
Kim Hye Jin Pov
Setelah aku puas memenuhi keinginan lidahku yang manja ini di toko kelontong korea bersama hajung, kini saatnya aku harus kembali ke rumah seo jin. Tidak lupa membawa pulang ttopoki, untuk aku makan sebagai cemilan di rumah nanti
Hajung sempat mengejeku dan mengatakan bahwa di dalam ususku terdapat cacing pita karena aku tidak bertambah gemuk saat memakan makanan dalam porsi banyak
Tentu saja aku mengabaikan kicauan hajung yang selalu mengejekku
Aku harus kembali ke rumah sebelum seo jin pulang dari kantor, karena aku tidak ingin ia menungguku
Saat aku berada di mobil hajung, seo jin menelponku dan aku memberi isyarat pada hajung untuk mematikan musik yang sedang hajung putar didalam mobil
Syukurlah..
Hajung mengerti dan ia tidak menyebalkan seperti tadi siang
Aku mengangkat panggilan telepon dari seo jin
"Hye jin-aa odiga?* (dimana?)" Tanya seo jin
"Aku sedang dalam perjalanan pulang seo jin-ssi, waeyo* (kenapa)?" Tanyaku
"Baiklah...aku juga akan pulang ke rumah dengan supir oh, sebaiknya kita sampai rumah bersama-sama agar bibi min tidak curiga dan mencari alasan lagi kenapa kau pulang menggunakan taksi" ucap seo jin
"Araseo* (aku mengerti) seo jin-ssi, aku akan menunggumu di halte bus biasa yang terdekat dengan perumahanmu" ucapku
"Baiklah..sampai nanti hye jin-aa" ucap seo jin dan menutup teleponku
Hajung melirikku ketika aku menutup panggilan telepon dari seo jin
"Wae?* (kenapa?) apa kau ketahuan selingkuh nona kim?" Tanya hajung meledekku
"Yya* (hei) berhentilah mengatakan seperti itu hajung-ssi, aku merasa seperti wanita jahat" ucapku
"Pfft...kau mengatakan itu seolah-olah seo jin benar-benar suamimu, apa kau menikmati peran sebagai istri seo jin?" Tanya hajung
Aku hanya terdiam ketika hajung menanyakan hal itu padaku
Sial
Hajung memancingku
"Jika kau menikmatinya, kenapa kau tidak menjadi istri sungguhannya saja dari pada berpura-pura menjadi orang lain" ucap hajung
"Kau bisa mengusulkan pada seo jin untuk mengajukan surat cerai ke deok mi lalu menikah denganmu"
"Seo jin juga seorang konglomerat, keinginanmu untuk menjadi orang kaya bisa terwujud" ucap hajung
"Kenapa kau sangat menginginkan hubungan rumah tangga sepupumu retak, hajung?" Tanyaku
"Memang pada dasarnya hubungan pernikahan antara seo jin dan deok mi hanyalah bisnis semata" jawab hajung
"Tetapi aku tidak berniat untuk menjadi selingkuhan seo jin" ucapku
"Yah...setidaknya menjadi wanita perebut suami orang lain lebih baik dibandingkan menjadi seorang pembunuh demi mendapatkan identitas orang lain" ucap hajung
Haah....
Kenapa ia selalu berpikiran bahwa aku memiliki niat untuk membunuh sepupunya dan mengambil identitas deok mi dan hidup menjadi seorang konglomerat sampai akhir hayatku?
Dan terlebih lagi, apakah hajung memiliki dua kepribadian?
