Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 76


__ADS_3

Kim Hye Jin Pov


Hari ini terasa panjang bagiku. Setelah berhasil membuka laci misterius yang berada di kamar deok mi dan mengambil isinya lalu menyerahkannya ke hajung untuk selanjutnya ia urus


Meskipun hajung mengatakan padaku untuk menyerahkan sisanya tapi tetap saja aku penasaran dengan ruang kerja ayah deok mi. Seandainya saja sifat ikut campurku ini sedikit saja menghilang, mungkin aku tidak  sepenasaran ini ingin menebak apa yang disembunyikan oleh dong il di ruang kerjanya


Selama di dalam bathub, aku memikirkan cara bagaimana aku bisa masuk ke dalam ruang kerja dong il tanpa ketahuan oleh keamanan yang menunggu di depan pintunya


Hahh...


Semakin ku pikirkan, semakin kepalaku terasa sakit dan seperti ingin meledak. Selesai mandi, aku memutuskan untuk menonton televisi   agar kepalaku sedikit rileks dan tidak keluar asap


aku berbaring santai di atas sofa sambil menonton berita di televisi


Tapi ternyata kasus pembunuhan berantai masih menjadi trending topic dan polisi masih belum bisa menangkap orang gila yang beringas seperti iblis itu


Ku harap kasus yang mengerikan di kota akhir-akhir ini segera berakhir dan tidak memakan korban jiwa lagi


Aku memutuskan untuk mengganti channel tv yang lebih ringan yaitu acara music favorit korea yaitu music bank


Yuhu....


Aku senang ketika melihat penyanyi favoritku sedang 'come back' membawakan lagu terbarunya. selain suaranya yang merdu, wajahnya juga tidak kalah cantik denganku, bahkan ketika aku bercermin, aku merasa sekilas lebih mirip penyanyi favoritku


Tidak lain dan tidak bukan adalah lee ji eun atau lebih dikenal dengan nama panggung IU


Haah...


Jika dipikir-pikir kenapa aku harus bertemu dengan deok mi yang wajahnya mirip denganku, seandainya saja aku bertemu dengan kembaranku si IU tentu saja tanpa meragukannya lagi aku mau bertukar kehidupan dengan dirinya


Siapa tahu, mungkin IU ingin memiliki kehidupan sederhana sepertiku untuk sementara hahaha....


Khayalanku semakin menjadi-jadi dan hilang arah. Membuatku seperti gadis gila yang kehilangan akal tersenyum-senyum sendiri tanpa orang lain di sekitarnya


Sampai aku merasa mengantuk dan memutuskan untuk mematikan televisi.


Aku tertidur lelap di atas sofa


Seo jin selalu muncul di manapun ia berada, bahkan di dalam mimpi pun aku masih bisa bertemu dengannya


Kali ini di dalam mimpiku, ia bersikap sangat aneh. Aku bermimpi ia menghabiskan vitamin-vitamin vitalitas itu dan berubah menjadi pria agresif dan selalu ingin menyerangku


Bagaikan seekor lebah, ia selalu mengikutiku ke manapun aku berada. Dengan gayanya yang tengil dan narsistik ia mulai mendekatiku hingga membuatku takut


'Apakah malam ini kita sepakat untuk bermadu kasih, kim hye jin? Mmuahh'


'Mungkin karena efek vitamin itu, aku merasa sekeliling udaraku menjadi panas dan ingin berada di dekatmu, sayang'


'Ku pikir kau harus meminum vitamin ini juga hye jin, agar kita sama-sama merasakan aura yang membara ini berada di sekeliling kita'


'Hentikan seo jin!'


Seo jin menyodorkan vitamin itu ke arah mulutku. Dengan berani, aku mendorong tangan seo jin dan mengarahkan vitamin itu ke mulutnya sendiri


Vitamin itu menyentuh mulut seo jin. Entah mungkin rasanya yang enak, seo jin justru meminum vitamin itu sampai habis


Setelah menghabiskan vitamin itu, seketika seo jin berubah menjadi laki-laki kemayu yang membuatku sangat geli melihat tingkahnya yang seperti itu.


Ia melambai ayu kepadaku dan berjalan dengan lemah gemulai


Aku melihat bungkus vitamin yang dihabiskan seo jin dan mulai membacanya. Ternyata bukannya vitamin vitalitas yang ia minum sampai habis tadi, melainkan vitamin kesuburan dan  kini membuat sikap seo jin menjadi cowok melambai seperti ini


Aku terpojok dan tidak bisa lari lagi darinya, setelah ia mengejarku. dengan jari-jarinya yang lentik, ia berusaha menyentuh pipiku membuatku semakin frustasi melihatnya


Ohh...


