
Esok paginya.
Cuaca sangat cerah,kemarin hujannya sangat lama hingga sore hari
Tamu tak diundang sudah pergi meninggalkan Goa.
Udin menghilangkan semua array nya.
"Ayo kita lanjut Pakde,..Paman..." ucap Udin.
"Siap Bos..." ucap mereka serempak.
"Kita jalan kaki atau terbang bos" ucap Ponijan.
"Hem....... Udin nampak berpikir..
"Terbang saja,kalian naik di punggungku" ucap Kuwi.
Paijo yang mendengar langsung melompat dari belakang kuwi.
Bruk....Kuwi yang belum siap ambruk ketika paijo melompat dipunggungnya.
Udin dan ponijan geleng - geleng kepala.
"kenapa kamu lompat dipunggungku. Aku kan belum berubah jadi burung." ucap Kuwi.
"Lah...Katanya suruh naik kepunggungmu,ya aku naiklah" ucap Paijo berdiri. Kemudian Kuwi juga berdiri.
"Sudah - sudah...jangan Ribut,Pakde paijo...berubahlah jadi cacing kremi" ucap Udin.
"Cacing kremi???" ucap Ponijan..
"Huakakakakakakakakakaka.... Ponijan tertawa terpingkal pingkal.
"Aiissssshh Si bos ini,aku loh naga agung ,masa dikatain cacing kremi seh" ucap Paijo lalu merubah bentuknya menjadi naga dengan panjang 200meter.
"HAAAAHHHHH!!!??" kuwi terkejut.
"Salam hormat yang mulia naga agung,maafkan hamba yang tidak mengetahui bila Tuan adalah Naga agung " ucap Kuwi bersujud.
"Paman Kuwi gak usah sujud sama cacing kremi ini,ayo naik paman,..." ucap Udin.
Mereka pun naik kepunggung Naga tersebut,kemudian Udin menggunakan jurus menghilangnya serta array pelindung. Setelah selesai barulah Paijo melesat keluar goa.
"Ke arah mana paman Kuwi?" ucap Udin.
"Arah sana Tuan" ucap Kuwi.
"Ayo pakde....Lets Goo arah Utara." ucap Udin.
Paijo langsung melesat cepat..
10 menit kemudian mereka tiba ditempat tujuan.
"Asem...Auranya sangat Kuat.."gumam Udin yang merasa agak tertekan. Hanya paijo dan ponijan yang tidak tertekan.
Udin melihat Makhluk berwarna hitam tersebut tertidur. panjang 300meter dengan tinggi 75 meter.
"Kalian tunggu disini,jika aku tak sanggup,kalian bisa membantuku" ucap Udin .
"Siap Bos" ucap mereka serempak.
Udin melompat turun kebawah.
Kura - kura itu tersadar ada manusia yang mengampirinya.
"Pergi dari wilayahku dasar manusia hina" ucap Kura - kura itu yang melihat manusia itu turun dari langit.
"Maaf kura - kura,Udin ingin berlatih. Boleh Tidak?" ucap Udin ketikan melayang didepan kura - kura.
"Heh...Masih bocah!!!???"ucapnya dalam hati . " Jangan salahkan aku jika kau mati bocah,karena aku sudah memperingatkanmu" ucap kura - kura itu.
"Terima kasih sudah memperingatkanku paman kura - kura" ucap Udin.
"APAAAA!!!!??... Dia bisa mengerti ucapanmu?" ucap kura - kura itu dalam hati. karena selama ini tak ada manusia yang bisa mengerti bahasanya.
"Siapa kau bocah??ucap Kura - kura.
"Namaku Udin Paman,Udin kesini mau latihan denganmu." ucap Udin.
Kura - kura itu melihat kultivasi Udin.
"Tak mungkin...Dia masih bocah sudah berada di ranah emperor" ucap kura kura dalam hati.
"Jangan salahkan aku jika kau mati terbunuh." ucap kura - kura menggerakkan kakinya..
wusshh....Wushhh.... Nampak Energi angin mengarah ke Udin.
Udin dengan sigap menghindar.
Booom..... Serangan tersebut mengenai ratusan pohon dan hancur.
"Buseeeettt..... Badan gede gesit juga ternyata,kirain lambat seperti bekicot" Gumam Udin
Kura - kura itu melacar serangan cakar anginnya ke arah Udin..
Udin yang mengetahuinya menghindar lagi.
