
Kim Hye Jin pov
Hari ini aku bersiap-siap untuk pergi dengan richard
Kyaa!!
Bahagianya diriku akhirnya aku bisa melakukan kencan pertama dengan richard, meskipun ini hanya kegiatan komunitas, aku akan menganggap bahwa ini adalah kencan pertamaku dengan richard
Hari ini aku memilih pakaian yang santai
Meskipun pagi ini aku sedikit kesal karena lagi-lagi aku terbangun disamping raja kukang
Beruntunglah aku tidak jadi murka karena aku sedang bahagia saat ini
Dasar pelit membelikanku sleeping bag saja tidak mau, aku akan membeli sendiri dengan uangku jika kau tidak ingin membelinya
Tapi...
Aku kan tidak memiliki uang karena berhenti bekerja part time semenjak aku tinggal dirumah ini
Aishhh...
Ternyata aku lebih gembel dari yang aku kira, aku tidak bisa hidup di new york city tanpa bantuan dana dari beasiswa
Ohh
Aku benci menjadi miskin
Aku menatap diriku yang sangat menyedihkan ini didepan cermin
Aku melirik ke arah seo jin yang masih tertidur dengan posisi tengkurap
Dengan langkah yang berat aku mengambil tasku...tidak lebih tepatnya tas milik nyonya deok mi yang berada diatas tempat tidur
Aku memutar-mutar tas cantik itu sambil berpikir dan menebak-nebak harga dari tas ini
Aku pikir tas ini, seharga dengan tempat untuk menyewa dorm ku selama 3 bulan
Namun lamunanku dikejutkan oleh suara seo jin yang tiba-tiba sudah bangun dari tidurnya
"Kau sudah ingin pergi?" Tanya seo jin
"Omo...yaa...kau mengagetkanku, isshh" ucapku
"Kembalilah tidur jangan mengangguku" ucapku lagi
"Hye jin-aa, apa kau tidak ingin menceritakan suatu hal kepadaku?" Tanya seo jin yang membuatku berpikir
"Cerita soal apa?" Tanyaku
"Bibi min sudah menceritakannya padaku tadi malam, jika ia tidak menceritakan padaku, mungkin selamanya aku tidak akan tahu" ucap seo jin
aku memutar bola mataku untuk berpikir apa yang dimaksud seo jin
"Soal tamu yang mengunjungi rumah ini" ucap seo jin padaku lebih jelas
"Ahh...hajung, mm...ia berkunjung kerumah ini dan menjengukku" ucapku santai
"Apa kau tidak takut dengan hadiah yang dibawa hajung?" Tanya seo jin padaku
Aku terdiam sambil memandang kearah seo jin
Sebenarnya aku terkejut dengan benda yang dibawa hajung
Tetapi kejadian saat aku dicekik chul moo dan insiden pemukulan emma lebih menakutkan dari pada jasad burung mati yang diberikan padaku, meskipun jasad burung itu mengerikan dan pelakunya seperti psycho, hanya saja aku tidak ingin seo jin khawatir jika aku cerita kepadanya
"Apa kau takut pada hajung hingga tidak berani bercerita padaku hye jin?" Tanya seo jin
Aku menghembuskan nafas dan mendekati seo jin yang masih tiduran diatas tempat tidur
"Apa kau sudah mencari tahu tentang laki-laki misterius saat acara launching dibuffalo?" Tanyaku
Seo jin sontak terbangun dari posisi tidurnya dan kini sedang duduk memandangku
"Entah mengapa firasatku mengatakan ini semua berhubungan dengan kejadian saat hajung berprasangka buruk padaku saat acara launching dibuffalo" ucapku pada seo jin
"Aku pikir kau sudah menemukan laki-laki misterius itu karena kau bisa menyuruh detektif choi, tapi sayang sepertinya detektif choi belum menemukannya"
"Apa aku perlu membantumu untuk mencari tahu?" Tanyaku
"Lupakan, kau tidak perlu merepotkan dirimu untuk mencari tahu siapa laki-laki yang kau dengar saat ditaman"
"Aku yakin laki-laki yang memukuli pria malang itu adalah chul moo, sekilas terdengar tidak asing dengan suaranya"
"Tapi...siapa yang dimaksud dengan bos besar?"
