
Kim Hye Jin pov
Meskipun udara dingin pagi menyelimuti kota chicago
Namun kelihatannya tidak mengurangi aktivitas masyarakat yang padat dikota ini untuk mencari nafkah dan tetap harus pergi ke kantor
Musim dingin kali ini datang lebih awal membuat beberapa kantor dan sekolah harus memadatkan beberapa aktivitasnya sebelum liburan musim dingin dimulai
Begitu pula dengan rapat penting kali ini di real estate rose, para pemegang saham menginginkan pergantian ditektur utama sebelum tahun berganti dan menginginkan sebuah inovasi baru mendirikan kembali perumahan mewah di daerah amerika lainnya
Sesampainya dikantor real estate rose, aku dibuat kagum dengan penyambutan mereka kepada para tamu yang akan hadir dirapat kali ini
Dan ini adalah pertama kalinya aku menginjakan kakiku diperusahaan milik keluarga deok mi
Bisa dibilang lebih berwarna dibandingkan dengan kantor seo jin
Mian* (maaf ) seo jin, sepertinya pegawaimu terlalu sibuk bergosip sehingga kurang membuat perusahaanmu terlihat hidup di lobi utama
Entahlah ini berlebihan atau tidak, sepanjang jalan dari pintu masuk perusahaan hingga pintu masuk lift terbentang red carpet yang cukup luas
Seolah aku merasa seperti menghadiri ajang penghargaan artis hollywood
Aku dengar nyonya deok mi menyukai mawar merah, dan benar saja, di tiap sudut kantor dipajang vas bunga mawar merah hidup
Deok mi benar-benar seperti ratu, beberapa keinginannya saat ia berkunjung ke perusahaannya sendiri harus dikabulkan jika tidak ingin terjadi keributan
Beberapa pegawai berdiri rapi disamping red carpet untuk menyambutku dan seo jin
Dimobil, seo jin mengatakan padaku untuk bertanya kepada sekertaris sin tentang berita yang ada diperusahaan real estate rose selama aku tidak berada dikantor
Sudah menjadi hal biasa jika sekertaris sin memberikan laporan kepada deok mi, mengingat deok mi jarang berkunjung ke perusahaannya dan lebih menghabiskan waktunya bersenang-senang diluar
Seo jin menungguku di ruang rapat, sedangkan aku menuju ruang kerjaku untuk bertemu dengan sekertaris sin
Sekertaris sin telah menungguku didepan ruang kerjaku dan menyambutku dengan baik
Tanpa mengulur waktu, aku langsung bertanya kepada sekertaris sin tentang berita yang ada dikantor ini selama aku tidak ada
"Selamat pagi nyonya" ucap sekertaris sin
"Ceritakan padaku tentang berita yang terjadi diperusahaan ini selama aku tidak ada disini" ucapku sambil berjalan menuju meja kerjaku
Sekertatis sin membukakan pintu ruang kerjaku sambil berbicara
"Sejak launching dibuffalo, real estate rose mendapat keuntungan yang signifikan, dan beberapa pengusaha ingin bergabung dan bekerja sama dengan real estate rose"
"Dan untuk rival nyonya, yaitu tuan sung hajung.." ucapnya terputus
Aku menoleh ke arah sekertaris sin
"Kenapa dengan hajung?" Tanyaku dan segera duduk dikursi meja kerjaku
"Aku baru mendengar kabar pagi ini nyonya, dari sekertaris tuan hajung bahwa ia menghilang dari semalam"
"Ponsel Tuan hajung tidak aktif pagi ini, dan terlihat nona min sibuk mencarinya dan bahkan pergi ke apartement tempat kediaman tuan hajung" ucap sekertaris sin padaku
Aneh...
Pergi kemana hajung dihari penting seperti ini
"Baiklah...kau boleh pergi sekertaris sin" ucapku
"Baik nyonya, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya" ucap sekertaris sin dan pergi meninggalkanku sendiri di ruang kerja deok mi
Aku melihat sekeliling ruang kerja deok mi dan berharap menemukan sesuatu yang mengejutkan seperti dikamarnya
Namun..
Aku justru menemukan koleksi foto deok mi bersama laki-laki lain lengkap tertulis dengan tanggal saat ia sedang berfoto
Dan hal itu sudah dilakukannya sejak tahun pertama pernikahan dengan seo jin
Haah....
