
Ia terpaksa bersikap seperti ini agar aku bisa membencinya dan pergi menjauh darinya
Namun aku merasa ketakutan saat ia mulai membuka kancing kemejaku dan kini hajung bisa melihat pakaian dalamku
Ia mulai membuatku sangat tidak nyaman saat ia mulai mencium bagian area sensitifku dan kini aku mulai gemetaran
Hajung berhenti melakukan itu, ku rasa ia menyadari tubuhku yang mulai ketakutan
Hajung kembali ******* bibirku tapi kali ini dengan cara mencengkram leherku dengan keras hingga membuatku sulit bernafas
Tanpa sadar aku mulai meneteskan air mata karena hajung berusaha keras untuk membuatku membenci dirinya
Hajung mulai menatapku saat ia menyadari bibirku yang gemetar ketakutan dan melihat wajahku yang sudah memerah karena kekurangan oksigen serta meneteskan air mata
Hajung berhenti ******* bibirku dan menarik kasar tanganku agar aku bisa bangun dari posisi tiduran
Ia merapikan kancing kemejaku yang sempat terbuka dengan buru-buru dan tangan yang gemetar
Hajung mendorong punggungku dengan kasar untuk memerintahkanku menjauh darinya setelah ia selesai mengancingi kemejaku
"Keluar kau" ucap hajung sambil membuang mukanya dan beralih ke botol minuman
Aku menatap hajung sambil berusaha menahan tangisku agar tidak pecah di ruangan ini
"Apa kau tuli? Keluar kataku!!" Teriak hajung sambil membanting gelas minuman ke lantai hingga membuatnya pecah berkeping-keping dan pecahan gelasnya terkena pelipisku
"Apa kau sungguh tidak ingin bicara denganku dan memilih untuk memperlakukan diriku seperti ini?" Tanyaku pelan
"aku sudah memutuskan ingin hidup di sampingmu hingga menua bersama, tapi kenapa kau merubah pikiranmu disaat aku sudah memutuskan?" Tanyaku
"Kau adalah gadis bodoh yang membuatku muak, kim hye jin" ucap hajung
"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" Tanyaku lirih
Hajung terlihat frustasi dan marah, ia menarik tanganku dengan kasar dan menyeretku untuk keluar dari ruangannya
"Pergilah!" Teriak hajung
"Kau menggangguku untuk bersenang-senang"
"Apa kau lupa bahwa diriku adalah pria breng*ek?" Tanya hajung
"Kau harus tetap menyadari hal itu hye jin, tidak ada pria breng*ek berubah menjadi pria yang setia hanya karena wanita sepertimu"
"Aku..sung hajung"
"Anak haram yang terlahir dari hasil perselingkuhan, memiliki rumor gemar bercinta dengan banyak wanita, apa kau melupakan hal itu hye jin?" Tanya hajung
"Omong kosong" ucapku
"Kau memang dulu adalah pria baj*ngan tapi kali ini tidak, kau sudah berubah" ucapku
"Kau bahkan tidak berkencan dengan wanita lain saat aku melarikan diri ke korea" ucapku lagi
"Apa kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri atau kau hanya mendengar hal itu hanya dari rumor saja?" Tanya hajung
"Aku tidak mempercayai rumor buruk, tapi aku percaya dengan rumor baik yang beredar" ucapku
"Cihh...apa karena kau menyukai sesuatu yang baik-baik saja dan menghiraukan rumor buruk yang beredar?" Tanya hajung
"Ani..*(tidak) karena menyebarkan rumor buruk lebih mudah dari pada harus menyebarkan rumor baik"
"Butuh saksi yang banyak untuk menyebarluaskan rumor baik namun kebalikan dengan rumor buruk..."
