Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 69


__ADS_3

Happy Reading ^^


Sung Hajung pov


Setelah aku mendarat di chicago dan mengantar hye jin ke starb*ck, aku segera bergegas ke panti asuhan untuk melihat keadaan di sana


Syukurlah tidak ada korban jiwa di sana dan petugas dari kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran di panti asuhan yang aku anggap sebagai rumah kedua ini


Ketua panti mengatakan padaku agar diriku tidak perlu khawatir pada anak-anak, karena ia sudah melaporkan kejadian ini ke dinas sosial dan sudah mendapatkan bantuan dari  pihak gereja


Untuk sementara mereka akan mengungsi di aula sampai petugas kepolisian selesai melakukan investigasi dan kemudian akan merenovasi kembali gedung panti yang sudah terbakar


Aku melihat kamar bekas dimana aku tinggal di panti ini terbakar karena kejadian kemarin malam


Aku tertegun ketika melihat puing-puing reruntuhan panti yang terbakar


Aku harap penyebab kebakaran ini hanyalah kecelakaan biasa dan tidak ada unsur kesengajaan dari seseorang


Setelah selesai melihat keadaan panti, aku segera kembali ke apartementku untuk beristirahat


Entahlah...


Aku merasa lelah saat ini, padahal semalam aku merasa tidur lebih awal


Apa mungkin karena semalam aku bermimpi buruk?


Aku melepas blazerku dan membiarkannya tergeletak di bahu sofa, sedangkan diriku lebih memilih untuk rebahan di atas sofa


Tak lama handphoneku berdering dan melihat di layar handphone sekertaris min yang meneleponku


"Bicaralah sekertaris min" ucapku langsung tanpa basa-basi pada sekertatisku


"Maaf tuan mengganggu waktunya.  saya meminta kepada anda untuk segera memberikan kontak handphone wanita yang bermalam di hotel yang sama dengan anda tadi malam" ucap sekertaris min


Aku segera bangun dari posisi tiduran menjadi posisi duduk karena terkejut mendengar ucapan dari sekertarisku


Kontak handphone seorang wanita? Apakah yang dimaksud sekerteris min adalah kim hye jin?


Untuk apa sekertaris min meminta nomor handphone gadis itu?


Apakah semalam  terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui?


Apakah...


Lagi-lagi emosiku tidak stabil dan berubah menjadi pria temprament yang menghancurkan barang-barang di sekitarku tanpa sadar?


Tapi...


Tidak ada hal aneh saat aku terbangun tadi pagi


Tidak ada barang-barang yang berserakan atau barang pecah di lantai tadi pagi


Semua benda di sekelilingku terlihat rapi dan aku terbangun di atas tempat tidur dengan hye jin yang berada di sampingku


Gadis itu...


Apakah ia menutupi sesuatu dariku?


Jika aku mengingat lagi kejadian tadi pagi, tampak hye jin terlihat ketakutan saat aku terbangun


Tidak mungkinkan jika orang normal yang melihat diriku sedang kumat karena emosiku yang tidak stabil layaknya orang gila mampu bertahan untuk tetap berada di sampingku? mereka pasti akan kabur untuk menyelamatkan diri mereka sendiri


Tapi...


Hye jin bukanlah seorang gadis normal pada umumnya, ia juga termasuk gadis gila menurutku, jika dilihat dari tindakannya yang berani mengambil resiko membohongi petugas polisi hanya untuk menyelamatkanku


Dan lagi mimpi itu membuatku sangat tidak nyaman saat berhadapan dengan hye jin, karena terlihat sangat nyata bagiku


Aku harus memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi tadi malam.


Aku akan memulainya dengan bertanya pada sekertarisku


"Apakah terjadi sesuatu kemarin malam sekertaris min?" Tanyaku


"Sepertinya iya tuan, apakah tadi pagi ketika anda bangun tidak ada hal aneh?" Tanya sekertaris min balik kepadaku


"Saya pikir gadis yang bermalam dengan anda sudah menghilang ketika anda bangun dari tidur, tuan"


"Karena saat saya memberitahu berita kebakaran panti asuhan tersebut, tiba-tiba gadis itu yang sudah mengambil alih handphone anda, tuan"


"Saya pikir anda akan menelepon saya tadi pagi karena membutuhkan sesuatu, tapi sampai saat ini anda belum  menelepon saya, jadi saya berinisiatif untuk menelepon anda sekarang dan memastikan anda baik-baik saja" ucap sekertaris min lagi


"Sekaligus saya ingin menanyakan kontak handphone gadis itu untuk memberikan uang tutup mulut agar rahasia anda tidak tersebar luas"


Aku segera teringat kejadian saat melihat sekilas luka memar yang ada di leher hye jin saat aku ingin mendekati gadis itu karena ingin membangunkannya dari tdur


Oh tidak!


