
Sung Hajung pov
Hari ini aku harus menghadiri acara perayaan didirikannya sebuah panti asuhan yang aku bina
Aku selalu memberikan donasi rutin setiap bulan kepanti asuhan tersebut karena panti asuhan itu telah menyelamatkan kehidupanku dari masa kritis ketika aku masih kecil
Yah...bisa dibilang aku memiliki masa kecil yang kelam saat berusia sekitar 9 tahunan
Aku adalah aib bagi keluarga sung
Karena telah lahir dari rahim seorang wanita simpanan dan sempat membuat heboh keluarga itu
Ibuku menitipkanku atau lebih tepatnya menyembunyikanku dipanti asuhan ini karena nyawaku sempat terancam
Yap
Betul, kakak dari ayahku yaitu sung dong il memburuku untuk menahanku sebelum kakekku tahu bahwa ayahku memiliki anak hasil hubungan diluar nikah
Sung dong il menganggapku adalah masalah terbesar untuk melengserkan dirinya dan penerus keturunannya dari posisi presdir diperusahaan real estate rose
Kakekku hanya memiliki 2 orang anak laki-laki, ayahku dan sung dong il
Ayahku dengan istri sahnya telah menikah lebih dulu mendahului sung dong il, namun selama 6 tahun pernikahan belum juga dikaruniai anak
Hingga takdir mempertemukan ayah dan ibuku dipusat perbelanjaan dan membuat mereka menjadi akrab hingga hubungan itu berakhir dengan lahirnya aku
Kakekku sangat memimpikan memiliki cucu laki-laki sebagai penerus pemimpin real estate rose namun takdir berkata lain, anak yang dilahirkan oleh istri sung dong il adalah perempuan yaitu sung deok mi
Kakekku sempat kecewa karena cucu sah nya terlahir dengan jenis kelamin perempuan, hal ini digunakan oleh ayahku agar aku diterima dan diakui sebagai bagian keluarga sung dan mengatakan bahwa ia memiliki seorang putra dan akan meneruskan perusahaan real estate rose
Mendengar hal itu membuat sung dong il mengerahkan anak buahnya untuk mencariku dan mungkin akan membunuhku jika aku ditemukan lebih dulu oleh sung dong il
Karena hal itu, ibu menitipkanku kepanti asuhan ini agar aku tetap aman dari incaran anak buah sung dong il dan kakekku bisa melihat diriku dengan mata kepalanya sendiri
Sejak itu kakek menyambutku dan ibuku dengan baik lalu menjadi anggota keluarga sah sung, meskipun kabar berita aku adalah aib keluarga sung sudah menyebar dikalangan para konglomerat
Kakek menunjukku sebagai ahli waris setelah sung dong il pensiun dari jabatannya sebagai presdir real estate
Namun, sung dong il menolaknya mentah-mentah dan menonjolkan anaknya lah yang lebih kompeten meskipun jenis kelaminnya perempuan
Yang aku tahu sedari kecil, sung deok mi sudah diperlakukan dengan keras oleh ayahnya, sung dong il
Deok mi selalu belajar dan dituntut untuk mendapatkan nilai terbaik disekolahnya untuk mendapat pengakuan karena ayahnya yang tidak rela jabatan sebagai presdir real estate jatuh ketanganku
Deok mi tidak beda jauh umurnya denganku kami hanya berbeda beberapa bulan saja, dan deok mi lebih tua dariku
Kesan pertama saat aku melihat deok mi untuk pertama kalinya saat aku diterima dikeluarga sung adalah 'putri es' ia sangat cantik namun tidak ada seutas senyuman diwajahnya yang cantik jelita
Saat berumur 12 tahun, deok mi sudah pintar menguasai 2 bahasa asing saat itu, ia lebih pintar dariku
Dan kakekku melihat deok mi jauh lebih kompeten dariku, dan sung dong il meyakinkan kakekku bahwa perempuan juga mampu untuk memimpin suatu perusahaan besar
Usaha ayah deok mi membuahkan hasil, kakekku setuju dengan pendapat ayah deok mi dan melihat bahwa deok mi lebih kompeten dari pada diriku
sung dong il sedikit tenang ketika tahu posisi presdir real estate rose selanjutnya akan dipegang oleh deok mi
Saat SMP deok mi selalu berada diposisi pertama dan aku tidak pernah bisa menyaingi deok mi yang memang ia adalah gadis yang sangat cerdas
Sewaktu aku dibangku SMA, sempat aku merasa kasihan pada deok mi yang belajar hingga larut malam dikelas hingga mimisan
Aku yang melihatnya berniat untuk membantunya kala itu dengan memberikannya tisu untuk menyeka hidungnya dan kalian tahu apa yang dilakukan deok mi
Ia memandangku dengan pandangan jijik seolah aku adalah kotoran yang menempel didirinya
Mungkin deok mi sangat membenciku karena aku adalah sumber ketidak bahagiaan dia dimasa kecilnya
Haah..
