Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 56


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


Aku memutuskan untuk bermalam di dorm bersama emma


Tentu saja hal ini membuat emma terkejut, karena aku kembali ke dorm berbalut pakaian mahal milik sung deok mi


Aku membiarkan emma melongo karena terkejut dan mengikutiku sampai aku duduk di atas tempat tidur


"Apa kau benar-benar kim hye jin yang ku kenal?" Tanyanya


Aku mengacuhkan emma dan berbaring di atas tempat tidur dan membelakanginya


Hari ini aku merasa sangat lelah setelah mencoba kabur dari rumah seo jin dan berlari ke kantor polisi  lalu mencari hajung dan membuat alibi palsu pada polisi


Tentu saja rasa takut akan ketahuan bahwa aku berbohong pada polisi akan terbongkar


Terlebih aku adalah seorang imigran disini, bisa saja petugas polisi itu akan melaporkanku ke kedutaan besar korea disini


Arrghhh....


Molla* (auk ah) aku pusing memikirkannya


"Apa kau bertengkar dengan tuan park?" tanya emma yang ternyata masih berada dibelakangku


Aku hanya terdiam tidak membalas ucapan emma, aku hanya ingin memejamkan mataku sebentar dan melupakan semua masalah hari ini


Sepertinya emma pergi meninggalkanku dan selang beberapa menit kemudian, emma memukul pahaku dan memerintahkanku untuk bangun dari tempat tidur


"Bangunlah hye jin!" Teriak emma


Aku membuang nafasku dan menuruti kemauan emma


Aku berbalik ke arah emma dan melihat emma sedang duduk disampingku membawa handuk berbalut dengan es dan berencana untuk mengompres pipiku yang sedikit memar


"Gunakan ini untuk mengompres pipimu, sebelum pipimu membengkak besok" ucap emma


"Aku tidak akan memaksamu cerita malam ini tapi...ijinkan aku untuk bertanya satu hal" ucap emma


"Apa itu?" Tanyaku pada emma


"Apakah tuan park memukulmu?" Tanya emma


Aku menghembuskan nafas dan memukul lengan emma


"Park seo jin tidak pernah memukulku, dia bukan laki-laki kasar" ucapku membela seo jin meskipun aku kesal dengannya


"Sudah ku duga, tuan park tidak mungkin melakukan ini padamu"


"Jika kau sudah tahu kenapa menanyakan hal itu padaku?" Tanyaku


"Hanya memastikan saja..." ucap emma santai


"Lalu... siapa yang berani membuat wajah cantikmu menjadi jelek seperti ini hye jin?" Tanya emma untuk mengetahui lebih lanjut dan membuatku manyun karena mengatakan aku jelek


"Aku tahu kau memancingku untuk  bercerita kan?" Ucapku menebak


"Upps...aku ketahuan" ucap emma sambil menjulurkan lidahnya tanda sedang mengejek kepadaku


Akhirnya aku bercerita semua kejadian tentang hari ini kepada emma


Karena hanya emma saja yang ku punya selama aku tinggal di chicago, emma sudah ku anggap sebagai keluargaku sendiri disini, begitu pula dengan dirinya


"...bodoh! Kenapa kau pergi begitu saja tanpa mendengar alasannya" ucap emma setelah aku bercerita tentang kejadian hari ini


"Kenapa aku harus mendengar alasan seo jin? Kau pikir pilihan dia mengurungku di kamar adalah pilihan yang tepat?" Ucapku


"Dan setelah itu, ia tidak bisa kuhubungi berulang kali, sedangkan seseorang hampir mati di gudang kosong tersebut" ucapku lagi


"Nona kim, kuberitahu satu hal padamu, jika kau menemukan seseorang melakukan kesalahan, setidaknya berikan kesempatan pada dirinya untuk menjelaskan alasannya"


"Bahkan seorang narapidana dipenjapun diberikan hak untuk membela dirinya dipengadilan" ucap emma