"Bos besar?" Tanya seo jin
"Eemm...bos besar, pria malang yang dipukuli itu mengatakan tidak akan ketahuan oleh bos besar jika chul moo dan dia masuk kedalam ball room"
Seo jin mengusap dagunya dengan jemari tangan kanannya seolah ia sedang berpikir
"Apa kau tahu sesuatu seo jin?" Tanyaku
"Ania*(tidak) aku tidak tahu apa-apa tentang ini" ucap seo jin
"Apa perlu kau membuat laporan pada polisi untuk mengusut kasus ini?" Tanyaku
"Untuk apa polisi? Jika polisi tahu, resiko kau akan ketahuan berpura-pura menjadi deok mi lebih besar, bersabarlah aku akan mendesak detektif choi untuk mencari tahu" ucap seo jin yang terlihat berubah menjadi sensitif
"Araso*(aku mengerti) kau tidak perlu marah padaku" ucapku
"Mian*(maaf) " ucap seo jin
"Gwenchana*(tidak apa) aku harus segera pergi, dah" ucapku dan meninggalkan seo jin sendirian
"Yaa!! Apa kau akan pergi sendirian?" Tanya seo jin
"Sstt...kenapa suaramu keras sekali sih? Aku meminta tolong pada supir ohh untuk mengantarku, jadi kau tidak perlu khawatir pelayan rumah ini curiga padaku"
Seo jin bernafas lega ketika mendengar penjelasanku
Ck ck ck
Dasar raja kukang, suka sekali membuat kegaduhan
Aku menutup pintu kamar dan berhenti sejenak untuk berpikir
Setelah itu aku membuka pintu kamar kembali dan melihat seo jin yang sedang duduk bersila sambil melipat kedua lengannya didadanya
"Apa lagi?" Tanya seo jin
Aku mendekati seo jin seperti anak kucing dan langsung duduk diatas tempat tidur
"Seo jin-ssi..." ucapku sambil tersenyum dengan manis
Tanggapan seo jin menatapku dengan ekspresi penuh tanda tanya
Seolah bertanya apa yang merasukiku tiba-tiba tersenyum manis didepannya
"Kau kan tahu, sejak aku tinggal disini aku merelakan diriku keluar dari kerja part timeku dan aku tidak memiliki pemasukan lagi"
" dan sekarang, aku ingin pergi kesuatu tempat, bisakah aku.. meminta lembaran kertas yang paling berharga dimuka bumi ini?" Ucapku pada seo jin
"Kertas paling berharga?? Maksudmu.... uang?" Tanya seo jin meyakinkan
Aku mengangguk dengan keras dan tersenyum lebar dan manis dihadapan seo jin
"Cihh...bilang saja dari awal, tidak perlu bersikap manis didepanku, kau membuatku takut" ucap seo jin tanpa memikirkan perasaanku sebagai wanita
Seketika senyumanku menghilang berubah menjadi wajah cemberut
Seo jin mengambil dompet didalam tasnya dan mengambil beberapa lembar uang dollar dan kartu kredit
"Ini ambillah, pakai uang dan kartu kredit itu untuk menyenangkanmu" ucap seo jin
Aku terkejut hingga mulutku terbuka karena tidak percaya bahwa aku akhirnya akan merasakan bagaimana rasanya menggesek kartu untuk berbelanja disebuah toko
Selama ini, aku selalu menggunakan uang cash untuk berbelanja, karena tidak memiliki kartu kredit dan hanya memiliki kartu debit yang sangat sedikit nominal uangnya
Seo jin masih menatapku dengan mata birunya yang berkilauan
"Apa kau sangat mencintai uang hye jin?" Tanya seo jin
"Nne.. tidak ada manusia yang hidup dimuka bumi ini yang tidak menyukai uang" ucapku
"Aku bisa memberikanmu lebih dari ini, hanya saja jika kau bisa memenuhi keinginanku" ucap seo jin yang membuatku berhenti memandang kartu berwarna hitam yang berkilau itu
"Aku bisa menebak, keinginanmu mungkin akan membuatku menggila dan kesal sampai keubun-ubun kepala"
Ucapku
"Aku memang mencintai uang, tapi bukan berarti aku adalah budak uang yang akan menghalalkan tindakan apapun untuk mendapatkannya"
"Dari awal aku kesini hanya ingin membantumu yang terlihat sangat putus asa, ditambah dengan ajaran ibuku yang sudah merasuk kesukmaku untuk membantu orang lain jika aku bisa membantunya"
"Sangat naif bukan? Tapi anehnya aku hanya mengikuti kata hatiku untuk membantumu, tetapi jika kau memperalatku untuk memuaskan nafsumu saja, aku akan sangat membencimu dan berhenti untuk membantumu lagi" ucapku
