Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 89


__ADS_3

Enjoy guys ^^


Kim Hye Jin Pov


aku duduk dengan gelisah menunggu dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahu keadaan hajung saat ini


beberapa kali aku menggigit kuku-kuku tanganku untuk menghilangkan rasa cemas berlebih yang sedang terjadi pada diriku


aku menghiraukan kedua tanganku yang masih terdapat sisa darah hajung yang sudah mulai mengering


terlebih pakaianku sudah terkena noda kotor dari darah hajung dan aku belum sempat untuk mengganti pakaianku


aku meninggalkan jaketku di aula perusahaan dan tidak sempat mengambil karena terburu-buru mengikuti ambulance untuk mendampingi hajung.


aku tidak mempedulikan diriku yang sedang kedinginan.


hanya bermodal setelan jas lengkap berwarna peach dengan kemeja berwarna putih


sedangkan ayah hajung, terlambat datang ke rumah sakit karena harus mengurus istrinya yang terjatuh pingsan di aula karena tidak sanggup melihat anak semata wayangnya terkena tembakan senjata api


saat ini aku dan ayah hajung sedang duduk di bangku panjang khusus untuk penunggu keluarga pasien


kami sama-sama duduk di ujung sudut bangku hingga terdapat jarak antar kami seolah terkesan tidak ingin duduk berdekatan untuk saling menguatkan satu sama lain


aku tahu hubungan keluarga hajung dan deok mi amatlah rumit, sudah hal yang wajar jika sering terjadi suasana canggung dan terkesan seperti orang asing bukan seperti keluarga


kami hanya duduk saling berdiam diri tanpa sepatah katapun yang keluar. aku terus berdoa agar operasi hajung berjalan dengan lancar


"deok mi-aa" ucap ayah hajung pelan memanggilku


aku hanya menengok ke arah ayah hajung tanpa menjawab panggilannya.


ayah hajung berdiri dan melepaskan jaket musim dinginnya dan memakaikannya ke atas bahuku.


mungkin ia melihatku yang beberapa kali duduk gemetar karena menggigil kedinginan


"ku lihat akhir-akhir ini kau dekat dengan putraku" ucapnya pelan dan kembali duduk seperti semula di ujung sudut bangku panjang setelah memakaikanku jaket


"aku senang pada akhirnya kalian bisa akrab dan kau bisa menerima hajung ke dalam silsilah keluarga sung" ucapnya lagi


aku tidak merespon apa yang dikatakan ayah hajung karena belum mendapat inti dari pembicaraan ini


"tapi....bukan seperti ini hubungan akrab yang ku harapkan" ucapnya lagi dengan nada yang berbeda.


kali ini ayah hajung bicara dengan nada yang sedikit agak tinggi namun ia masih berusaha untuk mengontrolnya karena lawan bicaranya adalah sung deok mi, wanita dingin yang bisa menyanyat orang lain hanya dengan lidahnya saja yang tidak bertulang


aku mulai mengerutkan keningku dan berpikir apa maksud dari perbincangan ini


"aku melihat dengan mata kepalaku sendiri apa yang terjadi saat kalian berada di aula tadi"


"aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh istriku jika melihat hubungan kalian yang terlihat intim" ucap ayah hajung


"aku tahu kau sangat menyukai kegiatanmu yang bersenang-senang dengan pria lain tapi....."


"hajung adalah sepupumu, deok mi"


"di tubuh kalian masih mengalir darah yang sama yaitu keluarga sung"


"bagaimana mungkin kalian memiliki hubungan spesial seperti itu?"


"jika seo jin tahu, aku tidak yakin ia bisa menoleransi kesalahanmu kali ini" ucap ayah hajung yang salah paham


aku hanya menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan


"hentikan deok mi, ku mohon! hentikan hubungan kalian yang menjijikan seperti ini" ucapnya lagi dengan nada memohon


aku rasa ayah hajung melihatku berciuman dengan anaknya saat di aula


tentu saja aku dan hajung bukanlah sepupu sungguhan, aku tidak memiliki hubungan darah yang sama dengan hajung


tapi...


tidak mungkin aku mengaku kalau aku bukanlah sung deok mi sungguhan melainkan hanya orang lain yang berpura-pura menjadi keponakanmu


meskipun aku berencana akan mengakui identitasku yang sebenarnya di aula, tapi aku mengurungkan niatku kembali, karena rencana itu gagal dan membuat hajung terluka parah seperti ini


aku tidak tahu bagaimana chul moo bisa menerobos masuk dengan membawa senjata api.


aku yakin ini adalah rencana dong il, tapi aku tidak tahu bagaimana mungkin ayah deok mi mengetahui niatku yang akan memberitahu ke semua tamu undangan tentang identitas diriku yang sebenarnya


hingga memerintahkan chul moo bertindak sangat nekat seperti itu


yang jelas dong il tidak main-main dan tidak ragu untuk menyingkirkan orang yang berniat mengganggunya dan menjatuhkannya


"maaf paman...." ucapku


"aku...." ucapku terputus ketika ayah hajung tiba-tiba berdiri dan melihat 2 orang pria datang menghampiri kami


"selamat siang" ucap salah satu pria menyapa kami


"kami dari kepolisian chicago, aku adalah detektif Emanuel dan ini petugas samuel" ucapnya memperkenalkan diri dan pria di sebelahnya yang memakai seragam polisi chicago


ku rasa polisi ke sini untuk meminta keterangan tentang kejadian buruk hari ini hingga hajung bisa tertembak dan harus menjalani operasi darurat seperti ini


