
Naomi menceritakan semua pada hajung soal kejadian yang terjadi di apartementnya sebelum polisi dan seo jin tiba untuk menyelematkanku dan juga naomi, namun aku memberi kode dengan cara berdehem beberapa kali pada naomi untuk tidak menceritakan bagian seo jin yang meracau saat aku tidak sadarkan diri
Untungnya naomi mengerti maksudku dan diakhiri dengan permintaan maaf dari naomi karena telah bekerja sama dengan ibunya hajung untuk memisahkanku dengan hajung
Hajung juga mendapatkan bukti bahwa kepala pelayan bruce bekerja sama dengan ibunya hajung untuk menjauhkanku dengan putranya
Hajung tampak berbeda dari biasanya, ia cenderung memilih diam dan mengatakan maaf padaku beberapa kali
"Maafkan aku hye jin, karenaku kau mengalami kesulitan" ucap hajung sambil menunduk
"Hajung-ssi kenapa kau berpikiran seperti itu?" Tanyaku
"Ini bukan salahmu"
"Aku mengerti bagaimana ibumu sangat cemburu kepadaku"
"Mungkin ibumu berpikir bahwa aku memonopoli waktumu untuk terus bersamaku"
"Kau adalah seorang CEO tentu kau memiliki jadwal yang sangat luar biasa sibuknya"
"Aku tahu kau merindukanku tapi...."
"Setidaknya temui lah ibumu dan bicara baik-baik padanya, habiskan waktumu dengan ibumu saat waktumu senggang"
"Jika kau merindukanku, kita bisa melakukan panggilan video call" ucapku menghibur hajung sambil menepuk bahunya
Namun ku rasa ucapanku tidak mampu menghiburnya, ia masih tertunduk dan enggan menatapku
"Apakah seharusnya aku berhenti menjadi CEO agar kau tidak menderita" gerutu hajung
"Busunsuriya?*(apa maksudmu?)" Tanyaku saat mendengar ucapan hajung meskipun pelan
"Kim hye jin, apakah sebaiknya kita menikah lalu melarikan diri dari sini dan memulai kehidupan yang baru di tempat yang lain?"
"Apa kau tidak masalah jika aku bukan seorang CEO?"
"Tapi..aku tidak pernah bekerja kasar sebelumnya, aku tidak tahu bagaimana cara bertahan hidup secara dasar di dunia yang keras ini"
"Tapi aku yakin kau bisa melakukannya, jika seseorang mengenali kita dan keluargaku tahu dimana keberadaanku, kita bisa melarikan diri lagi dan mencari tempat...."
"Aakkrhh!!" Seru hajung saat aku memukul kepalanya menggunakan kepalan jariku dengan keras
"Berhentilah memikirkan hal yang aneh" ucapku
"Melarikan diri? Kau pikir dirimu adalah seseorang yang terlilit hutang dan kabur dari debt collector?" Tanyaku
"Tidak perlu menjadi CEO katamu?!"
"Apa kau lupa perjuanganmu untuk mencapai posisi ini? Atau kita perlu memanggil doraemon lalu kembali ke masa lalu menggunakan mesin waktu agar kau bisa lihat kembali perjuanganmu haaah?!!" Seruku
"Sung hajung kau pernah berjanji kepadaku untuk tetap mempertahankan posisi jabatanmu yang sekarang karena ini adalah keinginanmu sejak dulu" ucapku mengingatkan
"Sejauh ini kau bisa menjalaninya dengan baik, tapi kenapa hanya hal sepele seperti ini kau merengek?" Tanyaku
"Sepele katamu?" Tanya balik hajung
"Kim hye jin kau hampir kehilangan nyawamu karena diriku"
"Apa kau sama sekali tidak membenciku atau mencaci makiku akibat ulahku di masa lampau hingga menbuatmu kesulitan di masa sekarang?" Tanya hajung
"Sung hajung kau tidak melakukan kesalahan apapun, tindakanmu sudah benar menolong seseorang saat dianiaya dalam keadaan tidak berdaya"
"Jikapun orang yang kau kirim ke penjara bisa keluar dan kabur dari sana, itu juga bukan kesalahanmu"
"Kenapa kau bisa menyimpulkan bahwa ini adalah salahmu?" Ucapku
"Yahh....aku tahu dirimu adalah pria breng*ek yang mempermainkan banyak wanita dengan seenaknya" ucapku dan membuat ekspresi hajung sedih
"Tapi lihatlah sekarang!" Seruku
"Kau sudah berubah menjadi sung hajung yang lebih baik" ucapku
"People has changed, kau tidak bisa terus menyalahkan dirimu sendiri di masa lalu"
