
Kim Hye Jin pov
Aku menunggu seo jin diruang bacanya dan sudah menyiapkan beberapa lembar kertas tentang peraturan kehidupan pribadi masing-masing selama aku berpura-pura menjadi istrinya
Selama ini seo jin bertingkah seenaknya, dan selalu khilaf seolah-olah aku benar-benar istrinya
Ia selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan, tidak mungkin kan aku berontak seperti orang kerasukan hantu ketika seo jin menciumku dalam dekapannya
Seketika aku teringat kembali saat acara launching dimana seo jin mencium bibirku didepan para tamu undangan meskipun itu adalah hal yang biasa sebagai pasangan suami istri dan terlebih tinggal dinegara dan hidup dalam budaya barat
Aishh...sial!
Aku segera mengumpat dan memukul meja menggunakan kepalan tanganku
"Omo! Kau membuatku terkejut" ucap seorang laki-laki dengan tiba-tiba
Aku menoleh kearah belakang dan melihat seo jin yang sudah datang keruang bacanya
"Ppaliwa*(cepat) Duduk!" Ucapku
"Pft...sejak kapan kau menjadi tidak sabaran seperti ini hye jin?"
"Jangan banyak bicara, segera baca lalu cap dengan stempelmu"
"Araso*(aku mengerti) isshh..." ucap seo jin yang sedikit kesal dengan sikapku yang sangat tidak sabaran
Seo jin memakai kaca matanya dan segera membaca baik-baik lembaran kertas yang telah aku berikan kepadanya
Entah kenapa aku paling menyukai wajah seo jin yang sedang fokus, ia terlihat tampan ditambah dengan kaca mata yang ia kenakan, menambah kesan aura wibawa sebagai seorang ceo perusahaan besar
Aku segera menggelengkan kepalaku berusaha untuk segera sadar dan tidak melanjutkan pemandangan yang indah dihadapanku
"Ottokeh*(bagaimana?)" Tanyaku
"Hhmm...aku tidak setuju dengan poin 7, 17 dan 25?" Ucap seo jin
"Mm...wae*(kenapa)?" Tanyaku
"Bagaimana mungkin kita harus berpisah ruangan tempat tidur denganmu, pelayan rumah ini akan curiga kepada kita"
"Kalo begitu beli saja lagi tempat tidur" ucapku
"Mwo?* (apa?) Apakah itu masuk akal terdapat 2 buah tempat tidur dalam satu kamar pasangan suami istri?" Tanya seo jin
"Kalo begitu berikan aku sleeping bag, aku bisa tidur disofa, kau kan tahu, aku bisa tidur dimanapun aku berada" ucapku
Aku mendengar seo jin menarik nafas
"Haah...seburuk itukah aku tidur satu ranjang bersamamu, bukankah dirimu yang selalu tidur dalam posisi yang tidak beraturan"
"Ania, ania* (tidak, tidak) jika aku tidur satu ranjang denganmu, selalu saja aku terbangun didalam dekapanmu dan itu membuat jantungku tidak sehat" ucapku
Seo jin terdiam ketika aku mengatakan kalimat tersebut
"Haaahhhh....lanjut pada poin 17, aku memintamu untuk tidak menciumku seenaknya, jika harus berperan sebagai suami istri didepan orang, kau boleh menciumku hanya dikening saja" ucapku
"Hye jin-aa ini diamerika, pasangan yang belum menikah saja sudah biasa melakukan deep kiss dipublik, sudah sewajarnya pasangan suami istri mencium bibirnya satu sama lain"
"Aku pikir kau sudah sangat paham tentang budaya disini mengingat kau sudah tinggal selama 4 tahun disini" ucap seo jin
"Mmm...baiklah, dipipi.., kau boleh mencium pipiku jika sangat dibutuhkan"
"Hye jin-aa!" Panggil seo jin
"Mwo?*(apa?)" Tanyaku
"Aku serius mengatakan hal ini, apa kau mau orang-orang akan curiga kepada kita bahwa hubungan rumah tanggaku tidak harmonis, lagi pula aku yakin, kau juga sudah terbiasa berciuman dengan laki-laki"
Aku memandang seo jin dan berusaha menebak apa yang akan diucapkan oleh raja kukang satu ini
"Biasanya seumuran dirimu sudah terbiasa menghadiri party ulang tahun temanmu dan aku yakin teman-temanmu melakukan hal yang dilakukan anak muda pada umumnya, mabuk, memakai obat terlarang, dan juga melakukan one night stand pada temanmu atau pria asing" ucap seo jin dengan santainya
