Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 15


__ADS_3

Udin dan ke empat wanita itu sedang berhenti di tanah lapang, Mereka menghindari binatang yang berada di atas pohon atau bersembunyi di balik pohon.Umam mengikuti Udin tanpa terlihat.


"Wulan...Kamu tunggu di sini bersama Jaka,kami bertiga akan mencari kayu untuk membuat api unggun,sebab 4 dupa lagi akan gelap." ucap Cempaka.


"Baik Guruu.." ucap Wulan.


Cempaka,Sari dan Wati berjalan meninggalkan Wulan dan Udin.


Udin duduk di batang kayu.


"Jaka...."ucap Wulan.


"Iya Mbak Wulan..." ucap Udin.


Wulan berjalan ke arah Udin,lalu duduk di sampingnya.


"Kamu punya saudara apa enggak?" ucap Wulan.


"Hem....Saudara itu apa?" ucap Udin.


"Saudara itu masih ada hubungan darah ,Seperti .Kakak kandungmu,Adik kandungmu.. " ucap Wulan


"Gak ada mbak... Jaka hanya tinggal bersama Ayah dan Ibu....Rumah kami sangat jauh dari Desa..." ucap Udin.


"Kalau Paman dan Bibimu punya gak Jak." ucap Wulan.


"Gak Tahu Jaka Mbak... Soalnya selama ini Almarhum orang tuaku tidak ada bilang punya keluarga lainnya." ucap Udin.


Wulan memperhatikan Udin dari atas ke bawah.


"Kamu masih bocah,kenapa rambutmu sudah beruban gitu Jak..." ucap Wulan heran.


"Ooo... Rambutku ini memang warnanya putih,kata almarhum Ibuku,rambutku warnanya putih sejak dari Bayi..." ucap Udin sambil memegang rambutnya.


"Warna kulitmu mengapa putih dan bersih.. Apakah kamu ini ada keturunan Raja..." ucap Wulan.


"Ha....Ha....Ha.....Ha....Ha....."Udin tertawa.


"Kok kamu tertawa Jak...?"ucap Wulan Heran.


"Kalau Jaka keturunan Raja,Jaka gak akan ada di hutan ini. Jaka akan tinggal di kerajaan mbak..." ucap Udin.


"Iya juga seh... Kamu pasti tinggal di kerajaan" ucap Wulan.


"Tujuan Mbak ini mau kemana seh?" ucap Udin.


"Tujuan mbak mau ke perguruan Bintang laut..tepatnya di Wilayah kekuasaan kerajaan Bulan.


"Ooo... Begitu.....Kirain mbak mau pulang ke kerajaan" ucap Udin.


"Mbak bukan keluarga kerajaan atuh Jaka..." ucap Wulan.


"Masa seh....?? "ucap Udin.


"Mbak seriusss..." ucap Wulan.


"Kok tubuh mbak Wulan Wangii seperti putri Raja." ucap Udin.


"Kamu bisa Saja Jaka." ucap Wulan mukanya memerah sambil mendorong punggung Udin.


Bruuuk... Udin jatuh ke depan.


"Aseemm....Malah di dorongnya aku..." ucap Udin dalam hati.


Udin kemudian duduk kembali di batang kayu.

__ADS_1


"Jaka....Kamu tahu enggak..." ucap Wulan.


"Jaka gak tahu Mbak...." ucap Udin memotong ucapan Wulan.


"Dengerin dulu... Jangan maen potong saja.." ucap Wulan.


"He...He...He...He...Maaf mbaaak...." ucap Udin.


"Kan guruku sempat bilang kalau Guruku berteman dengan Kanjeng Ratu Sekar Ayu Diningrum." ucap Wulan.


"Iyaa... Teruss..." ucap Udin.


Nampak Cempaka,Sari dan wati datang. Sari dan Wati membawa kayu kering,Cempaka membawa 3 ekor kelinci yang sudah di bersihkan.


"Menurut kabar yang mbak dengar....keluarga Kanjeng Ratu adalah .."ucap Wulan tak melanjutkan ucapannya karena Cempaka memanggil dirinya


"Wulan..." ucap Cempaka.


"Iya Guru..." ucap Wulan.


"Susun kayunya... Jangan di bakar semua..." ucap Cempaka.


"Siaap Guru..." ucap Wulan.


