
Kim Hye Jin pov
Sesuai janji, supir ohh kembali kerumah untuk menjemputku setelah mengantar park seo jin ke kantor tanpa sepengetahuan tuannya
Aku tahu park seo jin akan kecewa jika pegawainya membantu diriku untuk memata-matai kegiatan mertuanya tanpa sepengetahuan dirinya
Tapi ini semua untuk menyingkirkan rasa penasaranku dan prasangka buruk pada tuan sung dong il
Jadi kumohon maafkan atas perbuatan nekatku kali ini seo jin
Supir ohh mengantarku kesebuah taman dekat perumahan seo jin dan memberitahuku untuk masuk kedalam mobil van berwarna hitam yang sudah tiba lebih dulu sebelum diriku
Sesampainya didalam mobil van, aku sedikit bingung karena tidak ada satupun orang yang menungguku didalam mobil, hanya aku seorang sendiri
Hingga beberapa menit kemudian seseorang membuka pintu mobil van dan ternyata itu supir ohh bersama lelaki bertopi hitam, aku tebak dia adalah detektif choi
"Maaf nona, membuatmu lama menunggu" ucap supir ohh
"Gwaenchana* (tidak apa)" ucapku
"Aku telah menyampaikan ide anda tadi pagi ke detektif choi dan membuat kami sedikit berdebat" ucap supir ohh sambil menyenggol lengan detektif choi menggunakan sikunya pertanda untuk berbicara padaku
Haah...aku tahu ide gila ku akan sulit meyakinkan detektif choi untuk membantuku, setidaknya aku harus mendengar alasannya jika ia tidak sudi untuk membantuku
Aku berusaha menebak apa alasan detektif choi untuk menolak membantuku
"Apakah anda sudah memikirkan matang-matang nona dengan resiko tindakan ini?" Tanya detektif choi dengan suara bass nya
"ne* (ya) Aku sudah memikirkannya" ucapku santai
"Apakah anda sudah tahu alasan tuan park melarangku untuk memata-matai kegiatan tuan sung dong il?" Ucap detektif choi
"Ajik mollasseumnida* (aku belum tahu)" ucapku
"Aku sarankan anda tidak perlu repot-repot untuk melakukan hal ini nona, jika anda ingin memiliki hidup yang panjang" ucap choi
Aishh...jinjja
Kalimat choi mengingatkanku pada kalimat si raja kukang
"Yya....apakah kau akan hidup dengan hati yang tenang jika ada suatu hal yang tidak beres, apakah hidup itu hanya sekedar memuaskan perut saja?" Ucapku yang mulai menyindir
"Apa kau akan membiarkan hal yang salah mengalir terus menerus sampai ajal menjemputmu?"
"Kau itu manusia atau bukan? Mengabaikan sesuatu yang harusnya tidak boleh dilakukan dan membiarkan seseorang berbuat seenaknya dengan mengandalkan kekuatan uang dan kekuasaan" ucapku yang mulai emosi
"Jika kau merasakan insting bahwa sung dong il tidak melakukan hal baik, sebagai seorang detektif yang handal tentunya akan mudah dalam mencari bukti jika kau ingin berusaha, kecuali jika kau hidup sebagai boneka dan berprinsip tujuan hidupmu hanya untuk makan dan hidup aman untuk dirimu sendiri tanpa mempedulikan orang lain"
"Apa kau tidak malu pada diriku yang hanyalah seorang gadis muda dan amatir dalam bidang ini berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dan mencoba menghentikan perbuatan sung dong il jika terbukti salah"
"Kau tahu, aku semakin yakin bahwa instingku benar jika sung dong il telah melakukan suatu hal yang tidak baik ketika aku mendengar kalimat peringatan dari mulutmu dan juga park seo jin"
"Nona muda, aku mengatakan ini karena telah mengalami beberapa hal saat dikore....." ucap detektif choi
"Ahh...tentang kasusmu yang tidak bisa membuktikan siapa pembunuh kekasihmu dipengadilan?" Ucapku memotong pembicaraan detektif choi
Seketika detektif choi melirik tajam kearah supir ohh dan dengan cepat supir ohh terlihat panik mencoba menenangkan ku yang mulai berapi-api
"Detektif choi..aku hanya mengingatkanmu, kita tinggal di amerika, tentunya terdapat perbedaan hukum antara korea dan amerika"
"Aku akan mencari bukti yang kuat jika memang sung dong il berbuat hal yang tidak baik"
"Tapi...aku tidak akan memintamu sampai ketahap itu, aku hanya memintamu untuk meminjamkan alat penyadap dan mencari tahu sendiri kegiatan sung dong il sehari-hari"
"Aku akan meminjamnya sampai pemilihan direktur utama real estate rose diadakan, setelah itu aku akan mengembalikannya padamu" ucapku
"Jadi...kumohon bantu aku detektif choi"
Beberapa saat detektif choi terdiam, ia ragu untuk meminjamkan alat itu kepadaku
"Kali ini saja...tolong bantu nona kim" ucap supir ohh memohon untuk membantuku meyakinkan detektif choi
pada akhirnya dengan sedikit berat hati, ia setuju untuk meminjamkan alat penyadap jarak jauh padaku
Detektif choi bergegas pergi ke tempat duduk kemudi mobil untuk mengambil koper berisi alat penyadap jarak jauh
Detektif choi menjelaskan cara kerja alat ini dan memberitahuku untuk meletakkan chip ditempat tersembunyi
***
"Apakah anda sudah paham nona muda?" Tanya detektif choi
"ne* (ya)...aku paham" ucapku
"Bagaimana cara anda untuk meletakkan beberapa chip ini tanpa dicurigai oleh tuan sung dong il?"