"weeeeekk....Gak kena paman jelek." ucap Udin. sambil memeletkan lidahnya keluar.
Kura - kura tersebut marah,Ia tak main - main lagi. Tiba - tiba ia menghilang lalu muncul dibelakang Udin dengan mengibaskan ekornya.Ia tak menyerang dengan kekuatan aslinya,sebab yang dilawannya seorang Bocah.
Bughh..... Suara tubuh Udin terkena ekor kura - kura.
Wuuiiiiinngg.....Tubuh Udin meluncur kebawah dengan cepat.
brak....brakk....Brak.....braaak...Braakk.... Tubuh Udin menabrak puluhan batang pohon.
"Ugh....Sial...Gerakan dia lebih cepat" gumam Udin. disaat tubuhnya berhenti.
Udin mengeluarkan elemen petirnya ditelapak tangan kemudian melayang,jarak antara Udin dan kura - kura 200 Meter.
kemudian Udin menyerang dari jarak jauh,
Jurus Hujan petir ucap Udin.. Lalu mengerakkan tangannya dengan cepat. Tak lama kemudian langit berubah menjadi Hitam. Lalu muncul Ribuan petir menyambar tubuh kura - kura itu
Jedderr.....Jeddderrr...Jedderrr...Jeedeerr...
Jedderrr....Jeederrrr...Jederrr...Jedderrrr...
"Apakah segini saja kemampuanmu bocah?" ucaP kura - kura itu nampak tak kesakitan..
"Sial...Cangkang dan kulitnya keras banget." ucap Udin kesal.
Kemudian Udin mengangkat kedua tangannya ke atas. Ia mengumpulkan elemen Apinya bewarna putih. Awalnya sebesar bola kasti,lama kelamaaan membesar berdiameter 150 meter.
"APAAAAA???!! api putih" ucap kura - kura terkejut.
"Rasakan ini,jurus Bola api...Hiyaattt....
Tangan Udin mengayun kedepan. Bola Api itu melesat ke arah kura - kura..
Boomm....Boom.....Boommm.... Boom...
Tanah bergetar hebat seperti Gempa Bumi,Makhluk yang ada disekitar wilayah pertarungan melarikan diri,sebab takut terkena imbasnya.
Nampak debu berterbangan menutupi Kura - kura.
"Keluarkan lagi semua jurusmu bocah" ucap Kura - kura yang masih tertutupi debu.
"Diampuutt.... Asli keras kulitnya..kirain bisa membuat dia Melepuh gak tahunya enggak sama sekali" ucap Udin.
Kemudian Udin menghilang lalu meluncur ke atas cangkang kura - kura itu.
"Dimana itu Bocah bersembunyi" ucap kura - kura celingukan mencari Udin.
Udin berada diatas kura - kura lalu menyuntuh cangkang tersebut.Ia mengerahkan 50 % tenaga petir..
Jedderrrrr......Jedderrrr......Jedderrrr.....
__ADS_1
Jeddderrr....Jedderrrr....Jedderrrr....
"EH!??kura - kura itu terkejut karena merasa cangkang ada yang menyerang dari atas. Ia tak merasa kesakitan akibat serangan Udin tersebut.
Ekor kura - kura yang panjang 20 meter bergerak mengayun untuk menyerang Udin dengan kekuatan anginnya...
Wusshh....wusshhh...wushh....
Udin melompat ke atas. sambil memunculkan kembali tubuhnya.
Sial....Jarak Jauh gak mempan,dekat juga apa lagi." ucap Udin melihat cangkang kura - kura itu tidak tergores oleh serangannya tadi.
Kura - kura tersebut hilang lagi dan muncul depan Udin,ia mengeluarkan cakaran angin.
wuiiingg....
Boomm....Boom.....Bomm.....Bom.....
Tubuh Udin terkena serangan tersebut melesat kebawah.
Boomm.....boom....Boom... Boomm....Boom...Tubuh Udin menabrak puluhan pohon hingga pohon itu hancur.
Lalu menabrak Tebing batu.
"Hooeek..... Udin mengeluarkan seteguk darahnya.
"Bos...Aku bantu ya" ucap paijo telpati.
"Tahan dulu pakde,Udin belom menyerah." ucap Udin telepati.
"Kuat juga ternyata kamu paman." ucap Udin.
"Ya jelaslah aku kuat,tak ada manusia yang mengalahkanku,ini baru 3 % Saja yang aku gunakan untuk melawanmu ,apa kau sudah menyerah?" ucap kura - kura itu sombong
" Tak ada didalam kamusku untuk menyerah melawan paman." ucap Udin.
