Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 57


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


Baiklah...


Sekarang aku tahu apa alasan seo jin tidak mengangkat panggilan teleponku


Karena alasan ia bertemu dengan ayahnya yang telah menyakiti dirinya disaat seo jin masih kecil


Ku kira kebiasaan buruk memukul orang lain saat mabuk hanya terjadi dilingkungan kelas ekonomi kebawah saja, ternyata hal ini terjadi juga dikalangan chaebol* (konglomerat)


Yahh...


Tidak ada yang bisa menggali kebiasaan  buruk kehidupan konglomerat dengan mudah sih, bahkan beberapa orang kaya mampu menyembunyikan sifat psikopat anaknya dengan baik


Psikopat yang mampu membunuh atau menyiksa orang lain tanpa sepengetahuan polisi dan orang lain karena mereka memiliki uang untuk menutup mulut orang-orang sekitarnya


Pfft...


Aku berbicara ini tidak serius kok


Ini hanya khayalanku saja yang berlebihan akibat terlalu banyak menonton film bertema misteri, tentu saja hal mengerikan itu tidak ada


Hari ini seo jin sudah memberanikan dirinya untuk mengatakan hal buruk yang terjadi dikeluarganya kepadaku, pantas saja ia bungkam soal keluarganya, seolah keluarganya normal, tidak terjadi apa-apa dan dalam keadaan baik-baik saja


Kukira kehidupan keluarga orang tua seo jin adalah contoh keluarga konglomerat yang bersih dan tidak memiliki rahasia besar layaknya keluarga deok mi


Tapi nyatanya baik keluarga seo jin maupun keluarga deok mi, semua sama saja, menyembunyikan kebiasaan anggota keluarga yang berbuat abnormal dan tidak ada yang berani untuk menegur dan mengingatkannya untuk menjadi lebih baik lagi, dan lebih parahnya lagi mereka menganggap diri mereka jauh lebih baik dari pada orang lain, sungguh ironi


Aku meminta seo jin untuk menceritakan semua tentang dirinya dan kehidupan keluarganya.


Awalnya seo jin terdiam saat aku meminta dia untuk menceritakan tentang kehidupan keluarganya


Mungkin seo jin masih berpikir, aku adalah orang lain bagi kehidupannya, yang hanya singgah untuk membantu dirinya berpura-pura menjadi istrinya


Hhmm...


Perkiraan emma salah, seo jin tidak menganggapku layaknya seorang anggota keluarga  melainkan hanya orang lain yang saat ini sedang berada dibawah tanggung jawabnya


Tapi meski begitu, saat ini aku adalah partner seo jin yang harus mengetahui semua rencana dia dan tidak boleh menyelesaikan masalah hanya seorang diri, agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kami seperti tadi malam


Beberapa menit seo jin terdiam, akhirnya ia menceritakan beberapa rahasia tentang kehidupan keluarganya


Yang aku tahu dari cerita seo jin, ibu seo jin adalah orang yang paling normal namun sekaligus orang yang banyak menanggung kesakitan dalam perjalanan menjaga keutuhan rumah tangganya


Apakah itu termasuk normal?


Apakah ia tidak muak dengan kehidupan yang ia jalani?


Namun perlahan aku mengerti, beberapa dari pasangan memilih bertahan demi anaknya dan yang paling banyak untuk bertahan dari semua kesakitan itu adalah 'ibu'


Beberapa wanita memilih bertahan dalam keutuhan rumah tangga meskipun mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau dikhianati oleh pasangan


Dan sepertinya seo jin menganut ajaran yang telah diajarkan oleh ibunya, untuk selalu bertahan dalam membina keutuhan rumah tangga meskipun merasa tersakiti dan berharap pasangan itu akan berubah


Seperti dirinya saat ini yang berharap istrinya, deok mi berubah dan kembali kepelukan dirinya lalu tidak berpaling lagi dari laki-laki lain


Cuih...


Omong kosong, hubungan itu tidaklah sekedar dari toxic relationship, bagaimana bisa membangun keutuhan rumah tangga layaknya bermain gulat? Satu sisi menyakiti dan satu sisi bertahan?


Aku masih bisa mengerti dengan permainan gulat, jika lawan lengah kesempatan bisa mengalahkan lawan akan terwujud. Tapi ini...


Terus dan terus bertahan meskipun tersakiti berharap orang itu akan berubah


Orang suci seperti biksu tong saja pernah marah kepada dewa kera, apalagi kau yang hanya seorang manusia biasa?