"Memang kau tahu apa keinginanku?.." ucap seo jin
"Ssst....tanpa kau bicarapun sekarang, aku sudah tahu keinginanmu yang aneh itu, kau pernah mengatakannya saat divilla buffalo, aku tidak ingin mendengar keinginanmu lagi keluar dari mulutmu"
"Aku harus segera pergi, supir ohh sudah menungguku dibawah" ucapku dan pergi meninggalkan seo jin yang terdiam dengan ekspresinya yang terlihat kecewa menatapku pergi
Aku tahu, sangat tahu keinginan seo jin, jangan sampai kalimat gila yang diucapkan oleh seo jin melekat dipikiranku lagi saat kami berada divilla buffalo setelah pertemuan makan malam dengan tuan charles
Seo jin lah orang yang membuat rumor bahwa diriku hamil untuk menyelamatkanku dari tuan charles agar tidak ketahuan bahwa aku adalah istri gadungannya
Dan ternyata reaksi orang-orang disekitar seo jin sangat luar biasa, banyak orang-orang yang memberi selamat kepadanya hingga ia terlarut dalam kebohongan yang dibuatnya sendiri dan berniat membuat bualan ini menjadi kenyataan
Aku tahu kehidupan rumah tangga seo jin sangat kelam dan selama ini hanya ia seorang yang membangun kehidupan rumah tangganya agar terlihat baik-baik didepan orang banyak, sedangkan seo jin harus mati-matian mengurus reruntuhan yang dibuat oleh deok mi
Haah...
Sangat rumit kehidupan rumah tangga pasangan konglomerat ini
Betapa sialnya aku terperangkap dalam lingkarannya, dia pikir aku akan berkata 'ya' jika dia mencoba mengucapkan keinginan gilanya padaku beberapa kali?
Mengandung anaknya didalam rahimku dan membuat kebohongan seo jin menjadi kenyataan
Ahahahaha....
Memikirkan hal ini membuatku hampir menjadi gila, aku tahu akhir-akhir ini zina sedang menjadi trend, bahkan... sudah bukan menjadi hal yang tabu bagi mereka yang tinggal disini
Kebanyakan para wanita dari golongan miskin sepertiku berharap memiliki keturunan yang berasal dari orang yang memiliki harta yang berlimpah seperti seo jin agar tidak pusing lagi memikirkan cara untuk mendapatkan uang dan bekerja dengan keras dari pagi hingga larut malam seperti budak
Tapi...
Sayangnya seo jin belum menyadari betapa istimewanya aku dari kebanyakan gadis lainnya dan tidak akan dibutakan oleh uang
Aku memang gadis miskin tapi aku memiliki harga diri yang luar biasa sehingga kau tidak bisa membeli harga diriku dengan uang
Dasar seo jin laki-laki brengsek, ******** gila
F**k you!!
Entah sejak kapan mencaci maki seo jin adalah keahlianku dan aku puas melakukan hal itu ketika kesal dengan sikapnya
Aku menghembuskan nafasku dan tanpa sadar berwajah kesal hingga membuat supir ohh terlihat bingung ketika ia menyambutku diteras rumah
"Apakah ada suatu hal yang mengganggu anda, nyonya sung" tanya supir ohh dan membuatku tersadar bahwa beberapa maid sedang memerhatikan ekspresiku
"Ehhem....cepat bukakan pintu mobilnya untukku, supir ohh" ucapku dingin
Seketika supir oh segera membukakan pintu mobilnya untukku, dan dengan cepat, aku segera masuk kedalam mobil dan menjauh dari pandangan para maid yang membuatku tidak nyaman
***
Aku diantar oleh supir ohh ke lake street
Awalnya aku hanya meminta supir ohh untuk mengantarku sampai halte bus saja, tetapi supir oh mengatakan hari ini seo jin tidak akan pergi kekantor karena hari libur, jadi ia berbaik hati mengantarku sampai tujuan
__ADS_1
Aku sampai dilake street lebih awal dari waktu yang dijanjikan, sekitar 20 menit lagi waktu aku dan richard akan bertemu
Aku memutuskan untuk menunggu didalam mobil
Tak lama handphone supir oh berdering dan tanpa ragu ia mengangkat teleponnya
"Ya ada apa choi?" Tanya supir oh
"Ahh...mungkin nanti sore aku akan hadir kerestoran itu"
"Mm...ya tunggu aku" ucap supir ohh dan mematikan panggilan teleponnya
Sekilas aku mendengar choi, apakah yang dimaksud adalah detektif choi?
