
"Kau memang seorang pengecut deok mi" ucapku singkat
"Pantas saja kalian berdua berjodoh, kalian berdua sama-sama pengecut dan menumbalkan seseorang yang tidak bersalah ke dalam masalah kalian" ucapku dengan ketus
"Kim hye jin, maafkan aku karena tidak menemuimu sejak awal" ucap seo jin
"Aku terpaksa berpura-pura menutup mata agar aku bisa membebaskanmu dari dalam penjara." ucap seo jin yang mencoba menjelaskan
"Hanya ini satu-satunya cara agar kau bisa bebas"
"Kami membutuhkan rencana yang matang dan tidak boleh ada kesalahan untuk membebaskanmu" ucap seo jin menjelaskan
"Perlukah kau menjelaskan padanya lagi? Ia sudah mendengarnya saat dipersidangan" ucap deok mi protes ke seo jin
"Hei...jaga sikapmu, jika bukan karena kehadiranku dan juga seo jin di persidangan, kau akan selamanya berada di dalam penjara" ucap deok mi ketus
"Deok mi jaga ucapanmu.." ucap hajung memperingatkan deok mi
Seketika aku mengambil gelas berisi jus jeruk di atas meja dan menyiramkannya ke wajah deok mi
'Splassh'
Deok mi terkejut atas sikapku yang berani menyiramnya dengan jus jeruk
"Kim hye jin, apa yang kau lakukan huhh?!" Ucap deok mi yang terlihat kesal padaku
"Aku baru saja bersikap baik padamu" ucap deok mi
"Lagi pula kau tidak terlalu rugi menggantikan diriku selama ini dan semua penderitaanmu selama di dalam penjara sudah ku perhitungkan dan sesuai janji, aku akan memberikanmu uang beserta aset yang tidak pernah kau bayang..."
'PLAK!'
Aku berdiri dan menampar deok mi, pertanda untuk menghentikkan omong kosongnya
"Apakah kau menganggap diriku sampah, deok mi?" Tanyaku setelah aku menampar deok mi dengan keras
Tidak ada yang menghentikanku termasuk seo jin dan hajung
Mereka tidak akan mengira sikapku akan berubah seperti ini
"Sejak awal kau tidak ada niat untuk meminta maaf padaku, kau hanya memamerkan kekayaan yang kau punya padaku" ucapku pada deok mi
"Jika uang bisa memberikan jiwaku ketenangan dan tidak membuatku trauma akan semua hal ini, mungkin aku bisa menerimanya"
"Simpan uangmu untuk dirimu sendiri, dari awal aku tidak tertarik dengan harta yang kau punya setelah aku mengalami banyak hal sejak berpura-pura menjadi dirimu"
"Jika kau tidak berniat meminta maaf padaku, cukup diam saja dan jangan berlagak dengan semua hartamu"
"Jika aku mendengar kau memamerkan dan sangat bangga dengan harta kekayaanmu, aku tidak akan ragu untuk merobek mulutmu hingga kau tidak bisa bicara lagi" ucapku sinis
Deok mi, seo jin dan hajung terkejut dengan ucapan kasarku
"Wae?*(kenapa?) Apa kau terkejut seseorang seperti kim hye jin bisa mengatakan hal ini dengan lantang di hadapanmu?" Tanyaku sambil menatap sinis ke deok mi
"Sikap hye jin yang dulu sudah lenyap ditelan bumi saat ia mengalami masa terpuruk di dalam penajara sana"
"Kau tidak akan pernah membayangkan apa yang ku alami di dalam sana jika kau menjadi diriku"
"Tidak ada kelembutan lagi di dalam jiwamu semenjak kau masuk ke dalam neraka sana"
"Yang ada hanya rasa dendam menyelimuti seluruh jiwa dan hatiku"
"Camkan ini sung deok mi, aku tidak akan pernah memaafkan semua kesalahanmu padaku selamanya"
"Sampai akhir hayatku, aku tidak akan pernah lupa apa yang kau lakukan padaku" ucapku pada deok mi
"Ku harap kau mendapatkan karma atas perbuatanmu terhadapku, deok mi"
"Dan kau tidak akan pernah merasakan bahagia selama aku masih menaruh rasa dendam dan rasa kesal padamu"
"Aku harap ini adalah pertemuan terakhirku dengan kalian berdua, jika kalian tidak sengaja bertemu denganku suatu hari, menjauhlah..."
