
dengan berjalan sedikit agak pincang karena luka sayatan yang ada di pergelangan kakiku, aku tidak dapat berjalan dengan seimbang seperti biasanya
Aku menanyakan ke perawat yang sedang berjaga di nurse station untuk menanyakan pasien hamil yang bernama naomi
Awalnya salah satu perawat terkejut melihatku karena berjalan tidak terpasang infus
Setelah aku menjelaskan bahwa aku baik-baik saja dan tidak ada keluhan, dengan ramahnya perawat itu memberitahuku bahwa naomi sudah berada di ruang perawatan bersalin dengan bayinya
Haah...syukurlah ibu dan bayinya dalam keadaan sehat
Aku segera pergi ke ruang perawatam bersalin untuk melihat keadaan naomi dengan mata kepalaku sendiri
Sesampainya di kamar perawatan bersalin tempat naomi di rawat, aku segera bergegas menghampiri wanita itu yang sedang menyusi bayinya
Naomi sedikit terkejut ketika melihatku berjalan untuk menghampirinya, ia hampir saja berniat untuk bangun dari posisi tidurnya yang sedang menyusui bayinya, namun aku melarangnya dan tetap untuk berada dalam posisi itu
Aku menarik bangku agar bisa mendekat ke tempat tidur naomi
"Nona kim kau tidak apa-apa?" Tanya naomi
Aku tersenyum sambil mengangguk
Seketika naomi menangis dan segera menahan isak tangisnya agar tidak mengganggu bayinya yang sedang tertidur
"Bayimu terlihat cantik, seperti dirimu" ucapku
"Syukurlah kau dan bayimu dalam keadaan baik-baik saja" ucapku sambil mengelus pelan pelipis bayinya naomi
"Maafkan aku nona kim" ucap naomi
"Tidak harusnya aku menerima pekerjaan kotor dari wanita kaya raya itu" ucap naomi yang sepertinya mulai ingin berkata jujur
"Karena ketamakanku pada uang, aku telah membuat seseorang hampir kehilangam nyawa" ucap naomi, aku hanya terdiam sambil mendengarkannya
"Memang benar aku bertemu dengan tuan hajung tepat satu tahun yang lalu"
"Dan ia telah menyelamatkanku dari pria yang telah menganiayaku"
"Namun...aku tidak bisa melaporkan pria yang telah menganiayaku ke kantor polisi"
"Karena aku masih memiliki rasa cinta dan berharap ia bisa merubah sifatnya"
"Hingga suatu ketika pria yang ku cintai tersebut mendekam di dalam penjara karena tuan hajung yang melapor telah terjadi tindakan penganiayaan terhadapku"
"Hingga tanpa ku sadari saat tidak lama kekasihku berada di dalam penjara, aku dinyatakan hamil oleh dokter"
" dan kau tahu, aku berada di dua pilihan terberat dalam hidupku, meskipun aku bisa bertahan dipukuli olehnya, tapi aku tidak bisa mebiarkan buah hatiku diperlakukan sama oleh ayahnya nanti"
"Berkali-kali aku berpikir untuk menggugurkan bayi ini namun saat hari H aku berada di rumah sakit untuk tindakan aborsi..."
