
Suasana hari ke empat turnamen antar sekte semakin seru,dan memasuki babak final. Murid Sekte Elang Emas selalu menang dengan cepat karena tingkat kultivasi mereka yang sangat kuat dibandingkan para peserta yang ada. Akhirnya Pertandingan 1 VS 1 sudah berakhir
Juara 1 Sekte elang emas
Juara 2 Sekte harimau putih
Juara 3 sekte kera sakti.
Para pemenang Menerima Hadiah masing - masing yang diserahkan oleh Kaisar Tian.
Kaisar Tian kagum atas keberhasilan sekte elang emas mencetak murid berada di ranah saint.
Seluruh Sekte yang ikut itu adalah sekte aliran putih,jika ada aliran hitam maka kekaisaran tidak tinggal diam,sang kaisar akan memusnahkan sekte tersebut. makanya di Benua tengah ini seluruh rakyatnya sangat nyaman tinggal dibenua tengah,kecuali masalah bandit,Soalnya bandit susah untuk dicari,mereka bersembunyi didalam hutan ataupun menyamar sebagai penduduk biasa,bila tertangkap maka tiang gantungan menanti mereka.
Setelah turnamen antar sekte selesai,para ketua dikumpulkan untuk membahas masalah Iblis yang menyerang desa bersama Kaisar Tian,sang kaisar ingin para ketua sekte ikut serta membasmi iblis tersebut. Para ketua sekte menyetujui permintaan Kaisar tersebut,mereka Juga tidak ingin desa tempat tinggal mereka musnah gara - gara iblis.
Kini rombongan Udin dalam perjalanan pulang kerumah,Ditengah perjalanan Udin melihat banyak mayat tergeletak dengan mata dewanya.
"Ayah...tolong turun sebentar" ucap Udin.
Sang ayah menuruti permintaan Udin,dia tak tahu apa yang Udin lakukan.
Begitu mendarat sang ayah terkejut,ia melihat 10 mayat tergeletak .
"MAYAT!!!! ucap mereka serempak terkejut..
"Hem....sepertinya ini baru aja terjadi pertarungan" gumam Udin.ketika memeriksa mayat dengan kondisi mengenaskan serta darah yang belom mengering.
Lalu Udin menggunakan mata dewa nya untuk memeriksa sekitar daerah situ,10 KM.... belom ketemu lalu Udin memperluas daya jangkaunya. 30 Km...40Km... 50Km..."Dapat...akhirnya ketemu juga mereka"gumam Udin.
"Ayah..sepertinya aku tidak bisa pulang bareng dengan kalian?."ucap Udin.
"Mengapa tidak pulang bersama kami wahai anakku yamg paling tampan sedunia" ucap sang ayah.
"Aku ada perlu yang sangat mendesak ayah dan ini cincin penyimpanan isinya ada sedikit pil,koin emas dan rokok untuk kebutuhan sekte ayah dan ini Pil khusus buat ayah jika tidak kuat menghadapi Ibu" ucap Udin sambil menyerahkan cincin penyimpanan serta 1 pil pria sejati terbuat ramuan khusus mak erot.
Sang ayah menerima pemberian Udin lalu mengamati Pil yang belom ia lihat sebelomnya"Pil apa ini nak?"
"Nanti ayah akan tahu sendiri pil apa ini ketika tidak sanggup menghadapi Ibu" ucap Udin tersenyum misterius.Sebelom berangkat ke kota Chie Rei Bhon,Udin memberikan pil kecantikan pada ibunya Meng Tian.
"Senyumannya mencurigakan" ucap sang ayah membatin.
" Baiklah kalau begitu,jika urusannya sudah selesai maka kembalilah kerumah,Pintu rumah terbuka lebar untukmu wahai anakku tertampan sedunia." ucap sang ayah. Kemudian sang ayah serta rombongan mereka melesat pergi melanjutkan perjalanan mereka.
"Hem...aku akan mencoba senjata baruku,siapa tahu berhasil" ucap Udin lalu melesat ke tempat dimana kelompok itu berada.
Tak berselang lama datanglah seorang wanita bertopeng muncul di lokasi mayat yang ditemukan Udin."Hem...sepertinya mayat ini baru beberapa jam saja meninggal" ucap sosok wanita bertopeng.
---***---
Nampak Puluhan bayangan hitam melesat ke sebuah desa 10 Km dari tempat mereka berada,namun tiba -tiba...
Bomm....
Salah satu sosok hitam itu menjadi kabut darah.
"EHH !!!!! mereka terkejut melihat salah satu rekannya tiba - tiba menjadi kabut darah.
"WASPADA!!! ADA SESEORANG YANG MENYERANG KITA" ucap komandan mereka..
"Baik komandan" ucap mereka serempak..
Mereka nampak mencari seseorang yang mengincar mereka...
Bomm....
Salah satu rekannya tewas menjadi kabut darah.
"Sial....Siapa yang telah menyerang kelompokku" ucap sang komandan yang belom menemukan sosok itu merasa kesal,mereka terus mencari sosok itu.