Hal yang tidak bisa dimaafkan dalam suatu hubungan adalah perselingkuhan dan kekerasan


Dua kesalahan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena itu akan terjadi terus menerus dan tidak akan berhenti jika pasangan itu tidak dibuka mata hatinya oleh dewa neptunus


****


Seiring turunnya mentari yang akan menghilangkan cahayanya, Aku melihat seo jin yang sering termenung dijendela dan tidak mendengar ketika aku memanggil namanya beberapa kali


Apakah ia masih memikirkan masa lalu buruknya ketika ia bertemu dengan ayahnya kemarin?


"Seo jin-ssi"


"Seo jin-ssi" panggilku beberapa kali ke  seo jin hingga aku menepuk pundaknya dengan perlahan


Laki-laki itu terkejut ketika aku menyentuh bahunya dengan perlahan, dan menyadarkannya dari lamunan


Terlihat dari ekspresi wajahnya saat menoleh ke arahku


"Ahh...maafkan aku hye jin, aku tidak mendengar kau memanggilku" ucap seo jin dan saat ia menoleh ke arahku, aku merapikan dasi kupu-kupunya yang terlihat miring


"Seo jin-ssi...kau baik-baik saja?" Tanyaku sesudah merapikan dasi kupu-kupu hitamnya


"Iya...aku baik-baik saja" ucap seo jin singkat


"Ani*(tidak) kau terlihat tidak baik-baik saja" ucapku


"Seo jin-ssi, aku tahu kau memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan dengan ayahmu"


"Apakah setidaknya kau membicarakan hal ini dan duduk bersama dengan keluargamu dan mengatakan pada ayahmu untuk berhenti minum agar kebiasaan buruknya tidak terulang....."


"Itu hal yang tidak mungkin hye jin" ucap seo jin memotong pembicaraanku


Aku terdiam menatap seo jin dan begitu pula seo jin kepadaku, kami saling bertatap dan terdiam sesaat, aku mencoba mencari tahu jawaban melalui mata seo jin kenapa ia berkata seperti itu


Namun, aku tidak menemukan jawaban tersebut melaui sinar matanya


"Wae?*(kenapa?)" Tanyaku sambil mengerutkan keningku


"Karena hal itu tidak perlu hye jin, jika aku mengatakan hal tersebut kepada keluargaku, itu artinya aku terlihat lemah dihadapan orang tuaku sendiri dan secara tidak langsung aku mengakui bahwa aku menderita penyakit mental tentang trauma dimasa lalu"


"Memangnya kenapa jika kau terlihat lemah dihadapan orang tuamu sendiri, seo jin"


"Aku tahu tidak semudah itu menyembuhkan masa traumamu, tapi setidaknya ayahmu merasa bersalah padamu dan meminta maaf padamu dan itu membuat hatimu sedikit lega"


"kau hanyalah seorang manusia biasa terlepas dari semua kekayaan dan jabatan yang kau punya"


"Aku hanya memintamu untuk duduk bersama dengan keluargamu dan menyelesaikan masalah masa lalumu dan setidaknya rasa traumamu berkurang"


"Dan dimasa datang kau tidak perlu takut pada ayahmu sendiri saat kau bertemu dengannya dan bisa duduk bersama tanpa perasaan canggung atau takut" ucapku pada seo jin


"Hye jin-aa tolong hentikan pembicaraan yang tidak masuk akal ini"


"Kau bukanlah keluargaku sesungguhnya, kau hanyalah orang lain yang tinggal dirumahku yang sedang meminta bantuanmu untuk berpura-pura menjadi istriku"


"Bahkan jika saat ini deok mi yang asli berada dihadapanku, ia akan mengabaikan masalahku dan berpura-pura tidak mengetahui masalah ini"


"Kau tidak perlu mencampuri urusan keluargaku hye jin, karena ini bukanlah tugasmu, aku tidak ingin kau terlibat terlalu dalam, kau hanyalah orang lain disini" Ucap seo jin kepadaku dan membuat hatiku terasa sesak saat mendengarnya


Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu kamar seo jin


'Tok tok tok'


"Masuklah" ucap seo jin kepada seseorang yang berada diluar kamar


"Tuan nyonya, tamu anda sudah datang" ucap bibi min kepada seo jin


"Baiklah..aku akan segera kesana bibi min, kau boleh pergi" ucap seo jin kepada bibi min


"Ku mohon hye jin jangan mengajakku berdebat saat ini, aku tidak ingin kita membahas permasalahan ini" ucap seo jin dan menyodorkan tangannya kepadaku bermaksud untuk pergi keluar bersama dengan dirinya dan memyambut kedua orang tua seo jin


"Keluarlah lebih dulu, aku ingin memakai antingku sebentar" ucapku pada seo jin


"Baiklah...aku akan menunggumu hye jin" ucap seo jin dan menurunkan tangannya lalu pergi meninggalkanku dikamar


Mungkin...aku yang terlalu percaya diri berharap seo jin akan mengatakan semua kisah hidupnya dan akan menuruti kemauanku untuk membuat hubungan dengan keluarganya membaik


Tapi...