"Sebenarnya kau itu temanku atau temannya seo jin sih" ucapku pada emma


"Justru karena aku temanmu, aku bicara seperti ini" ucap emma sambil sengaja menekan handuk berisi batu es ke pipiku yang sedang memar


"Aarrgghh....sakit bodoh!" Teriakku


"Kim hye jin aku harus bersikap netral dalam masalahmu yang melibatkan tuan park" ucap emma tanpa merasa bersalah padaku


"Karena aku belum bisa menilai tuan park adalah orang baik secara keseluruhan" ucap emma


"Dan selama ini yang aku tahu, dia bertanggung jawab dengan apa yang terjadi disekelilingmu"


"Kau ingat kan aku pernah masuk rumah sakit karena ada orang asing yang memukulku dan juga menculikmu"


"Mungkin secara psikis aku memiliki trauma, tapi...tuan park berusaha untuk tidak memperparah keadaan itu dengan cara memanjakanku  dan melayaniku serta memenuhi keinginanku melalui anak buahnya" ucap emma


"Dengan uang?" Tanyaku


"Uang hanyalah salah satu kekuatan tuan seo jin yang ia punya, tapi selain uang, tuan park memiliki kekuatan yang kuat pada dirinya"


Aku mengerutkan dahiku untuk berpikir


Emma menghembuskan nafasnya


"Kau tidak mampu menebaknya?" Tanya emma


Aku reflek menggelengkan kepalaku pertanda tidak tahu kekuatan seo jin yang ia punya selain uang


"Peka terhadap perasaan hati seseorang bodoh! Bagaimana kau tidak bisa menilai seseorang yang senantiasa berada disampingmu" ucap emma


"Peka katamu! Ahahahaha.....kau salah emma, bagaimana bisa seo jin peka pada seseorang?" Reflek aku tertawa geli mendengar ucapan emma


"Ckckck...justru kau sendiri yang tidak peka pada sekelilingmu, hye jin"


"Haah...aku merindukan sosok hye jin dalam keadaan mabuk, ia lebih bijak dibandingkan hye jin dengan keadaan sadar" ucap emma


"Yyaa!*(hei) apa maksud dengan ucapanmu" ucapku pada emma


"Apa tuan park pernah melihatmu dalam keadaan mabuk?" Tanya emma


"Kenapa aku harus mabuk dihadapan raja kukang itu?" Ucapku


"Berarti kau tidak hidup dalam keadaan mendesak dan tuan park mampu membuat kehidupanmu menjadi lebih baik" ucap emma


"Siapa bilang aku tidak hidup dalam keadaan tertekan? Aku hampir gila karena harus menjalani kehidupan dalam keadaan dimana harus menyembunyikan dan harus melihat orang ma..." aku segera sadar dan menghentikan ucapanku sendiri dan tidak ingin emma mengetahui lebih lanjut masalah ini


Aku tidak ingin emma mengetahui kematian laki-laki asing itu, jika aku salah langkah untuk menceritakannya justru akan membahayakan emma


"Sudahlah...bukan berarti aku harus mabuk jika aku mengalami kehidupan yang berat, lagi pula mabuk karena minuman alkohol  tidak membantu untuk menyelesaikan masalah justru menambah masalah" ucapku


"Terkecuali untuk kasusmu hye jin, kau tampak seperti orang yang sangat berbeda ketika sedang mabuk" ucap emma


"Hentikan! Jangan mengungkitnya lagi"  ucapku


Aku benci ketika aku mabuk


Tubuhku lemah dalam menoleransi alkohol


Ketika aku mabuk, aku tidak tahu apa yang terjadi seolah didalam diriku terdapat orang lain yang mengambil alih waktuku ketika aku sedang tidak sadar


Dan setelah aku sadar dari mabuk , aku selalu bertemu dengan orang asing yang tidak ku kenal tetapi mereka mengenaliku dan berbicara seolah-olah aku akrab dengannya