"Aku berencana untuk menginap beberapa hari dikediaman orang tua sung deok mi dan meletakkan benda ini ditempat yang tepat" ucapku
"Baiklah...aku tidak bisa menjamin keselamatan anda jika ketahuan oleh sung dong il" ucap detektif choi
"Gwaenchana* (tak apa) sung dong il tidak akan berani menyakitiku karena ia membutuhkanku untuk pemilihan direktur real estate rose" ucapku
"Chogiyo* (permisi) No...nona kim, aku hanya mengingatkan padamu melakukan penyadapan adalah hal ilegal tanpa surat sah dari kepolisian, anda bisa terkena hukum disini" ucap supir ohh
"Aku sudah memikirkan soal hukum Sejak aku memutuskan untuk berpura-pura menjalani kehidupan orang lain sebagai sung deok mi"ucapku
"Jika sung dong il melaporkanku ke polisi karena aku diam-diam meletakkan alat sadap di kediamannya, ia akan ikut terseret karena menyuruhku untuk berpura-pura menjadi anaknya demi menjaga kestabilan perusahaan real estate rose agar tidak gunjang ganjing" ucapku
"Aku pikir...ia tidak akan membiarkan orang-orang tahu jika aku adalah deok mi gadungan, lain hal nya jika deok mi yang asli sudah bangun dari koma, dan sudah bisa beraktivitas biasa, tanpa ragu sung dong il akan menuntutku dengan mudahnya" ucapku
Setelah aku mendapatkan alat penyadap yang dibawa oleh detektif choi, aku meminta supir ohh untuk mengantarku kembali kerumah seo jin dan bersiap-siap untuk membawa beberapa pakaian.
Bibi min yang menyadari diriku membawa koper dengan ragu ia bertanya padaku
"Nyo..nyonya anda akan pergi kemana?" Tanya bibi min
Aku yang sudah menduga hal ini akan terjadi terpaksa berbicara ketus pada wanita paruh baya yang berada didepanku
"Aaa....bibi min, sepertinya akhir-akhir ini aku bersifat lunak padamu" ucapku
"Sejak kapan kau berani menanyakan tujuanku untuk berpergian?" Ucapku lagi sambil menurunkan kacamata hitamku sampai batang hidung
Bibi min tidak berani menatapku, ia hanya menundukan kepalanya merasa menyesal karena mengajukan pertanyaan seperti itu pada nyonya besar
"Ma..maafkan atas kelancangan saya nyonya, saya melihat akhir-akhir ini anda sering bersama dengan tuan seo jin dan saya senang akhirnya bisa melayani anda dirumah ini" ucap bibi min berusaha menghiburku
"Hhh....aku melakukan itu hanya karena belum sempat menjalin hubungan dengan laki-laki yang menarik"
"Kau yang paling tahu bibi min tujuan dari pernikahan diriku dengan seo jin, berhentilah membuatku kesal karena pertanyaanmu yang menyebalkan itu"
"Enyah dari hadapanku dan bawa koper ini kemobil!" Ucapku ketus pada bibi min dan memerintahkan bibi min dengan cara mengayunkan jari telunjuku
Sesampainya diteras rumah, supir ohh membantu bibi min yang hendak memasukkan koper kedalam bagasi mobil
Dengan cuek dan berjalan angkuh,
aku segera masuk kemobil dan mengakhiri ekspresi angkuh sung deok mi yang membuat otot wajahku menjadi kaku
Aku pergi kerumah orang tua sung deok mi tanpa memberitahu seo jin terlebih dahulu
Sebelum pergi membawa beberapa pakaian, aku telah meninggalkan alat monitor sadap di ruang bawah tanah yang berada di ruangan baca milik seo jin
Aku termenung menatap pemandangan kota chicago melalui jendela mobil dan mengingat tentang kejadian saat aku menunggu seo jin untuk menandatangani surat kontrak di ruang bacanya
Saat itu secara tidak sengaja, aku menemukan ruang bawah tanah di ruang baca seo jin yang sudah tidak terpakai lagi bersebrangan dengan tempat ruangan penyimpanan anggur
Saat itu aku berjoget konyol meniru gerakan tarian girl band terkenal dikorea untuk mengusir rasa bosan menunggu raja kukang
(Flash back)
"Lets kill this..." ucapku sambil menghentakkan kaki kelantai
Namun kaki kananku seperti menginjak sesuatu dibalik karpet, aku pikir itu hanya benda yang terjatuh, aku mencoba menendangnya dari balik karpet namun sesuatu yang menonjol itu tidak bergerak, seperti sudah terpaku dibawah lantai
Karena penasaran aku melipat karpet tempat dimana aku berpijak dan ingin melihat benda apa yang menghambat hentakan kakiku. saat aku melipat karpet, aku melihat gagang pintu untuk menuju ruang bawah tanah
Ahh...pantas benda ini tidak bisa bergerak sedikitpun, ternyata gagang pintu ruang bawah tanah
Aku memang sedang mengisi waktu luang untuk mengusir rasa bosan karena menunggu seo jin yang sedang mandi, tanpa ragu, aku membuka pintu untuk menuju ruang bawah tanah dan berniat untuk melihat-lihat ruangan
Sejak aku tinggal disini, aku belum selesai untuk meng-eksplore seluruh rumah seo jin, karena rumah ini terlalu luas untuk dihuni 2 orang, yahh...meskipun dipagi dan siang hari jumlah manusianya bertambah karena pegawai rumah seo jin
Aku menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu untuk menuju ruang bawah tanah dengan bantuan cahaya dari handphone