"Karena aku tidak sudi menatap wajah kalian berdua di hadapanku" ucapku pada deok mi dan seo jin
"Hajung-ssi apakah kau ingin tetap di sini atau ikut pergi denganku?" Tanyaku pada hajung yang masih terlihat shock dengan sikapku
"Ahh...nne*(ahh iya) aku akan bergegas" ucap hajung dan menghampiriku
Aku dan hajung berjalan meninggalkan restaurant menuju mobil
Sesampainya di mobil hajung, seo jin mencegahku masuk ke dalam mobil dan menarik lenganku
"Kim hye jin tunggu dulu.." ucap seo jin
Aku membalikkan tubuhku dan memberi kesempatam sekali lagi pada seo jin untuk bicara
"Ku rasa kau masih salah paham hye jin. Deok mi tidak seburuk yang kau bayangkan selama ini" ucap seo jin menjelaskan
"Oh iya...apakah sikapnya yang tadi terlihat arogan tidak buruk menurutmu?" Tanyaku
"Haah... deok mi memang dari dulu cara bicaranya seperti itu, ku harap kau tidak lupa dengan sikapnya, hye jin" ucap seo jin
"Jadi kau ke sini mengejarku hanya untuk membela istrimu? Dan aku harus memaklumi sikapnya yang menyebalkan itu" Tanyaku pada seo jin
"Bu..bukan hye jin aku ke sini untuk menje..."
"Hentikan! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mulutmu" ucapku pada seo jin
"Berhenti untuk menggangguku dan urus saja istrimu yang menjengkelkan itu, ku rasa ia masih shock karena mendapat tamparan keras di pipinya dariku" ucapku dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa menggubris seo jin
"Kim hye jin tunggu" teriak seo jin sambil memukul-mukul jendela mobil
"Ku mohon hye jin buka pintunya" ucap seo jin memohon
Hajung terlihat ragu saat melihat kegigihan seo jin yang ingin bicara padaku
"Apa kau ingin berada di sini hingga ia lelah berteriak seperti itu?" Tanyaku pada hajung
"Baiklah kita akan pergi jika kau tetap enggan untuk bicara dengannya" ucap hajung
Hajung menjalankan mobilnya dan membiarkan seo jin di luar sedang memanggilku
Sepanjang perjalanan, hajung tidak bicara sepatah katapun, begitu juga dengan diriku
Hingga tiba tengah malam, aku tertidur di atas ranjang yang nyaman untuk pertama kalinya setelah keluar dari penjara
Namun bukannya aku bisa tertidur dengan pulas, aku justru bertemu dengan beberapa penghuni di dalam penjara yang terus menggangguku di dalam mimpi
Mereka terus memukulku dan terus melampiaskan kekesalannya padaku hingga mereka puas
Tidak hanya sampai disitu saja, wanita PSK yang terlibat perkelahian denganku muncul untuk membalaskan dendamku dan membawa sebuah pisau daging. Ia hendak memotong semua jariku hingga tanpa sadar aku teriak dengan keras
"Kyaaaa!!!" Teriakku histeris ketika wanita itu mulai meraih tanganku
******
SUNG HAJUNG POV
Malam ini aku tidur di atas sofa karena hye jin berada di atas ranjangku
Untuk sementara ia tinggal di sini bersamaku
Mungkin aku harus menyewa apartement baru agar aku memiliki dua kamar yang bisa ku gunakan
Baru aku tidur terlelap, tiba-tiba aku mendengar suara teriakan hye jin yang sangat keras hingga membuatku langsung loncat dan berdiri
__ADS_1
Aku segera menghampiri hye jin yang terlihat sedang bermimpi buruk
"Hye jin-ssi...hye jin-ssi sadarlah" panggilku mencoba membangunkan hye jin
Usahaku pun berhasil, ia membuka matanya lebar-lebar dan melihatku sedang duduk di tepi tempat tidur memakai piyama yang penuh dengan rasa khawatir
"Apa kau baik-baik saja?" Tanyaku pada hye jin
"Hajung-ssi tolong aku, wanita itu..."