Ternyata itu bukan mimpi, melainkan kenyataan dan aku telah menyakiti gadis itu


Bagaimana ini?!


Tapi...


Kenapa ia tidak lari dariku?


Apa alasan dia tetap berada di sampingku?


Apakah dia bodoh?!


Ataukah ia terpaksa berada di sampingku malam itu karena aku yang membawa dirinya dan ia bingung untuk pergi meninggalkanku karena tidak memiliki tujuan?


"Tuan hajung?"...


"Tuan sung hajung..." panggil sekertaris min beberapa kali dan membuatku tersadar bahwa aku masih melakukan panggilan telepon dengan sekertaris min


Tanpa menggubris panggilan sekertaris min, aku segera menutup panggilan telepon darinya


Tanpa berpikir lagi, aku segera melakukan panggilan telepon ke hye jin dan menyuruhnya untuk segera datang ke apartementku


Aku menyuruhnya untuk segera datang ke apartmentku untuk memastikan apakah perbuatanku semalam hanyalah sebuah mimpi buruk ataukah itu memang kenyataan yang menyeramkan


Jika itu bukan mimpi..


Ekspresi kesakitan yang ku lihat di wajah hye jin saat itu adalah kenyataan dan itu akan membuatku semakin tidak mempercayai diriku sendiri karena telah membahayakan orang lain di sekitarku


Tanpa sadar aku hampir membunuh seorang gadis yang tidak bersalah dibawah kesadaranku


Apakah penyakit mentalku kambuh lagi seperti dulu?


Ahh....sial


Ku kira penyakit mental ini sudah lama menghilang, tapi ternyata hal ini masih menghantuiku


Memang ku akui sejak kejadian diriku disekap dalam gudang kosong itu, rasa khawatir dan cemasku muncul lagi hingga membuatku ketakutan dan sulit untuk mengontrol emosiku


Ku kira aku hanya berubah menjadi temprament, tapi tidak ku sangka aku hampir membunuh seseorang dan membuatnya menderita karenaku


Tidak!!


Ku harap ini hanya mimpi buruk


Inu bukan kenyataan


Aku perlu mengonfirmasi dan melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri


Hingga waktunya tiba, saat hye jin datang ke apartementku dan aku melihat langsung luka memar yang terlukis jelas di leher gadis itu


Aku mundur perlahan menjauhi gadis itu. aku tidak percaya dengan apa yang ku lihat di lehernya


Ahh...maafkan aku hye jin


Bagaimana aku bisa menghadapi gadis itu saat ini...


Padahal ku kira akan ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah bisnis keluarga sung yang tidak sehat ini


Tapi justru aku sendiri yang menghancurkan harapan itu dan membuatnya menjadi mimpi buruk seorang gadis


gadis itu sudah menanggung beban berat karena telah melihat seseorang mati di hadapannya, masih untung jika gadis itu tidak tinggal di rumah sakit jiwa karena trauma tapi aku justru menambah penderitaan gadis itu dengan menyerang dirinya dan mengancam nyawanya


Jika aku meneruskannya untuk bekerja sama dengan dirinya, aku tidak tahu lagi kejadian buruk yang akan menimpa gadis itu


Yah...


Ku pikir menyerah adalah hal yang baik untuk gadis itu


Aku akan melepas gadis itu dan membiarkan kehidupannya diatur oleh suami sepupuku, park seo jin


Aku hanya bisa berharap park seo jin bisa melindungi gadis itu dan mengabulkan keinginannya untuk hidup dengan tenang tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain


Namun


Tidak ku sangka, gadis itu memiliki pendirian yang teguh dan mental baja


Aku telah meremehkan mental dan fisik gadis yang mirip dengan sepupuku, sung deok mi


Wajahnya memang sangat mirip dengan sepupuku, namun kepribadiannya sangat berbeda jauh dengannya