"Baiklah...gunakan jurus terkuatmu ,jika itu sanggup melukaiku maka aku akan menyerah dan memberimu hadiah,tapi..bila seranganmu tak mampu melukaiku maka kamu harus pergi dari sini lalu datang lagi kesini 1000 tahun lagi" ucap Kura - kura itu yang mulai tertarik dengan Udin,sebab Udin bisa bahasa hewan serta masih sangat muda.
"Asem....1000 tahun aku dah Tua" ucap Udin dalam hati.
"Setuju paman" ucap Udin.
"Hem....Serang dari luar pakai api dan petir gak bisa nembus pertahanannya,Serang pakai apa ya,Kurus hujan pedang gak mungkin.......
"A....Ha.....Aku serang dari dalam saja"ucap Udin lalu mengeluarkan kapak naga geninya.
"Dek...Suara irama kematian ini bisa gak difokuskan ke kura - kura tersebut" ucap Udin dalam hati.
"Bisa kang mas,adek sarankan gunakan sedikit energi Qi lalu fokus mengarah kekura - kura tersebut" ucap Rissa telepati.
Udin lalu memainkan seruling itu dengan sedikit energi Qi.
"Suara apa ini,suaranya merdu sekali" ucap kura - kura dalam hati.
Tak lama kumudiaan..
AAAAAAKHHH.......
Sakitttt....... Aaakhhhh......
Aaaakkhhhhh......
AKU MENYERAH .....BOCAH.....
Aaaaaakhhhhh.........
Aaakkhhhhh.....
Kura - kura itu kesakitan karena merasa jiwanya diserang dan merasa Badannya dtusuk ribuan jarum dari dalam tubuhnya.Nampak darah keluar dari hidung telinga dan matanya.
Udin menghentikan permainan seruling tersebut.Ia melesat ke arah kura - kura tersebut lalu mengeluarkan pil penyembuh
"Paman kura - kura,Tolong buka mulutnya..." ucap Udin
"Kenapa aku harus buka Mulut." ucap kura kura itu protes dan heran.
"Baiklah..." ucap Kura - kura itu
Begitu sudah terbuka Udin langsung memasukkan 1 butir pil penyembuh lev 6 tingkat surgawi 1 butir Pil Jiwa lev 6 tingkat surgawi.
Glek...
Tak lama kemudian kura - kura tersebut sembuh.
"Ba...Ba..Bagaimana mungkin lukaku yang parah ini bisa langsung sembuh dan jiwaku kembali tenang.Pil apa yang diberikan oleh bocah ini?" ucap Kura - kura dalam hati yang tak mengetahui jenis pil yang dimasukkan dalam mulutnya tadi.
"Maaf paman kura - kura,Udin tidak berniat melukai paman,Udin hanya latihan saja" ucap Udin sambil menangkupkan tangannya dan membungkuk.
"Iya gakpapa Udin,Ini ambillah permata bewarna Hijau dan coklat di Ekorku sebagai hadiah" ucap Kura - kura.
"Permata??? Ma......" belom sempat Udin ngomong..
"Ambil saja permatanya kang mas ," ucap Rissa telepati.
"Baik paman kura - kura" ucap Udin lalu melesat ke ekor kura - kura.
Udin melihat 2 permata di ekor kura- kura.Lalu mengambilnya dan memasukkan ke dalam cincin ruangnya.kemudian Udin melesat lagi ke arah Depan Kura - kura.
"Bagaimana kau bisa kesini tanpa terluka bocah" ucap kura - kura heran,Sebab area disekitar wilayahnya terdapat banyak monster tingkat langit puncak seperti gagak emas,,raja burung elang emas,dan lain lain.
"Udin kesini diantar oleh ke 3 pamanku" ucap Udin.
"Heh!!??? Paman!??ucap Kura - kura itu celingukan mencari sosok manusia lainnya. tatapan berhenti ketika melihat 3 sosok yang melayang diudara dengan jarak 1Km.
"Pakde jo.. Ajak yang lainnya kesini" ucap Udin telepati.
"Siap Bos" ucap Paijo telepati.
"Bentar Paman kura - kura,ketiga pamanku akan kesini" ucap Udin.
"Iya..." ucap Kura - kura itu. Ia penasaran dengan ke 3 paman bocah itu.