"Untuk pertama kalinya aku merasakan mahluk hidup yang mungil dan tidak berdaya, berada di tubuhku"
"Ia menendang perutku untuk pertama kalinya, seolah menghentikkanku untuk tidak melakukan tindakan aborsi"
"Ia seperti memintaku dan memohon padaku untuk memberikannya sebuah kehidupan"
"Dan di saat itu, hati kecilku tidak tega untuk menyingkirkan mahluk kecil yang tidak berdosa itu untuk pergi dari tubuhku"
"Aku mengizinkannya untuk hidup di dalam tubuhku hingga ia lahir menjadi teman hidupku"
"Namun ada saatnya dimana aku menyesali keputusanku untuk mempertahankan dirinya tumbuh didalam rahimku"
"Aku payah dalam faktor ekonomi, karena hamil aku menjadi lemah dan tidak bisa bekerja pada malam hari seperti biasanya"
"Aku tidak bisa bekerja di 3-4 tempat yang berbeda"
"Menyelesaikan satu pekerjaan saja sudah membuatku sulit"
"Hingga nyonya besar itu menghampiriku dan memberikanku kesempatan untuk keluar dari jeratan masalah perekonomianku"
"Tuan muda hajung, dari dulu sudah terkenal dengan sifatnya yang sering bergonta-ganti pasangan"
"Namun selama hal itu terjadi, tidak pernah ada tindakan dari keluarganya untuk menghentikkan rumor buruk tentang tuan muda tersebut"
"Hingga suatu hari rumor buruk tentang tuan muda hajung berhenti dan berganti menjadi pria yang setia hanya pada satu wanita"
"Tapi yang ku dengar wanita itu menolak perasaan hajung dan memutuskan untuk pergi meninggalkan dirinya"
"Hampir setiap hari tuan hajung mengunjungi club malam tempat aku bekerja, namun ia tidak meminta wanita malam untuk menemani dirinya"
"Ia lebih memilih untuk menjadi pecandu alkohol dan menyendiri di ruangan vip yang ia pesan"
"Maafkan aku karena telah membuatmu hampir kehilangan nyawa, seolah takdir karma sedang menghukumku secara instan"
"Entah bagaimana caranya ia bisa lolos dari dalam penjara, aku tekejut ketika ia muncul tiba-tiba di dalam apartementku setelah tidak lama aku menerima misi untuk menjauhkanmu dari tuan hajung, nona kim"
"Harusnya aku tidak menerima tawaran itu dari nyonya besar keluarga tuan muda hajung"
"Dengan begitu aku tidak terikat dengannya dan bisa melarikan diri ke tempatku berasal yaitu jepang dan membawa anakku"
"Jika...bukan karena pria itu, mungkin kau dan anakku kemungkinan tidak akan selamat"
"Dan aku akan merasa bersalah seumur hidupku hikss...hiks" ucap naomi sambil menangis
"Berhenti menangis naomi setidaknya kau bicara jujur padaku" ucapku
"Apakah nyonya besar yang kau maksud adalah ibunya hajung?" Tanyaku memastikan
Naomi menjawabnya dengan cara mengangguk
"Aku tidak tahu kenapa ia sangat membencimu nona kim hingga ia melakukan berbagai cara untuk menjauhkan dirimu dari anaknya" ucap naomi
"Sebelum diriku, ada beberapa wanita lain yang mengaku telah menerima tawaran untuk menghancurkan hubunganmu dengan tuan muda hajung"
"Tapi yang ku dengar sepertinya mereka gagal untuk melakukannya"
"Apa mungkin kau sudah mempercayai tuan muda hajung sepenuh hati, nona kim?" Tanya naomi penasaran
"Sejak awal kedatangan para mantan hajung secara tiba-tiba, aku tidak terlalu ambil pusing, naomi"
"Namun setelah kemunculan dirimu, aku mulai merasa untuk segera bertindak, karena akan mencemarkan nama baik hajung yang sudah dibangun selama ini"
__ADS_1
"Aku mengatakan hal seperti ini karena tahu bagaimana perjuangan hajung hingga mencapai di posisi ini"
"Aku tidak ingin karena rumor hajung menghamili wanita lain dan tidak bertanggung jawab terhadap anaknya beredar luas di luar sana"
"Maafkan aku jika lancang nona kim, bukankah tuan hajung sudah sering mendapat rumor buruk mengenai dirinya dan ku rasa ia bisa mengatasinya dengan baik"
"Dengan kekuasaan dan kekayaan yang ia punya, tuan hajung bisa membungkam media dengan mudah"ucap naomi
"Aku tidak tahu kau mendengar dari mana dan mengenal dari mana jika ada seorang konglomerat melakukan hal itu dengan seenaknya"
"Hajung yang ku kenal bukanlah orang yang mudah menyuap pihak lain dengan uang"
"Jika kau merasa hajung memiliki kehidupan yang lebih baik darimu, kau salah, naomi"
"Mungkin kau hanya bermasalah karena keuanganmu saja yang sedikit serta memikirkan bagaimana nasib anakmu setelah lahir nanti"
"Aku tahu itu juga bukanlah hal yang mudah, tapi..."