"ada yang bisa kami bantu? apakah kalian ingin meminta kami sebagai saksi atas insiden buruk di aula perusahaan kami?" tanya ayah hajung kepada kedua polisi


aku hanya menunduk sambil melihat kedua tanganku yang kotor terkena darah hajung yang sudah mulai mengering,


ketika ayah hajung bicara dengan petugas kepolisian, aku tidak menyadari bahwa kedua petugas itu sedang menatap ke arahku


setelah tersadar, aku menatap balik kedua pria itu dengan penuh tanda tanya seolah ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan padaku


"nona hye jin, anda ditangkap karena terbukti melakukan pemalsuan identitas dan berpura-pura menjadi sung deok mi, anda juga terlibat dengan tersangka insiden yang terjadi hari ini di aula perusahaan real estate rose" ucap pria yang bernama detektif emanuel kepadaku


betapa terkejutnya aku ketika ia mengatakan kalimat yang tidak ingin ku dengar seumur hidupku


chul moo menyeret namaku dan membeberkan identitas asliku ke petugas kepolisian agar aku bisa ditangkap oleh mereka


apakah ini adalah jebakan untukku?


aku tidak tahu apa yang direncanakan oleh chul moo kali ini, tapi aku yakin hal ini berkaitan dengan rencana busuk dong il


sial!


aku tidak bisa berkutik, jika aku kabur dari polisi, aku akan memperumit keadaan dan akan terlihat semakin mencurigakan


"ini surat penangkapanmu, ku harap anda mengikuti kami ke kantor polisi dengan tenang" ucapnya lagi


tenanglah hye jin, tenanglah


ini semua tidak akan berakhir buruk.


seo jin pasti akan datang untuk menolongku, ia tahu keberadaanku melalui alat pelacak yang ia pasang di handphoneku


aku yakin ia pasti akan bergegas untuk menolongku ketika tahu bahwa aku berada di kantor polisi


petugas yang bernama samuel meraih kedua tanganku dan memasangkan borgol di kedua pergelangan tanganku


aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika petugas menangkapku atas tuduhan ini


"a..apa maksud kalian?!" seru ayah hajung


"ku rasa kalian salah orang, dia adalah keponakanku sung deok mi, bagimana mungkin ia berubah menjadi hye..."


"siapa namanya tadi?" tanya ayah hajung untuk meminta petugas kepolisian mengulang lagi untuk menyebut namaku


"ayo nona, silahkan ikut kami" ucap petugas samuel sambil menarik borgol yang sudah melingkar di kedua tanganku


"tu..tunggu dulu!" teriak ayah hajung


"bagaimana mungkin keponakanku bisa berubah menjadi nama orang lain yang tidak ku kenal?" tanyanya lagi dan mencoba menghentikkan polisi


"maaf tuan kami harus membawanya ke kantor polisi sebagai nona kim hye jin bukan sung deok mi" ucap petugas samuel dan berhasil membuat ayah hajung tidak menghalanginya lagi


"sebenarnya a...apa yang telah terjadi?!" ucap ayah hajung yang sedang merasa bingung dan menarik rambutnya dengan kedua tangannya sendiri


aku hanya terdiam ketika ayah hajung terlihat kebingungan dengan semua yang terjadi


baru beberapa langkah kami berjalan, ayah hajung tiba-tiba lari dan langsung menghadangku serta menarik kerah bajuku


"siapa kau sebenarnya hhuh?!!" seru ayah hajung


aku terkejut ketika melihat ayah hajung menghadangku


petugas samuel berusaha melindungiku dari serangan ayah hajung


"apa yang kau lakukan pada deok mi?" tanyanya lagi


"di mana deok mi yang asli?!!"


"katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!!!" teriak ayah hajung yang mencoba mendesakku untuk segera memberitahunya


"tuan, saya mohon berhenti" ucap detektif emanuel


semua orang yang ada di rumah sakit melihat ke arah kami, karena kami membuat keributan hingga memancing perhatian pengunjung rumah sakit


aku hanya terdiam menutup mulutku rapat-rapat saat ayah hajung menarik kerah jaket yang ia berikan padaku tadi dan tubuhku hampir terhempas ke belakang saat detektif emanuel berusaha melepas genggaman tangan ayah hajung dari kerah bajuku


untungnya petugas samuel memegang punggungku dan menahanku agar aku tidak terjatuh ke belakang


detektif emanuel berusaha menenangkan ayah hajung dan membiarkan diriku pergi ke dalam mobil polisi bersama petugas samuel


anehnya saat aku di bawa ke kantor polisi, aku tidak bisa mengeluarkan air mataku. aku hanya berpikir saat ini tamatlah riwayatku


sesuatu yang sangat tidak aku inginkan  dan aku khawatirkan akhirnya terjadi hari ini dan aku tidak memilki rencana lagi untuk menghindari masalah ini jika seo jin tidak datang menyelamatkanku


saat ini, aku hanya bisa menuruti perintah polisi untuk datang ke kantornya dan dimintai keterangan


sesampainya di kantor polisi, petugas samuel membimbingku ke meja polisi untuk diinterogasi


aku melihat punggung pria yang aku kenal


ia adalah chul moo


jika seandainya kedua tanganku tidak diborgol, aku tidak akan ragu untuk memukul wajahnya, ani*(tidak) jika seandainya ada pisau di tanganku, aku tidak akan ragu untuk menusuknya dengan kedua tanganku sendiri setelah berani membuat hajung menderita seperti itu


ia melirikku ketika aku datang dan duduk di sampingnya


"baiklah kim hye jin karena kau sudah datang, aku akan langsung memginterogasi kalian berdua untuk membuat laporan terkait kejadian ini" ucap salah satu petugas yang sudah menunggu kedatanganku


"apa kau yang merencanakan penyerangan hari ini, nona kim?"