"Cih...Maaf tuan, tetapi aku tidak pernah melakukan hal seperti itu, aku hanya menghadiri pesta temanku sebentar, yahh...hanya datang dan makan malam gratis setelah itu aku kembali kedorm ku sebelum tengah malam" ucapku
"Apa kau normal hye jin?, apa kau tidak tergoda hye jin oleh teman-temanmu" Tanya seo jin
"Nne..aku normal, dan aku tidak tertarik sedikitpun dengan kegiatan mereka, makanya aku tidak memiliki banyak teman disini, hanya emma temanku satu-satunya" ucapku
"Ta..tapi temanmu emma melakukan hal yang biasanya dilakukan anak muda seusiamu" ucap seo jin lagi
"Nne....*(ya) tapi emma tidak pernah memaksaku untuk melakukan hal seperti itu dan selalu menghormati keputusanku jika aku menolak ajakannya"
Lagi-lagi seo jin terdiam memandangku
"Lalu, poin yang terkahir nomer 25, tidak mencampuri urusan cinta masing-masing...cck...kenapa kau tidak setuju dengan ini" tanyaku
"Itu terlalu beresiko, bagaimana jika seseorang melihat salah satu dari kita berjalan dengan lawan jenis akan dianggap berselingkuh" ucap seo jin
"Lalu, selama aku berpura-pura menjadi istrimu, aku tidak boleh mengejar pangeran kuda putihku?" Tanyaku
"Cihh...hahaha..memang siapa pangeran kuda putihmu?" Tanya seo jin sambil mengejek
"Tentu saja richard, kau tahu jika bukan karena dirimu, mungkin, aku sudah berpacaran dengan richard" ucapku
"Excuse me..karenaku?" Tanya seo jin
"Mmm karena mu, dihari pertama kali kita bertemu dihotel parkhyat, aku sedang berjanjian dengan seorang pria ditaman hotel tersebut, tetapi karena perbuatanmu, aku gagal bertemu dengannya dan berakhir tragis ditanganmu" ucapku dengan menyindir hingga membuat seo jin terdiam lagi tidak mampu membalas ucapanku
Beberapa menit aku dan seo jin terdiam, hanya saling bertatap
"Jika kau setuju segera tanda tangan dan stempel disini" ucapku memecahkan keheningan antara aku dan seo jin
"Satu hal lagi, tambahkan dikertas ini setelah semuanya berakhir dan kau bisa kembali pada kehidupanmu yang biasanya, aku akan memberikanmu apartement B sebagai hadiah karena telah membantuku" ucap seo jin
"Ania*(tidak) aku pikir apartemnt B terlalu sedikit, bagaimana dengan villa yang berada dibuffalo? Hhmm..aku pikir kau menyukainya" ucap seo jin
"Akan aku pastikan kau tidak akan kekurangan dalam finansial hingga kau tidak perlu bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhanmu selama kau hidup diamerika" ucap seo jin hingga membuat kedua mataku hampir meloncat keluar karena hadiah yang dia berikan seperti harta karun
"Apa kau akan menjadi sugar daddyku seo jin?" Tanyaku
"Hye jin-aa apa aku terlihat sangat tua dimatamu, hingga kau memanggilku sugar daddy?"
"Ehem...maaf" ucapku
"Baiklah perbaiki ini dan berikan padaku besok pagi" ucap seo jin
"Besok pagi? Bagaimana jika lusa? Besok aku harus pergi ke suatu tempat" ucapku
"Pergi? Odiga?*( kemana?)" Tanya seo jin
"Ke lake street bertemu dengan seseorang" Ucapku
"Siapa?" Tanyanya lagi
"Dengan richard, ia ingin mengajakku ke suatu tempat, aku sudah berjanji dengannya" ucapku
"Richard? Baiklah aku akan mengantarmu" ucap seo jin
"Tidak usah! Kenapa kau harus mengantarku, richard akan curiga kepadaku, apa kau akan memperkenalkan dirimu sebagai suamiku didepan richard?" Tanyaku
"Setidaknya tidak akan ada yang curiga jika seseorang melihatmu jalan bersama laki-laki lain jika bersamaku"
"Aku ingin kencan dengan richard, bagaimana mungkin kau akan membututiku, dasar bodoh!" Ucapku yang mulai kesal dengan seo jin
"Lupakanlah, aku akan meminta bantuan supir oh untuk mengantarku hingga dihalte bus" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin
"Ya ya...kau akan pergi dengan bus? Kakimu baru saja sembuh, bagaimana jika kambuh lagi" ucap seo jin sambil aku pergi berjalan menaiki tangga untuk keluar dari ruang baca seo jin
"Hye jin-aa"
__ADS_1
"Hye jin-aa"
Aku mengabaikan panggilan seo jin dan berencana tidur diatas sofa
Park seo jin pov
Haah...
