Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 14


__ADS_3

Kim hye jin pov


Pagi itu aku pergi ke bank dengan membawa koper, dan mengambil uang tunai dan memasukkannya kedalam koper


Petugas keamanan dibank tampak bingung karena membawa uang dalam jumlah banyak dan menawarkan jasa keamanan untuk mendampingiku pergi kesuatu tempat


Aku menolak tawaran itu, aku hanya meminta bantuan petugas keamanan bank untuk mencarikan taksi untukku, ia pun menyanggupinya dan aku pergi ke edelweis company untuk bertemu dengan park seo jin dan mengembalikkan semua uang yang telah dikirimkan kerekeningku


Aku akan mengakhiri permainan yang telah membuatku hampir gila, aku harap ini pertemuanku untuk terakhir kalinya dengan seo jin dan aku tidak ingin berurusan lagi dengan sung deok mi, aku harap seo jin bisa mengurus kelakuan istrinya yang gila itu


Dengan pakaian andalanku yaitu celana jeans, sepatu sneakers, kaos serta jaket hoodie merah, aku pergi ke edelweis company dan telah sampai di tempat


Aku tidak mampir keresepsionist, aku langsung ke lantai 7 dan kekantor seo jin


Kemarin aku melihat kantor seo jin melalui papan petunjuk yang didepan lift


Belok kanan ke kantor sekertaris park


Belok kiri ke kantor CEO edelwies company


Aku memakai hoodie ku agar orang lain tidak menyapaku karena salah paham aku adalah deok mi


Dan sampailah aku dikantor seo jin


Seorang perempuan penjaga pintu kantor seo jin menanyakan keperluanku


Dan ketika melihat wajahku, perempuan itu teriak


"Nyonya sung"


"Aku tidak tau jika nyonya akan mengunjungi kantor tuan"


"Silahkan masuk nyonya sung"


Aku tidak menggubris kalimat wanita penunggu pintu kantor seo jin


Wanita itu mengetuk pintu dan membukakannya untukku, setelah membukakan pintu dan memastikan aku masuk, wanita itu menutup pintunya kembali


Aku melihat pria yang telah meniduriku sedang menelpon seseorang dan telponnya terjatuh ketika melihatku


Aku tidak mengerti kenapa ia terkejut melihatku, ia seperti melihat hantu berdiri didepannya


"Deok..."


"Bukan...."


" hye jin?"


Lelaki itu memanggil namaku, hampir saja dia salah memanggil orang


Lelaki dengan kemeja putih dan lengkap dengan jasnya berwarna gray mendekat kearahku, aku pun juga mendekat kearah laki-laki itu


"Apakah kau kesini untuk menandatangani dokumen tentang kepemilikan apartement B?" Tanya seo jin


Aku hanya diam


"Apakah kau masih tidak bisa berbicara karena traumamu itu?" Ucap seo jin dan tertawa meledek hye jin


"Apakah menurutmu orang yang trauma perlu kau ejek tuan?" Tanyaku sinis


"Uppss...kau sudah bisa berbicara lagi, berarti traumamu sudah sembuh, tidak..dari awal itu hanya sandiwaramu  kau berpura-pura tidak bisa berbicara hanya untuk menarik perhatianku dan aku merasa iba kepadamu" ucap seo jin yang masih menyakiti hati hye jin


Aku mengerutkan dahiku dan mengatur napas untuk bersabar

__ADS_1


"Aku akan menelpon sekertaris han untuk membawa dokumen tentang kepemilikan apartement B, dan kau hanya menandatanganinya dan itu akan menjadi milikmu" ucap seo jin


"Apakah sifat memutuskan seenaknya tanpa bertanya terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan adalah sifat jelek konglomerat?" Tanyaku


"Maksudmu?"


"Tanpa kau berbicara, aku sudah tau dengan maksudmu, buktinya kau sudah membawa koper, itu berarti kau sudah siap pindah dari tempat tinggalmu yang lusuh itu dan memutuskan untuk menjadi wanita penghiburku"


"Bukankah seperti itu nona hye jin?"


Aku tidak kuat lagi menahan amarahku kepada lelaki ini dan reflek aku menampar lelaki itu


'Plak'


Seo jin terdiam ketika aku menamparnya


Aku mengeluarkan uang dari dalam koper ku


"Aku tidak akan menerima uang sepeserpun dari dirimu seo jin, sebagai tanda jasa karena kejadian malam itu"


Ucapku sambil melempar tumpukan dollar ke wajahnya yang terpaku melihat isi koperku yang isinya tumpukan uang


Aku membalikkan koper ku untuk mengeluarkan semua uang yang ada didalamnya


"Aku bukan wanita murahan yang bisa kau beli keperawananku dengan harta yang kau punya"


Aku tidak bisa mengontrol amarahku lagi, aku berbicara semua isi hatiku sambil menangis


"Dari kejadian malam yang merenggut keperawananku, aku tidak pernah mendengar kata maaf dari mulut mu"


"Yang ada kau hanya menganggapku wanita murahan yang telah bekerja sama dengan istrimu"


"Kau harus tau kebenarannya seo jin"


"Aku pikir itu bukanlah hal yang sulit, mengingat ia adalah seseorang yang telah memberi beasiswa kepadaku diuniversitas A, setidaknya aku bisa membalas budi dengan menyampaikan kalimat itu"


