Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 91


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


Setelah pertemuanku dengan hajung, aku merasa memiliki keinginan untuk melanjutkan hidupku lagi


Setidaknya hajung baik-baik saja setelah kejadian penembakan yang mengancam nyawanya


Aku kembali ke dalam sel tahanan, namun bukan ke sel tahanan bersama wanita bertato itu melainkan ke sel tahanan lain, sipir mengatakan padaku agar aku pindah ke sel tahanan lain agar hal buruk seperti ini tidak terjadi lagi padaku


Ku kira dengan kepindahanku ke sel tahanan lain akan membuat kehidupanku di sini lebih baik, namun aku bertemu lagi dengan wanita pekerja **** komersial yang aku temui saat pertama kali aku di tahan di kantor polisi


Wanita yang telah merampas jam tangan yang dipinjamkan hajung padaku tersenyum licik saat aku masuk ke dalam sel tahanan bersama dirinya


"Rupanya aku bertemu lagi dengan wanita pela**r kaya raya"


"Benda berharga apa lagi yang kau punya?" Ucapnya menyindirku


"Berhenti menyebutku dengan panggilan itu. Apa perlu ku bawakan cermin agar kau bisa liat siapa wanita pelac*r sesungguhnya?" Ucapku membalas ucapan wanita gila itu


"Kau..." ucap wanita itu dan menghampiriku sambil mengangkat tangannya hendak menamparku


Dengan sigap, aku menahan tangan wanita pekerja **** itu agar tidak bisa menampar wajahku


"Berhenti menyentuhku dengan tanganmu yang kotor, atau sesuatu yang buruk terjadi padamu" ucapku sambil menatap tajam


"What the hell?! Apa kau berani padaku?!" Teriak wanita itu


"Tentu saja aku berani. Memangnya kau siapa? Tuhan? Orang tuaku? Sehingga aku harus takut kepadamu" ucapku sambil meremas pergelangan tangan wanita itu


Ia mulai meringis kesakitan saat aku meremas dengan kuat pergelangan tangannya


"Akhh...le..lepas"


"Lepaskan..." ucap wanita itu


Aku segera melepaskan pergelangan tangan wanita itu sambil mendorongnya


Usahaku berhasil, ia hampir kehilangan keseimbangannya dan nyaris terjatuh


"Lain kali aku akan mematahkan tanganmu jika kau mencoba menyentuhku lagi tanpa persetujuan dariku" ucapku pada wanita itu


Kedua wanita yang menjadi penghuni lain sel tahanan ini, menatapku dengan kagum


Ku rasa sepertinya sebelum aku masuk ke sel tahanan ini, wanita pekerja **** itu yang menjadi penguasa di sel tahanan ini, begitu aku masuk dan melihat dirinya dipermalukan olehku, secara tidak langsung mereka menganggapku menjadi penguasa di sini


Cukup sudah menjadi gadis tertindas di sel tahanan, jika mereka berani mengusikku, aku akan melawannya sampai titik darah penghabisan


Keesokan harinya pengacara yang ditunjuk untuk menangani kasusku, memanggilku untuk bertemu


Sudah bisa ku tebak, pengacara itu adalah jamie. Aku yakin ia ke sini untuk mengingatkanku tentang tawaran dong il


"Nona hye jin, aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu secara langsung setelah beberapa hari ini mendengar kabar bahwa kau mengalami kejadian buruk di dalam sel" ucapnya


"Apa kau datang ke sini untuk memastikan tawaran dari atasanmu?" Tanyaku


"Tidak..." ucapnya singkat


"Saya datang ke sini hanya ingin menyampaikan pesan pada anda" ucap pengacara ini


"Dari awal kedatanganmu menemuiku bukan untuk membantu kasusku, melainkan menjadi kaki tangan dong il, iya kan?" Tanyaku memastikan


"Saya adalah seorang pengacara nona kim, sudah menjadi tugas saya memastikan anda menang di pengadilan nanti"


