Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 60


__ADS_3

Kim hye jin pov


Seluruh tubuhku menjadi kaku saat hajung menyebut nama asliku malam ini


Sudah ku duga kehidupan tenangku selama satu minggu bukanlah ketenangan yang benar-benar damai


Melainkan sebuah ombak tsunami  yang sedang menungguku untuk menyapu ratakan seluruh tembok yang ku buat selama ini sehingga penyamaranku terbongkar oleh hajung


Bagaimana ini seo jin?


Park seo jin-ssi apa yang harus aku lakukan saat ini untuk menghadapi hajung?


Dengan bodohnya aku hanya mengingat park seo jin didalam pikiranku ketika aku dalam keadaan terdesak seperti ini


"Kau tidak akan jatuh pingsan kan... ketika nama aslimu keluar dari mulutku?" tanya hajung


"Nama kim hye jin adalah nama yang indah menurutku, tapi sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi aku lupa dimana"


"Ckk...ahh...itu tidak penting bagiku, setidaknya aku tahu secara detail latar belakangmu nona kim hye jin"


"Ahh...ayolah katakan sesuatu padaku, setidaknya mana pembelaan dirimu ketika penyamaranmu sudah ku ketahui" ucap hajung meledek


"Ahh...aku memiliki ide yang bagus! Bagaimana jika besok kita berkencan disebuah restoran yang bagus di kota chicago, tanpa sepengetahuan si pengganggu yang selalu berada disampingmu" ucap hajung


"Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan hanya berdua denganmu..ku harap kau mau menerima ajakanku sebelum berita penyamaranmu tersebar luas ditelinga para konglomerat" ucap hajung yang sedang mengancamku saat ini


"Berikan handphonemu agar aku bisa menghubungimu dimana lokasi untuk tempat kencan kita besok" ucap hajung dan mengambil handphoneku dari genggaman tanganku lalu mengetik nomor handphonenya


hajung terlihat cengengesan ketika ia dengan bebas melihat daftar riwayat panggilan pada Handphoneku yang isinya kebanyakan dari raja kukang yang tertulis di nama kontakku adalah 'hubby❤'


"Ohh...so sweet, terlihat kau sangat akrab dengan suami sepupuku" ucap hajung meledek


"Ini...aku sudah selesai memberikan nomer teleponku padamu nona kim dan kau juga sudah menelponku" ucap hajung sambil menggoyang-goyangkan handphone miliknya


Hajung menarik tanganku untuk bermaksud menggenggam handphoneku yang telah ia rebut dariku dan aku melihat kata 'selingkuhanku😈' tertera di layar kaca handphoneku


"Selebihnya aku akan menghubungimu nona kim"


" sekarang kembalilah ke dalam sebelum 'hubby' mencarimu" bisik hajung kepadaku tepat disebelah telingaku


Setelah itu hajung meninggalkanku yang sedang mematung dan kembali ke dalam ballroom menghilang dari pandanganku


Beberapa menit setelah hajung kembali ke dalam ballroom seolah rohku ditiup kembali dan mengisi kekosongan ragaku


Aku menarik nafas dalam-dalam dan kakiku seketika terasa lemas saat mencoba melangkah


Aku terjatuh dan duduk di lantai mencoba untuk menguatkan diriku sebelum masuk kembali ke dalam ballroom, untungnya loby hotel malam ini terlihat sepi karena para tamu undangan sedang asik mengikuti acara pesta ulang tahun tuan phillip


Setelah meyakinkan diriku dan memastikan aku dalam keadaan baik-baik saja, dengan langkah perlahan aku kembali masuk ke dalam ballroom


aku kembali ke ballroom dan melihat seo jin sedang duduk di meja bar yang sudah disiapkan untuk para tamu


Aku menghampiri seo jin dan duduk disebelahnya


Seo jin membantuku duduk disebuah kursi yang agak tinggi


"Apakah ibumu baik-baik saja?" Tanya seo jin


"Nne* (iya)" jawabku singkat


Aku mencoba mencari hajung dan pandangan mataku tertuju pada arah belakang seo jin dan melihat hajung sedang duduk menikmati minuman cocktail sambil mengawasiku, ia menatapku dan tersenyum kepadaku


Jadi selama acara berlangsung, hajung memperhatikanku dan ketika ada kesempatan waktu untukku sendirian ia sudah bersiap untuk mengikutiku


Aku tidak tahu apa yang direncanakam hajung, apakah ia sama seperti deok mi atau tidak


Apakah orang yang ku lihat saat di panti asuhan dan malam ini adalah hajung yang sama?


