Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 104


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


Kilatan petir mulai terlihat saat aku keluar dari rumah park seo jin yang tampak seperti rumah hantu saat malam hari tiba


Suasana malam hari kediaman park seo jin tidak mengalami perubahan sama sekali sejak 2 tahun yang lalu saat aku masih tinggal di rumah ini


Entah apa yang seo jin pikirkan hingga ia enggan memperkerjakan beberapa asisten rumah tangga di malam hari dan tinggal di rumah ini


Toh ia tidak akan kekurangan kamar karena memberikan  tempat tinggal untuk asisten rumah tangganya tapi anehnya, ia tidak ingin asisten rumah tangganya berada di kediamannya saat malam hari dan memilih menjadi rumah hantu seperti ini saat malam hari tiba karena beberapa lampu saja yang sengaja dinyalakan


Gerimis mulai membasahi pakaianku dan aku memutuskan untuk berteduh di salah satu gazebo perkarangan halaman rumah seo jin yang lumayan luas


Aku mencoba mencari layanan jasa transportasi kendaraan via online menggunakan aplikasi smartphoneku, berharap di sekitar rumah seo jin tersedia driver atau kendaraan yang masih menerima orderan penumpang


Namun saat aku mengetikkan alamat apartementku di aplikasi kendaraan online, aku merasa seseorang sedang mengamati diriku


Dari jauh aku bisa melihat rumah kaca yang berisi tanaman-tanaman serta bunga yang tumbuh di rumah seo jin


Aku menyipitkan kedua mataku untuk memastikan bahwa ada seseorang yang sedang mengamatiku dari kejauhan


Namun kilatan petir membuatku silau hingga menutup kedua mataku.


Saat aku membuka mata lagi, sosok yang ku lihat serba hitam itu hilang entah kemana


Seketika bulu kudukku berdiri, mengingat kembali saat aku tidur di ruang baca seo jin dan bermimpi bertemu hantu paman asing yang tertembak mati di ruang bawah tanah kediaman ayah deok mi


Hantu paman asing itu menghampiri kediaman rumah seo jin dan muncul tiba-tiba di pekarangan rumah seo jin yang luas dan sempat berhenti di air mancur taman tersebut


Mataku beralih ke air mancur taman seo jin yang tepat berada di seberang kananku


Aku menghembuskan nafas dan mulai mengingatkan diriku agar tidak terlalu hanyut dalam khayalan mistisku


Aku memutuskan untuk membelakangi rumah kaca dan air mancur itu lalu menghadap ke tembok pagar rumah seo jin


Aku mulai melanjutkan kegiatanku untuk mengetikkan alamat apartementku dan mulai start untuk mencari jasa transportasi kendaraan online di sekitar rumah seo jin


Aplikasi kendaraan online pada smartphoneku masih terus tampak lingkaran memutar pertanda masih mencarikan kendaraan untuk orderanku


Aku terkejut ketika melihat tulisan 'try again' saat mencoba mencarikan kendaraan di sekitar rumah seo jin


Apakah jumlah transportasi kendaraan online sedikit karena faktor cuaca seperti ini


Belum lagi aku harus beberapa kali mendengar suara gemuruh saling menyahut


Aku mencoba tenang lalu memencet start lagi sambil berharap akan ada transportasi kendaraan yang menerima orderanku


Namun ketika aku sedang asik mengamati handphoneku, aku mendengar suara cipratan air yang ditimbulkan akibat langkah kaki seseorang


Semakin jelas terdengar di telingaku dan anehnya aku merasa takut untuk melihat ke arah belakang. aku berusaha untuk menghiraukan  khayalan mistis dengan cara menggoyang-goyangkan kakiku agar rasa takutku tidak tampak jelas dan takut akan mempengaruhi kondisi kesehatan mentalku yang mulai berangsur baik jika aku tidak berusaha menenangkan diri


Hari ini aku belum meminum obat yang diresepkan dokter untukku, meskipun dosisnya sudah mulai diringankan, bukan berarti aku tidak mengonsumsi obat itu sama sekali


Aku sengaja tidak membawa obat yang biasa ku minum di dalam tasku, karena aku sudah mulai terbiasa untuk meminumnya teratur setelah makan malam


Oleh karena itu,  aku menyimpan obat yang biasa ku minum di apartementku. namun seharian ini aku belum kembali ke apartment, wajar saja jika aku terlalu banyak pikiran yang membuatku takut, jika seperti ini terus, besar kemungkinan gangguan kecemasanku bisa kembali kambuh


Haah....