"apa motifmu ingin melukai tuan dong il?" tanya petugas kepolisian yang sedang duduk tepat di hadapanku dan terhalang oleh komputer


betapa terkejutnya aku ketika pertanyaan yang tidak masuk akal itu dilontarkan kepadaku


"apa maksud pertanyaanmu?" tanyaku heran


"melukai dong il? justru dia yang ingin membunuhku dengan cara menembak ke arahku tapi sayangnya kau gagal, kan?!" seruku sambil menoleh pertanda menunjuk chul moo sebagai tersangkanya


"diam kim hye jin! kau tidak usah berdalih, chul moo sudah mengakui semua perbuatannya dan ia mengaku hanya melakukan apa yang ia perintah olehmu" ucap petugas itu lagi


"wahhh...bagaimana mungkin kau bisa mempercayai ucapan orang brengs*k seperti dia?!" teriakku kesal dan menendang kursi yang sedang di duduki chul moo hingga ia miring dan terjatuh dari kursi


"apa yang kau rencanakan hhuhh! bagaimana mungkin kau menuduhku brengs*k setelah apa yang telah kau lakukan!!" teriakku kesal sambil berdiri dan menghampiri chull moo yang sudah terjatuh oleh tendanganku


aku berada di atas tubuh chul moo dan meraih lehernya, berniat untuk mencekiknya karena kesal


namun, usahaku berhasil digagalkan


" dia yang bekerja sama dengan dong il untuk membunuhku namun usahanya gagal dan berakhir melukai hajung!" teriakku sambil di tarik oleh petugas samuel dan menjauhkanku dari chul moo agar aku tidak membuat keributan


"dia dan dong il yang harus bertanggung jawab atas insiden yang melukai hajung!"


"karena mereka, hajung harus terbaring di meja operasi hari ini"


"berdoalah chul moo semoga operasi hajung berjalan dengan lancar"


"jika...jika terjadi sesuatu pada hajung dan ia harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya, aku tidak akan ragu untuk membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri!!!" teriakku sambil menangis karena kesal


di saat para petugas sibuk menenangkanku, aku melihat sekilas chul moo tersenyum licik sambil melihat ke arahku setelah mendengar ucapanku. ia dengan santai merapihkan kerah bajunya dengan tangannya yang terbogol


"yyaaa!!!*(heei!!) lihat dia, si brengs*k itu tertawa ke arahku, ia sedang mengejekku! ia menjebakku! apa kalian tidak melihat ia tersenyum hhah?!" teriakku sambil meronta-ronta dan berusaha menendang ke arahnya


"aku tidak bersalah dengan kasus penembakan hari ini!!!" teriakku berusaha membela diri


'BRAK...BRAK..BRAK!'


petugas yang menginterogasiku memukul meja beberapa kali, pertanda untuk menyuruhku diam


"KIM HYE JIN DIAMLAH!" teriak petugas itu


"berhenti membuat keributan dan bersikaplah kooperatif!" perintahnya


petugas samuel dan satu temannya menekan bahuku agar aku tetap diam duduk di kursi


sedangkan chul moo dibantu oleh beberapa petugas lain untuk duduk kembali seperti semula dan melanjutkan proses interogasi


"kau adalah seorang penipu yang memalsukan identitas,  kau bekerja sama dengan chul moo untuk masuk ke dalam keluarga sung dan menipu semua orang untuk berpura-pura menjadi nyonya deok mi yang sedang terbaring koma" ucap petugas


"aku?! bekerja sama dengan chul moo? berhentilah untuk menuduh sembarangan! apa kalian punya bukti bahwa aku bekerja sama dengan kepa*rat itu?" tanyaku


"jika kalian tidak percaya, aku memiliki saksi yang bisa membantah tuduhan kalian" ucapku

__ADS_1


"jika kau memiliki saksi untuk membantah tuduhanmu, silahkan suruh dia datang ke sini dan memberikan keterangan pada kami sebelum kau masuk ke dalam sel tahanan" ucap petugas


"kalian bisa tanyakan ke park seo jin bahwa ia sendiri yang memintaku untuk..."


"ku mohon akui saja perbuatan kita, nona. ini sudah berakhir kau tidak perlu berbelit-belit dan menyeret majikanku yang lainnya" ucap chul moo buka mulut


"tuan seo jin adalah orang yang baik dan dia adalah orang yang saya hormati termasuk tuan dong il.  kau tidak pantas untuk menyeret dirinya ke dalam  kasus ini" ucap chul moo


"aku telah gagal melaksanakan perintahmu, jika kau semakin menyangkalnya, kita akan semakin terkena hukuman yang lebih berat" ucap chul moo memotong ucapanku tiba-tiba ketika aku mencoba membela diri di hadapan polisi


"bajing*n sialaan tutup mulutmu!!" teriakku dan berniat berdiri untuk menghajar chul moo, namun dua petugas sudah bersiap menjagaku dengan cara menekan bahuku dengan kuat hingga aku merasakan sakit di kedua bahuku


"tuan chul moo sudah mengakui semua perbuatannya dan ia akan mendapat keringanan hukuman karena telah bekerja sama dengan petugas, jika kau tidak mengakuinya, bersiaplah dengan hukuman gandamu" ancam petugas yang menginterogasiku


"sudah ku katakan padamu, aku tidak terlibat dengan kasus penembakan ini!! dan sungguh aku tidak bekerja sama dengan bajingaan itu" ucapku yang terus membela diri


"apa kau bisa menjelaskan ini?" tanya petugas sambil memperlihatkan beberapa rekaman cctv yang diambil saat aku sedang berinteraksi dengan chul moo


di rekaman itu terlihat bahwa aku sering keluar berbicara empat mata dengannya dan terlihat akrab karena naik turun mobil sedannya yang berwarna hitam


itu adalah bukti rekaman saat aku masih belum tahu niat busuk chul moo  dan sebelum deok mi koma


"kau bekerja sama dengan chul moo setelah tahu kau mirip dengan nyonya deok mi dan berencana menyingkirannya agar kau bisa masuk ke dalam keluarga konglomerat dan mengganti posisinya"