Harusnya aku sadar diri, siapa aku sebenarnya dan kenapa aku merasa ikut tersiksa melihatnya ketika ia terlihat murung


Apakah saat ini aku terlarut dalam peran menjadi istrinya? Dan terbawa arus ucapan emma semalam yang mengatakan bahwa seo jin menganggapku anggota keluarganya?


Secara tidak langsung aku senang saat mendengar dugaan emma yang seperti itu, tapi setelah aku menghadapi seo jin saat ini, sudah seharusnya aku memagari hatiku agar tidak terluka dan mengikuti permainan seo jin untuk tetap menjadi orang lain dan tidak terlibat lebih dalan mengenai kehidupan dirinya dan keluarganya


Haah...


Ini membuatku frustasi, aku ingin menghilangkan perasaan sesak ini sebentar saja


***


Park Seo Jin Pov


Selama aku hidup, aku sudah dilatih untuk tidak bersandar atau bergantung pada orang lain


Jangan tunjukkan kelemahan didepan orang lain, tunjukkan seolah dunia bisa digenggam olehku karena aku memiliki kekayaan dan latar belakang keluarga yang baik


Jangan sampai hal buruk yang terjadi didalam keluarga terdengar keluar ke telinga orang lain

__ADS_1


Setidaknya itu yang diajari oleh keluarga chaebol* (konglomerat) pada anak-anaknya sejak usia dini, termasuk kebiasaan buruk ayahku


Tidak banyak keluarga chaebol* (konglomerat) lain yang tahu tentang kebiasaan buruk yang dilakukan oleh ayahku. Lebih tepatnya saat ia sedang mabuk, ayahku akan memukuli orang terdekatnya jika sedang mabuk berat dan tidak akan sadar tentang apa yang telah dilakukannya


Aku rasa hye jin tidak perlu tahu terlalu dalam apalagi harus ikut andil memperbaiki hubunganku dengan ayahku


Aku tahu, hye jin sudah merasa terbebani menjalani kehidupannya sebagai deok mi


Membuang kehidupan masa mudanya untuk membantuku berpura-pura menjadi istriku


Harusnya saat ini hye jin sedang bersenang-senang bersama temannya, tapi justru aku mengekangnya dan memintanya untuk menuruti ketamakanku dan juga keluarga istriku


Mianhae* (maaf) hye jin, aku berjanji akan melepasmu dan mengembalikan kehidupan damaimu secepatnya


Orang tuaku kini sudah hadir untuk makan malam bersama, sekian lama kedua orang tuaku tidak berkunjung ke rumah anak semata wayangnya yang tinggal di amerika


Tentu saja hal ini membuatku sangat rindu dengan ibuku, seandainya waktu bisa kuhentikan, aku ingin berlama-lama dan berbincang dengan ibuku yang baik hati


Aku ingin mengadu dan mengatakan hal yang sebenarnya kepada ibuku tentang hal yang ku alami saat ini


Tapi...


Aku pikir ibu akan murka jika tahu kebenaran yang terjadi saat ini


Membuat kesalahan pada seorang gadis dan menjadikannya tawananku demi memuaskan egoisku dan ketamakannku, tentu saja ibuku akan mengutuk keluarga besannya yang ikut bekerja sama mempermainkan kehidupan seorang gadis


Tapi sejauh ini hanya inilah jalan terbaik demi menyelamatkan kehidupan keluarga sung


Aku tersenyum  ketika melihat ibuku dan tentu saja ibuku memelukku dengan erat


"Seo jin putraku, sudah lama ibu tidak bertemu denganmu" ucap ibuku


"Dimana menantuku yang cantik?" Tanya ibuku


"Aku disini omonim* (ibu)" ucap hye jin yang sudah berada dibelakangku


"Omo...kau semakin cantik menantu deok mi"


"Terima kasih omonim,* (ibu), bagaimana kabarmu abonim* (ayah)?"


