Petualangan Udin

Petualangan Udin
PERGI KE JAKARTA 1


__ADS_3

JAKARTA TAHUN 2011.


.


Muncul Portal di atas langit Jakarta. Ada seorang pemuda keluar dari dalam portal tersebut memakai pakaian Khas China tapi tak bisa dilihat oleh manusia.Pemuda itu adalah Udin.


Udin menutup kembali portalnya.


"Wooaaaaaaaahh....."ucap Udin kagum melihat pemandangan Jakarta dari atas.


Udin kemudian turun mencari sesuatu untuk memastikan apakah ia berada ditahun 2018.


Udin melayang mengelilingi Kota Jakarta. Begitu Udin melihat Papan reklame yang ada petunjuk waktu,"Yesss... Aku berhasil.." ucap Udin melihat tanggal,bulan dan tahun.


Udin kemudian masuk digedung mall.Kemudian masuk ke dalam Toilet wanita untuk merubah wujudnya menjadi Wanita muda. Kemudian Udin memeriksa cincin pemberian Umam.


"Ini sepertinya cocok,tinggal alas kaki dan tas." gumam Udin ketika memeriksa cincin ruang pemberian Umam.


.



.


Penampakan Udin yang menyamar.


Setelah persiapan selesai kemudian Udin keluar.


"Saatnya transaksi lagi.." ucap Udin dalam hati sambil berjalan mencari toko emas.


Nampak Mall ramai dikunjungi.


"Ramai banget... Mallku yang dulu saja gak serame ini" ucap Udin dalam hati memperhatikan Mall yang ia kunjungi.


"Suuiit... Suiitt... Cewek.... " suara Pemuda ketika Udin berjalan.


"Asem... Kalau dia tahu aku Laki - laki langsung muntah itu" ucap Udin dalam hati terus berjalan.


Udin memakai kekuataannya untuk mencari lokasi Toko emas karena dirinya bingung letak toko emas ada dimana.


"Dapat.... Daritadi kek aku pakai kekuatanku.." ucap Udin dalam Hati.


Udin berjalan ke arah tangga ekskalator.


Udin melihat ada seorang pemuda mencoba mengambil dompet milik Ibu - ibu.


Ketika pemuda itu berhasil mengambil Udin teriak.


"Copeettt....Tangkap Copet itu...." teriak Udin sambil menunjuk sang copet.


Pencopet itu terkejut karena aksinya diketahui oleh seorang wanita muda,Kemudian pencopet itu berusaha melarikan Diri.


Orang - orang yang mendengar teriakan Udin dan melihat arah yang ditunjuk, Semua orang mengejar pencopet tersebut.


Udin juga ikut mengejar.


"Mau lari kemana kamu.." ucap Udin dalam hati sambil mengejar.


Larinya Udin mengalahkan orang -orang yang mengejar pencopet itu. Ketika Udin hampir dekat dengan pencopet,Udin mensleding kaki pencopet tersebut.


Bruuk... Pencopet terjatuh. Dompet yang ia copet juga ikut terjatuh dilantai.


Udin mengambil Dompet tersebut,sedangkan si pencopet mendapat bogeman mentah dari para pengunjung.


Prok... Prok... Prok... Prok... Prok.... Suara tepuka tangan. Yang melihat aksi Udin bertepuk tangan.


Tak lama kemudian Security Mall datang untuk melindungi pencopet itu dari amukan massa.


Ibu - ibu yang kecopetan tadi datang,Udin menyerahkan dompet tersebut.


"Bu..Ini dompet Ibu apa bukan." ucap Udin.


Ibu itu melihat dompetnya yang tadi dicopet"Iya benar mbak,itu dompet saya." ucap Ibu tersebut.


Udin menyerahkan Dompet itu.


"Terima kasih ya mbak,ini buat mbak..." ucap Ibu tersebut sambil menyerahkan beberapa lembar uang 100 ribuan.


"Aku ikhlas nolong Ibu." ucap Udin menolak secara halus.


Kemudian Udin melanjutkan lagi jalannya menuju toko emas.


