Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 29


__ADS_3

happy reading 🌹🌹😘


Park seo jin pov


Aku pulang larut malam dengan hye jin, seharian ini hye jin selalu bersamaku


Ia gadis yang penurut, bahkan ia tidak menggangguku ketika aku sedang fokus bekerja


Aku baru sadar kami belum makan malam, aku bermaksud mengajak hye jin untuk mampir disebuah restoran untuk makan malam sebelum pulang kerumah


"Hye jin..kau ingin makan malam apa?" Tanyaku


Tidak ada jawaban dari hye jin, aku menoleh ke arah hye jin dan gadis itu sudah tertidur dengan lelapnya


Aku yakin hye jin lelah karena seharian latihan waltz dance denganku, aku membiarkan hye jin tertidur dimobil dan melupakan tentang makan malam


***


Sesampainya aku dirumah, aku membangunkan hye jin yang sudah tertidur dengan mulut terbuka dan terdapat jejak air liur disudut bibirnya, sesekali bibirnya mengecap, entah apa yang sedang ia mimpikan didalam tidurnya


"Hye jin-a..hye jin bangunlah kita sudah sampai rumah"


Gadis ini tidak bergeming sama sekali ketika aku mencoba membangunkannya, lelap sekali ia tidurnya


Aku memutuskan untuk membopong hye jin kedalam rumah


Aku mencoba mengeluarkan hye jin dari dalam mobil dengan hati-hati, syukurlah bobot berat badan hye jin ringan, ia tidak memiliki bobot berat badan yang besar hingga aku bisa membopong tubuhnya dengan mudah


Aku melindungi kepala hye jin dengan tanganku agar tidak terbentur oleh pintu mobil dan berhasil mengeluarkannya


Aku melihat bibi min dari luar rumah dan hendak membukakan pintu ketika aku membopong hye jin


"Kau belum pulang bi?" Tanyaku


"Belum tuan, aku masih menunggu anda, saya pikir anda akan pulang larut lagi dan akan membutuhkan saya untuk menyiapkan makan malam"


"Ahh baik bi, tolong siapkan makan malam, aku merasa lapar"


"Baik tuan"


"Apakah nyonya mabuk berat tuan?"


Sedikit bingung aku menjawab pertanyaan bibi min, karena ini pemandangan yang langka baginya


Karena sung deok mi adalah peminum yang baik, wanita itu bisa mentolerir kadar alkohol dalam dirinya dan jarang sekali deok mi tumbang karena mabuk


Tapi gadis ini..


Jangan kan minum alkohol, tidur biasa saja ia sudah sulit dibangunkan


"Ahhh...iya bi, ia mabuk berat hingga sulit dibangunkan, maka dari itu aku menggendongnya"


"Baik lah tuan, besok pagi aku akan membuat sup pereda mabuk untuk nyonya sung"


Aku mengangguk kepada bibi min dan ia membukakan pintu kamarku dan membantuku meletakkan hye jin diatas kasur


"Ingin kubantu tuan untuk mengganti pakaian nyonya?"


Aku terdiam sebentar ketika bibi min mengatakan itu


"Tidak perlu, biar aku saja yang mengganti pakaiaan deok mi"


Bibi min mengangguk dan bergegas ke dapur sedangkan aku bersiap untuk membersihkan diriku


***


Selesai makan aku meminta bibi min untuk menginap dirumahku, karena sudah larut dan bisa menyuruh supir oh esok hari untuk mengantarkan bibi min kerumah  mengambil pakaian setelah mengantarku ke kantor


bibi min setuju dengan ideku dan memutuskan untuk menginap dirumahku malam ini , aku kekamar dan melihat hye jin masih tertidur lelap dan rok nya tersingkap, karena gaya tidur hye jin yang berantakan dan banyak memakan tempat


Aku merapikan selimut hye jin dan membenarkan posisi tidur hye jin yang sudah dalam keadaan melintang


Haah...Baru ini aku melihat tidur seseorang yang serampangan seperti ini, aku hendak mengganti pakaian hye jin dan baru saja membuka satu kancing, namun aku tersadar bahwa ia bukan deok mi istriku


Akhirnya aku mengurungkan niatku untuk mengganti pakaian hye jin dan membiarkan dirinya tidur dengan pakaian yang ia kenakan


Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku yang nyaman, dan sesekali melihat hye jin yang meninggalkan jejak air liur disepraiku


Aku pikir aku akan meminta bibi min untuk mengganti seprai ku setiap hari

__ADS_1


Tak lama aku mengatakan kalimat itu didalam hati, hye jin bangun dari tidurnya dan posisi duduk, namun kedua matanya masih dalam keadaan tertutup


Aku terkejut dengan hye jin yang tiba-tiba melakukan seperti itu, ia beranjak dari tempat tidur dan kearah lemari pakaian mencari baju piyama


Sejenak aku berpikir, apakah hye jin memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan?