Terkadang ia tampak baik tapi terkadang ia sangat menyebalkan dan lidahnya sangat tidak bisa dikontrol
"Apakah menurutmu menjadi wanita perebut suami orang lebih mulia dimatamu dibandingkan dengan seorang pembunuh?" Tanyaku
Hajung menganggukkan kepalanya ketika aku menanyakan pertanyaan seperti itu
"Menurutku dua-duanya merupakan tindak kejahatan, meskipun tidak membunuh raga, tapi wanita perebut suami orang telah membunuh perasaan bahkan jiwa wanita lain"
"Tidak ada di dunia ini wanita waras yang ingin merebut suami orang lain. Hanya wanita gila saja yang tidak memiliki perasaan iba sebagai sesama wanita yang berani merebut suami orang" ucapku
"Aku tidak tertarik menjadi selingkuhan seo jin, setelah aku selesai berpura-pura menjadi sepupumu, aku dan seo jin sepakat untuk tidak saling mengenal lagi"
"Sampai kapan kau akan berpura-pura menjadi sepupuku?" Tanya hajung
"Aku tidak akan memberitahumu"
"untungnya apa untukku, jika aku memberitahu padamu?" Ucapku meledek hajung
"Cihhh...." gumam hajung
"aku hanya ingin kehidupan tenteramku yang dulu bisa kembali" lanjutku
"kau bisa hidup tenteram sekarang nona kim jika kau berpihak padaku sekarang" ucap hajung
"Berhentilah di halte bus depan sana dan hentikan omong kosongmu itu, aku tidak ingin berdebat tentang masalah yang sudah kita diskusikan, hajung " ucapku ketus
"Baiklah...nona kim, maafkan atas pertanyaanku yang menyinggung perasaanmu" ucap hajung sambil cengengesan seperti ia tidak bersungguh-sungguh untuk meminta maaf
Setelah mobil hajung berhenti, aku segera keluar dari mobil tanpa sepatah kata apapun dan duduk di halte bus menunggu seo jin
Aku membuang wajahku dan enggan untuk melihat hajung
Hajung membunyikan klakson dan membuatku menoleh
Hajung membuka kaca mobil dan memunculkan kepalanya dari dalam mobil
"Apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih padaku?" Tanya hajung
"Enyahlah sebelum seo jin melihatmu" ucapku ketus
Aku melirik hajung dan anehnya ia justru tersenyum senang ketika aku mengatakan kalimat ketus padanya
'Dasar orang aneh!!' Gumamku
"Baiklah...temui aku 2 hari lagi dan kita akan pergi kencan lagi nona kim" ucapnya dan pergi meninggalkanku
Ketika mobil hajung pergi menjauh, aku memandang mobil hajung hingga mobilnya berbelok dan lenyap dari pandanganku
Kini hanya aku sendiri di halte bus yang sedang duduk menunggu seo jin
Hari sudah mulai senja dan tak lama seorang pria asing datang dan ikut duduk di sampingku
Aku menjauh darinya dan terlihat ia sedang mencuri-curi kesempatan untuk mendekat ke arahku
Aku yang merasa tidak nyaman segera berdiri dan menunggu seo jin datang
Namun tak lama, laki-laki asing itu ikut berdiri dan menghampiriku. Hingga akhirnya seo jin tiba-tiba datang dari sebelah kiriku dan merangkul bahuku dengan lengannya
"Mianhae* (maaf) membuatmu menunggu" ucap seo jin tiba-tiba sambil mengusap rambutku
Aku terkejut dengan perlakuan seo jin yang mengusap rambutku dan menuntunku menuju mobil
Setelah aku dan seo jin berada didalam mobil, seo jin terlihat menghebuskan nafasnya
"Haaah....ku kira laki-laki asing itu akan berbuat jahat padamu" ucap seo jin dan aku seketika melihat pria asing yang sedang bersamaku di halte bus tadi telah pergi menaiki bus yang telah datang
"Hye jin-aa hindari tempat sepi dan sebaiknya kau selalu berada di tempat yang ramai, kau tahu kan tentang berita akhir-akhir ini yang terjadi di kota chicago?" Tanya seo jin
Aku mengangguk pada seo jin
"Karena kita sudah berjanji untuk bertemu disini, jadi aku tidak akan pergi kemanapun sampai menunggumu datang" ucapku pada seo jin
"Sepertinya kau harus belajar teknik dasar untuk membela diri hye jin" ucap seo jin
"Mwo?* (apa)?" Ucapku terkejut
"Ania* (tidak) aku hanya perlu semprotan merica untuk melindungi diriku" ucapku pada seo jin
"Kau harus..." ucap seo jin memaksa
"Mengingat kau adalah seorang wanita nekat yang tidak takut apapun, aku justru khawatir padamu"
"Apa kau tidak ingat saat kau nekat memanjat pohon untuk masuk ke kamar deok mi melalui jendela?"