Nampak diatas awan Udin memegang senjata snipernya,Udin menyembunyikan hawa keberadaan dirinya agar kelompok itu tidak dapat mendeteksi keberadaan Udin.
Bomm.....
Bomm....
"BERPENCAR...." ucap komandan
"Siap komandan..." ucap mereka serempak..
"Hem...kalian tak bisa lolos dariku" ucap Udin sambil membidik target.Udin menembakkan senjatanya dengan menambah sedikit kekuatan cahaya.
Boommmm...
Bomm...
Boom...
Bommm...
"Siall....Lama kelamaan anak buahku habis tak tersisa kalau begini caranya" ucap komandan kesal,dia belom juga menemukan sosok yang menyerang itu..
Boommm...
Satu persatu sosok berjubah hitam itu meledak menjadi kabut darah.
__ADS_1
Kini hanya sang komandan yang tersisa..
"Aku hampiri saja ahh,mau nanyakan apa yang ia lakukan di benua tengah ini" ucap Udin yang sengaja menyisakan komandan tersebut.
"Aku tak boleh lengah" ucap komandan membatin sambil bersembunyi di balik batu sambil mengintip keadaan dibalik batu itu.
Tiba - tiba ada sebuah tangan memegang pundaknya...
"IKAN ASIN,IKAN TONGKOL,IKAN TERI..."ucap komandan menjadi Latah .karena terkejut bukan main.
"Paman aku tidak membawa sepeda" ucap Udin dengan polos.Udin kini berada dibelakangnya sosok berjubah hitam itu..
Sosok itu kemudian berbalik dan lompat mundur..
"Siapa kau bocah? mengapa kamu ada disini?" ucap komandan itu kesal karena di kagetinnya. ia tidak merasakan hawa keberadaan pemuda tersebut ketika sedang mengintip dibalik batu . Ia melihat pemuda itu berada diranah pendekar perunggu tingkat 5.
"Namaku Udin paman,aku sedang mencari kelinciku yang terlepas,paman sedang apa?" ucap Udin dengan polos.
"Udin!!! nama yang aneh" ucap komandan membatin
"kau tak perlu tahu bocah,cepat pergi sana.."ucap komandan agak meninggi.
"Kalau aku tak mau? paman mau apa" ucap udin santai..
"Maka kematian menantimu"ucap komandan itu lalu menyerang Udin..
Hiyaatttt....
Bomm...
Bomm....
Bomm..
"Sial,pemuda ini selalu menghindar dari seranganku" ucap komandan membatin.
"Bocah...jangan kau menghindar terus" ucap komandan kesal..
"Lah....kalau aku tak menghindar ya bisa matilah aku,dasar paman IDIOT" ucap udin.
"IDIOT??? ucap komandan itu marah. ia tak terima di bilang IDIOT pada seorang bocah.
"Iya...Paman IDIOT " ucap Udin sambil mengupil..
"MATI KAU BOCAH KURANG AJAR...." ucap komandan dengan nada Tinggi karena marah. lalu mengeluarkan jurus pamungkasnya
Jurus Api melahap Bumi...
Hiyaaatttt....
Bomm...
Duarrr....
Debu dan asap menutupi area itu serta nampak ratusan pohon terbakar
Ia merasa serangannya berhasil,sebab tak mungkin pemuda itu selamat dari serangan yang berada di ranah nirwana tingkat 6.
"He...He...He...Akhirnya mampus juga itu bocah" ucap komandan dengan bangga,dari sekian jurus yang ia keluarkan akhirnya terbayar lunas.
"WOIIII...PAMAN IDIOT.... JANGAN BAKAR HUTAN SEMBARANGAN...NANTI DI TANGKAP POLISI KEHUTANAN" teriak Udin yang masih didalam kabut asap.
"HAAAAAAAA!!!!! komandan itu terkejut.
Udin memadamkan api yang membakar hutan tersebut dengan kekuatan ES nya...
Wusshhh..... Api padam seketika,nampak bongkahan Es menyelimuti area yang terbakar tadi,namun wilayah yang tak terbakar ikut beku.seluas 2 Km
"EEEE...NENEK GAYUNG...NENEK NGESOT" ucap komandan latah karena sangking terkejutnya melihat bocah yang didepannya bisa menggunakan kekuatan ES.Jantungnya hampir copot.
Setelah memadamkan api,kemudian Udin melirik ke arah sosok berjubah hitam itu lalu melesat menghampirinya.
Tak sampai satu tarikan nafas Udin sudah sampai di hadapan sosok itu lalu Udin mencengkram kerah jubah itu hingga membuat sosok berjubah itu terangkat lalu menampar wajahnya bolak - balik hingga giginya rontok semua..
plakk...
plakk...
plakk...
plakk..
plakk...
Gedebughh.... Suara tubuh sosok itu terhempas ditanah dengan wajah berdarah dan gigi rontok semua.
Udin menatap wajah sosok berjubah itu..
"Paman jangan main api sembarangan,bisa bahaya,nanti hutan habis terbakar,lalu hewan yang ada didalam hutan pada matian,nanti paman masuk neraka loh,kalau gak percaya tanyakan saja sama kakek Udin."ucap Udin.lalu bangkit dan membakar rokok yang ia keluarkan dari cincin penyimpanannya..
wusshhh... Asap rokok mengepul.