Ini lebih buruk dari pada ia menjadi pria agresif seperti tadi.


apa aku harus menghajarnya agar ia kembali sadar? Aisshhh.....ku pikir aku harus menghajarnya


"Ohh..park seo jin! Jika kau berani ke sini, akan ku hajar kau"  teriakku sambil menjambak rambutnya dan memukul pipinya


Seo jin terjatuh oleh pukulanku, tapi bukannya sadar menjadi pria normal, ia justru menangis seperti perempuan dan sikapnya semakin feminim


Arrgghhh...


Meskipun ini hanya didalam mimpi, tapi hal ini membuatku muak untuk melihatnya


Aku menyuruh seo jin untuk berhenti menangis. Namun tiba-tiba terdengar suara musik dari belakangku dan seseorang memanggil namaku


'Kim hye jin'


Aku segera menengok ke belakang dan melihat wanita yang memanggilku tadi begitu mirip wajahnya dengan wajahku


'IU??'


tapi bukannya senyum ramah yang aku lihat,  melainkan senyum menyeringai licik dan terasa familiar dengan ekspresi ini


'Sung deok mi'


'Hihihi...apakah kau senang tinggal bersama suamiku dan kehidupan mewahku hye jin?' Tanya wanita yang wajahnya mirip denganku sambil tertawa jahat seperti penyihir yang akan mengutuk seseorang


Sambil membawa sebuah handphone yang sedang berbunyi di tangan kanannya, seolah seseorang sedang menelepon ke handphone tersebut dan ia enggan untuk mengangkatnya


'Tapi...kau sudah mengetahui kejahatan ayahku yang telah merugikan banyak orang, kenapa kau hanya diam saja dan berpangku tangan?'


'Kenapa kau tidak melaporkannya ke polisi? Bahkan saat kau melihat mayat di rumahku, kau hanya terdiam dan tidak melaporkannya ke polisi. Apa kau yakin arwah paman asing itu tenang hanya dengan kau menguburkannya dengan layak?'


'Ohh.. atau mungkin kau enggan melaporkan semua hal ini karena kau sudah nyaman tinggal bersama suamiku dan tenggelam dengan segala kemewahan yang ada di sekitarmu?'


'Jika sampai aku mati dan tidak bangun dari koma, kau belum juga melaporkannya ke pihak berwenang, jangan harap kau akan hidup damai dengan segala kemewahan ini hye jin'


'Aku akan terus menghantuimu, hingga akhir hayatmu jika kau tidak melaporkannya'


'Angkatlah....mungkin ini telepon dari polisi dan menyuruhmu untuk mengatakan hal sebenarnya tentang kebobrokan keluargaku yang disembunyikan selama ini'


Wanita itu terus mendekatiku untuk menyudutkanku sambil memberikan handphone yang terus berdering


Aku melihat seo jin yang berhenti menangis dan bangkit dari posisi duduknya dengan ekspresi datar


Seketika wajah seo jin berubah menjadi wajah paman asing yang tewas di ruang rahasia bawah tanah kediaman dong il. Aku sontak kaget dan segera mundur menjauh dari mereka


'Ayo angkatlah panggilan telepon ini dan katakan semuanya kim hye jin'


'Berhentilah menjadi sebuah boneka hidup dan hanya diam menunggu seseorang menyelesaikan semua masalah ini kim hye jin'


'Ku mohon berhenti, aku sudah menyerahkannya ke hajung dan dia yang akan menyelesaikan semua masalah ini' ucapku


'Ouh...kau mempercayakan apa yang telah aku kumpulkan dan disembunyikan selama ini pada pria yang memiliki gangguan pada mentalnya?'


'Hahaha....betapa bodohnya kau kim hye jin. Pantas saja kau mudah diperalat olehku karena sikapmu yang bodoh ini'


'Jangan salahkan diriku saat kau mengalami hal buruk di hotel parkhyat pada hari itu, jika kau bukan gadis bodoh yang mudah percaya pada orang lain, kejadian seperti itu tidak akan terjadi padamu'


'Ditambah dengan sikapmu yang sangat naif. Menjadi seorang pahlawan  untuk membantu orang lain, huh... padahal dirimu juga sedang mengalami kesulitan'


'Jika seandainya kau mengabaikan seo jin saat ia mengunjungi rumahmu, dan tidak berpura-pura menjalani kehidupanku , mungkin ayahku akan menyerah dan tidak akan berulah lagi hingga menyebabkan pria asing itu mati di rumahku'


'Secara tidak langsung kau juga ikut berkontribusi pada kematian pria asing itu kim hye jin!'


'Tidak mungkin'


'Ini semua bukan salahku. Kematian paman asing diluar kuasaku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa'


'Salahmu kim hye jin! Ini semua salahmu!'