Aku mencari saklar lampu untuk melihat isi ruang bawah di ruang baca seo jin, setelah menemukan saklar lampu, aku bisa melihat sekelilingku
Meskipun tidak terlalu terang karena hanya mengandalkan lampu bohlam berwarna kuning
Setidaknya aku bisa melihat isi ruang bawah tanah ini
Isi ruang bawah tanah ini hanya berisikan rak kosong untuk menyimpan botol-botol anggur
Dan sepertinya ruang bawah ini sudah lama tidak terpakai, terbukti dari banyaknya sarang laba-laba yang menghalangi pandanganku
Aku menemukan sebuah pintu dan membuka kuncinya karena pintu ini terkunci dari ruang baca seo jin
Saat aku membukanya, aku terhubung oleh ruang untuk penyimpanan anggur yang sedang terpakai
Aku melihat banyak botol anggur di rak-rak yang tersusun dengan rapi
Dan tertuju pada botol anggur yang memiliki kotak kaca sendiri
Botol itu dipisahkan dari botol anggur yang lain seolah itu adalah anggur istimewa, aku membaca merk yang tertera pada botol itu dan tertulis
'Penfolds Grange Hermitage 1951'
Ahh...bahkan anggur ini sudah ada sebelum aku dilahirkan
Aku yakin botol anggur ini sangat berharga hingga diberikan kotak kaca sendiri
"Wahh.. daebak!* (luar biasa) Memang sangat berbeda gaya hidup konglomerat dengan rakyat umum lainnya, memiliki koleksi anggur yang sangat langka dan rela mengocek kantong dalam hanya untuk meminum sebotol anggur" ucapku pada diriku sendiri merasa terkagum dengan life style chaebol* (konglomerat)
Setelah puas berkeliling diruang bawah tanah, aku kembali keatas dan mengira seo jin sudah selesai untuk mandi
(Waktu sekarang)
Aku yakin, seo jin tidak akan pergi keruangan bawah tanah yang tidak terpakai itu karena masih banyak ruangan layak yang tidak sering ia datangi
Ditambah lagi seo jin banyak menghabiskan waktunya dikantor dari pada dirumahnya sendiri
***
Tak terasa aku telah sampai dirumah orang tua sung deok mi
Beberapa penjaga langsung memberikan hormat dan berekspresi panik ketika diriku tiba-tiba hadir di rumah orang tua sung deok mi
Seketika beberapa penjaga langsung bersiap menyambutku didepan pintu masuk rumah kediaman tuan dong il
Aura rumah orang tua sung deok mi sangat berbeda dengan rumah seo jin, biasanya aku disambut oleh para maid saat berada dipintu masuk rumah, kali ini aku disambut oleh para pengawal rumah ini dan berstelan jas hitam
Ini....tidak seperti rumah pada umumnya, lebih tepatnya ini mirip blue house karena banyak sekali pria memakai stelan jas hitam
Apakah ayah sung deok mi adalah seorang presiden amerika? Kenapa isi rumahnya kebanyakan para pengawal? Wahh...daebak* (luar biasa) aku masih belum terbiasa dengan kebiasaan hidup orang kaya yang sangat berlebihan menurutku
Ketika aku turun dari mobil, para pengawal dirumah itu serentak menundukkan kepalanya dan mengucapkan "selamat datang" kepadaku hingga aku terkejut mendengar suara keras dari mereka
Aku berusaha mengatur ekspresiku, dan tidak lama seorang wanita paruh baya menghampiri dan menyambutku dengan ramah
"Omo....putriku sayang" ucap ibu deok mi
Ia memelukku dengan erat dan sangat senang ketika aku mengunjungi rumahnya
"Kenapa kau tidak menghubungiku terlebih dahulu jika dirimu ingin berkunjung kerumah orang tuamu?" Tanyanya
"Eomma* (ibu)...haruskah seorang anak meminta ijin dulu pada orang tuanya jika ingin mengunjungi rumah orang tuanya sendiri?" Tanyaku balik
"Aigoo...deok mi-a, eomma sangat senang kau kemari, pasti kau sangat merindukan ibu" ucapnya
"Ayo masuk kedalam untuk beristirahat, pelayan akan menyiapkan makan siang untukmu" ucap ibunya deok mi
Aku melihat sekeliling rumah orang tua deok mi untuk menetapkan titik-titik pemasangan chip penyadap
Apakah aku bisa meletakkan chip-chip ini tanpa ketahuan, jika rumah ini dijaga ketat oleh para pengawal?
Aku menghembuskan nafasku, dan sedikit kehilangan semangat dan mengingat kembali ucapan detektif choi bahwa peluang aku melakukan semua ini akan gagal, benar adanya
Ibu deok mi mengantarku ke dalam kamar dan membiarkan diriku untuk beristirahat sejenak dan akan memanggilku jika makan siang telah siap
Sesampainya dikamar, aku melihat-lihat sekeliling kamar dan sepertinya ini kamar deok mi sebelum dia menikah dengan seo jin
Dimulai dengan wardrobe room milik deok mi, seperti biasa deok mi memang gemar mengoleksi pakaian, tas dan sepatu yang mahal
Aku tahu sepertinya tidak sopan jika membuka isi lemari pakaian orang lain hanya saja, aku ingin lebih mengenal nyonya sung deok mi melalui isi kamarnya
Aku mulai membuka satu persatu isi laci yang ada di wardrobe room itu namun aku menemukan sebuah laci yang tidak bisa dibuka dan penasaran dengan isi dari laci tersebut
Aneh...
Kenapa hanya laci ini yang terkunci sedangkan yang lainnya tidak?