"Aku bahkan tidak tau kau siapa pada malam itu, kau hanyalah pria asing yang membawaku kekamar dengan kasar dan...dan..." aku tidak bisa menyelesaikan kalimatku


"Aishhh...hiks hikss...sial tidak seharusnya aku menangis didepan lelaki laknat sepertimu"


Seo jin menatap hye jin yang terlihat hancur sedang meluapkan isi hatinya dan mencoba tegar untuk menceritakan semuanya sambil menangis


"Aku tidak pernah berpura-pura pada siapapun , aku tidak pernah menipu dirimu untuk tidak bisa berbicara padamu pada hari itu"


"Seandainya,, aku bisa berbicara pada hari itu, aku akan mengatakan semuanya"


"Oh ya...satu lagi"


"Jaga baik-baik istrimu dan jangan mengancamku lagi dan memaksa ku untuk menjadi bonekanya lagi"


"Sampaikan juga pada ahjussi 'man in black' jangan pernah berbuat kasar pada wanita lagi, jika ia menyentuhku lagi dan mencekik ku, seperti tadi malam,aku akan melaporkannya pada polisi" Ucapku


Aku membuka pintu meninggalkan seo jin yang mematung dengan ucapanku dan kumpulan uang yang berserakan dilantai kantor seo jin


Aku mengusap air mataku dan mengatur napasku, dengan ini aku harap semua permainan ini berkahir dan tidak ada kesalah pahaman lagi, dan aku bisa menjalani kehidupanku dengan baik


Wanita penjaga pintu kantor seo jin memandangku heran karena mengusap air mataku


Saat aku melihatnya, wanita itu menundukkan kepalanya untuk tidak terus melihat ku yang megusap air mata


Aku turun kebawah menggunakan lift.


Setelah dilobi seorang wanita tua memanggil deok mi namun aku tidak menggubrisnya, aku jalan secepat mungkin

__ADS_1


Disaat aku keluar dari kantor itu, tiba-tiba seorang lelaki tua dengan berpakaian jas biru tua menahanku dengan lengannya


"Deok mi kau.."


"Deok mi apakah ini dirimu?" Tanya nya lagi


Lelaki itu menurunkan hoodieku dan melihat jelas wajahku dan memeluk diriku


"Oh deok mi...ayah merindukanmu nak" ucap lelaki tua itu


"Deok mi!!!...ibu memanggilmu kenapa kau tidak berhenti? Dasar anak nakal"


Ucap wanita tua yang memanggilku saat aku keluar dari lift, aku dipukul oleh wanita tua itu


"Maaf aku pikir kalian salah orang...aku bukan sung...pffttt" ucapku tertahan karena ada seseorang yang membungkam mulutku dengan telapak tangannya yang lebar


Dan itu seo jin, aku meronta sejadi jadinya


"Ahhaha...maafkan aku ayah dan ibu mertua,ada hal yang harus kusampaikan pada deok mi hehe" ucap seo jin dan menyeretku sambil mendekap mulutku


Seo jin meyeretku ke arah lift, sedangkan orang tua deok mi memandangku dan seo jin


Saat pintu lift tertutup seo jin membuka  bekapan tangannya dan reflek aku ingin menampar pipi seo jin namun ditahan oleh tangannya yang besar


Aku pun hendak menendang tulang keringnya namun seo jin menghindarinya dan menghimpit kedua kaki ku dengan kedua kaki nya


Aku tersandar pada dinding lift dan wajah kami dalam keadaan dekat


"Haha..sepertinya aku sudah hafal dengan ritme serangan darimu hye jin" ucap seo jin


"F**k you!!!" Ucapku kasar karena menurut ku ia pantas menerima kalimat kasar dariku


"Don't say like that hye jin"


Aku meronta berusaha melepas dari jeratan seo jin namun hasilnya nihil, ia terlalu kuat untuk kukalahkan


"I wanna tell you something" ucap seo jin membisiki ditelinga kananku


Aku merasa geli ketika seo jin berbicara berbisik dikupingku


"I need you hye jin...untuk saat ini, please" ucapnya lagi


"Ahhh...." tanpa sadar aku mengerang karena bisikan seo jin


Dan ketika pintu lift terbuka dilantai 7, beberapa karyawan memandang kami yang berada diposisi tidak mengenakan


Beberapa karyawan berdehem dan beberapa dari mereka menundukkan kepala mereka karena merasa mengganggu suasana panas bos dan istrinya


Seo jin yang menyadari pintu lift terbuka menarik pergelangan tangan  hye jin dan meningatkan kejadian malam itu


"Lepas seo jin" ucapku


Seo jin memasuki ruangannya dan menutup pintunya dan menyeretku hingga ke meja dan menggendongku keatas meja serta mendudukiku diatas meja


Sedangkan seo jin berada didekatku sangat dekat


Kedua tangannya yang kekar berada di sebelahku dan kakiku berada dikedua pahanya seo jin, sehingga aku tidak bisa turun dari meja


Kini wajahku dan wajahnya dalam posisi sejajar karena aku duduk diatas meja


Wajahku memerah ketika seo jin menatapku


Oh tuhan..tidak bisa kupungkiri, seo jin adalah mahluk ciptaan mu yang indah, aku tidak bisa mengatur detak jantungku, tapi disisi lain ia adalah lelaki yang telah menodaiku...

__ADS_1


__ADS_2