Sosok itu gemetaran dan ketakutan hingga mengompol dicelana. Ia tak menyangka,bocah yang dikiranya lemah ternyata mempunyai kekuatan yang sangat besar.
"Aisshhh... Sudah gede kok ngompol seh paman " ucap Udin ketika melihat sosok berjubah itu ngompol.
__ADS_1
Lalu Udin duduk jongkok sambil menghembuskan asap rokoknya..
hufftt...wusshhh asap rokok mengepul.
"Apa yang paman lakukan di benua tengah ini dan mengapa paman tega membunuh semua orang yang ada didesa?" ucap Udin sambil menatap matanya.
Namun sosok itu diam tak mau menjawab dengan tubuh masih gemetaran.
"JAWAB..." ucap Udin membentak Karena emosi melihat sosok berjubah itu diam saja.
Sosok itu tak bergeming..
"Aisshh..Sepertinya aku harus membaca pikirannya" ucap Udin membatin lalu meletakkan tangannya di kening sosok itu.
"Hemm...begitu to" gumam Udin begitu tau maksud tujuan kelompok itu.Lalu Udin menghapus semua ingatannya.
Setelah Udin menghapus semua ingatannya,sosok itu seperti orang ling lung.
Udin mengambil sebatang kayu lalu memberikannya pada sosok berjubah tersebut.
"Paman,aku punya kuda.paman ambil aja.nanti paman naik ke kuda ini lalu paman ke arah sana(Udin menunjuk arah)" ucap Udin sambil menyerahkan sebatang kayu tersebut.
Sosok berjubah itu mengambil lalu menaruh disela sela pahanya kemudian pergi ke arah yang ditunjukkan Udin.
"Selesai sudah.Semoga aja dia bertemu dengan kelompoknya yang lain " gumam Udin.
Lalu Udin menggunakan mata dewanya untuk mencari kelompok Iblis lainnya.
100 Km...
200 Km..
400 Km..
500 Km..
600 Km..
1000 Km...
"Nampaknya mereka berada sangat jauh,nanti sajalah mencarinya.mending aku jalan - jalan siapa tahu mendapatkan sesuatu yang menarik" gumam Udin kemudian ia berjalan menuju desa terdekat.
Suasana kini sudah malam,Udin terus berjalan santai ke arah desa terdekat. Meskipun Gelap gulita,Udin tetap bisa melihat dengan jelas,bahkan semut berjalan saja dia bisa lihat.
Begitu Udin sampai di gerbang desa,Udin di cegat prajurit kerajaan yang menjaga desa tersebut. Desa itu bernama Desa Chen Nai
"Berhenti.." ucap prajurit
"Tunjukkan identitas serta lencanamu anak muda...
Mereka diperintahkan oleh raja mereka untuk memeriksa secara ketat orang yang akan masuk ke desa, Raja takut orang yang masuk ke desa yang berada diwilayahnya adalah Iblis.
Udin pun menyerahkan identitas serta lencana sekte elang emas.
"Taruh tanganmu di batu itu anak muda" ucal prajurit satunya.
Udin pun menuruti kemauan prajurit jaga tersebut lalu meletakkan tangannya di batu..
wusshhh..Batu menyala putih.
"Silahkan masuk anak muda,maaf jika kami berbuat seperti itu karena ada iblis yang menyerang desa" ucap prajurit sopan.
"Ya gakpapa paman,aku mengerti kok,ini buat paman" ucap Udin menyerahkan 5.000 koin emas kepada prajurit jaga.
"Terima kasih anak muda" ucap mereka serempak.
Udin pun mencari penginapan,setelah ketemu Udin masuk.
"Permisi..apakah masih ada kamar kosong" ucap Udin melihat meja resepsionis kosong tak ada orang yang menjaga.
5 menit kemudian datanglah wanita paruh baya datang mendekati Udin.
"Ada Tuan, 1 malam 60 koin perak" ucap wanita paruh baya.
Udin pun mengeluarkan 10.000 koin emas.
"Ini Nek uangnya" ucap Udin sambil menyerahkan uang tersebut.
"I...I..Ini kebanyakan Tuan" ucap wanita paruh baya terbata - bata karena melihat uang sangat banyak.
"Ambil saja Nek,aku masih punya" ucap Udin.
"Terima kasih Tuan,ini kuncinya" ucap wanita paruh baya.
Udin pun segera menuju kamar yang dia sewa,setelah sampai didalam Udin melanjutkan berlatih di dunia jiwanya tak lupa memasang array.
"Hem...Aku belom bisa mengontrol kekuatan ESku,aku akan mencoba berlatih." ucap Udin membatin..
¤¤¤¤
Mohon maaf jika banyak typo...ceritanya ra genah blass...kalau dibuat sama nanti dibilang niru cerita athor yang lain,meskipun ada yang sama seh seperti tingkat kekuatan,nama tokoh.
Jika kalian suka monggo dilike,kalau di kasih Vote Author do'akan semoga rejekinya lancar..
Aminnnn...
__ADS_1