"Hajung telah menderita sedari kecil, ia mendapat tekanan serta cacian dari orang-orang sekitarnya padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun"
"Hanya karena ia tidak bisa memilih siapa ibunya, hajung harus menanggung semua kesalahan yang dilakukan keluarganya"
"Aku merasa lega saat kau memutuskan untuk melahirkan bayi itu"
"Ku harap kau tidak mengecewakan bayi mungil ini dan menanggung kesalahanmu di masa lalu, karena akan berakibat pada keadaan mentalnya saat ia besar nanti" ucapku
"Itu saja saran dariku, aku harap kau bisa bijak dalam mengambil keputusan dan tetap menjadi seorang ibu yang baik untuk dirinya"
"Jika kau ingin kembali ke kampung halamanmu, aku akan meminta tolong pada hajung untuk memulangkanmu kembali ke jepang" ucapku
"Mmm...maaf nona kim ada hal yang belum ku sampaikan padamu" ucap naomi ragu untuk memotong ucapanku
Aku kembali menatap naomi setelah beberapa saat perhatianku tertuju pada mahluk mungil yang berada di pelukan hangat ibunya
"Sebelum kau berkata seperti itu, tuan pahlawan yang telah menyelamatkanmu dan diriku, sudah memberikanku tawaran yang sama persis seperti yang kau katakan tadi" ucap naomi
Tuan pahlawan???
Aku mengernyitkan dahi mencoba untuk berpikir apa maksud naomi
"Tuan park seo jin telah membantuku dalam hal urusan kembali ke kampung halamanku"
"Selain itu, tuan seo jin juga sudah memastikan pelaku yang telah menyakitimu diberikan hukuman yang seberat-beratnya"
"Ia juga...telah memberikanku sejumlah uang yang lebih dari kata cukup untuk memulai usaha kecil-kecilan setelah aku kembali ke jepang" ucap naomi higga membuatku terkejut
"Ma-maafkan aku nona kim, harusnya aku merasa malu dan tidak pantas untuk mendapatkan semua ini" ucap naomi
"Aku pun juga terkejut sama halnya denganmu, setelah aku mengatakan semuanya pada petugas polisi dan tuan seo jin, ia tanpa ragu memberikanku bantuan tanpa mengharapkan apapun dariku" ucap naomi polos
"Tunggu dulu...jadi maksudmu park seo jin sudah tahu semuanya mengenai hal ini?" Tanyaku untuk memastikan lagi
Dengan perlahan naomi menganggukkan kepalanya lagi
Aku menutup kedua mataku karena tidak percaya naomi sudah mengatakan semuanya kepada seo jin sebelum diriku siuman
"Apakah harusnya aku tidak menceritakan semuanya pada tuan seo jin?" Tanya naomi yang tampak bingung
"Maafkan aku nona kim, aku tidak tahu bahwa aku harusnya menyembunyikan hal ini dari tuan seo jin" ucap naomi merasa bersalah
"Aku hanya gugup saat ia mencoba mencari tahu melalui diriku dan aku tidak bisa menghindari pertanyaannya yang terus menyudutkanku" ucap naomi jujur dan panik lalu tidak tersadar bahwa ia melepas pelukan bayinya hingga berakhir mahluk mungil itu menangis
"Owek..owekk" tangis bayi itu pecah hingga menggema di ruang perawatan
"Sudah tidak apa-apa naomi, tenangkan dirimu" ucapku yang mencoba menenangkan naomi
"Haah...maafkan aku sayang telah membuatmu terkejut" ucap naomi pada bayinya
Perlahan tangisan bayinya naomi mereda dan keadaan menjadi tenang kembali
"Nona kim" panggil naomi setelah keadaan mulai seperti keadaan semula
"Apakah tuan seo jin mencintaimu?" Tanya naomi tiba-tiba
Aku terkejut ketika mendengar ucapan naomi yang tiba-tiba menanyakan hal seperti itu
"Ku rasa kau perlu tahu nona kim bagaimana ekspresi tuan seo jin saat melihatmu bergelimang darah yang mengucur dari kepala dan tidak sadarkan diri"
"Tanpa menunggu ambulan datang, tuan seo jin segera membopongmu keluar dan membawamu ke rumah sakit ini"
"Ia bahkan tidak menggubris ucapan para petugas polisi yang memintanya untuk menunggu ambulans datang" ucap naomi menceritakan kejadian saat aku tidak sadarkan diri
"Meski aku dalam keadaan payah karena menahan sakit, aku masih bisa mendengar jelas ucapan tuan seo jin yang terus memohon padamu untuk membuka mata"
"Ia begitu panik hingga tidak sadar mengucapkan ia tidak bisa kehilangan dirimu dan terus memohon agar kau membuka mata"
"Ia meracau tidak bisa hidup tanpamu jika kau pergi dari dunia ini"
"Maafkan aku karena telat untuk menolongmu"
"Untuk pertama kalinya aku melihat seorang pria menangisi wanita yang berada di pelukannya berharap untuk tidak meninggalkannya" ucap naomi
"Seketika aku berharap kekasihku menyesal dan menangis seperti itu karena telah melakukan hal keji padaku dan juga buah hatinya"
"Tapi...ku rasa itu hanyalah khayalanku saja" ucap naomi yang nyaris menangis
"Maafkan aku nona kim jika aku mengucapkan hal lancang"
"Ku rasa tuan seo jin sangat amat tulus mencintaimu, kau..."
