
happy reading ๐ฅณ
Kim hye jin pov
Sayup-sayup aku mendengar suara dua wanita sedang berbincang
"Kulitnya sangat halus dan putih sebaiknya kita tidak perlu, memberikannya foundation lagi untuk menyamakan warna lehernya"
"Aku pikir warna nude sangat cocok untuk memancarkan kecantikan nyonya dengan alami"
"Tidak, aku pikir dark choco cocok untuknya karena dress yang dipakainya kuning"
Aku berusaha untuk membuka mataku namun nihil karena cahaya lampunya sangat menyilaukan mataku dan membuatku sedikit pusing
Seseorang mulai menepuk- nepuk wajahku layaknya orang yang sedang memakai bedak
Aku mengerutkan dahiku dan mencoba membuka mataku pelan-pelan, sedikit demi sedikit aku dapat menerima cahaya lampu yang mengenai mataku, perlahan tapi pasti pupil mataku mengecil karena reflek terkena cahaya terang, sampai kedua mataku terbuka dengan sempurna
Aku memposisikan tubuhku duduk tegak yang semula setengah tiduran karena ditopang oleh sofa rias yang nyaman
Kedua wanita yang merias wajahku memperlihatkan ekspresi terkejut setelah melihatku yang secara mendadak merubah posisi duduk
Aku mencoba melihat sekelilingku dan berusaha mengingat kejadian yang aku alami
Seingatku, aku sedang berada dikampus dengan emma,lalu datang mobil sedan berwarna hitam dan muncul beberapa pria menyerang kami, dan emma terkena pukulan oleh pria itu
Akhh...emma!!
'Nyut...'
"Ahhh...." seketika aku merintih sambil memegang kepalaku yang terasa pusing
Seo jin, yahh...ini pasti perbuatan seo jin
Aku menahan rasa sakit kepalaku dan mulai berdiri untuk mencari seo jin
"Dimana seo jin?" Tanyaku pada salah satu wanita yang sedang memegang beauty blender
Wanita itu tampak ketakutan ketika aku menanyakan seo jin dengan sedikit berteriak
"Aku bilang dimana seo jin" tanyaku yang sudah tidak sabar mendapat jawaban dari wanita itu sambil menarik kerah kemeja wanita itu
"Tu..tuan sedang berada dilantai 2 nyonya, beliau sedang dikamar"
"Ma...maafkan saya nyonya, maafkan saya" ucap wanita itu memohon padaku
Wanita satu lagi yang sedang memegang bedak menunduk tidak berani menatap mataku
Aku memejamkan mata dan mengambil nafas dalam berusaha untuk mengatur emosiku
Aku berjalan keluar dari ruang rias itu untuk mencari seo jin
Rambut coklatku sudah ditata ikal oleh kedua wanita itu, aku sedikit repot dengan gaunku yang menjuntai kelantai
Yahh...gaun berwarna kuning dengan belahan dada yang menurutku sangat terbuka, aku harus menarik tali renda keatas pundakku agar belahan dadaku tidak terlalu terlihat
Untungnya aku tidak beralaskan kaki sehingga aku sedikit mudah berjalan dan mengangkat sebagian gaunku agar memudahkanku berjalan
Baru beberapa langkah aku menaiki anak tangga, rasa sakit dikepalaku muncul kembali, dengan reflek aku berpegangan pada bahu tangga dan bersandar padanya agar aku tidak terjatuh
Aku berhenti sesaat, sampai rasa nyeri dikepalaku menghilang, aku membuka mataku kembali dan mulai berjalan kembali sampai aku dapat melihat anak tangga dengan jelas
Sesampainya dilantai 2, aku melihat dua orang pria berpakaian hitam sedang berjaga didepan pintu kamar
Aku yakin seo jin berada diruangan itu, dengan rasa emosi yang tidak bisa kukontrol, tanpa sadar aku berjalan cepat menghampiri ruangan itu
Kedua lelaki itu menyadari kehadiran ku dan menundukkan kepalanya ketika bertatapan denganku
"Buka pintunya" ucapku
"Maaf nyonya, saat ini tu..."
"Aku bilang buka pintunya!" Bentakku kepada kedua pria itu
Kedua pria itu saling bertatapan satu sama lain dan ketika bertatapan denganku, mereka berdua menundukkan kepala mereka dan membukakan pintunya untukku
__ADS_1
Tanpa berpikir lagi, ketika pintu terbuka, aku memasuki ruangan itu dan mencari sosok pria **** itu
Dalam ruangan itu, terdapat supir ohh yang sedang berdiri disamping pintu mendampingi seo jin yang sedang duduk disofa dan sibuk dengan macbook nya
Aku berdiri didepan seo jin, menatapnya dengan penuh kebencian
"Apa kau harus berbicara dengan suara keras hanya untuk menemuiku hye jin?" Tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari macbook miliknya
"Dimana emma?" Tanyaku
"Siapa emma"? Tanya seo jin balik kepadaku dengan sikap yang sama, tidak memandang ekspresi wajahku dan hanya fokus pada layar mac book
Aku menarik napas dan menghembuskannya dengan kuat, tanda sudah habis kesabaranku mengahadapi bedebah satu ini
Aku mengangkat mac book seo jin dan melemparkannya keatas tempat tidur, dan itu berhasil membuat species menyebalkan ini menatap wajahku
"Apa yang....haahh..."