Aku mencoba mencari kunci laci ini disekitar wardrobe room namun hasilnya nihil, aku tidak menemukan apapun
Tak lama seseorang mengetuk pintu itu memanggil deok mi dan membuka pintu kamar nyonya sung deok mi
Dan orang itu tidak lain adalah song ji hye, ibunda dari sung deok mi
"Deok mi-aa, sedang apa kau disana?" Tanyanya
Aku berusaha setenang mungkin agar tidak terlihat mencurigakan
__ADS_1
"Ahh...eomma, aku hanya mencari pakaian untuk makan siang" ucapku
"Ingin ibu bantu untuk mencarikannya?" Tanyanya lagi
"Dengan senang hati eomma" ucapku sambil tersenyum
"Mmm...bagaimana dengan ini?"tanya nyonya song ji hye
Ia mengambil mini dress tanpa lengan berwarna biru dongker dan memberikannya padaku
Seketika aku berhenti tersenyum karena sempat terkejut dengan pemilihan pakaian dari ibunya sung deok mi
"Ahh...eomma kita akan makan siang bukan menghadiri pesta makan malam, sebaiknya aku memakai dress yang ini saja" ucapku sambil mengambil dress V-neck bertema summer warna hijau
"Baiklah sayang, dress ini juga terlihat cantik jika dipakai olehmu" ucap nyonya ji hye sambil mengelus pipiku dengan tangannya yang lembut
"Ibu akan menunggumu dibawah, bersiaplah deok mi sayang" ucapnya sambil keluar dari kamarku
Aku mengangguk sambil tersenyum pada nyonya ji hye
Setelah ia menutup pintu dan keluar dari kamarku, aku segera duduk diatas tempat tidur dan menghela nafas
Haah...menyebalkan, aku harus ber-akting menjadi orang lain sepanjang hari jika berada dirumah ini
Bersabarlah hye jin, demi mengusir rasa kecurigaanku selama ini pada sung dong il, aku harus mencari tahu sendiri
Setelah berganti pakaian, aku segera turun kebawah untuk makan siang bersama dengan nyonya song ji hye
Terlihat beberapa maid berdiri diruang makan pertanda siap untuk melayani majikannya untuk makan siang
Selama aku keruang makan, ada sedikit perbedaan dari rumah ini, sedikit sepi, tidak seramai saat aku datang kerumah ini
Lebih tepatnya, aku tidak melihat para pengawal berlalu lalang didalam rumah ini, aneh pikirku
"Aku sudah menyuruh koki rumah ini untuk mengganti menu makan siang menjadi menu makanan kesukaanmu deok mi sayang" ucap ibu deok mi yang membuatku fokus kembali
"Benarkah?! Aku sudah tidak sabar untuk memakannya" ucapku dan mulai memakan steak wagyu kesukaan deok mi
Ditengah makan siang, ibu deok mi menyuruh para maid pergi dari ruang makan dengan cara mengayunkan tangannya
"Deok mi-aa tinggallah disini selama beberapa hari, ibumu ini sangat merindukanmu" ucap nyonya song ji hye padaku
"Tenang saja, ibu sudah mengusir semua pengawal dirumah ini sehingga kau bisa menginap disini dengan nyaman" ucapnya lagi yang membuat diriku terkejut mendengarnya
Mengusir??!!
"Dan itu yang membuat alasan kau tidak pernah mengunjungi ibumu kan?" Tanya nyonya song ji hye
Apakah nyonya sung deok mi juga tidak menyukai para pengawal yang bersiaga dirumah ini?
"Tidak perlu terkejut, aku mengetahui alasannya dari menantu seo"
Wahh...daebak!
Dewa sedang bersamaku
Baguslah jika mereka memang tidak berpatroli lagi didalam rumah ini
"Aku tidak tahu jika kau akan berkunjung kerumah untuk menemui orang tuamu, dan kudengar akhir-akhir ini kau sudah mulai tinggal serumah lagi dengan menantu seo jin"
"Ibu bersyukur kau sudah mulai berubah deok mi, ibu tahu semua wanita akan berubah jika telah menjadi seorang ibu, begitu pula dengan dirimu yang akan segera memiliki anak dan masih tumbuh didalam perutmu" ucap ibu deok mi yang membuat aku tersedak ketika mendengar ucapannya
"Ohok..ohok....eomma!!!' Teriakku
"Berhentilah berkata seperti itu, aku tidak hamil" ucapku yang ingin segera mengakhiri rumor palsu yang dibuat seo jin
"Apa!! Tidak mungkin, menantu seo yang mengatakannya padaku dan juga dihadapan mr.charles saat makan malam bersama dikediamannya"
"Atau...."
"Jangan-jangan kau keguguran deok mi?!"
"Aisshhh....jinjja* (benar-benar)" ucapku
"Aigooo....omo omo...cucuku huhuhu..." suara tangis nyonya song ji hye mendadak pecah memenuhi ruangan makan rumah ini
Dan ia tidak mau mendengar penjelasanku
Aku memanggilnya beberapa kali dan menepuk-nepuk lengannya
"Eomma!! Eomma!!" Panggilku
"Berhentilah menangis dan dengarkan penjelasanku terlebih dahulu" ucapku
"Gwaenchana!!*(tidak apa)" ucapnya secara tiba-tiba dan berhenti merengek
"Ibu akan menghiburmu deok mi sayang"
"Jadi itu alasan dirimu yang tiba-tiba mengunjungi rumah orang tuamu, karena tidak sanggup menahan kesedihan atas kehilangan anakmu?"
"Menangislah deok mi sayang, tidak apa, ibu akan memelukmu, huhuhu...."