"Permisi Ko... Saya mau jual emas saya" ucap Udin.


Pria yang dipanggil Udin lalu datang mendekati Udin.


Pria itu memakai bahasa Cina.


"Mau jual apa Kak" ucap pria itu


Udin paham dengan bahasa itu lalu membalas bahasa cina juga.


"Ini saya mau jual gelang dan kalung" ucap Udin lalu mengeluarkan emasnya.


Pria itu terkejut ketika melihat perhiasan Udin,sebab modelnya sangat cantik berhiaskan banyak batu berlian.


"Kakak bener mau jual ini?" ucap Pria itu tak percaya.


"Iya... Gimana? bisa apa enggak. kalau tidak bisa saya cari toko yang lain saja" ucap Udin.


"Bisa.... Bisa Kak...Tunggu saya ambil alat dahulu." ucap Pria itu.


Ada seorang Pria melihat Udin sedang ditoko emas memerhatikan Udin.


"Hem... Mangsa empuk neh.. Bisa aku gendam" ucap Pria itu dalam hati sambil mengawasi Udin.


Pria pejual emas lalu datang membawa alat,Ia memeriksa keaslian berlian itu.


"Hem... Asli... Wah... Kaya banget neh cewek" ucap Penjual emas itu dalam hati.


"Gimana? apa bisa?" ucap Udin.


"Bisaa... Kami tak bisa mengeluarkan duit Cash. sebab Kami tidak menyimpan uang dalam jumlah yang besar,Kami membayar memakai cek ,apa kakak mau?" ucap penjual emas tersebut.


"Hem.... Emang masnya nyimpan berapa duit?" ucap Udin pakai bahasa indonesia.


"Hanya 850juta saja di brankas" ucap penjual itu memakai bahasa cina.


"Boleh pinjam dulu 1 juta,ini sebagai jaminannya(Udin memberikan 1 gelas emas yang ada berliannya),Sebab kartu ATMku hilang ," ucap Udin beralasan.


penjual emas itu mengeluarkan dompetnya lalu mengambil duit.


"Ini bawa saja dulu Kak,aku percaya sama kakak" ucap Pria itu memakai bahasa indonesia menolak jaminan yang diberikan Udin,takut kenapa - kenapa,sebab barang mahal,ia tidak takut Udin tidak mengembalikan Uangnya,sebab Udin terekam CCTV,tinggal lapor polisi jika Udin menipunya,beres dah.


"Baiklah... Ini saya pinjam dulu ya" ucap Udin.


"Iya Kak" ucap Pria itu.


Lalu Udin pergi.


Pria yang mengawasi Udin melihat Udin berjalan menjauhi toko emas lalu berjalan mengikuti Udin.


"Hem...Mau gendam aku ya... Gak bakalan bisa" ucap Udin dalam hati sambil berjalan.


Ketika pria itu sudah dekar dengan Udin,ia menepuk bahunya Udin.

__ADS_1


Plok...


Udin mengembalikan Gendamnya.


Pria yang menepuk Udin terdiam.


kemudian Udin membalikkan badannya.ia menambahkan jurus mata ilusinya.


Udin menatap mata penggendam tersebut.


"Kamu jadi orang gila" ucap Udin dalam hati menggunakan jurusnya itu.


Pria yang menggendam Udin tiba - tiba bertingkah aneh.


Udin pergi meninggalkan pria itu,Ia hendak membeli tas agak besar.


Setelah membeli tas,Udin kembali ke toko emas.


Ketika Udin berjalan ia melihat pria yang menggendam dirinya itu diringkus oleh security.


"Mampus luu... Rasakan pembalasanku" ucap Udin dalam hati saat melihat pria itu menjadi gila.


Tak lama kemudian Udin sampai ditoko emas yang tadi ia kunjungi.


Pria penjual emas melihat Udin datang lagi lalu menghampiri Udin dengan tersenyum.


"Bagaimana? Apa sudah membeli Tasnya Kak?"ucap Pria itu pakai bahasa Cina.