Kenapa sangat berbeda sifatnya?


Hajung yang aku temui malam ini  begitu brengsek sedangkan di panti asuhan terlihat baik bahkan senyumannya bak malaikat saat bersama anak-anak


Atau mungkin hajung juga sama seperti deok mi? bertemu dengan orang yang memiliki wajah yang mirip namun memiliki sifat dan tingkah laku yang berbeda lalu memerankan kehidupan hajung sehari-hari?


Ahh....tidak mungkin, tapi bisa saja memungkinkan


Ohh...hye jin apa yang sedang kau pikirkan?


Pikiranku sangat kacau malam ini, dugaanku selalu mengatakan hal yang tidak-tidak tapi aku selalu berpikir dugaanku benar dan itu membuatku semakin takut


"....giya"


"Chagiya....chagiya *(sayang)" panggil seo jin dan menyentuh lenganku ketika aku tidak mendengar saat ia memanggilku


"Kau terlihat pucat, apa kau kurang sehat?" Tanya seo jin


"Ahh...mian* (maaf) seo jin, sepertinya aku tidak enak badan malam ini" ucapku sambil menunduk, aku berharap hajung tidak melihat ekspresiku


Tidak!!


Lebih tepatnya aku tidak bisa menjadi deok mi malam ini


Bagaimana jika hajung memberitahu identitasku ke para tamu malam ini?


Apa yang harus ku lakukan?


"Baiklah...aku akan meminta supir ohh untuk menyiapkan mobil" ucap seo jin dan beranjak dari tempat duduknya


"Kau mau kemana park seo jin? Kau bisa menelpon supir ohh untuk menyiapkan mobil" ucapku menghentikan seo jin sambil menyentuh tangannya.


Aku tidak ingin ditinggal sendirian disini,  bisa saja hajung akan menghampiriku lagi


Seo jin menggenggam tanganku dengan erat


"Tanganmu sangat dingin yeobo* (sayang)...tunggu sebentar, aku akan pamit dengan kedua orang tuamu, setelah itu kita pergi dari sini" ucap seo jin sambil menyentuh pipiku


Haah...baiklah


Seo jin meninggalkanku hanya sebentar, tidak akan terjadi apa-apa padaku


Seo jin melepas genggaman tangannya dan pergi meninggalkanku untuk pamit ke orang tua deok mi


Aku menunggunya sambil melihat sekelilingku


Aku memberanikan diri untuk melihat hajung yang sedang duduk diposisi tadi, namun hajung sudah lenyap dan aku tidak melihatnya lagi


Dimana dia?


Apakah ia akan menghampiriku lagi dan menyeretku ke tengah lalu memberitahukan ke semua orang yang hadir pada malam ini tentang identitasku?


Aku menengok ke kanan dan ke kiri melihat sekeliling dimana keberadaan hajung hingga seseorang menepukku dari belakang dan aku sangat terkejut hingga aku hampir kehilangan keseimbangan kursi tinggi yang sedang aku duduki saat ini


Seorang pria dengan sigap menopang punggungku dan menahannya agar aku tidak terjatuh dari kursi


Setelah yakin semua seimbang, ia menarik tanganku yang sedang duduk mematung untuk berdiri


Orang yang sedang aku hindari kini berada tepat didepanku


Sung hajung menatapku dan melihat ekspresiku yang sedang kacau, aku sudah melupakan semua ekspresi angkuh deok mi saat ini karena terlalu kacau dengan pikiranku sendiri


Hajung berbisik di telingaku sambil menggenggam tangan kananku yang sepertinya sudah membeku karena dingin


"Tenanglah...jaga sikapmu" bisik hajung di telinga kananku


"Aku sarankan untuk bersikap normal saat didepan suami sepupuku"


"Kau tidak berencana akan mengatakan hal sebenarnya ke park seo jin bahwa aku telah mengetahui penyamaranmu, kan? aku harap hal ini tetap menjadi rahasia kita berdua, termasuk acara kencan kita besok"


"Jangan berbuat hal yang aneh, mulai saat ini aku akan mengawasimu" ucap hajung dan mulai melepas genggaman tangannya


Hajung menatapku hingga ia pergi meninggalkanku sambil mengancingkan jas yang ia kenakan


Namun, baru dua langkah hajung berjalan, seo jin sudah kembali dan melihat hajung


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya seo jin kepadaku dan hajung


"Kenapa kau sangat penasaran? Apakah menyapa sepupu sendiri harus meminta ijin darimu?" Ucap hajung


