
🌹🌹🌹🌹🌹Richard martin🌹🌹🌹🌹
Kim hye jin pov
"Nona kim" suara seorang lelaki memanggil diriku dari belakangku
Reflek diriku menoleh ke belakang dan melihat manusia yang memanggil diriku
Dan kau tahu siapa yang memanggil diriku?
Seorang pangeran putih yang selalu ingin aku temui sejak kejadian itu, banyak hal yang harus aku katakan pada lelaki itu sejak kegagalan pertemuan kami dimalam itu
Yang sedari dulu aku ingin mengucapkan kalimat permintaan maaf karena tidak dapat menemui dirinya pada malam itu
Ya..lelaki itu richard
Ia memanggil nama ku dengan semangat dan keras, berharap aku dapat mendengar suara teriakannya
Tentu saja dengan suara bass nya aku bisa mendengarnya dan menengok kearah suara lelaki bermata indah itu
Dan kini lelaki bermata biru itu berada dihadapanku dan tersenyum dengan tampannya
"Hi..."
"Hi miss kim, how are you? Long time no see"
"Hi richard..i am fine"
Emma menepuk pundakku dan membisikkan bahwa lelaki itu yang terus mencari diriku hampir setiap hari
'Bicaralah empat mata dengannya, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu' bisik emma dari belakangku dan mendorong tubuhku kearah richard
Richard melihat kearah belakangku dan melihat emma, emma yang menyadari bahwa richard sedang mencari siapa yang mendorong tubuhku tersenyum padanya, dan dengan ramah richard membalas senyuman emma
"Amm...are you busy richard? Can i talk with you?"
"Ohh..absolutely yes, we can talk.."
"ok hye jin aku akan menunggumu dikantin bye" ucap emma
"bye" ucapku
Aku pergi meninggalkan emma untuk berbicara kepada richard, aku mengajak richard berbicara di bangku taman yang tidak jauh dari posisiku saat ini
Aku gugup ketika bertatapan dengan richard, seakan lidahku kelu untuk berbicara dengannya
"Whats'up miss kim"
"Are you ok? You aren't look good,
I am not ghost, you can enjoy talk to me?"
"Okay..i wanna tell you something, tapi sebelumnya aku ingin mengatakan maaf kepadamu"
"I am sorry, waktu itu aku tidak datang dan menepati janjiku, aku memiliki alasan kena..." belum selesai aku bicara, richard tertawa dengan santainya
"Ohh...tidak apa-apa hye jin kau tidak perlu minta maaf, aku yang salah, seharusnya aku langsung meminta nomer teleponmu bukan mengandalkan secarik kertas dan memberikannya kepadamu"
Aku terdiam ketika richard mengatakan kalimat itu, aku merasa canggung untuk membalas kata-katanya
"Aku pikir aku harus memberikanmu nomor teleponku, apa kau tidak keberatan jika aku memintamu untuk menyimpan nomor teleponku, hye jin?"
"Aaa...tentu saja richard, dengan senang hati aku akan menyimpan nomor teleponmu"
Aku sudah mendapatkan nomer teleponmu dari emma, bagaimana jika dia tau kalo aku sudah menyimpan nomer teleponnya sebelum memberitahuku
"Amm...sini richard, berikan handphonemu aku akan menulis sendiri nomer teleponku dihandphonemu" ucapku pada richard yang sedang menungguku untuk mengeluarkan handphone milikku
Lagi pula aku tidak mau richard melihat daftar panggilan teleponku yang kebanyakan dari park seo jin
Aku mengetik nomor teleponku dihandphone richard, setelah itu aku menelepon nomorku sendiri
"Done" ucapku dan tersenyum pada richard
"Ok" ucapnya dan tersenyum balik kepadaku
Oh my god! Senyum richard sangat manis seperti gulali yang baru dibuat
Senyumnya membuat aku melupakan semua masalah yang aku hadapi saat ini termasuk laki-laki **** itu
Wajahku memerah ketika richard tersenyum kepadaku, belum sempat aku merasakan kebahagiaan,
__ADS_1
Tak lama handphoneku berbunyi hingga mengejutkan diriku
Sekilas aku melihat dilayar kaca 'si raja kukang' menelponku dan dengan cepat aku mematikan internetku agar 'si raja kukang' tidak menelponku lagi
"Siapa yang menelpon? Angkatlah" ucap richard
Ohh tidak jangan bilang richard sempat melihat 'si raja kukang' dilayar handphoneku
"Ahahahaha...bukan siapa-siapa, hanya mantan pacar emma yang sedang mencarinya" ucapku berbohong, uhhh maaf richard >•<
Kalian tahu siapa yang kuberi nama raja kukang? Tentu saja dia adalah park seo jin, mahluk aneh yang sangat menyebalkan seperti tokoh kartun madagaskar, tingkah laku seo jin sangat mirip dengan tokoh kartun itu, menyebalkan!
