Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 88


__ADS_3

hallo..happy reading ya ^^


Kim Hye Jin pov


alarm pada handphoneku berdering hingga membuat diriku terbangun dari tidurku


aku belum membuka kedua mataku dan meregangkan tubuhku begitu saja hingga tidak sadar memiringkan tubuhku ke kiri dan membuatku terjatuh


'bruk!'


seketika aku membuka mataku lebar-lebar dan tersadar aku sedang tidak tidur di tempat tidur melainkan di atas sofa


aku mencoba mengingat kejadian semalam hingga membuatku memutuskan untuk menginap di apartement hajung


malam itu setelah aku setuju dengan tawaran hajung untuk bermalam di tempatnya karena kondisi keuanganku dan di luar sedang hujan deras


aku segera membereskan botol-botol kosong yang tercecer di lantai dan mengumpulkannya agar bisa di buang ke dalam bak sampah daur ulang besok pagi


"hentikan hye jin, kau ke sini bukan untuk merapihkan apartementku" ucap hajung


"bagaimana mungkin aku tidak membersihkan semua sampah ini ketika melihat keadaan ruanganmu seperti kapal pecah?" tanyaku heran


"berhentilah bicara jika kau tidak ingin membantuku" sindirku ke hajung


aku tidak menyangka setelah aku mengatakan hal seperti itu, hajung justru membantuku menyingkirkan botol-botol kosong yang tergeletak di lantai tanpa berkomentar apapun lagi


suasana menjadi sunyi dan hanya ada suara botol-botol kosong yang saling bersentuhan satu sama lain


"bagaimana mungkin kau bisa menghabiskan semua minuman yang ada di botol-botol ini?"


"aku merasa kasihan dengan organ hatimu yang mencoba untuk menetralisir semua minuman alkohol yang menumpuk di tubuhmu" ocehku agar suasana tidak terasa sunyi


"ini bukti bahwa aku mencintaimu dan mencoba meminum semua isi yang ada di botol-botol ini agar aku bisa melupakanmu.  tapi tetap saja aku tidak bisa" sahut hajung


aku terkejut ketika mendengar ucapan hajung dan berhenti sejenak mengumpulkan botol kosong dan menatapnya


hajung merasa bahwa ia sedang di tatap olehku, ia menoleh ke arahku dan tidak bicara satu patah katapun


hajung mendekatiku perlahan dan mengambil botol-botol kosong yang ada di tanganku


ia pergi meninggalkanku yang masih terdiam lalu meletakkan botol-botol itu di rak sepatu dekat pintu keluar


'krukkkk..'


suara perutku menggema dalam keadaan sunyi hingga terdengar olehku dan juga hajung


"aku punya bahan makanan di kulkas, jika kau mau, kau bisa memasaknya untuk dirimu sendiri" ucap hajung


"mian* (maaf) karena merepotkanmu" ucapku pada hajung


"mmm...jangan mengatakan hal itu padaku, aku sama sekali tidak merasa direpotkan olehmu.  justru aku sangat senang dengan kehadiranmu di sini" ucap hajung yang mulai terang-terangan mengatakan hal yang ingin ia sampaikan dari hatinya


"eheemm...."


"baiklah..apakah kau sudah makan malam  hajung?" tanyaku


"ajig*(belum)" ucap hajung datar


"mwo?!* (apa?!) bagaimana mungkin kau minum alkohol dengan perut kosong? apa kau gila?!" seruku


"sekarang duduklah! aku akan membuatkanmu makan malam" ucapku dan langsung membuka kulkas untuk melihat bahan-bahan makanan yang ada


hajung menuruti perintahku dan duduk di meja makan sambil menatapku


sebenarnya aku menyadari hajung sedang menatapku, namun aku tidak menggubrisnya karena pikiranku sudah mulai melayang untuk segera membuat bahan makanan yang ada di hadapanku ini menjadi masakan dengan penuh cita rasa yang mampu menggoyang lidahku serta memuaskan


hasrat laparku


aku memutuskan untuk membuat spicy baby octopus dengan bumbu gojuchang (bumbu ciri khas masakan korea) dan japchae (bihun)


beberapa menit aku berkutat di dapur dan kini aku duduk berhadapan dengan hajung di meja makan


aku memberikan hajung mangkuk yang berisi dengan nasi penuh tanpa berhenti menatapku


"yya!*(hei!) berhentilah untuk menatapku terus, kau pikir aku pajangan rumah yang bisa kau tatap sesuka hatimu?" tanyaku


"makanlah sekarang dan berhenti menatapku!" perintahku ke hajung


bukannya ia membalas ucapanku dengan balik membentakku, ia justru tersenyum sambil menatapku


"nne..araso*(iya..aku mengerti) aku akan makan ini hye jin" ucap hajung sambil tersenyum manis


aku yang melihat hajung tersenyum dengan ramah seperti itu, membuatku tersipu malu karena wajah tampannya


aku segera menarik nafas dan fokus ke makananku,


setelah selesai makan, hajung membersihkan meja makan dan pergi ke wastafel dan berniat untuk mencucinya


"letakkan saja di sana. selesai makan, aku akan membersihkannya!!" teriakku ke hajung


namun, hajung tidak mengindahkan ucapanku. ia justru memakai sarung tangan karet dan ingin mencuci piring


baru saja ia memegang gelas wine dan mengoleskannya dengan sabun, gelas itu tergelincir dari tangan hajung dan jatuh ke bawah membuat gelas wine itu pecah berkeping-keping


'praang!'


aku terkejut ketika mendengar suara pecahan gelas yang jatuh ke lantai, hingga membuatku berhenti melakukan kegiatanku untuk makan


aku berdiri dan menghampiri hajung


yang sedang berjongkok dan mulai membersihkan pecahan gelas dengan cara yang tidak hati-hati


"aaww..." teriak hajung ketika ia tidak sengaja membuat jari telunjuknya berdarah karena pecahan gelas


"yya...neo gwaenchana??*(hei..kau baik-baik saja)" tanyaku


aku melihat jari telunjuk hajung yang mengeluarkan banyak darah akibat terluka oleh pecahan kaca


aku yang melihatnya segera mendekati hajung dan reflek meraih tangan hajung dan memasukkan jarinya ke dalam mulutku untuk menghentikkan  darah yang semakin keluar banyak


ibuku selalu melakukan hal seperti ini ketika ia tidak sengaja melukai jari tangannya saat memotong sayuran.