Gadis itu memiliki kepribadian yang hangat didalam dirinya dan...


keras kepala


Meskipun gadis ini keras kepala namun ia bisa membuat hatiku menaruh sedikit kepercayaan bahwa aku bisa bersandar pada dirinya


Hingga hatiku mulai tidak tahu diri dan berharap bahwa gadis itu adalah sinar mentari yang aku cari selama ini dan akan memberikan cahaya pada kehidupanku yang gelap ini


Dan saat ini, gadis itu sedang duduk di sampingku sambil mencuri-curi pandang padaku ketika aku sedang menyetir

__ADS_1


Ku rasa ia masih belum menyerah dan berharap aku akan menceritakan kehidupanku yang membosankan ini ke dirinya


****


Kim hye jin pov


"Eehhem..."


"Hajung-ssi kau tahu iron man?" Tanyaku untuk memancing hajung agar bicara di dalam mobil dan membahas karakter hero marvels


Hajung hanya terdiam sambil menyetir mobil karena ia berniat untuk mengantarku sampai di halte bus dekat rumah seo jin


Haaah...


Ku rasa ia tidak menggubrisku. Ku kira ia menyukai film tentang hero karena tempo hari ia pernah menyindirku dan membandingkan kebaikanku dengan kebaikan super hero


Tapi setidaknya aku berusaha


dari pada tidak sama sekali


"Bukankah ia termasuk orang yang sangat hebat? Seorang perakit mesin yang jenius dan kaya raya memiliki apapun yang ia punya"


"Tapi...sayangnya orang hebat seperti dia memiliki gangguan kecemasan yang berlebih, dan itu membuat dirinya hampir gagal menyelamatkan bumi dari mahluk jahat" ucapku


"Dan sayangnya ia terlalu sombong dan enggan untuk membawa dirinya berbagi cerita ke orang lain, karena ia pikir tidak ingin membuat orang terdekatnya merasa khawatir pada dirinya"


"Mungkin jika ia mau berbagi cerita tentang gangguan kecemasan yang ia alami dan menghilangkan sifat sombong pada dirinya, mungkin ia tidak gugur dalam peperangan dan bisa hidup bersama dengan istri dan anaknya" ucapku yang menurutku mengatakan hal yang tidak jelas kepada hajung


"Coba kau lihat dan ambil pelajaran dari dokter bruce banner meskipun awalnya ia menolak kehadiran hulk dan sangat membencinya, tapi pada akhirnya ia bisa berdamai dan mau menerima hulk menjadi bagian dirinya"


"Itu semua karena ia berbagi pada agen nath dan tidak menanggung penderitaannya sendiri"


" tapi tentunya yang paling utama adalah dokter banner sendirilah yang bisa menerima mahluk hijau besar dan pemarah itu untuk mengambil alih sebagian kehidupannya dan hidup dengan damai bersama alter egonya"


"Ku rasa kau bisa menjadi seperti dokter banner jika kau ingin berbagi cerita ke orang lain..." ucapku pada hajung dan berharap ia tidak marah padaku


Tapi...


Hajung tetap tidak menggubrisku dan lebih memilih fokus untuk menyetir


Aku menghembuskan napas dan tidak tahu lagi harus memancingnya seperti apa lagi


Sudah bersyukur aku tidak disemprot dan dicaci maki lagi olehnya setelah aku mengatakan hal omong kosong seperti tadi


"Jadi..."


"Apakah kau bersedia menjadi agen nath untuk diriku, nona hye jin?" Ucap hajung tiba-tiba dan membuatku membelalakkan mata


Oh..ommo* (ya tuhan)


Apakah hajung mulai percaya padaku


Apakah setelah memakan masakanku dan membuat dirinya kenyang, pintu hatinya sedikit terbuka?