"Dan juga dirimu yang nekat kabur turun dari lantai 2 melalui jendela kamar mandiku hanya dengan bermodal tirai saat mencoba menyelamatkan seseorang tanpa peduli keselamatan dirimu" ucap seo jin mengungkit kejadianku dimasa lampau
Supir oh melirikku melalui cermin kecil yang berada didepan mobil
Aku hanya terdiam saat seo jin sedang mengungkit aksi nekatku yang pernah terjadi
"Apa itu?" Tanya seo jin setelah ia memijat keningnya dengan tangan kanannya
"Ttopoki" ucapku datar
"Apa kau berencana akan memakan itu di rumah?" Tanya seo jin lagi
"Nne* (ya) aku akan memakannya setelah bibi min dan para pelayan selesai bekerja" ucapku
"Apa kau ingin ikut makan bersamaku supir ohh?" Tanyaku
"Ini dari restoran ahjumma yang berada diujung jalan wentworth ave, aku yakin kau pasti akan menyukainya" ucapku menawari supir ohh
"Kenapa hanya supir ohh saja yang kau tawari?" Tanya seo jin
"Ku pikir kau akan menolak sama seperti sun...."
Upsss...
Aku hampir keceplosan menyebut nama sung hajung
"Su...sunbae * (senior) ku yang berada di kampusku hehehe" ucapku
"Apakah sunbaemu sangat tidak menyukai ttopoki?" Tanya hajung
"Tentu saja...mungkin karena ia tidak menyukai sensasi pedas makanya ia mengatakan ttopoki tidak enak" ucapku dan berusaha tidak membuat tingkahku mencurigakan didepan seo jin
"Bagaimana supir oh, kau mau makan bersamaku?" Tanyaku pada supir oh
"Tentu saja nona kim aku ma.."
__ADS_1
"Supir oh harus pulang cepat hari ini karena ada janji dengan detektif choi..." ucap seo jin memotong pembicaraan supir ohh
"Bukankah begitu supir oh?" Tanya seo jin pada supir oh
"N-nne...tuan" *(iya) ucap supir ohh
"Ahh...sayang sekali, berarti aku harus menghabiskan ttopoki ini sendirian" ucapku
"Kau mengatakan itu seolah kau tinggal sendirian di rumah. Kenapa kau tidak menawariku untuk makan ttopoki bersamamu?" Tanya seo jin
"Ku pikir kau tidak akan mau memakan makanan murahan seperti ini" ucapku
"Kau hanya memakan makanan yang berasal dari kokimu saja" ucapku
"Hhahaha....." tawa seo jin
"Yya...*(hei) kim hye jin, aku bukan tipe orang yang akan memilih makanan"
"Apa kau lupa jika aku pernah makan di rumahmu?"
"Pertama kalinya aku bisa makan di tempat kecil seperti itu dan ku pikir aku akan kehilangan selera makan, namun keadaan berbalik ketika ibumu membawakan sup hangat dan memasakannya untukku" ucap seo jin
"Dan kau tahu, sekarang aku justru merindukan masakan ibumu, hye jin" ucap seo jin
"Arraseo* (aku mengerti) ibuku memang tidak memiliki lisensi sebagai koki ternama, tapi hasil masakannya tidak jauh beda enaknya dengan buatan kokimu" ucapku
"Baiklah...kita akan makan ttppoki ini bersama" ucapku pada seo jin
Seo jin tersenyum senang saat aku mengatakan kalimat itu padanya
****
Malam harinya setelah para pegawai di rumah seo jin pulang, aku segera memanaskan kembali ttopokiku dan tentu saja makan lagi bersama dengan seo jin di ruang makan
Berbeda dengan hajung, seo jin tidak mengejekku ketika aku memakan ttopoki setelah aku menghabiskan hidangan makan malam yang disajikan oleh bibi min tadi
"Sepertinya kau sudah merasa baikan hye jin, syukurlah nafsu makanmu kembali dengan sangat baik " ucap seo jin
"Aku sempat khawatir padamu, karena dari semalam kau tidak menyentuh makanan apapun selain bubur yang aku masak untukmu dan melewatkan sarapanmu tadi pagi"
"Ku pikir pergi bersama emma bisa membuatmu menjadi lebih baik"
"Apakah kalian hari ini pergi bersenang-senang?" Tanya seo jin