"Hanya membutuhkan sedikit saksi saja untuk menyebarluaskan berita yang tidak baik, karena manusia lebih tertarik dengan berita buruk seseorang dibandingkan dengan kebaikan yang dilakukan orang lain"
"Itulah alasannya kenapa aku lebih percaya rumor baik dibandingkan dengan rumor buruk dari seseorang" ucapku pada hajung
Hajung terdiam sesaat setelah aku selesai mengatakan kalimat itu
Hingga tak lama muncul seorang wanita yang kelihatannya seperti wanita penghibur di club malam ini
Ia tidak sengaja melihat kami saat ingin melewati lorong ruangan vip
Seolah instingnya bermain dan mampu merasakan aura sekitarnya saat ingin melewati kami terasa tidak nyaman, ia membalikkan tubuhnya dan hendak pergi meninggalkan aku dan hajung
"Akan ku buktikan bahwa rumor aku tidak berkencan dengan wanita lain saat kau pergi ke kampung halamanmu adalah salah" ucap hajung tiba-tiba
Hajung sedikit berlari untuk menghampiri wanita penghibur club malam ini lalu menarik lengan wanita itu sehingga ia membalikkan tubuhnya ke arah hajung
Hajung mencium bibir wanita penghibur itu tepat di hadapanku untuk membuktikan bahwa rumor baik yang ku dengar tentangnya adalah palsu
Hajung mencium wanita penghibur itu dengan kasar dan mereka bahkan bercumbu di hadapanku
Tubuhku hanya mematung saat melihat adegan itu terjadi di hadapanku
Sesekali mata hajung melirik ke arahku untuk melihat responku dan ia sempat berhenti mencium wanita penghibur itu hanya untuk tersenyum sinis ke arahku lalu ia menciumnya lagi
Kedua mataku mulai berkaca-kaca dan menganggap ini hanyalah halusinasiku saja
Hajung berhenti menciumi wanita penghibur itu dan menarik tangannya lalu menghampiriku
"Itulah sebabnya kau adalah pengganggu hye jin" ucap hajung santai
"Kau adalah pengganggu saat aku ingin bersenang-senang" ucapnya lagi
Hajung dan wanita penghibur itu hendak masuk ke dalam ruangan vip yang telah di pesan hajung
Sesaat sebelum hajung masuk ke dalam ruangan vip, ia menoleh ke arahku
"Ahh...apakah kau masih ingin berada di sini atau..."
"Kau ingin ikut masuk ke dalam untuk membuktikan bahwa rumor baik tentangku salah?" Tanya hajung
"Mungkin kau bisa menilai rumor itu salah atau benar jika kau melihat langsung aku bercumbu dengan wanita ini dan melakukannya sepanjang malam" lanjut hajung
"Jika kau tidak keberatan, kau boleh masuk ke dalam hye jin untuk menyaksikan bagaimana aku melakukan adegan panas dengan wanita seksi ini" ucap hajung lagi sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah wanita itu
"N-neo*(kau)...apakah hajung yang ku kenal?" Tanyaku pelan karena reflek saat aku tidak percaya apa yang ku lihat
"Mm..tentu saja, tidak ada hajung lain di dunia ini, aku melakukannya dengan sadar dan tidak dipengaruhi oleh alkohol"
"Kau tahu kan toleransiku terhadap alkohol sangat kuat meskipun aku minum sebanyak apapun" ucap hajung
__ADS_1
Entah sejak kapan aku menyadari bahwa aku mulai meneteskan air mata di hadapan hajung
Saat aku tersadar mulai meneteskan air mata, aku menundukkan kepala sambil memegang erat tali tas bahuku
"Pergilah jika kau tidak ingin masuk ke dalam untuk melihatku bercumbu dengan wanita ini atau kau hanya akan menghalangi lorong ini untuk orang lain lewat" ucap hajung
"Oh ya satu hal lagi, aku sudah tidak peduli lagi terhadapmu hye jin"
"apapun yang akan kau lakukan, aku sudah tidak tertarik lagi..."