Intinya aku diselamatkan oleh panti asuhan ini, maka dari itu aku selalu memberikan donasi ketempat ini dan beberapa panti asuhan yang ada di chicago
Aku ingin memberikan kebahagiaan pada anak-anak agar mereka tidak trauma dan tidak memiliki beban yang berat lalu menjadi orang yang salah memilih jalan kehidupan saat dewasa nanti
Mungkin ini rasa bersalahku pada deok mi, sejak kehadiranku, deok mi menanggung beban yang berat dan berusaha mati-matian agar ia selalu unggul dari padaku
Ia takut jika ayahnya memarahi dirinya jika deok mi tidak belajar dengan baik dan turun peringkat
Sesampainya aku dipanti asuhan, orang-orang yang berada disana menyambutku dengan hangat
Aku terharu mereka menyambutku dengan sangat baik bagaikan menyambut anggota keluarga yang telah lama tidak kembali kerumah
Seandainya aku memiliki keluarga besar yang hangat seperti ini, tidak saling menjatuhkan hanya karena posisi dan status jabatan diperusahaan
Aku melihat anak-anak tertawa bahagia dan terlihat sangat senang ketika boneka olaf berjalan dan menghibur anak-anak dengan baik
Ia terlihat sangat lucu, aku berniat untuk memberikan hadiah kepada orang dibalik kostum olaf
Setelah melakukan story telling pada anak-anak, aku mencari olaf dan bermaksud ingin mengetahui seseorang dibalik kostum manusia salju itu
aku menemukan olaf dan menepuk pundaknya
"Hei...terima kasih atas kerja kerasmu yang telah menghibur anak-anak dipanti ini dan membuat acara perayaan ini menjadi meriah dan hangat" ucapku
Samar-samar aku mendengar suara seorang laki-laki dengan suara familiar yang memanggil namaku dibalik kostum olaf dan memanggilku dengan nama 'mr. Sung'
"Richard?" Tanyaku meyakinkan
Manusia salju itu membuka kostum bagian kepalanya untuk menyapaku
Dan benar apa yang kuduga, suara itu memang milik richard
"Woow...suatu kejutan untukku kau menjadi olaf" ucapku
"Mm...tapi...ada yang aneh disini, sebelum aku naik ke atas panggung, bukankah aku berbicara denganmu?"
"Tidak mungkin kan kau ada 2 richard? Hahahaha" ucapku meledek
"Ahhh...apakah anda mencari sosok asli dibalik kostum olaf sebelum aku menggantikannya, mr.sung?" Tanya richard
" ya..kau benar, aku ingin memberikannya hadiah karena ia bertingkah imut dan lucu serta menggemaskan saat ia menjadi olaf"ucapku
"Jadi maksud anda..saya kurang menggemaskan untuk menjadi manusia salju olaf mr.sung?" Tanya richard padaku sambil cengengesan
"Actually.....yes, hahaha....kau harus belajar dari orang dibalik kostum olaf yang saat bersamaku tadi diatas panggung" ucapku yang memang faktanya memiliki perbedaan gaya dari bahasa tubuh manusia salju olaf saat ini
"Tentu saja mr.sung, ia sangat menggemaskan, karena orang dibalik kostum olaf saat anda diatas panggung adalah seorang wanita" ucap richard
Ahh....
Pantas saja ia bisa bergaya pose imut dan menggemaskan karena ia seorang perempuan, berbeda dengan laki-laki yang akan canggung untuk melakukan pose imut seperti itu
"Oh ya?...so...where is she?" Tanyaku penasaran
"Mm...wait, aku akan mencarinya" ucap richard
Richard melihat sekeliling aula untuk menemukan sosok wanita yang ia maksud namun ekspresinya mengatakan bahwa ia tidak dapat menemukan wanita itu
"Ahh...aku lupa mr.sung, sebelum aku memakai kostum olaf, ia berkata padaku akan segera pergi karena ada urusan lain" ucap richard
Aku sedikit kecewa dengan ucapan richard karena gagal memberikan gadis itu hadiah sesuai yang aku janjikan pada dirinya
Tak lama seorang teman richard melewati diriku dan richard, reflek richard menghentikan temannya yang sedang berjalan dan menanyakan keberadaan gadis itu
"Hei..tasya, kau melihat temanku,hye jin?" Ucap richard pada temannya
Teman richard yang bernama tasya itu tersenyum malu padaku seolah ia kagum melihat diriku berdiri disampingnya
"Ohh...temanmu yang manis itu?...baru saja ia keluar, katanya ia tidak enak badan dan ingin pulang untuk istirahat" ucap tasya
"Ia...juga meminjam syalku agar tetap hangat saat dijalan" ucap tasya sambil menyisipkan rambutnya kebelakang telinga sambil mencuri pandang pada diriku
"Tidak enak badan? Hye jin?" Ucap richard untuk meyakinkan
"Hmm...ia terlihat pucat saat menghampiriku dan meminjam syalku, baru saja nona kim pergi keluar dari aula ini" ucap tasya
"Aku pikir, nona kim lelah karena terlalu banyak mengambil waktu kerja saat bekerja part time" lanjut natasya
"Tunggu sebentar....apa mungkin temanmu sama denganku, berasal dari korea juga" tanyaku
"Yes...mr.sung, temanku bernama kim hye jin, ia adalah teman satu kampusku dan berasal dari korea selatan" ucap richard
Wah...