Tak lama aku berpikir seperti itu, hye jin menemukan baju piyama dan tanpa ragu membuka pakaian yang ia kenakan dan menghiraukan kehadiranku


Aku melihat hye jin yang sudah berbalut pakaian dalam  dan segera mengalihkan pandanganku darinya


Wajahku terasa panas ketika sekilas melihat hye jin membuka pakaiannya, aku menutup wajahku dengan selimut


Dan setelah hye jin selesai berganti piyama, ia berjalan kearah tempat tidur dan menarik selimut dan mengahadapkan wajahnya berada dihadapanku


Kini wajahku dan wajah hye jin saling berhadapan, aku dengan leluasa memandang wajah hye jin yang sedang tertidur


Tak sadar jantungku berdetak cepat memandang wajah tidur hye jin dan tersenyum sendiri


Hingga aku memejamkan mataku setelah puas memandang wajah hye jin


Dan tertidur lelap hingga keesokan paginya


***


Kim Hye Jin pov


Aku dibangunkan oleh suara alarm dari jam yang menandakan untuk segera bangun dan lagi-lagi aku terbangun berada disamping seo jin


Namun aku tersadar pakaianku berubah menjadi pakaian piyama dan timbul pertanyaan, siapa yang mengganti pakaianku


Aku mencoba menggali ingatanku semalam, mengingat kejadian yang terjadi semalam


Setelah pulang dari kantor, aku pulang dengan seo jin, ia mengendarai mobil SUV bmw nya, tidak ada pembicaraan yang dibahas hingga mata ku terasa berat


Yah..aku mengantuk setelah seharian latihan waltz dance dengan seo jin, rasa lapar ku hilang ketika rasa kantuk mulai menguasai diriku, hingga aku tidak ingat apa-apa lagi


Aku memandang seo jin dan berniat untuk membangunkan dia, tapi...aku pikir aku akan membuat kegaduhan dipagi hari, dan membuat orang-orang dirumah ini akan curiga


Aku mencoba diam dan akan membicarakan hal ini baik-baik dengan seo jin


Namun..rasa penasaranku sungguh menggerogoti tubuhku dan memikirkan hal yang tidak tidak, dan berspekulasi sendiri


Aku menggelengkan kepalaku dan memusnahkan pikiran anehku dan segera beranjak dari tempat tidur dan bergegas ke dapur


"Hwa!!!...mengagetkanku saja" gumamku ketika melihat bibi min berada didapur


"Ma..maaf nyonya jika mengagetkanmu" ucap bibi min dengan ketakutan dan menundukkan kepalanya dengan sudut 90 derajat, seolah aku adalah binatang buas yang akan menerkamnya


Yang aku ingat satu hal pesan seo jin adalah jangan pernah menggubris atau menjawab ucapan dari para asisten dirumah ini


'Jika kau butuh sesuatu, langsung katakan pada intinya dan tidak perlu sungkan atau bahkan mengucapkan terima kasih padanya, mereka akan melayanimu bagaikan ratu, bersikaplah seangkuh dan sedingin mungkin dirumah ini' wajah seo jin seketika terlintas dibayanganku


Baiklah aku akan mencoba menjadi ratu dirumah ini, yahh...hye jin inilah saatnya dirimu dilayani, seumur hidupmu kau hidup terbiasa melayani


Terkadang aku berpikir ada senangnya aku menjadi deok mi, dan disaat itu aku menjadi orang jahat


Aku merasa alter ego ku yang menikmati sandiwara ini


Aku duduk dimeja makan dan dengan gesit bibi min membalikkan piringku dan menuangkan jus jeruk kedalam gelasku


Aku berusaha memasang mimik wajah angkuhku, mencoba menjadi nyonya besar yang sombong


Tak lama seo jin keluar dari kamar dan menguap dengan lebar dan meregangkan tangannya keatas tanpa menghiraukan orang disekelilingnya


Bibi min dan maid lainnya yang sebanyak 2 orang dengan kompak mengucapkan selamat pagi kepada seo jin


Dan dengan santai seo jin membalas sambutan mereka dengan ramah dan terkesan tebar pesona pada maid yang lain


Seo jin segera bergabung denganku dimeja makan dan mengambil koran pagi yang sudah disiapkan oleh bibi min


"Ini nyonya, aku sudah menyiapkan sup untuk menghilangkan mabuk" ucap bibi min kepadaku


Reflek mataku mengarah ke seo jin untuk mencari tau apa maksud perkataan bibi min


"Am...ehem, kau tidak ingat deok mi, semalam kau mabuk berat sehingga kau tidak bisa turun dari mobil dan membopongmu kekamar, untung saja bibi min belum pulang" ucap seo jin dan membuatku sedikit lega, ada kemungkinan bibi min yang menggantikan pakaianku