Kau harus bisa mengendalikam dirimu kim hye jin, tidak ada hantu atau orang lain selain diriku di pekarangan rumah seo jin yang cukup luas ini


Hingga seseorang menepuk pundakku secara tiba-tiba diiringi dengan suara petir yang lumayan memekakkan telingaku


Aku sangat terkejut hingga membuatku meringkuk jongkok dan melempar handphoneku tidak terarah sambil menutup kedua mataku


"Kim hye jin!"


"Kau tidak apa?" Tanya seorang pria padaku yang tampak begitu khawatir hanya dengan mendengarnya saja


Aku masih menutup kedua mataku dan memastikan suara yang ku dengar bukanlah khayalanku saja melainkan suara orang sungguhan hingga suara gemuruh menghilang dan tidak saling bersahutan lagi


"Katakanlah sesuatu!"


"Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya lagi dan membuatku berani membuka kedua mataku


Perlahan aku mulai membuka kedua mataku dan melihat siapa orang yang membuatku terkejut hingga diselimuti oleh ketakutan seperti ini


Pertama kali yang ku lihat adalah pakaian pria itu serba hitam persis seperti dalam mimpiku


Jas hujan hitam itu!


Kenapa begitu mirip seperti hantu paman asing itu?


Apakah ia sungguh mendatangiku dan orang yang berada di hadapanku bukanlah manusia?


Tapi kenapa?


Bukankah harusnya ia sudah beristirahat dengan tenang setelah sung dong il di hukum penjara selamanya?


Aku kembali menutup kedua mataku dan tidak berani melanjutkan untuk menatap wajahnya


Aku mengerutkan dahiku dan semakin menutup mataku rapat-rapat


"Aku tahu ini tidak nyata..."


"Semua baik-baik saja kim hye jin, kendalikan dirimu" ucapku terus mencoba menenangkan diriku


Kini aku menyesal kenapa aku tidak membawa obat rutinku di dalam tasku


Jika aku mengalami hal yang membuatku takut seperti ini, aku tidak perlu merasa khawatir akan terkena gangguan kecemasan


"Kim hye jin, tenanglah...."


"Ini aku"


"Apa kau membawa obatmu?"


"Aku tidak membawanya di tasku" ucapku reflek


"Apa kau merasa sesak nafas lagi?"


"Haah....ku rasa iya" ucapku lagi reflek


"bergegaslah aku akan menemanimu ke rumah sakit"


Deretan ucapan kekhawatiran itu membuatku sadar bahwa sosok yang ada di hadapanku adalah manusia, seseorang yang ku kenal


Aku memberanikan diri  membuka kedua mataku untuk memastikan dugaanku dan benar saja orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah park seo jin


Tampak ekspresi penuh khawatir dari raut wajah seo jin


Seketika saat aku menyadari bahwa seseorang yang membuatku ketakutan sendiri adalah park seo jin, aku berdiri dan berteriak kepadanya


"Yyaa!!!*(heei!!)" Seruku sambil mengatur nafas


"Kenapa kau mengejutkanku, park seo jin?" Ucapku sewot


"Kenapa kau tiba-tiba menepuk pundakku dan berkeliaran dengan jas hujan hitam seperti ini?!" Tanyaku


"Ku pikir kau...."


"Kau bukanlah manusia" ucapku jujur


"Apa kau berpikir aku adalah hantu?" Tanya seo jin penasaran


"Nne*(ya) ku kira kau adalah hantu..." ucapku terputus


"Kim hye jin tidak ada hantu di...."


"Kau mirip dengan hantu paman asing yang terbunuh di ruang bawah tanah dong il dan hadir di mimpiku" lanjutku sambil menunduk


Seo jin terdiam saat mendengar lanjutan ucapanku


"Maaf..."