Mm...molla*(tidak tahu) aku hanya sekali bertemu dengan detektif choi dan ia terkesan menyeramkan bagiku
Supir oh tersenyum canggung padaku ketika menutup panggilan teleponnya
"Apakah choi yang dimaksud adalah detektif choi?" Tanyaku penasaran
"I.. iya nona, saya lumayan dekat dengan pak choi"
"Ahh...apakah karena sesama orang korea?" Tanyaku
"A-annia agassi* (tidak, nona) saya sudah berteman lama dengan pak choi dikorea sebelum saya pindah ke amerika dan bekerja dengan tuan seo jin" ucap supir ohh
"Omo...oh ya? Wahh daebak*( luar biasa) betapa senangnya memiliki sahabat yang sangat dekat denganmu" ucapku
"Nne..nona,berkat tuan seo jin pak choi bisa selamat dan dapat menjalani kehidupannya dengan baik" ucap supir ohh yang membuatku bertanya-tanya
"Mm...selamat? Busun suria?*(apa maksudmu?) Tanyaku penasaran
"Sebenarnya ini cerita kelam tentang pak choi, sebelum ia pindah keamerika, kekasihnya dibunuh oleh penjahat yang menaruh dendam padanya, sampai pak choi bisa membunuh penjahat yang telah membunuh kekasihnya"
"Namun, pengadilan kejaksaan justru sebaliknya, ingin menghukum pak choi karena telah menyalahgunakan otoritas dia sebagai detektif dengan membunuh orang yang tidak bersalah"
"Tidak bersalah maksudmu? Bukankah membunuh seorang penjahat bukanlah suatu kejahatan?" Tanyaku
"Haah....bukti yang berada di TKP sangat kurang, sehingga kemungkinan penjahat itu lolos dan dinyatakan tidak bersalah oleh hakim"
"Pak choi mengetahui pelakunya adalah penjahat yang dendam berdasarkan pengakuan dari kekasih didetik-detik kematiannya"
"Sayangnya, choi tidak sempat merekam perbincangan antara dia dan kekasihnya, sehingga hakim merasa pengakuan choi tidak valid karena sedang terpukul dan dinilai terlalu subjektif"
"Saat itu choi benar-benar berada dititik terendah dan semakin parah ketika keputusan hakim menyatakan bahwa penjahat itu dinyatakan tidak bersalah dan menghirup udara bebas, sedangkan choi harus dirawat dirumah sakit karena kejiwaannya sempat terguncang"
"Kemudian choi dengan nekat keluar dari rumah sakit itu dan membunuh penjahat itu, sebenarnya choi tidak gila, ia hanya belum menerima kenyataan orang yang ia kasihi telah meninggalkan dia untuk selamanya dan orang yang membunuh kekasihnya dinyatakan tidak bersalah"
"Bukankah ini sangat menyesakkan nona? Choi bekerja untuk pemerintah, tetapi ia dikhianati oleh pemerintah"
"Dan tuan seo jin datang membayar uang denda untuk menebus semua tuntutan yang diberikan pada choi"
"Saat itu lah choi mau bekerja dengan tuan seo jin dan berterima kasih padanya" cerita supir oh panjang lebar
"Dari mana seo jin tahu tentang detektif choi, apa kau menceritakan semua pada seo jin?" Tanyaku
"Nne, nona...saya memohon pada tuan seo jin untuk membebaskan teman saya, karena choi adalah detektif yang handal dalam memecahkan kasus"
Hhmmm....jadi masalah yang rumit itu langsung selesai hanya dengan beberapa lembar uang.
Tidak heran, banyak sekali orang kaya yang bertingkah aneh karena mereka pikir semua bisa didapat dengan uang
"Aku turut prihatin dengan kejadian kelam yang menimpa detektif choi" ucapku
"Ya, nona...ada alasan dibalik wajah pak choi yang terlihat seram, sejak kejadian itu, ia jarang sekali terlihat tersenyum dan cenderung berwajah seram, namun ia orang yang baik"
"Ahh...aku mengerti supir ohh" ucapku
"Berkatmu yang sudah menemaniku, waktu sudah berputar hampir pukul 10 tepat"
"Aku permisi dulu supir ohh, gamsahmnida*(terima kasih)" ucapku sambil menundukkan kepalaku pada supir ohh
"Semoga harimu menyenangkan nona kim" ucap supir ohh dan pergi meninggalkanku
Baiklah
Aku akan bertemu dengan pangeran kuda putihku
Sekitar 5 menit lagi waktu menunjukkan pukul 10, namun belum ada tanda richard sampai dilake street
Tak lama seseorang memanggil namaku dari kejauhan
Sebelum aku menengok kearah belakang aku tersenyum bahagia karena suara yang aku dengar adalah suara richard
Setelah tersenyum aku membalikkan tubuhku dan melambaikan tanganku kearah richard yang sedang berlari menghamipiriku
"Haah...hah...i am sorry, i am late" ucap richard dengan nafas terengah-engah karena habis berlari
"It's ok, i am just arrived, actually you aren't late" ucapku
"Really?!"