"Dan apa yang kau ucapkan selalu benar, kekuranganmu adalah kau tidak pandai berbohong itulah sebabnya saat kau dekat dengan wanita lain, kau langsung ketahuan dan mengatakan kau bosan dengan mantan-mantanmu" ucapku
"Jadi itu sebabnya kau percaya padaku saat aku mengatakan padamu tidak pernah meniduri gadis lain setelah bertemu denganmu?" Tanya hajung
"Tentu saja aku percaya, saat naomi bertemu langsung denganmu saat di cafe tempo hari dan kau menolak itu bukanlah anakmu serta tidak merasa menghamilinya, aku langsung mempercayai kata-katamu" ucapku dengan polos
"Hhaah...sial park seo jin, bagaimana aku bisa melepaskan wanita malaikat seperti ini?" Gerutu hajung lagi
"Apa?!" Seruku
"Apa yang kau bilang tadi?" Tanyaku lagi
"Tentu saja kelemahannya adalah mulutnya yang cerewet" gerutu lagi sung hajung
"Mwo?!*(apa?!)" Seruku
"Excuse me! Apa kau baru saja menyebutku cerewet?!" Seruku lagi karena hajung tidak menggubris ucapanku
"Aishh...bagaimana menghentikkan mulutnya yang cerewet seperti bebek yang hendak meminta makan" oceh hajung yang masih bisa ku dengar
"B-bebek katamu?!" Seruku
"Wah...kini kau menyamakanku dengan bebek??"
"Aku cerewet karena di awal kau menyebut park seo jin" ucapku
"Memangnya apa yang dikatakan park seo jin kepadamu?" Tanyaku lagi
"Kau berubah menjadi aneh saat park seo jin membisiki..."
Seketika aku merasakan sesuatu menempel di kedua bibirku
Hajung tanpa aba-aba menciumku sehingga membuatku berhenti bicara
"Berhentilah menyebut nama itu..."
"Aku tidak ingin mendengar nama itu keluar dari mulutmu" bisik hajung sesaat setelah ia melepas bibirku untuk sementara
"apakah aku sudah memberikanmu izin untuk menciumku?" tanyaku ke hajung
"haruskah aku meminta izin di saat aku sedang memberi hukuman padamu?" tanya hajung
"jadi maksudmu ciuman tadi adalah hukuman untukku?" tanyaku lagi
"hmm..ya begitulah" ucap hajung santai
"berhentilah untuk memberi komentar apapun di saat aku sedang memberikan hukuman untukmu" ucap hajung sambil menyelipkan rambutku ke belakang telinga
Hajung mulai menciumku lagi dan kali ini ia **********
__ADS_1
Ia berusaha untuk membuka kedua bibirku dan masuk ke dalam untuk menemui gigiku
Dulu aku tidak tahu bagaimana caranya berciuman seperti ini, berkat hajung aku mulai tahu cara melakukan ciuman ala french kiss, secara tidak langsung hajung telah mengajariku hal nakal seperti ini
Harusnya aku bisa menolak jika aku tidak menyukai ciuman ini, tapi sejenak aku berpikir, asalkan orang yang bersamaku adalah hajung, aku tidak keberatan jika harus hidup bersama dengannya hingga aku menjadi tua
Selama hajung berada di sampingku, ku rasa perlahan aku bisa mengabaikan perasaanku terhadap seo jin yang sering menggangguku
Jika aku hidup bersama hajung, perasaan konyol itu akan memudar dengan sendirinya dan tergantikan oleh hajung
Aku akan belajar mencintainya karena ia terus berada di sisiku. dengan begitu, kami bisa saling mencintai layaknya pasangan normal lainnya
Hajung mulai melepas bibirku untuk sementara ketika ia tahu aku mulai kehabisan nafas
"Karena menyebut namanya sebanyak tiga kali, aku akan menciummu seperti ini sebanyak tiga kali juga" bisik hajung disela-sela aku sedang bernafas dan saling menyandarkan kening satu sama lain
Setelah merasa cukup memberikanku kesempatan untuk bernafas, hajung mulai menyerbu kedua bibirku lagi dan memaksaku untuk membuka mulutku dengan lebar
Aku bisa merasakan lidah hajung memasuki rongga mulutku dan menjamah semua area mulutku
Tentu saja hajung memegangi kedua telingaku dengan lembut
Saat gigi hajung melewati sudut bibirku, aku reflek mendorong hajung karena merasa perih
"Aahh..." ucapku reflek