Sepertinya tidak ada hal aneh lagi, tidak mungkin nyonya deok mi menyembunyikan sesuatu di ruang kerjanya sendiri, terlebih ia jarang berkunjung kesini
Jika ia menyembunyikan sesuatu, seseorang dengan mudah menemukannya karena ia jarang berada dikantornya sendiri
Aku menyandarkan tubuhku di atas kursi kerja milik nyonya deok mi yang terasa nyaman dan memejamkan kedua mataku sebentar karena semalam seo jin tidak membiarkanku tidur lebih awal dan sibuk berlatih untuk membawakan presentase
Tiba-tiba handphoneku berdering hingga membuatku terkejut dan hampir terjatuh dari kursi kerja deok mi yang nyaman ini
Aku melihat layar kaca handphone dan melihat tulisan hubby ❤ sedang menelepon
Ahhhh.....sial
Seo jin selalu menggangguku ditambah aku lupa untuk mengganti namanya dihandphoneku
Aku segera mengangkatnya dan seo jin berkata pelan seperti seseorang yang sedang berbisik
"Yyaa....odiga?* (hei....dimana?) Kau sudah selesai bicara dengan sekertaris sin? Cepatlah kesini, sudah banyak tamu yang datang" ucap seo jin berbisik
"Baiklah...aku segera kesana" ucapku dan segera bangkit dari tempat dudukku yang nyaman
Sesampainya di ruang rapat, beberapa tamu sudah hadir dan menunggu dimulainya rapat penting hari ini, termasuk kedua orang tua deok mi
Hampir 30 menit berlalu dan semua bangku terisi oleh para pemegang saham hari ini
Namun, hanya satu orang yang tidak terlihat hari ini, dan orang itu adalah sung hajung
Para tamu pemegang saham sudah mulai gusar dan terlihat bosan melihat video demo keunggulan perusahaan real estate, seolah mengisyaratkan untuk segera memulai rapat hari ini
Terlihat dari seberang meja rapat, orang tua hajung tampak gelisah karena hajung tidak kunjung menampakan batang hidungnya dirapat hari ini
sedangkan ayah deok mi terlihat tersenyum mencurigakan, seolah ia tahu alasan hajung tidak hadir hari ini
Seo jin yang duduk disebelahku, menggenggam tanganku berusaha mengingatkan diriku untuk mampu mengatur ekspresi wajahku saat melirik ke arah tuan dong il
Tak lama seorang wanita datang ke ruang rapat dan membisikkan sesuatu kepada moderator rapat hari ini
Sepertinya itu nona min, sekertaris hajung yang sedang memberikan kabar perihal keberadaan hajung
Semoga tidak terjadi apa-apa dengan hajung
"Ladies and gentelmen, We apologize for delay in today's meeting"
"We are still waiting mr. Hajung to join with us" ucap moderator
"Sampai kapan menunggunya? 30 menit sudah berlalu, kau ingin mengganti rugi berapa untuk waktu yang habis terbuang ini?" Ucap mrs. Tan salah satu pemegang saham perusahaan yang sudah tidak mulai tidak sabar
"Betul! Aku masih memiliki acara lain setelah rapat hari ini, kenapa kita harus menunggu seseorang yang tidak bisa hadir tepat waktu" ucap pria separuh baya disebrang meja rapat sambil melirik sinis ke arah orang tua hajung
"That's right, kita masih memiliki nyonya deok mi untuk mendengar visi misi untuk menjadikan real estate rose perusahaan yang kuat"
"Tenang...para tamu sekalian, agar lebih adil kita harus mendengarkan presentase dari masing-masing kandidat direktur utama real estate" ucap ayah deok mi sambil tersenyum meledek ke arah orang tua hajung
"Bagaimana ia bisa memimpin perusahaan jika dalam menghadiri rapat tepat waktu saja tidak bisa!" Ucap mrs. Tan lagi
"Tuan hajung pasti memiliki alasan kenapa ia hadir telat, sebaiknya kita menunggu" ucap Mr.philip yang sepertinya mendukung hajung
Suasana menjadi tidak kondusif dan terjadi perdebatan antar tamu undangan
Aku dan seo jin saling menoleh bertatap muka berusaha berkomunikasi melewati ekspresi dan tidak berkomentar apapun untuk masalah ini
Aku melihat tuan dong il yang tersenyum aneh melihat para tamu rapat berdebat satu sama lain
Seolah ia senang terjadi pertikaian seperti ini
Dan pada akhirnya rapat dimulai tanpa kehadiran hajung untuk meredam emosi para tamu rapat yang hadir disini
Bisa ditebak, aku mampu melakukan presentase dengan baik dan membuat seo jin merasa bangga telah mengajari diriku presentase dengan baik
Para pemegang saham yang hadir dirapat ini terlihat puas dengan penampilan presentaseku dan tidak ragu lagi untuk memilihku sebagai direktur utama real estate rose
Terlihat beberapa pemegang saham yang semula mendukung hajung beralih untuk mendukungku karena hajung tidak rapat hari ini
Dan keputusan hasil pemilihan direktur rose akan diumumkan bulan depan
Ini semua terlalu berjalan lancar, dan ketidak hadiran hajung dirapat hari ini apakah ulah ayah deok mi?