Bukankah aku harus berbuat baik pada teman sebangsaku saat berada dinegara asing?
Terlebih ia sedang tidak enak badan karena kelelahan bekerja part time, memang tidak mudah hidup merantau di new york city sebagai mahasiswa
Setidaknya aku mengantarkan dirinya ke dorm dimana ia tinggal, mungkim gadis itu belum pergi jauh, aku harus mengejarnya
"Ahh...mr.sung, anda mau kemana? Acara makan siang bersama akan segera dimulai" ucap tasya
"Tunggu sebentar, aku ingin menemui temanmu richard" ucapku pada tasya
Aku segera pergi keluar aula dan berharap masih sempat bertemu dengan gadis itu untuk membantu dirinya
Aku melihat seorang wanita dengan memakai hoodie dan berjalan cepat ingin pergi dari panti asuhan
Ahhh...
Apa mungkin itu teman richard yang berasal dari korea
Siapa tadi namanya?
Kim...
Ahh...aku lupa dengan namanya
Baiklah aku akan memanggilnya nona kim saja
"Nona tunggu sebentar!" Ucapku
"Apa kau nona kim? Ku dengar kau tidak enak badan, apa ingin ku antar?" Tanyaku pada gadis itu
Anehnya gadis itu tidak segera membalikkan tubuhnya kearahku, melainkan hanya terdiam mematung
Aku mendekati gadis itu dan hendak menyentuh pundaknya namun belum sempat diriku melakukan hal itu, handphoneku berdering dengan keras dan aku segera mengangkatnya
Pandanganku beralih kehandphoneku dan berpaling dari gadis itu
Aku membalikkan tubuhku saat mengambil handphoneku yang berada disaku jasku dan mengangkatnya
Setidaknya aku harus menjaga tata krama saat mengangkat panggilan telepon didepan orang asing, siapa tahu panggilan telepon ini penting untukku
Ahh...
Ternyata panggilan dari ibuku
"Nne eomma (iya bu)" ucapku
"Hajung, apa kau masih dipanti asuhan?" Tanya ibuku
"Nne eomma, mungkin setelah makan siang bersama dengan anak-anak panti asuhan, aku akan pulang kerumah" ucapku
__ADS_1
"Hmm...baiklah, ibu berharap kau bisa makan siang bersama ibu dirumah" ucap ibuku dan segera menutup teleponku
Setelah itu, aku kembali mengalihkan perhatianku pada gadis itu, namun...anehnya setelah aku membalikkan tubuhku, gadis itu...
sudah menghilang dari hadapanku
Gadis itu pergi begitu saja seolah enyah dari pandanganku
Aku memajukan langkah kakiku untuk melihat lebih jauh dan berharap dapat menemukan sosok wanita yang sama berasal dari negaraku
Tak lama seseorang memanggilku dari belakang
"Mr sung!!"
Aku membalikkan tubuhku kearah suara wanita yang memanggilku
"Maaf mr.sung, acara makan siang bersama akan dimulai, anak-anak dan para pengurus panti sudah bersiap dan menunggu kehadiranmu" ucap wanita berambut pirang itu
"Ahh....baiklah, ayo segera kesana" ucapku dan akhirnya melupakan sosok gadis yang tiba-tiba menghilang dari pandanganku
****
Kim hye Jin pov
Haah...
Haah...haahh
Aku berlari kencang sekuat tenagaku agar bisa menjauh dari panti asuhan itu
Setelah merasa aku sudah cukup menjauh dari panti asuhan itu aku menghentikan langkah kakiku dan berusaha menghirup udara dengan baik
Aku meletakkan kedua tanganku diatas lututku dan posisi badan sedikit agak membungkuk
"Haah...hahh...jantungku haaa...jantungku, dimana dia?" Ucapku meracau seperti gadis gila dan meraba-raba dadaku sendiri
Aku merasakan detak jantungku yang berada didada berdetak dengan sangat cepat
"Haah....hampir saja jantungku terpisah dari tubuhku" ucapku sendiri
"Bagaimana bisa hajung berada dipanti asuhan itu dan kenal dekat dengan richard, apakah itu masuk akal? Haah haah..."
