Petualangan Udin

Petualangan Udin
ELEMEN BARU


__ADS_3

Suasana di sebuah kota yang di kunjungi Udin setelah ia menabrak burung lalu pergi arah kota terdekat nampak cerah sekali,Udin berjalan ke arah toko obat untuk mencari info tentang obat apa yang ada di lapisan ini.


"Permisi" ucap Udin setelah sampai ditoko obat.


"Iya tuan,ada yang bisa kami bantu" ucap pelayan toko itu.


"Aku membutuhkan pil energi,Toko ini menjual jenis pil dewa apa tidak" ucap Udin.


"Maaf tuan disini hanya tersedia pil jenis langit saja yang paling tinggi,itu pun hanya di lev 3 tuan." ucap Pelayan itu.


"Ooo..gitu,Aku pikir ada pil dewa disini..terima kasih" ucap Udin lalu pergi ke arah tempat pelelangan.


Penjaga yang melihat Udin hendak masuk.


"Letakkan tangan anda disitu dahulu." ucap penjaga itu,kemudian Udin melakukan apa yang disuruh.


Batu itu bersinar putih.


"Silahkan lewat anak muda." ucap penjaga itu.


"Terima kasih" ucap Udin lalu berjalan ke arah resepsionis.


"Permisi maaf mengganggu" ucap Udin menemui penjaga resepsionis seorang wanita dewasa.


Wanita yang mendengar suara Udin lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Ya Tuan,ada yang bisa saya bantu" ucap wanita itu.


"aku mau nanya,kapan ada pelelangan disini?" ucap Udin.


"4 hari lagi tuan,apakah tuan akan mengikuti lelang itu?" ucap wanita itu.


"Iya saya ingin ikut dan juga saya mau jual Ini" ucap Udin menyerahkan botol kecil berisi 10 butir pil pada wanita itu.


wanita itu menerima dan membuka tutup botol tersebut.


Wussh...aroma pil Ilahi lev 9 keluar,lalu wanita itu cepat - cepat menutupnya.


"maaf tuan ,ini pil apa? ucap wanita itu,ternyata ia belom tahu jenis pil itu,


"Itu jenis pil Ilahi pil energi lev 9" ucap Udin


"APPPAAAA!!!! ucap wanita itu terkejut,karena baru pertama kali melihat pil itu.


"Maaf tuan,saya harus menemui pak kepala dulu" ucap wanita itu.


"Iya silahkan" ucap Udin.


Udin menunggu di depan resepsionis", Pil itu berguna gak ya disini.,semoga aja laku lalu aku bisa beli Item yang menarik disaat lelang nanti.


Tak lama kemudia. muncullah seorang pria tua dan wanita.


"Maaf tuan,apakah anda akan melelang pil ini?" ucap pria tua itu.


"Iya,bisa tidak aku lelang" ucap Udin.


"Bi..Bisa tuan,mari ikut saya." ucap pria tua itu.


" Baik kek" ucap Udin lalu mengikuti pria tua itu.


Kini mereka didalam ruang kerja pria tua itu.


"Perkenalkan namaku Shu thar Jho.panggil saja Thar Jho pemilik pelelangan mawar perak" ucap Thar Jho.


"Saya Ling Udin panggil saja Udin Kek," ucap Udin sengaja menambahkan marganya.


"Apa benar Tuan Udin,apakah tuan yakin akan menjual pil ini?" ucap Thar Jho.


"Iya kek,tolong jangan panggil saya Tuan,pil itu aku jual Soalnya saya lagi butuh uang,apakah pil itu tidak laku dijual Kek?" ucap Udin.


"Bukan gak laku dijual Tu...Nak Udin,tapi Pil ini sangatlah langka disini.paling tinggi Pil langit lev 6 itu pun jarang ada, ."ucap Tjar Jho.


"Berapa yang saya dapat kek dari pil itu?" ucap Udin.


"Pil ini saya hargai 1.000 batu mistik,sisanya nanti akan diberikan pada saat di akhir acara lelang" ucap Thar Jho.


"Setuju kek,ini bonus untuk kakek," ucap Udin sambil menyerah jenis pil langit 100 pil energi lev 6 dalam botol.


Kakek itu menerima lalu membukanya.


wusshhh...aroma pil itu menyebar ..cepat - cepat kakek itu menutupnya.


"Apakah Nak Udin seorang alkemis?" ucap Thar Jho.


"Iya kek,saya alkemis" ucap Udin.


"Bagaimana mungkin dia alkemis,sedangkan usianya belom genap 20 tahun" ucap Thar Jho dalam hati.


"Umur tidak menjadikan tolak ukur untuk mengetahui bisa atau tidaknya orang itu Kek,nyatanya saya bisa membuat pil itu dalam usia 19 tahun." ucap Udin.


"EH..!! Apakah dia bisa baca ucapan hati?" ucap Thar Jho.


"Bisa kek,jadi gimana? mau gak .." ucap Udin.