"Membuatmu terkejut dan ketakutan, kim hye jin" ucap seo jin


"Aku sudah memanggilmu beberapa kali tapi kau tidak mendengarnya" ucap seo jin


"Sudah lah lupakan, lagi pula ada perlu apa kau memanggilku?" Tanyaku sewot


"Ini.." ucap seo jin sambil membawa dua buku yang ku ambil di perpustakaannya

__ADS_1


"Apa kau lupa? salah satu kakimu terasa nyeri karena buku ini?" Tanya seo jin


"Dan...." ucap seo jin terputus


"Apa kau lupa dengan tujuanmu yang datang ke sini?" Tanya seo jin lagi sambil mengeluarkan map coklat dari balik jas hujannya


Aku tahu map cokelat itu berisikan proposal untuk acara kampusku, dan karena jenifer, aku terpaksa ke rumah seo jin


"Kau bisa memberikannya pada ketua organisasi kampus" ucapku


"Tidak perlu, karena aku sudah menandatanganinya" ucap seo jin


"Apa kau tidak memiliki pertanyaan apapun tentang proposal itu?" Tanyaku heran


"Untuk apa?" Tanya seo jin


"Ini adalah permintaanmu kim hye jin"


"Kau sampai repot mengunjungi kediamanku untuk mendapatkan persetujuanku, itu artinya proposal ini sangat penting bagimu" ucap seo jin yang membuatku masih kebingungan


"Park seo jin..." panggilku


"Aku tidak menganggap proposal itu penting untukku" ucapku menjelaskan


"Aku hanya menggantikan ketua organisasi kampus yang saat ini sedang sakit dan sayangnya saat ia dalam keadaan sehat pun..."


"Ia kesulitan untuk menemuimu" ucapku menjelaskan pada seo jin


"Aku bahkan tidak terlalu tahu apa isi proposal pengajuan dana itu secara detail"


"Tapi yang aku tahu, mereka memilki ide untuk mendatangkan bintang tamu yang sedang naik daun saat ini"


"Bahkan aku tidak tahu band macam apa itu" ucapku


"Menurutku...dari pada kau menyetujui danamu di pakai hanya untuk mengundang band yang tidak semua orang tahu.."


"Alangkah baiknya kau perlu menemui anggota organisasi kampus untuk menyelenggarakan acara kelulusan yang lebih baik" ucapku


"Misalnya?" Tanya seo jin


"Misalnya...kau bisa saja menyuruh para anggota organisasi untuk mengumpulkan foto-foto dari semua para mahasiswa tingkat akhir yang ada di handphone mereka lalu merangkumnya dan menjadikannya music video"


"Atau bisa saja membuat dan memilih kandidat dengan gelar konyol melalui voting dari para mahasiswa"


"Gelar konyol?" Tanya seo jin


"Iya gelar konyol, seperti ratu dan raja terjail, ratu dan raja tergalak atau apapun itu yang akan membuat para mahasiswa mengingat masa-masa kuliahnya yang menyenangkan" ucapku dengan semangat dan tidak sadar membuatku ceria


Namun, aku tidak menyadari bahwa selama aku bicara seo jin selalu memandangku sambil ikut tersenyum


"Lalu apalagi yang menurutmu wajib diadakan untuk acara kelulusan agar bisa membuatmu terkesan?" Tanya seo jin yang membuatku tersadar


"Mana aku tahu? Tanyakan saja pada organisasi kampusku"


"Kenapa kau harus bertanya padaku?" Ucapku ketus sambil mengambil buku yang berada di tangan seo jin


Aku membalikkan tubuhku untuk membelakangi seo jin


Dan...aku baru menyadari, handphoneku jatuh dan terpental lumayan jauh karena kejadian yang membuatku terkejut tadi hingga tidak sadar aku melempar handphoneku sendiri


"Omo...andwee!!!*(ya tuhan....tidak!!)" Ucapku sambil menghampiri handphoneku dan berharap masih berfungsi


Namun, layar handphoneku hitam total seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan


Aku berusaha mengeringkan handphoneku menggunakan blouseku, berharap akan menyala jika sudah kering


Aku terus menekan tombol power yang ada di sebelah kiri, namun hasilnya nihil


Aku memejamkan kedua mataku pertanda untuk menahan emosi


"Ok fine...dan aku sekarang bingung bagaimana aku bisa pulang ke rumah" gerutuku pelan


"Apakah handphonemu tidak berfungsi?" Tanya seo jin tiba-tiba


Aku tidak menggubris seo jin


Dan masih berpikir caraku untuk pulang ke rumah


Baru aku satu langkah meninggalkan gazebo, seo jin tiba-tiba menarik lengan kananku dan menyuruhku berhenti