Semenjak itu, aku memutuskan untuk tidak meminum minuman alkohol lagi hingga membuatku mabuk


"Tapi...sepertinya tuan park sangat peduli padamu" ucap emma tiba-tiba


"Kau tahu, suatu malam ia pernah mencarimu dan rela menungguku kembali ke dorm untuk menanyakan keberadaanmu"


"Apa kau sering melakukan percobaan kabur dari rumah tuan park?" Tanya emma


"Tidak...baru hari ini aku melakukan hal gila untuk kabur dari rumahnya"


"Atau kau sering tidak memberi kabar kau akan pergi kemana sampai larut malam?" Tanya emma


"Yyya....*(hei) emma, seo jin bukanlah suami atau kekasihku, untuk apa aku memberitahu dia, diriku sedang berada dimana dan dengan siapa serta jam berapa aku akan kembali rumahnya" ucapku


"Nona kim, kau sering menanyakanku kapan aku kembali, dan pergi kemana lalu dengan siapa, apakah aku kekasihmu?" Tanya emma

__ADS_1


"Apa kau gila emma?" Tanyaku


"Itu karena kau dan aku tinggal satu kamar dan hidup bersa..."


"..Tuan park juga tinggal satu kamar dan hidup bersama denganmu" ucap emma yang memotong pembicaraanku dan membuat diriku berpikir apa yang diucapkan emma ada benarnya juga


"I....i itu adalah hal yang berbeda, kau adalah sahabatku dan sudah kuanggap sebagai keluargaku tidak bisa disamakan, lagi pula wajarkan aku khawatir padamu karena kau adalah seorang wanita dan biasanya wanita sering menjadi korban dari tindakan kejahatan" ucapku


"Nahh....bagaimana jika seandainya tuan park sudah menganggapmu sebagai bagian dari keluarganya dan tentu saja dia khawatir pada dirimu jika sampai larut malam kau tidak kunjung kembali kerumahnya" ucap emma dan membuatku berpikir kembali dengan ucapannya


"Aishh...hentikan pembicaraan ini emma, ini sudah larut, kau harus tidur, bukankah besok kau ada kelas pagi?" Tanyaku


"Wahh...dari mana kau tahu hye jin, jika aku besok ada kelas pagi?" Tanya emma


"Hanya menebak" ucapku santai dan langsung berbaring membelakangi emma


Aku mendengar emma yang sedang menggerutu karena sikapku dan pada akhirnya ia memutuskan untuk membiarkanku tertidur


****


Keesokan paginya, lagi-lagi emma membangunkanku dengan cara memukul pahaku berulang kali


"Aakhh...hentikan emma" ucapku mengeluh


"Bangun kim hye jin! Cepat bangun" ucap emma sambil mengguncang-guncang tubuhku


"Apa sihh" ucapku


"Berdiri dan lihatlah" ucap emma sambil memaksaku untuk bangun dari tempat tidur dan menuntunku ke arah jendela


"Kau lihat mobil yang terpakir itu? Apa kau mengenalinya?" Tanya emma


"Tidak tahu" jawabku asal pada emma karena enggan melihat mobil yang ditunjuk oleh emma


"Apa kau yakin tidak mengenalinya? Coba lihat sekali lagi" ucap emma memaksa


"Ahh..mmola* (ga tahu) kenapa pagi-pagi sudah ribut hanya karena sebuah mobil"


"Siapapun pemiliknya yang pasti bukan dari salah satu penghuni dorm ini" ucapku


"Justru karena bukan pemilik dari penghuni dorm ini aku membangunkanmu" ucap emma sambil memukul pundakku


"Teman sebelah kamar kita, patricia mengatakan mobil itu sudah terparkir dari semalam dan sampai saat ini tidak merubah posisinya"


"Dan terlebih pemilik mobil itu tadi malam sempat keluar dari mobil dan terlihat seperti menunggu seseorang kemudian kembali masuk lagi ke dalam mobil dan bermalam disana"