"Karena menyapa dengan ramah ke sepupumu bukanlah ciri khasmu sung hajung" ucap seo jin


"Cih...apakah aku harus melabrak sepupuku agar sesuai dengan ciri khasku?" Ucap hajung sambil menatap sinis ke seo jin  begitu pula sebaliknya, seo jin menatap hajung dengan ekspresi dingin


"Kalian berdua hentikan! Apakah kalian akan adu jotos lagi seperti saat kalian di buffalo?" Tanyaku menyindir


"Apa kau sudah selesai seo jin? Jika sudah ayo kita pulang" ucapku dan merangkul lengan seo jin meninggalkan hajung


Untungnya seo jin tidak melawan dan lebih menurutiku


Beberapa langkah berjalan, aku menengok ke arah belakang sebentar dan melihat hajung masih menatapku dan juga seo jin sekilas aku melihat hajung tersenyum sinis ke arahku


Saat keluar dari ballroom, aku melepas tanganku yang melingkar di lengan seo jin, lalu melipat kedua tanganku didada agar tanganku terasa hangat


Seo jin membuka jas hitam miliknya dan memakaikannya di bahuku, aku menengok ke arah seo jin dan ia menatapku sebentar lalu memeluk bahuku dengan tangan kanannya


Aku dan seo jin keluar dari lobby hotel dan melihat mobil seo jin telah sampai didepan halaman hotel


Seo jin membukakan pintu mobil untukku dan melindungi kepalaku dengan tangannya agar kepalaku tidak terbentur dengan atap pintu mobil


Sedangkan supir ohh membukakan pintu mobil untuk park seo jin


Selama perjalanan menuju ke rumah, aku hanya terdiam sambil melihat keluar mobil menatap pemandangan pada malam hari kota chicago


Setelah lelah melihat pemandangan di luar mobil, aku menyandarkan kepalaku di pintu mobil dan memejamkan mataku sambil menghela nafas


Tak sengaja supir oh berhenti mendadak karena ada mobil yang keluar mendadak dari tikungan, membuat keningku terbentur di pintu mobil dan membuatku terbangun


"Hati-hati supir oh" ucapku


"Maafkan aku nona kim" balas supir ohh


"Bersandarlah dibahuku hye jin" ucap seo jin sambil menawarkan bahunya yang lebar untuk dijadikan sandaran kepalaku


Kali ini aku lebih memilih untuk menuruti ucapan seo jin dan bersandar dibahu seo jin


Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan mandi lalu mengganti bajuku dengan piyama


Aku tidak mengetahui keberadaan seo jin saat itu karena pikiranku malam ini tidak bisa difokuskan dan penuh dengan kebimbangan, antara memberitahu seo jin atau tetap menuruti perintah hajung


Saat aku ingin berbaring di atas tempat tidur, seo jin membuka pintu kamar dan membawa mangkuk yang berada diatas baki dan menyerahkannya padaku


"Makanlah ini sebelum tidur hye jin" ucapnya


"Ige mwoya?* (ini apa?)" Tanyaku


"Bukalah" balasnya


"Bubur?" Ucapku setelah membuka penutup mangkuk


"Makanlah sebelum tidur, aku melihatmu belum menyentuh makanan apapun dipesta tadi" ucap seo jin


"Bukankah bibi min sudah pulang sebelum kita berangkat ke pesta?" Tanyaku


"Kau pikir aku tidak bisa memasak?" Ucap seo jin


Ia belum mengganti pakaiannya dan lebih memilih memasakan bubur untukku


"Gomawo* (terima kasih) seo jin-ssi" ucapku


"Kembalilah ceria, aku tidak tahu apa yang mengganggu pikiranmu kau berubah saat menerima panggilan telepon dari ibumu" ucap seo jin yang menyadari perubahan dari perubahanku


"Hoahhmmmm....aku merasa ngantuk, aku akan mandi setelah itu tidur" ucap seo jin dan akan beranjak dari posisi duduknya

__ADS_1


Aku menahan seo jin untuk pergi dari atas tempat tidur


"Seo jin-ssi" panggilku


"Mm..wae* (kenapa)?" Tanya lagi


"Jika..."


