
Badrun memencet tombol yang ada di walkman tersebut.
"Oooo.... Ini tombol fungsinya untuk mengganti lagu,terus yang ini untuk berhenti,lalu yang ini matikan..." ucap Badrun dalam hati sambil memencet tombol walkman.
Badrun merasa ada yang mengawasi Udin dari kejauhan.Lalu Badrun melihat ke arah yang mengawasi Udin.
"Hem....Sepertinya ini dari dia..." ucap Badrun dalam hati.
Luciefer tahu jika Badrun bisa mengetahui posisinya ia berada.
Tak lama kemudian, Ikannya telah matang,Badrun meletakkannya di atas nampan yang diberi alas daun pisang. Kemudian membawa ke depan.
"Ayoo Le... Iwak e wess mateng..." ucap Badrun.
"Injih ayah...." ucap Udin.
Udin berdiri lalu berjalan sambil menghentakkan tongkatnya ketanah.
Tak lama kemudian Badrun dan Udin dah duduk di teras rumah. Udin duduk di dipan yang terbuat dari bambu.
"Buu....Ikannya sudah matang...
"Ayoo kita makan.." ucap Udin seperti biasa jika Badrun yang masak ikan Rukmana akan datang membawa mangkuk besar yang berisi air buat kobokan.
"Lee...Cah Baguss... Ibumu kan sudah tenang di alam sana..." ucap Badrun berkata lembut sambil memegang pundak Udin.
Nampak Udin terdiam,lalu air matanya keluar.
Udin turun dari dipan lalu berjalan ke samping rumah menuju kuburan Rukmana.
"Ibuuu... Huuu... Huuu.. " ucap Udin sambil menangis memegang tanah kuburan Rukmana.
Tak lama kemudian Badrun datang lalu memegang pundak Udin.
"Ikhlaskan kepergian Ibumu Nak... Jika dirimu gak ikhlas,maka Ibumu akan sedih di alam sana,cah baguss mau kalau Ibu nangis juga di sana? ucap Badrun.
"Udin tidak mau jika Ibu menangis... Biar ayah saja yang nangiss...Huuuu...Huuuu..."ucap Udin.
"Diaampuuut..." umpat Badrun dalam hati .
"Ingat pesan Ibumu cah baguss... Kalau Pria itu gak boleh menangis terus - terusan,Hadapilah cobaan ini dengan senyuman,meskipun di hati sedang sedih.."ucap Badrun.
"Ibu....Ayah bohong Bu... Huuu...Huuuu..." ucap Udin.
"Kapan ayah berbohong padamu Nak...?"ucap Badrun heran.
"Tadi malam ayah menangis sampai pagi.." ucap Udin.
"Kan wajar to cah baguuss.. Ayah baru kehilangan orang yang ayah cintai dan sayangi. Setelah itu ayah gak nangis lagi kan? " ucap Badrun .
Tak lama kemudian,tangisan Udin berhenti.
"Ayoo Cah baguuss... Engko iwak e silak di gondol kucing.." ucap Badrun.
"Kucingnya masih 40 meter lagi Ayahh..." ucap Udin.
Sebab Udin mendengar langkah seekor kucing mendekat kerumahnya.
Udin kemudian berdiri.
"Cah Baguss ke depan dulu yaa.. ,Ayah ambil air kobokan."ucap Badrun.
"Injih Ayaaah...." ucap Udin.
Udin berjalan ke depan rumah.
"Hussssh..... Hussh....Hayooo...
"Mau makan ikanku yoo... Tak jewer kupingmu nanti,lalu ku mandikan di laut" ucap Udin mengusir kucing yang hendak memakan ikan bakarnya.
Kucing yang melihat dan mendengar ucapan Udin langsung kabur. Sebab kucing itu trauma,pernah di bawa kelaut laut di mandikan oleh Udin.
Tak lama kemudian Badrun datang sambil membawa air kobokan,setelah itu mereka makan ikan bakar tersebut.
Udin hanya memakan secukupnya saja,sebab bila makan terlalu banyak maka dirinya malas bergerak. Badrun juga begitu,ia tak menghabiskan ikannya. Sisa ikannya kemudian di bungkus pakai daun pisang.
Badrun duduk di samping Udin,lalu menempelkan headset sebelahnya ke telinga Udin.
"Lagunya bagus lee...Coba dengarin..." ucap Badrun.
Udin mendengarkan lagu tersebut.
"Iya ayaahh... Bagus banget" ucap Udin.
"Biyen aku jek betah....