"Yang membuat heboh para penghuni dorm ini adalah orang gila macam mana yang tidur didalam mobil dalam keadaan cuaca dingin seperti ini"


"Patircia berencana akan menghubungi polisi jika sampai siang nanti mobil itu masih belum memindahkan posisinya, ia takut terjadi sesuatu pada pemilik mobil"


"Takut pemilik mobil itu pingsan karena mengalami hipotermia di cuaca seperti ini"


"Tapi...sepertinya mobil suv berwarna biru itu tidak asing bagiku" ucap emma lagi


Mobil suv berwarna biru?


Seketika aku membuka mataku lebar-lebar dan melihat mobil yang dimaksud emma


Dan benar dugaanku, mobil itu terlihat familiar untukku dan tentu saja aku hapal dengan huruf belakang yang ada diplat nomor kendaraan milik laki-laki itu


"Bukankah mobil tuan park juga berwarna biru?" Tanya emma padaku


Aku mengacuhkan pertanyaan emma dan pergi keluar dari dorm untuk memastikan bahwa itu benar seo jin


Sesampainya dimobil aku mengintip jendela mobil dari luar untuk melihat apa yang dilakukan seo jin didalam


Samar-samar aku melihat seo jin yang sedang tertidur didalam mobil sambil melipat kedua tangannya ke dada


Apa lagi yang dilakukan raja kukang ini apakah dia ingin bunuh diri dan tewas karena kedinginan?


Aku mengetuk keras beberapa kali jendela mobil seo jin dari luar untuk memastikan keadaan seo jin baik-baik saja


"Seo jin-ssi"


'Tok tok tok'


"Seo jin-ssi bangun!" Teriakku


Baru sebentar aku keluar dari dormku, Aku sudah merasa kedingininan diluar sini ditambah sepertinya semalam salju turun lumayan lama


Aku bisa melihatnya dengan tumpukan putih menyelimuti seluruh benda-benda yang ada diluar dorm ku


"Seo jin-ssi!!!!" Teriakku keras dan sepertinya membuat penghuni dorm melihat keluar jendela kamarnya


Namun, suara kerasku membuat seo jin bangun dari tidurnya dan melihat ke arahku


Haah...syukurlah ia bangun


Aku pikir seo jin pingsan karena cuaca dingin


Seo jin keluar dari dalam mobil dan terlukis senyum tipis dari wajahnya ketika melihatku


Berbeda denganku, yang ingin memarahinya karena tindakan bodoh yang ia lakukan disini


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanyaku dengan nada bicara yang sedikit tinggi


"Menunggumu dan memastikan dirimu sampai disini dengan selamat" ucap seo jin


"Mwo?! *(apa?!)" Ucapku heran dengan jawaban konyol yang keluar dari mulutnya


"Semalam kau pergi dengan menaiki bus malam dan yang ku tahu bus dimalam hari tidak terlalu banyak dan tindak kejahatan banyak terjadi dimalam hari, hye jin" ucap seo jin


"Aku terlalu lelah untuk menyetir jadi memutuskan untuk beristirahat sebentar didalam mobil tapi ternyata hari sudah bergan..."


"Seo jin-ssi aku bisa melindungi diriku sendiri dan kau..." ucapku memotong pembicaraan seo jin


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku, sebaiknya kau kembali kerumah, seo jin dan hangatkan dirimu disana" ucapku dan berbalik berniat meninggalkan seo jin


"Hye jin-aa tunggu, ada hal yang ingin kubicarakan dengamu" ucap seo jin dan berhasil membuatku membalikkan tubuhku kembali dan menatap seo jin


"Tidak ada hal yang harus dibicarakan lagi seo jin, aku tidak akan ikut denganmu untuk kembali kerumahmu" ucapku dengan ketus dan membalikkan tubuhku berniat menuju dorm


"Aku telah menemukan jasad laki-laki asing itu" ucap seo jin dan membuatku menghentikkan langkah kakiku ketika mendengar jasad ahjussi *(paman) asing itu telah ditemukan


"Maaf aku baru mengabarimu, karena detektif choi harus melakukan autopsi pada jasad laki-laki itu sebelum dimakamkan" ucap seo jin


"Siang ini jasad laki-laki itu akan dikuburkan dengan layak dipemakaman, apa kau akan iku..."