"Wanita itu...." ucap hye jin yang sempat membuat diriku bertanya-tanya
"Wanita itu terus mengejarku!" Seru hye jin dengan ekpresi wajahnya yang terlihat menakutkan
Terlihat keringat dingin hye jin keluar mengucur deras dari dahinya
"Ia ingin membalaskan dendamnya padaku karena..."
"Karena aku yang menyebabkan dirinya kehilangan jari tengahnya" ucapku pada hajung dengan histeris dan wajah ketakutan
"Di sini tidak aman hajung, aku harus sembunyi.."
"Aku harus sembunyi!" teriak hye jin dan terlihat gelisah
"Tenang kim hye jin, tenanglah..." ucapku yang mencoba menenangkan hye jin
"Tidak! Aku tidak boleh lengah hajung, aku harus waspada" ucap hye jin lagi
"Ku mohon hye jin tenanglah" ucapku sambil memeluk erat hye jin
"Tidak akan ada yang berani menyakitimu hye jin selama aku berada di sini, percayalah" ucapku lagi meyakinkan hye jin
Astaga
Kesehatan mental hye jin tidak stabil saat ini. Bagaimana mungkin hye jin menjadi seperti ini
Kehidupan penjara sangat berat baginya, ia tidak bisa lepas dari tempat itu bahkan saat ia tidak berada di sana lagi
Maafkan aku hye jin karena tidak segera membebaskanmu setelah aku siuman
Aku terpaksa harus mengikuti rencana deok mi dan baru bisa bertindak setelah hari persidanganmu tiba
Karena rencanaku untuk membuatmu terlihat pahlawan kota di mata masyarakat tidak berhasil dan justru membuatmu berkelahi dengan penghuni di sana
Aku tidak pernah mengira bahwa penghuni penjara yang lainnya akan menyerangmu hingga membuatmu trauma seperti ini
(Flash back)
Saat aku membuka mataku di rumah sakit, aku hanya melihat ayahku yang sedang tidur terlelap di atas sofa
Seketika aku mengingat hye jin yang tidak ada di sekitarku, aku berusaha bangun dari tempat tidurku meskipun masih merasakan sakit di punggung kananku dan meringis kesakitan
Aku tak menyadari bahwa tindakanku ini akan membuat ayahku terbangun
"Ahh..hajung anakku, kau sudah sadar rupanya" ucap ayahku dan menghampiriku sambil membantuku
"A..yahh" panggilku
"Dimana deok mi?" Tanyaku pada ayah
Namun seketika wajah ayahku yang semula tersenyum sumringah mendadak menjadi murung
"Hajung anakkku, ayah sudah tahu bahwa wanita itu bukan sepupumu yang sebenarnya" ucap ayahku
"Mwo?!*(apa?!)" Seruku
"Arghh..." ucapku seketika meringis kesakitan saat terkejut mendengar kalimat ayahku
"Sung hajung kau harus beristirahat dulu nak, kau belum boleh banyak bergerak, ayah akan memanggilkan dokter dan memberitahunya bahwa kau sudah siuman" ucap ayahku dan hampir pergi
"Lalu dimana wanita itu?" Tanyaku penasaran
"Hajung anakku, hal itu bukanlah urusanmu, kau tidak boleh terlibat dalam urusan ini" ucap ayahku memperingatkanku
"Tidak ayah! Aku sudah terlanjur terlibat dalam masalah ini, aku harus segera menyelesaikannya" ucapku
"Sung hajung!!" Panggil ayahku
"Ayah tidak ingin kehilanganmu lagi, berusahalah untuk menutup mata dan pura-pura tidak tahu dalam hal ini" ucap ayahku lagi
"Ayah...." panggilku pelan
"Selama ini aku hidup hanya mengikuti perintah ayah dan ibu, ketika pamanku melakukan kesalahan hingga hampir membunuhku dengan membakar panti asuhan, kalian menyuruhku untuk diam saja dan menutup mataku berpura-pura tidak tahu, karena dengan begitu, kehidupan keluarga kita akan aman-aman saja"
"Ayah...perlu kau tahu, selama ini aku merasa hidup seperti seorang pecundang. Selalu menghindari setiap masalah dan justru kepribadianku bergejolak hingga mengalami gangguan mental"
