Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 87


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


aku membuka mataku dan melihat sekelilingku gelap


apakah ini sudah malam?


sudah berapa lama aku tertidur?


aku memegang keningku dan ku rasa demamku sudah turun


aku meraba-raba sekeliling tempat tidur berharap bisa menemukan handphoneku


hingga benda berbentuk persegi panjang yang aku cari berada di bawah bantal


aku menyipitkan kedua mataku saat membuka handphone agar sinar dari handphoneku tidak langsung menyorot mataku yang baru bangun tidur


aku melihat jam pada layar handphone dan waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam


oh ya ampun


aku tidak menyangka akan tidur selama ini


aku menyalakan internet pada handphoneku dan banyak pesan masuk yang berasal dari hajung


aku melihat  hajung mengirimiku pesan sejak jam 1 siang tadi, namun karena internet pada handphoneku sengaja ku matikan, aku terlambat membacanya


'datanglah ke apartementku siang ini, ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu, sepertinya kita harus mengganti rencana'


'ahh...jika kau sudah sampai duluan ke apartementku sedangkan aku masih di luar, kau langsung saja masuk ke dalam, jangan menungguku seperti tadi pagi'


'kode kunci keamanan rumahku sama dengan tanggal saat kita bertemu pertama kali di acara launching real estate rose di buffalo, ku yakin kau pasti mengingatnya'


hhmm...


launching di buffalo?


kapan itu?


aku segera melihat kalender yang telah ku tandai pada handphoneku dan tertera tanggal lima oktober tahun ini adalah hari di mana acara launching real estate rose di buffalo dilaksanakan


kenapa ia membuat password pada tanggal itu?, apakah mungkin alasan hajung mengganti kunci password apartementnya menjadi tanggal ini karena hari itu adalah hari pertama pertemuanku dengan hajung di ballroom?


mungkinkah bagi hajung hari itu adalah hari spesial baginya?


aigoo...


aku terlalu berpikiran yang aneh, tentu saja ia menggunakan password dengan angka pada tanggal itu, karena hari itu adalah hari perdana aku harus show up diriku di hadapan publik sebagai sung deok mi, bukan sebagai diriku, kim hye jin


setelah mengirimiku pesan, tidak ada lagi kabar dari hajung hingga sekarang.


aku mencoba menghubungi hajung dan menanyakan hal penting apa yang membuatnya ingin bertemu denganku. namun ia tidak mengangkatnya


beberapa kali aku menelepon ke nomor hajung tapi ia tidak mengangkatnya sama sekali


apakah terjadi sesuatu pada hajung?


aku segera bangun dari tempat tidur dan menyalakan lampu dari saklar


aku melihat kamar di sekelilingku.


aku tahu ini bukan di kamar seo jin melainkan kamar tamu yang jarang di pakai


aku melihat baskom berisi air dan beberapa handuk di sekelilingnya.


apakah seo jin yang melakukannya dan merawatku selama aku demam?


aku juga nelihat mangkok sisa bubur yang berada di atas meja kecil samping tempat tidur. jika seo jin yang merawatku, di manakah ia sekarang?


kini perhatianku teralihkan dengan keberadaan seo jin


aku keluar kamar dan tidak melihat apapun karena gelap


tidak biasanya seo jin tidak menyalakan lampu di dalam rumah pada malam hari, apakah ia sedang tidak ada di sini?


tentu saja para pegawai rumah ini sudah tidak ada saat malam tiba


aku menyalakan lampu di lantai 2 dan mengetuk kamar seo jin.


tidak ada jawaban saat aku mengetuk kamarnya. aku memutuskan untuk masuk ke dalam dan memeriksa keberadaan seo jin di kamarnya


namun yang ku dapat hanyalah kamar kosong dan gelap


"seo jin-ssi" panggilku sambil masuk ke dalam kamar dan menyalakan lampu.


aku baru tersadar pakaianku berubah saat melewati cermin yang ada di lemari pakaian saat aku ingin menuju ruang baca


siapa yang telah mengganti pakaianku?


apakah seo jin?


aku pun mencoba mengingat apa yang terjadi tadi pagi


meski ingatanku samar, sepertinya aku ingat yang telah menggantikan pakaianku bukan seo jin melainkan bibi min


aku mencoba mencari seo jin di rumahnya, namun aku tidak menemukan tanda-tanda orang lain berada di rumah ini selain aku


setidaknya aku ingin mengabari dirinya bahwa aku ingin keluar rumah sebentar agar ia tidak khawatir mencariku


tapi...


tunggu dulu!


beberapa saat aku mulai berpikir lagi


betapa bodohnya aku yang masih ingin mengabari seo jin


jika ia ingin mencariku, ia bisa melacaknya dari handphoneku bukan?


huhh...dengan seenaknya dia memasang alat penyadap pada handphoneku, semakin jelas sekali bahwa aku adalah tawanannya


haah...lupakan!


aku akan pergi apartement hajung malam ini juga


aku segera bergegas keluar rumah dan pergi ke apartement hajung.


aku pergi menggunakan bus kota karena itu adalah satu-satunya alat transportasi yang bisa ku gunakan mengingat aku tidak memiliki uang lagi


aku memilih berjalan kaki untuk menuju halte bus, meskipun jaraknya agak lumayan jauh dan udara sudah mulai menusuk karena cuaca musim dingin


beberapa salju mulai tertimbun di pinggir jalan dan sebagian sudah ada yang mencair dan menyebabkan genangan air di jalanan


