
Kim Hye Jin pov
Setelah menyatakan perasaanku, aku dan seo jin sepakat untuk melupakannya dan tidak mengungkit insiden semalam yang sangat memalukan bagiku
Selain itu, seo jin memintaku untuk bersikap biasa saja padanya dan tetap merasa nyaman seperti biasanya
Meskipun ia sudah berkata seperti itu, tapi tetap saja aku merasa canggung jika dekat dengan dirinya
Seperti sarapan pagi hari ini, beberapa kali aku mencuri pandang ke seo jin dan beberapa kali seo jin menangkap tatapanku lalu dengan cepat aku membuang wajahku, berpura-pura tidak sedang memandang wajahnya
"Apakah terjadi sesuatu yang indah kemarin malam nyonya? Sepertinya anda selalu mencuri pandang pada tuan seo jin hingga membuat wajah anda memerah" ceplos bibi min kepadaku tanpa perasaan takut
Aku yang terkejut segera menyemburkan sup asparagus buatan koki pribadi seo jin dari dalam mulutku
Seo jin terkejut melihatku, begitu juga bibi min dan para maid lainnya.
Dengan tanggap, seo jin menggeser kursinya dan segera mengambil serbet makan dan membersihkan bibir beserta daguku agar tidak lengket karena bekas sup
"Neo gwaenchana?* (kau tidak apa?) Sup ini panas kau harus hati-hati" ucap seo jin sambil mengusap dengan lembut daguku
"Maafkan saya atas pertanyaan lancang saya kepada nyonya" ucap bibi min sambil menuangkan air putih ke gelasku
Setelah melihat bibi min sedang menuangkan air ke gelasku, tidak sengaja mataku dan mata seo jin saling bertemu
Aku tahu seo jin sedang mengusap daguku, namun mata seo jin seperti magnet yang mampu menarik perhatianku dan ingin menatapnya
Jarak wajah kami sangat dekat, hingga tidak sengaja terlintas ingatan kemarin malam yang menyentuh bibir seo jin
Tentu saja hal itu membuatku tersipu malu hingga aku bisa merasakan kedua pipiku terasa hangat karena memerah
Jantungku terus berdetak dengan cepat saat memandang seo jin dalam jarak dekat seperti ini
Apakah pengaruh dari vitamin vitalitas dan kesuburan itu masih berada di dalam tubuhku? Mengapa aku masih menginginkan bibir seo jin?
Neo michisseo?!* (apa kau gila?!)
Yya...kim hye jin*(hei..kim hye jin) kendalikan pikiranmu dan enyahkan pikiran mesum itu dari dalam otakmu
"A-aku baik-baik saja" ucapku sambil mendorong seo jin dan menjauh darinya ketika pikiran warasku datang
Aku menundukkan wajahku dan segera melanjutkan kegiatan seo jin untuk mengelap sisa sup di area bibirku
"Bi-bibi min berhentilah bicara seperti itu. Apakah pantas bertanya hal sevulgar itu di pagi hari pada pasangan suami istri" ucapku sambil menundukkan wajahku karena merasa malu
"Maafkan saya nyonya, tidak seharusnya saya bersikap kurang ajar pada anda, saya hanya menebak saja, karena melihat wajah anda yang terlihat memerah saat melihat tuan seo jin, hal ini tidak pernah terjadi sebelum..."
"Aisshh....hentikan bibi min" seruku memotong pembicaraan bibi min
"Ma-maaf saya telah berbuat lancang pada anda lagi. saya hanya tidak sabar menantikan berita kehamilan anda lagi" ucap bibi min dan lagi-lagi hampir membuatku menyemburkan air putih yang ada di dalam mulutku
"Jika setiap malam anda melakukan hal luar biasa bersama tuan seo jin, aku yakin dalam waktu dekat anda akan mengandung buah hati anda lagi" ucap bibi min lagi dan membuatku semakin canggung
Haah...
Apakah bibi min sudah tidak takut lagi pada sung deok mi? Sejak kapan ia berani bertanya hal seperti itu pada nyonya yang bersikap dingin seperti ini
Apakah ia berani bertanya hal seperti itu karena berpikir aku sudah berubah menjadi lebih lembut sejak berita kehamilanku waktu itu tersebar?