'Kau bersalah hye jin, ingat itu!'


'Ini semua kesalahanmu!!!'


.


.


.


.


"Haaah!!!"


"Haah...hahh!!"


Sial!


mimpi buruk tadi terasa seperti nyata. Kenapa penyihir itu tiba-tiba muncul di dalam mimpiku? Mengganggu tidurku saja


Dan... suara dering handphone yang ku dengar kenapa tidak berhenti dan terus-terusan berbunyi?


Aku baru tersadar, diriku sudah berada di atas ranjang dan seo jin tepat berada di sampingku sedang tertidur pulas dengan posisi terlentang kaku layaknya


Seperti mayat karena meletakkan kedua telapak tangannya di atas dada


Cih...


Bahkan ketika tidur pun ia terlihat tidak nyaman dengan posisinya, bagaimana mungkin seseorang bisa tidur pulas dengan posisi itu?


Suara handphoneku masih berdering dan membuatku segera bangun dari tempat tidur sebelum handphoneku berhenti berdering


Aku melihat 'emma' di layar kaca handphone dan membuatku bertanya-tanya


Ada apa ia meneleponku di larut malam seperti ini? Apakah ia memiliki informasi yang sangat heboh hingga tidak bisa menunggu besok pagi untuk bercerita padaku?


Aku segera mengangkat panggilan telepon tersebut dan menyapa emma


"Hallo? Ada berita apa hingga membuatmu tidak bisa menunggu esok untuk kita bicara?" Tanyaku


"Ehemm..hem"


Bukan suara emma yang ku dengar melainkan suara seorang laki-laki sedang berdehem. Seketika aku mengerutkan dahiku. Apakah aku salah dengar karena baru bangun tidur?


"selamat malam nyonya sung, maaf mengganggu waktu anda di larut malam seperti ini" ucap seorang laki-laki dengan formal


Eee?!!...


Ternyata aku tidak salah dengar! Memang benar ini adalah suara pria.


Tapi...bukankah ini nomor telepon emma? Kenapa suara seorang laki-laki yang meneleponku?


Terlebih memanggilku nyonya sung?

__ADS_1


Apakah ia sedang mengerjaiku dengan pria baru yang sedang ia kencani?


"Sorry, who is this? Bukankah ini nomor telepon emma?" Tanyaku


"Ahh... sebelumnya saya minta maaf nyonya karena menelepon anda selarut ini dan mengejutkan anda, saya jeff petugas kepolisian chicago, apakah benar anda adalah nyonya sung deok mi?" Tanyanya


'Deg'


Apakah mimpi ini masih berlanjut bahkan di dunia nyata? Bagaimana mungkin seorang petugas kepolisian meneleponku? Terlebih melalui handphone emma


"Y-yes...i am" ucapku terbata-bata


"What happen? Where emma?" Tanyaku


"Baiklah...saya akan menjelaskannya pada anda. Saya memutuskan untuk menelepon anda karena sebagian besar saat melihat riwayat panggilan telepon nona emma, nomor andalah yang paling banyak dihubungi olehnya, jadi ku pikir anda adalah orang terdekat nona emma saat ini"


Ada apa ini?


Apakah emma mengganti namaku di kontak handphonenya menjadi nama deok mi?


"Saat ini nona emma sedang berada di rumah sakit karena seseorang yang tidak dikenal menyerang dirinya saat ia ingin pulang ke dormnya" ucap petugas jeff dan membuatku terkejut


Apakah emma dihadang oleh seorang preman? Atau seseorang ingin memperkosanya?


Ya tuhan!!...


Padahal sudah ku bilang beberapa kali pada gadis itu untuk tidak pulang larut malam


Meskipun ia bisa sedikit bela diri tapi ia tetaplah seorang perempuan yang rawan menjadi korban kejahatan


"Ohh...ya tuhan! Bagaimana keadaan emma? Apakah ia baik-baik saja?" Tanyaku yang sangat khawatir dengan keadaan emma dan tanpa tersadar mataku berkaca-kaca berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada emma


"Ia mengalami luka sayat di kakinya dan sedang dijahit oleh petugas rumah sakit. Tapi karena ia adalah mahasiswa asing dan jauh dari keluarganya, kami agak kesulitan untuk menjadikan seseorang sebagai walinya untuk kami jelaskan kronologis kejadian sekaligus untuk menemani dan menenangkan dirinya saat ini" ucap petugas jeff dan membuatku semakin khawatir.


