Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episide 5


__ADS_3

Hai...readers


Jangan lupa tanda love dan kritik saran kalian ya


Biar author nya semangat hihi...


Happy reading^^


Masih Kim hye jin pov


Setibanya di kamar, temanku emma melongo kaget dengan barang bawaanku, aku hanya menghembuskan nafas padanya


"Apa kau habis membobol bank hye jin?" Tanyanya nyeleneh


"Haahh jincaa* (benar-benar), jika aku membobol bank aku tidak perlu bekerja part time"


"Lalu dari mana barang ini ber..." belum sempat mentuntaskan kalimatnya aku sudah memotongnya


"Jangan tanyakan kenapa, darimana, dan ada apa..tunggu aku yang akan bercerita sendiri padamu"


"Sungguh aku pun masih bingung dengan kejadian semua ini"


Tak berselang lama setelah aku berbincang pada emma, handphoneku berbunyi pertanda message masuk


'Pakai one piece dengan motif bunga yang tadi sudah kubeli, lalu temui seseorang di lobi hotel waldrof, dan katakan 'aku akan pergi ke launching proyek barumu' sesudah itu kau boleh pergi'


"Ige mwoya?...*(apa ini?..)"


Aku mencari-cari one piece motif bunga-bunga di kantong belanjaan tadi


Dan ternyata itu adalah pakaian dengan harga 2000 US dollar


Oke 2000 dollar besok malam aku akan memakaimu


Eitss tunggu dulu!!! Besok malam aku ada janji dengan richard...aigoo ottokehh?* (aduh...bagaimana ini?), aku memukul bantal dengan kesal


Emma hanya memandangku dengam aneh tanpa bertanya apapun

__ADS_1


'Maaf nyonya sung, sebelumnya aku minta maaf, aku ada janji dengan temanku besok malam pukul 9 malam'


Tak berapa lama nyonya sung membalasnya


'Di mana tempat bertemunya dengan temanmu?'


'Di lobi hotel park hyatt, nyonya'


Ahh..mmola* (ga tau), aku tidak peduli ia marah padaku, bertemu dengan richard jauh lebih penting bagiku


'Baiklah...kalo begitu kau datang pukul 8 pm di lobi hotel park hyatt' balas nyonya Sung


Yess...akhirnya kau mengerti nyonya sung, aku tidak berpikir curiga pada nyonya sung


Aku pikir dia terlalu sibuk untuk bertemu dengan seseorang dan hanya mengatakan hal sepele itu, hanya mengatakan 'aku akan datang ke acara launching itu' baiklah.. aku akan mengatakannya. lalu setelah itu, aku pergi,  kurasa itu tidak sulit


Setelah itu aku pergi kencan dengan Richard memakai gaun one piece itu


Omunaa* (ya tuhan) aku pasti sangat cantik hihihi...


Sebuah notif suara menyadarkanku dari lamunan dan ternyata notif dari nyonya sung lagi


'Nne* (iya) nyonya sung'


Setelah itu tidak ada lagi message yang masuk ke handphoneku


Park seo jin pov


Disebuah kamar hotel di kota Lasvegas seorang pria dengan tinggi 185 cm dan bobot tubuh 71 kg menatap keluar jendela kamar hotel sambil memegang gelas wine


Rahangnya yang kekar dan garis wajahnya yang tegas membuat pesona lelaki bermata cokelat itu semakin terpancar dengan pantulan sinar rembulan pada malam itu


Haahh...aku tidak tahu lagi harus mencari ke mana istriku sung deok mi, dia sungguh liar, aku tidak bisa mengendalikannya.


Acara launching proyek baru untuk peresmian real estate di kota buffalo semakin dekat, apa yang akan kukatakan kepada mertuaku nanti jika sung deok mi tidak hadir pada acara tersebut


Sungguh aku frustasi memikirkanmu

__ADS_1


Ucap batin seo jin sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya yang besar


'Drrt drtt' 'drrt drtt' 'drrt drrt'


Sebuah panggilan telepon masuk membuat wajah seo jin sedikit sumringah berharap mendapat kabar terkini dari detektif choi tentang keberadaan istrinya


"Bagaimana detektif choi, apa kau mendapatkan informasi"


"Selamat malam tuan park seo jin, aku telah mendapat informasi bahwa nyonya sung deok mi sedang berada di paradise club kemarin malam, aku telah mengirimkan bukti foto kepadamu"


"Paradise club? Maksudmu deok mi sedang di chicago sekarang?"


"Wahh...daebak* (luar biasa), pergerakan wanita itu benar-benar cepat, baru 3 hari yang lalu kau mendapat informasi bahwa sung deok mi berada di las vegas, dan sekarang dia berada di chicago?"


"Aku harap kau tidak ketinggalan informasi lagi detektif choi, aku harus membawa pulang istriku ke rumah mertuaku "


"Aku yakin tuan, nyonya sung deok mi berada di chicago saat ini, sebaiknya anda besok telah tiba di chicago"


"Baiklah detektif choi, besok aku akan pergi ke chicago...pastikan kau tau keberadaan deok mi terkini" ucapku dan mengakhiri perbincangan dengan menutup panggilan telepeonku dan melempar handphoneku ke atas sofa


Deok mi apakah kau masih menguji kesabaranku? Sampai kapan kau akan mengakhiri 'open relation' ini


Apa perlu ku buat kau hamil agar dirimu berhenti dengan permainanmu selama ini?


Selama ini aku hanya menuruti kemauanmu itu meski kau memiliki hobi yang gila, maniac sex dan aku menerima dirimu apa adanya


Yahh... menikahimu...


meskipun sebelum menikah aku sudah tau kau sudah tidak perawan lagi


Aku pun seperti itu sebelum menikah denganmu aku akui, aku tidak perjaka lagi


Dan asal kau tahu sung deok mi, aku tidak pernah berhubungan sex dengan gadis yang masih perawan, selama ini aku hanya melakukan sex dengan mantan pacarku dan mereka semua sudah tidak perawan sebelum mereka berkencan denganku


aku tidak pernah bertemu dengan gadis perawan di lingkungan sekitarku, aku bisa saja menemukan gadis suci yang masih perawan dengan kekuasaan yang kupunya tetapi aku tidak akan melakukan perbuatan rendahan seperti itu hanya untuk memuaskan nafsu penasaranku saja, karena aku selalu ingat pesan ibuku, untuk tidak merenggut mahkota indah setiap wanita hanya untuk kesenangan belaka


Jika kau ingin melakukan hubungan sexual, lakukanlah dengan orang yang benar-benar kau cintai, dan bodohnya ucapan ibuku selalu terngiang di kepalaku hingga saat ini

__ADS_1


Pikir Seo jin sambil merebahkan dirinya di sofa berwarna hitam dengan penampilan kancing kemeja terbuka sampai belahan dada dan menunjukkan dadanya yang bidang serta mengelus keningnya dan memejamkan mata membuat kesan sexy pada dirinya, hingga ia tertidur disofa tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu karena telah lelah dengan aktivitas yang ia jalani hari ini


 


__ADS_2