"Dunia ini sangat luas kenapa 2 orang itu harus kenal dengan sangat baik haah...dan terlebih lagi ternyata richard magang diperusahaan nyonya deok mi, bukankah yang aku dengar richard magang disebuah bank?"
Haah....sial!!
Aku tahu, selama aku menjadi deok mi aku tidak pernah mengunjungi perusahaan nyonya deok mi dan menurut seo jin, jika aku pergi kekantor nyonya deok mi, maka ritual penyambutanku sangat heboh layaknya artis yang berjalan dired carpet
Aku hanya tidak ingin membuat para karyawan sibuk karena menyambut kedatanganku, dan yang aku tahu, jika nyonya deok mi pergi kekantornya sendiri, suasana diperusahaan real estate akan seperti rumah hantu, menegangkan dan mencekam karena akan bersitegang dengan hajung
Aku akan pergi ke real estate jika rapat pemegang saham diadakan, selain itu, aku tidak diijinkan seo jin untuk pergi keperusahaan real estate
Haah...
Aku harap hajung tidak menyadarinya, bahwa aku mirip dengan deok mi, bayangkan jika hajung melihat wajahku...
Aishh....
Membayangkannya saja membuat bulu kudukku berdiri, entah alasan apalagi yang aku gunakan untuk lari dari sana
Ok tenang hye jin
Sekarang situasi sudah aman, aku harus segera pergi jauh dari sini dan mencari bus
Tapi....
Kenapa jalanan ini sepi sekali
Tidak ada angkutan umum yang lewat sama sekali
Aku membuka maps untuk mencari rute agar bisa sampai kerumah seo jin
Dan membutuhkan waktu 1 jam untuk menuju ke pusat keramaian kota dan untuk menuju halte bus, aku harus berjalan sekitar 300 meter
Ahh....
So damn it, sekarang aku merasa lapar karena sudah waktunya jam makan siang
***
Aku telah sampai dipusat keramaian kota dan berencana untuk mampir kesebuah restoran untuk makan siang
Tapi...
Aku melihat sebuah mobil sedan berwarna hitam yang terlihat familiar bagiku sedang terparkir disebuah restoran makanan khas italia
Aku mendekati mobil itu dengan perlahan dan benar adanya, dibelakang mobil sedan itu terdapat sticker macan yang membiusku dan memukul emma
Sehari sebelum acara launching dibuffalo
Hari ini aku merasakan berbagai kejutan yang tidak terduga olehku,
Seolah tuhan sedang memberikanku petunjuk dan menunjukkanya satu persatu kepadaku, dimulai dengan kemunculan sung hajung dipanti asuhan dan kini aku melihat seorang pria yang selama ini ingin sekali aku membuat perhitungan dengan dirinya karena sudah merugikanku dan emma
Chul moo sedang berbincang dengan seorang pria paruh baya dan aku tidak bisa melihat wajah lawan bicaranya dari jendela restoran karena tertutup oleh punggungnya
Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan yang jelas aku melihat ekspresi wajah chull mo sangat serius saat berbicara dengan lawan bicaranya
Aku memikirkan berbagai cara untuk mengetahui siapa lawan bicaranya dan ingin mengetahui apa isi perbincangan yang mereka katakan, kali ini aku bertekad tidak akan melepaskan chul moo dari jangkauanku
Namun...
Hingga aku menemukan sebuah ide bodoh untuk nekat masuk kedalam restoran itu membeli makan siang lalu duduk didekat mereka untuk bisa mendengar apa yang mereka bicarakan kemudian merekam chull moo dari handphoneku untuk diserahkan ke seo jin sebagai bukti bahwa aku melihat chull moo dan menyuruh detektif choi untuk menangkapnya dan menyerahkan dia kepolisi
Begitu mudahnya aku berpikir bahwa aku bisa melakukan rencanaku
Aku berpikir untuk menutupi rambutku dengan hoodie dan syal merah milik natasya dan masuk kedalam berharap tidak ketauan oleh chul moo
Dengan sedikit ragu aku memasuki restoran italia itu dan berusaha meyakinkan diriku bahwa diriku tidak akan ketahuan oleh chul moo karena saat ini pengunjung restoran sedang ramai
Aku mulai memasuki restoran dan seorang pelayan mengantarkanku ke meja yang bersebrangan dengan meja yang diduduki chull moo, aku dipisahkan 4 meja dari tempat dimana chull moo duduk
Tanpa berpikir panjang aku memilih menu makanan dengan asal dan aku memilih linguine alle vongole, sebuah pasta yang dicampur dengan kerang, aku bisa tahu dari gambar yang ada dimenu jika ditanya bagaimana rasanya, aku tidak tahu karena aku belum pernah mencicipinya dan ini pertama kalinya aku memasuki restoran italia yang terlihat mewah menurutku.