"MAAFKAN SAYA YANG MULIA DEWA,HAMBA TELAH CURIGA PADA YANG MULIA DEWA" ucap Thar Jho sambil bersujud ketakutan. Ia mengetahui dari perkataan orang - orang bahwa yang bisa membaca ucapan hati itu sudah berada di ranah Raja dewa.


"Berdirilah Kek,aku masih muda,seharusnya aku yang bersujud pada kakek" ucap Udin sambil membantu Thar Jho.


"Terima kasih yang mulia dewa" ucap Thar Jho"


"Jangan panggil aku yang mulia dewa,panggil saja seperti tadi nak Udin ..begitu Kek" ucap Udin.


" Baik nak Udin,Ini uangnya serta kartu Undangan dan Plat Ungu." ucap Thar Jho menyerahkan cincin ruang pada Udin.


"Terima kasih Kek" ucap Udin lalu pergi dari situ.


Kini Udin berjalan mencari penginapan.

__ADS_1


"Dimana ya penginapan itu" ucap Udin dalam hati,lalu ia menggunakan mata dewanya.


"Tuan...kasihanilah kami tuan,kami belum makan" ucap 2 orang anak kecil meminta - minta pada Udin.


"Ini Buatmu" ucap Udin memberi 100.000 batu roh sedang didalam cincin ruang.


"Terima kasih Tuan" ucap anak kecil itu lalu Udin pergi.Ia melihat isi cincin tersebut terkejut dan menangis..


Kini Udin sudah berada dikamar penginapan,ia menyewa selama 5 hari untuk menunggu lelang dimulai.


"Aku masuk dunia jiwa sajalah" gumam Udin.


Udin memasang array pelindungnya lalu masuk kedalam dunia jiwa.


Boom.....Boomm...boommm....


terdengar suara ledakan. Rupanya Paijo sedang melatih mental murid - muridnya.


Udin yang melihatnya hanya geleng - geleng kepala,


"Padahal aku berikan senjata itu untuk belajar nembak saja,kenapa seperti latihan tentara khusus?" ucap Udin dalam hati.


"Semoga aja mereka kuat menghadapi latihan yang diberikan Paijo." ucap Udin lalu melesat kerumahnya.


"Aku Pulang." ucap Udin yang sudah kebiasaan jika pulang kerumah.


"Sepi rek,jika ada Jin 76 disini pasti aku meminta permohonan agar Rany kembali kesini,sayangnya gak ada" ucap Udin .


20 menit kemudian.


Udin teringat waktu membuka kotak misterius yang lalu dan mendengar suara tanpa wujud,katanya memberikan kekuatan,tapi kekuatan apa.


"Hemm... Kekuatan apa yang diberikan padaku oleh suara misterius itu,lebih baik aku bermeditasi saja untuk mengetahuinya"


Tak lama kemudian..


"Eh...ini kok ada nambah ya? warna silver..elemen apa ini??


Udin mengamati elemen itu...


"HAHHH!!!! PETIRR!!!! ucap udin terkejut.


"Oke...mari kita coba kekuatan itu.."


Udin melesat terbang ke arah hutan yang jauh dari pemukiman penduduk.


"Sepertinya aman disini"


Udin memfokuskan elemen petir itu ditangan kanannya...


8 Jam kemudian barulah Udin berhasil..


Muncul petir ditelapak tangan Udin,lalu Udin mencoba meledakkan pohon yang didekatnya.


wusshh.....


Jeddeerrrr....


Jedderrrr....


Bomm....


Bomm...


Boommmm......


Suara petir dan getarannya itu sampai ke tempat Paijo.


"Eh...siapa yang mengeluarkan petir yang besar itu?" ucap Paijo dalam hati,sebab Meng Yun belom bisa mengeluarkan petir yang besar seperti barusan itu.


Kembali ke udin saat ini.


"Hah!!!! Hancur dan berlobang...." ucap Udin melihat hasil daya serang petirnya yang menimbulkan lobang diameter 10 meter serta retak kedalaman lobang itu 2 Meter.


Udin mencoba lagi dengan menambahkan kekuatannya..


wusshh....


Jeddeeerrrr.......


Jedderrrrr....


Jedddeerrrr....


Jeedderrrr...


Booommmm.....


Booommm.....


Booomm...


Boommm...


Tanah begetar seperti gempa Bumi


Nampak lobang berdiameter 50 meter dengan dalam 10 meter..


"Busseettt dalam banget Boss" ucap Paijo yang muncul tiba- tiba.


"Eh kamu jo,kirain siapa yang datang.iya dalam jo,padahal baru 10% aja yang aku keluarkan,jika 100% gimana Jo?" ucap Udin.


"Bisa kiamat bos dunia jiwa punya Bos" ucap Paijo.


"Gak jadi deh,coba awakmu wae ngadek nang kono,aku ape jajal disek" ucap Udin..


"wasssuu...Seng ono aku modyar bos" ucap Paijo.

__ADS_1


"Gampang kuwi Jo..engko aku nyuruh krilin untuk mengumpulkan bola Naga,lalu meminta shen long menghidupkanmu..beress" ucap Udin.