"Jika suatu hari penyamaranku terbongkar oleh orang lain selain kau dan ayah mertuamu, apakah aku akan masuk penjara?" Tanyaku


Seo jin menatapku ketika aku bertanya hal seperti ini


"Jika aku masuk penjara, apakah kepolisian chicago akan mengembalikanku ke korea dan aku akan kehilangan masa depanku?" Tanyaku lagi pada seo jin


"Kim hye jin, aku membawamu kesini untuk meminta tolong padamu berpura-pura menjadi istriku sampai pemilihan direktur real estate rose diumumkan" ucap seo jin


"Itu artinya kau berada didalam perlindunganku sepenuhnya, aku tidak akan membiarkanmu masuk ke dalam penjara dan tidak akan ku biarkan kau kehilangan masa depanmu" ucap seo jin


"Kau tidak perlu mencemaskan tentang masa depanmu hye jin, kau akan baik-baik saja"


"Aku hanya memintamu untuk terus berada disampingku agar aku bisa melindungimu dengan baik" ucap seo jin


"Sekarang makanlah dan habiskan bubur ini, jangan terlalu memikirkan hal yang membuatmu takut hye jin, cepatlah membaik" ucap seo jin dan mengusap kepalaku dengan lembut


Aku membiarkan seo jin melanjutkan aktivitasnya dan mulai memakan bubur hangat buatan seo jin


****


Keesokan paginya saat aku bangun, seo jin sudah tidak ada disampingku dan saat aku melihat jam, waktu menunjukkan pukul 10 pagi


Haah....


Aku kesiangan, semalaman aku mencoba memejamkan mataku tapi aku tidak bisa tertidur pulas dan terjaga hingga subuh


Aku rasa seo jin tidak menyadari bahwa aku terjaga sepanjang malam karena kejadian di pesta tuan phillip


Seo jin tidak membangunkanku dan memilih untuk pergi ke kantor


Aku membaca sebuah note yang seo jin tulis di cermin wastafel yang berada di kamar mandi


'Hari ini kelihatannya cerah, pergi dan bersenang-senanglah...beli apapun yang kau mau, ajak emma juga untuk selalu bersamamu, kau masih memegang kartu saktiku 😉'


Jadi kau menyombongkan kartu sakti milikmu park seo jin?


Aku tersenyum melihat pesan yang ditulis seo jin lalu menyimpannya didalam dompetku, sekilas aku melihat kartu kredit berwarna hitam milik seo jin


Tak lama handphoneku berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk


Dari kontak 'selingkuhanku😈'


'Datanglah ke fairmont restaurant pukul 12 siang, tepat jam makan siang'


Aku menghembuskan nafasku saat membaca pesan masuk dari hajung


Arrghhh....


Jika seperti ini aku bisa gila


Apakah aku harus menghindarinya?


Ani* (tidak) aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan ketika aku mengabaikan dirinya


Lalu..apakah aku harus menemuinya?


Jika aku menemuinya aku juga tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku


Ok berpikir lagi


Jika aku tidak menemuinya mungkin akan datang mobil polisi ke rumah seo jin dan aku akan ditangkap tanpa diberi kesempatan membela diri


Jika aku datang menemui hajung, mungkin aku bisa bernegosiasi dengannya


Ahh...michinom* (orang gila)


Apa yang akan kau negosiasikan kepada hajung, sudah jelas ia adalah rival dari nyonya deok mi yang ia inginkan hanya singgasana untuk menjadi direktur utama dan presiden real estate rose


Setelah ia tahu aku adalah sung deok mi palsu dengan mudahnya ia akan mengancamku dan memintaku untuk mengumpulkan para pemegang saham yang mendukung deok mi agar beralih ke dirinya dan memilih dia


Jika hal itu sampai terjadi, dengan terpaksa aku akan mengatakan ke seo jin yang sebenarnya bahwa hajung telah mengetahui identitas diriku


Baiklah


Tabahkan dan kuatkan mental hatimu hye jin, aku akan pergi menemui hajung untuk mengetahui niat hajung yang sebenarnya


****


Aku telah sampai didepan restaurant fairmont sesuai dengan permintaan hajung pada pertemuan rahasia ini


Aku sengaja datang telat agar tidak terlalu mencolok didepan para pelayan di rumah seo jin dan sudah makan siang di rumah karena bibi min sudah menyiapkannya untukku


Aku melihat sekeliling restoran dan tidak ada satupun pengunjung yang datang ke restoran ini


Apakah semua orang kembali bekerja ke kantornya? Kenapa sangat sepi sekali disini? Apakah restaurant ini tutup?