Hajung melihat wajahku dan mengusap sudut bibirku menggunakan ibu jarinya
"Mian*(maaf) aku terlalu bersemangat hingga lupa kau sedang terluka" ucap hajung sambil menunjukkan jiplakan darah yang menempel di ibu jarinya, menandakan luka yang ada di sudut bibirku terbuka kembali
"Kau tahu.." ucap hajung
"Hanya padamu aku mampu menahan sifat buasku untuk tidak menyerangmu atau bahkan memaksamu untuk melakukan seperti yang aku inginkan sekarang" ucap hajung yang membuatku belum paham dengan maksud ucapannya
"Aku menginginkanmu, kim hye jin baik jiwa maupun ragamu"
"Tapi...kau belum siap melakukannya, oleh karena itu, aku tidak ingin memaksamu dan menyakitimu seperti tempo hari saat pertama kali kita mencobanya" ucap hajung jujur
"Gomawo hajung-ssi, kau tetap menungguku dengan sabar dan tetap berada di sisiku" ucapku pada hajung yang kini sudah mengerti maksud ucapannya
"Eii...itu bukanlah sebuah masalah dibandingkan dengan dirimu yang selalu membantuku" ucap hajung
"Apa kau ingat, dirimu pernah mati-matian ingin menolongku saat tahu aku terjebak di gudang kosong dan nyaris mati kedinginan?"
"Tentu saja aku mengingatnya" ucapku
"Aku bahkan tidak peduli identitasku akan ketahuan atau tidak saat aku menyamar menjadi sepupumu, asalkan aku bisa menemukanmu dan menyelamatkanmu, hal itu bisa ku pikirkan nanti" ucapku sambil cengengesan
"Nne*(ya) hanya dirimu yang peduli padaku saat itu, meskipun seisi dunia ini tidak ada yang mempedulikan diriku dimana berada, kau satu-satunya orang gila yang berani melompat dari lantai dua lalu berlari sekuat tenaga menuju kantor polisi demi menyelamatkanku"
"Itu bukanlah sesuatu yang perlu kau banggakan dariku hajung, saat itu aku hanya berpikir kau adalah orang yang layak aku selamatkan apapun yang terjadi" ucapku
"Karena kau adalah orang baik, kau tidak layak untuk diperlakukan seperti itu di dalam keluargamu hanya karena statusmu yang lahir di luar pernikahan" ucapku polos
"Oh ya? Darimana kau tahu bahwa aku adalah pria baik?" Tanya hajung penasaran
"Aku tahu kau adalah orang baik saat aku melihatmu tersenyum hangat ke anak-anak panti itu dan kau memperlakukan mereka dengan sangat baik hingga mereka menganggap kau adalah salah satu dari keluarga mereka, bukan orang asing"
"Dari situlah aku tersadar, kau tidak seburuk seperti yang dibicarakan orang banyak"
"rumor yang dibicarakan orang banyak tentangmu adalah salah" ucapku
Hajung sempat terdiam saat ia mendengar ucapanku dan tak lama ia mulai tersenyum
Aku tersenyum melihat tingkah hajung yang tersipu malu karena ucapanku
*******
Haahh....
Ku rasa itu adalah pertemuan terakhirku dengan hajung setelah beberapa minggu berlalu
Setelah itu, ia sangat sulit ditemui. awalnya ku kira ia memiliki jadwal yang sibuk hingga tidak memiliki waktu, namun aku menyadari ada sesuatu yang aneh dari hajung
Hajung bukannya memiliki waktu yang sibuk melainkan terlihat ingin menghindar dariku
Aku mengetahuinya setelah teman satu kampusku yang tiba-tiba menghampiriku dan memperlihatkanku sebuah video rekaman tentang seorang pria sedang menghajar beberapa preman yang sedang mengadakan pesta di club tersebut
Temanku menceritakan padaku tentang kronologis dari kejadian tersebut
Ia sedang bekerja part time di club itu
"Kau tahu ku kira kemarin malam kau sedang bersama kekasihmu ini" ucap pria itu dengan rambut kribonya
"Tidak eren, kemarin malam aku tidak pergi kemanapun" ucapku pada teman satu jurusanku
"Apakah kalian baru saja putus?" Tanya eren
"Ohh damn! Aku tidak percaya pria penuh karismatik itu akan kacau hingga menjadi seperti itu saat ia putus dengan seorang wanita"
"bukankah kekasihmu adalah seorang palyboy? harusnya ia tidak akan bersikap seperti itu.."