"T-tentu saja kami bersenang-senang, aku hanya menghabiskan waktu bersama emma di kedai milik paman patrick" ucapku terpaksa berbohong pada seo jin
"Aku senang jika kau bahagia hye jin, aku terlalu banyak mengurungmu di rumah hingga tidak menyadari kau bisa saja mengalami tekanan batin karena telah melalui hal yang tidak terduga di lingkungan keluargaku"
"Dan kau harus meminta maaf kepada kedua orang tuaku meskipun kau tidak pernah berbuat salah pada mereka"
"Hanya karena kau berpura-pura menjadi deok mi, kau harus menyelesaikan masalah yang dibuat oleh deok mi asli yang sedang terbaring di rumah sakit saat ini" ucap seo jin
"Ini semua salahku yang tidak mampu menjaga deok mi dengan baik hingga ia liar seperti ini dan kau yang menanggung akibatnya dan merugikan dirimu" ucap seo jin
"Seo jin-ssi berhentilah menyalahi dirimu dan merasa bersalah kepadaku"
"Aku tahu pertemuan dirimu dan juga diriku diawali dengan pertemuan yang tidak baik di hotel parkhyat hingga aku kini bersamamu saat ini karena situasi yang memaksakan"
"Aku sendiri yang membuat keputusan untuk membantumu saat kau memohon padaku untuk berpura-pura menjadi istrimu saat kau menemukan diriku di rumah orang tuaku" ucapku
"Awalnya aku tidak mengerti kenapa kelakuan orang kaya sangat aneh dimataku"
"Tetapi seiring berjalannya waktu, aku sedikit memahaminya"
"Karena kalian terlalu sibuk dengan urusan kalian masing-masing entah itu pekerjaan ataupun kesenangan lainnya dan hanya mengandalkan uang untuk menyelesaikan masalah apapun"
"Hingga hati kalian tertutup dan lidah kalian lupa dengan kata maaf dan terima kasih"
"Kalian melupakan dua kata sakti itu dan sangat gengsi untuk menyebutnya"
"Seo jin-ssi, aku tidak masalah untuk mengucapkan kata maaf kepada orang tuamu, memang nyatanya aku bersalah pada mereka karena telah membohonginya dan berpura-pura menjadi menantu mereka"
"Dan aku juga minta maaf pada ibu deok mi yang telah membohonginya untuk berpura-pura menjadi putrinya dan mendapatkan kasih sayang penuh dari dirinya"
"Suatu hari aku berharap bisa meminta maaf pada mereka, tapi...jika aku sampai melakukannya, itu berarti aku gagal dalam peranku sebagai istrimu, sung deok mi dan tentunya mereka akan menilaimu dengan buruk seo jin, dan mereka akan kecewa padamu" ucapku
"Dan aku yakin kau tidak menginginkan hal itu terjadi, karena dimata keluargamu, kau adalah keturunan sempurna untuk mewarisi perusahaan"
"Begitu juga dengan dirimu, kau ingin terlihat sempurna didepan kedua orang tuamu dan tidak ingin terlihat cacat sedikitpun dihadapan mereka" ucapku
"Seo jin-ssi aku ingin mengatakan padamu"
"Berhentilah untuk menaruh semua beban dipundakmu dan tidak bisa menjadi dirimu sendiri hanya karena kau merasa semua yang terjadi pada dirimu dan orang-orang disekitarmu adalah tanggung jawabmu"
"Merupakan hal yang wajar jika kau membuat satu kesalahan dimata keluargamu, setidaknya mereka tahu bahwa kau juga seorang manusia"
"Ku harap kau bisa menjadi dirimu sendiri seo jin-ssi" ucapku tersenyum pada seo jin dan memegang punggung tangannya
Seo jin terdiam lama saat aku mengatakan semua yang ingin ku sampaikan dan ia hanya menatapku
"Gwaenchana* (tak apa) hye jin-aa, kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku"
Aku menaikkan satu sudut bibirku ketika seo jin menggeser tanganku
Seolah apa yang aku katakan salah dan ia merasa dirinya memang sempurna
"Justru kau lah yang harus mengkhawatirkan dirimu sendiri hye jin" ucap seo jin