Udin mengeluarkan perhiasan yang akan dijual lalu memberikan pada Pria tersebut.


"Sudah.. Oh iya,masukin Uangnya disini yang ada dibrankas masnya,sisanya separo buat masnya,separo lagi tolong bagikan pada warga kurang mampu" ucap Udin pakai bahasa cina.


"EH....!!?? Pria itu terkejut.


"Se.. Se.. Serius Kak?" ucap Pria itu tak percaya. sebab baru kali ini ada konsumen membagikan Uang hasil perhiasan yang dijual.


"Injih Mas ganteng,aku serius.." ucap Udin pakai bahasa jawa.


"Ba...Baik Kak... Saya akan memasukkan uangnya ke dalam Tas ini" ucap Pria itu mengambil perhiasan Udin dan Tas Udin. kemudian masuk kedalam.


"Mayan bisa buat membagikan warga kurang mampu nantinya." ucap Udin dalam hati.


Tak lama kemudian Pria penjual emas lalu datang bersama pria tua.


"Ini orangnya ayah yang menjual perhiasannya itu" ucap Pria itu.


"Terima kasih telah mempercayakan Toko kami" ucap pria tua itu membungkukkan badannya.


"Sama - sama Pak." ucap Udin.


Pria itu memberikan Tas pada Udin.


"Jumlahnya 850juta Kak. Kalau kakak mau menghitung uangnya,saya antar kedalam" ucap Pria itu.


Udin melihat dengan skill barunya,yang dapat melihat benda yang ada didalam.


Dalam pengelihatan Udin,ia melihat banyak tumpukan uang 100ribuan dan 50 ribuan.


"Tidak perlu,Saya percaya sama masnya,Sebab tadi masnya percaya sama saya" ucap Udin.


"Terima kasih kakak," ucap Pria itu sambil membungkukkan badannya.


"Iya sama -sama" ucap Udin lalu pergi.


"Semoga saja aku mendapatkan jodoh seperti dia,sudah cantik,ramah,dermawan lagi" ucap pria itu dalam hati sambil melihat Udin berjalan menjauh.


***


Udin berjalan ke arah Toilet untuk memasukkan Tas yang berisi Uang kedalam cincin ruangnya.


"Jangan Nak... Baju disini mahal - mahal" ucap Bapak itu pada anaknya.


"Terus kita ngapain di sini jika tidak belanja yah?" ucap Anak itu.


"Kita hanya jalan - jalan saja,kan tadi katanya kamu mau jalan - jalan ke mall" ucap Bapak itu.


Udin yang mendengar ucapan mereka lalu mengehentikan langkahnya.


"Kasihan anakku,seandainya aku punya uang,pasti sudah aku belikan,jangankan baju,beli seragam sekolahnya saja aku harus mencari pinjaman" ucap bapak itu dalam hati.


Udin mengeluarkan uangnya lalu memindahkan kedalam dompetnya dengan kekuatannya,lalu menghampiri bapak dan anak tersebut.


"Permisi pak.." ucap Udin.


Bapak itu menoleh..


"Iya Neng,ada yang bisa bapak bantu?" ucap Bapak itu.


"Ini aku ada rejeki sedikit buat bapak dan anak bapak." ucap Udin sambil memberikan uang yang ia keluarkan dari dalam tas kecilnya.


"Haaaa...!!!??? Bapak itu menjatuhkan rahangya kebawah ketika melihat segepok duit.


"Se..Se..Serius Neng mau ngasih ke saya?" ucap Bapak itu tak percaya.


"Iya.. Aku serius. Tolong diterima ya pak." ucap Udin menyodorkan uangnya.


Aksi Udin ada yang merekam melalui HP dari para pengunjung yang melihat Udin memberikan uang pada bapak - bapak itu.


Bapak itu menerima Uang Udin.


"Terima kasih Neng...." ucap Bapak itu lalu bersujud sambil menangis sebagai rasa syukur atas rejeki ia terima dari wanita cantik.Anaknya juga ikutan menangis.


"Sama - sama" ucap Udin lalu pergi.