Hingga seorang pelayan menghampiriku dan menanyakan namaku


"Apakah anda nona kim?" Tanya seorang pelayan wanita padaku


"N-ne *(ya)" ucapku


"Silahkan ikuti saya" ucap pelayan wanita itu


Aku mengikuti pelayan wanita itu dan menaiki lantai dua menggunakan tangga, ia mengantarku ke meja hajung yang sedang menatapku dengan tajam


Setelah mengantarku pelayan wanita itu pergi dan meninggalkanku hanya berdua dengan hajung


"Aku tidak menyangka kau adalah orang yang tidak menghargai waktu nona kim" ucap hajung dengan tatapan sinis sesaat aku duduk di kursi tepat berhadapan dengan hajung


"Apa kau tidak memikirkan perasaanku bagaimana bosannya aku hanya untuk menunggumu? baru saja aku memutuskan jika sampai pukul dua siang kau tidak datang, aku akan meninggalkan restoran ini" ucap hajung


"Berhentilah berbicara hal yang tidak perlu, langsung katakan apa maumu" ucapku ketus


"Mwo?!* (apa?)"


"Mworagu* (apa katamu)?" Tanya hajung lagi


"Bahkan kau tidak meminta maaf padaku dan menyuruhku berhenti mengatakan keluhan padamu..."


"Mian...mianhae* (maafkan aku) karena aku datang telat karena aku harus memutuskan untuk menemuimu atau tidak" ucapku


"Apa kau sudah puas mendengar permintaan maaf dariku?" Tanyaku


Hajung terdiam


"Sekarang apa? katakan maumu" ucapku lagi


Hajung menepuk tangannya dua kali pertanda ia memanggil pelayan untuk menyajikan makanan


"Karena kau datang telat, dan aku sudah menunggumu selama 1 jam 15 menit, jadi aku langsung memesan makanan terbaik yang ada di restoran ini, jika kau ingin memilih menu yang la..." ucap hajung


"Berhentilah hajung dan katakan apa maumu!" Ucapku yang sudah tidak sabar lagi ingin mendengar niat hajung memanggilku


"Ohh...kim hye jin, kau adalah wanita pertama yang menguji kesabaranku" ucap hajung padaku


"Ku beritahu satu hal padamu, aku berencana untuk makan siang denganmu hari ini"


"Aku menyewa restoran hari ini dan meminta pihak restoran untuk menolak pelanggan lain selain kau dan aku" ucapnya


"Kau tahu nona kim, aku sangat tidak terbiasa makan dengan suara-suara bising manusia yang berada disekitarku, karena itu sangat menggangguku"


"Aku menyewa restoran ini hanya dua jam dan aku telah melewatkan waktu sia-sia 1 jam lewat 15 menit hanya untuk menunggu dirimu"


"Kemudian kau datang, lalu memakiku dan menanyakanku dengan pertanyaan yang sama 'apa niatku'?"


"Sekarang..bisakah aku bertanya padamu nona kim, siapakah orang yang paling aneh diantara kita berdua jika dilihat dari kronologis kejadian ini...aku? Atau dirimu?" Tanya hajung yang membuatku kehabisan kata-kata lagi


Hajung menatapku dengan dalam dan ku pikir...saat hajung sedang duduk diam saja seperti ini,  ia terlihat seperti pria antagonis ditambah dengan cara bicaranya yang ketus semakin menambah kesan bahwa ia pria jahat


Hajung berhenti menatapku ketika makanan sudah tiba dan seorang pelayan menyajikannya untukku seketika aku mengatakan


"Maaf.. aku tidak usah, hanya dia saja yang makan.."


"Letakkan diatas meja dia" ucap hajung ketus


"Maafkan saya nona, saya harus meletakannya" ucap seorang pelayan wanita itu


Aku membiarkan pelayan wanita itu meletakkan makanan diatas mejaku


Setelah para pelayan pergi meninggalkanku dan hajung, hajung segera menyantap makanannya


Aku tidak menyentuh alat makan yang ada didepanku karena aku sudah tidak merasa lapar


Hajung sadar dan perhatiannya mulai ke arahku


"Apa kau memiliki teknik memakan makanan tanpa menyentuh alat makan nona kim?" Ledek hajung


"Aku sudah katakan padamu, tujuanku kesini untuk bertemu denganmu karena alasan lain dan aku tidak berniat untuk makan di restoran ini" ucapku


Hajung terdiam dan fokus memotong-motong steak daging yang ada di piringnya, setelah itu ia menukarnya dengan piringku yang belum ku sentuh sama sekali


"Sekarang makanlah..." ucap hajung


"Kau sudah melihatku memakan steak daging yang ada diatas mejamu dan tidak terjadi apa-apa padaku"


"Sekarang kau bisa percaya, makanan itu tidak ada racun yang akan membunuhmu  jadi makanlah dengan tenang" ucap hajung


Apa dia bilang? racun?