"Aku tidak bisa berada disisimu selama 24 jam penuh dan aku terus mengkhawatirkan dirimu mengingat keadaan di kota chicago saat ini sedang kacau" ucap seo jin
"Sesuai ucapanku tadi sore, malam ini kau akan ku ajari beberapa teknik bela diri dasar untuk melumpuhkan seseorang yang akan menyerangmu"
"Dan kau bisa berjaga-jaga jika ada orang asing yang terlihat mencurigakan seperti yang ada di halte bus tadi" ucap seo jin
"Baiklah...habiskan ttopoki ini dan ayo kita latihan" ucap seo jin yang membuatku kehilangan selera makan
Ketika seo jin mengajari seseorang, ia tidak akan main-main dan sangat tega membuat anak muridnya kelelahan
Ia hanya memiliki satu misi, yaitu mengajari anak muridnya sampai bisa dan terlihat sempurna di matanya
Ibarat seorang dosen, mungkin seo jin adalah tipe dosen yang sangat menyebalkan dan paling dihindari dari anak-anak muridnya
Seolah semua energi yang kudapat dari makanan lenyap dan hilang seketika, ketika seo jin mengajariku teknik bela diri pada malam ini
Arrrghhh!!!....
Park seo jin kau benar-benar f**k!!!!
****
Tidak terasa dua hari berlalu dengan cepat dan hari ini aku berencana akan pergi bersama hajung ke kota buffalo
Kemarin selama seharian, aku melihat aplikasi untuk menemukan keberadaan pasangan yang hajung unduh di handphoneku
Aku melihat lokasi hajung yang hanya pergi ke kantor dan pulang larut malam ke apartementnya
Apa yang dikatakan hajung saat aku bertemu dengan dia di apartementnya, sesuai dengan apa yang ia lakukan kemarin
Aku mengatakan pada seo jin, bahwa hari ini akan pergi menginap bersama emma dan akan melakukan pajamas party dengan sahabatku
Seo jin mengizinkanku untuk menginap bersama emma dan tentu saja aku sudah menghubungi emma untuk bekerja sama denganku, hanya berjaga-jaga jika seo jin menanyakan kabarku melalui handphone emma
Ku pikir semua persiapanku beres, sebenarnya aku merasa bersalah karena membohongi seo jin dan tidak mengatakan bahwa hajung telah mengetahui penyamaranku
Aku justru akan pergi dengan seseorang yang seo jin benci bahkan pergi keluar kota dengannya
Sesuai janji, hajung menjemputku di taman dekat dorm kampus tempat emma tinggal
Ia berpakaian dengan sangat nyentrik dan memakai kaca mata hitam lalu berjalan dengan percaya dirinya menghampiriku
"Nona kim kau tahu, aku sangat menantikan hari ini hanya untuk pergi berkencan dengan dirimu lagi" ucap hajung merayuku
Aku mengabaikan ucapan hajung dan pergi masuk ke dalam mobil
"Ughh...dingin sekali sikapnya padaku" gumam hajung
Sesampainya di bandara, hajung berjalan didepanku dan mempersilahkanku ketika sampai di pintu masuk pesawat pribadinya
Selama di pesawat, hajung mengacuhkanku dan memakai earphone sambil tertidur dengan memakai kaca mata hitamnya
Tidak ada perbincangan antara diriku dan hajung
Seorang pramugari menyiapkan makanan dan melayaniku dengan sangat baik, ia berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan yang aku inginkan selama didalam peswat
Hingga akhirnya pesawat mendarat di kota buffalo dan suara pilot melalui speaker membuat hajung terbangun dan ia menguap dengan sangat lebar
"Hooaahhhmmmm"
Setelah menguap, hajung menatapku dengan menurunkan kaca mata hitamnya dan tersenyum kepadaku
Aku tidak membalas senyuman hajung dan hanya menatapnya dengan ekspresi datar
Setelah turun dari pesawat dan keluar dari bandara, seorang laki-laki menghampiri hajung dan memberikan kunci mobil kepada dirinya