"A-aku bisa menjadi wali untuk emma, di rumah sakit mana emma berada sekarang?" Tanyaku panik


"Silahkan anda datang ke UGD rumah sakit swedish covenant" ucapnya


"Baiklah hiks...aku akan ke sana. Ku mohon jaga emma dengan baik" ucapku yang pada akhirnya menangis


"Baik nyonya anda tidak perlu khawatir dan berhati-hatilah saat menuju ke sini" ucapnya dan aku segera mematikan panggilan teleponku


Aku menghapus air mataku yang sudah mengalir di wajahku saat ini.


Aku segera berlari ke tempat tidur untuk membangunkan seo jin


Gadis itu pasti sangat shock.


Tidak ada keluarga di sini. Hanya aku satu-satunya yang ia anggap keluarga. Biar bagaimanapun kami berjanji untuk saling menjaga satu sama lain.


Tapi karena aku tinggal bersama seo jin, aku tidak bisa memantau jam pulang emma hiks...


Terlebih ia memiliki luka sayat di kakinya


Bagaimana jika ia tidak percaya diri memakai pakaian  favoritnya karena lukanya membekas?


Setauku emma memiliki keinginan untuk menjadi model. Bagaimana mungkin bisa menjadi seorang model jika memiliki bekas luka di kakinya?


Mianhae*(maafkan) aku emma. Aku tidak menjagamu dengan baik huweee....


Emma yang malang


Seketika aku merasa sedih ketika mengingat wajah emma


"Hikss...seo jin-ssi bangunlah huhu..." ucapku yang tidak bisa menahan tangis lagi karena khawatir pada emma


"Seo jin-ssi hwaa...bangunlah hiks..hikss" ucapku sambil mengguncang-guncangkan tubuh seo jin karena ia tidak kunjung bangun


Aku yakin ia sedang kelelahan dan tidur nyenyak karena kesibukannya akhir-akhir ini di kantor hingga agak sulit dibangunkan


Setelah beberapa kali aku membangunkan seo jin, pada akhirnya ia bangun dengan ekspresi panik saat pertama kali melihatku menangis ketika ia membuka mata


"Huhuhu...."


"K-kim hye jin kenapa kau menangis? Apa yang terjadi?" Tanya seo jin padaku


Ia berusaha untuk menenangkanku sampai aku berhenti menangis dan memberitahu padanya tentang sesuatu yang buruk terjadi pada emma


"Emma...emma hikss hiks" ucapku sambil menahan tangis


"Ada apa dengan emma?" Tanya seo jin


"Kita harus ke rumah sakit, seo jin, terjadi seseuatu yang buruk pada emma" jawabku


"Ia diserang seseorang yang tidak dikenal saat ingin kembali ke dorm. Polisi bilang kita harus segera ke sana sebagai wali emma untuk menenangkannya. karena tidak ada keluarga yang dekat dengannya di sini huhuhu"


"Meskipun emma terlihat tegar, tapi sebenarnya ia pasti sangat ketakutan. Aku harus menemainya seo jin. Huwaa...." ucapku sambil menangis


"Baiklah hye jin..kita akan ke sana. Berhentilah menangis. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini" ucap seo jin dan menghapus air mataku dengan tangannya


****


Sesampainya di rumah sakit, aku segera turun dari mobil tanpa menunggu seo jin


Aku berlari kecil untuk mencari emma di UGD rumah sakit tempat emma menjalani perawatan luka


Tanpa ragu aku segera menghampiri petugas kepolisian tersebut dan memanggil nama emma


"Emma!!" Panggilku sambil menerobos masuk tirai


Beberapa petugas polisi terkejut melihatku dan benar dugaanku. Emma sedang duduk sambil mengusap perlahan balutan luka sayatan di kakinya


Aku terkejut melihat wajah emma yang terluka akibat pukulan dari seseorang.


Apakah penjahat itu benar-benar ingin membuat cacat emma hingga membuat wajah cantiknya babak belur seperti itu?


"Ya tuhan! Apa yang terjadi padamu emma?!" Ucapku dan seketika pecah menangis melihat keadaan emma


Aku memeluknya sedangkan emma terkejut melihatku


"It's ok. I am fine. Stop crying, i am still alive" ucap emma dengan nada keren


"Berhentilah untuk menjadi sok keren. Bagaimana mungkin kau masih bisa mengatakan kau baik-baik saja dalam keadaan seperti ini huwaaa..." ucapku sambil memukul bahunya


"Aww!!! Apa kau ibu tiri?! Bagaimana mungkin masih bisa memukulku ketika aku dalam keadaan babak belur seperti ini" ucap emma mengesalkan seperti biasanya


"Apa kau nyonya sung deok mi?" Tanya tiba-tiba seorang petugas kepolisian.