"Hahaha.....tentu saja aku baik-baik saja. akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi menantu deok mi, bertahun-tahun aku tidak berjumpa denganmu untuk minum bersama, aku mengharapkan hadiah terbaik yang akan kau berikan padaku" ucap park jin young dengan senang ketika melihat menantunya


Haah....


Dia hanya senang melihat deok mi karena ia berharap akan menikmati sebotol anggur koleksi deok mi yang berada dipenyimpanan ruang bawah tanah


"Nne* (ya) abonim*(ayah) aku sudah menyiapkannya yang terbaik untukmu" ucap hye jin yang sedang berperan menjadi istriku


Tanpa berbasa-basi lagi, aku mempersilahkan kedua orang tuaku untuk duduk dan makan malam bersama


Bibi min dan pelayan yang lain sudah menyiapkan hidangan pembuka


"Ahh...menantu deok mi kudengar bulan depan kau akan terpilih menjadi direktur utama real estate rose, selamat" ucap ibuku pada hye jin


"Omonim..*(ibu) masih terlalu awal untuk memberiku selamat, karena keputusan para dewan pemegang saham belum dibuat" ucap hye jin sambil tersenyum


"Tentu saja kau yang akan menjadi pemenanngnya menantu deok mi. hanya orang bodoh yang memilih anak dari hasil hubungan yang menjijikan itu" ucap ayahku dan ketika aku melirik ke arah hye jin terlihat ia sedang tersenyum masam dan menghabiskan minuman anggurnya yang ada digelasnya


Dengan sigap bibi min mengisi ulang gelas kosong hye jin yang sudah kosong dengan minuman anggur lainnya


Kami berbincang-bincang mengenai pekerjaan hingga makanan inti datang dan mulai menikmati steak wagyu buatan koki terbaikku


Dan tentu saja mengeluarkan botol anggur terbaik koleksi deok mi yang berada dipenyimpanan ruang bawah tanah


"Ohh...akhirnya kau mengeluarkan minuman anggur terbaikmu menantu deok mi" ucap ayahku dan melirik ke arah ibuku dan terlihat ia menyembunyikan lengannya yang terlihat sedikit lebam dan ekspresi wajahnya yang terlihat murung


Apakah ayah masih melakukan kebiasaan buruknya lagi?


Aku pikir ayah sudah berhenti dari kebiasaan buruknya ketika aku telah duduk dibangku SMA


"Aku takjub padamu menantu deok mi, kau bisa mendapatkan anggur yang hanya tersisa 10 botol didunia melalui acara lelang, bagaimana kau bisa mendapatkannya menantu sung?" ucap ayahku yang kini berganti topik membicarakan tentang minuman anggur yang ia cintai


"Tentu saja itu hal yang mudah ayah, selama kau memiliki uang, apapun yang kau mau, kau bisa membelinya" ucap hye jin yang mulai terdengar aneh di telingaku


"Ahh...sepertinya sifat sombongmu masih belum berubah menantu deok mi, aku khawatir putraku kesulitan saat menghadapimu " ucap ayahku mencoba untuk bergurau


"Ani* (tidak) sepertinya seo jin tidak terlalu kesulitan menghadapi sifat burukku, memiliki sifat atau kebiasaan yang buruk itu adalah hal yang wajar sebagai manusia, asalkan tidak merugikan orang lain atau menyakiti orang lain, bukankah begitu abonim* (ayah)?" Ucap hye jin yang membuatku mulai was-was dengan tannggapan ayah dan ibuku


"Ya..kau benar menantu deok mi, asalkan sifat burukmu tidak menyakiti orang lain semua akan baik-baik saja, tapi...bukanlah tindakan tepat untuk membiarkan sifat atau kebiasaan buruk berlarut-larut didalam dirimu dan kau tidak mencoba untuk merubahnya..."


"Aahh...exactly abonim* (tepat ayah), bagaimana jika malam ini kita membahas kebiasaan burukmu ketika kau mabuk..."