Aku berusaha mencuri pandang kearah chull moo ketika seorang pelayan selesai mencatat pesananku dan pergi meninggalkan mejaku
Aku berusaha melihat lawan bicara chul moo, namun belum berhasil karena terhalang oleh beberapa tamu restoran yang sedang menyantap makanannya
Aku berusaha menutupi wajahku dengan syal setidaknya hanya mata dan batang hidungku saja yang terlihat
Tak lama seorang pelayan datang dan memberikan pesananku
Aku terlena oleh harum masakan yang kupesan hingga melupakan tujuanku
Betapa aku cintanya kepada makanan lezat, bisa dibilang anugerah yang aku syukuri saat ini bertemu dengan seo jin adalah aku bisa menikmati berbagai makanan lezat dibelahan muka bumi ini
Selama ini aku hanya makan junk food yang aku bawa dari tempat kerja part timeku dan makanan siap saji selama tinggal disini
Anggap saja aku sedang perbaikan gizi dan memanjakan lidahku untuk mencicipi berbagai makanan lezat
Aku melahap linguine ini dengan 4 kali suapan besar, aku heran kenapa makanan enak selalu memiliki porsi yang sedikit haah..menyebalkan
Setelah aku selesai melahap makananku, aku terkejut melihat chull moo beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan restoran
Ohh tidak!!
Aku belum sempat melihat wajah lawan bicaranya tetapi mereka akan segera pergi meninggalkan restoran ini
Aku harus segera melihat wajahnya dan berusaha mengingatnya
Aku beranjak dari tempat dudukku dan sempat melupakan tagihan makananku
Hingga seorang pelayan menghampiriku untuk menyelesaikan pembayaran
Aku merogoh dompetku yang berada didalam tas dan mencari kartu kredit yang diberikan oleh seo jin
Dan ini pertama kalinya aku membayar menggunakan kartu kredit
Aku berusaha secepat mungkin untuk memencet nomor pin agar bisa mengejar chull moo
Seorang kasir memberikan kartu kreditku dengan tersenyum ramah dan memberikan aku struk dan sebuah permen
Aku segera berlari kecil untuk mengejar chull mo dan melihat seorang supir sedang mempersilahkan tuan majikannya kedalam mobil pribadinya
Chull moo membungkuk kan tubuhnya tanda menghormati seorang pria paruh baya itu
Supir itu terlihat familiar, dimana aku melihatnya, aku mengerutkan keningku untuk mengingat dimana aku bertemu dengan supir itu
Aku terkejut ketika teringat supir yang aku lihat
Cha...charlie?!
Tidak mungkin!!
Jika itu charlie maka ia bersama....
Sung dong il
Aku melihat wajah sung dong il sesaat sebelum memasuki mobilnya
Setelah itu charlie berlari kecil untuk masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya
Chul moo mengikuti arah mobil yang dikendarai charlie dengan matanya
Aku segera bersembunyi dibalik tembok agar tidak ketahuan oleh chull moo
Aku melihat mobil itu melaju, dengan seksama aku mengamati mobil itu dan benar adanya itu adalah mobil milik ayahnya deok mi
Aku segera mengendalikan rasa terkejutku dan berusaha meyakinkan diriku bahwa yang aku lihat bukanlah khayalan
Aku mengintip dibalik tembok dekat pintu masuk restoran italia itu dan melihat chull moo memasuki mobil sedan berewarna hitam dengan stiker macan yang berada dibelakang mobilnya
Chull moo memutar balik mobilnya dan pergi meninggalkan restoran italia itu
Karena sangat terkejut dengan apa yang kulihat, aku tidak menyadari seseorang menyuruhku untuk pindah dari posisi dimana aku berdiri karena menghalangi pintu masuk restoran itu
Seorang wanita menepuk pundakku dan membuat diriku tersadar dengan apa yang aku lakukan
"Are you okay?" Tanya wanita muda yang menepuk pundakku
Aku menengok kearah wanita muda itu dan menepis tangannya dan segera beranjak pergi dari pintu masuk restoran itu
Aku yakin mereka menganggapku wanita gila karena tidak merespon kalimat mereka untuk segera pergi agar tidak menghalangi pintu masuk restoran itu
Aku berjalan dengan tatapan kosong kearah halte bus dan menaiki bus ke arah rumah seo jin, meskipun jarak halte bus dan rumah seo jin sangat jauh , aku tetap menaikinya
Sesampainya ditujuan, aku turun dari bus dan duduk dihalte bus, terdiam dengan tatapan kosong mencoba berpikir kenapa ayah deok mi bicara dengan chul moo, beberapa kali aku menggelengkan kepalaku menolak pikiran negatif yang aku pikirkan
Dan berpikir tidak mungkin ayah deok mi adalah dalang dibalik pembiusanku dan pemukulan emma
Apakah menyuruhku menjadi putrinya dan berpura-pura baik padaku adalah bagian rencana dari sung dong il?