****


sesampainya di depan apartement hajung, aku mulai mengetuk pintu dan memencet bel, memastikan hajung berada di apartementnya atau tidak


sepertinya ia belum sampai di apartementnya?


apakah aku masuk saja ke dalam dan menunggunya?


beberapa kali aku ragu, namun akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam apartment hajung dan menunggunya di dalam


lampu lorong depan pintu, automatis menyala dan aku mulai masuk ke dalam


ruang apartement hajung tidak menyala dengan terang, hanya lampu meja ruang tamunya saja yang berwarna kuning sedang menyala


samar-samar aku melihat sosok seseorang sedang duduk di sofa dan sedang memegang botol dan meminumnya


aku tidak yakin itu adalah hajung, aku mencoba mendekatinya lebih dekat untuk memastikannya


sesaat aku hendak menghampirinya, aku tersandung oleh botol yang tergeletak di lantai dan melihat lagi dengan seksama


apakah ini botol minuman keras?


apakah ia sungguh hajung?


"hajung-ssi"


"apakah itu kau?" tanyaku pada seseorang yang sedang duduk di sofa itu


ia tidak menjawab dan hanya menegak minuman keras itu langsung dari botolnya


terlihat botol pada minuman itu telah habis dan tidak mengeluarkan air saat pria itu menegak minumannya


ia menghela nafas dan meletakkan botol kosong yang ia pegang ke lantai


tidak sampai di situ, ia mengambil botol baru yang masih terisi penuh dari atas meja samping tempat ia duduk


aku memutuskan untuk duduk di sampingnya dan berusaha memanggil seseorang itu dengan panggilan hajung


"hajung-ssi" panggilku sambil memegang bahunya


ia menghiraukanku dan kembali menegak botol minuman


aku pastikan ia adalah hajung, tapi apa yang membuat ia menjadi seperti ini?


apakah terjadi sesuatu padanya?


"hajung-ssi berhentilah minum!" ucapku sambil merampas botol yang dipegang hajung


aku memandang hajung dengan perasaan cemas dan khawatir, namun hajung justru menatapku dengan dingin


"berikan padaku" ucap hajung


"tidak! berhentilah minum dan katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi" ucapku


hajung tidak menjawab dan hanya mengacak-acak rambutnya saja


"aku haus hye jin, berikan padaku botol minumannya" pinta hajung


"aku akan mengambilkanmu air putih, tunggu sebentar" ucapku dan beranjak dari posisi duduk


namun hajung justru menarik tangan kananku agar aku bisa kembali duduk lagi di sampingnya


hajung memandangku dengan tatapan kosong, aku bisa mencium aroma alkohol dari nafas hajung


"kim hye jin-ssi, tolong jawab pertanyaanku..." ucap hajung


"mwo?*(apa?)" tanyaku


"apakah kau memutuskan untuk membantu seo jin dan tinggal bersama dengannya karena kau menyukainya?" tanya hajung tiba-tiba dan membuatku terkejut


"bu-busun suriya?! *(apa maksudmu?!)" teriakku


"apakah kau mulai menyukainya karena ia telah merebut keparawananmu pada malam itu?" tanya hajung dan membuatku terkejut


"yya!...*(hei!!)"


"benarkah kau ketagihan dengan permainan seo jin pada malam yang telah merebut keperawananmu itu lalu menghabiskan waktumu setiap malam dengannya dan tidur di atas ranjangnya lalu berhubungan layaknya suami istri sungguhan?"


"pertanyaan macam apa itu? tutup mulutmu!" teriakku


"katakan saja kau menyukainya atau tidak!!" teriak hajung


"aku butuh jawabanmu sekarang" ucap hajung sambil menatapku


aku menarik nafasku dalam-dalam mencoba mengatur emosiku


"nne*(iya) aku menyukai park seo jin" ucapku dan seketika hajung mendadak diam saat aku menjawab dengan yakin bahwa aku menyukai seo jin


"hhh...hahaha..." tawa hajung tiba-tiba sambil menutup wajahnya dengan tangannya dan membuatku terkejut


"apa kau sudah gila nona kim? bagaimana mungkin kau menyukai pria yang sudah beristri? terlebih kau tidur bersama dengannya" tanya hajung


"itu diluar kuasaku, tapi aku akan memendam perasaan itu dalam-dalam" ucapku


"dan aku tidak melakukan apa-apa dengan seo jin selain menutup mataku di atas ranjangnya karena tidak ada tempat tidur lain lagi" ucapku menjelaskan


"aku harus berpura-pura di hadapan semua orang termasuk pegawai rumah seo jin, mereka akan curiga jika aku tidak tidur sekamar dengannya" ucapku lagi


"ahh..aku pernah mencoba tidur di ruang baca seo jin menggunakan sleeping bag, tapi aku justru mendapatkan mimpi buruk"


"apa ada lagi yang ingin kau tanyakan padaku?" tanyaku pada hajung


"lalu sejak kapan kau menyukainya? apakah kau menyukainya setelah kau menghabiskan malam yang menggairahkan bersama dirinya" tanya hajung lagi


"yyya!!*(hei!!) berhentilah berbicara hal yang menjijikan seperti itu!, jika kau mengulanginya lagi aku tidak akan ragu untuk mencabut lidahmu!' ucapku memperingatkan hajung


"bukankah kau sudah menyewa detektif swasta untuk menyelidiki semua tentang diriku diam-diam?"