"Bibi min, bisakah kau mengambilkan koran pagi hari ini?" Ucap seo jin menyuruh bibi min untuk mengalihkan topik pembicaraan
"Baik tuan" ucap bibi min dan segera mengambil koran pagi dan menyerahkan ke seo jin
Seo jin mulai menyeruput kopinya setelah ia selesai menghabiskan sarapannya
"Ige boya?* (apa ini?)" Ucap seo jin tiba-tiba setelah membaca koran pagi
"Waeyo?* (kenapa?)" Tanyaku pada seo jin
"Sepertinya kau menjadi topik hangat saat ini, sayang" ucap seo jin padaku
"Banyak orang yang memuji keberanianmu karena insiden kemarin. namun sebagian orang muncul secara anonim dan membahas sifat burukmu di masa lalu"
"Mm...benarkah?" Tanyaku dan mendekati seo jin
Aku membaca dalam hati beberapa komentar buruk yang di cetak pada koran pagi hari ini
Jika aku boleh jujur, aku bukanlah orang yang aktif di media sosial, setelah pindah ke chicago dan kuliah lalu bekerja part time, aku menggunakan waktu luangku untuk beristirahat atau pergi ke perpustakaan mencari buku dan mengerjakan tugas
Bukan berarti aku tidak memiliki akun media sosial, hanya saja jika seseorang berkunjung ke akunku, kau hanya akan melihat satu atau dua foto saja di sana
Sedangkan seo jin??
Aku tidak tahu apakah dia aktif di media sosial atau...
Sama denganku
"Aku tidak tahu jika komentar orang-orang jaman sekarang sangat meresahkan sekali, seolah-olah mereka sangat dekat denganmu dan memantau kehidupan pribadimu" ucap seo jin mengoceh
Ahh....
Sepertinya ia juga sama denganku, tidak aktif di media sosial
"Apakah aku perlu meminta bantuan detektif choi untuk menyelidiki orang-orang yang berkomentar negatif seperti ini tentang dirimu lalu bertemu dengannya dan menanyakan langsung ada masalah apa hingga ia berani berkomentar seperti ini?" Ucap seo jin padaku
Pantas saja seo jin marah
Mereka berkomentar bahwa hubungan rumah tangganya diketahui masyarakat banyak hanya berpura-pura harmonis
Namun kenyataannya, sangat tidak harmonis. Mulai dari isu bahwa deok mi selingkuh hingga isu bahwa mereka melakukan pernikahan kontrak. memang benar deok mi selingkuh dari suaminya tapi seo jin...
Melakukan perselingkuhan hingga menghamili seorang gadis yang kuliah di universitas tempat yayasan istrinya apakah masuk akal?
Dan lebih gilanya lagi, suami dari nyonya deok mi yang berarti itu adalah seo jin, menyuruh mahasiswi selingkuhannya yang sedang hamil itu untuk menggugurkan janin yang ada di dalam rahimnya?
Hahaha....
Ini lebih terlihat seperti sinopsis dari sebuah drama korea yang beredar di televisi
Tapi..
Tunggu dulu. apakah yang dimaksud oleh mereka, mahasiswi itu adalah aku sebagai kim hye jin??
Aku tahu, diriku sedang menjadi bahan gunjingan oleh semua orang di kampusku, tapi aku mengabaikannya karena gosip itu sangat tidak masuk akal bagiku
Ku pikir gosip buruk mengenai diriku hanya gosip yang akan menghilang termakan oleh waktu, tapi jika sampai masuk koran pagi seperti ini....