__ADS_1
Apakah sung dong il berpura-pura sedih ketika putrinya terbaring koma adalah topeng untuk menarik simpatiku dan menuruti kemauannya sesuai rencana agar perusahaan real estate tetap berada digenggaman tangannya?
Ini semua membuatku pusing
Aku tidak bisa menuduh sung dong il melakukan apa yang aku pikirkan tanpa bukti
Aku menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku pertanda untuk menghentikan otakku berpikir yang tidak-tidak
Aku terkejut dengan suara handphoneku yang berbunyi dan aku melihat seo jin menelponku
Aku mengangkat panggilan telepon itu tanpa bersuara, hingga seo jin memanggil namaku dari panggilan telepon
"Hye jin?...hye jin?" Ucap seo jin untuk memastikan bahwa aku sudah mengangkat panggilan teleponnya
Aku menghembuskan nafasku hingga terdengar keras ditelepon
"Nne (iya)" ucapku malas
"Kau dimana? Hari sudah mulai gelap, aku harap kau tidak lupa diri karena pergi kencan dengan pangeran kuda putih palsu itu" ucap seo jin meledek
Aku baru menyadari bahwa aku sudah duduk terdiam dihalte bus ini hingga matahari ingin terbenam dan memudarkan sinarnya
"Aku berada dihalte bus dekat komplek perumahanmu" ucapku
"Maksudmu dekat lincoln park?" Tanya seo jin
"Nne (iya)" ucapku lagi
"Baiklah..aku akan meminta supir ohh untuk menjemputmu" ucap seo jin dan menutup teleponnya
Sekitar 15 menit, supir ohh datang dan menghampiriku
"Nona, silahkan masuk, tuan seo jin sudah menunggu anda" ucapnya yang melihatku sedang termenung
Aku tidak menggubris ucapan supir ohh, aku segera masuk kedalam mobil dan tidak berkata apapun
Sesekali supir ohh melirikkan matanya kearah spion dalam untuk melihat keadaanku yang duduk mengamati pemandangan luar mobil
Hingga aku sampai dirumah seo jin yang megah dan bibi min menyambutku dengan ramah
Seperti biasa, aku tidak membalas senyuman ramah mereka dan melewati mereka dengan acuh
Aku kedalam kamar dan melihat seo jin sedang bersantai membaca buku diatas tempat tidur
Aku pikir seharian ini seo jin hanya bersantai diatas tempat tidur, setidaknya ia tahu bagaimana cara untuk bermalas-malasan diakhir pekan
"Bagaimana kencanmu? Apakah berjalan dengan lancar?" Tanya seo jin
Aku tidak menjawab pertanyaannya dan menatap dirinya dengan ekspresi datar
"Ahh...dari ekspresimu kelihatannya tidak berjalan lancar" ucapnya
"Kenapa? Apa kau melihat sisi buruk laki-laki itu dan merasa illfeel?"