"Apakah semua permintaanku sudah kau siapkan?" Tanya hajung
"Sudah tuan, semua yang anda butuhkan sudah ada didalam mobil" ucap seorang pria pada hajung
"Baiklah..bawa barang-barangku dan barang-barang wanita ini ke hotel, aku akan langsung pergi bersama dia" ucap hajung dan menunjukku untuk masuk ke dalam mobil
Tanpa banyak komentar, aku segera menuruti hajung dan masuk ke dalam mobilnya
Seperti biasa, hajung menyalakan musik selama diperjalanan yang akan ia tuju
Sampai saat ini, aku masih belum tahu kemana hajung akan membawaku pergi
Hingga aku berhenti di ujung jalan, dan hajung memarkirkan mobilnya
Hajung menatapku dan memberiku isyarat untuk menengok ke bangku belakang mobil dengan menaikkan alisnya dan matanya
"Itu apa?" Tanyaku
__ADS_1
"Itu kostum penyamaran kita hari ini nona kim, ganti bajumu dengan itu didalam mobil" ucap hajung
"What?!!!" Ucapku terkejut ketika hajung mengatakan itu padaku
*****
Aku mengetuk pintu mobil dari dalam setelah aku berganti pakaian
Setelah beberapa menit sebelumnya hajung melepas bajunya dihadapanku dengan sangat cuek didalam mobil
Tentu saja aku memalingkan wajahku bahkan aku menutup wajahku dengan kedua tanganku ketika hajung membuka bajunya dan mengganti kemejanya dengan kaos oblong sederhana
Hajung bahkan mengganti sepatunya dengan sepatu lusuh
setelah mengganti bajunya ia pergi keluar dan memintaku untuk mengunci pintu mobil agar aku bisa leluasa mengganti pakaianku
ia mengatakan padaku dan berani menjaminnya ia tidak akan mengintipku kedalam mobil ketika aku sedang berganti pakaian
Aku tidak mengerti kenapa ia harus mengganti pakaiannya
Setelah aku selesai mengganti pakaian dengan kemeja polos dan rok bunga-bunga, aku mengetuk pintu mobil pertanda aku telah selesai memgganti baju
Hajung menengok dan masuk lagi kedalam mobilnya
"Bolehkah aku tahu apa yang sebenarnya kau lakukan saat ini?" Tanyaku
"Baiklah gadisku, hari ini kau akan ku ajak berperan layaknya seorang mata-mata CIA" ucap hajung bercanda
"Aku serius hajung" ucapku
"Just chill babe" ucap hajung
"Hari ini aku akan membawamu ke para korban yang terkena permainan kotor dari dong il"
"Buka matamu lebar-lebar dan perhatikan baik-baik bahwa tindakan dong il sangat keterlaluan pada orang yang berada dibawahnya" ucap hajung
"Bisakah aku menjelaskanmu sambil kita berjalan menuju tempat yang aku maksud untuk menghemat waktu?" Tanya hajung
Aku segera keluar dari dalam mobil dan hajung melanjutkan ceritanya padaku
"Karena mereka kehilangan tempat tinggal, mereka terpaksa harus tinggal di tempat yang tidak layak seperti ini" ucap hajung
"Karena dong il tidak membayar uang penggusuran rumah dengan layak dan memaksa mereka menanda tangani dokumen yang bahkan mereka belum sempat membacanya karena sudah diancam paksa oleh anak buah dong il mereka berakhir disini"
"Dan kau tahu, mereka sangat hapal dengan wajah para petinggi real estate rose, termasuk wajahmu dan juga diriku"
"Jika disalah satu antara mereka ada yang menyadari wajahmu sebagai deok mi, mereka akan mengejarmu dan menyekapmu dan meminta uang tebusan pada dong il agar dong il memberikan semua uang ganti rugi kepada mereka"
"kenapa mereka harus menderita seperti ini? Mereka bisa saja mengatakan bahwa mereka telah ditipu oleh dong il ke wali kota" ucapku
"Ssst...tidak semudah itu gadisku, mereka sudah menanda tangani dokumen perjanjian di atas kertas"