"Suwe - suwe wegahh..." ucap Badrun sambil bernyanyi.
__ADS_1
"Nah pegang Cah Bagus.." ucap Badrun sambil memberikan Walkman kepada Udin.
Udin lalu menerimanya. Lalu Badrun mengarah jari jempolnya Udin ke tombol Walkman tersebut.
"Ini buah berhentiin lagu,yang ini untuk ganti lagu lalu yang ini untuk matikan alat ini " ucap Badrun sambil gerakin jari Udin.
"Ooo...Begitu ya ayahhh..."ucap Udin.
"Ho oh... Ndang jajalen..." ucap Badrun.(cepat cobain).
Udin lalu menggerakin jarinya.
"EH....!!??? Udin terkejut.
"Apikk tenan Ayah.....,"ucap Udin.
Uhuukk...Uhuuk...Uhuuukk..Badrun batuk.
Badrun batuk sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
Lalu Badrun melihat ada darah di telapak tangannya.
"Ayahh.... Udin kok cium ada bau darah... Apa Ayah terluka?" ucap Udin.
"Ayah kena duri Nak..." ucap Badrun terpaksa berbohong.
"Oooo...Kena duri ikan to..."ucap Udin.
"Jika cah baguss berkelana,janganlah minta di belas kasihani, Berusahalah dengan keringat sendiri....
"Terus...Dunia luar itu kehidupannya sangat keras...
"Siapa yang kuat maka yang lemah di injak...
"Jika cah Bagus sudah dewasa,janganlah menindas yang lemah.
"Tolonglah yang pantas di tolong,bunuhlah yang pantas di bunuh...
"Jangan menyimpan dendam. Sebab dendam itu bisa membuatmu gelap mata..."ucap Badrun.
"Injih ayah... "ucap Udin.
"Pinteeerr......"ucap Badrun.
"Sudah saatnya aku beri tahu asal usul dia" ucap Badrun dalam hati.
"Lee....Cah baguss....
"Biyen Ibumu pernah cerito kerajaan Padjajaran kan Lee..." ucap Badrun.
"Injih Ayah...Ibu sering sering cerita tentang kerajaan Padjajaran." ucap Udin.
"Ayah dan Ibumu sebenarnya adalah pemimpin kerajaan tersebut.." ucap Badrun.
"Deg......" Udin tersentak kaget.
"Kami menemukanmu saat Senopati Anggara membawamu keluar dari kerajaan,Sebab kerajaan Ayahmu di serang oleh Kerajaan Awan.Lalu rombonganmu di serang oleh pasukannya Sudiro. Ayah dan Ibu menyelamatkanmu, " ucap Badrun.
"Se...Se...Serius ayah... Ayah gak bohong kan..." ucap Udin tak percaya.
"Ayah serius Nak.... Jumlah musuh mereka sangatlah banyak.....
"Jika ayah ikut membantu melawan,yang ada ayah juga akan tewas " ucap Badrun.
Perihal Ibu kandung Udin telah di ceritakan oleh Rukmana,akan tetapi tak menyebut bahwa itu adalah ibu kandung Udin.
"Kami merawatmu seperti anak sendiri..." ucap Badrun.
Nampak Udin terdiam.
"Awakmu wes duwe sangu buat perjalanan hidupmu,jangan sampai salah jalan." ucap Badrun.
Udin menghitung jari tangannya.
"Udin punya 3 Ibu... Semuanya telah tiada..."Gumam Udin.
Di dalam hati Udin sebenarnya sedang sedih,tapi tidak di perlihatkan
Badrun meminum air yang ada di kendi.
"Ayah.... Kenapa gak nikah lagi,biar Udin punya Ibu lagi..." ucap Udin.
Uhuuuk....Uhuuuk...Uhuuk.... Badrun kesedakan air mendengar ucapan Udin.
"Ayah gak minat Le.... Cah baguss....
"Ayah sudah cinta mati dengan ibumu,meskipun kita belum di karuniai seorang anak..." ucap Badrun.
__ADS_1
"Oooo... Begitu...." ucap Udin.
"Nah... Sekarang Ayah akan memberi pelajaran gerakan terakhir jurus ayah.." ucap Badrun.
" Injih ayah..." ucap Udin.
Mereka turun dari dipan tersebut. Lalu Badrun mengajarkan gerakan terakhir ilmu silatnya kepada Udin.
Selang 1 dupa ,Badrun selesai memberi pelajarannya.
"Nah sekarang cah Baguss coba gerakin sendiri yoo.." ucap Badrun.