Wahh...dia pikir aku tidak ingin memakannya karena ia akan meracuniku?


Sangat epik sekali pikirannya


"Hajung-ssi...aku sudah makan siang di rumah seo jin" ucapku


"Kenapa kau lakukan hal ini padaku? Setelah kau tahu aku bukanlah sepupumu dan ikut berbohong tentang kronologismu pada polisi?"


"Apa alasanmu melindungiku? Bisakah aku bertanya padamu apa alasanmu?" Tanyaku


"Nona kim...jika kau sudah makan siang dan terlambat untuk menemuiku, setidaknya berpura-puralah untuk ikut makan siang bersamaku dan berpura-pura menikmatinya"


"Bukankah berpura-pura adalah salah satu kelebihanmu, nona kim?"


" dan untuk menjawab pertanyaan kenapa aku ikut denganmu berbohong pada polisi karena kau sudah mengambil resiko besar untuk membohongi polisi demi menyelamatkan nyawaku"


"Setidaknya aku harus melindungi dewi penyelamatku kan?"


"Kau sudah mengajukan beberapa pertanyaan padaku, sekarang giliranku yang akan bertanya padamu"


"Berapa bayaran yang seo jin berikan padamu ketika kau menyamar menjadi sepupuku?" Tanya hajung


Aku terdiam saat hajung menanyakan hal itu padaku, hal itu tidak dituliskan dalam surat kontrak antara aku dan seo jin


Meskipun beberapa kali seo jin mengatakan padaku untuk memberikanku apartment B menjadi milikku


Tapi..


Itu diucapkan seo jin saat ia masih salah paham denganku dan berniat menjadikanku wanita simpanannya


Bukan uang yang sangat banyak atau bangunan apartement yang ku inginkan, melainkan hanyalah sebuah kehidupan yang tenang kembali seperti semula


"Nona kim?" Panggil hajung

__ADS_1


"Apakah seo jin membayarmu dengan harga bayaran yang sangat tinggi? Berapa jumlah nominal uang yang disebut oleh seo jin?" Tanyanya


"Anio* (tidak) seo jin tidak menyebutkan jumlah nominal uang padaku" ucapku


"Mwo?* (apa?)" Tanya hajung heran


"Seo jin hanya menjanjikan padaku agar aku bisa kembali menjalani kehidupanku yang tenang seperti dulu lagi" ucapku pada hajung


Hajung terdiam lama saat ia mendengar kalimat itu keluar dari mulutku  ia mengerutkan dahinya pertanda ia tidak percaya dengan ucapanku


"Ahahahaha....." tawa hajung


"Apa kau sedang bercanda nona kim? Atau kau tidak ingin menyebutkan imbalanmu yang sebenarnya kepadaku?"


"Yya*(hei) jawaban konyol apa yang kau ucap tadi?" Tanya hajung sambil membanting alat makannya ke atas meja


"Apa kau mencoba membohongiku?" Tanyanya lagi


"Apa kau bodoh?"


"Atau kau pikir aku yang bodoh karena akan percaya dengan ucapan yang baru saja kau katakan padaku?" Ucapnya lagi


"Katakan padaku yang sebenarnya kim hye jin!" Teriak hajung


"Apakah seo jin mengatakan padamu jika kau membantunya, bukan hanya kau saja yang mendapat uang tetapi keluargamu juga akan mendapat kemakmuran?"


"Kumohon katakan yang sebenarnya padaku hye jin, bahkan aku mampu membayarmu dan membuat keluargamu hidup dalam kemakmuran hingga mengalir ke anak dan cucumu"


"Hajung-ssi ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi marah? Aku mengatakan hal yang sebenarnya padamu" ucapku


"Karena ucapanmu sangat tidak masuk akal kim hye jin" ucapnya


"Atau..."


"Imbalanmu yang sebenarnya adalah mengambil alih seluruh hidup sung deok mi dan membuang keluargamu hanya demi menikmati harta yang tidak akan ada habisnya selama sisa umurmu kim hye jin" ucapnya


"Lalu kau dan sung dong il akan membunuh deok mi asli yang saat ini sedang terbaring koma dan memalsukan kematianmu sehingga kau mendapat identitas baru sebagai sung deok mi seutuhnya tanpa rasa khawatir?" ucap hajung yang sangat gila


Aku memukul meja dengan keras dan berdiri karena tidak tahan mendengar tuduhan hajung


"Yya!!*(hei) hentikan ucapanmu hajung! Aku bukanlah monster yang kau sebutkan seperti tadi"