"kau merencanakan dengan serapi mungkin hingga membuat deok mi kecelakaan saat berkendara dan menyembunyikan tubuhnya yang sedang terbaring koma"


"sekarang katakan padaku di mana supir truk kontener yang anda suruh untuk menabrak mobil deok mi"


"apa kau tidak tahu? rencanamu telah menyebabkan kehilangan nyawa milik orang lain, dan kau bisa dijatuhi hukuman seumur hidup karena masuk ke dalam pasal pembunuhan berencana " ucap petugas itu mengancamku


"mworago*(apa katamu?!)" ocehku


"kau berniat membunuh nyonya deok mi agar kau bisa leluasa menggantikan deok mi asli yang sedang terbaring koma dan mengelabui keluarga sung selamanya, namun chul moo berusaha untuk menghentikkan rencanamu dengan cara mengulur waktu sampai hari yang kau rencanakan saat ini tiba dan membunuh tuan dong il agar semua harta kekayaan keluarga sung bisa jatuh ke tanganmu"


"setelah rencanamu berhasil membunuh tuan dong il, kau akan segera menghabisi nyonya deok mi yang terbaring koma. namun sayangnya chul moo salah sasaran, ia justru menembak tuan hajung dan sedang melakukan operasi darurat hari ini"


"maldo andhwe!*(itu tidak mungkin!)" ucapku lagi


"nona kim hye jin selama proses interogasi kau dilarang bicara dengan bahasa lain selain bahasa inggris!" seru petugas itu memperingatkanku


"hanya kau dan chul moo yang bisa mengerti bahasa negaramu"


"kalian adalah 2 orang pelaku yang sedang bekerja sama"


"jika kau masih melanggarnya, akan ku anggap kau berusaha untuk  membuat kode rahasia antara kau dan chul moo untuk mengelabui petugas" ucap petugas interogasi menjelaskan padaku


aku tidak habis pikir, bagaimana polisi percaya dengan apa yang dikatakan oleh chul moo


chul moo memfitnahku dengan cara memutar balikkan fakta dan melimpahkan semua insiden hari ini adalah rencanaku


apakah bukti rekaman cctv membuat petugas polisi percaya bahwa apa yang dikatakan chul moo benar?


"sekarang, katakan pada kami di mana kau menyembunyikan nyonya deok mi?" tanya petugas itu


"sumpah! aku tidak pernah melakukan tuduhan seperti yang anda ucapkan tadi"


"jika anda bertanya padaku di mana aku menyembunyikan deok mi yang asli, aku yakin seseorang sudah memindahkan deok mi ke rumah sakit lain meskipun aku menyebutkan nama rumah sakit"


"tentu saja hal itu sudah diprediksi oleh bajing*n gila itu karena yang aku tahu deok mi berada di salah satu rumah sakit yang berada di hawai" ucapku


"lagi pula aku terpaksa berpura-pura menjadi deok mi karena seo jin yang memintaku untuk mengurus perusahaannya sementara"


"ku mohon percayalah padaku dan suruh park seo jin datang ke kantor polisi, ia akan mengatakan hal yang sebenarnya pada kalian" ucapku


"aku juga belum bertemu dengannya sejak kemarin malam hingga hari ini, aku takut terjadi sesuatu padanya. oleh karena itu ku mohon...cari seo jin" ucapku memelas pada petugas dan berharap seo jin tiba dan menyelamatkanku


para petugas saling menatap satu sama lain dan sepertinya mereka sedikit percaya dengan ucapanku


"baiklah... petugas samuel, bawa chul moo ke tempat penjara yang terpisah dari hye jin"


"dan kau nona kim, silahkan pergi ke dalam sana hingga detektif emanuel sendiri yang akan menginterogasimu selanjutnya ia sudah mendapatkan bukti kejahatanmu selama ini" ucap petugas yang duduk di hadapan komputer


aku di dampingi oleh petugas sipir perempuan dan masuk ke dalam penjara sementara dan bergabung dengan orang-orang yang bermasalah khusus perempuan


aku bergabung dengan 2 orang wanita lainnya yang entah sedang terlibat masalah apa


2 wanita yang sejak tadi sudah berada di dalam penjara melihatku dengan tatapan aneh karena pakaianku yang berlumuran darah


mungkin mereka pikir, aku sudah membunuh seseorang.


aku hanya terdiam saat mereka memandangku dengan aneh.


aku mencoba untuk duduk di pojokkan dan duduk bersila sambil memikirkan langkah selanjutnya agar aku tidak mendekam di sini  dengan waktu yang lama


detik demi detik aku menunggu kabar baik akan tiba. aku merasa waktu berlalu dengan sangat lambat


aku selalu menatap jam tanganku dan ini sudah berlangsung selama 2 jam setelah aku diinterogasi dengan petugas tadi, namun tidak ada kabar bahwa seo jin sudah ditemukan oleh polisi


hingga datang seorang wanita dengan pakaian seksi yang memakai rok mini dengan stocking hitamnya serta jaket murahan yang memiliki bulu di kerahnya masuk ke dalam penjara dengan rusuh, hingga petugas sipir berteriak ke wanita itu


"masuklah ke dalam cepat!" teriak petugas sipir wanita


"hei...aku hanya bekerja sebagai pelac*r! aku terpaksa membunuhnya karena ia melakukan tindakan kekerasan seksual padaku!" teriak wanita itu setelah petugas sipir pergi meninggalkan penjara


"harusnya kalian tidak mempenjarakanku seperti ini! itu hanya tindakanku sebagai pembelaan diri dari si brengseek itu"


"aku tidak sengaja membunuhnya, cepat lepaskan aku!!!" teriak wanita itu namun petugas mengabaikan teriakannya


tak lama ia terdiam karena merasa diabaikan oleh petugas, perempuan itu membalikkan badan