Bisa tamat riwayatku untuk menggenggam masa depan. Bisa-bisa aku menjadi bahan ejekan oleh mahasiswa lainnya jika aku kembali menjadi hye jin dan kuliah di kampusku
"Ku pikir, aku harus bertemu dengan pengacaraku untuk membahas masalah ini dan akan menangkap pelaku yang berkomentar keterlaluan seperti ini" ucap seo jin
"Kau hanya bercanda kan bicara seperti ini?" Tanyaku
"Bercanda? Apa maksudmu, sayang? Mereka telah berkomentar jahat dan mengada-ada, ini tidak ada hubungannya dengan aksi heroikmu yang menangkap pembunuh berantai"
"Kau hampir mati karena berhadapan dengan penjahat itu tapi lihatlah komentar aneh nan nyeleneh yang dibuat oleh mereka" ucap seo jin
"Tapi kau tidak melakukan seperti apa yang mereka katakan. Tidak perlu kau mengeluarkan tenagamu untuk marah-marah dan bertemu dengan pengacaramu untuk menyelesaikan masalah ini. Bukankah kau sangat sibuk, sayang?" Ucapku menenangkan seo jin
"Tidak perlu marah katamu? Apa kau tidak tahu kekuatan dari sebuah isu?" Tanya seo jin
"Betul nyonya, tuan harus menyelesaikan masalah ini, jika tidak, hal ini akan mempermalukan keluarga sung dan juga keluarga park dimasa depan nanti meskipun itu hanyalah sebuah isu" ucap bibi min
"Jika kau sudah menemukan pelakunya, apakah kau akan menuntut dan memenjarakannya?" Tanyaku
"Tentu saja aku harus melakukan hal itu" ucap seo jin tegas
"Bagaimana jika ia hanya seseorang yang tidak berdaya? Ia menulis komentar jahat seperti itu hanya untuk melampiaskan rasa penat dan lelahnya karena masalah yang ia hadapi atau karena ia merasa dunia sedang tidak adil terhadapnya?" Tanyaku
"Lalu apakah ia berhak bicara seperti itu jika dunia tidak bersikap adil padanya, hhuh?!" Teriak seo jin dan mulai kehilangan mengontrol emosi di depan maid dan bibi min
"Ku rasa aku harus meminta detektif choi memeriksanya dimulai dari kampus yayasanmu, sayang" ucap seo jin
"Aku tidak akan bersikap lunak dan akan memprosesnya secara hukum pada pelaku dari komentar negatif ini meskipun pelakunya adalah mahasiswa"
"Yeobo* (sayang) aku tahu kau merasa kesal, tapi...bisakah kau mencari sudut pandang lain dan alasan kenapa ia menyebar isu seperti ini?" Tanyaku
"Lebih baik kau memaafkannya dibandingkan harus memenjarakannya, biar bagaimanapun ia adalah seorang mahasiswa yang masih memiliki banyak harapan dan masa depan yang baik untuknya" ucapku pada seo jin
"Lalu bagaimana jika yang menyebarkan gosip buruk tentangku adalah seseorang yang sudah dewasa dan melakukan hal ini hanya demi mendapatkan uang?" Tanya seo jin
"Jika yang dibutuhkan adalah uang, kau bisa membayarnya dan menyuruh orang itu untuk berkomentar baik tentangmu" ceplosku tanpa berpikir panjang
__ADS_1
Seo jin mengkerutkan keningnya pertanda ia tampak bingung dengan jalan pikiranku
"Yeobo*(sayang) aku tidak paham dengan cara berpikirmu saat ini" keluh seo jin
Aku melihat bibi min dan para maid, mereka terlihat bingung saat melihatku.
Apakah cara berpikirku aneh??
Aku hanya tidak ingin membuat orang lain hidup kesulitan dan ku rasa hanya dengan kata maaf saja sudah cukup bagiku jika mereka sadar apa yang telah mereka lakukan adalah salah
Kecuali jika mereka tidak merasa bersalah dan tetap sombong atau menyangkal bahwa perbuatannya salah, aku akan membuat perhitungan dengannya
"Berjanjilah jika kau menemukan orang yang berkomentar buruk tentangmu dan tentangku mengatakan kata 'maaf' , kau harus memaafkannya, begitu juga dengan diriku, aku akan memaafkan perbuatan mereka"
"Anggap saja mereka sedang khilaf dan tidak sadar berkomentar jahat seperti itu di media sosial" ucapku pada seo jin
"Huhuhu...." tangis bibi min tiba-tiba dan membuatku terkejut
"Bi-bibi min, ada apa denganmu? Kenapa kau menangis tiba-tiba? Apa yang membuatmu sedih" Tanyaku
"Tidak nyonya....saya tidak bersedih..." ucap bibi min
"Saya...hanya terharu melihat sifat nyonya deok mi yang telah berubah menjadi wanita yang sangat baik"
"Saya seperti melihat cerminan kehidupan budha di diri anda" ucap bibi min sambil mengusap air matanya dan semakin membuatku bingung hingga menggaruk-garuk rambutku dengan tangan kananku
"Seandainya anda tidak mengalami keguguran, aku yakin anak anda pasti akan senang karena memiliki ibu yang memiliki sifat baik bak malaikat seperti anda tanpa harus melihat masa lalu anda, nyonya" ucap bibi min
"Berhentilah menangis bibi min, kau terlalu berlebihan" ucapku menghentikan bibi min agar ia tidak menangis lebih kencang
Namun hasilnya nihil, bibi min justru menangis lebih keras dan membuat beberapa para maid ikut menangis
"Aku akan selalu mendoakan anda, nyonya, agar tuhan segera memberimu buah hati secepatnya huhuhu...." ucap bibi min lagi
Aku dan seo jin saling bertatapan dengan ekspresi bingung
"Segera habiskan makanmu" bisik seo jin dan aku segera mengabaikan sikap bibi min dan para maid yang bersikap berlebihan
*****
(Beberapa hari kemudian...)