Ohh....kyeopta* (manisnya)


Ia seperti anak anj*ng yang aku pungut di jalan, ia berubah menjadi penurut setelah diriku berbuat baik padanya


"Nne* (ya) jika kau bersedia hajung-ssi"


Ucapku pada hajung


Hajung mengambil napas dalam-dalam saat ia ingin bercerita padaku


"Yang ku ingat emosiku mulai tidak stabil saat diriku lulus SMA"


"Saat kakekku mengatakan padaku bahwa aku harus mampu bersaing dengan deok mi"


"Karena bagaimanapun aku adalah satu-satunya anak laki-laki yang mewarisi keturunan darah keluarga sung dan tidak seharusnya deok mi yang seorang wanita memimpin perusahaan"


"walau bagaimanapun aku berusaha, pada akhirnya deok mi selalu unggul dari diriku dan hal itu membuat kakekku kecewa" 


"Dan konyolnya rasa kecewa itu membuat kesehatan kakekku menurun hingga ia meninggal" ucap hajung tanpa menatap ekspresi wajahku


"Tanpa sadar hal itu membuatku menjadi pesimis dan putus asa lalu diriku berubah semakin emosi dan semakin sulit rasanya mengontrol amarah pada diriku"


"Hingga mengamuk membanting dan memecahkan barang merupakan hal yang wajar untuk meredamkan amarahku" cerita hajung


"Apakah orang tuamu tidak langsung membawamu ke psikiater ketika kau melakukan hal seperti itu?" Tanyaku penasaran


"Anio* (tidak) karena mereka pikir aku bisa sembuh dengan sendirinya ketika keadaan diriku sudah tenang dan bisa kembali menjalani aktivitasku"


"Tapi ku rasa hal itu menjadi kebiasaan. mencaci maki dan bersikap kasar sudah menjadi kepribadianku agar diriku menjadi tenang" ucap hajung dan membuatku menelan ludah


Apa bagusnya menjadi kasar? Hal itu membuat dirimu semakin dibenci oleh orang lain dan membuat orang lain yang tidak mengenalimu menjadi salah paham contohnya sekertaris pribadimu


"Lagi pula aku tidak perlu teman atau seorang sahabat yang berada di sampingku, karena di dunia ini tidak ada orang lain yang bisa ku percaya selain kedua orang tuaku dan...." ucap hajung terputus


"Dan juga dirimu" lanjut hajung dengan suara pelan tapi aku bisa mendengarnya


"Masa iya dari sekian banyak wanita yang kau habiskan bersama tidak bisa kau jadikan teman atau sahabat, ku pikir kau juga sangat populer dikalangan wanita...." ucapku


"Ku pikir tidak perlu menjadi teman atau sahabat jika hanya menghabiskan waktu dan bersenang-senang di atas ranjang bersama wanita, nona kim" ucap hajung


"Mwo?!* (apa?!) busun suriya* (apa maskudmu?" Ucapku terkejut


"Wae* (kenapa) kau terkejut?" Tanya hajung santai sambil menengok ke wajahku sebentar untuk melihat ekspresiku


"Ohh ayolah nona kim kau juga sudah dewasa. Pasti tahu kebutuhan laki-laki" ucap hajung


"Neo michi...*(kau gil...)" ucapku terputus dan hampir mengumpat ke dirinya


Ku rasa ia tidak hanya mengalami gangguan kejiwaan tapi ia juga termasuk ke dalam kategori pria bren**ek dan playboy


Kenapa aku merasa tidak kasihan pada dirinya setelah tahu ia berbuat seperti itu pada beberapa wanita


Aku menghembuskan napasku untuk meredakan amarahku yang ingin mencaci maki pria breng**ek yang ada disampingku


Entah kenapa aku sangat membenci pria playboy bereng**ek yang hanya menggunakan wanita sebagai objek untuk pemuas biologisnya


Aku tetap membencinya meskipun meraka melakukan atas dasar sama-sama suka


Tapi..


kebanyakan wanita mudah terpesona dengan lelaki tampan dan kaya raya seperti hajung hingga mereka bersedia melakukan apa saja demi terwujudnya masa depan yang indah bersama pria pujaan hatinya, tapi tanpa disadari, mereka sedang menjadi 'tissue' yang sudah tidak akan terpakai lagi sewaktu-waktu dan akan dibuang begitu saja dengan mudahnya jika sudah tidak dibutuhkan


"Ada apa nona kim? Kau terlihat kesal padaku" tanya hajung


"Ani* (tidak) fokus saja pada jalanan" ucapku sambil menahan emosi


"Apa kau kesal karena aku adalah seorang playboy?" Tanya hajung


"AAAANNNI!* (TTTTIDAAK!) kenapa aku harus kesal padamu jika kau adalah seorang pria breng**k" ucapku sambil melotot melihat hajung


"Mwo?!*(apa?!) Barusan kau memanggilku apa nona kim?" Tanya hajung yang mulai meninggikan suaranya