Aiiisshh....hal yang paling ku benci dari orang kaya adalah tidak pernah mau mendengar penjelasan dari orang lain
Merasa apa yang mereka pikirkan benar sehingga menimbulkan salah paham yang berkepanjangan seperti ini
Ahh.. molla*(bodo ah)
Terserah apa yang dipikirkan oleh ibu deok mi
Setidaknya rumor tentang aku hamil sudah berakhir
Yahh...meskipun nyonya song ji hye menyimpulkan sendiri bahwa aku keguguran
Tapi itu tidak penting, yang terpenting adalah aku bisa meletakkan chip penyadap ini dan mencari tahu siapa sung dong il sesungguhnya
Setelah menenangkan nyonya song ji hye, ia mengajakku untuk minum teh bersama ditaman
Yah...anggap saja aku sedang touring
Dirumah orang tua deok mi yang luas ini
Hingga tak terasa waktu sudah senja dan ayah deok mi pulang kerumah setelah seharian bekerja
Tuan sung dong il menatapku dan tersenyum dengan lembut ketika ia bertemu denganku dirumahnya
Tidak ada pertanyaan alasan kenapa diriku datang tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepada pemilik rumah
Sejenak aku berpikir bagaimana mungkin aku bisa mencurigai orang dengan senyum lembut seperti ini
Tuan sung dong il terlihat seperti seorang ayah pada umumnya, bersikap ramah dan lembut didepan istri dan diriku sebagai anak semata wayangnya yang palsu
"Selamat datang sayang" ucap ibu deok mi sambil memeluk suaminya
Aku tersenyum dan menundukkan kepala sedikit pada tuan dong il
Setelah itu kami bertiga makan malam bersama keluarga di ruang makan
"Aku senang kau mengunjungi rumah orang tuamu" ucap tuan dong il
"Ibumu selalu menanyakan keadaan dirimu" ucapnya lagi
"Benarkah?" Tanyaku
"Hem...jika tidak ku hentikan, mungkin ibumu akan menginap dirumah mu dengan menantu seo" ucap tuan dong il
"Yeobo...*(sayang)" ucap nyonya song tersipu malu
"Ahh..aku baru ingat, sepertinya baru-baru ini aku mendengar suara menantu seo dirumah ini pada malam hari" ucap nyonya song ji hye
Aku menghentikan sejenak makan malamku dan lebih tertarik dengan pembicaraan ibu deok mi
Kenapa seo jin kerumah orang tua sung deok mi? Apa yang ia lakukan disini pada malam hari?
"Seo jin? Kapan ibu mendengarnya?" Tanyaku memancing
"Mm...sekitar 2 hari yang lalu, ibu seperti mendengar suara menantu seo berteriak mencari ayahmu, apa ibu sedang bermimpi ya...." ucap ibu deok mi dengan ragu
"Sepertinya kau sedang bermimpi yeobo* (sayang) mana mungkin menantu seo harus menempuh perjalanan jarak jauh untuk sampai kerumah kita pada malam hari" ucap tuan dong il tiba-tiba
"Benar juga apa yang dikatakan olehmu sayang, lagi pula mana mungkin menantu seo bersikap kurang ajar berteriak dirumah untuk mencarimu" ucap nyonya song
"Apa kau masih bermasalah sayang dengan siklus tidurmu? Apa perlu aku menghubungi dokter albert untuk memeriksamu" Tanya tuan dong il
"Ahh...tidak perlu yeobo*(sayang), sudah bagus akhir-akhir ini aku bisa mengurangi dosis obat tidurku" ucap nyonya song ji hye
"Jika kau masih memiliki masalah dengan waktu tidurmu itu, bukankah lebih baik jika kau konsultasi dengan dokter albert secepat mungkin sayang? Aku tidak ingin kesehatanmu terganggu karena masalah tidur" ucap tuan dong il yang sangat perhatian dengan istrinya
"Gwaenchana yeobo* (tidak apa sayang) tubuhku sudah sehat hanya dengan melihat putriku yang cantik ini sedang duduk makan bersama didepanku, aku tidak perlu obat apapun karena putriku sedang berada didekatku" ucap ibu deok mi dan tersenyum kearahku
Aku membalas senyuman nyonya song ji hye
"Baiklah...malam ini aku akan tidur disampingmu" ucapku
"Hahaha...sepertinya istriku sangat merindukan putrinya dan... sepertinya kali ini aku akan tidur disofa" ucap ayah deok mi
"Yeobo*(sayang) kau jahat karena tidak membiarkan diriku tidur disampingmu malam ini" goda ayah deok mi pada istrinya
"Mmm...nne* (ya) aku akan mencampakkanmu karena malam ini aku akan tidur dengan putriku ^^" ucap ibu deok mi yang terlihat bahagia
***
Malam harinya saat bersiap untuk tidur aku berada dikamar utama rumah ini
Ya benar...sesuai perbincangan makan malam tadi, malam ini aku akan tidur dengan nyonya song ji hye sedangkan tuan dong il, akan tidur di ruang kerjanya
Aku memberikan obat malam kepada ibu deok mi
Yang aku tahu nyonya song ji hye saat ini sedang menjalani terapi untuk membantunya tertidur lelap, dan dokter albert meresepkan beberapa pil obat tidur yang aman dikonsumsi untuk ibu deok mi
Setelah berbincang beberapa menit, nyonya song ji hye sudah membuka lebar-lebar mulutnya karena sudah mengantuk
"Eomma...tidur lah, aku akan menemanimu tidur" ucapku
"Sepertinya efek obatnya sudah bekerja, kau masih belum mengantuk deok mi sayang?" Tanya nyonya song
"Aku akan membaca beberapa buku dikamarku untuk membantuku mengantuk" uacpku
"Baiklah sayang, kalo begitu ibu akan tidur, selamat malam putriku sayang" ucap nyonya song ji hye sambil mengelus pipiku dengan telapak tangannya yang lembut
"Nne eomma, selamat tidur" ucapku dan menepuk-nepuk perlahan punggung ibu deok mi
Aku dan nyonya song ji hye tidur dengan posisi saling berhadapan dan merangkul satu sama lain
Aku juga ikut memejamkan mata dan tidur terjaga sampai ibu deok mi benar-benar tidur terlelap