Udin lalu menggerakan tubuhnya sambil memegang tongkat dan pedang biru milik Badrun.
Gerakan Udin itu gabungan antara jurus yang di miliki Rukmana dan Badrun.
"Cepat sekali Udin bisa mempelajari semua jurus yang aku ajarkan padanya... Aku bangga sekali padamu Nak..." ucap Badrun dalam hati melihat Udin mempraktekan jurus yang di ajarkan oleh Badrun.
-----***----
Hari berganti hari,bulan berganti bulan..
Penyakit yang di derita oleh Badrun semakin parah,ia terbaring di tempat tidur.Udin dengan telaten merawat Badrun.
Nampak Udin mengelap badan Badrun dengan air hangat.
"Le.... Cah baguuss..." ucap Badrun berkata lirih.
"Injih ayah...Wonten nopo?" ucap Udin sambil mengelap tangan Badrun. Udin tahu Badrun sedang sakit parah,Udin ingin mencari obat. Akan tetapi Udin tak ingin pergi jauh dari Badrun. Sebab rumah mereka sangat jauh dari desa terdekat.
Uhuukk...Uhuuuk...Uhuuuk....
Badrun melihat ada darah lagi di telapak tangannya.
"Ingat pesan - pesan yang ayah sampaikan ya Nak.... Jika awakmu melaksanakan apa yang ayah sampaikan,Niscaya hidup penuh ketenangan hidup...dan satu lagi...
"Saat dirimu berhadapan dengan musuhmu...Jangan mudah terpancing emosi ,saat musuhmu memancing emosimu,jika awakmu bertarung sambil emosi...Maka dirimu akan kalah meskipun musuhmu itu lemah darimu." ucap Badrun.
"Injih ayaah....Udin akan ingat selalu perkataan Ayah dan juga Ibuu..." ucap Udin sambil menitikkan air mata.
"Jika dirimu terpancing emosi,tarik nafas dalam - dalam lalu buanglah pikiran negatifmu itu. Agar pikiranmu bisa tenang....
"Ini pedang...Jaga dan rawatlah...
"Di atas meja ada buntalan kain,itu untukmu Nak.." ucap Badrunn.
Uhuuk...Uhhuuuk...Uhuuuk...
"Ayaahh.........." ucap Udin.
"Yoo Lee...." ucap Badrun.
"Kapan ayaah menikah lagiii...."ucap Udin.
Pletaak...... Badrun menjitak Udin.
"Ayah wes ngomong to Lee....Ayah gak pengen rabi maneh....Hanya Ibumu di hati ayahh. Gak ada wanita lain yang dapat mengisi di hati ayaah..." ucap Badrun.
"Kalau ayah nikah lagi kan,Udin gak kesepian di sini..." ucap Udin.
"Awakmu yen sampun dewasa,Pasti mengerti. Mengapa ayah gak menikah lagii....
"Carikan ayah ikan cah baguuss....Ayah pengen makan ikan...." ucap Badrun.
"Injih ayahhh....." ucap Udin.
Udin kemudian keluar kamar untuk mencari ikan.
"Ayah bangga sekali padamu Nak.... Suatu saat nanti.. Dirimu akan menjadi nomor satu yang terkuat di dunia ini. Maafkan ayahmu... Ayah harus pergi menyusul ibumu" ucap Badrun dalam hati.
"Tolong jaga Udin... Jangan kamu jerumuskan dia di dalam kegelapan wahai sosok yang mengawasi putraku di sana..." ucap Badrun lirih.
Tiba - tiba Luciefer muncul di depan Badrun dengan wujud manusia.
"Aku bisa menyembuhkan penyakitmu,tapi hatimu akan di penuhi kegelapan sebagai imbalannya." ucap Luciefer.
"Aku tidak mau... Aku hanya minta itu saja darimu.." ucap Badrun.
"Aku tidak berjanji,hanya tuanku yang dapat memutuskan jalannya sendiri, dari Tuanku lahir sampai sekarang,aku selalu menjaga dia,jadi kamu tenang saja."ucap Luciefer.
"Terima kasih....." ucap Badrun lirih.
Tak lama kemudian,Badrun menutup matanya sambil tersenyum. Jantungnya berhenti bekerja.
Luciefer menghilang dari kamar Badrun.
Dua dupa kemudian,Udin telah kembali kerumah sambil membawa ikan Kakap merah seberat 15 Kg.
__ADS_1
"Ayaaah.... Udin sudah dapat ikannya.. Ini Udin bakar dulu ya..." Teriak Udin dari luar rumah.