"Baiklah..."
"Sekarang anda sudah bisa melepas penyangga leher ini, nyonya" ucap dokter spesialis tulang yang ada di hadapanku
Seo jin tersenyum melihatku saat penyangga leher yang aku kenakan selama kurang lebih 2 minggu akhirnya boleh dilepas oleh dokter
Aku memegang leherku dan tersenyum sumringah
Ahh....
Akhirnya aku bisa bebas dari benda itu, kini aku bisa menggerakkan leherku dengan bebas tanpa harus merasa khawatir membuat cedera leherku
Setelah berterima kasih pada dokter spesialis yang ada di hadapanku lalu berpamitan dengannya, seo jin menelepon seseorang dan mengajakku ke dalam mobil
"Kita akan pergi ke mana?" Tanyaku pada seo jin
"Ke kampusmu" ucap seo jin singkat
"What?!" Seruku karena terkejut
"W-waeyo?* (k-kenapa?)" Tanyaku lagi
"Tentu saja untuk melakukan wawancara, detektif choi menemukan siapa komentator yang membuat citramu dan juga citraku buruk di masyarakat"
"Yah...meskipun hal itu tidak mempengaruhi label deok mi sebagai pahlawan kota chicago dan banyak masyarakat yang tidak terlalu peduli dengan kehidupan sisi gelap pribadi deok mi, tapi tetap saja hal ini membuatku resah"
"Banyak orang yang memuji nama deok mi karena kebaikan yang dilakukan olehmu, tapi kau harus tahu hye jin, tidak selamanya kau akan hidup menjadi deok mi"
"Kau harus mengembalikkan nama baikmu sendiri dengan menggunakan status deok mi yang sekarang sebagai ketua yayasan kampus tempatmu kuliah"
"Entah memperingatinya atau bahkan membuatnya masuk ke dalam penjara karena telah melakukan penyebaran nama baik 'kim hye jin' "
"Dengan bersikap tegas seperti ini, ku harap tidak akan ada lagi mahasiswa lain yang akan berkomentar buruk tentang kim hye jin" ucap seo jin
"Seo jin-ssi, kau harus menepati janjimu untuk tidak menghukumnya atau bahkan memenjarakannya jika ia meminta maaf di hadapanmu" ucapku mengingatkan seo jin
"Gunakan kaca mata hitam yang biasa di pakai deok mi saat ia berkunjung ke kampusmu dan bacakan beberapa kalimat pidato penyemangat untuk para mahasiswa agar tetap belajar fokus serta menghiraukan gosip yang tidak jelas seperti itu, jika tidak ingin beasiswanya dicabut" ucap seo jin yang terdengar sangat kesal dengan salah satu mahasiswa yang menyebar gosip buruk tentang dirinya
Beberapa hari ini seo jin seperti seorang wanita yang sedang mengalami PMS atau pra menstruasi syndrom, setiap melihat berita tentang suatu kasus pembunuhan melalui televisi, ia segera mematikan televisi tersebut dan membanting remotenya
Belum lagi saat ia menelepon detektif choi dan memarahinya karena belum mendapatkan siapa tersangka dari pembuat komentator buruk tersebut
Aku merasa kasihan pada detektif choi karena mendapat tekanan pekerjaan dari bosnya sendiri, ditambah dengan pekerjaan seo jin yang menumpuk dan hampir mendekati dead line
Seandainya aku bisa membantu seo jin, mungkin aku akan membantunya jika hal itu membuat dirinya menjadi lebih tenang sedikit
