdirilah,dan jangan panggil Aku Tuan karena aku belum Tua" ucap Udin tak mau dipanggil Tuan.


"EH!!! Baik Bos....Terimakasih" ucap Li Shan kemudian berdiri.


Li Shan kemudian berlari dan memeluk Udin.😭😭


"Terima kasih Bos,Bos sudah mengembalikan dantianku" ucap Li Shan menangis bahagia.


"Iya sama - sama. Tapi....Jangan terima kasih padaku saja" ucap Udin.


Li Shan melepaskan pelukannya.Lalu membungkuk ke arah Rissa."Terima Kasih nyonya Bos Udin"

__ADS_1


"Iya" ucap Rissa" sambil mengelus tubuh Ponijan Yang menjadi seekor kucing kecil.


Kemudian Li Shan membungkuk ke arah semua Paman Udin.


"Aneh... Perasaan tadi ada 4 orang. Tapi mengapa hanya 3 ya? Ah..... Paling salah paman satu paman Udin lagi mencari hewan buruan." ucap Li Shan dalam hati. Sebab Li Shan tadi melihat 4 orang dewasa.


"Sekarang kamu istrirahat saja dulu, besok kita melanjutkan perjalanan" ucap Udin.


"Iya Bos." ucap Li Shan.


Kemudian Udin berjalan ke arah Rissa dan duduk disampingnya.Udin duduk selonjoran.


Udin mengambil Ponijan dari Rissa dengan menyentuh kulit leher ,Nampak ponijan tergantung - gantung seperti anak kucing di gendong induknya. lalu meletakkan Ponijan dipahanya.


Ponijan ditaruh dalam posisi telentang


Udin memegang kedua kaki Ponijan . lalu menepukkannya.


"Pok ami - ami 🎶


Belalang kupu - kupu🎶


Siang makan nasi 🎶🎶


kalau malam minum...... su.....suuu...🎶🎶." ucap Udin bernyanyi lalu mengusel - ngusel perut ponijan memakai kakinya Ponijan.


Meoong...Meoong...Meeoong...


"Boss.... Aku loh dah gede ...Bukan anak kecil lagi" ucap Ponijan tak terima diperlakukan seperti anak kecil.


Udin gak menggubris ucapan protes Ponijan.


Lalu Udin menutup mata Poni dengan Kaki yang dipegang Udin..


"Ciluuuuukkk..... Baaaaaaa.... "ucap Udin.


Paijo,Djarwo dan Kuwi tak kuat menahan tawanya melihat Ponijan diperlakukan seperti anak kecil oleh Udin.


"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKA...." Mereka tertawa tepingkal - pingkal.


"Wasssssuuuu.... " ucap Ponijan dalam hati.


??? Li Shan.


"Kalau dijual laku berapa ini dek?" ucap Udin menoleh ke Rissa.


"10 juta laku itu kang mas. Soalnya itu kucing langka" ucap Rissa.


Meeoonngg...


"Diaampuuutt.... " ucap Ponijan.


Sedangkan Li Shan hanya mendengar Kucing itu mengeong saja.


"Aisssh.... Kirain bisa dapat Motor yamaha MT- 10 SP Dek... " ucap Udin Sambil mengelus kepala Ponijan.


"Woww.... Amazing..." ucap Udin menatap Ponijan dengan mata berbinar - binar.


Meooooong..Meeong...


"Huuaaaaa..... Aku jangan dijual Bosss" ucap Ponijan mengeluarkan airmatanya.


"Montor Yamaha?? Mobil Lamborghini Aventador??" gumam Li Shan yang tidak paham apa yang dimaksud ucapan Udin.


"Huakakakakakakakakakaka.....


Paijo tertawa terpingkal - pingkal.


"Makanya jangan Nakal,nanti kamu dan cacing kremi aku jual jika nakal" ucap Udin sambil menjewer pelan telinga Ponijan kiri dan kanan sambil digoyang - goyangkan.


Paijo yang tadi tertawa terpingkal - pingkal langsung berhenti tertawa ketika Udin mengatakan dirinya juga ikut dijual jika nakal.


"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKA....Gantian Djarwo dan Kuwi tertawa terpingkal - pingkal.


"Waaassssuuu" runtuk Paijo.


"Hem.... Ada buku tentang tanaman gak dek buat Li Shan" ucap Udin.


Rissa mengerti ucapan Udin lalu Rissa mengarahkan telunjuknya ke cincin ruang Udin.


"Ada didalam cincin kang mas" ucap Rissa yang telah meletakkan buku yang diminta oleh Udin.


"Oke..." ucap Udin lalu .memeriksa cincin Ruangnya.


Sementara Ponijan diambil kembali oleh Rissa.


"Cup...Cup... Cup...Jangan menangis lagi ya.... Calon suamiku hanya bercanda saja" ucap Rissa sambil mengelus - eluss tubuh Ponijan yang nampak menangis itu.


Ponijan lalu berhenti menangis dan menganggukan kepalanya.


"Ini ada buku... Kamu pelajari saja" ucap Udin sambil menyerahkan buku berisi tentang tanaman beracun dan tanaman obat anti racun.


"Terima kasih Bos" ucap Li Shan sambil menerima buku tersebut.


Kemudian Li Shan membukanya.


"EH!!! Ini kan buku tentang tanaman beracun serta tanaman obat anti racun..mengapa Dia memberiku buku ini?" ucap Li Shan dalam hati.


"Li Shan... Selama ini Kamu latihan apa?" ucap Rissa.


"Aku latihan mengeluarkan elemen api,angin,dan tanah,serta jurus lainnya" ucap Li Shan.


"Apakah sudah berhasil menguasai elemen itu?" ucap Rissa sambil mengelus tubuh Ponijan. Nampak Ponijan tertidur di pangkuan Rissa.