"Yeahh"
"Ohh..thanks god" ucap richard
"Thank you hye jin, kau sudah mau menemuiku dilake street" ucap richard
"Jika tidak ada suatu hal mendesak aku akan hadir richard" ucapku
"Allright hye jin, so let's go" ucap richard mengajakku untuk pergi ketempat komunitasnya
Aku dan richard menaiki bus berdua, berhubung hari ini adalah hari libur dan waktu masih pagi, tidak begitu banyak orang-orang yang menaiki bus
Aku merasa memiliki waktu lebih untik berbincang dengan richard
Ia menceritakan tentang anak-anak yang tinggal dipanti asuhan dan beberapa teman komunitasnya yang mengajak anak-anak itu bermain dihari libur
He was very excited saat menceritakan kegiatan dikomunitasnya, ia mengajakku karena hari ini akan ada acara celebrate dipanti asuhan tersebut, mereka butuh banyak orang dan mereka akan kedatangan tamu dari seseorang yang telah memberikan donasi yang banyak untuk panti asuhan tersebut
Dan yang aku dengar orang yang telah memberikan donasi kepanti asuhan tersebut adalah ceo muda tempat dimana richard magang, dan richard juga lumayan akrab dengan ceo nya
Aku melihat masa depan richard yang gemilang, setelah ia lulus, mungkin ia akan direkrut oleh ceo baik hati itu
Sesampainya dipanti asuhan, richard mengenalkanku pada teman-teman komunitasnya ada jenny, mark, natasya dan lain-lain yang tidak bisa aku ingat satu persatu
Kesan pertama saat bertemu dengannya, aku menyukainya sebagai teman
Jenny mengajakku untuk mengatur acara saat ceo muda itu datang
Dan tugas richard, menghibur anak-anak dengan menggunakan kostum olaf si manusia salju
Sangat disayangkan, wajah tampan richard harus ditutupi oleh kostum itu
Semua sudah selesai disiapkan
Natasya mengajakku untuk duduk bermain dengan anak-anak
Aku pikir natasya senang bergosip dan ia sangat mengidolakan laki-laki kaya raya yang telah menyumbang uangnya dalam jumlah besar untuk panti asuhan tersebut
"Kau tahu, pria kaya raya itu juga satu jenis denganmu" ucap natasya
"Oh iya? Pria asia?" Tanyaku
"Mmm...ia adalah pria asia yang sangat sukses, ahh...aku sangat penasaran apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum" ucap natasya heboh sendiri
"Hei..tasya i know he's handsome and rich, but stop to talk about him" ucap jenny sambil cengengesan
"Hahahaha...i think she's falling in love with him" ucapku
"Yes i am" ucap natasya
"You know, i am curious about his face and not patient to meet with him" ucapku
"Berhati-hatilah kau akan pingsan saat bertemu dengannya" ucap natasya
Dan tidak lama jenny mendengar suara mobil yang sedang berhenti untuk menurunkan seseorang
"Owhh..he's coming" ucap jenny
Saat aku ingin melihat wajah laki-laki kaya raya yang baik hati itu, seorang anak yang bernama ivona masih menginginkanku untuk mengajaknya bermain dan menemaninya untuk menggambar
Alhasil aku tidak bisa melihat wajah laki-laki itu dengan baik, wajah ceo muda itu tertutupi oleh kerumunan orang yang sedang menyambut dirinya termasuk jenny dan natasya
Mereka lebih dulu meninggalkanku dan berniat untuk berjabat tangan dengan laki-laki itu
Aku masih memantau wajah laki-laki itu dengan seksama dari kejauhan, sekilas aku melihat gaya rambutnya yang terlihat familiar
Rambut berwarna hitam yang dengan model undercut dan terlihat klimis hingga menampilkan kening indah pria tersebut
Sekilas aku melihat matanya yang sangat khas sipit agak menukik keatas dan terkesan sinis, namun hilang saat ia tersenyum dan tertawa
Dan ketika seseorang memberinya jalan, aku melihat seluruh wajah pria yang dibicarakan oleh teman-teman richard
Aku terkejut setengah mati melihat laki-laki itu hingga membuat kedua bola mataku melotot seperti ingin keluar dari kelopak mata
Omuna!!* (Astaga!)