Selesai rapat, ayah deok mi memuji penampilanku dan memuji seo jin karena ia mampu mengajariku dengan baik
"Hahaha....aku tidak menyangka, kau adalah gadis yang penuh dengan karisma nona hye jin" bisiknya
Aku tersenyum kepada tuan dong il lalu beralih menatap seo jin
"Pergilah untuk mengobrol dengan ibu, aku akan berbicara empat mata dengan ayah" ucap seo jin yang sedang membisikiku
Aku mengangguk dan mengajak ibu deok mi untuk mengobrol di ruang kerjaku
Tak terasa sekitar 20 menit aku mengobrol dengan ibu deok mi, seo jin mengetuk pintu ruang kerjaku
"Ibu...ayah telah menunggumu didalam mobil" ucap seo jin kepada ibu deok mi
"Ahh...benarkah?! Aku pikir akan lebih lama disini karena ia harus mengobrol panjang lebar dengan para pemegang saham untuk membuat keputusan mutlak, deok mi menjadi direktur utama real estate" ucap nyonya song ji hye
"Kau memang yang terbaik putriku sayang, aku yakin karena sung hajung tidak akan dipilih oleh mereka"
"Hohoho...siapa yang tahu bahwa hajung ternyata sangat takut pada deok mi dan memilih untuk menyerah sebelum perang" ucap ibu deok mi
"Aku yakin saat ini hajung pasti sedang menyendiri di villa pribadinya, lihat saja, ia tidak berada di apartmentnya" ucap ibu deok mi
"Ibu....sepertinya ayah akan berbicara dengan para pemegang saham direstaurant yang sudah disiapkan" ucap seo jin
"Benarkah?!...kalo begitu sebaiknya kalian juga bersiap" ucap ibu deok mi
"Ahh...nne* (ya) aku akan menyusul setelah mengantar istriku kembali ke rumah" ucap seo jin tiba-tiba dan membuatku memiringkan kepalaku dan menatap seo jin
"Wae?* (kenapa?)" Tanya ibu deok mi
Pertanyaan yang sama denganku Kenapa raja kukang itu tiba-tiba menyuruhku kembali kerumah?
"Sebenarnya, deok mi masih kurang sehat, dokter albert menyarankan untuk istirahat yang cukup karena tekanan darahnya yang rendah dan mudah merasa lelah setelah kehilangan calon buah hati kami" ucap seo jin yang memulai kebohongan lainnya
__ADS_1
"Benarkah?!...omo putriku sayang, kau harus mengatakan padaku jika kau kurang enak badan"
"A...ania eomma* (ti..tidak ibu) aku baik-baik saja" ucapku untuk menghentikkan kebohongan seo jin lagi yang belum aku sepakati dengannya
"Baiklah..segera pulang dan istirahatlah. kau selalu saja mengatakan baik-baik saja padahal sebenarnya tidak, kau terlalu banyak bekerja keras deok mi" ucap ibu deok mi dan mulai mendorongku ke arah seo jin
'Wae?..* (kenapa)?' Ucapku tanpa bersuara hanya dengan menggerakkan kedua bibirku saat menatap seo jin
Seo jin meraih lenganku dan terlihat berwajah serius
"Ibu..maaf, aku tidak bisa mengantarmu ke mobil" ucap seo jin dan menundukkan kepalanya ke arah ibu deok mi
"Gwencahana* (tak apa) aku tidak akan tersasar disini, aku akan segera ke mobil, urus saja istrimu" ucap ibu deok mi
Aku dan seo jin meninggalkan kantor dan kini berada didalam mobil
"Seo jin-ssi ada apa? Kenapa kau berbohong lagi pada ibu?" Tanyaku
"Tenanglah hye jin...kita akan membicarakan hal ini dirumah" ucap seo jin
"Apa kau akan menemui para investor di restaurant bersama dengan orang tua deok mi, seo jin?" Tanyaku
"Iya" ucapnya singkat
"Lalu..kenapa kau malah menyuruhku untuk pulang dan kenapa kita tidak berdua saja pergi kesana bersama-sama" ucapku