"Jadi saya harus berusaha untuk bernegosiasi kepada penuntut dengan cara apapun agar bisa membuat kasus melunak dan anda tidak tersiksa lagi di dalam sini" ucap pengacara


"Lupakan! Jika kau berniat untuk memaksaku setuju dengan dong il. Itu berarti sama saja mengeluarkanku dari kandang singa dan melemparku ke dalam kandang serigala" ucapku


"Saya sarankan anda melihat pesan ini dulu. Setelah itu anda berhak mengambil keputusan nona kim" ucap pengacara jamie


Ia menyodorkan handphonenya padaku dan memberitahuku sebuah berita yang menampilkan sebuah kebakan terjadi di gudang penyimpanan ikan di pulau kecil yang bernama hangan


Kebakaran terjadi saat malam hari dan api menjalar ke seluruh tempat hingga menghanguskan sebagian besar rumah warga


Aku terkejut ketika melihat berita itu disiarkan. Sejak aku menjalani perawatan di rumah sakit tahanan, aku tidak tahu berita yang terjadi di luar US


Diakhir berita, disebutkan bahwa terdapat seorang pengusaha dermawan yang membangun posko darurat untuk penampungan para warga di pulau hangan yang menjadi korban kebakaran


"Apa maksud dengan semua berita ini?" Tanyaku pada jamie


"Hal itu akan dijelaskan oleh klien utama saya" ucap pengacara jamie


"Jangan main-main!" Teriakku


"Tenang nona kim, jangan terlalu emosi, saya sedang berusaha menghubungkan ke telepon klien saya"


"Ahh...ini dia, sudah tersambung, silahkan bicara" ucap pengacara jamie sambil cengengesan


"Breng**k kau! Apakah kebakaran desaku adalah ulahmu?" Tanyaku pada dong il melalui panggilan telepon


"Ahhh...kau sudah melihatnya?" Tanya dong il balik


"Itu hanya peringatan, bukan ganjaran untukmu karena kau telah menolak tawaranku tempo hari"


"Hal itu akan semakin parah jika kau menolak tawaranku"


"Ku rasa jika aku menghancurkan pulau kecil itu dengan cara mencemarkan air laut di sekelilingnya. Hal itu tidak akan membuat negara tercinta kita yaitu korea mengalami kerugian yang besar" ucap dong il


"Aku juga penasaran, apa yang akan terjadi ya jika mata pencaharian para penduduk sana yang sebagian besar adalah nelayan, kini menjadi pengangguran karena tidak bisa menjual ikan satupun" ucap dong il


"Sung dong il!!" Teriakku keras pertanda untuk berhenti mengancamku


Tidak hanya diriku dan orang tuaku yang terseret, melainkan seluruh orang yang tinggal di pulau hangan ikut terancam kehidupannya karena dong il


"Jika ingin membasmi seekor tikus got yang tidak bisa dijinakkan, sudah seharusnya membasmi rumahnya beserta lingkungannya agar para tikus got tidak bisa keluar mencari makanan" ucap dong il menyamakanku seperti tikus got


"Aku harus mendengar keputusanmu hari ini hye jin. Jika jawabanmu setuju dengan tawaranku, aku akan membantu keluarga tikus got mu itu membangun rumahnya kembali"


"Namun, jika kau menolak...."


"Aku akan membasmi tikus got beserta koleganya hingga mereka menderita sampai akhir hayat"


"Ingat kim hye jin, hidup kolega tikus got mu berada di genggaman tanganku saat ini" ucap dong il yang mampu membuatku putus asa


Aku menjambak rambutku sendiri sambil menangis saat dong il mengancam kehidupanku beserta penduduk pulau hangan


"Aku tidak ingin mendengar tangisan dari tikus kotor sepertimu, aku hanya ingin tahu kau menyetujui tawaranku atau tidak"


"Aku akan menghitungnya sampai tiga, untuk memberikan jawabanmu setuju atau tidak"


"Satu...."

__ADS_1


"Dua..."


Dong il mulai menghitung dan terlihat senang dari nada bicaranya saat mempermainkan kehidupanku


"Ti..."