Laki-laki itu ialah
SUNG HAJUNG!!
"Haahh...astaga!" Ucapku
Tak lama dari atas panggung yang tidak terlalu besar para teman komunitas richard memberikan sambutan dengan meniup terompet dan petasan berisi kertas untuk pesta dan mereka menampilkan spanduk dengan tulisan 'welcome Mr. Sung Hajung'
"Welcome mr.Sung hajung" ucap semua orang yang berada diruangan itu
Wajah hajung berpaling diatas panggung dan terharu dengan pesta penyambutan sederhana yang diberikan oleh manajemen panti asuhan
Ohh tidak!!
Apa yang harus aku lakukan?
Aku harus pergi dari sini
Tapi...nanti richard mencariku
Andwe*(jangan) aku tidak ingin mengecewakan laki-laki yang telah mengajakku kesini
Aiishh....jinca!!
Ohh...apa sebaiknya aku ketoilet?
Aku takut ketahuan oleh hajung, dengan cepat aku mengatakan pada ivona bahwa aku harus ketoilet
Untungnya gadis kecil itu mengerti dan mengangguk untukku
Aku segera menghilang dari ruangan itu dan segera keluar kearah toilet
Saat aku ingin kearah toilet, aku melihat richard sedang istirahat karena lelah memakai kostum Olaf
"Ohh...Hye jin kenapa wajahmu terlihat panik?" Tanya richard yang sudah mengetahui ekspresi wajahku
"Ania..mm maksudku tidak ada apa-apa" ucapku
seketika aku memiliki ide untuk menghindar dari sung hajung
"Ohh..apa kau merasa lelah richard? Aku bisa menggantikanmu memakai kostum ini" ucapku dengan semangat
"Ahh...no no no! Kau tidak perlu melakukan ini, ini sangat melelahkan" ucap richard
"Yya...jangan anggap remeh aku, ok! aku belum mencobanya, jika aku tidak kuat karena kepanasan, aku akan memberikanmu kostum ini" ucapku
"Kau bilang ingin menyapa ceo tempat dimana kau magang richard"
"Sapalah! Sementara aku akan menggantikanmu" ucapku merayu
Dengan mudahnya aku memakai kostum Olaf dan pergi kembali kedalam gedung itu dengan perasaan yang sedikit aman tidak akan ketahuan oleh hajung
***
Aku kembali kedalam gedung dan banyak anak-anak menyapaku karena aku memakai kostum Olaf
__ADS_1
Aku bergaya seimut mungkin dibalik kostum Olaf si manusia salju
Melambaikan tangan, melakukan kiss bye dan memeluk anak-anak
Fyuhh...terasa panas
Aku memantau hajung dibalik kostum olaf dan ia sedang berbicara dengan richard
Ingin sekali aku mendengar isi pembicaraan mereka
Mereka berdua terlihat tertawa dengan senang, dan ini pertama kalinya aku melihat hajung tertawa hingga menghilang kedua matanya
Selama ini aku melihat hajung hanya berwajah sinis saja jika berada dihadapanku dan seo jin
Tiba-tiba mark menepukku dengan keras dan hampir saja aku terjatuh
"Yo..bro, segera keatas panggung, sebentar lagi ceo itu akan memberikan kalimat sambutan, kau harus berdiam disana agar anak-anak bisa duduk dengan manis" ucapnya
Aku pikir mark masih menganggapku adalah richard, ia belum menyadari bahwa richard sedang berbicara dengan hajung dari kejauhan
Tanpa basa basi aku melakukan tanda 'ok' menggunakan jariku ke arah mark tanpa berbicara
Aku berjalan menuju panggung dan sudah siap berdiri menyapa anak-anak
Terdengar suara teriakan anak-anak yang menyapa dan memanggil nama 'olaf'
Dan tak lama acara dimulai, jenny selaku pembawa acara meminta hajung untuk memberikan kalimat sambutan pada acara hari ini
Setelah naik ke atas panggung, hajung menatapku yang sedang memakai kostum olaf
"Yo olaf!! Kau terlihat menggemaskan" ucap hajung dengan ramah dan memintaku untuk melakukan high five
Ok hye jin tenang, kau sudah memakai kostum tidak akan ketahuan oleh hajung, lakukan senatural mungkin
Aku melakukan high five dengan hajung
Dan banyak anak-anak yang iri ingin melakukan hal sama seperti yang hajung lakukan
"Baiklah anak-anak, setelah ini paman berjanji akan mengijinkan kalian bersalaman, dan berfoto dengan olaf setelah duduk yang manis dan mendengarkan paman berbicara, ok?" Ucap hajung
"Yes..ok sir" ucap anak-anak dengan kompak
Hajung berbicara sekitar 3 menit dan mengucapkan terima kasih kepada pengurus panti asuhan ini yang telah bekerja keras mengurus anak-anak layaknya anak sendiri