Setelah merasa ibu deok mi tidur terlelap, aku perlahan membuka rangkulannya agar bisa pergi dari kamar ini
Dengan perlahan aku menutup pintu kamar agar ibu deok mi tidak terbangun
Selama perjalanan kekamar deok mi, aku bertemu dengan tuan dong il yang sedang berjalan terlihat seperti terburu-buru
Entah apa yang membuatnya seperti itu hingga ia harus berjalan cepat seperti terjadi sesuatu dan dari kejauhan sekilas aku melihat wajahnya yang sedikit panik
Aku memberi salam tuan dong il dengan menundukkan kepalaku
Tuang dong il tersenyum kepadaku dan menepuk bahuku dengan lembut
Mungkin aku salah lihat, ekspresi tuan dong il baik-baik saja
"Terima kasih karena kau memperlakukan ibu deok mi dengan sangat baik. berkatmu, kesehatan istriku sudah lebih baik" ucap tuan dong il
Aku membalas senyuman tuan dong il
"Jika kau membutuhlan sesuatu, katakanlah...aku akan membantumu sebisa mungkin" ucapnya
Aahhhhh... kim hye jin! Teganya kau mencurigai ayah deok mi yang baik seperti ini, bagaimana mungkin ia melakukan hal yang jahat
Aisshh...jinjja* (benar-benar) seandainya kau tidak duduk bersama dengan chul moo saat di restoran italia, aku tidak akan mencurigaimu seperti ini
Ayolah hye jin sadarkan dirimu bahwa yang kau lihat kemarin bukanlah ayah deok mi
tapi...tidak mungkin aku salah lihat, aku tidak rabun jauh dan mataku baik-baik saja, tidak mungkin aku salah lihat, aku benci dengan perdebatan didalam diriku
"Kau tidak tidur?" Tanya tuan dong il
"Ahh...aku akan mengambil buku di kamar deok mi lalu akan kembali kekamar ibu" ucapku
"Ahh...kau masih belum mengantuk? Bersyukurlah...deok mi memiliki koleksi buku yang menarik, aku yakin kau juga akan tertarik dengan buku-buku yang ada dikamar deok mi" ucap tuan dong il dengan ramah
"Nne...aku akan mengambil beberapa buku yang menarik" ucapku sambil tersenyum
"Baiklah...selamat beristirahat" ucap tuan dong il dan berjalan santai meninggalkanku
Aku melihat kebelakangku untuk menatap tuan dong il pergi meninggalkanku, tidak seperti tadi, ia justru berjalan dengan santai sambil mengaitkan kedua tangannya kebelakang seperti pose istirahat ditempat dalam barisan
Aku kembali melanjutkan perjalananku kekamar deok mi dan menuju rak bukunya
Disana terlihat beberapa buku yang tersusun rapi di lemari buku
Sama seperti seo jin, ternyata nyonya sung deok mi juga gemar membaca buku, layaknya pepatah mengatakan pasangan adalah cerminan diri sedikit benar adanya
Walaupun hubungan rumah tangga mereka tidak harmonis, setidaknya aku menemukan satu hobi yang sama-sama digemari oleh mereka yaitu membaca
Setelah beberapa menit aku mendapatkan 2 buah buku yang rencananya akan aku baca pada malam itu, dan tidak sengaja mataku tertuju pada sebuah buku yang berjudul
"when the truth show in your eyes" karya charlotte
__ADS_1
Sepertinya ini sebuah novel fiksi dan terdengar misterius, Aku akan memilih ini meskipun buku ini terlihat tebal
Aku hendak mengambil buku itu dan akan ku keluarkan dari lemari buku, namun buku ini sangat keras, seolah terpaku dengan lemarinya, aku mencoba menarik buku itu untuk keluar, dan sesuatu yang tidak bisa kubayanglan terjadi
Lemari buku sebelahnya ikut bergeser ketika aku mencoba menarik buku itu, seolah itu adalah kunci untuk membuka sebuah pintu rahasia dan menuju suatu ruangan yang tidak aku ketahui
Wahh...daebak!!!*(luar biasa)
Kedua bibirku terbuka lebar ketika melihat lemari buku dikamar sung deok mi terbagi menjadi dua
Aku segera mengunci pintu kamar dari dalam dan berniat untuk masuk kedalam ruangan itu
Ruangan itu tampak gelap, syukurlah karena dibantu oleh cahaya dari kamar sung deok mi, aku bisa melihat bahwa ada sebuah tangga mengarah turun untuk menuju sebuah ruang rahasia
Aku menuruni anak tangga dengan melangkahkan satu persatu kakiku dan sangat hati-hati, aku takut akan jatuh dan cidera saat menuruni anak tangga ini
Aku mencium bau pengap ruangan yang sudah lama tidak terbuka
Seolah tangga ini mengantarku kearah ruang bawah tanah, hingga aku tersadar bahwa cahaya dari ruang kamar deok mi tidak sampai dan sekelilingku mulai gelap gulita
Aishh...sial, handphoneku tertinggal dikamar ibunya deok mi
Apakah aku menyerah hanya karena gelap? Ani* (tidak) bukan kim hye jin namanya jika menyerah ditengah jalan
Lorong tangga ini tidak terlalu lebar hanya cukup satu orang untuk masuk, hingga aku bisa menyentuh dinding yang berada disamping kanan kiriku
Aku berpengangan pada dinding untuk menuruni anak tangga ini dan aku mulai mendengar suara beberapa orang dari arah bawah
Sepertinya sedikit lagi aku sampai ditujuan
Aku melihat sedikit cahaya lampu yang masuk melalui celah dinding didepanku hingga aku bisa melihat pemandangan yang berada didepanku
Aku bisa mendengar jelas suara beberapa orang dibalik dinding ini
Sepertinya fungsi lorong tangga ini untuk memata-matai gerak-gerik kegiatan yang dilakukan ruangan ini
Aku mendengar jelas suara seorang laki-laki yang sedang memohon ampun pada seseorang
"Huhuhu....tuan kumohon lepaskan saya kali ini" ucap laki-laki itu
"Bodoh!! Kenapa kau membawanya kesini?"