"bagaimana mungkin kau masih mengungkit masalah ini?" tanyaku


"aku memang sudah memeriksa semua latar belakangmu, tapi aku tidak tahu jika kau pernah tidur dengan park seo jin, nona kim" ucap hajung


"dan hal ini membuatku gila, karena telah mengetahui kenyataan pahit yang seharusnya aku tidak perlu tahu dari mulut keparat itu"


"siapa yang kau sebut keparat itu, hajung? bicaralah yang sopan" ucapku yang masih sempat mengkritik bahasa hajung


"kenapa kau masih bertanya?? tentu saja PARK SEO JIN!!" teriak hajung tepat di wajahku


"ouuhh...uhuk uhuk" aku terbatuk karena menghirup aroma alkohol yang menusuk di hidungku


"sekarang aku tahu apa alasanmu membantu park seo jin jika bukan karena uang"


"kau rela berpura-pura menjadi deok mi dan selalu berada di sisi seo jin karena kau menyukainya" ucap hajung


"bodohnya aku yang tidak terpikirkan sama sekali alasan itu pada saat kita makan siang bersama di restoran tempo hari"


"jika aku mengetahuinya dari awal, tentu saja aku tidak melakukan tindakan bodoh dengan memberikan hatiku padamu dan jatuh cinta pada gadis sepertimu" ucap hajung


"astaga!!" seruku


"lagi pula aku tidak mengharapkan kau akan jatuh cinta padaku, bagaimana mungkin pria konglomerat sepertimu menganggapku seorang wanita dan jatuh hati padaku?" ucapku


"apa bagusnya diriku di hadapanmu, hhah?? tanyaku


"ku rasa kau salah paham dengan perasaanmu sendiri, karena kita sering menghabiskan waktu bersama akhir-akhir ini, kau merasa nyaman padaku, tapi bukan berarti kau jatuh cinta padaku"


"itu karena kita memiliki tujuan bersama yaitu mencari bukti kejahatan dong il" ucapku menjelaskan ke hajung  ia hanya menatapku saat aku berbicara


"dan satu hal lagi, aku sudah mengatakan kalimat ini berkali-kali, alasanku membantu seo jin karena ia menjanjikanku untuk mengembalikan kehidu..."


"jangan mengelak hye jin!" teriak hajung

__ADS_1


"itu hanya sebagian alasanmu tapi alasan utamamu melakukan semua ini karena kau menyukainya" ucap hajung menatapku


aku terdiam saat hajung mengatakan hal itu padaku, karena... apa yang dikatakan hajung memang benar, meskipun seo jin menyebalkan, aku tetap ingin berada di sampingnya


"lalu apa yang harus aku lakukan agar aku tidak menyukai seo jin lagi?" tanyaku


"apa kau sungguh berniat untuk melupakan seo jin?" tanya hajung


"nne* (iya) katakan padaku apa yang harus ku lakukan?" tanyaku lagi


"cintailah aku hye jin, sukai aku" ucap hajung


"kau hanya butuh mencintaiku dengan begitu kau bisa melupakan seo jin" ucap hajung


aku menghela nafas saat mendengar jawaban hajung. sepertinya ia tidak mengerti apa yang ku jelaskan barusan.


baiklah...


aku akan menegaskan perasaanku pada hajung


"aku minta maaf, tapi aku tidak mencintaimu hajung" ucapku jujur


"aku hanya membantumu karena aku merasa tindakan pamanmu benar-benar keterlaluan dan harus dihentikkan"


"meskipun kau orang yang memiliki watak yang keras kepala dari luar dan memiliki kekuasaan, tapi nyatanya didalam dirimu,  kau terlalu rapuh untuk melakukan semua hal ini"


"oleh karena itu aku hanya mengikuti kata hatiku untuk membantumu melawan dong il, selebihnya aku tidak memiliki perasaan padamu"


"apakah maksudmu kau membantuku karena merasa kasihan padaku?" tanya hajung tiba-tiba


"maaf, aku tidak bisa menjadi kekasihmu, ku rasa ini jawabanku atas pernyataan perasaanmu di taman tempo hari" ucapku sambil menatap hajung


"mianhae*(maafkan aku) hajung-ssi" ucapku pada hajung


aku melihat mata hajung mulai berkaca-kaca saat aku mengatakan semua hal yang ingin aku ucapkan


aku tahu ucapanku akan menyakiti hati hajung, setidaknya ia tidak salah paham dengan perlakuan baikku selama ini


"jika kau tidak mencintaiku, kenapa kau selalu berada di sisiku di saat aku membutuhkanmu?" ucap hajung dengan suara gemetar


"kau tetap berada di sampingku meskipun aku berubah menjadi seseorang yang menakutkan karena penyakit mentalku"


"harusnya kau tinggalkan aku seorang diri, saat pertama kali kau mengetahui bahwa aku bukanlah orang yang normal pada umumnya" ucap hajung


"dengan kau hadir dalam kehidupanku yang tiba-tiba, seketika kau selalu memberi kehangatan pada hatiku yang sudah membeku dengan hal kecil seperti memasak dan selalu menyemangatiku di saat aku hampir menyerah"


"kau yang meyakinkan hatiku untuk pergi ke psikiater agar aku bisa menjadi orang normal pada umumnya"


"kau adalah sebuah obat yang aku butuhkan, kim hye jin, bagaimana mungkin kau berubah menjadi racun yang menghancurkan hatiku hanya dalam waktu sekejap?" ucap hajung sambil menahan air mata yang menetes


"hajung-ssi ku rasa kau harus beristirahat malam ini" ucapku pada hajung karena kini ia sudah mulai kehilangan kendali terhadap emosi kesedihannya


bahasanya berubah menjadi puitis saat hajung berhadapan dengan suatu hubungan percintaan


"aku meragukanmu jika kau melakukan semua ini hanya karena kau merasa kasihan padaku" ucap hajung yang mulai menolak


"ku mohon kim hye jin katakan dengan jujur padaku"


"kau memiliki perasaan  cinta padaku  walau hanya sedikit kan?"