Aku tidak mengerti dengan gadis itu
Apalagi yang ia cari untuk memenuhi semua kriteria laki-laki idaman dimuka bumi ini
Tampan, kaya, baik hati?
Semua itu ada didalam diriku, namun hye jin lebih memilih richard sebagai pangeran kuda putihnya
Hahaha...
Omong kosong macam apa ini
Bagaimana mungkin aku dikalahkan oleh laki-laki yang belum mapan itu
Bukankah semua gadis mencari seorang laki-laki yang sudah mapan sepertiku?
Tentang perjanjian untuk membuat batasan antara aku dan hye jin membuatku semakin khawatir pada dirinya
Aku takut semakin tidak bisa memantau dan melindungi gadis itu jika tidak berada disampingku
Terlebih setelah detektif choi menemukan laki-laki misterius yang hye jin dengar ditaman saat pesta launching berlangsung
Laki-laki itu memang benar suruhan chul moo untuk meneror keluarga hajung
Namun laki-laki itu melakukan kesalahan hingga membuat chull moo masuk kedalam ball room dan bertatap mata dengan hajung dan hye jin
Hingga aku harus pergi kembali kebuffalo untuk melihat cctv dihotel tersebut dan melihat chull mo yang tertangkap oleh kamera bersama laki-laki misterius yang hye jin katakan
Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, dengan cepat detektif choi menangkap laki-laki itu hingga aku dapat bertemu dan menanyakan langsung pada laki-laki suruhan chull moo
Aku akan menjadikan laki-laki itu sebagai saksi hidup atas kejahatan yang dilakukan chul moo pada keluarga hajung dan menyuruh detektif choi untuk mengamankan laki-laki itu
Laki-laki itu menuruti kemauan chul moo karena takut kehidupannya akan terancam
Tetapi pertanyaanku yang terbesar adalah, siapa dalang yang memerintahkan chull moo untuk berbuat sejauh ini?
Tidak mungkin deok mi karena wanita itu sedang terbaring koma dirumah sakit hawai saat ini
Apa mungkin...
Tidak!
Tidak mungkin ayah deok mi yang melakukan ini semua, kasus saat pembiusan hye jin saja aku kurang bukti bahwa ayah deok mi yang melakukan ini semua
Jika memang ayah deok mi yang menyuruh untuk meneror keluarga hajung, aku harus menghentikan ayah agar tidak terjadi hal yang lebih serius
Aku harap ini hanya spekulasiku saja yang salah
Atau...aku harus meminta detektif choi untuk mengawasi ayah?
Haah...
Lupakan seo jin, bagaimana mungkin kau bisa mencurigai ayah melakukan hal kotor seperti itu
Bisa jadi kemungkinan chull moo melakukan ini semua atas kemauan dia sendiri mengingat ia sangat loyalitas kepada deok mi
Semua kejadian ini membuat kepalaku sakit karena memikirkan berbagai hal dan tidak bisa tidur dengan nyenyak beberapa hari selama tinggal dibuffalo
Aku memutuskan untuk pergi kedapur dan meminum segelas anggur sebelum tidur, setidaknya minuman anggur membuatku sedikit tenang
Aku keluar dari ruangan baca dan melihat hye jin sedang berbaring diatas sofa bukan ditempat tidur
Aku tebak hye jin masih terjaga dan belum tertidur dengan pulas karena saat ini posisi tidur hye jin masih rapi dan tidak dalam posisi berantakan
Aku keluar dari kamar dan pergi kedapur
Saat didapur aku melihat bibi min yang sedang merapikan peralatan makan yang selesai ia cuci
Bibi min menyadari kehadiranku dan bergegas untuk menyapaku
"Selamat malam tuan" ucap bibi min
"Kau belum pulang kerumah bi min?" Tanyaku
"Sebentar lagi tuan, pekerjaanku akan selesai" ucap bibi min
"Hmm..baiklah"
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya bibi min
"Aku ingin minum segelas anggur" ucapku dan duduk dimeja makan
"Baik tuan, akan saya ambilkan"
Tak lama bibi min memberikanku gelas dan sebotol anggur favoritku
Aku meminum anggur itu dan memutar-mutar gelas yang berisi air anggur
Sedangkan bibi min masih berdiri disampingku seolah memiliki sesuatu yang ingin disampaikan kepadaku
"Ada apa bibi min?" Tanyaku