"Terlalu banyak investor yang mengenal deok mi, aku tidak ingin kau melakukan kesalahan dan mereka melihat sikapmu terlihat berbeda seperti bukan deok mi yang seperti biasanya" ucap seo jin
"Lalu...apa kau sudah tahu keberadaan hajung?" Tanyaku
"Apakah yang dikatakan ibu deok mi benar? Ia pergi ke villa pribadinya karena terlalu depresi untuk melakukan presentase?" Tanyaku yang penasaran
"Aku tahu ini aneh, ada sesuatu yang ganjal, setidaknya hajung memberi kabar ke ibunya, bukankah ia sangat menyayangi ibunya?" Ucap seo jin
"Aku akan mencari tahu kebenarannya saat perjamuan direstaurant nanti" ucap seo jin
"Apa katamu? Nanti?...yya* (hei) seo jin-ssi..hajung tidak diketahui keberadaannya dari kemarin malam dan ia tidak muncul saat rapat penting tadi"
"Dan terlebih..aku melihat senyuman aneh yang dilakukan tuan dong il, apa aku tidak berpikir bahwa ini adalah perbuatan ayah mertuamu"
"Aku tahu...tapi kita tidak memiliki bukti kuat untuk menuduhnya langsung" ucap seo jin
"Kenapa kau tidak menanyakan langsung pada ayah deok mi hhuh?" Ucapku
"Apa kau terlalu takut dengan dong il?" Ucapku yang menyindir
Seo jin terdiam tidak menjawab pertanyaanku
Sesampainya di rumah, aku mengikuti seo jin ke dalam kamar dan ia mengunci pintu kamarnya dan mengajakku berbicara dikamar mandi
"Hye jin-aa tenanglah..aku mengerti rasa penasaranmu sangat tinggi"
"Aku juga memiliki firasat yang sama denganmu, tidak hadirnya hajung dirapat hari ini ada hubungannya dengan ayah deok mi" ucapnya
"Tapi..jika aku melibatkanmu dalam masalah ini, kau akan dalam bahaya, jadi...berdiamlah dikamar sampai aku berhasil mendapatkan kabar baik" ucap seo jin
"Ania*...(tidak) aku akan ikut denganmu, bukankah terasa aneh jika calon direktur real estate tidak hadir disana"
"Aku yakin mereka akan merayakan kesuksesanku karena penampilanku saat presentase dan dong il akan mengumpulkan para investor yang akan mendukungnya ditambah dengan orang-orang yang berpaling dari hajung karena rapat hari ini" ucapku
"Mungkinkah dong il bekerja sama dengan investor lainnya untuk menjatuhkan hajung?" Tanyaku
"Jika iya, mungkin aku bisa memancing salah satu mereka untuk berbicara dan mengatakan hal yang sebenarnya" ucapku
"Tidak! Kau tetap disini" ucap seo jin menatapku serius
"Seo jin-ssi"
"Kenapa kau tidak mendengarkanku...atau...jangan bilang kau..."
"Jangan bilang kau termasuk orang-orang yang akan menjatuhkan hajung dan bekerja sama dengan mereka" ucapku menuduh
"Cih...neo michyeosseo?* (apa kau gila?) Apa kau sekarang tidak bisa membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat?"
Aku terdiam menatap seo jin
"Nne* (iya) aku tidak bisa membedakannya lagi, dan aku tidak tahu apakah kau mendukung ayah deok mi atau memang kau memiliki hati yang tulus" ucapku perlahan
"Hye jin-aa...." panggil seo jin dan menggenggam kedua tanganku
"Meskipun aku tidak menyukai hajung, tapi setidaknya aku tidak membiarkan dia untuk terpuruk dan terjatuh dengan karirnya"
"Memang aku akui, kemampuan hajung tidak diragukan lagi dalam memimpin real estate rose"
"Tapi...tetap saja persaingan untuk merebutkan jabatan dan posisi berlaku dikalangan keluarga konglomerat"
"Apapun yang terjadi, percayalah padaku"
"Aku melakukan semua ini hanya semata-mata untuk melindungimu"
"Jika kau tidak mempercayaiku dan bertindak sendiri, bagaimana mungkin aku bisa melindungimu jika kau terlalu jauh dari jangkauanku?"