"Mm..ok, terima kasih sayang karena sudah menggendongku kekamar" ucapku sambil tersenyum kepada seo jin dan menyeruput sup pereda mabuk meskipun aku tidak mabuk


"Maaf tuan karena semalam saya mengetuk pintu kamar anda dan mengganggu tidur anda, saya hanya memastikan pakaian nyonya deok mi sudah diganti oleh tuan"

__ADS_1


"Ffuuhhh...ohok ohok" reflek aku menyembur supnya dan terbatuk karena syok mendengar  ucapan bibi min ketika seo jin yang mengganti pakaianku


Lelaki itu memang brengsek dan mesum hanya berani kepada perempuan yang tidak berdaya


"Nyo...nyonya apakah anda baik-baik saja?" Tanya bibi min kepadaku


Semua orang yang berada diruang makan panik meilhatku terbatuk dan bibi min menyodorkan gelas berisi air putih untuk meredakan batukku


Setelah batukku menghilang, aku menatap seo jin dengan tajam dan bergegas kekamar dan menyudahi sarapan pagiku


Seo jin mengerti kodeku dan segera menyusulku kekamar dan mengunci pintu


"Apa kau yang mengganti pakaianku?"


Seo jin menggeleng dengan santainya


"Uwaahh...jinca" ucapku dan pergi kekamar mandi untuk berbicara pada seo jin dengan gamblang


"Lalu..apa maksud ucapan bibi min?"


"Sudah jelas bibi min mengatakan kau yang mengganti pakaianku" ucapku


"Apa kau akan meributkan masalah kecil seperti ini hye jin?" Tanya seo jin dan makin membuatku naik pitam


Masalah kecil katamu?!!"


"Wahh...kau benar-benar lelaki brengsek dan mesum seo jin"


"Apa kau pikir, aku bukan perempuan berharga didepanmu? Perempuan yang bisa kau permainkan seenaknya"


"Hye jin, kau salah paham..bukan aku yang mengganti pakaianmu"


"Lalu siapa? Apakah aku sendiri yang mengganti pakaianku didalam mimpi dan walahh...jadilah pakaianku berganti didunia nyata" ucapku


"Iya...memang kau sendiri yang mengganti pakaianmu" ucap seo jin


"Hahaha....aku bukan anak kecil seo jin, kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu?"


Seo jin mulai terlihat jengkel denganku


"Ohh...hye jin aku tidak berbohong padamu, bukan aku yang mengganti pakaianmu, tapi dirimu sendiri"


"memang apa yang akan kau lakukan jika seandainya aku yang mengganti pakaianmu?" Tanya seo jin


"Tohh...aku juga sudah melihat keseluruhan tubuhmu dan kita sudah pernah tidur bersama hye jin" ucap seo jin dengan santainya tanpa bersalah


'Plak'


Aku benci dengan ucapan seo jin tentang kejadian pada malam yang merenggut keperawananku, dan tanpa rasa bersalah ia membahasnya lagi, reflek aku menampar pipinya agar diam


Seketika seo jin diam dan memandangku, ia menarik napas dan mengeluarkannya dengan cepat


"Apa kau sudah puas setelah menamparku hye jin?" Tanya seo jin kepadaku


"Minta maaf" ucapku sambil menahan tangis


"Ohh...come on hye jin!! Aku tidak bersalah"


"Tidak bersalah??!"


"Bagaimana mungkin kau tidak merasa bersalah setelah ucapanmu yang tadi" ucapku dan tidak sadar air mataku mengalir kepipiku


"Ohh no no no!! Jangan menangis hye jin" ucap seo jin dan reflek mengusap air mataku dengan ibu jarinya


"Ok baik aku bersalah karena telah mengucapkan kalimat itu, aku hanya menggodamu, aku tidak bermaksud membuatmu menangis"


"Tapi bukan aku yang mengganti pakaianmu itu benar nyatanya, kau berjalan sambil tidur dan mencari piyama dan..."


"Dan...mm"


"Dan...aku melihat dirimu tidak berbusana pada malam itu" ucap seo jin dan wajahnya berubah menjadi merah


"Tapi tapi...aku segera menutup wajahku dengan selimut, sungguh hye jin aku tidak menyentuhmu kemarin malam, percayalah" ucap seo jin meyakinkanku yang hampir menangis lagi karena syok mendengar ucapan seo jin yang melihatku tanpa busana


Aku tidak mempercayai perkataan seo jin dan mengusirnya pergi keluar dari kamar mandi karena aku ingin berendam di air hangat untuk merileks kan pikiranku yang sudah mendidih dipagi hari karena ucapan seo jin


🌹🌹🌹🌹


Hai...hyung joba kembali, maaf kan hyung yang telat banget update nya ya 🙏🙏😔

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian dikolom komentar dan tanda love ya ❤


Saranghae


__ADS_2