Aku terkejut ketika seo jin menarik lenganku secara tiba-tiba hingga membuat wajahku berusaha menoleh ke arah belakang untuk menatap seo jin


"Apa yang kau lakukan?!" Ucapku sewot sambil menarik lenganku berusaha melepas genggaman seo jin


"Justru aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di saat hujan seperti ini dan hari sudah malam?" Tanya seo jin balik padaku


"Tentu saja pulang ke rumah" jawabku singkat


"Berjalan kaki? Naik bus? Atau taxi?"  Tanya seo jin


"Park seo jin...itu bukan urusanmu aku pulang ke rumah dengan apa" jawabku ketus


"Ini sudah malam hye jin, menginaplah di rumahku" pinta seo jin


"Mwo?!!"*(apa?!)" Seruku


"Menginap di rumahmu?!" Seruku lagi


"Meskipun badai topan menerjang bumi ini, aku lebih memilih pulang ke apartementku dari pada harus bermalam di sini" ucapku kesal


"Apartementmu?" Oceh seo jin pelan


"Mm..maksudku apartement milikmu bukan milikku, aku hanya menumpang" ucapku ralat


Aku dan seo jin terdiam beberapa saat dan merasa canggung


"Yahh...apapun lah itu, aku tidak ingin bermalam di rumah ini"


"Terlalu banyak kenangan buruk yang telah menimpaku" ucapku ketus untuk menghilangkan rasa canggung


"Baiklah kim hye jin, tunggu di sini, aku akan mengambil kunci mobilku di dalam agar aku bisa mengantarmu pulang" ucap seo jin


"Tu..tunggu!" Seruku


"Aku tidak membutuhkan tumpanganmu" ucapku gengsi


"Tidak butuh?" Tanya seo jin


"Baiklah hye jin, berhenti untuk bersikap canggung atau gengsi di hadapanku"


"Kau harus ingat dengan perjanjian kita, bahwa aku masih memiliki tanggung jawab terhadap semua kehidupanmu hingga kau lulus kuliah dan mendapat pekerjaan" ucap seo jin memperingatkan


"Jika kau tidak ingin bermalam di rumahku, aku akan mengantarmu pulang"


"T-tapi..." ucapku


"Berhenti untuk mengajakku berdebat kim hye jin, aku hanya berusaha untuk memenuhi perjanjian yang sudah kita sepakati saat aku menjemputmu di pulau hangan" ucap seo jin tegas dan pergi berlari ke dalam untuk mengambil kunci mobil


aku terpaku berdiri mentap seo jin yang berlari ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya


*********


aku dan seo jin hanya duduk terdiam saat berada di dalam mobil, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami berdua. hanya suara hujan deras dan petir yang saling menyambar satu sama lain


saat aku melihat luar jendela mobil untuk mengurangi rasa canggungku terhadap seo jin yang sedang menyetir, sebuah kilatan yang menyilaukan mata membuatku terkejut dan seketika seo jin membanting stir mobil ke kanan untuk menghindari pohon yang tumbang


"Kyaaa!!!" Aku reflek berteriak ketika mobil berbelok tajam secara tiba-tiba


Namun berkat reflek cepat seo jin, mobil yang aku tumpangi berhasil melewati pohon yang tiba-tiba tumbang akibat hujan deras


"Haah...hahh..." nafasku dan nafas seo jin saling memburu sambil bersyukur bahwa kami selamat dari marabahaya


Setelah beberapa detik berlalu dan mulai tenang, seo jin mulai menengok ke arahku yang masih berekspresi tegang dan nyaris menangis


"Kau baik-baik saja, hye jin?" Tanya seo jin


"Ania*(tidak)..." ucapku pelan


"Mian*(maaf) membuatmu terkejut" ucap seo jin


Aku baru menyadari bahwa kening seo jin yang berada di bagian kanan berdarah

__ADS_1


Ku rasa dahinya terbentur oleh setir mobil saat kejadian tadi


"Se...seo jin-si" panggilku


"Nne?*(iya)" jawab seo jin singkat


"D-dahimu berdarah" ucapku memberitahu


Reflek ia memegang dahinya dan melihat ceplakan darah berada di telapak tangannya