begitu juga denganku


saat kecil, ibu selalu memasukkan jariku ke mulutnya ketika aku terluka saat sedang mencoba untuk belajar memasak


hingga tidak sadar bahwa kebiasaan ini terbawa oleh alam bawah sadarku dan berpikir hal ini adalah pertolongan pertama saat tidak sengaja melukai jari


aku melakukan tindakan seperti ini tidak memperhatikan wajah hajung dan juga wajahku yang berjarak dekat


beberapa detik setelah jari hajung berada di dalam mulutku, aku mengeluarkannya untuk mengecek apakah darahnya sudah berhenti atau belum


sesaat setelah melihat darah tidak keluar lagi, aku tersenyum dan melepaskan tangan hajung dari genggamanku


"wahh...syukurlah, darahnya sudah berhenti" ucapku sumringah


"apa kau sedang mencoba untuk menggodaku, nona kim?" tanya hajung tiba-tiba


"nne..?*(haah...?)" tanyaku


"kenapa tiba-tiba kau memasukkan jariku kedalam mulutmu dan menyedotnya, hhuh?? apa kau tahu, tindakanmu itu justru telah membuatku terpancing" ucap hajung


"apa maksudmu? tentu saja untuk menghentikkan darahmu" ucapku pada hajung


"apa kau vampire?? kenapa kau menghisap darahku, hye jin?" tanya hajung lagi


"hentikkan perbuatanmu yang berbahaya seperti ini jika kau tidak ingin aku menyerangmu" ucap hajung yang terlihat seperti mengancam


"yya!!!*(heii!!) bisakah kau berhenti sejenak untuk tidak memikirkan hal kotor?" ucapku dengan nada agak tinggi setelah mengerti apa maksud ucapan hajung


"sesekali kau harus menyapu otakmu agar terlihat bersih!" ucapku kesal dan pergi meninggalkan hajung


"cih...lagi pula siapa yang ingin menggodamu? hal itu bukanlah keahlianku" ocehku sambil berjalan ke meja makan


"sudah ku katakan padamu, untuk meletakkan piring kotornya di sana!"


"jika kau tidak pernah melakukan pekerjaan rumah sejak kau lahir,  sebaiknya kau tidak perlu mencuci piring"


"karena yang akan  terjadi bukannya membuat piring dan gelas itu bersih, melainkan akan melukai dirimu sendiri dan menjadi petaka" ucapku sambil mengunyah 


"aku hanya ingin membantumu" ucap hajung


"membantuku?!..." seruku


"yyaaa....*(hei...) tuan sung, apakah kau melakukan hal seperti ini agar kau bisa mendapat pujian dariku dan sedikit menambah nilai agar aku semakin menyukaimu?" tanyaku


hajung mengangguk saat aku menoleh dan menanyakan pertanyaan itu padanya


"aku tidak mungkin mudah menyukai seseorang hanya dengan hal kecil seperti itu, terlebih pekerjaan itu bukanlah gayamu, kau tidak perlu memaksakan dirimu tuan sung" ucapku sambil menambah nasi dan mengaduknya dengan lauk di meja makan


"jadilah dirimu sendiri" ucapku sambil mengunyah makanan


"jika kau ingin membantuku. sebaiknya kau diam saja dan pergi ke kamarmu setelah makan malam"


"urusan pekerjaan rumah biar aku yang menyelesaikannya. kau mengerti?!" ucapku sambil menoleh ke hajung


"apakah mengoceh sambil mengunyah adalah kebiasaan dirimu hye jin?" tanya hajung tiba-tiba dan membuatku tersadar bahwa aku telah menghabiskan banyak makanan


aku berhenti mengunyah dan melihat ke meja makan dan hanya tersisa makanan yang sedikit


"nne...*(iya) mengoceh membuatku lapar dan aku bukanlah wanita yang sangat anggun" ucapku


"mengunyah makanan dan berbicara dengan mulut penuh yang berisi makanan adalah kebiasaanku"


"wae??*(kenapa?) apa kau merasa terganggu dengan kebiasaanku hajung?" tanyaku


"kau benar, gayamu sangat tidak anggun sekali dan sangat melanggar tata krama keluarga konglomerat di meja makan" ucap hajung


"hahaha...." tawaku yang masih ada makanan di dalam mulutku


"apa kau lupa tuan hajung, aku memang bukan berasal dari kalangan konglomerat"


"naegaa...*(aku..) hanyalah rakyat kecil yang tidak terikat dengan tata krama dari kalangan konglomerat sepertimu"


"baru-baru ini saja aku tahu bagaimana gaya hidup sebagai seorang konglomerat"


"yaa...ku akui, menjadi seorang konglomerat adalah hal yang menyenangkan"


"kau tidak perlu berpikir makan apa siang ini dan makan apa untuk malam ini, sisa uangmu berapa. apakah cukup untuk akhir bulan nanti?"


"jika tidak cukup, kau harus bekerja sambilan agar tidak mati kelaparan saat pertengahan bulan" ucapku


"apa kau memutuskan untuk menjadi seorang konglomerat selamanya nona kim?" tanya hajung


"ani* (engga)" ucapku singkat


"wae?*(kenapa?)" tanya hajung penasaran


"kau belum mendengar dariku betapa tidak enaknya menjadi seorang konglomerat" ucapku


"neo micchisseo?!* (apa kau gila?!)" seru hajung


" begitu banyak wanita yang berharap bisa menikah denganku dan mereka bersaing hanya untuk mendapat perhatian dariku. karena aku adalah seorang konglomerat, yang mampu mengubah kehidupan  biasa mereka menjadi luar biasa, dan kau sudah mendapatkan perhatian dariku, hye jin"


"harusnya kau beruntung, nona kim karena kau mampu menembus ke dalah hatiku dan bersemanyam di dalamnya" ucap hajung


"tapi aku tidak menyangka kau justru menyukai seseorang yang sudah memiliki istri" sindir hajung


"ehemm...berhenti menyindirku. aku tau aku sudah gila dan mungkin perasaanku salah paham karena aku sudah terlalu nyaman tinggal satu atap dengannya" ucapku


"lagi pula seo jin tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku. ia hanya menganggapku beban di kehidupannya karena harus menjagaku dan memegang janjinya terhadapku" ucapku pada hajung


"apa kau telah menyatakan perasaanmu pada seo jin?" tanya hajung


aku menarik nafas dan menghembuskannya hingga terdengar oleh hajung, pertanda 'mengiyakan' jawaban yang dilontarkan hajung padaku


hajung terdiam sesaat setelah aku menghembuskan nafasku


"baiklah....sekarang aku percaya, mungkin apa yang dilakukan seo jin saat di hotel parkhyatt adalah kesalahan fatalnya"


"secara keseluruhan kau bukanlah wanita idaman seo jin. kau hanya dianggap seperti anak kucing yang harus ia jaga" ucap hajung


"seharusnya aku bisa menebaknya, seorang seo jin hanya menyukai wanita seperti sepupuku, sung deok mi"