"Kenapa menelponmu?" Tanyanya lagi
"Amm...itu.."
"Ahh..emma mengatakan putus pada pacarnya, namun aku pikir ia tidak ingin putus hubungan dengan emma, aku pikir emma mem-blok nomor mantan pacarnya, jadi ia menelponku dan ingin berbicara dengan emma hahaha"
"Ahh...i got you" ucap richard dan aku tertawa canggung, setelah tertawa, kami diam sejenak
Mungkin jika ini film kartun akan ada suara jangkrik setelah tertawa anehku
"Ehem...are you hungry?" Tanya richard padaku dan memecahkan keheningan
"I think....yeah"
"Oke ayo kekantin dan menemui temanmu"
Aku mengangguk pada richard dan berjalan dengannya dikantin
Sesampainya dikantin, emma melambaikan tangannya untuk mengajakku dan richard makan bersama, aku dan richard duduk berhadapan dengan emma yang sedang makan siang dengan pasta
"It's look like delicious" ucap richard pada emma
"Do you wanna eating pasta for lunch hye jin?" Tanya richard padaku
"Yeah..of course"
"Ok wait here, i'll get your food"
"Ohh..no richard thank you, i can get my meals for my self"
"It's ok hye jin, you can enjoy talk with your friends" ucap richard dan pergi mengantri untuk membelikanku pasta
"Uww...he's gentle, i'm impressed" goda emma padaku
Kali ini emma melihat layar kaca handphoneku
"Raja kukang?? Who is that?"
"Yeah...you know emma, who else?"
"Park seo jin?"
Aku mengangguk pada emma
"Woahh...benar-benar tuan park layak dipanggil fu*k" ucap emma emosi
"Sstt...emma jangan berkata kasar seperti itu" ucapku mengingatkan
"Kau terlalu baik hye jin, manusia sampah seperti tuan park cocok untuk dicaci maki"
"Emma, tadi saat aku berbicara dengan richard, seo jin menelponku, dan aku terpaksa berbohong padanya bahwa mantan pacarmu menelponku dan ingin kembali menjalin hubungan lagi denganmu"
"What the..." ucap emma
"Why are you lie?" Tanya emma
"Of course i'm lying, i dont want richard knowing about the tragedy"
"I guess richard will blame his self"
"Kenapa kau menggunakanku? Hubungan ku baik-baik saja dengan pacarku, yah..meskipun kami berpacaran jarak jauh"
"I am sorry emma" ucapku sambil menunduk dan menyesal menggunakan nama emma untuk membohongi richard
"Ok hye jin aku memafkanmu" ucap emma padaku dan tak lama richard datang membawa nampan yang berisi 2 piring pasta yang menggugah selera hye jin
"Ini..silahkan hye jin"
"Thank you richard" ucapku sambil tersenyum
Dan kami makan bersama sambil mengobrol tentang hobi kami masing-masing
__ADS_1
Satu lagi yang membuatku kagum pada richard adalah ia mengikuti komunitas sosial anak-anak dipanti asuhan disekitar chicago, ia sangat menyukai anak kecil, bermain bersama dan tertawa bersama
Wah...nilai sempurna untuk richard, baik, tampan, cerdas, dan ia berusaha meluangkan waktunya untuk bisa melakukan kegiatan sosial dipanti asuhan, aku yakin richard sibuk, sama sepertiku, kerja part time, belajar dengan tekun untuk mempertahankan beasiswa
Richard mengajakku untuk bergabung dengan komunitasnya ya, yahh...jika aku memiliki waktu senggang
Aku bilang akan menghubungi richard jika aku memiliki waktu senggang, dan ia akan menunggu kabarku
Tak berapa lama waktu menunjukkan pukul 4 sore dan sudah waktunya richard bekerja part time
Richard pamit kepadaku dan emma, setelah itu pangeran kuda putihku berlari kecil meninggalkan ku, aku menatap punggung richard yang sangat indah itu, aku membayangkan bagaimana rasanya memeluk richard dari belakang dan tertawa aneh sendiri
Emma menyadarkanku dengan melempar tissue yang sudah dibentuk menjadi bola kecil tepat dipelipisku
"Ahh.."