"Mendengarnya saja sudah membuatku merinding apalagi harus melakukannya" ucapku


"Jika tidak ada hal lain yang ingin kau bicarakan, biarkan aku pergi dari sini, Kau juga memiliki niat untuk menggunakanku sebagai senjatamu kan agar kau bisa menjabat sebagai direktur utama real estate rose"


dan jika kau ingin mengancamku akan melaporkanku ke polisi, maka lakukanlah"


"Aku pikir tidak akan ada bedanya hidup didalam penjara dan juga hidup untuk memenuhi keinginan tamak kalian hanya demi mencapai ambisi perusahaan"


"Terima kasih atas undangan makan siangmu tuan sung hajung" ucapku dan pergi meninggalkannya sendiri yang sedang duduk terdiam


Ya tuhan


Apa yang ia bicarakan huh?


Kenapa ia memiliki kalimat yang menakutkan seperti tadi?


Haaah...


Cepat atau lambat penyamaranku akan terbongkar, aku sudah tahu itu dan bisa menebaknya


Aku akan bicara dengan seo jin malam ini dan akan mencari jalan keluar meskipun tidak semudah saat mencari jalan keluar masalah ayah dan ibu seo jin serta kasus perselingkuhan nyonya deok mi


Aku berbicara didalam hati saat aku menuruni anak tangga


Namun aku tak mengira bahwa hajung mengejarku dan mendesak tubuhku ke dinding


Hajung mencengkram kedua pipiku menggunakan tangannya sambil merapatkan tubuhku ke dinding di atas anak tangga


"Aku tidak mengizinkanmu untuk pergi meninggalkanku nona kim" ucap hajung


"A..apa yang kau lakukan hajung, lepas" pintaku


"Kau harus ikut denganku" ucap hajung dan menarikku dengan kasar


Hajung menggenggam pergelangan tanganku dengan erat lalu keluar dari restaurant dan membawaku ke mobilnya


"Lepaskan aku sung hajung! Apa yang kau lakukan huh!!" Teriakku


Ahh...sial


Tidak ada pengunjung restoran lain selain aku dan hajung saat ini, para pelayan tadi hanya 2 orang wanita dan tidak ada yang bisa kupintai tolong


Saat keluar restoran, aku tidak melihat seseorang berjalan lalu-lalang dijalanan ini


Aishh....jinjja* (benar-benar) kemana orang-orang saat ini? Kenapa sepi sekali jalanan ini


Hajung melemparku kedalam mobilnya lalu ia masuk ke kemudi stirnya


Aku tidak tahu ia akan membawaku pergi kemana


"Hajung-ssi kita akan pergi kemana?" Tanyaku


Hajung hanya diam dan mengabaikan ucapanku


"Yyaa!!* (hei) kau punya mulut! Jawab pertanyaanku" teriakku keras didalam mobil


"Cih...aku penasaran bagaimana seo jin bisa mengahadapi gadis cerewet sepertimu" ledek hajung


"Aku sedang tidak bercanda sung hajung"


"Beginikah caramu membalas perbuatan baikku yang telah menyelamatkan nyawamu?" Ucapku yang terpaksa mengungkit kebaikanku meskipun aku tidak menyukainya


"Wahh...sekarang kau mencoba mengungkit kebaikanmu nona kim? apa kau tidak belajar dari film super hero yang tidak pernah mengungkit kebaikannya saat menyelamatkan ribuan nyawa manusia?" Tanya hajung yang meledekku lagi


"Yya...neo-sekiya!!* (hei kau brengsek!) Berhentilah berbicara tidak masuk akal seperti itu! Hentikan mobilmu sekarang juga" ucapku kasar pada hajung


"M-mwo?!* (apa?) Kau menyebutku apa tadi?" Tanya hajung dan langsung membanting kemudi setirnya ke kiri dan membuat tubuhku hampir terpental kedepan dan untungnya aku memakai sabuk pengaman hingga kepalaku tidak terbentur dashboard


Saat hajung berhenti, aku berusaha membuka mobilnya dan ternyata ia mengunci pintu mobilnya mencegah agar aku keluar


"Berani-beraninya kau menyebutku..."