"Yeobo...*(sayang) hentikan" ucapku menghentikan ucapan hye jin yang mulai hilang arah


"Ani* (tidak) jangan menyuruhku untuk berhenti bicara, yeobo* (sayang)" ucap hye jin dan aku melihat ke arah ayahku yang terlihat canggung dengan situasi ini, terbukti saat ia langsung menghabiskan isi gelas yang berisi anggur merah edisi terbatas


"Biarkan menantu deok mi bicara padaku seo jin" ucap ayahku


"Dari mana kau tahu kebiasaan burukku? Apakah ayahmu yang memberitahukan kebiasaan burukku?" Tanya park jin young


"Ania* (tidak) kenapa aku harus tahu dari ayahku jika aku memiliki suami yang selalu berada disampingku?" Ucap hye jin dan aku mengisayaratkan bibi min untuk pergi dari ruang makan


"Abonim* (ayah) sebenarnya aku tidak tahu jika suamiku tercinta park seo jin mengalami masa lalu yang kelam disaat ia kecil"


"Dan kau tahu ayah, karena hal itu terjadi dan tidak diselesaikan dengan baik, seo jin sedikit memiliki trauma saat bertemu denganmu"


"Sung deok mi!" Teriakku menghentikan hye jin


"Apa kau ingin mengatakan bahwa putraku memiliki gangguan mental menantu sung?"


"Jika dibiarkan..mungkin bisa saja terjadi, tapi sayangnya..aku bukan psikolog yang bisa mengetahui dengan pasti suamiku memiliki gangguan mental pada jiwanya atau tidak"


"Hanya saja aku merasa terganggu saat kau meminum beberapa gelas wineku dan jika kau mengalami mabuk, kau akan memukuli istrimu lagi dan kau akan menambahkan bekas luka lebam yang baru ditubuh ibu mertuaku"


"Itu...sangat menyedihkan" ucap hye jin sambil menunjuk beberapa luka lebam memudar yang ada ditubuh ibuku


"Menantu sung, ibu baik-baik saja, sebaiknya kita hentikan perbinc...."


"Ani omonim* (tidak ibu) putramu satu-satunya sudah tinggal bersamaku, dan tidak ada lagi seseorang yang menjagamu di korea"


"Satu-satunya ketidak bahagaiaanmu adalah kebiasaan buruk dari ayah mertuaku yang suka memukulimu disaat mabuk, sampai kapan kau terus membungkam penderitaanmu?"


"Bukankah kita keluarga omonim, bukankah tugas dari anggota keluarga saling melindungi satu sama lain? Dan sudah seharusnya kita duduk bersama seperti ini dan menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang baik"


"Diam dan menghindar bukanlah jalan terbaik omonim *(ibu) jika kau berpikir diam akan membuat seo jin baik-baik saja dan berharap seo jin tidak mengetahuinya, kau salah omonim...*(ibu)


"Justru akan membuat seo jin menanggung beban perasaan dan berat hati meninggalkanmu karena rasa khawatir yang terus menghantuinya?"


"Apakah ada yang salah jika keluarga chaebol* (konglomerat) memiliki kekurangan dan masalah?"


"Tentu saja tidak, kita bukan dewa yang tidak memiliki masalah sama sekali dalam kehidupan, hanya saja jangan biarkan masalah ini terlantar dan berlarut-larut tanpa jalan keluar" ucap hye jin panjang lebar dan membuat semua orang yang ada di ruang makan menatap hye jin


"Baiklah..menantu sung, ku akui bahwa sangat berat untuk lepas dari kebiasaan burukku, tapi sebelum menasehatiku, apakah kau tidak bercermin dahulu sebelum mengkritikku tentang kebiasaan burukmu yang selingkuh dari putraku dan berjalan dengan laki-laki lain?" Tanya ayahku yang membuat ibuku terkejut dengan ucapan ayahku


"Haaah....ommo! Benarkah itu menantu sung?" Tanya ibuku yang tidak tahu jika menantunya memang menjalani open relationship selama ini


Ahh...


Kim hye jin ulah apalagi yang kau lakukan? Kenapa tidak sekalian saja kau mengaku bahwa kau bukanlah istriku melainkan orang lain


Aku melihat hye jin yang masih meminum anggur dengan santainya dan menuang sendiri botol anggur kedalam gelasnya


Sejak kapan hye jin meminum lebih dari 2 gelas anggur? Ku kira gadis ini tidak menyukai minuman anggur


Atau jangan-jangan....


Apakah dia mabuk?