"sung deok mi adalah wanita idaman bagi seo jin, terlebih seo jin adalah tipe pria setia pada pasangannya dan tidak mungkin ia memilih gadis ingusan sepertimu" ucap hajung mengejekku


"yyaa...*(heei...)" ucapku


"seharusnya kau mengaca terlebih dahulu, nona kim sebelum menyatakan cinta padanya, ahhh....aku yakin kau pasti sudah bisa menebaknya bahwa seo jin akan menolak perasaanmu secara terang-terangan karena kau bukanlah wanita idaman baginya"


"tapi...kau hanya bermodal nekat dan tidak berpikir dahulu sebelum bertindak dan berakhir mempermalukan dirimu sendiri di hadapan pria yang kau sukai" ucap hajung yang mulai mengoceh seperti orang gila


"yyaaa!!!...*(heei!!)" seruku ke hajung pertanda untuk berhenti mengejekku


"wae?*(kenapa?) apakah ada yang salah dengan ucapanku?" tanya hajung  dengan wajah polos


"bukankah itu sebuah kenyataan bahwa sifatmu berbanding terbalik 180 derajat dengan sifat sepupuku?" tanya hajung


"nne...*(yaa..) kau benar! sifat kami sangat berbeda 180 derajat. dan sepupumu adalah penyihir jahat yang pernah aku temui seumur hidupku" ucapku


"penyihir? kau terlalu berlebihan untuk memberikan julukan seseorang seperti itu yang sedang terbaring koma saat ini. apakah kau menilai sepupuku jahat karena ia telah menjebakmu dan menghabiskan malam bersama seo jin di hotel parkhyatt?" tanya hajung


"apakah menurutmu itu tindakan mulia, hajung?" tanyaku heran dan berhenti makan


"ohh..ayolah hye jin. ia hanya mencoba memberikanmu kesenangan yang tidak pernah kau rasakan selama 23 tahun kau hidup"


"lagi pula di jaman sekarang dan terlebih kau tinggal lama di chicago, kehilangan keperawanan di usia 20 tahunan bukanlah sebuah petaka atau kiamat"


"itu adalah hal yang umum, hye jin. kau tidak bisa menilai sepupuku jahat hanya karena masalah sepele seperti itu..."


'braaakkk!!!!'


aku memukul meja makan saat mendengar ucapan gila itu keluar dari mulut hajung. aku sudah tidak mampu menahan kesabaran lagi


"berhenti mengatakan seolah arti keperawanan adalah hal sepele bagimu" ucapku ketus pada hajung


"bagi setiap orang, keperawanan adalah hal yang harus dijaga bagi setiap wanita begitu juga dengan seorang pria, bagi beberapa orang menjaga keperjakaannya adalah hal yang berharga baginya"


"untuk sebagian orang, dengan menjaga keperawanan atau keperjakaan, itu adalah bukti kesetiaanmu terhadap pasanganmu nanti" ucapku


"kau tidak bisa menganggap bahwa hal tabu seperti itu adalah hal biasa yang kau anggap seperti kau sedang mencuci tangan dengan memakai sabun, lalu noda dan kuman di tanganmu hilang seketika" ucapku


"setiap orang memiliki prinsip di kehidupannya. jika kau pikir aku senang karena melakukan hubungan intim dengan orang asing dan itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan, kau salah besar menilaiku, hajung"


"aku tidak peduli bagaimana kau menjalani kehidupanmu selama ini dan bagaimana kau bersama dengan wanita lain dan bersenang-senang tidur dengannya"


"mungkin saling bermadu kasih di malam hari dan seperti orang lain di siang harinya lalu tidak terikat oleh status apapun adalah hal yang menyenangkan bagimu"


"jika kau menganggapku sudah  terbiasa dengan gaya kehidupan di kota ini, kau benar..."


"aku sudah tidak heran dengan gaya hidup yang seperti itu di kota ini"


" tapi...jika kau berpikir aku sudah mulai mengikuti jejak orang-orang melakukan hal seperti itu,  kau salah besar hajung"


"hubungan intim bukan hanya kau sedang memasukkan sebuah lubang layaknya kau sedang membersihkan kotoran hidungmu menggunakan jarimu, hajung"


"kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya ketakutan di dalam diriku pada saat itu, berhubungan dengan pria asing yang tidak ku kenal dan memperlakukanku dengan cara kasar"


"dan kau tidak pernah tahu bagaimana rasanya mengatasi rasa trauma saat berhadapan lagi dengan seo jin"


"berulang kali aku mengatakan pada diriku bahwa apa yang dilakukan seo jin adalah sebuah kesalahan yang tidak sengaja"


"dan seo jin juga dijebak oleh istrinya sendiri dan menyeretku yang merupakan orang asing ke urusan rumah tangganya. jika kau berpikir bahwa sepupumu bukanlah penyihir jahat lalu ia apa? siluman ular? atau medusa?" tanyaku


"lagi pula, apa kau lupa tuan hajung, alasanmu meminum, minuman keras hingga menghabiskan banyak botol, hhuuhh?!" seruku


"aku hanya salah paham nona kim, ku kira selama ini kau menjalin hubungan spesial dengan seo jin dan selalu menghabiskan malam yang menggairahkan di ranjangnya dan melupakan bahwa istrinya sedang terbaring koma di rumah sakit" ucap hajung


"aku hanya tidak menyangka kau bisa teganya melakukan hal menjijikkan seperti itu dengan seo jin di saat ada orang yang tidak tahu bisa hidup atau bahkan bisa mati kapanpun" ucap hajung

__ADS_1


"Aisshh...jinjaa*(aishh...benar-benar deh!) aku tidak paham dengan cara berpikirmu itu" seruku sambil mengangkat sendok makan dan ingin melemparnya ke wajah hajung


"aku paham kenapa kau kesal denganku nona kim" ucap hajung


"aku minta maaf padamu, tidak seharusnya aku mengatakan hal seperti itu padamu"


"aku tidak tahu bagaimana seo jin memperlakukanmu pada malam itu hingga membuatmu yang tidak memiliki pengalaman sama sekali mempunyai rasa trauma" ucap hajung


"aku mengatakan hal seperti itu hanya mencoba untuk mengajakmu melupakan masa lalu dan tidak terpaku dengan perlakuan seo jin hingga sulit membuatmu melihat masa depan" ucap hajung


"aku tersadar oleh ucapanmu, bahwa tidak semua wanita merasa senang dengan sikapku yang menghabiskan malam denganku di ranjang lalu keesokan harinya seperti orang lain yang tidak saling kenal"


"oleh karena itu aku akan mencoba untuk memperbaiki masa lalu kelamku dengan cara meminta maaf kepada mereka dan mengakhiri kebiasaan burukku"