"Adalah wanita beruntung di dunia ini karena memiliki seseorang yang sangat peduli terhadapmu" ucap naomi
Aku terdiam sejenak memikirkan ucapan naomi dan sempat hampir ikut menangis saat membayangkan seo jin menangisi diriku
Namun lagi-lagi logikaku berperan dalam situasi ini
"Kau salah naomi, itu bukan cinta" ucapku ketus
"Ku rasa kau salah paham, seo jin tidak mencintaku, ia hanya merasa bersalah karena telah melakukan kesalahan padaku di masa lalu" lanjutku
"Kesalahan yang tidak bisa dimaafkan begitu saja"
__ADS_1
"Ia adalah seseorang yang mendorongku ke dalam dasar jurang yang paling dalam hingga membuatku menderita" ucapku lagi
"Ku rasa sebaiknya kau beristirahat, aku yakin kau merasa lelah setelah melahirkan, aku pamit undur diri naomi"
"Selamat beristirahat" ucapku sambil menutup kembali ruang perawatan persalinan dan berjalan meninggalkan ruangan naomi
Kembali aku mengingat ucapan naomi tentang ekspresi seo jin yang panik pada keadaanku
Aku menghembuskan nafas untuk mengatur emosiku dan menyandarkan kepalaku ke dinding
Seketika aku merasakan seseorang mengangkat tanganku ke atas bahunya dari belakangku
"Neo gwaenchana, kim hye jin?!" Seru seorang pria dengan suara beratnya bergeming di telingaku
Reflek aku menoleh ke belakang dan melihat seo jin sedang memelukku dari belakang
Ku rasa ia mengira aku tidak kuat berjalan saat aku bersandar pada dinding dan dengan sigap ia berlari menuju ke arahku untuk menahan tubuhku agar tidak terjatuh
"Kenapa kau berjalan-jalan dengan kondisi seperti ini hhah?" Ucap seo jin dengan nada sedikit tinggi
"Apa kau benar-benar tidak peduli dengan tubuhmu sendiri?" Tanyanya lagi
"A-aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir" ucapku sambil melepas rangkulan tangan seo jin agar aku bisa menjauh darinya
Aku berjalan menjauhi dirinya, aku tidak ingin ia melihat wajahku yang memerah karena memikirkan dirinya lalu tak lama ia muncul di hadapanku
"Yya!! Kim hye jin" teriak seo jin yang membuatku terkejut hingga menghentikkan langkahku
Aku membalikkan tubuhku dan melihat seo jin
Dengan wajah yang terlihat seperti menahan kesal ia menghampiriku lalu meremas kedua lenganku dengan tangan seo jin yang besar dan merapatkan tubuhku ke dinding
Aku merasa bingung dengan sikap seo jin yang sepertinya kesal kepadaku
Seo jin menghembuskan nafas sebelum bicara denganku
"Kim hye jin, apa kau tidak belajar dari masa lalu?" Tanya seo jin pelan
"Apa kau tidak ingat tentang ucapanku di pulau hangan sebelum kau pergi ke sini?" Tanya seo jin lagi
"Jika kau tidak bisa merubah sikap tukang ikut campurmu, selamanya hidupmu akan dalam keadaan bahaya" ucap seo jin ketus
"Apa yang sebenarnya kau lakukan di apartement tua itu untuk menemui wanita hamil itu adalah tindakan konyol untuk mengantar nyawamu terbang ke langit"
"Jika bukan karenaku..." ucap seo jin sambil meremas kuat di kedua lengan bagian atas
"Aah..seo jin-ssi sakit" ucapku sambil meringis menahan sakit akibat cengkraman seo jin
"Mungkin kau sudah meninggalkan dunia ini kim hye jin" ucap ketus seo jin
"Jika aku menuruti ucapanmu semalam untuk berhenti menjadi penjagamu yang seperti hantu, kau sudah mati kim hye jin" ucap lagi seo jin sambil geram kepadaku