"Aku setuju..." ucapku sambil menangis


"Ku mohon berhenti untuk mengganggu keluargaku dan penduduk di sana"


"Aku..."


"Hhhahh....aku akan menuruti semua perintahmu" ucapku dengan isak tangis


"Bagus...itu jawaban yang ku tunggu darimu" ucap dong il senang


"Jika dari awal kau menyetujui tawaranku, ku rasa kebakaran di lingkungan kotor tempat tinggalmu tidak akan pernah terjadi, kim hye jin" ucap dong il


"Baiklah...sekarang aku akan memberikanmu tugas pertama" ucap dong il melalui telepon


"Ku rasa kau sudah bertemu dengan aib keluarga sung kan, hye jin?" Tanya dong il


"Anggap saja ia beruntung karena malaikat pencabut nyawa gagal mengambil nyawa manusia tidak berguna itu saat ia dalam keadaan sekarat" ucap dong il


"Tugas pertamamu adalah, menjauh darinya. Jangan pernah mencoba berkomunikasi dengannya"


"Aku tidak ingin kau mengkhianati majikanmu lagi, hye jin" ucap dong il


"Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi untuk berbicara dengan keponakanku yang kotor itu untuk terakhir kalinya"


"Katakan padanya untuk berhenti mencari tahu keuangan perusahaan dan semua tindakanku selama ini dalam mengurus perusahaan, untuk saat ini ia sangat menuruti ucapanmu"


"Jika kau tidak berhasil menghentikkan dirinya, untuk berhenti memantauku, aku yang akan turun sendiri untuk menghabisi hama seperti hajung" ucap dong il


"Nne...*(ya) aku akan menghentikkan hajung agar tidak berada dalam bahaya" ucapku pelan


"Bagus..."


"Kau tahu hye jin, jika kau menuruti semua perintahku, aku bisa menganggapmu seperti anakku sendiri" ucap dong il


"Selebihnya, pengacara yang ada di hadapanmu yang akan mengurus semua kasusmu"


"Akan ku pastikan kau akan keluar dari dalam sana, bertahanlah putriku hahaha...." ucap dong il dan menutup teleponnya


Aku memberikan ponsel yang ku genggam ke pengacara jamie


"Syukurlah...anda menyepakati persetujuan ini. Semoga sidang pertama berjalan dengan lancar, nona" ucap pengacara itu dengan sumringah


*****


Di hari yang sama setelah pertemuanku dengan pengacara jamie, petugas sipir memanggilku kembali karena ada seseorang yang bertemu denganku


Aku langsung mengiyakan untuk setuju menemui seseorang yang ingin bertemu denganku, karena ku pikir ia adalah hajung


Namun saat aku bertemu dengan pria itu bukanlah hajung melainkan supir ohh datang untuk bertemu denganku


"Nona kim" sapa supir ohh dengan tatapan sedih


"Bagaimana kabarmu, supir ohh?" Tanyaku


"Maafkan aku atas kejadian tempo hari di rumah seo jin, karenaku, kau harus kehilangan pekerjaanmu" ucapku pada supir ohh


"Ohh ya ampun nona kim, bagaimana anda masih bisa mengkhawatirkan keadaanku setelah kejadian itu?" Ucap supir ohh


"Saya tidak kehilangan pekerjaan saya, nona"


"Di hari yang sama saat sore hari, tuan seo jin menelponku untuk melupakan ucapannya dan bekerja kembali"


"Benarkah? Syukurlah seo jin tidak memecatmu. Aku sungguh minta maaf atas perbuatanku yang memaksamu untuk membantuku selama ini, supir ohh. Aku berjanji tidak akan menyulitkanmu di kemudian hari" ucapku


"Berhenti untuk meminta maaf padaku nona, tindakan anda tidak salah. Jika bukan karena anda, saya selamanya tidak akan berani mengungkap tindakan buruk tuan dong il"


"Saya tahu tuan seo jin terpaksa menuruti semua perintah ayah mertuanya meskipun hal itu bertentangan dengan kemauan tuan seo jin"


"Tapi karena nona, tuan seo jin berani melawan tuan dong il untuk pertama kali..."