"Tidak perlu merasa sedih hye jin, laki-laki sempurna memang sulit dicari di belahan muka bumi ini, kau termasuk beruntung karena bisa bertemu laki-laki sempurna seperti diriku" ucap seo jin dengan sangat narsis dan berhasil membuat diriku bereaksi dengan ucapannya
Cihh....narsistik sekali laki-laki ini
Aku menghembuskan nafasku sambil memutar bola mataku pertanda aku geli mendengar ucapan seo jin
Aku segera pergi kekamar mandi dan menghiraukan seo jin agar tidak banyak bicara padaku
***
Setelah mandi dan makan malam bersama seo jin, aku segera pergi kekamar dan merebahkan tubuhku keatas sofa
Seo jin melihat tingkahku yang aneh karena selama makan malam aku terdiam menatap makanan tanpa ekspresi dan membuat dirinya penasaran apa yang terjadi kepadaku
"Yya..kim hye jin! Ada apa dengamu haah?" Tanya seo jin
"Apa kau akan seperti ini terus padaku dan tidak bercerita kepadaku?" Tanya seo jin
"Seo jin-ssi, apa kau percaya dengan petunjuk tuhan?" Tanyaku
"Apa maksudmu?" Tanya seo jin
"Aku tahu kau jarang beribadah kepada tuhan, tapi aku yakin setidaknya kau memiliki iman dan percaya bahwa tuhan itu ada" ucapku
"Apa kau mau pamer bahwa dirimu adalah manusia yang rajin ibadah" ucap seo jin
"Bagaimana jika selama ini penilaianmu terhadap seseorang salah namun tuhan memberikanmu bukti bahwa sebenarnya ia orang baik?" Ucapku
"Dan..bagaimana jika selama ini kau menilai bahwa orang itu baik namun tuhan memberikanmu petunjuk bahwa sebenarnya ia adalah orang yang jahat" ucapku lanjut
"Hye jin-aa aku tidak mengerti ucapanmu" ucap seo jin
"Bisakah kau berbicara tanpa kalimat yang berbelit-belit dan langsung menuju inti pembicaraan ini" ucap seo jin yang mulai penasaran dengan apa maksud dari perkataanku
"Apa yang dia lakukan padamu? Apakah laki-laki yang kau idamkan selama ini memiliki kekasih hingga membuatmu patah hati dan bicara mu melantur seperti ini?" Tanya seo jin
Aku beranjak dari sofa dan berdiri berhadapan dengan seo jin
"Aniaa...(tidak) ini bukan tentang richard" ucapku
"Aku pikir kau salah menilai hajung" ucapku dan membuat seo jin mengerutkan dahinya
"Hari ini aku bertemu dengan hajung dipanti asuhan, ia berbaur dengan anak-anak dipanti dengan sangat baik, ia terlihat sangat baik dan penyayang pada anak-anak, aku pikir hajung tidak sejahat dan licik seperti yang kau katakan padaku" ucapku panjang lebar dan membuat seo jin melangkah mendekatiku
"Apa benar hajung pernah tinggal dipanti asuhan sebelum ia berkumpul dengan keluarganya sekarang?" Tanyaku
"Dari mana kau tahu hajung pernah tinggal dipanti asuhan?" Tanya seo jin yang kini telah berubah ekspresi wajahnya yang semula bingung menjadi sedikit agak menyeramkan bagiku
"Dari..orang-orang yang hadir pada pesta perayaan dipanti asuhan itu..."
"Seberapa jauh kau mengenal hajung, hye jin?" Tanya seo jin yang mulai membuatku gugup
"Aku berada dipanti asuhan itu dan melihat hajung berbuat baik dengan tulus, itu terbukti dengan ia berdonasi setiap bulan dipanti asuhan itu"
"Hye jin-aa apakah hajung tau bahwa kau berpura-pura menjadi deok mi?" Tanya seo jin yang membuatku semakin takut
"Ha...hampir..maksudku tidak" ucapku gugup
"Jadi ketahuan atau tidak?" Tanya seo jin seperti polisi yang sedang mengintrogasi tersangka
"Tidak seo jin! Aku tidak ketahuan oleh hajung"
"Lalu, kenapa kau bisa bertemu dengan hajung?" Tanya seo jin yang semakin mendekat wajahnya dengan wajahku
"Jadi begini, richard mengajakku kedalam kegiatan komunitas sosialnya dan pergi ke sebuah panti asuhan disana aku membantu persiapan untuk perayaan hari jadi panti asuhan tersebut setelah itu hajung datang dan ternyata dia adalah donatur yang baik hati karena telah memberikan sumbangan tiap bulan kepanti asuhan itu untuk anak-anak yang kurang beruntung"
"Lalu aku memakai kostum manusia olaf agar tidak ketahuan oleh hajung, dan aku melihat hajung adalah orang baik dan kau salah menilai dirinya" ucapku
Seo jin meringis pertanda meremehkan hajung mendengar kalimatku bahwa hajung orang baik
"Dan aku berusaha untuk keluar dari panti asuhan itu dan hampir ketahuan olehnya" ucapku
"Ahh...syukurlah tuhan masih melindungimu agar kau tidak ketahuan dari hyena itu" ucap seo jin kepadaku hingga membuat keningku mengkerut
"Dan kau tahu apa yang terjadi setelah itu?" Ucapku
"Haaaah...aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat" ucapku
Seo jin menunggu kalimatku selanjutnya
"Aku bertemu dengan chul moo disebuah restoran italia dan berbicara dengan..."