"ahhh....fu*k! aku sudah capek-capek mengeluarkan air mataku agar mereka percaya, tapi aku malah diabaikan. sial!" oceh wanita itu


kini di dalam penjara sementara, terdapat 4 penghuni dan aku merasa tidak nyaman setelah wanita yang mengaku dirinya sebagai PSK masuk ke dalam sini


ia memandangku dengan lama seperti seekor macan yang siap menerkamku. aku membuang wajahku dan hanya duduk berdiam diri


"hahaha...setidaknya di dalam penjara ini bukan hanya aku saja yang menjadi pembunuh dan mengotori tanganku  dengan darah" ucap wanita itu setelah selesai melihat penampilanku yang penuh dengan noda darah yang sudah mengering


aku tidak menggubris ucapan wanita itu sama sekali


***


waktu berlalu dengan sangat lama bagiku, tapi ternyata sudah waktunya makan malam dan petugas sipir memberikan makanan untuk para tahanan khusus penghuni sel ku


penghuni yang lain sudah mengambil jatahnya masing-masing, hanya tersisa makanan untukku, aku tidak menyentuhnya sama sekali


"hei wanita ja*ang! apa kau tidak berniat untuk makan malam?" tanya wanita PSK itu


aku tidak menggubrisnya dan mengabaikan pertanyaannya


'plak!'


sesuatu memukul kepalaku dan membuat kepala bagian kananku terasa sakit


aku menengok ke arahnya dan mencoba mengatur emosimu


"why?" tanyaku acuh


"jika kau tidak memakannya, bagianmu akan ku habiskan. jangan salahkan diriku jika kau mati kelaparan" ucap wanita itu


aku mengacuhkan wanita itu lagi, bermaksud untuk membiarkan dia memakan jatah makananku dan sebisa mungkin untuk tidak bicara dengannya


namun tanpa di sangka, wanita gila itu menghampiriku dan menjambak rambutku dengan kasar


"hei!! siapa yang suruh kau mengabaikanku, hhuh?!"


"aku sedang bicara dengamu *****! apa kau menganggapku seekor serangga hingga kau berani untuk tidak menjawab pertanyaanku?" seru wanita gila itu bicara padaku


"apa sebenarnya masalahmu? kenapa kau menggangguku? jika kau ingin mengambil jatah makananku, ambillah dan berhenti menggangguku!" teriakku ke wanita gila itu dan berusaha untuk melepaskan tangannya yang menjambak tanganku


"hahaha....apakah kau merasa kau adalah orang kaya yang selalu makan makanan enak? dan ketika kau tidak berselera dengan makanannya kau akan membuangnya seperti layaknya sampah?" tanya wanita gila itu


"sombong sekali dirimu. lihatlah kau hanyalah seorang pelac*r yang beruntung mendapatkan pelanggan yang kaya"


"berhenti memanggilku pelac*r! aku bukan pelac*r sepertimu!!" teriakku dengan lantang ke wanita gila itu


seketika aku ditampar olehnya hingga aku tersungkur di lantai


betapa terkejutnya aku ketika ia berani menyerangku seperti ini


"beraninya kau berteriak tepat di wajahku!" teriak wanita gila itu


tidak hanya sampai di situ, ia menjambak rambutku lagi hingga kepalaku mendongak ke atas dan sekarang aku mampu melihat wanita gila itu sedang berteriak di wajahku


tidak ada satupun yang membantuku, hal ini seperti hukum rimba, siapa yang kuat, dialah yang berkuasa


"hentikan! berhenti menjambakku!" teriakku pada wanita gila itu


"aku harus memberikan pelajaran padamu pelac*r sombong" ucap wanita itu dan menamparku lagi dan menendang tubuhku hingga aku terjungkal ke belakang


"tunggu dulu, apa ini?!"  seru wanita itu sambil menarik tangan kiriku


"oh my god! apakah jam tanganmu ini asli? ini adalah merk terkenal dan sangat terlihat mahal"


"hahaha...kau benar-benar wanita jala*ng yang sangat kaya raya"


"berikan padaku! cepat berikan!!" teriak wanita itu dan memaksaku untuk melepas jam tangan mahal yang dipinjamkan oleh  hajung padaku


aku berusaha untuk menarik tanganku sekuat mungkin namun, ia justru memutar tanganku dengan kuat hingga aku menjerit kesakitan


"aaakkkhhh!!!" teriakku


wanita itu membuka paksa tali jam tanganku agar bisa terlepas dari tangan kiriku


setelah berhasil melepas jam tangan mahal itu, ia membiarkanku yang sudah terluka olehnya dan beralih memandang ke jam tangan itu seolah tidak terjadi apa-apa


"hihihi....aku tidak sabar untuk memakai jam tangan ini di luar sana" oceh wanita gila itu


"apa sebaiknya aku memakainya atau menjualnya ya?" ocehnya lagi


aku berusaha untuk bangun dan menggeser tubuhku ke pojokkan berusaha menahan tangisku agar tidak pecah dan menarik perhatian wanita gila itu


aku berharap segera keluar dari dalam penjara ini


ohh...seo jin di mana kau sebenarnya? ku mohon agar tidak terjadi apa-apa padamu agar kau bisa mengeluarkanku dari neraka ini


aku melipat kedua pahaku ke atas agar aku bisa menenggelamkan wajahku di kedua lututku


*****


"kim hye jin..."