"Ma..maksudku playboy" ucapku


"Yah...meskipun playboy dan breng**k tidak ada bedanya" ucapku perlahan tapi aku yakin hajung mendengarnya meskipun suaraku pelan


"Aku bisa mendengarmu kim hye jin" ucap hajung


"Baguslah jika kau bisa mendengarnya" ucapku sambil meledek ke hajung


"Neo...*(kau...)" ucap hajung terputus


Setelah itu hajung diam beberapa saat


"Baiklah..Aku akan berhenti menemui wanita lain jika kau melarangku, nona kim" ucap hajung tiba-tiba


"Ahhh...wae*(kenapa) kau harus berhenti karena diriku, hajung-ssi"


"Lakukanlah...jika hal itu membuatmu senang, aku bukan ibumu yang melarang anaknya bersenang-senang dengan banyak wanita" ucapku pada hajung


"Aahhh...hajung-ssi berhentilah di halte bus didepan sana" ucapku tiba-tiba ketika melihat halte bus


"Apa kau akan mampir ke suatu tempat nona kim?" Tanya hajung


"Nne* (iya) aku lupa jika aku masih ada janji untuk bertemu dengan temanku" ucapku yang terpaksa berbohong karena tidak nyaman satu mobil dengan hajung


"Katakanlah dimana, aku akan mengantarmu sampai ke tujuan" ucap hajung


"Ahh...gwaencahana* (tidak apa) kau mengantarku keluar dari apartmentmu saja aku sudah berterima kasih" ucapku pada hajung


Hajung berhenti tepat di depan halte bus


"Hye jin-ssi..." panggil hajung tepat setelah aku membuka seat belt mobil


"Mianhae* (maaf) karena semalam aku telah menyakitimu" ucap hajung padaku


Aku menatap hajung dan terdiam beberapa saat


"Lupakanlah..aku juga sudah melupakan hal itu dan tidak ingin mengingatnya lagi" ucapku memecah kesunyian didalam mobil


Hajung masih menatap leherku yang tertupi syal


"Aisshh....gwaenchana* (tidak apa) setelah beberapa hari luka ini akan menghilang, kau tidak perlu khawatir dan tetaplah menjadi hajung yang menyebalkan" ucapku pada hajung dan segera membuka pintu mobil, namun hajung masih mengunci pintu mobilnya


"Wae?!* (kenapa?) Masih ada lagi yang ingin kau bicarakan?" Tanyaku


"Datanglah besok ke kantor deok mi dan ambil album foto yang kau bilang sama dengan tanggal transaksi dong il yang pernah aku berikan padamu kemarin malam" ucap hajung


"Aku pikir, aku harus memulainya dari album foto yang kau bicarakan itu, ku harap album foto itu memiliki petunjuk lebih, tentang transaksi gelap ayah deok mi" ucap hajung


"Araseo* (aku mengerti) aku akan mencari alasan ke seo jin agar aku bisa datang ke kantor deok mi" ucapku dan hajung membuka pintu mobilnya


Aku teringat sesuatu saat aku hendak berdiri dari mobil hajung

__ADS_1


"Ahh.. chakaman* (tunggu), apakah richard masih magang di tempatmu?" Tanyaku


"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya hajung


"Yya...*(hei) jangan bilang kau lupa jika richard anak magang yang berada di tempatmu saat ini adalah teman kampusku" ucapku


"Aahh...anak itu, bersantailah dan bersikap seolah kau tidak mengenalnya jika bertemu tepat di hadapanmu" ucap hajung santai


"Tidak mungkin aku bisa mengabaikan dia, selain ia adalah teman kampusku, richard adalah orang spesial bagiku" ucapku pada hajung


"S-spesial??" Tanya hajung heran


"Maksudmu seperti kekasih?" Tanya hajung


"Saat ini belum, tapi aku akan segera menjadi kekasih pujaan hatinya hehehe..." ucapku senang


"Aigoo..jadi kau bertepuk sebelah tangan padanya?" Tanya hajung


"Ani* (tidak) richard juga memiliki perasaan yang sama padaku, hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk mengatakannya padaku" ucapku penuh percaya diri


"Cihhh...berhentilah berkhayal, jika ia memang menyukaimu, tanpa menunggu waktu lama lagi dia akan menyatakan cinta padamu jika memang benar ia adalah lelaki jantan dan tidak memiliki pujaan hati yang lain selain dirimu"


"Yyaa!!* (hei!!) Kau tidak akan pernah mengerti karena tidak pernah mengalami hal yang namanya susah mencari uang"


"Bagiku dan juga richard, pacaran adalah suatu hal yang mewah! Aku dan richard dalam kondisi yang sama, jika memiliki waktu untuk berpacaran, kenapa tidak digunakan untuk mencari uang dan belajar. Kau harus tahu itu isshhh...." ucapku


"Aah...jadi kau ingin bilang padaku meskipun kau miskin tapi kau adalah orang yang sibuk?" Ledek hajung


What the...