Tak lama kemudian datanglah Paijo,ponijan dan Kuwi.
"Perkenalkan paman kura - kura,yang Ini Paijo, yang ini Ponijan dan yang ini Kuwi.
"Aura ini.......Tak mungkin.....Aura ini hanya dimiliki oleh Dewa penguasa" ucap Kura - kura dalam hati,sebab ia merasakan aura yang samar pada Paijo dan Ponijan.
Kuwi gemetaran karena takut terhadap kura - kura itu.
"SALAM HORMATKU PADA DEWA PENGUASA " ucap kura - kura menundukkan kepalanya kemudian kembali seperti semula.
"EH!!?? Paman kura - kura kok tahu mereka dewa penguasa." ucap Udin heran.
"Aku tahu dari Auranya bocah.." ucap kura - kura itu.
"Jangan panggil dia Bocah.Sebab dia adalah penerusku... " ucap Paijo tak terima Udin dipanggil bocah oleh kura - kura Itu.
"APAAAAAAAAAA" ucap mereka serempak.
"Sejak kapan Udin mau jadi penerus cacing kremi pakde?" ucap Udin tak terima.
"Sejak Bos berubah menjadi Naga berwarna putih ke emasan" ucap Paijo dengan entengnya.
"HAAAAHHH....!!?? Mereka terkejut dan terbengong.
"SALAM HORMAT PADA PENERUS NAGA AGUNG" ucap Kuwi dan kura - kura serempak memberi hormat.
"Aisshhh....Udin loh belum mengatakan setuju apa enggak pakde" ucap Udin kesal.
"Aku tak menyangka,Tuanku ternyata calon penerus Dewa penguasa Naga yang agung" ucap Kuwi dalam hati.
"Kapan bos berubah menjadi naga bro?" ucap Ponijan yang belum mengetahuinya.
"Waktu Bos membuka elemen petir dan logamnya dan Bos sudah aku beri sebagian darahku padanya" ucap Paijo.
"Oooo...Ngono ta" ucap Ponijan angguk - angguk kepalanya.
"Tuan..Boleh kah saya ikut dengan Tuan" ucap Kura - kura.
__ADS_1
"Hem....Boleh..Tapi jangan panggil Udin dengan sebutan Tuan. Panggil saja Bos....Bos Udin." ucap Udin.
"Baik Bos Udin..." ucap Kura - kura .
"Teteskan darahmu bos pada kura - kura gendut itu " ucap Paijo.
"Emangnya dia mau kah pak de?" ucap Udin.
"Iya dia mau bos.." ucap Paijo.
"Paman kura - kura mau jadi temanku?" ucap Udin.
"Iya Bos..Aku mau jadi teman Boss" ucap Kura - kura.
Udin lalu meteskan darahnya.
Wussshh.... Cahaya muncul menyelimuti tubuh kura - kura ,setelah itu muncullah pemuda berpakaian warna Hitam dipinggirannya terdapat warna perak.
"Salam hormat bos"ucap kura - kura membungkuk memberi hormat.
"Iya..Nama paman siapa" ucap Udin
"Hamba belum punya nama bos" ucap kura - kura.
"Hem........Kasih nama apa ya....ucap Udin sambil berpikir.
"Pakde...kalau dikasih nama Kliwon bagus gak?" ucap Udin telepati.
"Jelek Bos.. Itukan hewan peliharaannya si buta dari goa hantu" ucap Paijo telepati.
5 menit kemudian.
"A.......Ha.......Namamu Sudjarwo Tedjo,di panggil Djarwo. Gimana paman" ucap Udin.
"Sudjarwo Tedjo? maaf bos..Apakah ada nama lain selain itu?" ucap Kura - kura menolak secara halus sebab nampak aneh dengan nama tersebut.
"Hem...Kliwon... Panjul, Lasiman,Poniran,Jumakir,prabowo.. hem...... Apa lagi ya" ucap Udin sambil memikir.
"Heh!!??? kura - kura itu terkejut mendengar nama yang lebih aneh lagi.
"Bos...Sudjarwo Tedjo saja namaku" ucap kura - kura itu memilih nama pemberian pertamanya.
"Nah... Gitu Dong paman...Tadi mau Udin kasih nama Joko Widodo dipanggil Jokowi "ucap Udin.
Gubraakkkk......Ponijan dan Paijo jatuh kebawah.
"Sialan...Nama pemberiannya benar - benar sangat aneh" ucap kura - kura kini bernama Sudjarwo tedjo dalam hati.