Seo jin meringis kesakitan saat ia sadar bahwa dahinya terluka. Aku reflek segera mencari sapu tanganku di dalam tas dan menempelkannya ke dahi seo jin. Seo jin terdiam saat tangan kiriku berada di dahinya


Tanpa ku sadari, wajahku dan wajah seo jin berada di jarak yang dekat hingga membuatku lupa diri


Aku dan seo jin saling menatap satu sama lain, tidak ada satu kata apapun yang keluar dari mulut kami berdua seolah hanya naluri batin kami saja yang bicara


Sejenak aku menyadari bahwa aku masih memiliki perasaan terhadap seo jin, namun aku berusaha untuk menahan perasaan itu sekeras mungkin agar tidak muncul di atas permukaan dan mengambil alih tubuhku.


Tapi...


Kurasa aku tidak mampu lagi menahan perasaan yang ku pendam di dalam hatiku, karena aku merasa keadaan ini sangat tepat untuk mengungkapkan perasaanku terhadap seo jin selama ini


"Seo jin-si.." panggilku


"Ku rasa aku harus mengatakan ini padamu" ucapku yang telah kehilangan logikaku dan perasaan hatiku yang mengambil alih


"Naega...*(aku...)" ucapku terputus


Beruntungnya aku yang masih belum mengatakan kalimat konyol tentang perasaanku terhadapnya karena seseorang mengetuk pintu mobil secara tiba-tiba


'Tok tok tok'


Aku terkejut ketika melihat seseorang memakai jas hujan hitam sedang mengintip ke dalam mobil


"Aku reflek menyingkirkan tanganku dari kening seo jin dan menyerahkan sapu tanganku ke telapak tangan seo jin


"Bersihkan sendiri darah di keningmu" ucapku kembali ketus dan berhasil mendapatkan kembali pikiranku yang waras


Seo jin terdiam dan segera membuka kaca mobil untuk melihat seseorang yang mengetuk kaca mobilnya


"Excuse me sir, mam" sapa seorang laki-laki yang tampaknya seperti petugas pemadam kebakaran


"Apa kalian baik-baik saja?" Tanyanya setelah melihat pohon yang baru saja tumbang dan hampir mencelekakan diriku dan seo jin


"Hanya cedera sedikit, tapi semua baik-baik saja" ucap seo jin


"Baiklah tuan, ku harap anda dalam keadaan baik-baik saja, tapi ku harap anda sebaiknya tidak berkendara di cuaca seperti ini" ucap seorang petugas pemadam kebakaran itu


"Sebentar lagi tujanku akan sampai untuk ke ujung jalan stanford hills" ucap seo jin menjelaskan


"Apakah jalan di depan sana tidak bisa di lewati?" Tanya seo jin pada petugas pemadam kebakaran yang bertugas


"Maaf membuat anda tidak nyaman dalam berkendara tuan, beberapa pohon telah tumbang akibat cuaca ekstrem yang harusnya sudah memasuki musim dingin" ucap pria dengan tubuh atletisnya


"Kami sedang mengevakuasi beberapa pengendara yang telah menjadi korban akibat cuaca ekstrem"


"Jika anda berkenan, sebaiknya anda melewati jalan memutar melewati beberapa blok jalan agar tiba di tempat tujuan"


"Dan saya harap anda tetap berada di kediaman rumah anda dan tidak disarankan berkendara hingga esok pagi atau hingga hujan dan petir berhenti menyambar" ucap petugas pemadam itu mengingatkan


Setelah seo jin menerima beberapa saran dari petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas mengevakuasi pengendara yang sedang kecelakaan, seo jin melanjutkan perjalanannya untuk mengantarku pulang ke apartement tempat ku tinggal


Ku rasa keegoisanku malam ini yang tidak ingin menginap di rumah seo jin menghasilkan dampak yang buruk


Hampir saja nyawaku terancam akibat pohon yang tiba-tiba tumbang


Jika saja reflek seo jin kurang tanggap, mungkin aku sudah berbaring di rumah sakit dengan bantalan di leher


Ouh...