Meskipun seo jin sangat sibuk dengan kegiatan sehari-harinya, ia tetap memperhatikanku dan masih sempat memberikanku obat dengan tepat waktu agar aku bisa cepat pulih. Ia selalu memerintahkan koki pribadinya membuat makanan untuk mempercepat proses pemulihan luka dan pada akhirnya selama beberapa hari terakhir aku dan seo jin makan dengan menu utama ikan yang kaya akan protein tinggi
Tidak perlu diragukan lagi, seo jin adalah sosok pria yang penuh tanggung jawab, tapi..aku merasa ia terlalu lelah untuk menopang beban yang selama ini ia tanggung
Aku berharap suatu hari nanti ingin membuat dirinya menjadi seo jin yang ceria tanpa harus memikirkan tanggung jawabnya selama ini sebagai seorang CEO ataupun sebagai seorang suami
Aku ingin seo jin menjadi dirinya sendiri meskipun itu hanya sehari saja agar ia bisa meringankan beban pikirannya
"Kenapa? Apa kau ingin menyampaikan sesuatu padaku? Ataukah ada beberapa kalimat yang tidak kau pahami dalam teks tersebut?" Tanya seo jin tiba-tiba dan membuyarkan pikiranku saat aku menatap dirinya
"T-tidak. Semua sangat jelas dan mudah dipahami" ucapku
"Fokuslah hye jin, akhir-akhir ini aku sering melihatmu melamun dan menatapku dengan tatapan kosong. Apakah ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" Tanya seo jin
"Mm...ada sesuatu yang kupikirkan dan itu mengenai dirimu, kau terlihat sangat sibuk namun masih saja mengurus diriku. Aku hanya tidak ingin menjadi beban untukmu, seo jin" ucapku
"Ku rasa kita pernah membahas ini sebelumnya, selama kau berada di sampingku, kau akan menjadi bagian dari tanggung jawabku, kau tidak membebaniku sama sekali kim hye jin, justru aku yang selalu menyusahkanmu karena terus memintamu untuk hidup dengan berpura-pura menjadi orang lain di hadapan orang banyak"
"Kau tidak bisa menjadi dirimu sendiri karenaku. Maafkan aku hye jin. tapi ku mohon bersabarlah, aku berjanji dalam waktu dekat akan membuat kehidupan damaimu bisa kembali seperti semula pada saat kau belum bertemu denganku dan juga deok mi" ucap seo jin
"Mungkin ini membuatmu tidak nyaman, tapi aku memintamu untuk membantuku saat kita tiba di kampus nanti..."
" aku ingin kau dan aku terlihat mesra di hadapan publik seolah hubungan rumah tanggaku dan deok mi sangat harmonis dan tidak ada masalah sama sekali" ucap seo jin sambil menyetir
"Gwaenchana* (tidak apa) aku sendiri yang memutuskan untuk membantumu saat kau datang ke kampung halamanku dan membujukku"
"mungkin karena sikapmu yang selalu memperhatikanku dan memperlakukanku dengan sangat baik, berpura-pura menjadi deok mi bukanlah hal yang membebaniku dan membuatku lupa dengan identitasku yang sebenarnya" ucapku bicara jujur pada seo jin
Seo jin menatapku saat aku bicara seperti itu, untungnya seo jin berhenti tepat di saat lampu merah menyala, beberapa saat kemudian, lampu hijau mulai menyala. Namun, seo jin tidak segera memajukan kendaraannya hingga ia tersadar bahwa beberapa kendaraan memberikan klakson ke seo jin agar ia segera menjalankan mobilnya dan tidak menghalangi mobil lainnya untuk melaju
"Kim hye jin, aku tahu kau bingung dengan perlakuan baikku selama ini. Tapi perlu kau ketahui, aku memperlakukanmu dengan sangat baik karena kau adalah bagian dari tang...