"Sung hajung.." panggil ayahku
"Aku tahu.. ayah sebenarnya mengetahui tentang keanehan pada diriku sejak awal, namun kau pura-pura tidak mengetahuinya dan menutup matamu hingga aku berubah menjadi seperti ini"
"Aku tidak menyalahkan tindakanmu selama ini ayah, tapi....berkat wanita itu, kini aku bisa menjalani kehidupanku yang lebih baik"
"Aku bisa menjalani kehidupanku layaknya orang normal seperti biasanya, karena wanita itu yang berpura-pura menjadi sepupuku, selalu ada di saat aku membutuhkannya"
"Berkat dia, akhirnya aku menyadari bahwa aku adalah seorang manusia yang bisa protes dan memperjuangkan hakku jika aku merasa terintimidasi"
"Ayah...wanita itu adalah orang yang sangat penting di kehidupanku"
"Aku mencintainya ayah...ia adalah wanita pertama yang aku cintai seumur hidupku"
"Sung hajung! Apa kau sudah gila?! Bagaimana mungkin kau....."
"Nne*(ya..) aku sudah gila ayah, sama seperti ayah yang mencintai ibu meskipun seluruh keluarga ayah menentangnya dan melakukan hal gila dibelakang istri ayah terdahulu" ucapku memotong ucapan ayahku
"Bukan aku bermaksud mengungkit masa lalu ayah, tapi aku hanya ingin mengatakannya pada ayah bahwa aku mencintai gadis miskin yang tidak memiliki apa-apa"
"Tapi....aku mencintai gadis itu karena ia memiliki hati yang luar biasa kaya ayah, kebaikan hati wanita itu tidak bisa ku temukan dimanapun dalam keluarga konglomerat sekitarku" ucapku
"Oleh karena itu, aku rela melakukan apapun agar aku bisa melindungi wanita pujaanku meskipun harus mengorbankan nyawaku seperti ini"
"Sung hajung..."
"Aku ingin melihatnya ayah, aku ingin memastikan bahwa gadis yang aku cintai dalam keadaan baik-baik saja" ucapku pada ayahku
"Sung hajung...ayah mengerti dengan ucapanmu tapi..."
"Gadis itu...berada di dalam penjara sekitar 2 minggu yang lalu" ucap ayahku dan membuatku sangat terkejut
"Apa katamu, ayah?! Bagaimana mungkin hye jin bisa di dalam penjara?" Tanyaku heran
"Ku rasa gadis itu di jebak oleh pamanmu hajung."
"Ia dituduh bekerja sama dengan chul moo untuk membunuh sung dong il dan menganggap misi pembunuhan berencananya gagal karena salah mengenai sasaran dan justru mengenaimu" ucap ayahku
"Ti...tidak! Itu tidak mungkin, aku harus memberikan kesaksianku pada polisi sekarang bahwa gadis itu tidak bersalah"
"Tunggu hajung, ayah mohon jangan lakukan itu nak" ucap ayahku
"Bagiamana jika terjadi lagi sesuatu yang buruk padamu setelah kau memberikan kesaksianmu pada polisi?" Tanya ayahku
"Apa kau yakin setelah memberikan kesaksianmu, polisi akan langsung percaya dan langsung membebaskan gadis itu?" Tanya ayahku
"Kau harus bersikap hati-hati nak. Jangan berbuat sembrono dan mencelakakan dirimu"
"Jika terjadi sesuatu yang buruk padamu karena kau membuat kesalahan, kau tidak akan mampu lagi menyelamatkan gadis itu selamanya" ucap ayahku yang terdengar masuk akal
__ADS_1
"Arrrggghhh!!!" Teriakku kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa
"Lalu apa yang harus aku lakukan ayah? Aku tidak bisa berpangku tangan dan melihat gadis itu menderita lagi"
"Ayah tahu kan bagaimana kerasnya kehidupan di sini bagi seorang imigran? Banyak imigran lain yang pada akhirnya memutuskan untuk berbuat kriminal karena tidak mampu beradaptasi dengan kehidupan di sini dan sulitnya mencari pekerjaan"
" Jika kehidupan biasa saja sudah berat untuk dijalani, apalagi kehidupan di dalam penjara?"