Aku terdiam dan sempat bingung untuk menjawabnya. Aku melirik emma karena merasa ragu


"Ahh...benar. dia adalah deok mi dan aku suaminya, park seo jin" ucap seo jin menjawab tiba-tiba sambil berjabat tangan dengan salah satu petugas polisi


Baiklah...


Bahkan seo jin pun  berani membohongi polisi soal identitasku yang asli


"Ahh...senang berkenalan dengan anda, saya jeff, petugas kepolisian yang menelepon istri anda, tuan" ucap petugas jeff


"Ada beberapa hal yang harus saya bicarakan tentang kronologis yang terjadi pada nona emma..."


"Apakah saya harus mengatakannya di sini?" Tanya petugas jeff


"Ahh...kau bisa bicarakan hal ini padaku, biarkan istriku yang akan menenangkan emma" ucap seo jin


"Baiklah....silahkan ke sini tuan" ucap petugas jeff dan pergi menghilang dari hadapanku dan emma


"Apa yang sebenarnya terjadi emma?" Tanyaku setelah mereka pergi jauh meninggalkanku hanya berdua dengan emma


"Mereka (petugas polisi) terlalu berlebihan menyampaikannya padamu saat ditelepon. Hingga membuatmu kebakaran jenggot dan lari ke sini" ucap emma mengomel


Aku yakin ia bicara seperti ini untuk menenangkan dirinya sendiri bahwa ia baik-baik saja dan tidak ingin membuat orang lain khawatir


"Entahlah...semua terjadi dengan cepat. Tiba-tiba pria breng**k itu menyerangku ketika aku berjalan kaki menuju halte bus"


"Sudah ku bilang beberapa kali padamu emma. Untuk tidak pulang larut malam. Apa kau habis pulang dari klub malam, emma?" Tanyaku yang menginterogasi emma


"Hei!!... sudah lama aku tidak pergi ke sana. kenapa kau menuduhku? Jelas-jelas kakek tua itu menyuruhku untuk bekerja lembur karena restorannya yang tidak pernah sepi pelanggan" ucap emma


"Apa kau masih bekerja part time di tempat kakek gila itu? Bagaimana mungkin kau masih bekerja part time di sana? Segera berhentilah emma! kakek gila itu tidak mempekerjakan pegawainya sebagai manusia dengan layak melainkan seperti budak" ucapku


"Meskipun bekerja di sana seperti budak, tapi setidaknya aku menerima gaji yang besar dari pada di restoran tempat lain. Aku membutuhkan uang saat ini. Lagi pula aku tidak sepertimu nyonya, yang memiliki banyak uang"  ucap emma


"Yya...*(hei..) berhentilah meledekku" ucapku


"Dan kenapa kau memanggilku...nyonya??"


"Apa kau sudah gila?" Tanyaku


"Kau adalah seorang nyonya besar. Apa kau lupa? Lihat saja suamimu sangat cekatan dan terlihat khawatir saat kau berlari meninggalkannya ketika kau sedang mencariku" ucap emma yang tadi melihat seo jin menyusulku


"Berhentilah omong kosong. Lalu kenapa petugas kepolisian tadi meneleponku dan memanggilku nyonya su..."


"Ahhh....maksudmu kenapa aku tidak menelepon sahabatku yang tinggal sekamar denganku, nyonya?" Ucap emma yang tiba-tiba memotong pembicaraanku


"Sahabatku yang tinggal sekamar denganku sedang kembali ke tanah airnya dan sedang mengambil cuti kuliah" ucap emma


"Mwoo?!!* (apaa?!!)" Seruku


"E-emma....are you crazzy?" Tanyaku


'Bisakah kau berpura-pura menjadi sung deok mi bahkan ketika bertemu denganku?' Bisik emma


Apa?!


Apakah ada seseorang selain diriku yang sedang menguping hingga membuat emma tetap memanggilku nyonya sung?


"Nyonya...berhentilah menemui pria lain dan tetaplah setia pada suamimu. Meskipun di luar sana banyak pria yang sangat menawan. Termasuk sepupu anda" ucap emma


Aku melotot kaget ketika emma bicara seperti itu


"Jika suami anda mengetahui bahwa anda diam-diam pergi menemui sepupu anda, sudah pasti suami nyonya akan sangat sedih mendengarnya"


"Saranku, berhentilah menemuinya secara diam-diam sebelum perang di dalam rumah tangga anda pecah" ucap emma dan membuatku kebingungan


Aku hanya menghembuskan nafas dan berniat akan menanyakan langsung alasan emma bicara seperti ini ketika sampai di kamar perawatan


Tak lama seo jin menghampiriku dan emma, setelah selesai bicara dengan petugas polisi