"Neo nappeun sekiya! wae?* (kau laki-laki brengsek! kenapa?)" Ucapku lagi


"Kau..." ucap hajung dan hendak mencengkram kedua pipiku lagi


Namun dengan cepat aku menangkis tangannya dan menjambak rambutnya dengan kuat


"Aaargghh...." teriak hajung


"Apa yang kau lakukan pada rambutku! Lepaskan!" Teriaknya


"Lepaskan gadis bar-bar!" Teriak hajung dan mencoba meraih wajahku dengan tangannya


Namun aku menjauhkan tangannya dengan cara menarik rambutnya lebih kebawah hingga hajung kesulitan meraih wajahku dengan tangannya


Hajung berhasil menyentuh pipiku namun tidak sampai untuk mencengkram pipiku, ia hanya mencakar wajahku menggunakan kukunya


Aku merasakan perih ketika hajung melukai pipi kiriku dengan kuku tangan kanannya


Aku meraih tangan kanan hajung dan menggigitnya dengan kuat


"Aaarrghhhh!!! Apppa!!* (sakit)" ucapnya


"Yaaa...yaa* (hei hei) hentikan...hentikan!!" Teriak hajung


"Jika kau terlalu kuat menarik rambutku, aku bisa botak hye jin!"


"Minyirihlih!!" *(menyerahlah)" ucapku sambil menggigit tangan hajung


"Araseo..araseo* (ngerti...ngerti) aku menyerah nona kim, maafkan aku aaarghhh!!!" Ucap hajung dan setelah mendengar hal itu aku melepasnya


"Haaah...haah..." nafas hajung tersengal-sengal dan kami saling bertatapan


Aku menatap hajung layaknya predator


Yang akan siap menerkamnya, sedangkan hajung seperti mangsa yang kelelahan karena melawan predatornya


"Sekarang buka pintu mobilnya" perintahku


"Ania*(tidak) nona kim kau harus ikut denganku haah..hahh" ucap hajung


"Katakan padaku kemana kau akan pergi! Jangan seperti seseorang yang akan menculikku" teriakku pada hajung


"Ke apartmentku!" Ucapnya


"Untuk apa?" Tanyaku


"Aku akan menunjukkan sesuatu padamu" ucap hajung


"Menunjukkan apa? Bicara yang jelas!" Ucapku


"Wae* (kenapa) kau berbicara selalu teriak? Apakah ini sifat sehari-harimu saat kau menjadi kim hye jin?" Tanyanya yang mulai menyindirku


Aku melirik ke arah hajung dengan tatapan sinis dan bersiap akan menyerangnya lagi


"Araseo*(aku mengerti) aku akan menjawabnya dengan benar, aku akan menunjukkanmu bahwa kehidupan orang kaya tidak seenak seperti yang kau lihat"


"Apa kau masih berpikir aku memiliki pikiran untuk merebut kehidupan deok mi?" Tanyaku


"saat aku mengalami kejadian barusan yang kau lakukan padaku aku merasa curiga padamu bahwa kau akan merebut kehidupan deok mi" ucap hajung


Aishh....jinjja* (benar-benar) hal ini tidak bisa aku buktikan hanya dengan ucapan saja dan aku penasaran apa yang ingin diperlihatkan hajung padaku


"Araseo* (aku mengerti) ayo kita ke apartmentmu dan melihat apa yang ingin kau tunjukkan padaku" ucapku


"Jika kau berani macam-macam lagi, aku akan menghajarmu lebih dari ini, jangan menganggapku remeh hanya karena aku seorang perempuan" ucapku pada hajung


"Aku penasaran bagaimana seo jin bisa tinggal bersama dengan gadis kasar seperti ini" gumam hajung


"Aku bisa mendengarmu hajung" ucapku


Hajung terdiam dan melanjutkan kembali menyetir mobilnya untuk menuju ke apartementnya


______________________________________


hi...everything


hampir tiap hari nih ketemu hyung hehehehe.....


🙎‍♂️🙎‍♀️ : hehe iya donk thor..sering-seringlah update kayak gini kan seneng kita tuh


😸: hyung juga maunya gitu ehhe...tapi apalah daya hyung ga bisa pake jurus kagebunshin no jutsu jadinya gini ceunah


hari ini last day hyung cuti dari dunia per-upik abu-an besok hyung nguli lagi


😸 : tapi hyung usahain kok bakal update tp seminggu sekali mudah-mudahan ✌ piss, lop and gaul readers


seperti biasa gimana nih komentar kalian tentang episod 60 nya? makin greget gak?


tulis ya dikolom komentar hehe


jangan lupa klik love dan jadikan favorite kalian


semoga kalian sehat selalu dan diberikan rezeki yang berlimpah oleh tuhan yang maha esa


amin


sampai jumpa di episode selanjutnya bye 👋👋

__ADS_1


__ADS_2