"Supir ohh...berhenti menyebut nama seo jin" ucapku memotong kalimat supir ohh


"Nona...apakah nona membenci tuan seo jin dan tidak mempercayainya lagi?" Tanya supir ohh


"Entahlah...aku sudah tidak mempercayai siapapun lagi"


"Lagi pula sejak awal aku bertemu dengan seo jin, takdirku berubah menjadi buruk"


"Hidupku adalah lelucon bagi mereka yang memiliki kekuasaan. Seberusaha apapun diriku untuk melawan mereka, hanya akan berakibat buruk bagi orang-orang yang mengenal diriku"


"Oleh karena itu, supir ohh berhentilah untuk menemuiku selama aku berada di dalam penjara"


"Dong il berjanji akan segera mengeluarkanku dari sini. Setelah aku keluar, kita bisa berbicara sebebas apapun yang kau mau. Tapi sebagai sung deok mi, bukan kim hye jin lagi" ucapku pada supir ohh


"Apakah anda di desak lagi oleh tuan dong il, nona?" Tanya supir ohh


"Ini bukan urusanmu supir ohh, maaf aku tidak bisa menceritakannya secara detail padamu, ini demi kebaikanmu sendiri"


"Jika kau mengetahuinya lebih jauh lagi, aku khawatir keselamatanmu akan terancam" ucapku


"Tidak nona kim, aku dan yang lainnya berusaha untuk membebaskanmu dengan cara kami sendiri..."


"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, sebaiknya kau segera pergi dari sini supir ohh sebelum ada mata-mata yang melaporkannya ke dong il" ucapku memotong pembicaraan supir ohh sambil berdiri dan pergi meninggalkannya


"Tunggu nona kim! Aku belum selesai bicara padamu. Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu"


"Anda harus mempercayai tuan seo jin, nona..." teriak supir oh


Aku tidak ingin mendengar ucapan supir ohh yang terus mengucapkan nama seo jin di hadapanku


Tetap percaya pada seo jin?


Omong kosong!


Kepercayaanku padanya sudah menghilang sejak dong il menemuiku di dalam penjara untuk pertama kalinya


Jika ia menepati janjinya, sudah seharusnya ia menemuiku dan mencegahku masuk ke dalam penjara. seo jin sudah merencanakan untuk mengabaikanku pada malam hari itu setelah ia melaporkan pada ayah mertuanya bahwa aku diam-diam berkomunikasi dengan hajung


Terbukti dengan ketidakhadiran seo jin di saat penembakan hajung, dong il sudah merencanakan semuanya untuk menjebakku dan menggunakan alibinya menyuruh seo jin  mengurus urusan bisnis sehingga ia tidak datang ke acara rapat pemilihan direktur real estate rose


Aku terlalu bodoh karena mempercayai seo jin sepenuhnya dan kini hal itu menjadi boomerang untukku sendiri


*****

__ADS_1


Setelah aku selesai bekerja di dapur untuk membuat makan siang untuk para tahanan, seorang sipir memanggilku karena ada seorang pria yang ingin menemuiku


"Wah...wah...bahkan saat kau berada di dalam penjara pun, para pelangganmu tetap mencarimu ya. Aku penasaran dengan service yang diberikan olehmu hingga membuat mereka tunduk dan setia padamu" ucap wanita psk gila itu saat mendengar sipir menyebutkan jenis kelamin seseorang yang ingin bertemu denganku


Aku menghiraukan ucapannya dan pergi menemui seseorang yang hendak menemuiku


Hajung menemuiku dan ingin berbicara padaku, ini kesempatanku untuk membujuk hajung berhenti mencari masalah dengan dong il dan berhenti menemui diriku di penjara untuk keselamatan dirinya


"Maafkan aku hye jin karena telat menjengukmu ke sini" ucap hajung padaku karena menjengukku sore hari


"Tidak perlu memaksakan diri untuk bertemu denganku, hajung"


"Ku harap kau tidak perlu menjengukku lagi di keesokan harinya" ucapku datar


"Wae?* (kenapa?) Apakah ada seseorang yang melarangmu untuk menemuiku?" Tebak hajung dengan tepat


"Kau perlu beristirahat agar kau bisa sembuh dengan cepat..."