"kim hye jin cepat keluar!!" teriak salah satu sipir memanggil namaku


aku tidak sengaja tertidur dengan posisi duduk setelah wanita gila itu memukul dan merampas jam tangan mewah milik hajung yang dipinjamkan untukku


aku segera berdiri ketika sipir wanita itu menyuruhku keluar dari sel


apakah seo jin sudah datang?


apakah aku bisa bebas dari sel ini?


haah...syukurlah jika seo jin baik-baik saja


aku berjalan mengikuti sipir wanita itu


namun anehnya ia justru memasangkanku borgol sebelum aku berjalan melalui lorong


setelah sampai di tempat tujuan, sipir itu menyuruhku masuk ke dalam sebuah ruangan yang berukuran 2x2 meter dan hanya terdapat satu meja dan dua kursi yang saling bersebrangan


selain itu terdapat sebuah cermin gelap dan hanya ada satu lampu gantung yang menerangi ruangan ini


orang awam pun akan tahu bahwa ini adalah ruang interogasi dan mereka bisa melihatku dibalik cermin gelap itu


aku bisa menebak itu adalah cermin dua arah


aku ditinggal seorang diri setelah petugas sipir itu selesai mengantarku ke ruangan ini


sekitar 10 menit mereka membiarkanku seorang diri


hingga muncul seorang pria membuka pintu ruangan


pria itu adalah detektif emanuel


pria yang ku temui di rumah sakit siang ini


"nona kim hye jin, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku setelah membiarkanmu berdiam di sel tahanan?" tanya detektif emanuel padaku


"di mana park seo jin?" tanyaku


"haaahhh....ku pikir kau sudah membuat keputusan yang tepat setelah berada di sel tahanan dalam beberapa jam" ucapnya


"apakah berada di sana masih belum cukup untuk membuatmu memutuskan bekerja sama dengan kami?" tanyanya lagi


"ku lihat sepertinya kau dihajar oleh penghuni sel lainnya" ucap detektif emanuel padaku setelah melihat wajahku yang sudah mulai terlihat lebam di pipi kiri dan terlihat luka yang mulai mengering di sudut bibirku


"aku sudah bisa menduganya, tahanan wanita lebih menyeramkan dari pada tahanan pria"


"meskipun kau tidak berbuat salah, mereka akan menyerangmu hingga kau babak belur karena mereka memilki perasaan iri pada wanita yang terlihat lebih cantik dari pada dirinya sendiri"


"ini baru permulaan, setelah kau pindah ke sel tahanan yang asli, kau akan bertemu dengan banyak tahanan wanita yang jauh lebih kejam dari pada ini"


"oleh karena itu, mengakulah kim hye jin, bahwa kau telah melakukan tindakan kriminal selama ini. aku akan membantumu keluar lebih cepat dari sini jika kau bekerja sama dengan petugas"

__ADS_1


"apa kau memaksaku untuk mengakui kejahatan yang bahkan tidak pernah aku lakukan selama ini?" tanyaku


"sudah ku katakan padamu, temukan park seo jin dan bawa dia ke sini. ia akan bicara pada kalian bahwa aku tidak bersalah" ucapku


"aku juga tidak tahu apakah dia dalam keadaan baik-baik saja atau tidak? aku mengkhawatirkan park seo jin yang tiba-tiba menghilang sejak kemarin malam" ucapku


"memangnya apa yang kau harapkan dari park seo jin, nona kim?" tanya detektif emanuel padaku


"tentu saja aku mengharapkan kedatangan seo jin, karena ia bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan membantuku keluar dari sini. aku harus buru-buru keluar untuk melihat keadaan hajung" ucapku


detektif emanuel terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapanku


"saat ini kau sedang kesulitan nona kim.  bagaimana mungkin kau masih mengkhawatirkan tuan hajung?"


" apakah kau merasa bersalah padanya karena kau gagal menyuruh chul moo membunuh tuan doang il dan justru mengenai tuan hajung?" tanya detektif emanuel yang masih menuduhku


"apakah kau masih menganggap bahwa aku adalah dalang dibalik kejadian ini?" tanyaku pads detektif emanuel


detektif itu mengangguk dengan yakin sambil menutup kedua matanya


aku menghembuskan nafasku dan meletakkan kepalaku di atas meja pertanda aku sudah kehabisan akal untuk menunjukkan pada mereka bahwa aku tidak bersalah


"bagaimana jika ku katakan padamu sebuah fakta seperti ini"


"tuan seo jin sudah berhasil kami temukan dan dia dalam keadaan baik-baik saja"


"namun....ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa istrinya dalam 3 bulan terakhir ini adalah orang asing yang sedang berpura-pura menjadi istrinya dan hidup dalam kemewahan"


"ia terlihat sangat mengkhawatirkan istrinya yang asli dan berusaha menemukannya tapi hanya dirimu yang mengetahui keberadaannya sekarang"


"ia ingin kau mengatakan padanya, dimana kau sembunyikan deok mi yang asli?" tanya detektif emanuel padaku yang jelas-jelas berbohong


"apa kau sedang membuat sebuah sinopsis cerita, tuan detektif?" tanyaku


"aku tahu kau berbohong padaku bahwa kau sudah bertemu dengan park seo jin"


"ia tidak mungkin berbicara itu padamu, dan tidak mungkin menanyakan keberadaan istrinya yang asli. karena yang aku tahu, seo jin sendiri yang membawaku bertemu dengan istrinya yang terbaring koma di rumah sakit"


"jika kau sangat penasaran dengan keberadaan deok mi yang asli, tanyakan saja sendiri pada ayahnya. aku yakin ia sendiri yang menyembunyikan putrinya dan menuduhku seperti ini" ucapku


detektif emanuel terdiam sebentar dan tiba-tiba ia keluar dari ruangan


tak lama ia kembali masuk dan membawa mesin pembaca sidik jari


"letakkan jari telunjukmu" pinta detektif emanuel


"letakkan ibu jarimu dua-duanya secara bersamaan" pintanya lagi


aku menuruti perintah detektif itu dan detektif emanuel hanya melihat ke arahku


"sudah jelas kau bukanlah deok mi. sidik jarimu tidak cocok dengan data sidik jari milik deok mi yang kami punya"


"kau adalah kim hye jin" ucap detektif emanuel


"iya...aku memanglah kim hye jin bukan sung deok mi. aku akan mengakui bahwa aku memalsukam identitasku tapi...."