Entah kenapa aku melihat hajung berbeda dari apa yang diceritakan oleh seo jin dan sikap kasarnya ketika bertemu denganku
Hajung benar-benar seperti orang lain
Aku dengar dari richard, hajung pernah tinggal dipanti asuhan ketika ia masih kecil meskipun hanya sebentar dan akhirnya dijemput oleh orang tua kandungnya
Maka dari itu hajung sering memberikan donasi dan perhatian lebih ke panti asuhan yang berada dichicago
Aku belun pernah mendengar cerita hajung pernah tinggal dipanti asuhan dari seo jin
Mungkin aku akan menanyakan hal ini ke seo jin
***
Setelah selesai memberi beberapa kata sambutan, hajung merangkul olaf dengan lembut dan tersenyum hingga matanya menghilang hanya segaris
Betapa ini adalah pemandangan yang langka yang pernah aku lihat dari hajung
"Kau sudah bekerja keras untuk menghibur anak-anak, setelah acara ini selesai, bertemulah denganku aku akan memberikanmu hadiah" ucap hajung dan membuatku terkejut
Namun aku tidak menjawab hajung, hanya meloncat-loncat dan mengangkat kedua jempolku tanda berterima kasih pada hajung
"Hahaha...kau sangat lucu dan berbakat menghibur anak-anak" ucapnya lagi
Hajung meminta sekertarisnya untuk mengambil foto dengan diriku yang sebagai olaf dan berakhir dengan foto bersama dengan pengurus dan anggota komunitas anak muda termasuk richard
Setelah berfoto, hajung bermain dengan anak-anak dan melakukan story telling menggunakan boneka tangan
Hajung duduk bersama dengan anak-anak yang berusia sekitar 4-6 tahun
Ia melakukannya dengan baik
Tanpa sadar aku ikut tersenyum ketika hajung bercanda dan tertawa dengan anak-anak
Dan seseorang menepuk pundakku
Dan aku melihat richard menyapaku
"Hye jin, istirahatlah, dan bergantian denganku, menjadi olaf adalah pekerjaan yang melelahkan" ucapnya
Aku menarik lengan richard dan setuju untuk bergantian dengannya
Aku menarik richard ke lorong dekat toilet dan ketika aku membuka kostumku richard tertawa melihat wajahku
"Pftt...hahaha.."
"What's wrong richard?" Tanyaku
"I am sorry, your face so funny and look cute" ucapnya dan membuat wajahku merona karena tersipu malu
Aku tahu pasti wajahku sangat berantakan karna berada didalam kostum sangat panas dan membuatku mengeluarkan banyak keringat
Richard membuka jaketnya dan memakaikannya untukku dengan wajah yang canggung
Awalnya aku tidak paham dengan sikap richard seperti itu, ketika aku melihat kebawah, pakaianku menjadi terawang dan pakaian dalamku terlihat karena bajuku basah dengan keringat
"Ehemm....cepat tutupi hye jin" ucap ricahrd
"Owhh. ." Dan dengan cepat aku membalikan badanku dan membelakangi richard lalu memakai jaket pemberian richard
"Done, hehe.." ucapku
Setelah selesai aku membalikkan tubuhku lagi dan menghadap richard, wajah richard masih memerah karena melihat pemandangan tadi
Aku menjadi kikuk dihadapan richard dan sama-sama salah tingkah dan malu untuk bertatap
Hingga mark memanggil kami
"Hei...where is olaf? The kids start looking olaf" teriaknya dan membuatku terburu-buru membantu richard memasang kostumnya
"Yea..he's coming!" teriakku pada mark
Richard segera memakai pakaian olaf dan sebelum kostumnya menutupi wajah richard aku memegang lengan richard
"Wait..i wanna tell you something" ucapku
"Yes,, say it" balas richard
"Aammm....mungkin aku tidak bisa mengikuti acara ini sampai selesai"
"Why? Because it's not excited for you?" Ucap richard
"No no no ...it's not like that" ucapku
"I have something.....sorry i.. i can't explain it, sorry about it" ucapku terbata-bata
"Aku senang dengan komunitasmu dan kegiatan ini, tapi, aku harus meninggalkan tempat ini karena ada suatu hal yang sedang menungguku"
"Apakah kau memiliki agenda lain?" Tanya
Aku terdiam sejenak dan menatap richard
"Ya...aku punya janji harus bertemu dengan emma hari ini" ucapku
Maaf richard aku harus berbohong padamu >○<
"Ohh...emma, baiklah aku mengerti, titip salamku pada emma" ucap richard dengan senyuman dia yang manis
Setelah itu aku membantu richard untuk memakai kostum olaf dan ia pergi meninggalkan ku dan berakting menjadi olaf
Fuhh...