Haah...apakah barusan ia mengejekku?


Hoo...syukurlah ia sudah kembali menjadi hajung yang menyebalkan! Aku segera keluar dari mobil lalu membanting pintu mobil hajung dengan keras


"Yyyaa!!* (hhei!!) Kim hye jin!!" Teriak hajung yang kesal karena diriku membanting pintu mobilnya


Hanya itu yang bisa ku lakukan untuk membalas hajung yang mulai menyebalkan


Aku mengabaikan hajung dan segera berjalan pergi meninggalkannya untuk naik ke dalam bus


Hajung membuka kaca mobilnya dan memperlihatkan wajah kesalnya padaku


Didalam bus aku meledek  hajung dengan cara menjulurkan lidahku  dan berwajah konyol melalui kaca bus


"Mweee...." ucapku kemudian melambaikan tangan pada hajung


Hajung terkejut melihat diriku yang sedang mengejeknya dan berubah menjadi kesal lagi karena ulahku


Aku merasa puas karena berhasil membuat hajung kesal dan merasa menang melawan pria menyebalkan itu


***


Langit sudah mulai senja dan aku memutuskan berjalan kaki untuk sampai ke rumah seo jin


Yah...


Meskipun jarak antara halte bus dan rumah seo jin lumayan jauh, aku memutuskan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam sebelum musim dingin benar-benar datang dan menyembunyikan sinar matahari untuk masuk ke kota ini


Hingga matahari benar-benar terbenam dan langit berubah menjadi gelap, begitupun diriku yang pada akhirnya telah sampai di rumah seo jin


Dari luar, rumah seo jin tampak sepi dan aku sudah tidak melihat lagi para pelayan berlalu- lalang di rumah ini


Aku hanya melihat lampu rumah menyala yang berarti menandakan bahwa terdapat penghuni rumah di dalam sini


Ku tebak seo jin sudah sampai di rumah lebih dulu dan berada di kamar


Aku segera pergi ke lantai 2 dan masuk ke kamar seo jin


Aku melihat seo jin yang sedang duduk di atas ranjang sambil membaca buku dengan kaca mata bacanya


"Kau sudah sampai hye jin" sapa seo jin


"Mmm..." ucapku pada seo jin


"Ku kira bibi min, tapi ternyata kau, hye jin"


"Ku rasa bibi min sudah tidak ada di rumah ini" ucapku


"Mmm...tunggu, ini aneh. kenapa aku tidak mendengar suara mobil? Apakah supir oh juga sudah pergi setelah mengantarmu ke sini?" Tanya seo jin


"Tidak ada supir ohh di sini seo jin, hanya kita berdua yang ada di rumah ini" ucapku


"Aku berjalan kaki dari halte bus hingga sampai di rumahmu" ucapku lagi pada seo jin


"Mwo?!* (apa?!)" Seru seo jin hingga ia menutup buku yang sedang ia baca


"Kenapa kau tidak meneleponku untuk menjemputmu, hye jin?" Tanya seo jin


"Jarak antar halte bus dan rumah sangat ja...."


"Gwaencahana* (tidak apa) aku sendiri yang memang sedang ingin berjalan karena ingin menikmati pemandangan matahari terbenam" ucapku memotong  seo jin ketika sedang bicara


"Aah..ngomong-ngomong ada yang ingin ku sampaikan padamu, seo jin-ssi" ucapku


"Bicaralah" sahut seo jin


"Mulai besok aku akan pergi ke kantor deok mi" ucapku


"Mworago?!* (apa katamu?)" Tanya deo jin heran


"Kenapa tiba-tiba..."


"Sebentar lagi pemilihan direktur, bagaimana bisa aku hanya berdiam diri di rumah sebesar ini sampai rapat pemilihan direktur tiba?"


