Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 24


__ADS_3

Kim hye jin pov


Aku merasakan area nafasku berkurang karena ada sesuatu yang menahan hidungku


Aku belum membuka kedua mataku namun indera perasaku yang lain merasakannya


Hidungku tertahan dengan suatu benda yang keras namun hangat, dan merasakan ada lekukan ketika aku menggerakkan wajahku


Aku pikir ini seperti papan yang bidang  dan aroma nya sangat menenangkan membuatku ingin memeluknya lagi


Aku memeluknya dengan erat tanpa tahu apa sebenarnya benda itu


Sampai alarm handphoneku berbunyi pukul 5 pagi dan membuatku membuka mataku, sesuatu yang kupeluk juga ikut bergerak, aku melihat sebuah piyama yang bukan milikku, aku terkejut ini seperti tubuh manusia, ya dada manusia yang bidang


Aku mengangkat wajahku untuk melihat  dada siapa yang sangat bidang dan luas itu, dan sang pemilik dada itu sedang mengucek matanya dengan jarinya dan menatap wajahku


Wajah sang pemilik lelaki berdada bidang itupun melihatku dengan wajah polos tak bersalah, saat sadar dengan siapa aku memeluk lelaki itu benak ku berteriak


'Seo jin!!!' Ucap Batinku


"Arrghhh....menjauh dariku" teriakku


aku pun reflek mendorong kuat lelaki itu hingga terjatuh dari tempat tidur


Wajar hye jin mendorong seo jin dengan mudahnya hingga terjatuh, karena seo jin masih dalam keadaan setengah sadar untuk bangun dari tidurnya


"Akkhhhh..."


Hantaman dari lantai membuat seo jin sadar dari tidurnya dan menggapai pinggiran tempat tidur dengan tangannya


Seo jin melihatku dengan rambut berantakan dan wajah ketakutanku seperti melihat hantu


"Ahh..hye jin jangan menatapku seperti hantu, dan kenapa kau menendangku?"


"Apa yang kau lakukan?!"


"Hhaaahh...tidak terjadi apa-apa hye jin, kau yang memelukku lebih dulu semalam"


"Aku hanya takut membangunkanmu yang tidur terlelap"


"Kau lihat ini?!...."


"Baju piyamaku penuh dengan tetesan yang berasal dari air liur mu" ucap seo jin sambil menunjukkan sisi piyama yang terkena air liur hye jin


Ketika seo jin mengatakan seperti itu, aku tertunduk menahan rasa malu


"Kau pikir lelaki akan bergairah melihat wanita yang tidur dengan gaya berantakan, mulut terbuka dan terdapat liur disudut bibirnya"


"Yyaa!!!...." teriakku pertanda untuk menghentikkan ocehan seo jin yang semakin membuatku malu sebagai wanita


Aku segera bangun dan pergi kekamar mandi untuk bersiap mandi, aku sengaja melakukan itu untuk menghindari seo jin dan mengakhiri percakapan yang membuatku malu


Seo jin bangun untuk kembali keranjang, dan memejamkan matanya melanjutkan tidurnya yang nyaman


Pukul 6 pagi aku selesai mandi dan melihat seo jin yang masih tidur terlelap, aku pergi ke wardrobe room untuk mencari pakaian ganti

__ADS_1


Kau tahu...wardrobe milik deok mi sangat luar biasa, bagaikan toko disebuah mall


Aku melihat koleksi jam tangan, sepatu, tas, dan juga pakaian deok mi yang tidak pernah aku pakai seumur hidupku, tak sadar aku membuka mulutku karena takjub dengan barang koleksi deok mi


Bagai anak kecil yang sedang bermain dan-dan an, aku mencoba beberapa pakaian dan sepatu


Aku mencoba dress ala bangsa eropa berwarna ungu dan memakai topi hitam lebar




Aku pikir, aku nampak seperti akan pesta kostum jika berpakaian seperti ini, aku memutuskan untuk memakai pakaian normal pada umumnya




Aku memilih pakaian deok mi yang tidak terlalu mencolok, dan memutuskan memakai kemeja putih dan rok hitam selutut serta high heals berwarna grey


Hei! Aku pikir aku masih memiliki  selera fashion yang baik, kau tau deok mi bagaikan seorang putri yang memiliki segalanya, sekilas aku merasa iri dengan kehidupan deok mi


Apakah aku pantas tersenyum senang memakai barang milik deok mi? Sedangkam deok mi sedang terbaring lemah di rumah sakit


Aku termenung dan menatap diriku dicermin dan menghembuskan nafasku dengan berat, aku memandang bayanganku dicermin dan membayangkan ia bergerak dan berbicara denganku


'apa kau tidak malu hye jin dengan sikapmu yang seperti ini?'


'Apakah..justru dirimu yang jahat telah mengambil kehidupan sung deok mi?'