"Jadi...selamat tinggal" ucap hajung dan menutup pintu ruangan vip bersama wanita itu
Aku menarik nafas dan mengeluarkannya lagi berusaha untuk tidak menangis keras di depan ruangan ini
Aku membalikkan tubuh dan berniat meninggalkan ruangan hajung sambil mengusap air mataku yang terjatuh
Sesekali aku terisak saat cairan hidungku mulai mengalir keluar
Dan aku mengusap air mataku yang belum berhenti mengalir menggunakan tanganku
Saat aku berjalan, aku tidak sengaja menabrak bahu seseorang yang tidak ku kenal
Aku hanya menundukkan kepalaku pertanda aku meminta maaf padanya
"Hei nona, kenapa kau sendirian saja?"
"Apa kau perlu ditemani?" Ucap seorang pria berkulit hitam dengan rambut cepaknya menyapaku
Aku menggelengkan kepalaku sambil menundukkan kepala, tidak menatap kedua mata pria yang sedang mengajakku bicara, setelah itu aku segera bergegas melangkahkan kakiku untuk menjauhi pria itu
"Eitts..tunggu dulu nona, kenapa kau sangat tidak ramah terhadap pria yang telah menyapamu?" Tanyanya lagi pria itu sambil memegang bahuku dengan tangannya
"Kenapa kau menundukkan kepalamu terus?"
"Apa kau pemalu atau..."
"Oh my god! Apa kau menangis? Ada apa? Apakah kau baru saja putus dengan pacarmu?"
"Aku bisa menemanimu sepanjang malam, nona"
"Kita bisa minum bersama atau ingin menghabiskan malam yang penuh gairah bersamaku?"
"Kau bisa memilih salah satu ataupun keduanya"
"Kau tidak perlu menangis lagi kan?" Ucap pria itu yang terus menghujaniku dengan banyak pertanyaan
"T-tidak, ku mohon lepaskan aku" ucapku pelan
"Apa? Aku tidak mendengarmu"
"Bisa kau bicara lebih keras lagi?" Ucap pria dengan kalung rantai besarnya yang telah menyentuh pelipisku
Aku merasa cengkraman pria berkulit hitam yang ada di hadapanku semakin keras memegang bahuku
"Tidak! Ku bilang tidak" ucapku berusaha teriak di tengah suara dentuman musik yang keras
"What you say honey? I can't heard you"
"Perlukah aku mendekatkan wajahku kepadamu..." ucap pria itu yang semakin dekat dengan wajahku
Suara seseorang sedang memukul pria asing berkulit hitam yang berusaha mendekatiku hingga ia terjatuh di lantai
Sempat beberapa orang pengunjung club malam yang sedang asik berjoget terkejut dan berteriak karena melihat perkelahian kecil
"Jauhkan tangan kotormu itu bren**ek" ucap seorang pria yang terdengar tidak asing bagiku
"Jika kau berani menyentuhnya meskipun hanya seujung rambutnya, akan ku patahkan tanganmu!" Teriak hajung dan memelukku sambil menuntunku untuk keluar dari club malam
Sempat aku berjalan cepat dan menepis tangan hajung saat ia menyentuh bahu atau tanganku
Hingga hajung mencengkram pergelangan tanganku lalu menyeretku untuk segera keluar dari club
Aku berusaha melepaskan cengkraman tangan hajung dan enggan untuk disentuh olehnya
"Lepas" ucapku beberapa kali ke hajung namun ia tidak menggubrisku hingga tiba di pinggir danau sekitar club malam langganan hajung
Hajung mulai menuruti kemauanku untuk melepas cengkaraman tangannya
Ia memandangku sambil berkacak pinggang
Aku hanya menundukkan kepalaku dan enggan menatap wajah hajung
Entah kenapa aku merasa jijik dengannya saat aku mengingat kembali ia mencium sembarang wanita di hadapanku
"Aku akan memanggilkan taksi untukmu" ucap hajung sambil berusaha meraih tanganku
Aku yang menyadarinya reflek menepis tangan hajung