"Kali ini saja... berdiamlah disini, aku akan segera mengabarimu" ucap seo jin sambil menyentuh bahuku
"Baiklah..aku akan menunggumu 30 menit, jika kau belum mendapat kabar, aku akan membantumu seo jin" ucapku
Dan seo jin membuang wajahnya kesamping dan menghembuskan nafasnya
"Andwe!!* (jangan!)" Ucap seo jin dan pergi meninggalkanku
Seo jin berjalan cepat untuk keluar kamar dan terdengar suara seperti seseorang mengunci pintu
Aku segera keluar dari kamar mandi dan segera memeriksanya
Dan benar dugaanku, seo jin mengunci pintu kamar ini agar aku tidak bisa menyusulnya kesana
"Yyaa...*(hei) seo jin-ssi cepat buka pintunya" ucapku tanpa mempedulikan pelayan yang ada di rumah ini
"Seo jin-ssi!!!" Teriakku dan tidak ada seorangpun yang menggubris teriakanku
"Bibi min...buka pintunya" ucapku
'Tok tok tok'
Aku berusaha mengetuk pintu kamar dari dalam berharap seseorang membukakan pintu kamar ini
Namun hasilnya sia-sia, sepertinya seo jin telah menitipkan pesan agar tidak membukakan pintu kamar saat seo jin pergi
Terdengar suara mesin mobil berbunyi dan aku segera berlari ke kamar mandi dan melihat mobil seo jin pergi meninggalkan rumah ini
Awas kau seo jin
Kau pikir aku hewan peliharaanmu yang bisa kau kekang dengan seenaknya
Ania...*(tidak)
Aku harus memikirkan keberadaan hajung selain berpangku tangan menunggu kabar dari seo jin
Aku berjalan mondar-mandir sambil menggigit ibu jariku di dalam kamar untuk mencoba berpikir menemukan hajung dengan cara lain
Aishh...
Berpikirlah hye jin, gunakan otakmu untuk berpikir keras
Ok
Berpikirlah sederhana, Siapa lagi tangan kanan dari dong il jika bukan chul moo
Dong il tidak mungkin mengotori tangannya dan akan menyuruh orang lain untuk melaksanakan pikiran liciknya
Sampai aku mengingat sesuatu yang tidak disadari oleh seo jin
Sepertinya aku memiliki senjata ampuh untuk mengetahui pergerakan chul moo selama ini
Dan terakhir kali, aku meletakkan chip penyadap suara di mobil chul moo
dan alat monitor untuk mendengarkan chip itu berada...
Ya...
Berada di ruang bawah tanah dan seo jin lupa untuk mengembalikannya kepada detektif choi
Aku tidak yakin akan mengetahui 100% keberadaan hajung, tapi setidaknya peluang itu ada dan aku mengetahui kegiatan chull moo saat ini
Aku segera pergi ke ruang baca seo jin dan ingin menuju ruang bawah tanah, namun aku teringat mimpi burukku dan bergidik merinding jika mengingatnya lagi
Tidak hye jin, itu hanya mimpi, tidak ada hantu disini
Siang hari tidak mungkin ada hantu meskipun tidak ada bedanya suasana di ruang baca seo jin baik siang ataupun malam hari
Aku memberanikan diriku dan segera masuk ke ruang baca seo jin dan menuju ruang bawah tanah
Rasa dingin menusuk ketubuhku saat membuka pintu ruang bawah tanah
Terlihat sepi dan mencekam meskipun aku sudah menyalakan lampu di ruang bawah tanah
Aku mencoba menyalakan mesin monitor penyadap untuk mendengarkan chull moo
Aku menggunakan headset dan mencari frekuensi yang sama dengan chip yang aku tinggalkan di mobil chull moo dan samar-samar terdengar suara lagu diiringi seseorang bernyanyi
Ini suara chul moo yang sedang mengendarai mobil sambil bersenandung
Ahhh...