"karena aku ingin memperbaiki kehidupanku yang sekarang dan menjalin hubungan yang serius denganmu, nona kim"


"mungkin ini adalah suatu hukuman karma yang diberikan untukku atas perbuatanku selama ini karena telah mempermainkan banyak wanita dan berakhir jatuh cinta padamu yang bukan siapa-siapa dan saat ini kau tidak membalas perasaan cintaku"


"haah...aku juga heran, kenapa aku bisa jatuh cinta pada gadis miskin sepertimu yang tidak memiliki keanggunan di setiap kegiatannya"


"ku kira aku akan jatuh cinta dengan gadis yang setara denganku, atau setidaknya sama-sama berasal dari keluarga konglomerat"


"dulu aku sangat mengagumi sepupuku, deok mi. dan berharap memiliki istri seperti dirinya, terlihat cerdas dan berkelas serta sangat anggun"


"mwo?* (apa?!) excuse me, tuan sung, aku tidak pernah memintamu untuk menyukaiku" ucapku


"aku bukanlah kriteria wanita idaman seperti yang kau inginkan" ucapku mengingatkan


"araseo*(aku tahu) kau sangat bertolak belakang dengan kriteria wanita idamanku, hye jin"


"berkatmu aku jadi tahu rasanya memiliki perasaan cinta yang tidak terbalas"


"tapi aku sangat amat mencintaimu dan sulit menyingkirkanmu dari dalam hatiku, kim hye jin. ku rasa aku bahkan rela mati hanya untuk dirimu" ucap hajung yang terdengar seperti gombalan bagiku


"aigoo..."


"aigoo...aku hampir melompat kegirangan mendengar kalimatmu yang terdengar seperti telenovela  di telivisi" sindirku ke hajung


"ku rasa sebaiknya kau melamar menjadi seorang aktor, tuan sung. aku yakin kau akan lolos untuk memerani film sebagai pria romantis" ucapku lagi menyindir


"aku tidak sedang bercanda, nona kim. apa yang aku katakan adalah sebuah kejujuran" seru hajung bersikukuh ia mengatakan hal jujur


"araseo..areseo*(aku mengerti..ngeti)" ucapku acuh dan kembali dengan kegiatanku menghabiskan sisa makanan yang ada di piringku


"hhhmmm....apakah seiring dengan bertambahnya usia, seleraku terhadap kriteria wanita idaman sudah  mulai berkurang ya?" oceh hajung yang masih saja bergumam sendiri namun bisa terdengar olehku


aku menekuk wajahku dan melirik ke arah hajung


"jinjja*(beneran) aku tulus mencintaimu hye jin. kenapa kau tidak menanggapiku dengan serius sih?!" seru hajung


"haaahh....ku harap seo jin mengatakan kalimat itu padaku setelah aku menyatakan perasaanku padanya" ocehku bergumam sendiri setelah mendengar kalimat hajung


"mwo?!* (apa?!) hei nona kim, kau harus sadar bahwa seo jin adalah pria yang sudah beristri, kau tidak boleh menyukainya"


"nne..nne araseo*(iya...iya.. aku tahu)  aku hanya bergumam sendiri lagi pula aku juga tahu hal itu tidak mungkin terjadi dan tidak pernah terdengar di telingaku" ucapku pada hajung


"oleh karena itu kau harus membuka hatimu untukku, ok?" ucap hajung yang masih belum menyerah


"haa...entahlah aku tidak mudah percaya dengan ucapan laki-laki brengsek sepertimu" ucapku sambil tersenyum masam


"haah...aku tidak tahu lagi bagaimana cara untuk membuktikanmu bahwa aku benar-benar tulus mencintaimu" ucap hajung


"pergilah tidur ke kamarmu dan berhenti mengoceh denganku" ucapku


"ania..ania* (tidak..tidak) kau yang harus tidur di kamar, biarkan aku yang tidur di luar dan berbaring di sofa" ucap hajung


'tuuk'


"aww..." seru hajung


aku melempar sebuah anggur ke arah hajung dan tepat mengenai keningnya


"yya..*(hei..) ku bilang jangan memaksakan diri! kau tidak terbiasa tidur di sofa, jangan sampai kau tidak tidur  nyenyak. besok kau harus presentase" ucapku


"cih...presentase adalah masalah sepele, dengan mata tertutup pun aku masih bisa melakukannya" ucap hajung sombong


aku mencibirkan mulutku ketika mendengar kalimat itu keluar dari mulut hajung


"ah iya...berhubung kita sedang membicarakan kegiatan besok, bagaimana dengan skema rencana kita?"


"apa kau sudah memberikan bukti itu ke tim audit perusahaan?" tanyaku penasaran


hajung menarik nafas dan duduk menghampiriku


"itulah alasanku menghubungimu tadi siang karena ingin memberitahumu suatu hal" ucap hajung serius


"kita tidak bisa mempercayakan bukti itu ke tim audit  karena mereka berada dibawah kekuasaan dong il" ucap hajung


"MWO??!*(APA?!!)" seruku karena tidak percaya dengan apa yang diucapkan hajung


"bagaimana mungkin orang-orang di perusahaanmu tidak luput dari kebohongan dan manipulatif?" tanyaku


"lalu bagaimana kita bisa melawan dong il jika tim audit perusahaan saja berada di bawah kekuasaan pamanmu?"


"aisshh...kenapa kau baru bicara sekarang? itu adalah sesuatu hal penting dan harus kau sampaikan padaku" seruku


"malam ini juga kita harus memikirkan cara lain untuk menghadapi dong il, kau tahu kan..besok adalah hari yang menentukan kepada siapa direktur utama real estate diberikan" ucapku


"aku tidak ingin posisi direktur utama di kuasai oleh pamanmu dan kau menjadi bulan-bulanan di kalangan konglomerat dengan men-capmu sebagai aib keluarga sung"


"haaah...aku tidak bisa melihatmu diperlakukan seperti itu oleh mereka, kau pantas mendapatkan penilaian orang yang lebih baik. kau pantas menjadi direktur utama rela estate" ocehku pada hajung yang sedang menatapku sambil tersenyum


"terima kasih karena kau selalu mendukungku, hye jin" ucap hajung


"aku sudah memikirkan cara lain untuk membeberkan kejahatannya jika rencana menyerahkan bukti ke tim audit perusahaan gagal" ucap hajung padaku


"benarkah?!" seruku


hajung mengangguk dan tersenyum padaku


"waahhh...daebak!!*(luar biasa!!)" seruku memuji hajung sambil memukul bahunya dan tertawa