"Jangan sentuh aku!" Ucapku sambil menahan tangis
Hajung menatapku sambil menghembuskan nafasnya
"Terserah apa maumu, hye jin" ucap hajung sambil membalikkan tubuhnya dan berniat meninggalkanku sendiri
Aku menyedot kembali cairan hidungku yang hendak keluar dan membalikkan tubuhku, menghindari punggung hajung
Angin dingin yang datang berasal dari danau berhembus melewatiku sehingga membuat rambutku tersingkap ke belakang dan membuatku tidak lagi bisa menahan air mataku lagi
"Hikss...hiks" beberapa kali aku mengerutkan daguku berusaha untuk menangis tidak bersuara
Tanpa diduga, hajung kembali lagi dan menarik tanganku dari belakang berniat untuk mengantarku ke halte tempat pemberhentian kendaraan umum
"LEPASKAN AKU!!" Teriakku pada hajung sambil menarik tanganku
"Sebenarnya apa maumu, hye jin?!" Teriak hajung kembali
"Apa kau ingin terus berada di sini sepanjang malam dan berharap pria menghampiri dan menggodamu lagi seperti kejadian tadi?" Tanya hajung
"Apa pedulimu haah?" Tanyaku
"Bercumbu saja sana dengan wanita penghibur tadi"
"Untuk apa kau memikirkanku lagi? Itu bukan urusanmu" ucapku sambil menangis keras dan gemetar
__ADS_1
entah karena menahan angin dingin atau karena sedang menangis kesal
Ku rasa hajung menyadari tubuhku sedang menggigil
"Kim hye jin neoo*..(kau..)" ucap hajung sambil menghampiriku dan berniat memakaikan blazernya untuk menghangatkanku
Aku reflek mundur ke belakang saat hajung hampir mendekatiku
"Berhenti untuk mendekatiku sung hajung" ucapku memerintah
"Aku sama sekali tidak ingin disentuh olehmu lagi" ucapku sambil gemetar
"Baiklah...sekarang kau pakai dulu blazer ini" ucap hajung sambil menyodorkan blazer cokelatnya ke arahku
Aku menghempaskan blazer milik hajung hingga terjatuh di atas tanah dan menolak untuk memakai barang miliknya
"Kim hye jin, apa kau sedang menguji kesabaranku?" Tanya hajung
"Apa sebenarnya maumu?" Tanya hajung
"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu padamu!" Teriakku
"Kenapa kau melakukan hal menjijikkan seperti itu di hadapanku?" Tanyaku
"Apa kau lupa dengan ucapan janjimu bahwa kau akan terus berada di sisiku?" Tanyaku bak anak kecil
"Janji??" Tanya hajung balik
"Apa kau sungguh mempercayai ucapanku pada saat itu?" Tanyanya lagi
"Kim hye jin apa kau lupa bahwa aku adalah pria yang gemar bersenang-senang dengan banyak wanita?"
"Apa kau pikir aku benar-benar berubah karena dirimu? Hahaha..."
"kau adalah wanita ternaif yang pernah ku kenal" ucap hajung cengengsan dan enggan menatap kedua mataku
"Aku selama ini senang berada didekat denganmu karena kau lucu seperti seekor anak anj*ng"
"Tapi aku tidak akan menyangka kau mampu menyingkirkan semua hal yang menghalangi jalanku untuk menuju kesuksesan"
"Kau rela melukai dirimu hanya untuk pria bren**ek sepertiku"
"Aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih padamu, oleh karena itu aku berpura-pura menjadi pria yang hanya setia padamu"
"Aku hanya memanfaatkanmu dan membantuku untuk mengirim pamanku masuk ke dalam penjara"
"Semua berkat dirimu, tapi karena aku sudah mulai bosan padamu dan muak berpura-pura menjadi pria baik yang setia, aku mencampakanmu dengan cara menimalisir bertemu denganmu" ucap hajung dengan tega seolah ia sudah membuat skenarionya
Aku tahu ia tidak mengucapkan kalimat itu dengan sungguh-sungguh tapi...