"Wuiiihh... Sudah cantik,dermawan pula... Tipe gue banget tuh..."ucap Pemuda A


"Ngimpiiiiiii........" ucap para pemuda serempak yang menjadi teman pemuda A.


"Aaiisshh...Bilang aja kalian pada iri kan kalau gue punya pacar cantik kayak cewek tadi tuh" ucap Pemuda A .


.


***


Udin sudah sampai didalam kamar mandi,lalu Udin menyimpan Tas yang berisi Uang kedalam cincin ruangnya.


"Beres dah,tinggal besok ke DUFAN." ucap Udin dalam hati.Sebab Udin melihat sudah jam 5 sore ketika ia berjalan tadi.


Udin menggunakan jurus menghilangnya lagi,lalu memakai Kekuatannya untuk menembus tembok.Udin berjalan ke arah Toilet Pria. Sesampainya Disana Udin menampakkan dirinya lalu merubah Wujud aslinya,lalu Udin memakai Kaos lengan pendek,celana panjang kain dan memakai Jaket levis yang ia ambil dari Cincin ruangnya.Udin keluar dari Toilet lalu berkaca sebentar.


"Hehehehe... Tampan juga aku kalau begini" ucap Udin dalam hati melihat dirinya dicermin.Rambut Udin sengaja dibuat pendek bewarna Putih seperti orang penyanyi korea.


Udin kemudian berjalan ke arah keluar mall.


"Wuiihh... Tampannya itu cowok." ucap Cewek B . Ketika melihat Udin berjalan didepan mereka.


"Tampan pakai banget malahan" ucap Cewek C.


"Mudah - mudahan aku bisa kenalan dengan dia" ucap Cewek A dalam hati.


"Kita kejar kah gaess." ucap Cewek B.


"Ayooo....." ucap Cewek A dan B serempak.


Kemudian para cewek itu mengikuti Udin.

__ADS_1


"Taeekk... Jadi cewek aku di ikutin,jadi cowok juga di ikutin. Masa aku jadi b4nci seh... juangkreek tenan og" ucap Udin dalam hati ketika ia tahu dirinya di ikutin oleh 3 cewek.


Udin singgah di Stand penjual Minuman.


"Mbak... Minuman kopinya satu." ucap Udin.


"Oke, Apakah ada lagi yang mau dipesan?"ucap Wanita penjaga stand minuman.


Udin melihat kebelakang.


"Kalian mau minuman apa enggak?" ucap Udin menanyakan pada tiga cewek yang mengikuti dirinya.


"EH...!!?? Mereka terkejut saat pemuda yang mereka ikuti menawarkan minuman.


"Iya gue mau... " ucap cewek B.


"gue juga mau..." ucap cewek C.


"Sis... Lu mau gak?" ucap cewek B bertanya pada cewek A yang diam saja.


"I..I..Iya gue mau" ucap cewek A.


"Ya udah kalian pesan saja,tenang.... Aku yang traktir kalian" ucap Udin lalu tersenyum.


"Dia tersenyum... Ya Allah.... Apakah dia jodohku" ucap cewek A dalam hati.


Para cewek tersebut memesan minumannya.


"Boleh kenalan apa enggak"ucap cewek B sambil menunggu minumannya dibuat.


"Boleh..." ucap Udin.


Cewek B menyodorkan tangannya,Udin menerima tangan cewek B.


"Nama gue Chika." ucap cewek B yang rambutnya panjang sepinggang.


"Namaku Udin." ucap Udin.lalu Udin melepaskan jabatan tangannya.


"Ooo... namanya Udin,Gak apalah namanya Udin,yang dia tampaann" ucap cewek C dalam hati.


cewek C menyodorkan tangannya,"Nama gue Gisel" ucap cewek C rambutnya sepunggung.


"Udin..." ucap Udin menerima jabatan tangannya Gisel.Lalu melepaskan genggamannya.


"Namaku Siska" ucap cewek A sambil menyodorkan tangannya.


"Udin" ucap Udin sambil menjabat tangannya Siska .