'Kau hanyalah salah satu dari kelompok dengan mata rantai paling terendah, kau harus mengingat ucapan chul moo, hye jin' bayangan cermin itu tersenyum jahat kepadaku


Terkejut dengan senyuman bayangan yang ada dicermin membuatku mundur beberapa langkah dan menutup mataku dengan erat, berharap bayangan itu segera pergi dari hadapanku


Beberapa saat dengan nafas yang tidak beraturan, aku membuka mataku pelan-pelan dan melihat diriku dicermin, dan bayangan jahat itu telah pergi dari hadapanku


Aku pikir, aku memiliki beban moral didalam diriku dan merenung memikirkan ucapan bayangan diriku yang muncul dicermin


Park seo jin pov


Aku dibangunkan oleh suatu aroma yang sudah lama aku tidak menciumnya


Mataku tertutup namun indra penciumanku lebih tajam melebihi serigala


Aku segera bangun dan mengucek mataku untuk segera bangun, dan pergi mencari dari mana aroma itu berasal


Aku membuka pintu kamarku dan menuruni beberapa anak tangga dan melihat seorang wanita bertubuh mungil sedang memasak didapurku


Aku berusaha memaksakan mataku untuk terbuka dengan lebar dan memang benar wanita itu hye jin


Entah apa yang ia masak, namun aroma masakannya membuatku menjadi lapar dan segera ingin mencicipinya


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanyaku dan membuat wanita itu terkejut mendengar suaraku


"Yya...kau mengagetkanku saja"

__ADS_1


"Kau terlalu banyak terkejut" ucapku dan mendekati hye jin


Tak lama aku melihat bibi min menuju dapur dari lorong ruang tamu, dengan cepat aku mendekati hye jin dan memeluknya dari belakang


"Yyaa....apa yang ka..."


"Ssst...bersandiwaralah" ucapku berbisik ditelingan hye jin


"Sayang...kenapa kau begitu repot memasakkanku?" Tanya seo jin memulai sandiwaranya agar bibi min tidak curiga dengan hye jin


Bibi min tidak pernah melihat deok mi mengunjungi area dapur apalagi harus menyentuh kompor dan memasak


Jika bibi min tiba-tiba melihat deok mi memasak tanpa ada angin badai, ia akan menaruh curiga pada deok mi dan cepat menyadari bahwa deok mi yang kini hadir bukanlah yang asli


"Apa kau baru saja mempraktekan kelas memasakmu?" Tanya seo jin lagi


Hye jin merasakan risih ketika aku memeluk dirinya dari belakang dan memeluk perutnya dengan erat, sedangkan kepalanya berada dipundak hye jin dan seo jin membisikkan sesuatu ke telinga hye jin, seolah-olah seo jin sedang menciumi leher dan telinga istrinya dengan mesra


"Ucapkan sesuatu hye jin,mulailah dialogmu untuk membalas pertanyaanku" ucapku dan berbisik dengan hye jin


Dimata bibi min, mereka sedang bermesraan layaknya suami istri pada umumnya, istri memasak dan sang suami menemaninya dengan memberikan pelukan yang hangat kepada istrinya dari belakang


"Uumm...tentu sayang, aku sedang mencoba beberapa resep masakan yang aku pelajari selama sebulan ini" ucap hye jin yang memulai menjawab pertanyaanku


Aku mengarahkan hye jin untuk berbalik kebelakang dan memperlihatkan kemesraan kami didepan bibi min dengan sedikit mengangkat hye jin dengan memeluk erat perutnya, dan menghimpit kedua kakinya menuntun untuk berbalik mengarah ke bibi min


Dan ketika berbalik badan, bibi min sedang memerhatikan kami berdua dan menunduk memberikan hormat kepadaku dan hye jin


"Ahh..bibi min, selamat pagi" ucapku menyapa bibi min


"Selamat pagi tuan, nyonya"


"Maaf jika saya terlambat hadir dan telat membuat sarapan"


"Tidak..kau tidak telat bibi min, deok mi istriku sedang memperlihatkanku skill terbarunya, yaitu memasak, deok mi sengaja bangun pagi untuk memberikan kejutan padaku sarapan hasil buatannya sendiri" ucapku


"Benarkan sayang?" Tanyaku


"Iya sayangku..."


"Mmm...baiklah aku akan mencicipi masakanmu setelah sebulan kau mempelajarinya"


"Aku akan membantumu memotong wortelnya, tapi dalam keadaan seperti ini ya, aku sangat merindukanmu, padahal semalam kita tidur bersama, tetapi rasa rinduku padamu tidak akan ada habisnya deok mi sayang" ucapku secara tidak sengaja memberikan isyarat untuk bibi min pergi dari dapur


Dan yahh...pesan tersiratku tersampaikan, dan Bibi min menundukkan kepalanya menandakan dia pamit dan menjauhi area dapur, membiarkan aku dan deok mi bermesraan hanya berdua


____________________________


Hai hai readers 🌹🌹❤🥳🎊


Apa kabar semua, semoga kalian senantiasa dalam lindungan tuhan yang maha esa


Bagi yang ikut aksi, jaga kesehatan kalian ya...first safety for yourself selalu dimanapun kalian berada


Jangan lupa sign love dan komentar yang sangat indah dari kalian 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2