"Di mana petugas polisinya?" Tanyaku pada seo jin

__ADS_1


"Ahh...mereka sudah pergi setelah aku menandatangi berkas sebagai wali" ucap seo jin


"Bagaimana dengan pria yang menyerang emma? Apakah mereka sudah menangkapnya?" Tanyaku


"Untuk saat ini mereka sedang melakukan investigasi. Tinggal menunggu perkembangan dari tim kepolisian" ucap seo jin


"Apa motif pria itu menyerang emma?" Tanyaku


"Dugaan sementara pria itu adalah preman yang berada di wilayah tersebut dan ingin merebut barang berharga. Namun belum sempat mengambil, emma sudah melawan pria tersebut"


"Haaah....berapa lama lagi mereka berhasil menangkap pria baji**an itu. Setelah mereka direpotkan oleh kasus pembunuhan berantai yang belum selesai" keluhku


"Tenanglah...semua akan baik-baik saja. Lagi pula emma sudah aman berada di sini. Ahh... Aku juga sudah menyelesaikan administrasi rumah sakit untuk selanjutnya tinggal di kamar perawatan" lanjut seo jin


"Ahh.. tidak perlu tuan, saya baik-baik saja dan bisa pulang malam ini" ucap emma


"Apa maksudmu pulang? Kau akan dirawat di sini sampai sembuh emma. Bagaimana mungkin kau akan pulang ke dorm dalam keadaan seperti ini?" Omelku pada emma


"Ta-tapi besok saya harus kuliah dan bekerja part ti..."


"Apa kau gila?! Kau tidak akan dikeluarkan dari kampus hanya karena tidak masuk beberapa hari, selain itu berhentilah bekerja di tempat kakek gila itu! Sebagai gantinya, Aku akan memberimu uang sebanyak jumlah gajimu saat kau bekerja di sana" ucapku yang tanpa sadar mengalir seperti nyonya besar sambil berkacak pinggang


Seo jin tersenyum melihatku sedangkan emma hanya cengar-cengir melihatku dan seo jin


****


"Aku sungguh baik-baik saja nyonya. Anda bisa pulang bersama suami anda" ucap emma yang masih bersandiwara dan memanggilku nyonya ketika sampai di kamar perawatan


Aku menghembuskan nafasku ketika mendengar emma masih bicara seperti itu.


Aku masih tidak mengerti kenapa emma meganggapku sebagai deok mi sungguhan bahkan ketika di dalam ruangan ini hanya ada aku, seo jin dan juga dirinya


"Aku akan menyuruh supir pribadiku untuk mengambilkan pakaianmu di dorm" ucap seo jin pada emma


"Aaa....tidak usah tuan. Temanku patricia akan ke sini membawakan pakaianku" ucap emma


"Sebaiknya anda segera kembali dan beristirahat di rumah dengan istri anda" lanjut emma


Lagi-lagi aku hanya bisa menghembuskan nafasku mendengar emma bicara seperti itu


"Mian* (maaf) aku ingin di sini menginap menemani emma" ucapku pada seo jin


"Baiklah kalau begitu. Aku juga akan tidur di sini" ucap seo jin dan menghampiri sofa bermaksud untuk tidur di sofa


"Pulanglah ke rumah, seo jin. Besok pagi kau harus pergi ke kantor dan menyelesaikan tugasmu" ucapku


"Lagi pula kau tidak terbiasa tidur di sofa dan justru akan membuatmu tidur tidak nyenyak. Jadwalmu sangat padat akhir-akhir ini. Jaga kesehatanmu seo jin, jangan sampai kau sakit" ucapku serius pada seo jin


Beberapa menit, seo jin hanya terdiam melihatku dan tidak membalas ucapanku


"Aku janji padamu, malam ini saja aku bermalam di sini menemani emma, besok malam aku akan tidur di rumah" ucapku pada seo jin dan membuat emma terbatuk sendiri ketika mendengar ucapanku


"Baiklah jika itu kemauanmu. Besok pagi aku akan meminta supir ohh untuk mengirim pakaian ganti untukmu" ucap seo jin yang pada akhirnya menuruti kemauanku


"Seo jin-ssi...." panggilku sesaat sebelum seo jin menutup pintu


Seo jin menatapku ketika aku memanggilnya


"Gomawo* (terima kasih) karena mau menemaniku ke rumah sakit dan maaf jika aku membuatmu panik tadi" ucapku sambil menatap seo jin


"Aku juga minta maaf padamu karena sikapku yang telah membuatmu tidak nyaman di meja makan tadi malam" ucap seo jin


"Beristirahatlah" lanjut seo jin sebelum menutup pintu kamar perawatan


"Uuuuu....mr. park adalah suami yang sangat baik, nyonya" ucap emma setelah tak lama seo jin keluar dari kamar perawatan


"Haaah....berhentilah memanggilku nyonya, emma. Di ruangan ini hanya ada kau dan aku" ucapku pada emma


"Meskipun hanya ada kau dan aku di ruangan ini, aku akan tetap memanggilmu nyonya deok mi" ucap emma


"Kenapa kau harus memanggilku seperti itu emma? apa alasannya, huhh?" Tanyaku


"Demi kebaikanmu sendiri. Baik di masa ini maupun di masa depan" ucap emma


"Emma dawson! Apa yang kau coba sembunyikan dariku?"