Oohh...kim hye jin pantas saja kau berbicara seperti orang lain


Aku tidak pernah tahu jika kau sedang mabuk, kepribadianmu berubah menjadi 180⁰ dan kau sangat tenang


Aku harus menghentikanmu


"Yo...yeobo* (sayang) sebaiknya kita hentikan pembicaraan ini dan biarkan dirimu istirahat, dokter albert bilang kau tidak boleh terlalu lelah dan harus tidur awal" ucapku


"Ssst....park seo jin, kau tidak boleh memotong pembicaraan orang lain, dimana sopan santunmu, lagi pula aku sedang tidak sakit" ucap hye jin dan kini terlihat seperti deok mi sungguhan


"Apakah kau mencoba mengungkit masa lalu abonim* (ayah), sung deok mi yang sekarang sedang duduk dihadapanmu ini, tidak akan pernah meninggalkan putramu yang menawan itu"


"Yah..anggap saja aku masih beradaptasi dengan kehidupanku yang bebas dan belum menyadari pesona yang ada didiri putramu"


"Menantu sung...teganya kau melakukan itu pada putraku!" Teriak ibuku


"Omonim* (ibu) aku minta maaf padamu" ucap hye jin


"Kenapa kau tidak bilang pada ibu, seo jin?" Tanya ibuku


"Karena putramu benar-benar mengikuti jejak ibunya yang pintar menyembunyikan masalah dalam rumah tangga" ucap hye jin yang semakin tidak bisa kukendalikan lagi ucapannya


"Mungkin jika aku tidak berubah sekarang, perselingkuhan ini akan terjadi seterusnya sampai berpuluh-puluh tahun lamanya karena seo jin tidak bersikap tegas pada istrinya...."


"Eomma...appa *(ayah ibu) maafkan atas ketidaknyamanan ini, berikan aku waktu untuk bicara dengan istriku, kalian boleh pergi dari rumahku, supir ohh akan mengantar kalian ke villa" ucapku menghentikan ucapan hye jin dan menarik pergelangan tangannya dengan keras

__ADS_1


"Oh...chagiya* (sayang) kau mengusir orang tuamu, itu sangat tidak sopan" oceh hye jin


"Excuse me...ini sangat sakit, lepaskan tanganku seo jin" ucap hye jin dan aku sengaja mengabaikan ucapannya serta segera menyeretnya kekamar


Sesampainya dikamar, aku melempar hye jin ke atas tempat tidur dan ia mendarat dengan posisi duduk


"Woow...kau sangat kasar, sayangku" ucap hye jin yang benar-benar seperti orang lain


"Sebaiknya kau segera tidur dan istirahat" ucapku


"Ania* (tidak) kenapa menyuruhku tidur jika aku belum mengantuk? Dan kenapa kau menyeretku kesini? Aku belum selesai berbicara dengan ayah dan ibumu" ucap hye jin


"Apalagi yang akan kau bicarakan? Menyakiti ibuku lagi dengan ucapanmu itu?" Tanyaku


"Sebenarnya kejujuran itu jauh lebih menyakitkan dari pada kebohongan yang membuat kebahagiaan yang semu"


"Tapi...setidaknya kejujuran akan membuat hati jauh lebih kuat untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan"


"Aku pikir ibumu akan merenung dan mulai berani mengatakan hal-hal yang tidak disukainya kepada ayahmu"


"Hentikan ucapanmu hye jin, aku tidak ingin bicara dengan orang mabuk"


"Ani...*(tidak) kau bukannya tidak ingin bicara dengan orang yang sedang mabuk melainkan kau memang ingin menghindar dari pembicaraan ini" ucap hye jin yang mulai menghentikan langkahku untuk pergi dari kamar


"Baiklah...memangnya apa yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanyaku menantang


"Kenapa kau masih ingin mempertahankan rumah tanggamu yang sudah hancur ini seo jin?, terlebih kenapa kau masih melindungi ayah mertuamu yang jelas-jelas sudah melakukan tindakan licik?"


"Ini bukan urusanmu yang harus kau bantu untuk diselesaikan hye jin, berhentilah menanyakan hal itu" ucapku


"Ahh...benarkah?! Aku juga tidak bermaksud untuk membantumu untuk menyelesaikan masalah keluargamu yang rumit ini"


"Yang aku tahu, aku akan mendapat imbalan yang besar karena telah berperan menggantikan istrimu yang terbaring koma di rumah sakit, setidaknya aku tidak akan hidup miskin dan bekerja part time yang sangat melelahkan sampai aku lulus kuliah nanti"


"Tapi yang masih membuatku penasaran adalah kenapa kau membuat dirimu tersiksa dalam keadaan ini seo jin?"