"setidaknya itu lebih baik dari pada rasa kasihanmu padaku" ucap hajung yang kini mulai menangis


"hajung-ssi ku mohon berhentilah berbicara, kau sudah mabuk berat dan tidak bisa berpikir jernih lagi" ucapku


"ania*(tidak)" ucap hajung sambil menepis tanganku yang memegang bahu hajung


"aku masih bisa berpikir jernih" ucap hajung lagi


"apa mungkin...."


"kau bisa mencintaiku jika aku berbuat hal yang sama seperti yang dilakukan seo jin padamu saat kau berada di hotel parkhyatt?" tanya hajung yang membuatku terkejut


"MWO!* (apa!)" teriakku


"akan ku buktikan padamu bahwa aku jauh lebih hebat dari seo jin"


"kau tahu kan, aku telah memiliki banyak pengalaman percintaan dengan banyak wanita"


"aku yakin setelah kau menghabiskan malam menggairahkan bersamaku, kau pasti akan mencintaiku, kim hye jin" ucap hajung yang mulai tidak waras


"neo micheoso?!* (apa kau gila?!)"


"bahkan kau tidak sadar  telah mengatakan hal yang gila padaku!" seruku


"baiklah aku akan pergi dari sini, besok pagi aku akan menemuimu jika kau sudah lebih tenang dan tidak dalam keadaan mabuk karena pengaruh alkohol" ucapku dan segera beranjak dari posisi dudukku


perasaanku sudah tidak enak ketika kalimat itu keluar dari mulut hajung.


dan benar sesuai dugaanku baru saja aku berjalan beberapa langkah, hajung menarik tanganku dan mendaratkanku ke dinding


tanpa aba-aba, hajung menyerang bibirku dan menciumku dengan brutal.


aku bisa merasakan rasa pahit dari alkohol yang tersisa di bibir hajung


"henti....mmmmmpphh"


hajung tidak mengizinkanku untuk bicara, ketika aku mencoba untuk bicara, lidah hajung memasuki rongga mulutku dan bertemu dengan lidahku


aku kesulitan bernafas dan berusaha berontak namun hasilnya nihil


hajung menekan kedua pergelangan tanganku dengan kuat di dinding dan mengerahkan tenaganya


aku menggerakkan kepalaku beberapa kali agar bisa terlepas dari bibir hajung, tapi ia justru menggigit bibir bawahku agar aku berhenti menggerakkan kepala


dengan nekat aku menarik kepalaku ke bawah dan berhasil lepas dari bibir hajung


"pwahh..."


baru saja aku berhasil mengambil nafas sedikit,  kini ia justru memegang erat leherku hingga ke telinga dengan kedua tangannya yang semula menekan pergelangan tanganku ke dinding


hajung kembali melahap kedua bibirku dengan seenaknya, aku merasakan perih di sudut bibir bawahku


ku rasa bibirku berdarah karena perlakuan hajung yang menciumku dengan kasar


untungnya kedua tanganku mulai bebas dan bisa memiliki kesempatan untuk mendorong bahu hajung


aku mengumpulkan semua tenaga dan mencoba untuk mendorong hajung agar berhenti menciumku


sedikit demi sedikit, tubuh hajung mulai menjauh dariku dan aku mendorongnya lagi dengan kuat


aku berhasil mendorong hajung untuk menjauh dari tubuhku, begitu juga dengan bibirnya


seolah ia sedang kerasukan, hajung justru ingin mencium bibirku lagi.


aku yang menyadarinya segera menampar pipi  kiri hajung dengan keras


'plak!'


"haah...haah..." nafasku terengah-engah setelah menampar hajung


untungnya hajung berhenti setelah aku mendaratkan tangan kananku dengan kuat ke pipi hajung


hajung memegang pipi kirinya yang terasa panas akibat tamparanku


"haah...hahh, jika kau berani menyentuhku lagi tanpa persetujuan dariku, aku tidak akan ragu untuk menghajar wajahmu yang berharga itu sampai babak belur"  ucapku sambil menatap tajam ke hajung


hajung terdiam ketika aku bicara seperti itu, ia masih memegang pipi kirinya dengan tangan kirinya. ia menunudukkan kepala dan enggan menatapku


"istirahatlah, besok adalah hari yang penting bagimu"


"kau harus menampilkan presentase yang baik agar bisa dipilih menjadi direktur perusahaan" ucapku dan pergi meninggalkan hajung yang hanya terdiam tidak menggubris ucapanku


aku memutuskan kembali ke rumah seo jin dengan menggunakan bus.


aku berjalan keluar meninggalkan hajung yang masih berdiri mematung


aku masih melewati basemant untuk keluar meskipun mata-mata suruhan dong il telah mengetahui bahwa aku diam-diam mengunjungi apartement hajung, mungkin karena sudah terbiasa untuk lewat sini dan akan terasa aneh jika aku langsung keluar dan melewati lobby apartement


sesampainya di halte bus, aku duduk dan menyandarkan kepalaku ke tiang sambil menunggu bus yang mengarah ke rumah seo jin datang ke halte ini