"Tidak berhasil Nyonya Bos" ucap Li Shan.

__ADS_1


"Pernah terkena racun?" ucap Rissa.


"Pernah Nyonya Bos..Dulu aku pernah dipatuk ular kobra sewaktu pergi berburu.. Malah Ular itu mati setelah dia mematukku" ucap Li Shan.


"Itu Tandanya tubuhmu memiliki elemen Racun,segala macam jenis racun tak akan bisa membunuhmu" ucap Rissa.


Rissa sengaja tidak mengatakan secara langsung agar Li Shan mempercayainya,jika langsung mengatakan maka Li Shan tidak langsung percaya.


"EH!!!! Li Shan terkejut.


Ia teringat oleh perkataan tabib istananya,bahwa ibunya tewas diracun setelah tim investigasi melakukan otopsi pada tubuh ibunya serta mengecek makanan yang ia biasa makan. Racun itu perlahan membunuh Ibunya.


Apa yang dimakan dan minum oleh Ibu dan ayahnya ,pasti dirinya juga ikut makan dan minum. Ayahnya sudah melakukan investigasi,namun hasilnya buntu,sebab pelayan yang biasa mengantar makanan itu telah tewas dengan mulut mengeluarkan busa didalam rumahnya.


"Berarti selama ini mereka berusaha membunuhku melalui racun yang mereka taruh di makananku dan juga ibuku. Jangan - jangan ayahanda juga terkena Racun" ucap Li Shan dalam hati.


Rissa mendengarkan ucapan hati Li Shan.


"Ayahanda?? Apakah Li Shan adalah keluarga terpandang?" ucap Rissa dalam hati,sebab Rissa belum membaca ingatan Li Shan.


"Maaf Bos Udin.. Aku minta izin pulang sekarang ,aku harus cepat - cepat pulang. Karena aku mengkhawatirkan ayahku" ucap Li Shan nampak cemas lalu berjalan bolak balik.


"Ayahmu kenapa Shan" ucap Paijo ikut berbicara.


Li Shan menghentikan langkahnya


"Nganu paman...." ucap Li Shan ragu.


"Tidak usah Ragu... Kita Ini adalah teman sekaligus keluarga,jadi bicara saja" ucap Udin menyakinkan Li Shan.


"Ayahku sepertinya kena Racun juga seperti ibuku yang tewas karena racun.Sebab terakhir kali bertemu wajah ayahku nampak kurang sehat seperti waktu ibuku sebelum tewas Bos" ucap Li Shan.


"Hem... Gimana dek apakah kita antar Li Shan pulang?" ucap Udin menoleh ke Rissa.


"Ya kita antar pulang to kang mas," ucap Rissa.


Tiba - tiba mereka merasakan sekelompok orang berada disekitar Array. Kelompok itu memakai pakaian yang sama seperti kelompok yang mengejar Li Shan.


Meoong...Meeoong...Meeoong...


"Bosss.... Aku bereskan apa enggak itu kecoa" ucap Ponijan.


"Gak usah Pon. Kita loh mau otewe ke rumah Li Shan " ucap Udin.


Kemudian Udin melihat ke arah Kuwi.


"Paman... Ayo berubah.. Kita gak punya banyak waktu" ucap Udin.


"Baik Boss.... " ucap Kuwi lalu berubah menjadi elang emas dengan panjang 1 meter.


Gubraak..... Djarwo,Udin jatuh ke tanah.


"Semprull... Mana muat kalau segitu saja" ucap Paijo.


"Maaf bos...Kirain kakak kelima yang mau naik" ucap Kuwi lalu tubuh Kuwi membesar.


"Bu...Bu...Burung elang emas!!!!??? " ucap Li Shan terkejut dan gemetaranmelihat salah satu paman Udin berubah menjadi hewan buas.


Udin menarik tangan Li Shan yang nampak syok.


"Ayo.... Naik...Silak kasep engko" ucap Udin.


( keburu telat nanti)


"Takut aku Boss" ucap Li Shan tak bergeming dengan badan gemetaran.


"Dia sudah jinak,bar tak cekok i jamu anggur cap orang tua" ucap Udin.(Habis ku kasih minum paksa jamu anggur cap orang tua)


Li Shan tetap gak bergerak.


"Pakde... Tolong urus" ucap Udin lalu melompat kepunggung Kuwi disusul Rissa yang menggendong Ponijan,lalu Djarwo.


Tak lama kemudian Paijo naik sambil merangkul Li Shan.


Udin menggunakan jurus tak terlihatnya setelah itu memggerakkan jari dan tangannya membuat array pelindung. Setelah jadi Udin mengihilangkan hawa keberadaannya.


"Beress... Sisa menghilangkan array" gumam Udin. Ia lalu membentuk pola dijarinya lalu mengarahkan jari telunjukkan.


Wuussh.... Array yang dipasang Udin lenyap.


Nampak 20 orang sedang berpencar.


"Ayo berangkat Paman Kuwi" ucap Udin sambil menepuk punggung Kuwi..


Kwwaaaaaaakkkkk..... Suara Kuwi nyaring lalu melesat terbang.


"Apa kalian mendengar suara itu"....


"Iya Aku dengar,itu suara burung elang emas."..


"Ayoo kita cari burung itu..."


Kelompok itu mencari asal suara burung elang emas.


.


----***----


.


"Shan.... Di mana rumahmu?" ucap Udin.


"Di...Di...Di sana Bos" ucap Li Shan masih gemetaran.


"Oke....Ayoo Paman... Kearah sana" ucap Udin sambil menunjuk arah.

__ADS_1


Kwaaaaakkkkk.......


"Siap bos" ucap Kuwi.


__ADS_2