"aku tidak masuk ke keluarga sung secara diam-diam seperti yang kalian tuduhkan padaku" ucapku


"dong il dan seo jin sudah tahu bahwa aku bukanlah deok mi, mereka justru memintaku untuk berpura-pura menjadi deok mi" ucapku


"lalu bisa kau ceritakan padaku dari awal hingga  kau bisa berakhir sebagai sung deok mi, nona kim?" tanya detektif itu penasaran


aku menceritakan dari awal pertemuanku dengan deok mi hingga aku masuk ke dalam keluarga sung dan menjadi deok mi


dimulai pertemuan pertamaku dengan deok mi di tempat kerja part time ku, hingga kejadian pahit di hotel parkhyatt


dan cerita seo jin yang menjemputku ke korea dan memintaku untuk menjadi deok mi setelah ia mengalami kecelakaan


lalu berlanjut ke cerita bagaimana hajung mengetahui identitasku yang asli hingga ia rela melindungiku dari tembakan senjata api


"lalu menurutmu apa motif tuan dong il berniat membunuhmu jika dari awal dia sendiri yang menginginkanmu untuk berpura-pura menjadi putrinya?" tanya detektif emanuel


"aku menemukan kebusukan bisnis dong il selama ini, dan aku berniat untuk membeberkan semuanya ke para pemegang saham dan wartawan yang ada disitu"


"selama ini aku hidup sebagai bonekanya dan menuruti perintahnya, namun saat aku tidak menuruti perintahnya dan justru membahayakan posisinya, dong il tidak akan ragu untuk menyingkirkanku" ucapku pada detektif emanuel


"hari ini aku berencana untuk mengungkap identitasku yang sebenarnya dan berniat menunjukkan bukti kotor  dong il selama menjalankan bisnisnya tapi..."


"rencana itu gagal karena aku yakin ia menyuruh chul moo untuk mengacaukan rapat dan aku tidak tahu dari mana dong il tahu rencanaku dan hajung hingga ia nekat untuk membunuhku hari ini" ucapku


"nona kim, apakah kau..."


"mengonsumsi narkoba?" tanya detektif emanuel


"excuse me? apa maksudmu?" tanyaku


"kau terlalu mengkhayal dan mampu menceritakan kisah itu dengan sempurna" ucap detektif emanuel menyindirku


"jika aku bukanlah seorang detektif, mungkin aku sudah percaya dengan ucapanmu yang terlihat kenyataan namun justru memperbalik keadaan"


aku membuang nafas dan menunjukkan ekspresi putus asa karena ia tidak percaya dengan ucapanku


"di ceritamu kau lah yang justru mendapat peran protagonis namun membuat deok mi dan ayahnya menjadi penjahat"


"satu-satunya yang tidak berubah adalah karakter chul moo, kau membuatnya konsisten untuk menjadikan ia seseorang yang antagonis" ucap detektif emanuel


"ahh...apakah mungkin kau sudah tahu bahwa chul moo adalah mantan mafia di kota ini hingga kau membuatnya tetap menjadi penjahat?"


"apa kau pikir kasusku adalah sebuah sandirwara bagimu?" tanyaku yang mulai kesal pada detektif emanuel


'brak!!'


detektif itu memukul meja dengan keras


"aku hanya mengikuti permainanmu nona kim, kau membuat kasus ini menjadi sebuah cerita yang layak untuk dijadikan sebuah film" ucap detektif emanuel sambil menatap tajam ke arahku


aku balik menatap tajam detektif emanuel namun sebenarnya  di dalam hatiku aku ingin menangis teriak tapi aku menahannya


pada akhirnya justru aku tidak sadar mengeluarkan air mataku saat menatap tajam ke detektif emanuel


aku tidak kuasa membendung air mataku lagi


"apakah kau mengeluarkan air matamu karena merasa putus asa bahwa tidak ada satupun yang percaya dengan ceritamu atau..."


"matamu terasa pedas karena terlalu lama menatapku?" ucap detektif emanuel


"nona kim, aku sudah sering bertemu dengan tersangka kriminal dengan tipe sepertimu"


"saat kau tidak mampu mengelabuiku dengan ceritamu, kau akan menggunakan senjatamu yang terakhir yaitu air mata"


"meskipun kau mengeluarkan air mata hingga berubah menjadi warna merah, kau adalah seorang kriminal di mataku"


"kau akan tetap di sidang dan hakim akan menghukummu meskipun kau tidak ingin mengakui perbuatanmu"


"kau akan terkena pasal berlapis nona kim karena kau tidak bisa diajak bekerja sama oleh petugas"


"dilihat dari ekspresimu yang terlihat nyata, ku rasa kau adalah seorang psikopat jika kau bukanlah seorang penjahat kelas kakap"


"selama ini kau tidak memiliki catatan kriminal dalam hidupmu, baru kali ini kau tertangkap dan terungkap banyak bukti kejahatan yang telah kau lakukan. ku rasa kau memiliki sifat psikopat, nona kim" ucap detektif emanuel


"seperti yang kau tahu, tidak semua seorang psikopat terlibat sebagai tersangka pembunuh berantai, psikopat adalah seseorang yang mampu memanipulasi orang- orang di sekitarnya. seperti kau hye jin"


"kau mampu memanipulasi tuan dong il dan tuan seo jin agar tetap percaya bahwa kau adalah seorang sung deok mi" ucap detektif itu menilai kehidupanku yang telah berhasil memalsukan identitas