"Sudah ku katakan padamu bahwa aku baik-baik saja.. kenapa kau selalu berkata seperti itu..."


"Karena nyawamu bisa terancam jika terus menemuiku seperti ini!!" Teriakku pada hajung


"Mwo?* (apa?)" Tanya hajung dengan heran


"Apakah dong il melakukan sesuatu terhadapmu? Kim hye jin katakan padaku apa yang telah ia lakukan padamu?" Tanya hajung menggebu-gebu


"Apakah dengan bercerita padamu kau bisa membantuku??" Tanyaku lagi pada hajung


Hajung hanya terdiam tidak menjawab ketika aku bertanya hal itu pada hajung


"Hajung-ssi ku mohon padamu, berhenti untuk menemuiku dan berhenti mencari masalah dengan dong il demi keselamatan dirimu"


"Akan lebih baik jika kita hidup seperti tidak tahu apa-apa dan membiarkan dong il berbuat sesuka hati..."


"Kau gila hye jin" ucap hajung


"Apakah pikiranmu berubah menjadi gila karena terlalu lama tinggal di dalam penjara?" Tanya hajung


"Bagaimana mungkin kau berubah menjadi hewan peliharaan dong il yang penurut setelah mendekam beberapa minggu didalam sini?"


"Apa nyalimu hilang seketika setelah diancam oleh dong il?" Tanya hajung


"Iya....kau benar, aku tidak memiliki keberanian lagi setelah tahu bahwa yang dikatakan dong il bukanlah ancaman biasa"


"Ia tidak hanya menyakitiku, ia juga menghancurkan kehidupan orang-orang di sekitarku dan memaksaku untuk menyaksikannya bagaimana orang-orang yang dekat denganku tersiksa di hadapan mataku sendiri" ucapku pada hajung


"Kim hye jin kita masih bisa melawan dong il..."


"Bagaimana caranya? Haa...katakan padaku bagaimana caranya??" Tanyaku putus asa pada hajung


Hajung hanya menatapku dengan tatapan berkaca-kaca


"Aku memiliki rencana untuk mengeluarkanmu kim hye jin. Aku yakin rencana ini akan berhasil" ucap hajung


"Haaa...hajung-ssi berhenti membuat rencana untuk melawan dong il, aku tidak ingin kehilangan dirimu dua kali" ucapku memohon


"Apa kau adalah hye jin yang aku kenal?" Tanya hajung padaku


"Kau bukanlah hye jin yang aku kenal. Hye jin yang biasa ku kenal tidak pernah menatapku dengan tatapan putus asa seperti ini" ucap hajung meracau


"Jika kau mencari kim hye jin yang kau kenal dan kau cintai seperti dulu. Kini ia sudah menghilang"


"Tidak akan ada lagi kim hye jin yang kau kenal seperti dulu, karena kim hye jin yang dulu sudah menjual jiwanya kepada iblis penguasa di dunia ini agar bisa menyelamatkan orang-orang di sekitarnya yang ia kasihi" ucapku pada hajung


"Sekarang pulanglah, dan berisitirahat. Berhenti untuk menemuiku" ucapku pada hajung


"Anio...*(tidak)" ucap hajung


"Meskipun kau melarangku untuk menemuimu, aku akan tetap ke sini di hari esok, esoknya, dan esoknya lagi bahkan seterusnya hingga aku mendapatkan cara untuk mengeluarkanmu dari sini"


"Aku akan menunggu kim hye jin yang aku cintai keluar dari lubang yang ia buat karena ketakutan melawan iblis seperti pamanku" ucap hajung