"Hye jin...berhentilah menggangguku" ucap seo jin tanpa bersalah sambil berdiri menatapku
"Apa!!!....meng... ganggu?"
Hei setelah apa yang ia perbuat padaku dan emma lalu dia berkata seperti itu dengan wajah tanpa bersalahnya
Memang mahluk kurang ajar, aku yakin singa pun tidak akan sudi memakan daging manusia brengsek ini
"Aku tanya sekali lagi"
"Dimana emma?"
"Ohh...ayolah hye jin aku tidak tau siapa itu emma"
Seketika aku mendorong seo jin dengan kuat kesofa hingga ia terjungkal sampai posisi tiduran dan aku menaiki tubuh seo jin sambil menarik kerah bajunya
"Jangan berpura-pura tidak tahu seo jin, setelah apa yang telah kau lakukan padaku dan temanku" ucapku dengan wajah geram yang siap membunuh seo jin jika pisau berada ditanganku
Sekilas aku melihat seo jin menatapku balik dan menelan ludahnya, terlihat dari jakun seo jin yang menonjol
"Kau apakan temanku brengsek!!" Bentakku kearah wajah seo jin
"Jika kau menyentuh sehelai rambut temanku, aku tidak akan memaafkanmu dan akan melaporkanmu pada polisi"
"Bisa saja aku akan nekat membunuhmu, jangan anggap remeh aku seo jin"ย ucapku dengan geram dan tatapan tajamku kepada seo jin
"A...deok...hye.. hye jin maksudku, bisakah kau melepas kerahku terlebih dahulu, aku kesulitan bernapas...kau terla..lu erat mencengkram kerahku"
"Oh ya? Kalau begitu jawab dengan cepat dimana emma!!" Ucapku yang semakin mencengkram kerah seo jin hingga tanpa sadar aku mencekiknya, aku menjepit tubuh seo jin dengan kedua kakiku, aku tidak peduli dengan tali rendaku yang sudah turun berada dilenganku dan pastinya belahan dadaku sangat turun
"Tuan!!" Ucap supir oh dan aku langsung menatap tajam kearah supir ohh seperti wanita yang sedang dirasuki oleh setan
Aku tidak tau seperti apa rupa wajahku ketika aku menatap sangar supir ohh yang menandakan untuk tidak mendekat ke kami berdua, yang jelas supir ohh ketakutan untuk menghampiriku
Aku kembali menatap seo jin yang sedang kesulitan bernapas,aku tidak bisa mengontrol emosiku, aku marah kepada seo jin yang telah menyakiti emma,
"lep...haah...lepa..s hye.." ucap seo jin terputus-putus
aku melihat wajah seo jin berubah pucat, dan aku mendengar supir ohh membuka pintu untuk meminta bantuan pada penjaga yang bersiaga didepan pintu
aku tetap mencengkram kerah seo jin dengan kuat dan menatapnya dengan sinis
"hye...jii..n"
syukurlah sakit kepalaku menyerang kembali ketika aku mendengar suara kaki berlarian menghampiriku dan seo jin. jika sakit kepalaku tidak menyerang kembali, seo jin mungkin akan mati ditanganku
Aku merasakan sakit kepala itu menyerang kembali dan membuat cengkramanku melemah dan membuat seo jin dapat bernapas dengan baik dan rona wajahnya kembali seperti semula
"uhuk uhuk...haah...hhaaaahhh"
aku mendengar seo jin terbatuk untuk menormalkan kembali jalan napasnya
Tangan kananku memegang kepalaku yang kesakitan sedangkan tangan kiriku masih memegang kerah kemeja seo jin
"Aahhh...sakit" ucapku
Aku tidak sanggup memegang kepalaku dan membuka mataku, cahaya lampunya sangat menyilaukan mataku membuatku jatuh didada bidang seo jin
__ADS_1
Seo jin mencoba membuatku sadar kembali
"Hye jin...hye jin bangun hye jin"
Sayup-sayup aku mendengar seo jin memanggil namaku, setelah itu, sepertinya aku tidak sadarkan diri
Park seo jin pov
"Hye jin..hye jin" panggilku kepada gadis dengan pakaian menawan berada diatas dadaku
aku menyuruh dua orang penjaga keluar dari ruanganku dengan mengayunkan tanganku kearah mereka, dengan tanggap mereka memahami maksudku dan keluar dari ruanganku, kecuali supir ohh
Aku memeluk gadis itu untuk bangun bersama dan memposisikannya duduk dan menyandarkan tubuhnya kebahu sofa
Hye jin masih menduduki kedua betisku, terpaksa aku harus merapatkan kedua kaki ku agar hye jin dapat bersandar dibahu sofa dengan nyaman
Aku melihat hye jin dengan mata tertutup dan...