"Apakah ini ada hubungannya dengan kasus penyeranganmu malam ini?" Tanyaku


"Apa kau sebenarnya tahu siapa pelaku yang menyerangmu dan fakta sebenarnya adalah kau di ancam seseorang bukan dirampok?" Tanyaku curiga pada emma


"Apa maksudmu? Apa kau kira pria breng**ek yang menyerangku malam ini adalah orang yang sama dengan pria yang pernah membiusmu dan membuatku pingsan di depan kampus?" Tanya emma


"Mungkin saja" ucapku


"Jika ia adalah pelaku yang sama, tidak mungkin aku memanggilmu nyonya sung. Saat itu juga aku akan menghajar orang itu dan membawanya ke kantor polisi" ucap emma


"Pria tadi yang menyerangku, memiliki tenaga yang kuat dan sulit dikalahkan. Meskipun aku memukulnya, ia tidak tumbang atau pun bergeming sedikitpun"


"Selain itu auranya sangat menyeramkan membuatku takut. Feelingku mengatakan niat pria itu tidak hanya untuk mengambil barang berhargaku saja tapi juga ingin melakukan sesuatu yang mengerikan padaku" ucap emma dan ia terlihat ketakutan dari sorot matanya


"Apa kau sempat melihat wajahnya dan menghapal ciri-ciri wajahnya, emma?" Tanyaku penasaran


"Ooo....aku sudah memberitahu polisi dan sudah digambar sketsa wajah orang itu, tinggal menunggu waktu saja sampai orang itu tertangkap"


"Syukurlah tuhan masih melindungimu emma, jika terjadi sesuatu yang fatal padamu, aku mungkin tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri" ucapku pada emma


"Aku tidak apa-apa sekarang, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" ucap emma


"Aku tahu kau masih ingat dengan janji kita yang saling menjaga satu sama lain, sampai kapanpun dan dimanapun kita berada, begitu pula denganku, aku masih mengingat janji itu"


"Oleh karena itu, biarkan aku memanggilmu nyonya sung dan jangan menganggapku aneh dan memang nyatanya kau memiliki peran untuk menjadi nyonya besar saat ini"


"Percayalah nyonya dan ingat Apa yang aku katakan tadi saat kita berdua di IGD. Sahabatku sedang pergi ke tanah airnya dan kemarin ia mengunjungiku ke dorm untuk berpamitan sebelum ia pergi ke korea"


"Malam hari ini, polisi menelepon salah satu donatur terbanyak di kampus yang telah memberikan beasiswa padaku dan memintanya untuk menjadi waliku lalu menemaniku di rumah sakit malam ini" ucap emma panjang lebar


Ku pikir emma sedang mencoba menyembunyikan sesuatu dariku dan enggan bercerita kepadaku. Mungkin takut aku sedih dan menjadi beban pikiran ketika aku mengetahuinya


"Apa kau ingin mencoba melindungiku tanpa memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi, emma?" Tanyaku penasaran


"Ku pikir cara melindungi seseorang berbeda-beda, nyonya. Ini caraku untuk melindungi anda nyonya sung. Tentu setiap orang memiliki rahasia yang tidak ingin dikatakan. Ku rasa kau harus menghargainya" ucap emma


"Jika seandainya saat itu kau menceritakan padaku lebih awal apa yang sebenarnya terjadi, tentu saja saat ini kau tidak menjadi nyonya besar seperti ini" ucap emma sambil tersenyum


"Terkadang aku juga menyesal dan menyalahkan diriku sendiri, harusnya saat itu, aku memaksamu untuk bercerita padaku dari mana asal usul kau mendapatkan barang mewah itu dan membawanya ke dorm sebelum kau bertemu dengan mr. Park"


"Jika aku tahu, mungkin aku akan mencegahmu untuk pergi menemuinya dan kehidupanmu tidak akan sesulit ini nyonya" ucap emma sambil cengengesan


"Tapi tenang saja...gadis tangguh sepertiku tidak akan mudah menyerah. Aku akan membuatmu aman dan nyaman lagi ketika kau kembali ke tempat semula dengan kehidupanmu yang sederhana" ucap emma dan membuatku berpikir untuk menganalisa ucapan emma