"cepat katakan padaku apa rencanamu yang lain?" tanyaku penasaran


"tapi...untuk menjalankan rencanaku kali ini, aku membutuhkan dirimu untuk tetap mempercayaiku, kim hye jin" ucap hajung yang agak ragu


"ige boya?*(apa itu?), katakan padaku, selama ini aku mempercayaimu" ucapku


"haaah....baiklah, kau bisa memutuskannya setelah aku mengatakannya padaku, kau boleh menolaknya hye jin, karena ini menyangkut pada dirimu" ucap hajung


"mungkin aku bisa mempertimbangkannya setelah mendengar darimu" ucapku


"jadi rencanaku adalah biarkan aku menyelesaikan presentaseku di urutan pertama di depan para tamu undangan yang berisi para pemegang saham"


"aku dengar tamu undangan yang hadir besok tidak hanya dari para pemegang saham saja, melainkan beberapa wartawan yang akan meliput untuk acara pemilihan direktur utama real estate rose" ucap hajung


"apakah itu tidak terlalu berlebihan? rapat pemilihan umum direktur hingga mengundang beberapa wartawan?!" seruku


" apakah mereka pikir rapat adalah acara gosip pagi hari layaknya di televisi yang penuh dengan suasana bincang-bincang santai?" tanyaku heran


"apa kau lupa bahwa akhir-akhir ini kau sedang terkenal?" tanya hajung balik


"naega??!* (aku??!!)" seruku


"ohh ayolah...bagaimana mungkin kau melupakan keberanianmu yang menghadang pembunuh berantai dan berhasil melumpuhkan tindakan kejinya"


"kau adalah pahlawan kota yang sedang dipuja-puja saat ini nona kim"


"masyarakat di kota ini sangat antusias ingin mengetahui sosok dirimu, termasuk kehidupanmu sebagai eksekutif muda di perusahaan"


"yahh...meskipun mereka tidak tahu bahwa identitas aslimu bukanlah sung deok mi yang asli melainkan hanya seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang cuti kuliah dan terjebak oleh permainan dong il lalu menjadikanmu sebagai bonekanya" ucap hajung


"ahhhh....jinjja*(benar-benar)  mereka terlalu heboh dengan sesuatu yang kecil" ucapku


"siapa saja bisa menjadi seorang pahlawan kan? sebut saja para polisi yang mengejar penjahat,


"mereka semua adalah pahlawan bukan? ahh...satu hal lagi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seorang ibu!"


"tanpa disadari mereka juga adalah sosok pahlawan! bangun lebih pagi dari anggota kelurga lainnya hanya untuk memasak dan menyiapkan segala kebutuhan untuk aktivitas anggota keluarganya"


"kebersihan dan kenyamanan rumah adalah tanggung jawab para ibu kebanyakan..."


"apakah kau benar-benar gadis berusia 23 tahun? kenapa aku seperti berbicata dengan wanita paruh baya ya?" ledek hajung yang memotong pembicaraanku


"mworago?*(apa katamu?)" ucapku kesal


"aku tahu mereka semua yang kau ucapkan tadi adalah pahlawan, tapi saat ini perhatian masyarakat sedang tertuju padamu. oleh karena itu kau harus memanfaatkannya" ucap hajung


aku hanya terdiam sambil berpikir bahwa apa yang diucapkan hajung ada benarnya juga bahwa aku saat ini sedang menjadi trending topic di masyarakat kota ini


"memangnya apa yang ingin kau manfaatkan dari ketenaranku saat ini?" tanyaku heran dengan hajung


"baiklah...aku akan melanjutkan lagi penjelasan mengenai rencanaku , setelah itu barulah giliran dirimu yang maju untuk menyelesaikan presentase. hajiman....*(namun...)" ucap hajung terputus


"namun...?" tanyaku balik


"setelah kau menyelesaiakan presentasemu, aku ingin kau mengakui identitasmu yang sebenarnya di depan para pemegang saham" ucap hajung


"MWO??!!...*(APAA?!)" teriakku dengan mata terbelalak


"neo michisseo?!*(apa kau gila?!)" seruku lagi


"aku tahu rencanaku sangat gila dan membahayakan posisimu, tapi...menurutku ini adalah satu-satunya cara untuk menyerang dong il"


"hanya ini kesempatan terakhir kita untuk menjatuhkan dong il. oleh karena itu kita juga harus menggunakan senjata terakhir" ucap hajung


"bukankah setelah mereka tahu aku hanyalah deok mi palsu, mereka akan menganggapku sebagai penipu?" tanyaku


"aku yakin mereka akan memaafkanmu setelah tahu alasan kenapa kau berpura-pura menjadi deok mi" ucap hajung


"mereka akan berpikir, kau melakukan hal ini karena terpaksa atau terjebak. lagi pula mana mungkin seorang penjahat rela membahayakan nyawanya sendiri hanya untuk menyelamatkan nyawa orang lain dari pembunuh berantai" ucap hajung


"oleh karena itu kita harus memanfaatkan ketenaranmu saat ini"


aku terdiam untuk berpikir apakah rencana hajung mampu menjatuhkan dong il


"lalu setelah mengaku, apa yang harus aku lakukan?" tanyaku


"pertanyaan yang bagus!" seru hajung


"setelah kau mengakui identitas aslimu, itu saatnya kau mengatakan hal sebenarnya"


"kau akan membeberkan semua kejahatan dong il ke para tamu undangan yang ada di sana"


"kau tidak lupa kan jika ada para wartawan yang sedang meliput acara rapat?"


"bilang saja kau menemukan kebusukan bisnis dong il selama kau hidup berpura-pura menjadi deok mi dan tidak bisa ditoleransi lagi kejahatannya serta muak untuk menutupinya"


"aku yakin hal itu akan membuat para masyarakat tahu betapa busuknya perusahaan real estate rose selama ini dalam menjalankan bisnisnya saat berada di bawah kekuasaan dong il" ucap hajung


"apa kau yakin akan melakukan hal ini? tidak hanya dong il saja yang jatuh,  perusahaan juga akan ikut jatuh dan mendapatkan citra buruk. tentu saja hal ini akan mempengaruhi harga saham perusahaan ke depannya. apa kau yakin hal ini tidak akan membuat para pemegang saham merasa panik?" tanyaku


"memang ini tujuanku, membuat para pemegang saham ribut dan menyalahkan dong il, termasuk para pemegang saham yang semula mendukung dong il namun akan beralih untuk menyerangnya agar mereka tidak ikut terseret ke dalam kasus kejahatan dong il selama ini sehingga semua kesalahan hanya ditanggung oleh dong il saja"


"aku tahu rencanaku akan membuat perusahaan mengalami kerugian besar. tapi...itu bisa menjadi alasanku untuk mengurangi pegawai sampah di perusahaan yang tidak pantas bekerja di sana karena mereka bersekongkol dengan dong il selama ini"