"Araa..* (tahu..) aku tahu apa yang akan kau ucapkan padaku, mungkin kau perlu mengacuhkanku sedikit agar hatiku tidak bingung dengan sikap baikmu selama ini, seo jin"
"Mian* (maaf) karena aku hanya membebani perasaanmu saja" ucapku pada seo jin
Seo jin hanya menghela nafas setelah mendengar ucapanku
"Baiklah...aku akan menuruti kemauanmu agar hatimu tidak bingung terhadap sikapku" ucap seo jin padaku
***
Sesampainya di kampus tempatku kuliah, aku dan seo jin bergandengan tangan menuju ruang aula untuk bertemu dengan para mahasiswa
Beberapa dosen dan petinggi pihak kampus menyambutku dengan sangat baik. dan Sesuai permintaan seo jin, aku membacakan pidato yang telah ia berikan padaku di mobil lalu memberikan piagam beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi di kampusku
Hal ini mengingatkan diriku yang selalu berdiri di atas panggung ini dan menerima penghargaan dari petinggi kampus
Setahuku, deok mi tidak pernah hadir dalam acara ini dan ku rasa..ia selalu menyuruh seseorang untuk menggantikan dirinya
Setelah aku menyadarinya, ternyata selama ini tuhan bersikap baik padaku, wanita penyihir yang bernama deok mi tidak bisa menemukan diriku selama ini karena sikapnya yang selalu menyebalkan dan tidak amanat jika diberikan tugas atau kepercayaan hingga ia tidak pernah datang ke kampusku dan bertemu dengan diriku di saat acara seperti ini
Namun sepertinya dewi keberuntungan sedang tidak berada di pihakku hingga kekasih gelap deok mi bertemu denganku di restoran tempat aku bekerja part time lalu menceritakan kepada deok mi bahwa ada seseorang yang mirip dengannya
Tidak ku sangka hal kecil seperti itu adalah awal dari kehidupanku yang terasa seperti mimpi buruk bagiku
Tapi..
Berkat hal kecil seperti itu, aku bisa bertemu dengan seo jin dan mulai jatuh cinta padanya
Aku tahu, cinta yang tidak seharusnya tumbuh di hatiku karena ia adalah pria yang sudah memiliki seorang istri dan aku tidak ingin menjadi wanita hina yang merebut dirinya dari deok mi, meskipun deok mi adalah wanita penyihir sekalipun
Kau pasti bisa hye jin!
__ADS_1
Kau pasti bisa membuat hatimu untuk tidak jatuh cinta padanya
"....mi?"
"Nyonya sung deok mi?" Ucap seseorang memanggilku
Haah...
Lagi-lagi aku tenggelam dalam pikiranku sendiri hingga tidak sadar bahwa sekelilingku sedang memerhatikan diriku dan ms. Smith memintaku untuk bicara di podium
Aku menarik nafas dan mencoba berbuat seenaknya seperti deok mi yang biasanya
Aku mulai mengingatkan para mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi belajar dan mengacuhkan gosip buruk yang beredar di kampus
"ku harap kalian tidak kehilangan semangat untuk mengejar prestasi di kampus ini. pergunakanlah waktu luang kalian untuk belajar dengan baik dan berkumpul di perpustakaan untuk belajar"
"Jangan kalian pikir aku tidak tahu apa yang terjadi di kampus ini" ucapku dengan gaya yang informal
"Aku tahu beberapa dari kalian melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan membahas gosip tentang kehidupan rumah tanggaku"
"Selagi aku masih ada di sini dan ms. Smith memberikanku kesempatan untuk berbicara, aku ingin memberikan suatu informasi pada kalian"
"Gadis yang kalian gosipkan adalah warga negara yang sama denganku"
"secara tidak langsung kalian telah menjelekkan nama baik negaraku juga karena telah berkomentar buruk seperti itu dan aku merasa tersinggung dengan hal ini"
"Tidak ada hubungan yang mengerikan seperti yang kalian bicarakan dikomentar itu antara suamiku dengan gadis malang itu"
"Apakah kalian tahu bahwa hubunganku dengan suamiku bagaikan kebun bunga yang selalu berrr...mekaran setiap hari" ucapku dengan semangat
"Bukankah begitu, sayang?" Ucapku sambil tersenyum manja dan melihat seo jin
Seo jin membalas senyumanku dengam cara memberikan ciumannya dari jauh
"Gadis itu terlihat dekat dengan suamiku, karena beberapa kali aku memintanya untuk membantuku menyelesaikan masalah"
"Yah..bisa dibilang ia adalah gadis yang cerdas dan bisa diandalkan. terlebih gadis itu berasal dari negara yang sama denganku dan juga suamiku, sudah sewajarnya aku bersikap baik terhadapnya"
"Apa kalian iri dengan gadis itu hingga membuat gosip yang keterlaluan seperti itu agar beasiswanya di cabut dan dikeluarkan dari kampus ini?"
" well, jika kalian iri, alangkah baiknya jika kalian belajar dari gadis itu agar menjadi pintar untuk mengambil hatiku atau...
Kalian pindah saja kewarganegaraan yang sama denganku agar mendapatkan perlakuan yang spesial seperti gadis itu hahahaha..." ucapku di podium
Aku tahu ini adalah hal yang tidak pantas untuk aku bicarakan di acara formal seperti ini.