Apakah sesuatu yang buruk terjadi di kampus? Percuma aku mengoreknya, emma tidak akan menceritakan padaku. Aku harus mencari tahu dari orang lain yang mengenal emma


"Hei nyonya, kenapa kau malah melamun? Apa kau mencoba berpikir keras dengan apa yang ku ucapkan tadi?" Tanya emma


"Ucapanmu terlalu banyak makna tersirat di dalamnya. Hingga membuatku berpikir keras" ucapku


"Berhentilah berpikir nyonya dan buatlah santai sejenak pikiranmu" ucap emma


"Lalu..bagaimana hubunganmu dengan sepupumu yang antagonis itu, nyonya?" Tanya emma


"Berhentilah memanggilnya antagonis, karena ia sudah tidak temprament lagi setelah menjalani therapi mental" ucapku


"Uuww....berhati-hatilah nyonya, pria antagonis itu diam-diam akan jatuh cinta padamu" ucap emma


"Haah....ia bahkan tidak mengganggapku sebagai wanita. Jelas-jelas ia melihatku seperti saudara sepupunya" ucapku


"Hei hei....tidak ada yang menjamin tentang perasaan seseorang, mungkin saja saat ini ia sedang perang melawan perasaannya sendiri ketika berhadapan denganmu" ucap emma


"Ku beritahu padamu ciri-ciri ia akan menyatakan cinta padamu jika ia pada akhirnya memutuskan untuk mengalah  dengan perasaannya sendiri" ucap emma


"Aku sudah sangat paham betul mengenai sifat pria, karena sudah memiliki mantan pacar dari berbagai ras dan tentu saja kau tahu nyonya, bahwa aku cukup terkenal dikalangan pria karena paras cantikku"


"Tentu saja karena sudah mengalami banyak pengalaman tersebut, aku sudah paham dalam persoalan peliknya hubungan cinta, Let me tell you some advice, mam" ucap emma dengan sombong


"Berhati-hatilah jika ia sudah mengatakan hal ini padamu"


"Ku kira kau sama dengan wanita lainnya. Tapi ternyata aku salah menilaimu, Kau berbeda dari kebanyakan wanita"


"setelah aku mencoba memahamimu dan berada untuk tetap di sampingmu untuk beberapa lama, kehadiranmu di kehidupanku tidak hanya secercah cahaya bagiku melainkan seperti air dan oksigen bagiku"


"Hahaha....apakah kau sedang membacakan sebuah puisi?" Ledekku


"Aku tidak bercanda padamu nyonya. Inilah yang akan dikatakan laki-laki untuk mengungkapkam perasaannya"


"Ahh...aku ingat, ia akan mengatakan hal ini jika ia sudah sangat jatuh cinta padamu"


"Kau adalah sesuatu yang aku cari dan ku butuhkan selama ini. Beberapa kali aku mencoba untuk menepis perasaanku padamu dan mencoba mengabaikannya..."


"Tapi...semakin lama aku mencoba mengabaikan perasaan itu, kau selalu berada di dalam hati dan pikiranku, bahkan di dalam mimpiku. Aku sangat tergila-gila padamu dan tidak ingin kau menjauh dari pandanganku"


"Maukah kau terus berada di sampingku dan menjadi kekasihku untuk selamanya?"


"Begitu kira-kira yang akan ia sampaikan padamu" ucap emma dan aku hanya menyeringai karena sangat aneh mendengar bahasa puitis itu


"Ohh...ya ampun apakah kau hanya bergurau emma? Tidak mungkin ada seseorang yang akan bicara seperti itu, kau akan mendengar ucapan menggelikan seperti itu hanya di film romansa saja" ucapku


"Sekarang berhentilah bergurau dan ayo kita tidur" ucapku pada emma


"Ahhh...ayolah sudah lama kita tidak bicara seperti ini selama hampir 3 bulan sejak kau tidak ada di dorm ucap emma


"Tapi ini bukanlah hal yang tepat untuk bicara sendau gurau seperti ini, kau harus istirahat, emma" ucapku sambil menyelimuti tubuh emma dengan selimut dan mematikan lampu kamar perawatan


Malam ini aku tidur di atas sofa yang sudah aku geser tepat di samping tempat tidur emma jika ia membutuhkan sesuatu


bersambung


___________________


hai jumpa lagi dengan hyungjoba. gimana episode kali ini makin penasaran kah?


untuk episode selanjutnya mengandung unsur kekerasan


harap bijak membacanya ya 😉


see you next episode


jangan lupa klik love, komen dan jadika favoritenya biar hyung makin semangat nulisnya


terima kasih 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2