"Aku akan ikut denganmu" ucapku memotong kalimat seo jin


Tanpa menunggu seo jin, aku masuk kedalam mobilnya terlebih dulu dan memasang seat belt yang kini sudah melingkari tubuhku


Seo jin mengendarai mobilnya dan meninggalkan dorm ku


Seo jin melirikku dan mencoba mencuri pandang denganku


"Fokus pada jalan seo jin, jalan raya saat ini licin karena semalam salju turun" ucapku pada seo jin


"Aku hanya ingin bertanya padamu, apa kau akan pergi kepemakaman tanpa mengganti bajumu?" Tanya seo jin


Aku melihat kembali pakaian yang ku kenakan saat ini dan hanya memakai sandal rumah milik emma dan lupa menggantinya dengan sepatu


"Tentu saja, kita harus kembali kerumahmu, setidaknya beri penghormatan terakhir dengan pakaian yang pantas pada ahjussi asing itu karena ia tidak memiliki siapapun disini" ucapku


"Baiklah" ucap seo jin


****


Aku dan seo jin sudah mengganti pakaian untuk melakukan pemakaman ke ahjussi *(paman) asing itu


Saat berada di aula pemakaman aku bertemu dengan supir oh dan detektif choi sedang menunggu kami sebelum proses penguburan dimulai


Sebelum peti ditutup, aku diberi kesempatan untuk memastikan bahwa laki-laki itu adalah benar ahjussi *(paman) yang kulihat di ruang bawah tanah rumah tuan dong il


Aku menganggukkan kepalaku kepada seo jin, supir ohh dan detektif choi pertanda benar bahwa jasad itu adalah ahjussi *(paman) asing itu


"Dimana kau menemukan jasadnya detektif choi?" Tanyaku


"Disebuah waduk yang sudah tidak digunakan lagi nona kim" ucap detektif choi

__ADS_1


"Dari mana kau mengetahuinya?" Tanyaku pensaran


"Dari alat penyadap yang diberikan tuan seo jin kepadaku" ucap detektif choi


"Aku menyerahkan alat monitor yang berada di ruang bawah tanah rumahku ke detektif choi ketika aku sadar kau telah menghubungiku dan telah membaca pesanmu" ucap seo jin


"Aku mencari riwayat percakapan 2 hari yang lalu melalui alat monitor penyadap saat chull moo membuang jasad laki-laki asing itu dan terlihat chull moo mengunjungi waduk yang sudah tidak terpakai"


"Aku curiga dengan waduk tersebut saat chull moo mengatakan akan menenggelamkan jasad seseorang" ucap detektif choi


"Tanpa membuang waktu, aku menyewa beberapa orang dibidang jasa penyelam untuk mencari jasad yang berada diwaduk tersebut"


"Sebenarnya aku malu mengatakan ini padamu nona kim, jika saja kau tidak memasang alat penyadap di mobil chull moo, mungkin sampai sekarang..kami tidak akan menemukan jasad laki-laki ini" ucap detektif choi sambil sesekali menundukkan kepalanya dan segan menatapku


Aku menghembuskan nafasku dan beralih melihat peti mati yang akan dibawa untuk dikubur oleh petugas pemakaman


Ahjussi...