"Apa yang kau lamunkan hye jin? Sadarlah..air liur mu menetes" ucap emma dan spontan aku menyentuh bibirku untuk mengusap liurku, tapi tidak ada, sial emma membohongiku
"Hahahaha.....ayo kita kembali ke dorm"
Ucapnya sambil berdiri dan meninggalkan kantin, aku mengikuti emma
"Kau tidak bekerja emma?" Tanyaku
"Haahh...aku sudah keluar dari restoran itu, bapak tua itu cabul"
"Apa?!..cabul?! Kau dilecehkan oleh bosmu?"
"Tidak...aku keluar dari sana sebelum aku mengalami pelecehan seksual, aku takut melihat tatapan pak tua gendut itu, cara bicaranya padaku..eww sangat menjijikan"
"Ia selalu menatap kearah belahan dadaku, yah aku pikir itu semua berawal karena aku merasa panas dan membuka kaosku dan menyisakan tank top abu-abuku"
"Aku akui sih..aku memiliki dada yang bagus, tak bisa dipungkiri lagi jika semua lelaki tergoda melihat dadaku"
"Yyaa....hentikan emma, kau sangat narsistik"
"See...you look cute when get angry hahaha"
"Aku pikir itu pesonamu hye jin" ucapnya lagi
"Kau itu sedang mabuk ya..bicara tidak jelas"
"Berhentilah membuka baju ditempat umum, terlebih ditempat kerja, aku tau chicago tempat yang bebas, tapi setidaknya kau harus tau tempat emma, ini demi kebaikanmu"
"Bla bla bla...hye jin gadis yang bawel mulai berceramah lagi"
"Aku bekerja didapur, wajar jika aku merasa panas dan membuka bajuku, yah lagi pula sepertinya aku tidak cocok bekerja didapur" ucap emma
Emma memang Gadis yang tingkahnya liar, lebih tepatnya mengagungkan arti kata freedom aku tahu hal gila yang pernah ia lakukan
Melakukan one night stand dengan pria ditempat kerja part time nya, alasannya karena sudah lama tidak having sex dan pacarnya juga jauh dari tempat ia tinggal sekarang
Dan hal lebih gila lagi, emma memberitahu pacarnya dan pacarnya mengatakan iya dan mengerti dengan situasinya saat itu, gila kan? Toleransinya sangat besar sekali
Entah mereka yang gila atau aku yang kampungan karena tidak paham dengan arti kata liberalisme, dan aku pikir itu alasan sampai sekarang aku tidak ingin pacaran sampai aku menemukan pria yang tepat, dan menjaga keperawananku
Tapi...aku kan sudah tidak perawan lagi karena kecelakaan itu, pikirku sambil tersenyum pilu dan teringat kejadian malam itu dengan seo jin, aku menghembuskan napasku dengan cepat, aku menatap langit yang mulai menunjukkan tanda-tanda senja
Akankah aku bisa menemukan pria yang tulus mencintaiku? Tuhan aku hanya ingin memiliki satu pria yang aku kasihi sampai aku menjadi tua dan meninggalkan dunia ini dengan tenang, aku harap ia bisa menerimaku dengan keadaanku yang sekarang
"Amin" ucap emma dengan tiba-tiba, ia melihatku sedang menggenggam kedua tangan dan memejamkan mata
"Apa yang kau doa kan hye jin?"
"Rahasia" ucapku dan pergi meninggalkan emma
"huh..pelit" ucap emma sinis
Tak lama sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat didepanku dan keluarlah seorang lelaki dengan pakaian serba hitam, ia menarik lenganku dan memaksaku untuk masuk kedalam mobil
Emma yang melihatku langsung memukul pria itu dengan tinjunya, cengkraman pria itu melemah dan aku bisa lepas darinya
Namun tak lama keluar lagi pria dari mobil itu dan menyergap emma dan mengunci lengan emma dari belakang dan mendaratkannya dimobil hingga emma tidak bisa bergerak
Aku yang panik langsung berinisiatif menjambak rambut pria yang mengunci lengan emma dengan kuat dan menendang kemaluannya, dan benar sesuai dugaanku, lelaki itu K.O tak berdaya
Emma sempat mengacungkan jempolnya kepadaku dan tiba-tiba dari belakang, lelaki yang dipukul oleh emma kembali berdiri dan memukul tengkuk emma hingga tak sadarkan diri
"Emma!!!"
Aku tak menyadari kehadiran mobil sedan berwarna hitam satu lagi, entah 2 atau 3 orang yang keluar dari mobil sedan itu
Yang aku tahu seseorang membiusku dengan sapu tangan dan membekapku dengan kencang dari belakang, aku berusaha melawan dan memukul tubuhnya dengan sikuku, namun semua terlambat, aku terlanjur terpengaruh oleh bius disapu tangan itu dan mulai tak sadarkan diri
__ADS_1
__________________________________
Lanjut gaes next episod