Karena melihat semua tindakan gila yang hajung lakukan terjadi di depan mataku, membuat hatiku terasa perih dan percaya seolah-olah itu adalah ucapan hajung yang sejujurnya
"Harusnya kau sadar hye jin saat aku terus berdalih tidak bisa menemuimu"
"Dan harusnya kau mencari pria lain yang lebih baik dariku, bukannya kau menyusulku dan mencariku di sini"
"Apa yang kau harapkan dariku haah?"
"Apa kau berharap aku akan kembali ke sisimu jika kau menyusulku ke sini? Hahahaha...."
"Aigoo..aigoo kau adalah gadis terbodoh yang pernah ku kenal kim hye jin"
"Apa perlu aku memberi saran untukmu?"
"Pria yang cocok dengan sifatmu yang keras kepala itu dan sok menjadi pahlawan kesiangan?" Tanya hajung
"Ahh...ku rasa sebaiknya kau pergi ke sisi seo jin, mantan dari suami sepupuku, sung deok mi"
"Lagi pula kau pernah tidur dengannya bukan?"
"Tentu saja kau sudah tahu bagaimana permainan hebatnya saat di ranjang"
"Ku rasa jika kau bersama park seo jin, kau tidak akan merasa canggung dengannya saat kau melakukan hubungan in...."
"PLAK!!"
aku menampar hajung dengan keras agar ia berhenti bicara kurang ajar seperti itu
Hajung berhenti bicara dan menatapku yang sudah berderai air mata
"Bisakah kau berhenti bicara seperti itu?" Tanyaku
"Meskipun kau sengaja mengatakan hal itu agar aku bisa membencimu, kau salah sung hajung"
"Aku tidak akan pernah membencimu tapi..."
"Ucapan itu benar-benar membuat hatiku seperti dicabik-cabik olehmu meskipun aku tahu kau hanya pura-pura" ucapku lirih
"Jika kau tidak ingin membicarakan alasanmu kenapa kau menjauhiku, kau tidak perlu melakukannya hingga sejauh ini" ucapku yang hampir kehabisan nafas
"Jika keinginanmu adalah jauh dari diriku, aku akan menuruti kemauanmu, aku akan menghargai keputusanmu"
"Hanya satu yang ku pinta, berhentilah untuk berpura-pura menjadi orang lain dan tetap menjadi dirimu sendiri"
"Hajung yang berhati hangat dan peduli terhadap sekelilingnya meskipun dunia bersikap dingin terhadapmu"
"Jika suatu hari kau merindukanku, maka datanglah untuk mengunjungiku sesekali"
"Aku tidak akan mengusirmu dan membencimu seperti yang kau inginkan"
"Karena aku tahu kau..."
"Sung hajung masih mencintaiku dengan tulus hingga saat ini"
"Meskipun kau berusaha berbohong, tapi aku masih bisa mengetahuinya dari matamu yang enggan menatapku sedari tadi saat bicara menyakitkan seperti itu" ucapku panjang lebar
"Aku akan berhenti untuk belajar mencintaimu di saat hatiku sudah mulai terbuka untukmu jika kau yang memintanya seperti ini"
"Aku minta maaf karena telah mengatakan kau adalah pria yang menjijikan"
"Aku mengatakan hal itu karena masih mengingat bagaimana cara kau menyentuh wanita penghibur itu dan mencium dirinya dengan cara seperti itu" ucapku jujur
"Selamat tinggal sung hajung" ucapku sambil berusaha tersenyum di hadapannya meskipun aku sedang menangis
__ADS_1
Aku meninggalkan hajung sendirian di pinggir danau tepat depan club malam yang sering dikunjunginya
*****