"ataukah jangan-jangan?...." ucap eren terputus
"ya tuhan kim hye jin, ku rasa kau adalah wanita yang benar-benar ia cintai"
"apakah kau mencampakannya?" tanya eren lagi yang membuatku agak risih
"aku tidak mencampakkan siapapun eren, hubungan kami baik-baik saja, kami bahkan tidak pernah bertengkar" ucapku yang terkesan bodoh karena harus menjelaskan padanya
dan sekarang aku tidak bisa berhenti memikirkan hajung akibat percakapan tadi pagi antara aku dan eren
siang ini aku memutuskan untuk pergi mengunjungi kantor hajung untuk bertemu dengannya dan melewatkan jam makan siangku
Aku menemui resepsionist lalu ia tersenyum ramah padaku
"Ada yang bisa saya bantu, nona?" Tanya wanita yang ada di hadapanku dengan ramah
"Mm...apakah aku bisa bertemu dengan tuan hajung?" Tanyaku agak ragu
Terlihat sekilas wanita yang ada di hadapanku sedang mengernyitkan dahinya berusaha berpikir untuk berusaha menjawab pertanyaanku dengan tetap sopan
"Maaf nona, untuk saat ini tuan hajung sedang tidak berada di tempat" ucapnya sambil tersenyum
"Apakah anda sudah membuat janji untuk bertemu dengan tuan hajung?" Tanyanya ramah
Aku terdiam beberapa saat, ketika pegawai resepsionist yang ada di hadapanku melontarkan pertanyaan kepadaku
"Tidak" ucapku singkat
"Aku belum membuat janji dengannya, karena ini mengenai masalah pribadi" ucapku menjelaskan layaknya wanita bodoh
"Ahh...saya rasa anda sebaiknya membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan tuan hajung..."
__ADS_1
Ya...
Bla bla bla
Aku mengangkat kedua alisku ketika harus mendengar jawaban yang terdengar template karena terlalu sering dikatakan berulang-ulang oleh pegawai resepsionist jika tidak bisa bertemu dengan hajung
Haah....
Ini seperti de javu, saat aku belum bertemu dengan hajung setelah aku kembali lagi menginjakkan kakiku di chicago
Saat aku berpura-pura sedang mendengarkan pegawai resepsionist dengan seksama, aku melihat seorang pria yang sedang aku cari baru saja memasuki pintu masuk kantor ini
Ia jalan beriringan dengan beberapa orang yang tampak sepertinya karyawan kantor ini juga
Sontak aku berteriak memanggil hajung dengan sumringah
"Hajung-ssi!!!" Teriakku memanggil sung hajung
Reflek hajung mencari sumber suara yang memanggil namanya
Kedua mata kami bertemu dan ia sempat berhenti berjalan, namun tampaknya hajung terkejut ketika aku berada di kantornya secara dadakan
Aku berlari kecil untuk menghampirinya, namun sikap hajung di luar ekspetasiku
Ia justru membuang wajahnya dan berjalan cepat seolah sedang berusaha menghindar dariku
Hajung bahkan sempat membisiki seorang pegawai keamanan kantor ini lalu ia berjalan lagi dengan cepat menuju lift
"Hajung-ssi" ucapku sambil berusaha memanggil dirinya
Sedikit lagi aku dekat dengan hajung, namun dua orang pria datang tiba-tiba menghadangku, hingga membuatku berhenti melangkahkan kaki
"Maaf nona, sebaiknya anda segera pergi dari sini" ucap seorang pria dengan tubuh tegapnya
"No! Aku harus bicara dengan hajung sebentar" ucapku dan berusaha menghindari tubuh besar yang sedang menghadangku
"Hajung-ssi chakaman*(tunggu)" ucapku sesaat pintu lift hendak tertutup
Aku yang semakin panik justru berusaha menghampiri lift itu agar tidak tertutup namun sayang...