Cukup sudah aku merasakan bantalan di leher akibat cedera dan bisa mengancam tulang sum-sumku


Setelah berkendara dengan hati-hati, aku dan seo jin akhirnya sampai di gedung parkiran apartement


Aku segera keluar dari mobil tanpa menghiraukan seo jin yang sedang duduk di sampingku


"Hye jin-a" panggil seo jin yang masih berada di dalam mobil dalam keadaan mesin menyala


Aku menengok ke arah seo jin dengan wajah datar


"Selamat istirahat" ucapnya


"Semoga tidurmu nyenyak" ucapnya lagi


"Maaf telah membuatmu terkejut saat berada di taman tadi" ucap seo jin yang tampaknya menyesal atas perbuatan yang telah mengejutkan diriku dan nyaris membuatku lupa akibat kejadian pohon tumbang tadi


"Lupakan!" Ucapku


"Aku bahkan nyaris lupa atas perbuatanmu di taman tadi akibat kejadian pohon yang tumbang dan hampir membuat nyawaku melayang" ucapku pada seo jin


"Ahh...syukurlah jika kau sudah memaafkanku atas perbuatanku yang tadi" ucap seo jin


Seketika aku dan seo jin terdiam dan hanya suara deras hujan yang masih bisa ku dengar dengan jelas di gedung parkiran apartement ini


"Apa kau berencana akan bermalam di parkiran?" Tanyaku pada seo jin untuk mengusir rasa canggung


"Ahh...tidak, aku akan kembali ke rumah.."


"Yya!! Neo pabboya!!*(hei!!..apa kau bodoh?!)" Teriakku reflek dan membuat suaraku menggema di gedung parkiran


Seo jin terkejut dengan teriakanku


"Apa kau tidak dengar ucapan petugas pemadam kebakaran tadi hhah?!" Teriakku


"Apa kau memiliki simpanan nyawa lainnya jika terjadi sesuatu padamu saat berkendara di cuaca ekstrem seperti ini?" Ucapku sewot


"Ahh...tenang saja kim hye jin, aku akan bekendara perlahan sambil melihat sekelilingku.."


"Haah...aku muak dengan suasana ini" ucapku memotong kalimat seo jin


Seo jin mengatupkan kedua bibirnya, takut merasa ia salah bicara dan mengatakan hal yang membuatku tersinggung


"Yya!! Ahjussi*(hei paman)" panggilku pada seo jin


"Bermalamlah di gedung apartementmu sendiri dan jangan membahayakan dirimu" ucapku datar


"Apa kau lupa aku sedang menumpang di gedung apartement milikmu hhah?" Tanyaku


Lagi-lagi seo jin terdiam dengan ucapanku


"Kim hye jin..."


"Aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman karena aku berada di sampingmu" ucap seo jin


"Biar bagaimanapun aku akan berusaha memenuhi janjiku padamu untuk tidak menampakkan wajahku di hadapanmu lagi" ucap seo jin yang masih membahas permintaanku satu tahun yang lalu


"Cih...haha.."


"Aishh...pria ini benar-benar membuatku jengkel" gumamku sambil menendang sampah plastik botol minuman yang tampaknya terbawa angin akibat hujan badai malam ini


"Yya!!*(hei) berhentilah membahas masa lalu yang tidak ingin sama sekali ku bahas"


"Aku tidak ingin mengatakan hal ini dua kali padamu"


"Menginap saja di tempatku yang sedang menumpang di gedung apartement milikmu sendiri"


"Meskipun pahit tapi kau lah sumber utama keuanganku saat ini"


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu akibat cuaca ekstrem seperti ini"


"Sebentar lagi aku lulus kuliah, jadi ku harap kau jangan mengacaukannya lagi dan belajar dari masa lalu yang pernah mengacaukan pendidikanku"


"Jika kau kecelakaan dan mati akibat membiarkanmu berkendara malam ini..."


"Aku akan menyesal dan automatis therapi kejiwaanku berhenti, jika pada akhirnya aku berada di rumah sakit jiwa karena aku putus melakukan therapi dengan alasan tidak memiliki uang...."


"Akan ku pastikan akan bunuh diri dengan cara  menggantung diriku dan menemuimu di neraka" ucapku ketus


Seo jin menelan salivanya setelah mendengar ucapanku yang seperti orang tidak waras


"Pilihan ada di tanganmu tuan, aku tidak akan memaksamu" ucapku sambil membalikkan tubuhku dan hendak meninggalkan seo jin sendiri

__ADS_1


"T-tunggu hye jin" ucap seo jin yang sepertinya telah mengambil keputusan


__ADS_2