Ketika Udin menjabat tangannya,Udin membaca ingatan siska.


"Hem.... Cewek ini aslinya baik,cuman gara - gara bergaul dengan Gisel dan Chika jadi begini." ucap Udin dalam hati,ketika Siska menatap wajah Udin,Udin menggunakan kekuatannya untuk merubah sifat buruknya itu.


Selesai memberi aura positif pada Siska,Udin melepaskan tangan Siska.


"Mas... Ini pesenan minumannya sudah jadi." ucap penjaga Stand minuman.


Udin pun mengambil minuman itu.


"Berapa semuanya mbak" ucap Udin.


"60 ribu mas" ucap penjaga stand.


"Itu termasuk 3 cewek ini kan mbak?" ucap Udin.


"Iya mas..." ucap Penjaga stand.


Udin mengambil uangnya dari dalam cincin lalu menaruh didalam kantung celana.Lalu Udin mengeluarkan uang 100ribu.


"Ini mbak uangnya,sisanya buat mbak saja" ucap Udin.


"Terima kasih banyak Mas..." ucap penjaga stand tersenyum ketika mendapat tip.


Udin berjalan menjauhi 3 gadis itu.Baru 2 langkah Gisel berbicara" Koko Udin mau kemana?" ucap Gisel.


"Aku bukan orang China,jadi jangan panggil aku Koko.Aku Mau Duduk disana,ngerokok" ucap Udin sambil menunjuk tempat.


"Ooo....." ucap Gisel.


Udin melanjutkan jalannya. Tak lama kemudian Udin berada ditempat bebas merokok, Lalu Udin mengeluarkan rokoknya dan menyalakan rokok tersebut.


Huufff... Asap mengebul dari mulut Udin


Udin Duduk di kursi memanjang. Tak lama kemudian Ke tiga Cewek yang tadi datang menemui Udin.


Mau gak mau Udin mematikan rokoknya.


"Jangkreek... Ganggu orang saja." ucap Udin dalam hati.


"Boleh ikutan duduk disini gak Mas?" ucap Chika.


"Boleh... Nginap disini juga boleh,gak ada yang ngelarang." ucap Udin.


"Masnya pintar melucu ya.." ucap Gisel.


Sementara Siska diem saja.


"Apa yang terjadi denganku,mengapa aku khawatir dengan orang tuaku" ucap Siska dalam hati.


"Siska... Kamu kenapa?" ucap Udin.


"Gakpapa Mas... Gue cabut duluan ya gaeess.. Maaf gak bisa lama - lama" ucap Siska.


"Sini aku antar kamu pulang..." ucap Udin.


"EH....!!??? Siska terkejut.


"Gak usah mas... Gue bisa pulang sendiri." ucap Siska.


"Gakpapa,lagian kita satu arah,dan aku juga mau pulang" ucap Udin berbohong.


"Hem.... Ya udah deh.." ucap Siska.


"Cieeeee Siska...." ucap Gisel dan Chika hampir serempak.


"Pelan - pelan Mas kalau mau bermain sama Siska" ucap Chika.


"Anjirrr... Emangnya gue mau ngapain sama Siska pake acara pelan - pelan kalau bermain" ucap Udin dalam hati.


Udin dan Siska berjalan berdua meninggalkan Chika dan Gisel.


"Kamu kesini pakai kendaraan sendiri atau pakai angkot?" ucap Udin.


"Naik Mobilnya Chika tadi mas,kalau masnya naik apa kesini.." ucap Siska.


"Terbang..." ucap Udin.


"Haaaaa!!?? Emangnya Mas bisa terbang seperti Om Jin.."ucap Siska.


Siska dan Udin berhenti dipinggir jalan menunggu angkutan Umum


"Ya kalau ada Om Jin mah enak,pakai karpet terbang. Tinggal wuuuussh... sampai dah." ucap Udin.


"Hahahahahaha.... Mas Udin bisa saja.." ucap Siska.


Tak lama kemudian datang angkot menghampiri Udin dan Siska.Kemudian mereka Naik.

__ADS_1


__ADS_2