"aakkk..."


aku merasakan sakit pada bibirku ketika aku mencoba membasahi bibirku yang terasa kering


aku memegang bibirku yang terasa perih dengan jariku, terlihat bercak darah yang masih keluar dari bibir bawahku


aku hanya menghela nafas ketika mengingat perlakuan hajung yang telah menyerang bibirku dengan seenaknya


bus dengan jurusan lain datang, menyebabkan beberapa orang menaiki bus tersebut lalu seketika aku menjadi seorang diri di halte bus tersebut


seketika aku merasa perutku keroncongan saat menunggu bus jurusanku datang


aku membuka isi dompetku dan mengambil semua koin uang yang ada di dompetku


aku mulai menghitung jumlah koin dan hanya tersisa 9 dolar di dompetku


aku merogoh dompetku lagi berharap menemukan 1 koin lagi agar genap menjadi 10 dolar


aku memastikan tidak ada koin lagi yang tersisa di dompetku dengan cara membalikkan dompetku ke bawah. meskipun harapannya tipis , aku berharap ada koin yang terjatuh dari dalam dompetku


aku menghela nafas lagi karena memang sudah tidak ada lagi uang yang tersisa di dompetku


haaahh...


aku menjadi gembel sekarang


apakah aku harus meminta 1 dolar ke orang lain agar aku bisa membeli sebuah roti di minimarket?


aku menolehkan kepalaku dan melihat seseorang meninggalkan sebuah bungkusan makanan sesaat sebelum naik ke dalam bus


aku menggeser tubuhku untuk mendekati bungkusan makanan tersebut dan mengintip ke dalamnya


mungkin ini terdengar gila tapi aku melihat kentang goreng yang masih tersisa didalam bungkusan makanan itu dan ingin mengambilnya lalu memakannya


aku menggelengkan kepalaku ketika niat itu terlintas dalam benakku


kau gila hye jin


bagaimana mungkin kau akan memakan sisa makanan orang lain yang tidak kau kenal


"aisshh...michiseo* (aahh...gila)" ucapku sambil membenturkan beberapa kali belakang kepalaku ke dinding halte bus


tidak lama hujan turun di musim dingin pada malam hari ini sehingga suhu pada malam ini agak terasa hangat dibandingkan dengan suhu saat salju turun


aku menatap kosong ke arah depan dan melihat hujan turun deras membasahi jalanan raya


aku menundukkan kepalaku dan melihat jari jemariku terlihat keriput karena kedinginan


air hujan yang terbawa angin mengenai tubuhku dan membasahi tanganku yang sudah kedinginan


aku mencoba menguatkan diriku sendiri agar bisa melewati masalah yang telah terjadi pada diriku


sudah bagus aku tidak mengeluarkan air mataku meskipun cuaca saat ini mendukung


aku menangis keras pun, orang-orang tidak akan tahu karena suaraku akan tertutup oleh suara derasnya air hujan yang turun pada malam hari ini


setelah aku menghela nafas untuk kesekian kalinya, tidak lama aku merasa ada seseorang berdiri di hadapanku dan menghalangi cipratan air hujan agar tidak mengenai tangan dan tubuhku lagi


aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa sosok yang ada di hadapanku


aku melihat seseorang yang ku kenal sedang memegang payung dan berada di hadapanku


sung hajung menatapku dengan tatapan iba saat ia datang dengan payungnya yang seolah seperti selimut bagiku


harusnya aku langsung beranjak pergi dari hadapannya mengingat apa yang telah ia lakukan padaku


namun, aku memilih duduk terdiam karena kondisiku saat ini yang tidak bisa pergi kemanapun selain dengan bus


"hujannya sangat deras, kembalilah ke dalam apartementku" ucap hajung menatapku


"terima kasih atas tawaranmu, tapi aku akan memilih tetap di sini hingga bus nya tiba" ucapku pada hajung


"bus macam apa yang kau tunggu? bus yang tidak kau naiki tadi adalah bus terakhir untuk hari ini karena pagi ini salju sudah mulai turun"


"apa kau lupa jika musim dingin tiba terjadi perubahan jadwal bus kota?" tanya hajung lagi


"jika kau melupakan hal itu  setidaknya kau membaca koran pagi ini atau melihat berita tentang perubahan jadwal bus kota yang sudah berlaku mulai hari ini" ucap hajung lagi


"aku tidak sempat membaca koran pagi ini karena aku bertengkar dengan raja kukang, dan aku juga tidak melihat berita seharian ini karena aku tertidur setelah meminum obat penurun panas"  ucapku jujur pada hajung


"karena kondisi tubuhmu yang kurang fit, bermalam di apartementku adalah pilihan yang bijak menurutku" ucap hajung lagi


aku hanya terdiam ketika hajung mengatakan kalimat itu


jika saja kejadian buruk tadi tidak ia lakukan padaku, mungkin aku akan mau menerima tawarannya


"jika alasanmu tidak mau bermalam di apartementku karena takut diriku akan menyerangmu seperti tadi, kau tidak perlu khawatir aku bisa pergi menginap di tempat lain" ucap hajung dan membuatku berpikir,


apakah aku harus menerima tawaran hajung  ataukah menolaknya?