"Aku tidak bisa membayangkan bahwa gadis polos itu bisa beradaptasi di dalam sana" ucapku
"Aku harus melihat keadaannya sekarang ayah" ucapku
"Baiklah hajung...baiklah, ayah akan mengantarmu" ucap ayahku dan mengantarku ke tempat di mana hye jin berada
Namun aku terkejut ketika sampai di penjara, petugas sipir memberitahuku bahwa hye jin untuk saat ini tidak bisa ditemui karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan
Aku sangat mencemaskan keadaan gadis itu, dan setiap hari aku selalu mengunjungi penjara agar aku bisa bertemu dengan hye jin segera
Usahaku berhasil setelah beberapa hari datang berturut-turut, hye jin bisa ditemui oleh seorang pengunjung karena kondisi tubuhnya sudah membaik
Saat pertama kali melihat hye jin memakai pakaian napi, hatiku seperti tersayat oleh sebilah pedang hingga menjadi 7 bagian
Bagaimana mungkin tubuh gadis itu menyusut drastis seperti sebuah balon yang kekurangn udara?
Terlebih lagi luka lebam biru yang ada di wajahnya. Apakah ia dipukuli oleh teman satu sel nya
Sudah ku duga gadis itu akan sangat menderita ketika berada di dalam sini
"Hajung-ssi neo gwaencahana?*(apa kau baik-baik saja?)" Tanya hye jin saat pertama kali melihatku
"Syukurlah kau baik-baik saja, aku sangat senang melihatmu dalam keadaan baik-baik saja" ucap hye jin lagi
Kalimat itu terdengar pilu di telingaku, bagaimana mungkin ia masih menanyakan kabarku dan masih sempat merasa senang ketika melihatku yang jelas baik-baik saja
Bahkan dalam keadaannya yang seperti ini, hye jin masih mengkhawtirkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri
Aku tidak sanggup melihat hye jin seperti ini, tanpa pikir panjang, setelah aku mengunjungi hye jin, aku langsung pergi ke kantor seo jin dan melabraknya
Layaknya banteng yang melihat kain berwarna merah, aku langsung menuju kantor seo jin dan menghiraukan catherine untuk menanyakan kepentinganku
"Tunggu tuan, saat ini tuan seo jin sedang rapat, anda tidak bisa mengganggunya"
"Minggir!" Ucapku dan langsung membuka pintu dengan kasar
Aku melihat seo jin sedang berdiskusi dengan sekertarisnya beserta pegawainya dan terkejut melihatku yang tiba-tiba masuk
Tanpa berpikir panjang lagi, aku menghampiri seo jin yang sedang duduk dan menarik kerah bajunya agar ia berdiri lalu memukul wajahnya dengan bogem mentahku
Tentu saja hal itu membuat orang-orang panik dan sekertaris seo jin menyuruh catherine memanggil keamanan
Seo jin tersungkur ke bawah, ia tidak melawan saat aku menyerang, seo jin terlihat lebih menerima pukulanku dibandingkan harus memukul balik wajahku
"Kau sudah sadar hajung?" Tanya seo jin
"Tentu saja sudah, dan saat ini aku akan membuat perhitungan denganmu seo jin si*lan" ucapku dan memukul wajah seo jin lagi
"Kyaa....hentikan tuan hajung!" Teriak catherine
Beberapa pegawai seo jin menarik tubuhku agar aku menjauh dari seo jin
"Lepas! Lepaskan aku breng*ek" teriakku
Salah satu pegawai hajung memukul punggungku dan seketika aku berhenti bicara dan meringis kesakitan
"Hentikan! Hentikan, jangan memukulnya" perintah seo jin pada pegawainya
"Tapi tuan..."