"aku yakin masih ada pegawai perusahaan yang bekerja dengan jujur dan tidak menyalahi aturan"


"mau tidak mau para pemegang saham akan menunjukku sebagai direktur utama karena tidak ada kandidat lain selain diriku dan deok mi"


"sedangkan mereka tahu deok mi terbaring koma dan entah sampai kapan ia akan siuman" ucap hajung


"tapi tetap saja rencana ini sepertinya akan berimbas buruk jika tidak berhasil. tidak hanya menyangkut kepada diriku, melainkan akan berimbas ke dirimu dan orang-orang lainnya"


"seperti yang ku bilang hye jin,


semua rencana memiliki resiko dan kita sudah sampai sejauh ini" ucap hajung


"apa kau ragu dengan rencanaku ini karena kau mengkhawatirkan seo jin?" tanya hajung


aku hanya terdiam


"aku tahu mungkin hal ini akan berdampak ke seo jin juga, ia akan dimintai keterangan oleh kepolisian akibat kejahatan dong il selama ini yang telah melakukan penipuan, perampasan, kekerasan dan  pemaksaan terhadap tuan tanah" ucap hajung


"tapi aku yakin seo jin tidak terlibat dalam permainan dong il. aku sudah memeriksa semua dokumen yang ada di disk itu yang berasal dari mantan pegawai perusahaan yang masih misterius"


"tidak ada hal yang mencurigakan yang menyangkut ke seo jin. ia membangun properti di atas tanah tersebut setelah menerima berkas izin dari real estate rose yang menunjukkan bahwa tanah itu bisa dibangun" ucap hajung


aku kembali terdiam sejenak dan berpikir lagi setelah hajung menjelaskan semua tentang rencananya padaku


setiap tindakan apapun untuk menjatuhkan dong il pasti memiliki resiko yang besar ucapan hajunh benar


"baiklah..aku setuju dengan rencanamu" ucapku dengan tatapan yakin setelah berpikir tentang resiko yang akan terjadi


******


aku menggosok wajahku menggunakan tanganku setelah mengingat percakapan semalam dan segera pergi ke perusahaan untuk rapat.


sesampainya di aula rapat, aku segera pergi ke toilet dan menatap diriku di cermin toilet  untuk menenangkan pikiranku dan mengatakan pada diriku sendiri bahwa semua akan berjalan baik-baik saja


hingga detik ini aku belum bertemu dengan seo jin


tidak biasanya dia menghilang tanpa mengabariku setelah kejadian kemarin pagi


apakah terjadi sesuatu pada seo jin?


apakah dong il mengurung seo jin dan dong il memiliki rencana lain untuk menyakitiku karena ketahuan aku berhubungan secara rahasia dengan hajung?


tidak...


tidak...


tidak mungkin dong il tega menyakiti menantunya sendiri


tapi bisa saja


toh...ia sangat tega menyekap keponakannya sendiri di gudang kosong dalam keadaan suhu dingin


perasaanku sangat tidak enak


tapi aku bisa apa?


aku mencoba menghubungi seo jin tapi....ia mengacuhkan panggilanku


apa seo jin marah padaku karena semalaman aku tidak pulang ke rumahnya melainkan bermalam di apartement hajung?


seo jin bisa memantau lokasiku melalui handphoneku karena aku sudah tahu bahwa handphoneku telah disadap olehnya. tapi anehnya aku justru tetap memakai handphoneku saat ini


karena aku merasa aman. seolah seo jin memantauku dari jarak jauh dan ia bisa mengambil tindakan untuk menghampiriku jika aku berada dalam bahaya


pagi ini setelah aku bangun tidur, aku tidak menemukan hajung, baik di kamarnya ataupun di apartementnya


ia hanya menulis memo di kulkas bahwa ia sudah berangkat pagi-pagi sekali dan mengirimku pakaian untuk presentase serta kendaraan pribadinya lengkap dengan supir sewaan yang akan mengantarku ke perusahaan


aku berpapasan dengan hajung saat memasuki aula namun tidak saling menyapa karena biasanya deok mi sangat jarang menyapa hajung jika tidak ada hal penting atau mengajak bertengkar


handphoneku berbunyi dan menatap handphoneku karena mendapat pesan dari hajung


'tenanglah...semua akan berjalan baik-baik saja. kendalikan ekspresimu. kau terlihat gugup'


'ada yang aneh. aku belum melihat seo jin sejak aku datang ke sini. apa kau melihatnya?' tanyaku membalas pesan hajung


'aku akan mencari tahu hal itu. kau tidak perlu mengkhawatirkannya, mungkin ia datang bersama pamanku dan istrinya' balas hajung cepat setelah membaca pesanku


huhhh...


tenangkan dirimu kim hye jin


aku selalu mengatakan hal yang sama pada diriku sebelum keluar dari toilet

__ADS_1


aku melihat sekeliling aula ketika keluar dari toilet


dan melihat ibu dan ayah deok mi sudah duduk di bangku yang sudah di siapkan


aku menghampiri mereka dan menyapanya


"eomma.." sapaku


"omo.....deok mi-aa kau sudah datang?" tanya ibu deok mi sedangkan dong il menatapku seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa


"nne...*(iya) aku sudah sejak tadi datang baru saja keluar dari toilet" ucapku


"omo...*(ya ampun) apa kau merasa gugup, sayang?" tanya ibu deok mi


"a..anio*(ti..tidak) aku tidak bolak-balik ke toilet kok" ucapku tersenyum


"ahh...syukurlah. ibu kira kau gugup. kau tidak perlu khawatir sayang, tanpa presentasepun ibu sudah tahu kau akan menjadi direktur utama perusahaan ini" ucap ibu deok mi optimis


"lagi pula kenapa harus membuang waktu dengan rapat seperti ini sih? tanpa proses ini kita juga sudah tahu siapa yang layak mendapatkan posisi direktur utama" ucap ibu deok mi


"kita harus bersikap adil, sayang. biar bagaimanapun hajung adalah bagian dari keluarga sung" ucap dong il bijak


adil???


cih...jika ucapanmu sesuai dengan tindakanmu, kau tidak akan memintaku untuk berpura-pura menjadi putrimu


ibu deok mi hanya melirik suaminya ketika dong il selesai bicara seperti itu


setelah diam sejenak, aku memberanikan diriku untuk menanyakan keberadaan seo jin


"mmm...eomma*(ibu) neo...*(kau..) apakah melihat seo jin?" tanyaku pelan


seketika dong il menatapku tajam saat aku menanyakan keberadaan seo jin. seolah mengisyaratkan untuk tidak menanyakan hal aneh ke istrinya