Suara ini....
Suara tuan sung dong il
"Ma...maaf tuan saya kira, anda akan menginterogasinya disini"
Suara ini... aku juga mengenalnya
Ini suara chul moo
Ya tuhan...
Mereka memang saling berkomunikasi selama ini
"Untuk apa aku menginterogasinya? Sudah jelas ia telah melanggar janjinya untuk tidak menemui menantuku" ucap ayah deok mi
"Benar tuan..sesuai laporan ia terlihat sedang berbicara dengan tuan seo jin setelah acara launching dibuffalo berlalu dan mengikuti perintah tuan seo jin untuk meninggalkan amerika dan berencana akan kembali ke busan menggunakan paspor palsu" ucap chul moo
"Sudah kukatakan padamu untuk berhati-hati dan tidak meninggalkan bukti apapun di buffalo, aku yakin seo jin akan menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu kebenaran yang dikatakan pada gadis pengganti itu saat ditaman dan membuktikannya dengan mata kepala seo jin sendiri" ucap ayah deok mi
"Jika seandainya kau tidak masuk kedalam aula dan tidak menarik perhatian gadis pengganti itu semuanya tidak akan serumit ini!" Ucap dong il pada chul moo
"Ma-maafkan saya tuan, saya ditangkap oleh beberapa orang laki-laki untuk menemui seseorang dan saya tidak tahu bahwa itu adalah menantu anda" ucap laki-laki misterius itu memotong pembicaraan antara chul moo san dong il
"Dan kau memberitahu semua yang kau lakukan pada malam itu?"tanya chull moo
"Ma...ma..maafkan saya tuan!!maafkan saya pantas mati!!" Ucap laki-laki itu
"Yaa....kau memang pantas mati karena kau telah melanggar perjanjiannya"
"Tu..tuan seo jin menjanjikan padaku jika aku memberitahunya semua yang terjadi pada malam itu, ia akan membantu saya untuk kembali ketanah air korea dan melunasi semua hutang saya yang ada disana hingga saya bisa berkumpul dengan istri dan anakku"
"Maafkan saya tuan...saya melakukan ini karena terpaksa, saya ingin menjadi suami yang baik untuk keluarga saya" ucap laki-laki itu
'Bukk!'
'Bukk!'
"Ugghh....."
Aku mendengar suara seseorang yang sedang dipukuli tanpa perlawanan
"Wahh...bagaimana mungkin sampah sepertimu bisa menjadi suami yang baik? Jika kau sedari awal adalah manusia, kau tidak akan meminjam uang ke lintah darat dan memakai uang itu untuk berjudi, lalu dengan egoisnya meninggalkan keluargamu dikorea dan kabur kesini menjadi imigran gelap" ucap chull moo pada laki-laki misterius itu
"Sepertinya aku salah telah mempekerjakan sampah sepertimu, bahkan kau tidak bisa melakukan tugas kecil untuk meneror seorang wanita tua" ucap chull moo
"Bagaimana mungkin kau bisa tersasar diball room itu dan membuat beberapa orang curiga kepadamu jika kau adalah tamu yang tidak diundang" ucap chul moo
"Jika kau tertangkap oleh keamanan disana, apakah kau akan mengatakan semuanya termasuk orang yang menyuruhmu haah!!" Teriak chul moo
"Maaf tuan!!! Saya memang pantas mati huhuhu"
"Geurae*(baiklah) kau memang akan kuhabisi malam ini" ucap chull moo
'Crekk'
Sekilas aku mendengar suara seperti pistol yang sudah terkunci
Aku berusaha mengintip dari celah dinding namun sayang, aku tidak bisa melihat orang-orang itu kecuali mereka melewati pintu keluar
Area pandanganku terbatas
Celah dinding ini hanya sebesar kurang lebih 1 cm berhadapan lurus dengan pintu keluar ruangan rahasia ini, aku hanya bisa mendengar suara dengan jelas tapi tidak tahu apa yang mereka lakukan pada laki-laki misterius itu
"Yya...berhentilah main-main, hilangkan bukti tanpa membuat keributan" ucap tuan dong ill
"Nne...tenang saja tuan, saya akan mengurus semua ini dengan aman dan bersih, aku akan menghajarnya habis-habisan,.hei pegangi dia!" ucap chul moo memerintah orang lain yang berada didalam ruangan itu
"Yes sir!" Ucap serentak 2 orang secara bersamaan
"Haaahh... terserah!! Pastikan kau tidak membuat kesalahan kali ini" ucap tuan dong il dan mulai terdengar suara langkah kaki
"Tuan!!...tolong jangan tinggalkan saya, ampuni saya tuan!!"
"Ssstt...."
'Bugh'
"Uhhh...."
'Bug bug'
Aku menantikan orang yang akan keluar dari pintu rahasia ini
Dan benar...aku melihat tuan dong il pergi meninggalkan ruang rahasia ini dan membiarkan chull moo mengurus laki-laki malang itu
"Seharusnya kau berterima kasih padaku karena menerimamu untuk bekerja padaku, dan mulai menjadikanmu manusia lagi, tapi apa yang kudapat? Kau malah mengkhianatiku dan memberitahu semua ke tuan seo jin bahwa kau meneror keluarga saingan bosku"
"Kau memang pantas dipukul pakai ini"
'Tak'
"Oouhhh...."