"Kau bisa saja meninggalkan istrimu yang terbaring koma dan menceraikannya saat ini juga tanpa perasaan bersalah..karena apa? Karena istrimu terang-terangan berselingkuh dihadapanmu"


"Tenang saja..kau tidak perlu khawatir akan mendapat hukuman moral dari lingkungan konglomerat, justru keluarga sung yang akan hancur akibat ulah ayahnya dan putrinya sendiri"


"Dengan kekayaan dan ketampananmu, kau bisa mencari wanita lain yang lebih baik, dari pada harus bersama dengan istrimu yang sangat buruk itu"


"Ahh...seharusnya kau berdoa pada dewa agar mengutus malaikat maut untuk menjemput roh istrimu yang terbaring koma saat ini" ucap hye jin sambil tersenyum senang ketika mengucapkan kalimat itu


"Apa kau sudah selesai mengatakan kalimat yang ingin kau sampaikan hye jin?" Tanyaku


"Belum..tapi aku akan kembali setelah mendapatkan anggur edisi terbatas yang berada dimeja makan tadi" ucapnya


"Itu bukan milikmu hye jin, tapi milik deok mi"


"Ahh..ayolah sejak kapan park seo jin menjadi kikir seperti ini, lagi pula belum tentu istrimu sadar dari koma, dan bisa menikmati anggur enak itu hahaha" ucap hye jin dan mulai membuatku ingin menghentikan ucapannya


Aku menarik pergelangan tangan hye jin dan mendorongnya ke atas tempat tidur bermaksud untuk menghentikan dirinya pergi ke ruang makan dan bertemu dengan bibi min dan pelayan lainnya


Hye jin yang saat ini berposisi telentang kini bangun dengan posisi duduk


"Aissh...berhentilah mendorongku park seo jin" ucapnya dan hendak berdiri


Dengan cepat aku mendorong hye jin ke posisi tiduran telentang dan menahan kedua pergelangan tangannya menggunakan kedua tanganku dan berada diatas tubuhnya


"Ohh..mr. park apakah kau ingin menghabiskan malam yang menggairahkan bersamaku?" Ucap hye jin yang sedang menggodaku


"Kau tidak boleh keluar dari kamar ini, sekarang tidurlah" ucapku


"Ohh...apakah kita akan tidur bersama malam ini? Maksudku bukan hanya memejamkan mata saja tetapi tidur bersama saat pertama kali kita bertemu" ucap hye jin


"Kau tahu awalnya aku sangat ketakutan padamu karena merasakan sakit dan itu pertama kalinya bagiku, tapi...seiring berjalannya waktu, aku bisa menikmati permainanmu pada malam itu"


"Bisakah kita melakukannya lagi tuan seo jin?" Ucap hye jin yang mulai liar


"Ohh...kim hye jin betapa aku ingin sekali menyumpal mulutmu dengan kain agar berhenti berbicara" ucapku


"Ahh...apa kau ingin melakukannya dengan tema kekerasan? Seperti tema penculikan? Menyumpal mulutku dengan kain lalu Mengikat kedua tanganku ditiang ranjang ini, seperti film romantis 'fifty shade'"


"Wow..aku sangat penasaran seperti apa rasanya!"


"Yaa...hentikan ocehanmu itu!" Ucapku pada hye jin dengan nada suara yang sedikit tinggi


"Atau kau bisa menyumpal mulutku agar berhenti bicara dengan kedua bibirmu?" Ucap hye jin pelan


"Jangan berharap aku akan melakukan sesuatu sesuai dengan imajinasimu yang liar saat ini hye jin, aku tidak akan melakukan 'hal itu' dengan orang yang sedang mabuk" ucapku


"Tapi...kau adalah laki-laki brengsek yang telah mencuri kesucianku, aku khawatir tidak ada laki-laki lain yang ingin menikahiku karena aku sudah tidak suci lagi hikss..." ucap hye jin tiba-tiba sambil menangis


'Deg'


Aku terdiam ketika hye jin mengatakan kalimat itu padaku


"Sudahlah ceraikan saja istrimu yang buruk itu dan nikahi aku, kau harus bertanggung jawab park seo jin!"