"mmm....bukankah seo jin tidak bisa hadir karena ada rapat darurat di springfield?" ucap ibu deok mi


"springfield??" tanyaku balik


"bagaimana mungkin kau tidak tahu jika ada kekacauan proyek di springfield?" tanya ibu deok mi lagi


aku masih terlihat bingung dengan ucapan ibu deok mi


"ketua cabang di daerah springfield membawa kabur uang untuk proyek di sana dan seo jin sedang mengurusnya" ucap ibu deok mi yang menjelaskan padaku karena diriku terlihat bingung


"aneh?!...kenapa kau tidak tahu tentang masalah darurat seperti itu? apa kau lupa ingatan?" tanya ibu deok mi yang sedang bercanda


"eheemm...mungkin putri kita terlalu sibuk menyiapkan materi untuk presentase penting ini dan seo jin tidak mengatakan pada putri kita agar ia tidak mencemaskan kejadian yang ada di springfield" ucap ayah deok mi yang akhirnya buka suara


"ahhh...mungkin saja seperti itu. memang sudah seperti itu sifat menantu kita, tidak ingin membuat orang tercintanya panik dalam hal segala apapun haah...seharusnya kau tahu kejadian ini setelah kau selesai presentase. ibu harap hal ini tidak mengganggu pikiranmu dan menghambatmu untuk melakukan presentase" ucap ibu deok mi


"ahhh....nne*(ya) ibu tidak perlu khawatir aku akan membawakan presentaseku dengan baik" ucapku yang berusaha untuk tersenyum secara alami meskipun pernyataan tadi mengganggu pikiranku


tak lama pembawa acara segera memulai rapat pemilihan direktur utama hari ini


sesuai rencana hajung, ia memulai presentase untuk menarik minat para pemegang saham agar memilihnya sebagai direktur utama real estate


"....dengan membuat kesejahteraan semua masyarakat dan tanpa memandang kelas sosial, real estate rose siap menggandeng semua masyarakat dan memberi kesempatan emas untuk memiliki salah satu properti milik kami."


"baik untuk hunian keluarga yang nyaman, maupun untuk investasi jangka panjang" ucap hajung mengakhiri presentasenya


seluruh tamu undangan memberikan tepuk tangan tangan yang meriah atas presentase hajung yang memukau


kini saatnya giliran diriku yang melakukan presentase


hajung melirikku sesaat, saat kami berpapasan di atas podium


aku mulai melakukan presentase sesuai materi yang telah diberikan seo jin kepadaku


"....dengan hadirnya real estate rose, segala kemewahan, keharmonisan dan kenyamanan akan didapatkan pada hunian anda" ucapku sebagai penutup kalimat presentase


semua tamu di dalam aula memberikan tepuk tangan padaku. termasuk dong il yang tersenyum puas saat melihatku presentase


aku segera turun dari podium dan berdiri di samping pembawa acara


sejenak aku ragu untuk melaksanakan rencana hajung


aku menatap hajung dari kejauhan dan beberapa kali ia menganggukkan kepalanya pertanda untuk mulai menjalankan rencanya


"baiklah..selanjutnya adalah komentar dari pemimpin perusahaan real estate rose yang sekarang adalah tuan dong il"


"diharapkan bagi tuan hajung untuk bergabung di atas podium dan mendengarkan koementar dari pimpinan" ucap pembawa acara


dong il segera berdiri dan berjalan hendak menghampiriku, saat ini posisinya tepat bersebrangan denganku


"excuse me...maaf memotong jalannya rapat ini" ucapku tiba-tiba memotong ucapan pembawa acara


seketika semua orang mendadak hening karena aku bersikap tidak sopan seperti ini


"ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan saat ini dan ku rasa hal ini mendesak" ucapku sambil menatap dong il"


dong il terkejut ketika aku mengatakan kalimat tersebut dan berhenti melangkahkan kakinya. sedangkan hajung melangkah dan sudah berdiri di sebelah kananku


"emmm....ku rasa bisa nyonya. jika hal itu sangatlah penting" ucap pembawa acara


"sebelumnya aku meminta....."


"hei orang kaya breng*ek!" teriak salah satu pria dari arah belakang aula memotong ucapanku


seketika semua orang serempak menengok ke arah belakang. begitu juga dengan diriku yang berusaha melihat dari kejauhan, orang yang sudah berteriak seenaknya memotong ucapanku


aku tercengang ketika melihat chul moo memakai topi dan jaket kulit berwarna hitam sedang teriak mengacaukan rapat sambil berbicara kasar


"ucapkan selamat tinggal pada harta kekayaanmu sekarang!" teriak chul moo dan menodongkan pistol ke arah depan


tadinya ia sedang mengarah pistol ke arah dong il namun dengan cepat, ia menggeser tangannya dan seketika....


'DOR!!'


suara senjata api bergemuruh di ruang aula dan menyebabkan orang-orang berteriak histeris. aku reflek menutup kedua mataku dan menutup kedua telingaku dengan tanganku karena mendengar suara dentuman keras


saat aku membuka mataku perlahan, hajung tiba-tiba sudah berada di depanku dan tersenyum kepadaku


"neo gwaenchana?"*(kau baik-baik saja?)" tanya hajung


"nne*(iya) aku baik-baik saja" ucapku


"haah...syukurlah" ucap hajung dan langsung mendaratkan kepalanya ke bahuku


aku reflek memeluk hajung karena menopang tubuhnya yang berat dan bertahan agar tidak jatuh


namun sesuatu yang aneh terjadi.


aku merasakan basah saat memeluk hajung yang menyentuh punggung sebelah kirinya


seketika aku memeriksa telapak tangan kananku yang terasa basah dan betapa terkejutnya aku ketika aku melihat cairan merah menyelimuti seluruh telapak tanganku


"p-phi?!*(d-darah?!)" ucapku sambil gemetar


"hei..tangkap orang itu!" salah seorang menyarankan untuk menangkap chul mo


hajung semakin tidak bisa berdiri dengan tegap dan terjatuh.


aku reflek menopang kepala hajung dengan tangan kiriku dan kedua pahaku agar tidak terbentur ke lantai dengan keras serta membiarkan tubuhku tersungkur di lantai