"Bagaimana mungkin ada manusia sepertimu yang rela menjual anak gadisnya ke lintah darat haah..haah" ucap chul moo yang mulai terengah-engah memukul laki-laki itu
"Kau pikir jika kembali kekampung halamanmu anggota keluargamu akan menerimamu kembali?" Tanyanya lagi
"Huwaaa!!! Aku memang bersalah pada keluargaku, aku memang tidak pantas hidup" teriak laki-laki itu histeris setelah mendengar ucapan chul moo
"Hei...hei!!! Pegangi dia yang benar" ucap chul moo
"Aku pantas mati huwaa!!!"
"Yyaa!!! Hentikan! Bahaya! Kau bisa mati sungguhan" ucap chul moo
"Huwaa!!! Huwaa!"
"Berhenti menyentuh ini!!!" Teriak chul moo
"Hei dasar orang gila! Berhenti kataku!!! berhen....."
'DOR!!!!'
Sebuah suara yang mengejutkan itu berlalu ditelingaku
'Tek...tek-tektektek'
Sebuah peluru terjatuh kelantai dan suaranya bergema memenuhi ruangan bawah tanah ini yang mendadak sunyi
'Bluk'
Terdengar seperti suara benda yang jatuh kelantai
"Yya....kalian lihatkan? Di..dia sendiri yang menarik pelatuknya" suara chul moo keluar memecah kesunyian diruang bawah tanah ini
'Brakk!!!'
Pintu masuk ruang rahasia itu terbuka dengan mendadak dan terbanting membentur dinding
Dan muncul seseorang yang terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya
Aku tahu sesuatu yang buruk terjadi, terlihat jelas dari ekspresi laki-laki paruh baya itu
Tuan dong il kembali keruangan itu untuk melihat kekacauan apalagi yang dilakukan oleh chull moo dengan mata kepalanya sendiri
"Yyyaa!!! Kau gila chul moo! Ap...apa yang kau lakukan padanya!!!" Teriak dong ill
"Bu...bukan aku pelakunya! Dia sendiri yang menarik pelatuk pistol itu, a...aku memiliki saksi 2 orang pengawalmu" ucap chul moo
'Bughh!'
"Hentikan omong kosongmu dan segera pindahkan mayat ini segera mungkin!" Ucap tuan dong il
Kedua kakiku mulai gemetar dengan kejadian yang baru saja terjadi
Aku mulai melihat 2 orang berpakaian serba hitam sedang membopong tubuh yang penuh dengan cairan berwarna merah menyelimuti sebagian wajahnya dan beberapa cairan berwarna merah segar lainnya menetes kelantai
Aku tidak percaya apa yang aku lihat dengan kedua mataku sendiri melalui celah dinding sebesar 1 cm itu dan membuat kedua kakiku tidak kuat menopang bobot tubuhku hingga menyebabkan diriku terjatuh kelantai dan mengeluarkan suara
Seorang pengawal yang sedang membopong tubuh laki-laki misterius itu menyadari suara yang aku buat
Ia mengamati dinding yang ada didepannya dan menyipitkan kedua mata untuk meyakinkan bahwa ada sesuatu dibalik dinding tempat aku bersembunyi
"Hei...what are you doing?" Ucap salah satu temannya
"I heard a voice" ucapnya
"Behind the wall" ucapnya lagi
Aku menutup kedua mulutku rapat-rapat menggunakan telapak tanganku seolah mencegahku untuk berteriak
Chull moo memukul kepala pengawal itu untuk menyadarinya
"Bodoh...tidak ada apa-apa dibalik dinding, kau pikir ada hantu dibalik dinding itu haah!!" Ucap chul moo
Ayah deok mi mendekati dinding yang telah berjasa melindungiku agar tidak terlihat selama kejadian berlangsung
Ketika ia sedang mengamati dinding, seorang pengawal berlari dengan terengah-engah memanggil dong il
"Tuan!!!" Teriaknya
Membuat dong il menoleh kearah sumber suara dan menunggu kabar selanjutnya
Namun pengawal yang teriak memanggil dong il sempat shock dengan apa yang dilihatnya
"oh my god!!! W-what happened?!!"
"Apa yang ingin kau sampaikan cepat katakan!!" Teriak dong ill
"Tu..tuan seo jin, menantu anda datang kerumah ini ingin bertemu dengan nyonya deok mi, dia sedang menuju halaman rumah anda tuan"
"Sial!! Kenapa kejadian tidak baik selalu datang disaat bersamaan!" Teriak dong il
"Yya..tunda pemindahan mayatnya, suruh pengawal lain menahan seo jin untuk masuk ke dalam rumah selama beberapa menit sampai aku naik keatas, dan kau chul moo, segera pindahkan mobilmu, jangan sampai seo jin tahu kau disini!" Perintah dong il kepada anak buahnya
Chull moo segera berlari keluar menuruti perintah yang diucapkan oleh dong il
Dua orang pengawal yang membopong tubuh tak bernyawa itu kembali kedalam ruang rahasia dan meletakkannya dilantai
Sedangkan diriku berusaha mengatur rasa shockku dan kembali keatas dengan merangkak perlahan menaiki anak tangga
Sesampainya dikamar nyonya deok mi, aku mengembalilkan buku itu seperti semula dengan cara mendorongnya kedalam lemari buku, dengan automatis pintu lorong itu tertutup dan kembali seperti sedia kala
_____________________________________________
hai readers mangatoon yang hyung cintai dan hyung banggakam
jengjet.....maafkeun hyung yang sudah 3 kali bulan purnama belum update cerita
maklum upik abu biasanya terlalu sibuk dalam mencari nafkah
gimana menurut kalian dengan cerita episode 49 ini
bikin deg-deg an gak?
komen dibawah ya
__ADS_1
hyung tunggu kritik dan saran dari kalian 🙏🙏
terima kasih 🥰🥰