"Lah kuwi film kartun bos...uduk kenyataan.Aseeemmm..." ucap Paijo.


"Jo..." ucap Udin


"Injih bos wonten nopo?" ucap Paijo.


"Golekno aku Gojek Jo,aku pengen mulih Jo...Ra kuat aku Jo nang kene terus" ucap Udin ,tak terasa air matanya mengalir 😭.


"Sabar Bos...Nanti akan ketemu jalan pulang" ucap Paijo mencoba menghibur.


"Aku wes sabar Jo...sudah hampir 2 tahun aku disini,tapi belom juga mendapatkan arah jalan untuk pulang." ucap Udin sambil 😭.


"Aku aja 10.000 tahun di alam benua masih tetap sabar bos sampe sekarang" ucap Paijo.


"Lah awakmu jomblo..jadi gak punya fikiran untuk orang yang kamu sayangin" ucap Udin masih tetap 😭.


"Aku punya kekasih bos,dia seorang Dewi Bulan,sudah lama aku merindukan dia"ucap Paijo.


"Ooo...dewi bulan ta namanya" ucap Udin


"Bukan janda itu loh ya bos,dia itu salah satu dewi penguasa alam semesta" ucap Paijo.


"Kirain si janda itu Jo" ucap Udin kini sudah tidak sedih lagi.


"Bukanlah Bos" ucap Paijo.


"Terus Meng Yun piye? ucap Udin.


"Dia kan jadi adik angkatku bos ,masa aku nikah sama dia,apa kata Ibu" ucap Paijo.


"Ibu pasti terima asal Meng Yun mau." ucap Udin.


"Enggak ahh..bos" Aku orangnya setia" ucap Paijo.


"Iya Setia,Setiap TIkungan Ada..." ucap Udin.


"Nah itu bos tahu...Eh...bukan itu boss artinya...aseemmm" ucap Paijo baru nyadar.


"Oh iya Jo,aku baru ingat,jika darahmu diberikan pada manusia apa efeknya Jo? " ucap Udin


"Dia memiliki kekuatan Naga bos tapi gak banyak." ucap Paijo.


"Maksudnya Jo?" ucap Udin.


"Orang yang meminum darahku bisa mengeluarkan petir saja,ada pula yang api saja, ada pula yang logam.untuk logam ini rata - rata orang akan mendapatkannya,tubuh mereka menjadi lebih kuat bagaikan kulit naga.Serta bisa menggunakan jurus naga" ucap Paijo.


"Bagus itu Jo. Jadi murid -muridmu menjadi kuat dan tidak terkalahkan." ucap Udin.


"Emangnya bos mau murid - murid sekte elang emas berubah menjadi sekte Naga emas?ucap Paijo.


"Soal itu tanyakan sama ayah.Soalnya aku gak punya hak untuk keputusan itu" ucap Udin.


"Iya juga seh bos,oh iya bos,hem...Bos bisa baca ucapan hati seseorang kah?" ucap Paijo


"Bisa jo,bahkan hewan aja aku bisa" ucap Udin.


"HAHHH!!!! serius itu bos? ucap Paijo.


"Iya aku dua rius malahan.Baru - baru ini aku bertemu dengan burung mirip cendrawasih panjangnya 50 meter kalau gak salah jo,burung itu terluka gara - gara aku tabrak,lalu aku hampiri,tiba - tiba saja ada suara disekitar burung itu,aku pikir ada orang lewat,gak tahunya suara hati dari burung itu." ucap Udin.


"Ciri - cirinya gimana Bos?" ucap Paijo yang penasaran dengan burung cendrawasih,soalnya hampir mirip dengan burung phoenix.


Udinpun menceritakan ciri - ciri burung tersebut.


"Itu burung phoenix bos" ucap Paijo.


"Ooo...burung phoenix ta,Kalau burung yang bisa bicara?" Ucap Udin.


"Itu burung beo or kakaktua bos" ucap Paijo.


"Pinter kamu Jo,gak rugi aku menyekolahkan dirimu masuk ke PAUD" ucap Udin.


"Kok PAUD seh bos" ucap Paijo.


"Lah kalau bukan PAUD apa donk?" ucap Udin.


"Aku ini jebolan mahasiswa MangaToon S2" ucap Paijo bangga.


"Ah...yang benar Jo?Opo ceritamu wes pernah tamat?" ucap Udin.


"Gak pernah tamat Bos,lha wong arep di tamatke HPku modyar kok,gara - gara konangan selingkuuhh." ucap Paijo asal.


"Yo wes...sampeyan ndang balek rono,engko arek - arek golek ' i " ucap Udin.


"Siap Bos..kalau Bos mau nulis cerita perjalanan ini di Novel MT entar isi aku tokoh yang paling tampan Yo." ucap Paijo lalu pergi.


"HE EH...ucap Udin


"Mayan lah dapat hiburan stress mikirin jalan pulang gak nemu - nemu." ucap udin dalam hati.


.


.


.


.


.


¤¤¤¤


.


.

__ADS_1


.


maaf sedikit aja Update nya.jangan lupa Like ya teman - teman...


__ADS_2