Kedua pria itu mengangkat kedua lenganku dan menyeretku agar menjauh dari lift
"Yyaa!! Lepaskan" ucapku dengan nada sedikit tinggi
"Hajung-ssi..."
"Hajung-ssi!" Ucapku berteriak beberapa kali dan aku yakin ia mendengar panggilanku, tapi kenapa ia sengaja mengabaikanku??
Hingga pada akhirnya aku benar-benar diseret keluar dari gedung kantor real estate rose dan kedua pria itu tidak mengizinkanku masuk ke dalam lagi
"Pergilah nona, sebelum aku menghubungi polisi karena mengganggu kenyamanan publik" ucap salah satu pria yang merupakan pegawai keamanan kantor ini dengan tegas
Aku tersenyum masam saat pria bertubuh tegap itu bicara tegas padaku
Aku tidak menyadari sebuah mobil baru saja tiba, tak lama setelah hajung kembali dari kantornya
"Kim hye jin?" Panggil suara seorang wanita yang memanggil namaku
Aku menengok ke arah suara wanita itu dan melihat sung deok mi sedang melihatku dengan ekspresi kebingungan
"Apa yang sedang kau lakukan di depan sini?" Tanyanya yang terdengar basa-basi di telingaku
Entah mengapa seketika moodku semakin memburuk saat bertemu dengan wanita penyihir ini
Terlihat pria yang baru saja bicara tegas padaku sedang menjelaskan ke deok mi
"Apa kau sedang bertengkar dengan hajung?" Tanya deok mi padaku setelah selesai mendengar penjelasan dari keamanan
"Bukan urusanmu" ucapku malas dan membalikkan tubuhku berniat untuk meninggalkan kantor real estate rose
Aku sempat berpikir apakah sekarang deok mi sudah mulai pergi bekerja ke kantor seperti orang pada umumnya setelah mengirim ayahnya yang jahat ke penjara?
Namun aku tidak terlalu menggubrisnya dan berusaha untuk tidak penasaran
"Kim hye jin tunggu sebentar" panggil deok mi sesaat aku berjalan beberapa langkah untuk meninggalkan kantor hajung
Aku membalikkan tubuhku dan melihat deok mi mempercepat langkah kakinya agar ia bisa berbicara denganku dalam jarak dekat
Aku memberi kesempatan pada deok mi agar ia bisa bicara padaku untuk mendengar kelanjutan dari kalimatnya yang menyuruhku berhenti berjalan
"Kim hye jin..." ucap nenek sihir ini seolah tampak ragu
"Apa kau tidak ingin mengurus ibuku lagi seperti tempo hari di rumah seo jin?" Tanyanya yang berhasil membuatku mengernyitkan dahi
"Naega wae?*(kenapa aku?)" Tanyaku balik
"Itu adalah ibumu, bukan ibuku" lanjutku
"Kenapa harus aku yang mengurus ibumu? Apakah kau kekurangan orang untuk mengurus ibumu?" Tanyaku lagi
"Tidak hye jin, aku tidak kekurangan orang untuk mengurus ibuku.."
"Hanya saja..." ucap deok mi terputus
Aku mengernyitkan dahi menunggu deok mi melanjutkan ucapannya
"Hanya saja ibuku masih mencari putrinya sung deok mi yang ada di dalam dirimu" ucap deok mi
"Aku tidak ingin mengakui ini tapi..."
"Sebelum ibuku di diagnosa menjadi demensia, satu-satunya hal yang masih ia ingat dan percaya hingga sekarang adalah.."
"Putrinya yang telah berubah menjadi orang yang lebih hangat dan lebih membuat dirinya nyaman untuk berada di sampingmu"
"Jika kau tidak keberatan..."
"Aku ingin meminta tolong padamu untuk..."
"Tidak!" Ucapku tegas memotong ucapan deok mi
"Kau tahu, kau adalah orang yang tidak tahu malu yang pernah aku temui di dunia ini"
"Apa kau lupa perbuatan yang telah kau lakukan padaku?" Tanyaku pada deok mi
"Aku.."
"Tidak akan tertipu olehmu lagi, sung deok mi"
"Aku tidak ingin berurusan denganmu lagi"
"Dan lagi pula aku ke sini tidak ingin bertemu denganmu, kau adalah satu-satunya orang yang ingin ku hindari" ucapku pada deok mi dan langsung pergi meninggalkannya
Aku tidak peduli saat ia memanggilku beberapa kali
__ADS_1
****