****


Sung Hajung pov


gadis itu hanya terdiam begitu aku menawarkannya untuk bermalam di apartementku


aku tahu harusnya aku tidak melakukan hal bodoh menyerangnya seperti tadi dan mengingkari janjiku sendiri untuk tidak menyentuh dirinya sebelum ia memberiku izin


aku hanya emosi ketika mendengar bahwa gadis yang aku cintai pernah tidur dengan seo jin


jika saja seo jin tidak datang ke kantor real estate rose dan memperingatkanku, mungkin aku tidak akan berani membuat kesalahan seperti ini


(flash back)


seo jin tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruanganku, padahal sekertarisku, nona min sudah memperingatkan seo jin untuk tidak menggangguku  dan aku tidak  menerima tamu  ke ruanganku kecuali tamu tersebut sudah membuat janji denganku


"tunggu sebentar tuan, anda mau kemana?..." ucap sekertaris min yang mencoba menghentikkan seo jin


seo jin sudah membuka pintu ruanganku dan memandangku.


aku yang sebelumnya sedang memeriksa beberapa dokumen, kini teralihkan oleh kehadiran seo jin


"maaf tuan hajung, tuan seo jin tidak mendengarkan ucapan..." ucap sekertaris min membela dirinya dan aku segera mengangkat telapak tanganku pertanda untuk menghentikkan nona min bicara karena aku sudah tahu keadaannya

__ADS_1


"keluarlah.." ucapku pada sekertaris min


"ba..baik tuan" ucap sekertaris min dan segera menutup pintu ruanganku


"bicaralah...aku tidak memiliki waktu luang banyak" ucapku acuh pada seo jin dan melanjutkan kegiatanku untuk mengecek beberapa dokumen pekerjaan


"berhentilah untuk menempel ke hye jin seperti permen karet" ucap seo jin memperingatkanku


aku tertawa geli ketika mendengar ucapan seo jin


"permen karet?" ulangku


"gadis itu sendiri yang duluan menempelku seperti permen karet" ucapku bicara dengan jujur


biar bagaimanapun aku tertarik dengan hye jin karena kegigihan gadis itu yang tetap memilih untuk berada di sampingku


aku merasa hye jin memiliki perasaan yang sama terhadapku, biar bagaimanapun akhir-akhir ini hye jin selalu menghabiskan waktu berdua denganku


meskipun ini terdengar konyol, tapi seo jin lah yang bodoh karena selama ini hye jin berhasil menipu dirinya dan diam-diam bertemu denganku


"aku tidak tahu apa yang kau katakan pada gadis lugu itu hingga memaksanya untuk tetap berada di sampingmu" ucap seo jin lagi yang terdengar aneh


"jika terjadi sesuatu pada gadis itu karena perbuatanmu yang telah mengancamnya untuk terus dekat di sampingmu, aku tidak akan memaafkanmu hajung, camkan itu" ucap seo jin mengancamku


"ohh.. ayolah seo jin, aku tidak memakasa gadis itu untuk tetap berada di sampingku"


"ya...meskipun pada awalnya aku memaksa dirinya untuk tetap berada di sampingku agar aku bisa memperalat dirinya setelah aku tahu identitas sebenarnya.."


"tapi..."


"karena terjadi sesuatu hal dan ia mengetahui rahasiaku, aku dengan berbaik hati melepaskannya untuk kembali padamu, tapi nyatanya..."


"gadis itu dengan suka rela kembali padaku" ucapku menjelaskan pada seo jin


"omong kosong tidak mungkin hye jin dengan suka rela kembali padamu" ucap seo jin membantah


"jika kau tidak percaya padaku, tanyakan saja padanya"


"mungkin..alasan hye jin tetap berada di sisiku karena ia memiliki perasaan cinta padaku.."


"ahh...tapi aku tidak yakin ia akan mengatakan hal jujur padamu jika ia menyukaiku, gadis itu terlalu malu untuk mengakuinya" ucapku dengan percaya diri bahwa hye jin tetap berada di sisiku karena ia menyukaiku


"pfft....apa kau bilang?" tanya seo jin cengengesan


"kenapa kau sangat percaya diri sekali bahwa hye jin menyukaimu?" tanya seo jin yang kini terlihat percaya diri


"kau tidak tahu bagaimana perasaan gadis itu terhadapku yang sesungguhnya setelah sesuatu yang menggairahkan terjadi antara aku dan hye jin"


"ku rasa kau salah paham hajung" ucap seo jin meledekku


"apa maksudmu?!" seruku setelah mendengar pernyataan seo jin


"aku tidak tahu dari mana kau mencari tahu tentang identitas hye jin sesungguhnya"


"tapi ku rasa kau tidak tahu bagaimana awal mula aku bertemu dengan hye jin"


"aku lebih unggul darimu, biar bagaimanapun hye jin akan tetap memilhku dari pada harus berada di sisimu"


"kau tahu kenapa?..." tanya seo jin memancingku


"karena aku telah memiliki hye jin sepenuhnya, baik hati maupun tubuhnya" ucap seo jin dengan bangga


"apa maksudmu telah memiliki tubuhnya? apa kau selama ini tinggal satu atap dengannya dan tidur bersama?!" seruku dan tidak sadar mencengkram kerah kemeja seo jin


"menurutmu bagaimana jika seorang pria dewasa dan seorang wanita dewasa tinggal satu atap dan tidur bersama dengan satu ranjang setiap malam?" tanya seo jin


"tentu kau sudah tahu jawabannya hajung, karena kau adalah pakar dalam urusan hal percintaan, terlebih aku dan hye jin berperan sebagai pasangan sah suami dan istri" ucap seo jin dengan senyum yang sangat bangga terlukis di wajahnya


"jadi...kau tidak perlu bermimpi jika hye jin memiliki perasaan padamu. jika bukan karena kau sendiri yang memaksanya untuk tetap tinggal di sampingmu" ucap seo jin sambil menghempas kedua tanganku yang mencengkram kerah kemejanya


"hye jin adalah tanggung jawabku, jika kau berani berurusan atau pun menyentuh gadis itu seujung rambutnya..."