"Kau tahu, aku muak dengan sikapmu kim hye jin" ucap seo jin
"Ku kira sifatmu yang menjadi tukang ikut campur dalam urusan orang lain dan berperan seolah kau menjadi pahlawan kesiangan sudah berubah"
"Tapi ternyata tidak" ucap seo jin
"Kau tetap menjadi kim hye jin yang bodoh seperti yang ku kenal sebelum kau masuk ke dalam penjara"
"Apa kau lupa kim hye jin, neraka yang ku buat untukmu? Apa perlu aku mengingatkannya lagi agar kau bisa kembali waspada akan kehidupan ini" ucapan seo jin layaknya iblis yang menginginkanku untuk kembali ke dalam nerakanya
"Apa kau baru saja mengakui bahwa kau sengaja membuat kehidupanku menderita selama ini?" Tanyaku
"Kim hye jin!" Panggil seseorang dari kejauhan
Sontak aku dan seo jin menengok ke arah sumber suara yang memanggil namaku
Sung hajung berlari dari kejauhan dan berniat untuk menghampiriku
"Lakukanlah apapun yang kau lakukan bersama kekasihmu yang bodoh itu"
"Jika hal itu mengancam nyawamu lagi, jangan harap aku akan berada di sana untuk menolongmu dari maut atau marabahaya"
"Karena mulai detik ini, tidak ada lagi penjagamu yang diam-diam terus melindungimu layaknya hantu yang memantaumu lagi dari kejauhan" bisik seo jin dan melepas cengkramannya dari lenganku tepat saat hajung sampai menghampiriku dan seo jin
"Apa kalian sedang mendiskusikan sesuatu?" Tanya hajung di sela-sela nafasnya yang lelah akibat berlari
"Tidak ada, aku memperingatkan kim hye jin untuk lebih berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu" ucap seo jin santai seolah tidak terjadi apa-apa
"Baiklah ku rasa aku akan pergi dari sini berhubung sung hajung sudah hadir menemuimu" ucap seo jin sambil memegang bahu hajung dan terlihat seperti membisikkan sesuatu di telinga hajung
Aku tidak bisa mendengar jelas apa yang diucapkan seo jin pada hajung
Aku hanya bisa melihat ekspresi hajung yang membelalakan matanya dan tidak bisa membalas kata-kata seo jin yang dibisikkan ke hajung
"Haa...menjadi seorang CEO adalah pekerjaan yang lumayan sulit, bukankah begitu sung hajung?" Tanya seo jin sambil berpura-pura membersihkan kotoran di bahu hajung
Beberapa kali seo jin menepuk pundak hajung sesaat sebelum ia pergi meninggalkan kami berdua
Seo jin telah jauh pergi meninggalkan kami berdua, tapi hajung sama sekali tidak berubah dari posisinya
Ia masih tertegun memandangku dan tidak bergeming sama sekali
Entah apa yang dikatakan seo jin hingga membuat hajung tertegun lumayan lama
Aku yang kesal karena tidak di gubris hajung mulai membentak dirinya
"Sung hajung!!" Teriakku dan usahaku berhasil
Hajung mengedipkan kedua matanya dan kembali fokus pada diriku
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanyaku penasaran
Namun bukan jawaban yang ku terima, melainkan pelukan erat dari hajung
"Hajung-ssi apa yang sebenarnya kau...."
"Ku mohon hye jin biarkan aku memelukmu dengan erat seperti ini" potong hajung ketika aku mencoba bertanya pada dirinya
Aku menuruti permintaan hajung dan tetap diam saat ia memelukku
__ADS_1
setelah tenang, aku mengajak hajung untuk menemui naomi dan mendengar cerita perbuatannya yang hampir merusak citra hajung