"Mi..mianhae* (maaf) hye jin-aa aku tahu kesalahanku tidak bisa dimaafkan dengan mudah olehmu" ucapku pelan


"Apa kau menyesal? Jika menyesal turuti kemauanku sekarang uuu..." ucap hye jin yang mulai mengerucutkan bibirnya dan mencoba meraih wajahku


"Hentikan hye jin kumohon"


Ucapku dan melepas pergelangan tangan hye jin dan berpikir mencari bahan untuk bermaksud menyumpal mulutnya agar ia berhenti berbicara


Aku pergi ke ruang wardrobe untuk mengambil beberapa dasi dan syal milik deok mi dan berencana mengikat kedua tangan hye jin ditiang tempat tidur


Saat aku ke ruang wardrobe, hye jin bangun dan merubah posisinya menjadi poisisi tidur miring dan menatapku


Saat aku kembali dan mendekat ke arah hye jin, tiba-tiba ia mengusap rambutku dengan lembut menggunakan tangannya


"Seo jin-ssi...berhentilah menyiksa dirimu, kau tidak perlu berusaha terlihat selalu baik dihadapan keluargamu dan orang lain, kau pantas berbahagia dan menjadi dirimu sendiri" ucap hye jin dengan lembut sambil menatap mataku dengan tatapan malaikat, seolah ia kembali ke sosok hye jin yang lembut dan tidak sedang dalam keadaan mabuk


Meskipun gaya mabuk hye jin terbilang unik karena tidak menunjukkan ciri-ciri orang mabuk seperti biasanya


Sekilas ia terlihat normal, hanya saja cara bicaranya yang terlalu frontal tanpa memikirkan perasaan orang lain dan terkadang ia bertindak sesuka hatinya hingga aku tidak bisa mengendalikannya


Ketika hye jin menatapku seperti itu, hampir saja aku hilang kendali dan ingin memeluk serta mencium bibir hye jin


Tapi...


Aku segera menghentikan niatku dan membuang wajahku untuk tidak terlarut dalam suasana ini


Tanpa diduga hye jin menarik kerah bajuku dan mulai mencoba membuka kancing bajuku


"Aah...wae* (kenapa) kau menghentikannya? Lanjutkan saja seo jin, siapa yang menyuruhmu untuk berhenti" ucap hye jin yang mulai bicara ngawur


Hye jin mengerucutkan bibirnya dan menarik kerah bajuku dan mencoba mendekatkan wajahnya ke wajahku


"Hentikan hye jin..hentikan!" Ucapku dan mulai melaksanakan rencanaku untuk mengikatnya ditiang tempat tidur dan menyumpal mulutnya dengan syal


aku akui tindakanku kepada hye jin sangat jahat, memperlakukan dia bagaikan sandera atau korban penculikan, tapi aku tidak tahu lagi cara untuk menghentikan sikap hye jin yang tidak terkendali malam ini


Aku tidak tahu kapan ia akan bertindak aneh lagi dan mulai mengoceh tentang kejelekan diriku dan keluargaku serta keluarga mertuaku


meski ku akui ucapan hye jin memang benar seperti itu dan dengan ucapannya aku menjadi berpikir dan menanyakan lagi kepada diriku sendiri, untuk apa aku mempertahankan pernikahan ini dan masih melindungi keluarga istriku


Malam ini aku berencana untuk tidur disofa sambil memikirkan ucapan hye jin


Beberapa kali hye jin bergumam memanggilku bermaksud untuk membukakan ikatan tali dan penyumpal mulutnya


Sesekali aku menatap ke arahnya dan hye jin bergumam tidak jelas sambil mengangkat-angkat kakinya dan meronta-ronta mencoba melepaskan ikatannya


Haah...


Sekarang ia terlihat seperti sedang kerasukan


Aku berharap ia lelah dan segera tertidur


Sekitar pukul 12 malam, aku tidak mendengar suara hye jin lagi dan aku pikir ia sudah tertidur karena kelelahan


Aku pun juga tertidur diatas sofa dengan nyenyak dan mengabaikan hye jin


_______________________________/


hi everything....


apa kabar semua


maafkan hyung yang telat hampir 2 minggu


🙍‍♂️🙍‍♀️: iya lama banget lu thor sumpah kesel banget nunggu kau update


😺 : maafkan hyung ya...maklum upik abu, selain menjadi upik abu, sempet mentok dengan cara mengukir tata bahasa yang baik agar enak dibaca


jadi kudu meditasi dulu 🙏


tak lupa dan tak bosan hyung ucapkan untuk memberikan kritik dam saram dikolom komentar, jangan lupa juga untuk klik tanda love dan jadikan favorite novel kalian agar hyung makin semangat membuat cerita, terima kasih 🙏🙏🙏


.

__ADS_1


aku mah apa atuh tanpa dukungan kalian hanya seekor amoeba yang tak terlihat


sampai jumla di next episodenya bye 👋👋👋


__ADS_2