'Glek'
Aku menelan salivaku untuk mengontrol rasa nafsuku, aku canggung melihat pakaian hye jin seperti ini
Bagaimana tidak, hye jin mengenakan dress kuning dengan bagian depan yang pendek lalu menjuntai panjang pada sisi belakangnya, sedangkan bagian dadanya..
Belahan dada yang sempurna untuk menunjukkan buah dada hye jin yang bulat nan indah, sedangkan tali rendanya jatuh ke masing-masing lengan hye jin membuat kesan sexy hye jin semakin kuat dan berani
Siapa yang memiliki ide untuk memakaikan hye jin dengan dress kuning yang sangat terbuka ini
Aku mengusap keringat sebesar jagung didahi ku, aku tahu ini selera fashion sung deok mi, dan aku yakin designer kepercayaan deok mi lah yang memilihkan pakaian ini
Aku memang sudah terbiasa melihat deok mi berpakaian terbuka, tapi kali ini...
Wajah mereka memang mirip, tapi aura mereka berbeda, entah kenapa insting hewan ku mudah keluar ketika aku bersama hye jin
Dalam keadaan tidak berdaya seperti ini saja, aku menginginkan hye jin untuk menyatu bersamaku
Hei sadar kau seo jin, dasar si mesum gila yang tidak tahu situasi, masih sempat-sempatnya memikirkan berbuat intim dengan hye jin dalam keadaan tak berdaya seperti ini
Aku harus mencoba membangunkan hye jin
"Hye jin...hye jin-a" ucapku sambil mengguncangkan dan menepuk pelan pipi hye jin
Tindakanku berhasil membuat kedua mata hye jin terbuka tapi masih dalam keadaan sayu
Entah hye jin sadar atau tidak dengan perbuatannya, tiba-tiba hye jin melingkarkan kedua tangannya ke leherku dan memelukku
"Kumohon seo jin, jangan sakiti emma...dia adalah keluargaku satu-satunya disini" ucap hye jin lirih nyaris seperti berbisik
Aku membalas pelukan hye jin dengan memeluk punggung hye jin yang mungil, tak lama hye jin mendorong dadaku
"Jika...jika terjadi sesuatu pada emma, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri huhu..." ucap hye jin sambil memukul-mukul dadaku dengan pelan kemudian bersandar lagi didadaku
Aku pikir hye jin mengigau, aku tidak tau apa yang terjadi pada hye jin dan emma, yang aku tahu hye jin sudah sampai kebuffalo
Aku pikir hye jin tertidur karena kelelahan selama perjalanan dan sulit dibangunkan hingga membutuhkan pengawal untuk menggendong hye jin
Aku teringat oleh kejadian ketika pulang larut malam dari kantor setelah latihan waltz dance, hye jin tertidur dimobilku dan sulit dibangunkan hingga aku menggendongnya kedalam kamar
Itu pun membuat hye jin salah paham denganku karena insiden yang mengganti pakaian
Aku pikir semua baik-baik saja hingga hye jin datang dan melabrakku seperti ini, aku harus bicara pada detektif choi
Ah sebelumnya aku harus membaringkan hye jin ketempat tidur
Aku menggendong hye jin yang tidak tersadar, supir ohh hendak membantuku, namun aku memberikan aba-aba menggelengkan kepala dan mengedipkan mataku kepada supir ohhย pertanda tidak perlu mebantuku menggendong hye jin
Aku meletakkan hye jin dengan perlahan diatas tempat tidur dan mengangkat mac book dan memberikannya ke supir oh, dengan tanggap supir oh memegangi mac book ku dan meletakkannya diatas meja
Aku mulai mencari handphoneku dan mulai memanggil detektif choi lewat telepon
............BERSAMBUNG...........
________________________________
hai....readers mangatoon apa kabar kalian? aku harap semua dalam keadaan sehat, jaga kesehatan kalian karena sudah memasuki musim hujan sedia payung atau jas hujannya ya ๐ค๐
__ADS_1
maafkan hyung yang baru bisa menyapa kalian, semoga kalian terhibur dengan 2 update-an episode kali ini
tak pernah bosan untuk meminta tolong kepada kalian wahai readers yang baik hati, agar tekan like, dan comment nya untuk kritik dan saran dalam cerita ini, terima kasih banyak ๐๐๐นโค๐๐