"yyaa!!*(hei!!!) telepon ambulance!" teriakku meneriakkan pembawa acara yang masih tercengang melihat hajung terkena tembakan


seluruh acara menjadi kacau, para tamu berlari berhamburan keluar


beberapa keamanan sibuk menangkap chul moo yang berusaha kabur setelah mengacaukan rapat hari ini


aku segera melihat kondisi hajung yang sedang berusaha tetap sadar


dong il segera pergi mengamankan istrinya, sedangkan ibu hajung tergeletak tidak sadarkan diri karena pingsan ketika melihat anak semata wayangnya tertembak oleh bodyguard keponakannya


ayah hajung berada di samping istrinya sambil menatapku dari kejauhan dengan ekspresi penuh khawatir


aku menatap hajung yang sedang menatapku


"hajung-ssi jaebal*(ku mohon) tetap buat dirimu sadar" ucapku


"neo ppaboya?!* (apa kau bodoh?!) kenapa kau menghalangi peluru itu menembus tubuhku huhuhu...." ucapku sambil menangis


"tentu saja aku harus melindungimu. apa kau lupa dengan ucapanku semalam?" ucap hajung pelan


"aku rela mati untukmu, karena aku menyukaimu bodoh" ucap hajung sambil tersenyum lirih


aku tercengang mendengar ucapan hajung


"reflekmu sangat buruk, jika saja kau segera menghindar, aku tidak tertembak seperti ini" ucap hajung


"mianhae hajung-ssi ceongmal mianhae...*(maafkan aku hajung, aku benar-benar minta maaf)" ucapku sambil menangis tersedu-sedu


"ini semua salahku huhu..."


aku menangis sejadi-jadinya berpikir bahwa aku seharusnya bisa menghindar dari sasaran chul moo dengan begitu, hajung tidak akan tertembak di bagian punggungnya


dengan perlahan tangan hajung menggapai wajahku dan mengusap air mataku yang beberapa kali menghujani wajah hajung


"kau sangat jelek ketika menangis" ucap hajung yang masih sempat mengejekku


"suara tangisanmu juga sangat menyeramkan" ucap hajung pelan


"berhentilah menangis, kau lebih cantik ketika tersenyum, hye jin uhukk...uhukk" ucap hajung sambil terbatuk


"ku mohon hajung berhentilah bicara, darahmu sudah banyak yang keluar" ucapku sambil berusaha menahan tangis


"aku yakin sebentar lagi ambulance akan datang. bertahanlah" ucapku sambil menatap hajung yang sudah mulai keringat dingin


aku mengelap keringat hajung yang mulai keluar dari dahinya sambil mengusap sisa air mataku yang menetes di pipi hajung


"haah...aku tidak yakin apakah aku bisa bertahan hingga ambulance datang" ucap hajung pasrah


"ku mohon jangan bicara seperti itu..." ucapku sambil menangis lagi dan mengeluarkan air mata dengan deras


hajung masih mengusap air mataku dengan tangannya. ia tidak ragu menyeka cairan yang keluar dari hidungku


"aku memiliki satu permintaan hye jin" ucap hajung pelan


"ku harap aku bisa melakukannya sekarang" ucap hajung perlahan


"apa permintaanmu? aku akan mengabulkannya setelah kau sembuh dari rumah sakit" ucapku


"ania...*(tidak)" ucap hajung


"bahkan aku tidak yakin aku bisa selamat atau tidak" ucap hajung


"huwaa..." tangisku pecah lagi mendengar kalimat mengerikan dari hajung


"berhentilah menangis, aku lelah mengusap air matamu" ucap hajung


aku segera memegang telapak tangan hajung yang sejak tadi berada di wajahku


aku menggenggamnya dengan kuat sambil berusaha menahan tangis


"kim hye jin-ssi kemarilah" ucap hajung pelan


aku mendekatkan wajahku ketika mendengar permintaan hajung yang menyuruhku untuk mendekat


hajung berusaha mengangkat kepalanya dan mencium bibirku dengan lembut


setelah itu ia membaringkan kepalanya lagi yang sudah ku papah di atas kedua pahaku


aku terdiam ketika hajung mencium bibirku


"aku minta maaf karena tidak menepati janjiku lagi untuk tidak menyentuhmu sebelum mendapat persetujuan darimu"


"tapi...."


"rasa bibirmu asin. apa kau meminum air matamu sendiri atau itu cairan dari hidungmu?" ucap hajung yang masih saja menggodaku di saat kondisinya sedang terluka parah


aku membiarkan hajung mencium bibirku karena ia sedang sekarat


"tenanglah..setelah keluar rumah sakit, aku akan memasakkanmu makanan super asin yang belum pernah kau rasakan" ucapku yang mencoba untuk menenangkan hajung


"hahaha...uhuk uhukk" tawa hajung namun seketika ia terbatuk


"apa kau berencana balas dendam kepadaku, hye jin?" tanya hajung yang kini mulai terlihat sangat pucat seperti mayat


"ania*(tidak) aku rindu bertengkar denganmu, hajung" ucapku pada hajung


hajung terdiam sambil menatapku


"kim hye jin saranghae*(aku mencintaimu) aku tidak ingin berpisah denganmu. tetaplah di sisiku saat ini..ok, ini terasa sakit" ucap hajung yang kini justru mengeluarkan air mata


aku mendekatkan wajahku ke wajah hajung hingga keningku menempel di dahi hajung


aku memejamkan kedua mataku karena tidak tega melihat hajung yang menahan rasa sakit dan berusaha menghilangkannya dengan cara berbicara denganku


aku dapat menyentuh hidung hajung yang mulai dingin dan suara nafasnya yang berat


aku mengusap perlahan pipi kiri hajung dengan tangan kananku


hajung mulai memejamkan kedua matanya namun masih menggerakkan kedua bibirnya yang mulai menggigil


aku hanya bisa menangis, berharap hajung bisa selamat dan nyawanya bisa diselamatkan


__________________________________________


holla-holla


agak panjang nih episodenya


sengaja dipanjangin biar ga banyak-banyak episodenya


nanti kalo nyentuh episode ampe 100,


mabok lagi 🤣


seperti biasa gimana komentar kalian tentang episod kali ini?


makin pinisirin???


hajung bakalan mati atau hidup ya?


udah capek-capek nembak gebetan malah ditembak beneran haduhh...🤦‍♂️🤦‍♀️


lagian sih..hajung laki-laki buaya


ehh...sekarang bukan buaya lagi deng tapi kupu-kupu 😂😂🤣🤣


hitz banget sekarang kupu-kupu


udah segitu aja intermezonya, jangan lupa klik tanda loph ama favorite


kalo episodenya kurang panjang, bilang nanti hyung jadiin ampe 10.000 kata juga boleh


tapi maaf ya hyung ga bisa janji seminggu bakal update


maklum tuntutan pekerjaan, kalo libur cuma dipake buat tidur kalo ngantuknya udah ilang baru nulis lagi


berharap pandemi segera berakhir biar RS ga full terus nanti hyung bisa update rutin deh


semoga saja


see ya...👋👋


para readers mangatoon yang budiman


yang paling kasep dan geulis pisan ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2