"aku tidak akan ragu untuk membuat perhitungan denganmu" ucap seo jin dan pergi dari ruanganku


seo jin pergi meninggalkanku dalam keadaan diam seribu bahasa, mencoba mencerna apa yang telah di katakan seo jin padaku


bagaimana mungkin hye jin bisa tidur dengan pria itu


selama ia berada di sampingku dan menghabiskan waktu bersamanya, hye jin bukanlah tipe gadis yang mudah untuk di ajak tidur dengan pria lain


apa benar yang dibicarakan seo jin bahwa hye jin benar-benar menyukai pria brengsek itu dan tidur dengannya setiap malam di ranjangnya lalu menghabiskannya dengan kegiatan yang menggairahkan?


pikiranku mulai kacau dan tidak bisa berpikir jernih lagi


semua dokumen yang berhubungan dengan perusahaan, ku lempar hingga mengenai pintu kantor


padahal sebelumnya aku mengirim pesan ke hye jin untuk bertemu dengannya dan membahas bahwa melaporkan semua bukti kejahatan dong il ke tim audit perusahaan bukanlah ide yang bagus


karena dong il menutup mulut tim audit dengan kekuasaan dan uangnya


aku sudah tahu perusahaan ini sangat busuk, maka dari itu aku berniat untuk memperbaikinya dan membuang jauh-jauh orang-orang sampah seperti mereka


namun karena kehadiran seo jin, aku menjadi tidak fokus dan ingin melupakan apa yang dikatakan oleh lelaki breng**k itu mengenai hye jin


aku memutuskan untuk membeli beberapa botol minuman soju agar membuat pikiranku tenang, tapi tidak ku sangka gadis itu justru datang ke apartementku dan mengkhawatirkanku


alangkah baiknya jika hye jin tidak datang malam ini ke apartementku dan tidak mempedulikanku, mungkin aku tidak akan melanggar janjiku pada hye jin untuk tidak menyentuhnya


jika kalian berpikir aku melakukan hal bodoh tadi karena pengaruh alkohol, kalian salah!


toleransiku terhadap alkohol sangatlah kuat, jadi tidak mungkin aku mencium hye jin tanpa sadar


aku di selimuti oleh amarah dan melampiaskannya pada hye jin jika mengingat ucapan seo jin dan ekspresi bangga saat menceritakan hal itu padaku


ku akui, aku bukanlah pria baik-baik yang bisa menahan insting hasratku saat dekat dengan wanita


tapi selama dekat dengan hye jin, aku mampu menahan hasrat instingku sebagai laki-laki brengsek pada umumnya


aku tidak ingin menyentuhnya sebelum mendapat persetujuan darinya, tapi malam ini, aku ingin memeluk hye jin dan ingin membuktikan bahwa aku lebih hebat dari seo jin


tapi untungnya, gadis itu menamparku agar aku kembali sadar dan mengingat janjiku


jika hye jin tidak menghentikkanku, mungkin malam ini aku akan memiliki tubuh hye jin sepenuhnya didalam dekapanku


setelah beberapa saat ia menamparku, aku terpaku menatap kepergian hye jin yang keluar dari apartementku


seketika aku mengejarnya untuk memastikan ia bisa pulang dengan aman dan mengikutinya diam-diam tanpa sepengetahuan dirinya


dari jauh aku memperhatikan hye jin yang duduk termenung di halte bus


aku mulai memantau gerak-gerik hye jin dari dalam mobilku yang berada di seberang halte bus


gadis itu sangat menyedihkan!


bagaimana mungkin ia terlihat seperti seorang gembel di sana


menghitung koin, menatap sisa makanan orang lain sambil mengelus perutnya


orang bodoh pun sudah tahu bahwa ia sedang mengalami masalah dalam financial


terlebih ia mengabaikan bus terakhir dan tetap memilih duduk di halte bus


awalnya aku ingin mengabaikan hye jin karena ia yang memilih sendiri untuk meninggalkan apartementku


tapi ketika hujan turun, aku mengurungkan niatku dan kembali menatap hye jin dari kejauhan


gadis itu berusaha kuat dengan kejadian yang ia alami selama ini


harusnya aku tahu, sangat tidak mudah berusaha untuk tetap waras dan membuang rasa traumanya terhadap pria yang telah merebut kesuciannya yang ia jaga selama ini bagi tipe gadis seperti hye jin


tapi ia membuang rasa trauma itu dan membantu seo jin untuk berpura-pura menjadi istrinya


harusnya aku sadar gadis itu sangat bodoh dan naif, mudah sekali untuk dimanfaatkan oleh orang lain


memaksanya untuk mencintaiku akan menambah beban hidupnya dan membuat neraka baru baginya


saat aku menoleh ke arah hye jin, aku mulai memutuskan untuk membuat dirinya melupakan seo jin dan berpaling padaku tanpa paksaan, melainkan dari perasaan dirinya sendiri


aku akan membuat hye jin merubah persaannya yang mengasihaniku menjadi mencintaiku dengan tulus


aku memutuskan untuk menghampiri gadis itu dan menghadangnya dari cipratan air hujan yang mengenai tubuhnya


gadis itu menatapku dengan tatapan nanar


ia tidak dalam keadaan marah dan justru menatapku heran


aku menawarkan dirinya untuk bermalam di apartementku


namun sudah ku duga, hye jin menolak tawaranku


aku tahu ia takut padaku karena sikap bodohku tadi yang merampas bibir mungilnya hingga membuat sudut bibirnya terluka


aku berjanji tidak akan menyentuh gaids itu lagi sebelum mendapat izin darinya dengan cara membuktikannya bahwa aku bisa bermalam di tempat lain


setidaknya ia tidak merasa takut padaku jika ia ingin bermalam di apartementku dengan perasaan nyaman


(masa sekarang)...