"Dengan ayah deok mi" ucapku
Seo jin menatapku dengan sangat tajam tidak...lebih tepatnya seperti seseorang yang sedang menahan amarah
" apa kau tidak tahu bagaimana sifat ayah deok mi? Bagaimana bisa ayah deok mi, sung dong il bertemu dengan chul moo yang jelas-jelas sudah melakukan tindakan kriminal padaku dan emma"
"Jadi ini maksud pembicaraanmu yang salah menilai orang baik justru sebenarnya jahat?" Tanya seo jin dan semakin mendekat kepadaku
Aku reflek memundurkan langkah kakiku kebelakang dan melangkah kebelakang terus
"Y..ya, maksudku bisakah kau cari tahu lebih dalam dengan kegiatan apa saja yang dilakukan sung dong il dengan menyuruh detektif choi?"ucapku
"Bagaimana jika orang yang menyuruh membiusku dan memukul emma adalah ayahnya deok mi dan apa mungkin 'bos besar' yang dimaksud laki-laki misterius yang aku dengar ditaman saat acara launching dibuffalo adalah ayah mertuamu?"
"Apa kau menuduh ayah mertuaku bekerja sama dengan chull moo?" Tanya seo jin yang mulai geram
"Seo..seo jin-ssi aku tidak menuduh ayah mertuamu, hanya saja perlu untuk mengamati gerak-gerik ayah mertuamu tidak kah kau menaruh curiga pada ayahnya deok mi....aaaa" ucapku sambil berjalan mundur hingga aku tidak menyadari bahwa aku menabrak kaki tempat tidur dan membuatku terjatuh diatasnya karna seo jin semakin mendekatkan dirinya kearahku
Aku hendak bangun dari tempat tidur namun seo jin berada diatas tubuhku dan menekan pergelangan tanganku dengan keras
Aku mulai takut pada seo jin
"Kim hye jin, jaga ucapanmu tentang ayah mertuaku, kau tidak tahu pasti sifat ayah mertuaku, kau baru kenal dengannya dan bagaimana mungkin kau menaruh penilaian dan curiga seolah-olah ayah mertuaku adalah seorang penjahat?" Ucap seo jin dengan sinis
"Aku tidak akan diam jika seseorang menjelek-jelekan ayah mertuaku meskipun kau orangnya hye jin" ucap seo jin dengan tatapan matanya yang tajam
"Seo jin-ssi, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat dan aku melihat tuan dong il berbicara dengan chull moo, kenapa kau melakukan ini padaku? Lepaskan aku seo jin" ucapku
Bukannya melepas cengkaramannya, seo jin justru menyatukan kedua pergelangan tanganku menjadi satu dan memposisikannya diatas kepalaku menahannya dengan tangan kirinya
Sedangkan tangan kanan seo jin mencengkram kedua pipiku dengan kuat hingga aku kesulitan untuk menggerakkan kedua bibirku
"Mulai sekarang apa yang kau lihat dan kau dengar mengenai ayah mertuaku segera hapus dari ingatanmu, jika kau masih ingin memiliki kehidupan yang panjang"
"Jika kau berbicara seperti itu lagi tanpa bukti yang kuat, aku ragu tidak bisa melindungimu dan mungkin nyawamu akan terancam hye jin, camkan itu!" Ucap seo jin dengan geram kepadaku membuatku menitikkan air mata karena takut
seo jin masih menatap wajahku dengan geram aku menutup kedua mataku agar tidak bisa melihat tatapan mata seo jin yang menyeramkan, tak lama seo jin melempar wajahku kesamping dengan kasar dan melepas cengkaramannya dan beranjak dari atas tubuhku
Sedangkan diriku masih berada diposisi yang sama tidak bergerak sedikitpun, seo jin mengambil jaket rajutnya dan mengambil kunci mobilnya lalu pergi keluar kamar
Aku mendengar samar-samar suara mobil pergi melaju meninggalkan rumah ini, aku tidak tahu kemana arah tujuan seo jin pergi
Aku mengatur nafasku dan berusaha untuk tidak menangis dengan suara keras karena masih ada bibi min dan beberapa pelayan yang belum pulang meninggalkan rumah ini
Setelah beberapa menit aku bangun dari posisi tidur dan duduk sambil memegang pergelangan tanganku yang masih terasa sakit karena cengkraman seo jin yang kuat
Aku melihat pergelangan tanganku yang terluka karena terkena tekanan dari kuku seo jin
Malam ini aku memutuskan untuk bersembunyi tidur di bathub kamar mandi karena takut seo jin akan kembali kekamar ini dan akan melakukan hal yang buruk kepadaku
____________////__________________
hola everyone moon maap lahir batin berhubung masih dibulan syawal muehehehe....
maapin hyung jarang update dikarnakan kondisi badan
tapi...
hyung ngasih episod ini mayan panjang ampe kalian bosen bacanya muehehe...(boong deng hyung harap kalian ga bosen ama cerita hyung dan ngikutin ampe tamat nih cerita)
selamat menikmati episode kali ini
tak lupa dan tak pernah bosan hyung ucapkan untuk kritik dan saran serta tanda love lalu favoritkan cerita ini, ok boss!!!
terima kasih 🙆♂️🙇♂️
__ADS_1