"Mm...tuan, saya ingin melaporkan kejadian saat tuan tidak ada dirumah" ucap bibi min
"Apakah terjadi suatu hal yang besar hingga membuatmu ingin menyampaikannya kepadaku bibi min?" Tanyaku
"Ini tentang nyonya sung, tuan" ucap bibi min
Aku berhenti memutar gelasku dan meletakkan gelasku yang masih berisi anggur itu diatas meja dan mendengar bibi min bercerita
Ia menceritakan kepadaku tentang hajung yang mengunjungi rumahku dengan membawa kotak berisi jasad burung dan diberikan kepada hye jin
Bibi min menceritakan kepadaku betapa menjijikannya jasad burung yang dibawa oleh hajung namun hye jin tidak gemetar sedikitpun lalu dengan santainya menyuruh bibi min untuk membersihkan jasad burung pemberian hajung
Ini membuatku semakin aneh, bukankah pelaku teror saat ini berada dalam pengawasan detektif choi dan aku sudah menyuruhnya untuk pergi ketempat yang lebih aman untuk menghindar dari pengawasan chull moo
Atau chull moo menyuruh orang lain lagi, atau ia sendiri yang melakukannya
Sial
Ini semua membuatku bingung
Lalu, kenapa hye jin tidak memberitahuku soal ini
Seolah tidak terjadi apa-apa padanya
Apakah hye jin tidak ingin membuatku khawatir?
Sejenak aku termenung dalam pikiranku hingga tidak tersadar bibi min memanggilku beberapa kali
"Tuan, tuan seo jin"
"Tuan.."ucap bibi min sambil menepuk pundakku
Aku terkejut dengan tepukan dari bibi min dan langsung menengok kearah bibi min
"Maaf tuan membuat anda terkejut"
"Tidak apa bibi min..silahkan lanjutkan ceritamu" ucapku
"Baik tuan, mungkin ini hanya perasaanku saja tuan, tetapi nyonya sung menjadi baik sejak ia hamil" ucap bibi min
__ADS_1
Hamil?!
Ahh...
Aku lupa rumor palsu deok mi hamil sudah menyebar dengan cepat
"Saat itu aku sedang memberi pelajaran pada pelayan baru yang tidak bersikap baik didepan nyonya sung, lalu nyonya..."
"Deok mi kenapa?" Tanyaku
"Nyonya membawa pelayan itu kekamarnya dan menyuruh untuk mengompres wajahnya karena tamparan saya tuan, itu yang diceritakan oleh pelayan baru itu kepada saya" ucap bibi min ragu
"Kau menampar pelayan baru? Hahaha...aku sudah mengatakan padamu berulang kali, jangan terlalu kasar pada pelayan baru"
"Anggap mereka seperti anakmu" ucapku
"Maaf tuan, pelayan itu hampir menuangkan segelas sampagne kepada nyonya yang saat ini sedang mengandung anak anda" ucap bibi min
Aku tertawa geli sambil menutup wajahku dengan telapak tanganku
Mengandung anakku katanya
Rumor ini tidak pernah terdengar saat aku bersama deok mi, istriku yang sesungguhnya
Aku penasaran bagaimana reaksi wanita itu saat mendengar rumor ia mengandung seorang anak didalam rahimnya
Mungkin sang pembuat rumor sudah mati ditangannya
Aku jadi teringat ketika aku pernah berdiskusi untuk memiliki keturunan dengan deok mi
Bukannya tatapan bahagia, melainkan tatapan membunuh yang deok mi berikan kepadaku
Deok mi menganggap anak bukan sebagai anugerah melainkan musibah bagi dirinya
Haah...
Apa perlu aku buat hye jin mengandung anakku sungguhan?
Sebagai imbalannya ia akan mendapat setengah saham dari perusahaanku
Tapi aku pikir
Hye jin bukanlah wanita yang haus sekali akan uang dan harta
"Tidak apa bibi min, istriku memang berubah sejak ia mengandung anakku, itu karena hormon" ucapku
"Atau kau lebih senang dengan sifat istriku yang sebelum hamil?" Tanyaku
"Ti..tidak tuan, saya sangat takut pada nyonya sung ketika ia belum hamil, aku sangat ketakutan hingga gementar saat menghadapi nyonya sung yang seperti itu" ucap bibi min
"Sa.. saya lebih bisa bernafas dengan nyonya sung saat berada disampingnyaa dengan keadaan nyonya sekarang"
"Aku setuju denganmu, nikmatilah momen ini bibi min, karena keadaan ini hanya sementara saja" ucapku dengan wajah datar
Yah...