"bagaimana? kau mau atau tidak bermalam di tempatku?" tanyaku lagi pada hye jin


"jika kau diam saja, aku akan menganggap kau tidak ingin bermalam di tempatku"


"jika itu maumu, aku akan pergi dan tidak mengganggumu lagi, hye jin"


"aku minta maaf karena telah berbuat hal yang tidak menyenangkan padamu harusnya aku tidak membalas perbuatan baikmu padaku dengan cara seperti itu" ucapku


"jika kau memiliki keinginan katakan padaku, aku akan berusaha mengabulkannya sebagai balas budi padamu. aku tidak ingin memiliki hutang budi pada orang lain" ucapku dan membalik tubuhku berniat untuk pergi meninggalkan gadis yang lumayan keras kepala


beberapa langkah aku berjalan, hye jin memanggil namaku


"hajung-ssi"


aku menghentikkan langkah kakiku dan membalikkan tubuhku lagi untuk menatap gadis itu


"terima kasih karena kau telah menawariku untuk bermalam di tempatmu"


"aku akan terima tawaranmu padaku" ucap hye jin pada akhirnya memberikan jawaban


"aku tidak tahu keberadaan seo jin saat ini dan aku merasa rumah itu seperti rumah berhantu bagiku yang sewaktu-waktu akan memakanku saat aku tertidur"


"maksudku...aku takut dong il akan berbuat sesuatu padaku dan seo jin berpihak pada ayah mertuanya untuk menyingkirkanku" ucapku yang curiga pada seo jin


"baiklah...jika kau merasa ketakutan, kau bisa bersembunyi di tempatku selama yang kau inginkan" ucapku pada hye jin


"tapi...ku rasa kau tidak perlu mencari tempat lain hanya karena keberadaanku di apartementmu" ucap hye jin


"aku bisa tidur di mana saja asalkan tempatnya hangat, aku bisa tidur di sofa dengan baik" ucap hye jin


"apa kau tidak merasa takut padaku kim hye jin setelah apa yang ku perbuat padamu?" tanyaku


"aku bisa memakluminya karena kau dalam pengaruh alkohol..."


"ania*(tidak) aku tidak mabuk, toleransiku terhadap alkohol tinggi sehingga tidak mudah untuk membuatku mabuk" ucapku jujur pada hye jin


gadis itu terkejut mendengar ucapanku yang terlalu jujur


"mwo? *(apa)?"


"aku melakukan hal itu atas dasar keinginanku untuk membuktikan bahwa aku jauh lebih hebat dari seo jin" ucapku pada hye jin


"jika kau tidak menamparku, aku benar-benar akan melakukan hal 'itu' denganmu"


"yyaa....hajung-ssi!" ucap hye jin dengan nada yang agak tinggi


"ara*(aku tahu) aku hanya mengatakan jujur padamu, maafkan aku kali ini, karena telah melanggar janjiku untuk menyentuhmu tanpa persetujuan darimu"


"tekadku tidak berubah hye jin, aku tetap mencintaimu meski sudah tahu masa lalumu dengan seo jin"


"itu hanyalah sebuah kecelakaan dan terima kasih karena telah menjelaskanku bagaimana kau hidup bersama seo jin selama ini"


"aku percaya padamu bahwa kau bukanlah gadis murahan dari kebanyakan wanita yang ku kenal selama ini"


"kau adalah gadis yang tetap mempertahankan prinsipmu meskipun kau menyukai pria itu"


"tapi aku akan merubah perasaanmu hye jin"


"aku akan membuatmu berpaling dari seo jin dan mencintaiku dengan tulus"


"aku akan berusaha semampuku, ku harap kau tidak merasakan risih karena perasaanku padamu"


"mungkin saat ini kau masih menyukai seo jin, tapi beberapa bulan..."


"ani..*(tidak) beberapa minggu kemudian, perasaanmu akan berubah padaku dan mencintaiku, hye jin"


"aku akan menunggumu..."


"sampai kau menyatakan cinta padaku" ucapku sambil menatap hye jin


aku mengatakan pada hye jin dengan penuh rasa percaya diri


hingga membuat gadis itu mematung mendengar ucapanku


______________________________


maaf ya barus bisa update satu episode 🙏🙏🙏


sumpah


hyung lagi keteteran banget nih sama aktivitasku


kalian bener-bener jaga kesehatan ya


prokesnya di jaga ketat >_<


makin banyak pasien positif covid, huhuhu


sedih liatnya nih hyung


hyung bisa nulis ini udah dicicil-cicil dari awal bulan tapi cuma bisa 1 episode, maaf telah membuat readers mangatoon yang udah dukung hyung kecewa 🙏🙏🙏


dan hyung seperti biasa minta sign love dan komentar untuk memperbaikin novel hyung


terima kasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2