"Aku tahu, hentikan dan lepaskan dia. Tinggalkan kami berdua, untuk sementara rapatnya kita tunda, Ok?" Ucap seo jin dan menyuruh anak buahnya keluar dari ruangannya
Dengan berat hati mereka menuruti perintah bosnya dan meninggalkan ruangan kantor seo jin
"Kau tidak apa-apa hajung?" Tanya seo jin padaku
"Bren*sek! Menjauhlah dariku" teriakku ke seo jin
"Meskipun kau terluka parah, namun sifat tempramentmu tetap tidak berubah ya?" Ledek seo jin
"Sial!!" Umpatku
"Berhentilah mengumpat, aku akan membantumu duduk dan beristirahat" ucap seo jin dan membantu memapahku
Aku meringis kesakitan saat punggungku bergesekan dengan sandaran sofa
Seo jin menarik kakiku perlahan agar aku bisa meluruskan punggungku dan menjaganya agar tubuhku tetap lurus
aku melihat seo jin yang mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulanku, ia mengambil beberapa tissu untuk membersihkan darah di sudut bibirnya
"Haah...bagaimana mungkin kau masih bisa bekerja dengan santai seperti ini seolah tidak terjadi apa-apa" sindirku
"Aku tahu suatu hari kau pasti akan menemuiku dengan bar-bar seperti ini" ucap seo jin
"Bagaimana keadaan hye jin? Apakah ia sudah keluar dari rumah sakit tahanan?" Tanya seo jin yang seolah-olah sudah tahu keadaan hye jin
"Hei...breng*ek lebih baik kau melihatnya sendiri dan tidak bersikap pengecut dengan mengirimkan orang lain ke sana hanya untuk melihat keadaannya" ucapku menyindir seo jin
Seketika wajah seo jin terlihat murung dan menghembuskan nafasnya dengan keras
"Aku harus menunggu hajung, aku tidak bisa bertindak gegabah dan mencelakakan hye jin" ucap seo jin
"Hahahaha.....apa kau pikir dengan hye jin masuk ke dalam penjara akan membuatnya bisa celaka lagi?" Tanyaku pada seo jin
"Dengan masuknya hye jin ke dalam penjara, itu artinya kau sudah gagal untuk melindunginya bodoh!"
"Sebenarnya apa yang bisa kau lindungi dari seorang seo jin yang hebat selain perusahaan hhuhh?"
"Kau sangat amatlah payah jika berurusan dalam hal melindungi seseorang" ucapku
"Setelah kau gagal melindungi istrimu dan berakhir koma di rumah sakit, sekarang kau gagal dan membiarkan hye jin seseorang yang mirip dengan istrimu di dalam penjara"
"Ku rasa sebanyak apapun tuhan mengirimkan orang yang mirip dengan istrimu, kau tidak akan mampu untuk melindunginya" sindirku ke seo jin
"Apa kau sudah puas untuk menghinaku hajung?" Tanya seo jin
"Tidak! Aku tidak akan pernah puas untuk menyindir pria bre*gsek sepertimu" ucapku
"Ku rasa tenagamu harus kau simpan, karena ada satu hal yang tidak kau ketahui hajung" ucap seo jin
"Apa maksudmu?" Tanyaku heran
"Kau harus menemui sepupumu yang sebenarnya setelah ini dan mendengarkan penjelasannya" ucap seo jin dan membuatku terkejut
_________________________
hi readers mangatoon yang cantik jelita dan tampan rupawan, maafkan atas telatnya kemunculan episode baru
ternyata setoranku ditolak karena kepanjangan kata-katanya 😂
dulu bisa setor cerita per episode ampe 6000 kata dan sekarang harus 500-3000 kata
aku bingung mutus ceritanya buat ganti episode dimana jadi butuh waktu hehe
kirim komentar kalian ya di kolom ini ya guys, ditunggu kritik dan sarannya 😉
terima kasih 😍🥰
__ADS_1