"Bagaimana mungkin para pemegang saham akan percaya dan memilihku jika aku saja tidak pernah terlihat di kantor"


"Apakah itu masuk akal? Seorang calon direktur tapi sangat jarang berkunjung ke kantornya sendiri" ucapku yang mencoba mencari alasan


"Hye jin-aa..apakah kepalamu terbentur?" Tanya seo jin


"Kenapa kau tiba-tiba menginginkan untuk pergi ke kantor deok mi?" Tanya seo jin


'Deg'


Ahh...


Apakah aku gagal untuk meminta izin seo jin untuk pergi ke kantor?


"Sebenarnya aku sengaja untuk  membuatmu tidak pergi ke kantor. Aku memintamu untuk pergi ke kantor deok mi jika  ada sesuatu darurat saja"


"Misalnya seperti kemarin, kau pergi ke kantor real estate rose hanya untuk presentase dan rapat besar saja"


"Aku tidak akan melibatkanmu untuk terjun langsung dengan tugas kantor real estate sehari-hari karena sudah ada sekertaris sin yang menanganinya"  ucap seo jin


"Jadi maksudmu  deok mi yang aslipun tidak pernah terlibat langsung dengan pekerjaannya?" Tanyaku pada seo jin


"Ku pikir....iya" ucap seo jin ragu


"Apakah deok mi menjadi direktur real estate hanya sebagai status dan ikon saja tanpa harus bekerja layaknya seorang direktur?" Tanyaku


"Nne...*(iya)" ucap seo jin


"Wahh...hebat sekali kehidupan deok mi, ia menjalani hidup hanya untuk menikmati hasil kekayaan yang mengalir dari keuntungan perusahaan" sindirku


"Sudah ku katakan padamu, tugasmu hanya bersikap dingin dan ketus kepada semua orang" ucap seo jin


"Waah...kenapa kau menikahi wanita mengerikan seperti itu seo jin-ssi, aku tidak habis pikir padamu" ucapku sambil melepas jaket coatsku


"Yya*(heei!) Kenapa kau malah membahas itu" protes seo jin


"Lalu bagaimana dengan hajung? Apakah dia juga sama seperti deok mi hanya menghabiskan uang dan foya-foya dari hasil keuntungan perusahaan?" Tanyaku penasaran


"Kenapa malah membahas hajung?" Tanya seo jin


"Ya..aku hanya penasaran, bagaimana kehidupan konglomerat dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Apakah sebagian besar seperti deok mi?" Tanyaku


"Tidak semua seperti itu, hajung berbeda dengan deok mi, ia ikut terlibat langsung dalam pekerjaan perusahaan sama seperti ayah deok mi"


"Tapi anehnya dari hajung adalah ia tidak berusaha untuk membuat keuntungan untuk perusahaan, melainkan cenderung merugikan perusahaan"


"Sangat aneh dengan sikapnya, orang lain sibuk berusaha untuk mempertahankan kejayaan perusahaannya tapi ia justru berusaha untuk menghancurkan perusahaan, apakah gosip jika dia orang gila adalah sungguhan?" Ucap hajung heran


Itu karena kau tidak tahu bagaimana ayah mertuamu menjalankan bisnis perusahaannya


Jika kau tahu yang sebenarnya, masihkah kau memanggil hajung orang gila?


"Hahaha...baiklah, aku mengerti, jadi jika aku pergi ke kantor, aku tidak perlu banyak mengerjakan sesuatu" ucapku


"Mwo*(apa) hei..tidak ada yang menyuruhmu untuk datang ke kantor, kau hanya akan menyusahkan pegawai yang lain jika pergi ke sana" protes seo jin


"Lalu aku harus bagaimana jika tidak pergi ke kantor?" Ucapku


"Hhhmmm...hei kim hye jin, kenapa sikapmu sangat aneh akhir-akhir ini?


"Ada apa denganmu yang tiba-tiba ingin pergi ke kantor? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya seo jin dan mulai beranjak dari tempat tidur dan mendekatiku


Omuna* (ya tuhan)


Bagaimana ini?


Seo jin curiga padaku


Apakah aku akan ketahuan jika aku berusaha menyembunyikan sesuatu darinya?


Ku mohon  jangan sampai seo jin tahu jika hajung telah mengetahui penyamaranku


bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2