"Dan sayangnya beberapa dari mereka terlalu ceroboh untuk menanda tangani dokumen perjanjian itu tanpa mereka baca terlebih dahulu karena mereka pada dasarnya hanyalah bekerja sebagai petani dan tidak semua bisa membaca dengan baik, beberapa dari mereka buta huruf" ucap hajung
"Are you seriously? Aku bahkan tidak tahu jika terdapat sekelompok orang yang buta huruf di USA" ucapku
"Sayangnya tidak semua seberuntung dirimu nona kim yang bisa membaca dan menulis huruf dengan baik" sindir hajung
"Yahh...tidak bisa 100% salahkan mereka, karena anak buah dong il mendekati kepala desa mereka terlebih dahulu dan menyogoknya dengan memberikan beberapa uang tunai untuk merayu para penduduknya agar menjualkan tanahnya kepada real estate rose"
"Bagi penduduk yang enggan menjual tanahnya, tentu saja cara kekerasan akan dilakukan oleh anak buah dong il hingga mereka mau menjual tanahnya kepada real estate rose" ucap hajung
"Dan disini, mereka membuat sebuah tempat tinggal baru dan hidup seperti gembel karena mereka harus kehilangan rumah dan tanah mereka dengan cara terpaksa"
"Ahh...aku lupa, sebaiknya kita harus berjalan 300 meter dari sini untuk melihat penjual kaki lima yang mendapat gusuran karena pasar tempat mereka berjualan dibangun sebuah mall besar"
"Dan tentunya, mereka tidak sanggup membayar harga sewa dengan harga yang sangat tinggi jika ingin menyewa toko didalam mall" ucap hajung
"Beberapa ada yang memilih untuk meninggalkan kota buffalo, tapi di lain sisi ada beberapa orang yang tetap berdemo didepan pembangunan mall dan tentunya membahayakan paru-paru mereka karena debu yang dihasilkan dari project pembangunan"
"Kau bilang seo jin tidak terlibat dalam proses pembangunan, bagaimana mungkin ia tidak tahu jika ada sekelompok orang yang berdemo saat proses pembangunan mall berjalan"
"Apa kau ingin menanyakan hal itu kepada seo jin? Jika kau bersedia maka aku akan sangat berterima kasih padamu dan tentu saja kau harus memberitahuku apa alasan seo jin membiarkan mereka berdemo didepan project pembangunan mall, meskipun aku sudah tahu kemungkinan jawaban yang akan seo jin ucapkan padamu hahaha..." ucap hajung sambil tertawa meledekku
Aku mendekati kerumunan dari orang-orang yang berdemo didepan project pembangunan mall
"Batalkan pembangunan mall!"
"Keadaan ini sangat mencekik bagi kami kaum pedagang kaki lima"
"Kembalikan tempat berjualan kami" ucap beberapa pendemo
Aku melihat ada dua orang yang sedang tidur lemas karena melakukan mogok makan dan kedua bibirnya dijahit sebagai bukti mereka memang melakukan mogok makan
aku merasakan nyeri di dadaku ketika melihat pemandangan yang menyedihkan ini terjadi disekelilingku
"Hajung-ssi....kenapa pemandangan neraka ini tetap berlanjut dan tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan semua ini?" Tanyaku keras sambil menarik baju hajung
"Bukankah kau adalah salah satu orang yang paling berpengaruh dalam perusahaanmu?"
"Kenapa kau masih bisa tidur dan makan dengan nyenyak setelah melihat pemandangan ini?!!" Teriakku sambil menarik kaos hajung dan tentunya menarik perhatian orang-orang sekitar
"Apa yang ia bilang hajung?"
"Maksudmu sung hajung? Petinggi dari perusahaan keparat ini?" Ucap beberapa orang dari kerumunan yang berdemo
"Apa yang kau lakukan bodoh? Lepaskan!" Bisik hajung
Aku tanpa sadar membuat perhatian orang-orang tertuju pada kami dan membuat penyamaran kami terbongkar karena kebodohan diriku
"Bukankah wanita itu sung deok mi?"