Syukurlah, chul moo tidak menyadari ada alat penyadap didalam mobilnya, selain aku bisa mendengar suara chul moo, aku pun juga bisa mendeteksi lokasi keberadaan chul moo saat ini
Luar biasa sekali alat penyadap milik detektif choi
Aku bersyukur seo jin melupakan alat monitor penyadapnya, ia hanya fokus pada chip-chip penayadapnya saja yang sudah berada ditangan detektif choi
Tak lama saat chul moo sedang bersiul, terdengar suara handphonenya berbunyi dan reflek ia mengangkat panggilan telepon tersebut
"Ahh...nne* (ya) tuan, tentu saja aman, anda tidak perlu khawatir denganku"
__ADS_1
"Apa?! Menunggu sekitar 2 jam lagi? Ahh...baiklah kalo begitu aku akan mengurusnya lagi"
"Nne...*(ya) tuan, semoga harimu menyenangkan" ucap chul moo dan segera mengakhiri pembicaraanya ditelepon
"Aihss....laki-laki tua itu sangat merepotkan, menyuruhku ini dan itu tanpa jeda"
"Dia pikir mudah untuk membawa bobot tubuh pria dewasa sendirian?"
"Jika bukan karena bayaran yang tinggi aku tidak akan mau melakukan hal ini"
"Lebih mudah membuang mayat seseorang dibandingkan harus menjaga manusia yang masih hidup aishhh...sial"
"Ck...apakah ia mampu untuk bertahan 2 jam lagi di gudang itu?"
"Aish..pasti ia kuat, toh aku akan kesana untuk membawa selimut agar ia tidak kedinginan"
"Tapi...ia belum menyentuh makanan sejak tadi pagi mengingat ia semalam mabuk berat"
"Ahh...mmola-mola *(ga tau, ga tau) seseorang tidak akan mati jika hanya melewatkan waktu sarapan dan makan siang sekali"
Aku mendengarkan chul moo berbicara sendiri di dalam mobil
Siapa yang dimaksud chul moo? Di gudang? Apakah ia menyekap seseorang?
Sampai saatnya chul moo berhenti disebuah gudang yang tidak terpakai lagi dikawasan pabrik kota illnois
Aku memperbesar monitor untuk melihat lebih jelas lokasi tempat berhenti chul moo
Chul moo bersiul santai dan terdengar suara pintu mobil yang tertutup, aku tebak chull moo pergi ke tempat laki-laki misterius itu berada
Tapi...
Ada banyak ruang gudang yang tidak terpakai, bagaimana bisa aku menemukannya
Aku yakin
Kemungkinan laki-laki itu adalah hajung, aku harus menghubungi seo jin
Aku mencoba memanggil seo jin namun ia selalu menolak penggilan teleponku dan sengaja tidak mengangkatnya
Ck....
Aku akan menghajarmu seo jin, lihat saja
Aku mengirim pesan teks yang berisikan untuk segera mengecek lokasi gudang kosong sesuai dengan lokasi chul moo berada
Namun, seo jin tidak membalas pesanku, ia hanya membacanya saja
Kau pikir aku koran harian yang hanya bisa kau baca?
Dasar raja kukang jelek!!
Aku mencoba menelepon seo jin beberapa kali dan sepertinya ia mengabaikan panggilanku
Beberapa menit berlalu, aku mendengar suara chul moo yang sedang terengah-engah
"Haah... haaah...berengsek!!"
"Lihatkan! Ketika kau berusaha berbuat baik pada sanderamu, kau justru mendapat pukulan dan hampir menyelakaimu" ucap chul moo berbicara sendiri
"Aku heran ia masih memiliki tenaga untuk menghajarku, meskipun pukulannya tidak terarah, tapi hampir saja aku terkena pukulan besi darinya aishh...sial sekali hari ini"
"Ohh...lihat pipiku menjadi lebam, aisshh benar-benar sial hari ini"
"Sudah seharusnya ia tidak ku buat sadar dan sudah sewajarnya aku mengahajar dia sampai babak belur"
"Kita lihat apa kau masih bisa berlagak tuan hajung yang kaya dan manja? Hahahaha....."
"Aigoo..aigoo sakit sekali ketika tertawa"
"Aku harus pergi ke apotek" ucap chull moo dan membuat diriku berdiri dari tempat duduk ketika ia menyebut nama hajung beberapa saat tadi
Aku harus segera menolong hajung, bagaimana ia bisa bertahan dimusim dingin seperti ini
Ouhh....