Wulan kemudian berdiri lalu berjalan,setelah sampai di tumpukan Kayu,Wulan menyusun kayu tersebut.


Udin mengeluarkan korek di balik bajunya.Lalu berdiri,setelah itu berjalan ke arah Wulan.


Nampak Wulan sedang membenturkan Batu api.


Tak...Tak....Takk...Nampak percikan api keluar dari batu tersebut.


Udin Duduk jongkok di samping Wulan.Lalu mengambil daun kering.


"Pakai ini saja Mbak Wulan..." ucap Udin


Jess.....Nampak api muncul.Udin menempatkan api di daun kering tersebut.


"EH....!!!?? Wulan terkejut.


"Benda apa itu Jaka...." ucap Wulan penasaran dan heran,karena benda yang dipegang Udin dapat memunculkan api.


"Ini namanya korek mbak..." ucap Udin.


Nampak Api mulai membesar.


Udin dan Wulan kembali duduk di tempat semula.


"Coba Mbak lihat..." ucap Wulan penasaran.


" Ini Mbak...." ucap Udin sambil menyerahkan korek tersebut pada Wulan.


"Tumben...Kamu cepat sekali buatnya Lan...Biasanya 1 dupa baru menyala apinya." Wati.


"Aku di bantu oleh Jaka..."ucap Wulan.


"Ooo...Pantesan saja cepat...Ternyata di bantu to..." ucap Wati.


Wulan nampak membolak balikkan korek yang ia pegang.


"Gimana caranya tadi kamu memunculkan apinya Jaka...." ucap Wulan.


"Sini mbak Koreknya..." ucap Udin.


Wulan kemudian menyerahkan korek itu pada Udin.

__ADS_1


"Caranya seperti ini mbak...( Udin mempraktekkan menyalakan korek )..


"Yang ini di tahan...Kalau dah selesai ya di lepas saja.."ucap Udin.


"Ooo....Begitu... Beli di mana kamu jaka?" ucap Wulan.


Udin memberikan koreknya pada Wulan.


"Jaka di kasih Mbak..." ucap Udin.


Wulan kemudian mencoba menyalakan korek tersebut.


Jeess......Nampak Api keluar dari ujung korek tersebut.


"Tadi itu dia mau bilang apa ya... Aku jadi penasaran..." ucap Udin dalam hati memikirkan ucapan Wulan sebelum kedatangan Cempaka.


"Apakah aku masih punya keluarga..." ucap Udin dalam hati.


Sari,Wati dan Cempaka melihat api muncul di benda yang di pegang Wulan heran dan penasaran. Lalu mereka mendekati Wulan.


"Benda apa itu Lan..." ucap Cempaka.


"Ini Korek...Punyanya Jaka guru..." ucap Wulan.


"Jakaa....Beli di mana koreknya Jak" ucap Sari.


Udin tak menjawab,sebab masih memikirkan ucapan Wulan.


"Katanya Jaka...Ini di kasih orang..." ucap Wulan.


Cempaka mengambil korek itu di tangan Wulan.


"Gimana cara memunculkan apinya "ucap Cempaka sambil membolak Balikkan korek tersebut penasaran.


"Jari Jempol di besi yang bulat itu Guru..." ucap Wulan.


Cempaka mengikuti perkataan Wulan.


"Terbalik guru..." ucap Wulan.


Wulan membantu membetulkan posisi jari Cempaka.


"Jari jempol Mengerakkan roda besi,gerakannya agak cepat,lalu sambil tekan yang warna hitam itu guru..." ucap Wulan.


Cempaka mencoba yang di ucapkan Wulan.


Jeeess...Jesss...Jeesss... Korek tak bisa menyala.


Diam - diam Umam menambahkan kayu bakar di dekat tumpukan kayu yang belum di bakar. Sebab mereka membawa kayu tak cukup sampai pagi.


"Asik juga mengikuti Jaka... Bisa lihat yang segar - segar.." ucap Umam dalam hati.


"Tekan warna hitamnya yang lama guru...."ucap Wulan.


Jeesss.... Nampak Api keluar dari korek tersebut.


"Matikan apinya tinggal angkat jari jempol guru" ucap Wulan.


Nampak Api di korek itu hilang.


"Oooo....Begitu ta caranya.....


"Jaka....." ucap Cempaka.


Udin diam tak menjawab.

__ADS_1


Sari menggoyangkan tubuh Udin.


__ADS_2