"Haaah...terserah kau hajung, meskipun setiap hari kau datang ke sini untuk menemuiku, aku tidak akan pernah keluar lagi untuk menemuimu" ucapku yang tidak memiliki kekuatan untuk menatap hajung


"Tatap mataku jika kau benar-benar tidak ingin menemuiku atas kemauanmu sendiri bukan karena paksaan dari siapapun" ucap hajung yang mulai mendesakku


"Untuk apa aku harus menatapmu. Aku memang tidak ingin bertemu denganmu dan itu sudah keputusanku" ucapku pada hajung sambil menunduk


"Kau tidak bisa membohongiku hye jin, meskipun kau berusaha membohongiku, aku bisa langsung mengetahuinya dari tatapan sinar matamu" ucap hajung


"Berhenti mengatakan omong kosong padaku hajung!" Ucapku sambil menatap ke hajung dan pada akhirnya aku  tidak bisa menahan air mataku jatuh ke pipiku


kami berdua terdiam beberapa menit hanya saling menatap


"Maafkan aku hye jin karena telah membuatmu menunggu tanpa kepastian yang jelas dan menderita seperti ini" ucap hajung menangis


Hari ini aku dan hajung menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil yang tidak dibelikan mainan baru hingga membuat beberapa petugas sipir memandang aneh kami berdua


Hingga waktu kunjung habis dan petugas sipir menarik tanganku karena aku tidak beranjak dari kursiku


Hajung memanggilku beberapa kali hingga aku menghilang di hadapannya


Hingga keesokan harinya petugas sipir memberitahuku bahwa ada seseorang yang ingin bertemu denganku


Aku dengan yakin menolak untuk bertemu dengan pria itu saat sipir mengatakan padaku ciri-cirinya yaitu pria kemarin yang menangis bersama denganku


Aku sudah bisa menebak bahwa pria yang dimaksud adalah hajung dan aku tidak ingin menemuinya demi keselamatan hajung sendiri


Wanita PSK itu menertawakanku saat mendengar kalimat petugas sipir aku menangis bersama dengan seorang pria


"Ohh ya ampun, haruskah menangis bersama dengan seorang pria? Apa kau lupa dengan umurmu?"


"Kau seperti remaja yang putus hubungan dengan pacar karena hubungan jarak jauh" Sindir wanita itu


Aku menghiraukan wanita itu dan enggan menanggapinya, selama ia tidak menyentuhku dengan tangannya yang kotor, aku tidak akan membuat perhitungan dengannya


Beberapa hari berlalu dan hampir setiap hari aku diberitahu oleh petugas sipir bahwa ada seseorang yang mengunjungiku, namun jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menerima kunjungan tamu dari siapapun


Hingga suatu hari saat aku sedang makan siang bersama di ruang makan bersama para tahanan yang lain, aku melihat berita di televisi yang menampilkan wajahku terpampang di sana


Seolah aku adalah seorang selebriti, mereka membicarakan dan membelaku bahwa aku bukanlah seorang kriminal melainkan seorang pahlawan kota yang rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk menangkap pembunuh berantai yang meneror kota chicago


Di berita itu mengatakan jika seandainya aku tidak berpura-pura menjadi deok mi, mungkin hingga sampai detik ini, pembunuhan berantai itu tidak akan pernah terungkap dan pelakunya tidak tertangkap


Masyarakat kota memuji keberanianku yang tidak gentar melawan penjahat yang menakutkan demi menyelamatkan nyawa orang lain


Mereka beropini sendiri dan menganggap bahwa aku tidak bersalah  dan meragukan bahwa telah melakukan tindak kejahatan dan berencana membunuh orang lain hanya demi harta kekayaan semata


Entah aku harus merasa bahagia atau tidak ketika mendengar opini para masyarakat yang masih mempercayai diriku orang baik yang tidak bersalah dengan kasus ini

__ADS_1


Yang jelas opini mereka tidak bisa menyelamatkanku dari sung dong il, kecuali mereka mengetahui kebusukan dong il yang sesungguhnya sehingga ia bisa dihukum dan aku bisa terbebas darinya


__ADS_2