Seo jin-ssi kumohon jawab panggilan teleponku, kemana saja kau
Aku segera keluar dari ruang bawah tanah dan mengetuk pintu kamar dan memohon untuk dibukakan pintu kamarnya
"Bibi min...keluarkan aku, cepat!!!"
"Yya*...(hei) bibi min!!!" Teriakku sambil memukul pintu kamar yang terkunci rapat
"Ma..maafkan saya nyonya, saya hanya menuruti perintah tuan seo jin" ucap bibi min dibalik pintu kamar
"Bibi min, aku memerintahkanmu untuk membuka pintu kamar ini, cepat!!"
"Maafkan saya nyonya deok mi, sebenarnya kunci pintu kamar ini dibawa oleh tuan seo jin"
"Dimana kunci cadangan kamar ini?" Tanyaku
"I..itu saya juga tidak tahu nyonya, tuan seo jin yang menyimpannya" ucap bibi min
Sial
Mana mungkin ia tidak tahu keberadaan kunci cadangan rumah ini
Sehari-hari ia membersihkan kamar ini
Bibi min memang lebih loyalitas kepada seo jin dibandingkan deok mi aku tidak bisa memaksanya
Pantas saja deok mi sangat membenci bibi min yang bermuka dua berpura-pura baik didepannya namun mengutuk deok mi dibelakang
Aku harus mencari cara lain untuk menolong hajung
Jika seo jin tidak bisa membantuku, terpaksa aku harus menolong hajung sebelum terlambat
Aku tidak ingin ada korban kedua setelah paman asing itu tewas didekatku
Aku harus menghentikkan chul moo
Apapun yang terjadi aku harus kesana
Baiklah...
Pertama-tama aku harus mencari jalan untuk keluar dari kamar ini
Aku mencari jendela dikamar ini dan teringat jendela kamar mandi yang mengarah keluar halaman rumah ini
Aku membuka jendela kamar mandi dan melihat ketinggian agar aku bisa keluar dari kamar ini
Untungnya kamar seo jin berada di
Lantai 2 tidak terlalu tinggi menurutku
Namun akan mengakibatkan patah tulang jika aku melompat dari kamar ini
Aku mencari bahan kain yang panjang untuk membantuku keluar dari kamar ini dan memilih tirai sebagai pilihannya
Aku menarik dan mengikat 4 buah tirai yang berada dikamar ini
Hem...
Kau pikir dengan mengunci kamar ini kau akan bisa menghentikanku seo jin?
Tidak...
Aku tidak akan mengulangi kesalahan dan penyesalan yang sama
Cukup paman asing itu saja yang membayang-bayangi mimpiku menjadi buruk
Aku tidak ingin hajung ikut berubah menjadi hantu dan berkunjung ke dalam mimpiku
Aku tidak bisa hanya duduk dan mengandalkanmu untuk mengatasi tindakan jahat ayah mertuamu
Kau terlalu menganggapku remeh seo jin, aku tidak akan merengek untuk memintamu melindungiku
Karena aku sendiri yang akan melindungi diriku mulai sekarang
Setelah yakin tirai kain kuat mengikat di besi jendela, aku segera perlahan turun keluar kamar melalui jendela
Dan sepertinya keributanku berhasil membuat para pelayan di rumah ini berkumpul di depan kamarku dan membuat mereka tidak menyadari diriku yang sedang berusaha kabur melalui jendela kamar
Misi kaburku dari kamar seo jin berhasil
Setelah aku menapaki tanah, aku segera berlari keluar halaman dan meninggalkan rumah seo jin
Aku berencana pergi kekantor polisi untuk meminta bantuan
Aku pergi menggunakan taksi dan tanpa menunggu lama, aku menyuruh supir taksi itu untuk mengendarai cepat ke kantor polisi
___________________________________
Yuhu... everything
Berjumpa lagi dengan hyung
Happy long weekend bagi yang libur
Bagi yang tidak kebagian jatah long weekend jangan sedih
Kudu bersyukur masih bisa kerja dimasa pandemi seperti ini
Semoga semua sehat selalu para readers mangatoon yang hyung cintai 🥰🥰☺
Gimana...gimana episod kali ini?
Makin adu duh... gak?
Tunggu kelanjutan ceritanya ya
Terima kasih 😘😘😚😍🥰🙆♀️🙆♂️🙇♀️🙇♂️
__ADS_1