"Hem...Itu batu apa yang paman djarwo kasih Udin tadi"ucap Udin penasaran.
"batu permata itu ada kekuatan Angin dan tanah milikku Bos" ucap Djarwo.
"Lah...Terus paman gak punya kekuatan lagi dong" ucap Udin.
"Kekuatanku masih ada bos,itu hanya kelebihannya saja." ucap Djarwo.
"Ooo...Begitu.......
"Terima kasih paman Djarwo..Love you Full" ucap Udin. Kemudian turun kebawah di ikuti Kuwi dan Djarwo.
"Apakah yang di ucapkan Udin itu bahasa dewa penguasa?" ucap Djarwo dalam hati.
Udin duduk bersila lalu mengeluarkan 2 batu permata.
"Dek...Ini kalau aku serap semuanya aman aja kah ?" ucap Udin dalam hati sambil mengamati batu tersebut.
"Tanpa bantuan kang mas gak aman,Nanti adek bantu dari sini "ucap Rissa telepati.
"Oke sayang...Makasih...I Love You" ucap Udin dalam hati.
"Love you to Kang mas " ucap Rissa telepati.
Udin menaruh batu itu ditanah,masing - masing Udin sentuh dengan telapak tangannya.
Udin mulai menyerap Energi yang terkandung di batu permata itu.
Wuuiiiing..... Kedua batu itu mulai bercahaya terang disaat Udin mulai proses penyerapan.
Djarwo,Kuwi,Paijo dan Ponijan hanya melihat saja sambil menjaga jarak.
Batu itu mulai mengalami keretakan.
AAAKHHH......Udin mulai merasa kesakitan tapi bisa ia tahan karena dibantu oleh Rissa.
AAAAKKKHHHHHH.......
Langit berubah menjadi gelap.Kemudian muncul petir diberbagai tempat.
Bommm....Bommm.... Kedua batu itu meledak menegeluarkan cahaya Hijau dan Coklat menyelimuti tubuh Udin.
kraackkk.....Boom.....dua Segel kekuatan Udin terlepas.
AAAAAAAAAKKHHHH........
Bommm.....
Bommm.....
Boomm....
Bomm...
Bommm...
Bomm....
Berulang kali Ledakan Energi terdengar dari dalam tubuh Udin.
Boomm....Boomm.....
Boom...Boom....
Tubuh Udin bersinar lalu terbang ke atas...
Lalu tubuh Udin berubah menjadi naga dengan panjang 1Km
GRRROOOAAAARRRRRRRR........... Suara auman naga. Udin meliuk - liuk diatas langit.
"Benar...Ternyata Bos Udin adalah penerus Penguasa naga" ucap Djarwo dalam hati.melihat Udin berubah menjadi naga putih bercorak emas.
"Untunglah aku mempunyai majikan penerus penguasa naga" ucap Kuwi dalam hati.
"Diamputtt....Tenanan Rek. Bos jadi penerusnya Paijo tak pikir guyon tok, Aseemmm" ucap Ponijan dalam hati.
Seluruh penghuni Hutan larangan ketakutan mendengar auman Udin.
Sekelompok sekte tengkorak bersembunyi ketika mendengar auman tersebut. Mereka takut dimangsa oleh makhluk yang bersuara tadi.
kembali Udin saat ini.
Udin merubah bentuknya kembali seperti semula Lalu turun.
Langit kembali cerah ...
Kini Udin berada diranah Tyran puncak.
"SELAMAT BOS,BOS NAIK NAIK TINGKAT " ucap mereka serempak.
Kuwi tak bisa melihat kultivasi Udin,sebab kekuatannya dibawah Udin.
"Iya sama - sama Pakde,...Paman semuanya,ini berkat Paman Djarwo yang telah memberiku kekuatan. Terima kasih Paman Djarwo" ucap Udin menangkupkan tangannya lalu membungkuk.
"Iya bos,Bos merasa senang,aku juga ikutan senang.."ucap Djarwo.
"Hem....Pakde Jo..Kenapa Udin gak disambar petir ya?"ucap Udin .Merasa aneh ketika naik tahap.
"Bos adalah penerus penguasa bangsa naga,secara tidak langsung Naga petir kesengsaraan tidak akan berani menyambar penerusnya" ucap Paijo menjelaskan.
"Ooo..Ngono ta,Layakno kok gak ada muncul si kutu kupret itu" ucap Udin.
__ADS_1