"apakah kau pikir seorang psikopat rela melindungi seseorang dari pembunuh berantai dan membahayakan nyawa dirinya sendiri?" tanyaku penasaran


detektif itu terdiam lama saat mendengar kalimatku


"ku rasa tidak, itu lebih terdengar seperti orang bodoh atau orang nekat yang rela berkorban hanya demi menyelamatkan orang lain"


"seorang psikopat tidak akan bertindak sampai sejauh itu hanya untuk menyelamatkan nyawa orang lain, ia cenderung lebih mencintai dirinya sendiri dibandingkan dengan apapun" ucap detektif emanuel


"kim hye jin, apakah kau benar-benar seorang psikopat dan penjahat kriminal?" tanya detektif emanuel


aku tahu maksud pertanyaan detektif emanuel


ku rasa ia mulai menyadari bahwa tertangkapnya tersangka kasus pembunuhan berantai yang  terkenal di chicago adalah berkat jasa diriku bukan sung deok mi yang asli


terlihat dari ekspresinya sepertinya ia justru merasa kasihan padaku


tatapan detektif emanuel sudah berubah dibandingkan saat pertama kali masuk ke dalam ruangan ini


"nona kim, aku menginterogasimu hanya berdasarkan bukti yang aku pegang"


"apa kau tidak punya bukti yang lain untuk menunjukkan bahwa dirimu tidak bersalah?"


"hanya park seo..."


"no..selain park seo jin, apa kau punya bukti atau saksi lain yang membuktikan bahwa dirimu tidak bersalah"


"atau setidaknya bukti bahwa dong il mengetahui identitasmu dari awal" ucap detektif emanuel


"bisa juga seseorang selain dong il dan seo jin serta chul moo yang mengetahui penyamaranmu selama ini"


"tentu saja aku memiliki saksi lain selain seo jin, mereka adalah em..." ucapku terputus


seketika aku berpikir lagi bahwa aku tidak bisa menyebut nama emma dan supir ohh didepan detektif  selama dong il belum tertangkap


jika aku mengatakannya, bisa saja supir ohh dan emma bersedia mengatakan bahwa aku masuk ke dalam keluarga sung atas permintaan tuan dong il sendiri


mungkin ini adalah kesempatan yang baik untukku agar aku bisa keluar dari sini


tapi setelah itu...aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka berdua yang telah membantuku


sung hajung saja yang sama-sama berasal dari keluarga konglomerat bisa terluka parah seperti itu apalagi mereka yang tidak memiliki status sosial apapun


bisa saja dong il menyuruh seseorang untuk mencelakai supir ohh dan emma karena mereka membantuku, setelah itu dengan leluasa dong il akan menghabisi nyawaku karena aku sudah tidak berguna lagi untuknya


"nona kim..."


satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanku adalah seo jin seorang, dong il tidak mungkin berani menyentuh atau melukai seo jin karena ia masih berguna untuk dong il demi berjalannya perusahaan


biar bagaimanapun seo jin adalah menantu kesayangan dong il


"nona kim"


aku tersadar ketika detektif emanuel mulai memanggil namaku


"apa kau sudah selesai berpikir dan memutuskan untuk menyebutkan saksi yang bisa membuktikan dirimu tidak bersalah?" tanyanya lagi padaku


"tidak ada." ucapku singkat dengan wajah datar yang tadinya sumringah


"kau bilang tadi ada" sahut detektif


"no...tidak ada. tidak ada saksi lain selain seo jin"


"apa kau mengatakan tidak ada karena khawatir dengan keselamatan saksi? apa kau mencoba melindungi seseorang?" tanya detektif mendesakku


"aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi seperti yang di alami hajung. jika aku menyebutkan saksi lain, aku tidak yakin bisa melindungi mereka dengan baik"


"aku tidak ingin hidup dengan rasa penyesalan yang terus membayang-bayangiku jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka"


"oleh sebab itu...aku tidak memiliki saksi lain selain seo jin" ucapku pada detektif


"nona kim...bagaimana jika aku mengatakan hal ini padamu"


"bagaimana jika tuan seo jin bekerja sama dengan dong il untuk membuatmu menanggung semua tuduhan ini dan membiarkanmu mendekam di penjara?" tanya detektif emanuel


"impossible! seo jin tidak mungkin membuatku menderita seperti itu" ucapku yakin pada seo jin


"kenapa kau sangat yakin dengan tuan seo jin?" tanya detektif


"karena ia sudah berjanji padaku" ucapku


"seo jin berjanji padaku bahwa ia tidak akan membuatku menderita dan tidak akan membiarkanku mendekam di dalam penjara" ucapku yang masih yakin dengan perkataan seo jin


"nona kim, tidak semua orang mampu memegang janjinya, jika keadaan dan situasi tidak bisa memenuhi janjinya, ia akan melepas janji itu dan membiarkan takdir berkuasa" ucap detektif emanuel


"jika kau menyebutkan saksi selain seo jin, kami akan memanggil saksi itu dan menyuruhnya untuk mengatakan hal sebenarnya, setelah itu kau bisa keluar dari sini"


"kau tidak perlu pindah ke sel lain hingga proses persidangan di mulai"


"jika sampai malam ini kau tidak bisa membuktikan dirimu bersalah, dengan berat hati aku akan mengatakan padamu bahwa kau bersalah atas tuduhan ini dan  kau akan dipindahkan ke penjara lain dan mengikuti proses pengadilan" ucap detektif emanuel padaku


________________________________________


Anyeong everybody!!!


hyungjoba kembali menyajikan episode terbaru dari novel ini


seperti biasa hyung bakal minta like dan komen serta jangan lupa jadiin novel ini favorite ya


biar makin getol updatenya hehe....


gimana episode kali ini


makin ngenes ya ama nasibnya hye jin?


silahkan komen pendapat kalian di episode kali ini ^^


tunggu hyung di episode selanjutnya 👋


see ya

__ADS_1


__ADS_2