Berisitirahatlah dengan tenang sekarang, setidaknya kau tidak kedinginan lagi didalam waduk dan tidak ada alasan lagi kau menemuiku didalam mimpi dalam keadaan basah kuyup


Setelah acara pemakaman paman asing itu selesai, aku berniat kembali pulang ke dorm ku


"Baiklah...aku akan pulang" ucapku


"Kau ingin kembali ke rumah hye jin?" Tanya seo jin


"Anni* (tidak) aku akan kembali ke dorm" ucapku datar


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu dengan jelas kemarin malam seo jin?" Tanyaku


"Bukankah anda akan makan malam bersama ibu dan ayah tuan seo..." ucap supir oh dan langsung menghentikan kalimatnya ketika seo jin melirik tajam ke arahnya


Detektif choi menarik supir ohh dan membiarkan aku dan seo jin berdua untuk berbicara


"Hye jin-aa mian *(maaf) karena aku mengabaikan panggilan teleponmu, dan aku minta maaf padamu karena aku telah membentakmu di rumah sakit" ucap seo jin


"Permintaan maafmu tidak akan mengubahku untuk menjadi deok mi lagi"


"Aku akan hidup menjadi diriku sebagai identitas asliku dan kembali kuliah seperti biasa" ucapku


"Aku memiliki alasan kenapa tidak mengangkat panggilan teleponmu"


"Tapi...aku tidak bisa mengatakannya padamu" ucap seo jin


"Cih...terserah apa maumu seo jin, kau ingin cerita atau tidak itu adalah hakmu"


"Bahkan sampai akhirpun kau tidak mempercayaiku dan menutupi fakta kehidupanmu termasuk perbuatan jahat yang dilakukan oleh ayah mertuamu yang hampir saja membunuh seseorang lagi" ucapku sinis menyindir seo jin


"Ini semua aku lakukan untuk melindungi dirim.."


"Tutup mulutmu seo jin, aku sudah muak mendengar kalimatmu yang akan melindungiku" ucapku pada seo jin


"Aku tidak pernah butuh perlindungan dari dirimu, pada nyatanya kau tidak benar-benar melindungiku dan kau mengabaikan keselamatan orang lain dan hanya mementingkan keutuhan keluargamu saja" ucapku



"Apa kau masih membenci hajung setelah insiden kemarin? Atau kau setuju dengan ayah mertuamu bahwa hajung tidak pantas hidup karena terlahir dari hubungan kotor?"


"Tidak mungkin aku memilki pikiran seperti itu hye jin, aku memang tidak menyukai hajung tapi aku tidak berniat akan bahagia jika hajung mati" ucap seo jin


"Lalu kenapa kau mengabaikan panggilan teleponku dan mengurungku di kamar!!!" Teriakku pada seo jin hingga membuat supir oh berlari sedikit untuk menghampiriku


"Kemarin.....ada suatu hal terjadi yang tidak sesuai dengan perkiraanku hingga aku tidak menyadari kau telah melakukan panggilan telepon kepadaku" ucap seo jin


Aku mencoba mengikuti saran emma yang harus mendengar alasan seo jin kenapa ia tidak bisa dihubungi saat aku membutuhkannya


"Aku tidak tahu harus bercerita dari mana hye jin"


"Hanya saja hubungan ayahku berbeda dengan hubungan hangat seperti dirimu dan ayahmu"


"Sejak kecil ayahku memiliki kebiasaan buruk memukuliku dan juga ibuku ketika ia berada dibawah pengaruh alkohol"


"Ayahku adalah sosok yang menakutkan bagiku dan selalu mempengaruhi pikiranku hingga aku beranjak dewasa" ucap seo jin dan sekilas aku melihat tangan seo jin gemetar ketika ia sedang menceritakan keluarganya


Pantas saja, selama ini aku tidak pernah mendengar dari mulutnya cerita tentang keluarganya karena alasan ini


"Aku terlalu terkejut ketika melihat ayah dan ibuku berkunjung kesini tanpa memberitahuku terlebih dahulu"


"Mianhae hye jin-aa, seharusnya saat itu aku tidak boleh tenggelam dalam kisah masa kecilku karena melihat ayahku yang datang dari korea" ucap seo jin