Aku membuang nafas lega
Dan memikirkan bagaimana caranya agar keluar dari gedung ini tanpa ketahuan oleh hajung
Aku pikir aku harus lewat pintu belakang agar tidak ada orang yang melihatku
Aku melewati pintu belakang dari gedung itu
Namun ketika aku membukanya, pintu itu terkunci
Sial!
Kenapa harus terkunci hikss!
Haahh.. bagaimana ini
Aku memikirkan bagaimana cara agar aku tidak ketahuan oleh hajung
Aku pikir, aku harus pergi lewat depan dan memakai hoodie ini untuk menutupi rambutku
Dengan hati-hati aku mengamati sekeliling gedung itu dan melihat hajung masih asyik bermain dengan anak-anak
Aku melihat syal yang dipakai natasya dan berniat untuk meminjamnya
Dengan perlahan aku menghampiri natasya
Aku harus bersandiwara agar natasya mau meminjamkan syalnya padaku
"Hi..natsya, hatchii" ucapku dan bersin didalam telapak tanganku
"Aku pikir, aku harus kembali ke dorm, aku tidak enak badan, hatchii" ucapku
"Ohh...hye jin, ini masih belum musim dingin kau sudah terkena flu, sepertinya kau terlalu lelah, hingga imunmu rendah dan rentan terkena flu"
"Ya kau benar, aku harus bekerja lembur untuk mendapat uang tambahan" ucapku
"Ohh..take care honey, pakai ini agar kau lebih hangat"
Yes..berhasil!!
"Owhh...thank you so much...aku akan mengembalikan ini" ucapku
"Santailah, richard rajin datang ke komunitas, kembalikan saja pada richard, atau kau ingin mampir kerumahku dan minum teh bersama?" Ucap natasya
"Aku ingin tahu kebiasaan dan kesukaan pria asia" bisik natasya padaku yang masih terobsesi pada hajung
"Ahahaha...itu soal yang mudah, aku akan memberitahumu tentang kesukaan orang asia" ucapku
Wah wah..
Hajung memiliki fans yang tergila-gila padanya
Aku mencari hajung yang aku pikir ia masih duduk disana namun sudah hilang tak terlihat
Aku melihat sekeliling sambil menutupi area hidung dan mulutku menggunakan syal
Namun hasilnya nihil, mungkin hajung ketoilet, aku harus menggunakan kesempatan ini dengan baik
Aku berlari kecil keluar dari gedung itu
Dan sampai dihalaman panti asuhan tak lama seseorang menegurku dari arah belakang dan suara itu terdengar seperti suara hajung
"Nona tunggu sebentar" ucap seorang laki-laki dan membuat langkah kakiku berhenti
Ahh...sial bagaimana ini, jika aku menengok kearah belakang, habislah riwayatku
" Apa kau nona kim? Ku dengar kau tidak enak badan, apa ingin kuantar?" Tanyanya
Kyaa!!! Andwe* (jangan)
Seo jin-ssi mian*(maaf)
Aku pikir aku tidak bisa membantumu untuk berpura-pura menjadi istrimu lagi huhuhu.....
________________________________
Hayolohh....piye gaes ketauan gak ya si hye jin
__ADS_1
Penasaran kan...
selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin untuk para reader mangatoon 🙏🙏☺🥰😊