"Hei lihat!! Wanita ini terlihat seperti deok mi, putri dari pemilik perusahaan sial ini!" Ucap seorang laki-laki yang berada disampingku memanggil teman-temannya
"Ck..sial!" Ucap hajung lalu menarik pergelangan tanganku dan berlari menjauhi kerumunan orang itu
"Heeii!!!...hentikan orang itu! Tangkap mereka"
"Mereka penyusup dari petinggi perusahaan keparat ini...kejarr!!!" Teriak salah satu laki-laki ditengah kerumunan pendemo
Aku dan hajung berlari meninggalkan tempat ini dan menghindar dari kejaran orang-orang para pendemo
Yang aku tahu, ini bukan saatnya berbicara dengan mereka secara baik-baik
Mereka sedang diselimuti oleh emosi dan entah apa yang akan mereka lakukan padaku dan juga hajung jika sampai tertangkap oleh mereka
"Haaah...haah" ucapku yang mencoba mengontrol nafasku
"Lari lebih kencang hye jin!!! Kau tidak ingin mati ditangan mereka kan?!" Teriak hajung dan tetap menarik tanganku
Aku dan hajung berlari kencang sekuat tenaga dan menaiki dataran yang lebih tinggi karena kami sedang berada disekitar project pembangunan dan tentunya tidak semua jalanan yang kami lalui rata dan aku harus menaiki beberapa puing reruntuhan bangunan pasar
Hingga akhirnya aku dan hajung berhenti disebuah tempat reruntuhan yang agak tinggi dari dataran dan aku takut untuk melompatnya
dengan nekatnya, hajung melompat dari puing reruntuhan yang cukup tinggi dari dataran dan ia mampu mendarat dengan baik
Hajung menyuruhku untuk turun seperti dirinya karena setelah beberapa meter dari sini, aku sudah melihat jalanan ramai yang dipadati oleh kendaraan mobil
"Cepat turunlah hye jin!" Ucap hajung
"Apa kau gila menyuruhku melompat dari sini?" Tanyaku
"Tidak ada hal yang lebih gila lagi hye jin dari pada kau harus tertangkap oleh mereka" ucap hajung dari bawah
"Aku bisa patah tulang jika aku melompat dari sini" ucapku
"Tidak akan hye jin!!! Aku akan menangkapmu" ucap hajung mencoba meyakinkanku
"Aku tidak percaya padamu" ucapku
"Ohh.. damn it!!!" Teriak hajung
"Jika kau tidak melompat dari sana, aku akan pergi meninggalkanmu, aku akan menghitungnya jika kau tetap berdiam dan berdiri disana"
"Kau memang jahat hajung" ucapku
"Satu.. dua...tiga lompat!!!" Teriak hajung sambil melakukan kuda-kuda di kedua kakinya
"Jadi kau akan menangkapku atau meninggalkanku sung hajung!!" Teriakku
"Aku akan menangkapmu bodoh, cepat kemari tidak ada waktu lagi!!!" teriak hajung
"Mereka disana!!!" Teriak seorang laki-laki memanggil orang-orang untuk mengejarku
aku panik ketika bertatap mata dengan salah satu pendemo itu dari kejauhan
Tanpa aba-aba dari hajung aku melompat ke arahnya dan membuat hajung tumbang
Hajung tidak siap menangkapku dengan kedua tangannya, melainkan aku mendarat di atas tubuh hajung dan membuat ia terbaring di tanah dan meringis kesakitan
"Aawww.....ku kira kau enteng hye jin, ternyata kau sangat bera...t" ucap hajung yang menahan sakit
Aku segera bangun dari tubuh hajung ketika mendengar suara kerumunan orang dari atas dan membantu hajung berdiri
Aku membopong lengan hajung ke atas pundakku bermaksud membantunya berlari untuk menjauhi amukan para pendemo dan pergi ke arah jalan ramai yang dipenuhi oleh mobil
_________________________
hai hai eeaa...
bertemu lagi dengan hyungjoba 🤗😎
gimana episode 62 kali ini? makin penasaran gak ama kelanjutan ceritanya? hyung aja yang buat ceritanya makin gemas, udah ga sabar mau lanjutin ketikan cerita hyung muehehehehe.....
kira-kira mereka bisa ga ya menghindar dari amukan pada demonstran?
penasaran? tunggu ya diepisod selanjutnya
tidak pernah bosan untuk meminta kalian untuk mendukung hyung agar hyung makin semangat buat cerita ini dengan cara klik tanda love dan komentar dari kalian
sehat-sehat selalu ya everything 😍😍😍 🌹🌹🌹🌹
__ADS_1