Benar apa yang dikatakan emma, seharusnya aku mendengar dulu alasan seo jin mengabaikan panggilan teleponku


Tidak semua orang bisa berdamai dengan masa lalunya dan masih menyisakan bekas luka yang dalam dihatinya


"Malam kemarin harusnya kita makan malam bersama dengan keluargaku, tapi aku menolaknya dengan beralasan kondisi kesehatanmu sedang kurang baik dan kali ini mereka memintaku untuk mengajakmu makan malam bersama lagi"


"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ketika kau pergi meninggalkanku kemarin malam, aku hanya berpikir untuk menunggumu didepan dorm karena itu adalah satu-satunya tempat yang kau kunjungi disini" ucap seo jin


"Apa kau ingin menemui kedua orang tuamu?" Tanyaku pada seo jin


Seo jin terdiam beberapa saat ketika aku mengucapkan kalimat pertanyaan itu


"Aku rindu pada ibuku hye jin, hanya dia alasanku bertahan sampai aku menjadi dewasa seperti ini" ucap seo jin


"Baiklah..aku bersedia untuk ikut malam bersama dengan keluargamu" ucapku dan membuat seo jin menatapku dengan rasa tidak percaya


"Maaf jika aku tadi membentakmu dan pergi meninggalkan dirimu kemarin malam di rumah sakit tanpa mendengar alasanmu terlebih dahulu" ucapku


"Aku yang bersalah padamu hye jin, karena telah menyusahkanmu dengan mengurungmu di kamar dan tidak melibatkanmu dalam masalahku"


"Tapi...kau harus berjanji padaku satu hal" ucapku


Seo jin menatapku untuk menunggu kalimatku selanjutnya


"Berjanjilah untuk tidak menutupi masalah yang terjadi dan ceritakan semuanya kepadaku dengan begitu, aku tidak akan berpikiran buruk tentangmu"


"...dan berusahalah untuk tidak menjadi sok pahlawan dengan mencoba menyelesaikan masalah sendiri"


"Kau membutuhkanku untuk menjadi istrimu dan aku membutuhkan dirimu agar aku bisa kembali ke kehidupanku seperti semula dengan keadaan damai" ucapku sambil menggenggam tangan seo jin yang sempat gemetar karena menceritakan ayahnya


"Bisakah aku menyandarkan diriku ke bahumu ketika aku membutuhkanmu, hye jin?" Tanya seo jin


Aku terdiam sesaat menatap seo jin dan akhirnya tersenyum padanya


"Tentu saja...kau bisa bersandar dibahuku jika kau merasa lelah seo jin" ucapku


Seo jin tersenyum bahagia ketika aku mengatakan kalimat yang membuat hatinya lega


"Gomawo hye jin-aa" ucap seo jin


____________________________________


hallo readers mangatoon, yang orang-orangnya cantik dan tampannya melebihi penduduk planet uranus


maafkan telat upload


harusnya terbit disaat malam minggu untuk menemani kalian yang weekend dirumah aja nyambi mesen babang gojek dan grab untuk beli cemilan kalian


💁‍♂️💁‍♀️: (beli camilan di indoapril juga bisa thor)


😸 : baeklah beli dimanapun tidak jadi masalah


tapi apalah daya di malam sabtu thor habis tempur dimalam hari, jadi waktunya dipake tidur dulu karena kesehatan lebih penting 😅😆✌


gimana menurut kalian di episode 56 ini? adakah kritik dan saran?


monggo ditulis dikolom komentar dan tinggalkan jejak love untuk mendukung author


terima kasih


gamsahamnida


arigatou gozaimasu


matur suwun geh


🙏🙏🙏🙏🙆‍♀️🙆‍♂️🙇‍♂️🙇‍♀️


sehat selalu kalian

__ADS_1


love you all 💖🌹🌹🌹⚘⚘🌻🌼🌼


__ADS_2