Hanya sementara, karena hye jin tidak bisa selamanya berada dirumah ini, ia hanya pengganti dari nyonya yang asli pemilik rumah ini
***
Setelah berbincang sebentar dengan bibi min, aku kembali kedalam kamar dan sedikit terkejut melihat hye jin sudah tidak berada diatas sofa
Aku mencari hye jin yang sedang tertidur dibawah, untungnya lantaiku bukanlah keramik melainkan dilapisi oleh karpet yang lembut hingga tidak membuat gadis itu mati membeku
Tetapi masih bisa membuat kaku ujung jari kaki dan tangan jika terlalu lama dilantai
Aku duduk berjongkok memandang wajah hye jin yang berantakan
Sesekali mulut hye jin berdecak hingga menimbulkan suara dan sesekali terdengar hye jin menggesekkan gigi bawah dan atasnya
Haah....
Dengan gaya tidurmu yang seperti ini meminta untuk tidur disofa?
Seharusnya kau beruntung hye jin, tidur didalam dekapanku sehingga kau tidak terjatuh dari tempat tidur
Aku menggelengkan kepalaku beberapa kali melihat adab hye jin saat ia tertidur, benar-benar tidak indah, tetapi anehnya aku bisa tertidur nyenyak saat ia tidur disampingku
Aku mengangkat hye jin dan memindahkannya diatas tempat tidur
Aku memandang wajah hye jin dan mengelus hidungnya menggunakan jariku
Hye jin mungkin merasa gatal dan menepuk hidungnya dengan tangannya dan membuatku tertawa
"Hye jin-aa..."
"Jika aku memintamu untuk menjadi istri sungguhan, apakah kau akan berkata 'ya' " ucapku berbicara sendiri pada hye jin yang sudah tertidur pulas
"Aku bersykur bahwa orang yang mirip dengan istriku adalah dirimu"
"Berpalinglah kepadaku dan acuhkan laki-laki ingusan yang belum mapan itu"
"Bukalah matamu lebar-lebar apakah kau tidak bisa melihat laki-laki keren sesungguhnya berada disampingmu?"
"Haahh...aigoo, aku seperti orang gila yang sedang berbicara pada orang yang sedang tertidur" ucapku dan langsung merebahkan kepalaku keatas tempat tidur
Aku berbaring dengan posisi dada yang menghadap keatas hingga aku bisa memandang langit-langit rumah dan menopang kepala belakangku dengan telapak tangan kananku
Sejenak aku memejamkan mataku, aku merasa tangan hye jin berada diatas dadaku dan melihat hye jin sedang tidur dengan posisi miring menghadap ke arah ketiak ku
Apa kau sangat menyukai aroma ketiakku hye jin?
Pfft...
Aku memberikan lengan kiriku untuk menopang kepala hye jin, tangan kananku yang semula menopang kepalaku kini berubah posisi menepuk-nepuk pundak hye jin yang mungil
Setidaknya hye jin berhenti mengatup-ngatupkan kedua bibirnya yang seperti ikan sedang bernafas
Malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak karena memeluk hye jin
Hingga sebuah pukulan dari dadaku membangunkanku di keesokan paginya
Sejak hye jin pindah kerumahku dan kami tidur bersama, jatuh dari tempat tidur atau mendapat pukulan didada atau kepala menjadi hal biasa yang aku dapatkan saat membuka mataku dari tidurku yang nyenyak
Tentu saja pelakunya adalah hye jin
Gadis itu masih saja kikuk saat tidur satu ranjang denganku
"Yya...kenapa aku masih saja terbangun didalam dekapanmu?" Tanya hye jin
"Hoahhmm....kau bisa mati kedinginan jika aku biarkan kau tergeletak dilantai" ucapku sambil menutup kedua mataku
Aku ingin tidur lebih lama lagi, tetapi gadis itu masih saja menanyakan hal yang tidak penting
Jika aku tidak menjawab, ia akan memukulku lebih keras
"Seharusnya kau berterima kasih padaku karena telah menggendongmu dan mendapatkan pelukan hangat dariku" ucapku sambil menggoda hye jin
"Michinom*(cowok gila)" gerutu hye jin kepadaku, dan aku tersenyum karena berhasil membuatnya kesal dipagi hari
___________________________________
Anyeong!!
Berjumpa lagi dengan hyungjoba
Semoga kalian terhibur
Mohon dukungannya ya dengan klik tanda love dan jadikan favorite ^^
__ADS_1
Kamsahmnida 😊😊