Aku hanya mengikuti instruksi seo jin yang menyuruhku mengatakan hal yang memalukan seperti ini
"tidak bisakah kalian mencontoh sikap baikku yang akhir-akhir ini sangat terkenal di kota chicago? dan tentu kalian tahu kedatanganku ke kampus ini mengundang para wartawan untuk hadir meskipun aku tidak memanggil mereka"ucapku sambil tersenyum
para mahasiswa sontak menengok ke arah belakang mereka dan melihat para wartawan yang sedang sibuk memotret diriku yang sedang berdiri di podium
"hei apakah kau merasa ketua yayasan kita mirip dengan seseorang yang kita gosipkan akhir-akhir ini di kampus?'ucap salah seorang mahasiswi ke temannya dan tanpa mereka sadari ucapan mereka terdengar di telingaku
"maksudmu kim hye jin?!"ucap temannya
aku mengedipkan mataku beberapa kali karena merasa panik beberapa orang akan sdar bahwa wajahku dan wajah deok mi sama
"apa kau sudah gila?! bagaimana mungkin matamu bisa menyamakan gadis kampung seperti dia dengan wanita anggun yang kaya raya di hadapan kita sekarang?"
"ku pikir kau harus periksakan matamu ke dokter mata" ucap temannya
"benarkah? mungkin aku yang salah lihat" ucap mahasiwi itu dan menyerah bahwa pendapatnya ditolak mentah-mentah oleh teman yang ada disampingnya
aku menghela nafas ketika mendengar bahwa tidak semua orang menyadari kemiripanku dengan deok mi, meskipun wajah kami mirip, tapi riasan wajah deok mi dan gaya berpakaiannya bertolak belakang denganku. ku harap semua orang tidak menyadari kmiripan wajahku dengan deok mi
"Jika aku mendengar hal gila semacam ini lagi..."
"Aku tidak akan ragu-ragu untuk menuntutnya melalui jalur hukum tanpa melihat siapapun orangnya" ucapku dan seketika membuat suasana sedikit gaduh oleh suara para mahasiswa
"Sekian pidato dariku" ucapku dan segera membalikkan tubuhku karena menahan malu dan menuruni panggung melalui tangga yang letaknya berada di belakang panggung
setelah itu, seo jin naik ke atas panggung dan memanggil beberapa nama mahasiswa lalu memintanya untuk menemui ms. smith
aku tidak tahu apa yang dilakukan seo jin dengan nama mahasiswa tersebut. setelah pidatoku berakhir, para wartawan menghampiriku dan juga seo jin lalu meminta waktu luangku untuk melakukan sesi wawancara dengan mereka
ini pertama kalinya aku merasa seperti seorang publik figur karena harus terbiasa dengan tatapan mata para wartawan dan harus bisa menjawab pertanyaan mereka sesantai mungkin. untungnya park seo jin berada di sampingku, ku pikir wawancara menjadi hal yang biasa baginya mengingat ia adalah CEO muda dari sebuah perusahaan yang lumayan terkenal di USA. ia tahu harus bersikap bagaimana dengan para wartawan. hampir semua pertanyaan dijawab oleh seo jin. aku hanya bersikap anggun dan terkesan dingin layaknya deok mi sehari- hari
beberapa menit dengan para wartawan membuat asupan oksigen di paru-paruku sedikit karena merasa gugup. untungnya aku banyak diam sehingga tidak terlalu terlihat oleh mereka bahwa aku sedang mengalami perasaan anxiety atau kegelisahaan.
"tunggu aku di sini, aku ingin bertemu dengan ms. smith di ruangannya"ucap seo jin padaku setelah para wartawan pergi dari ruangan
"ahh...seo jin-ssi, bisakah aku bertemu dengan emma sebentar di ruangan ini?" tanyaku pada seo jin sambil memegang lengannya dan menahannya untuk beranjak berdiri
seo jin terlihat ragu untuk menjawab pertanyaanku
"please...ku mohon sebentar saja. aku berjanji tidak akan lama bicara dengannya agar tidak terlihat mencurigakan dan membuat orang-orang mengira aku adalah hye jin" ucapku pada seo jin
"aku sudah mengira kau akan meminta hal ini kepadaku"
" baiklah...aku akan mengijinkanmu untuk bertemu sebentar dengan emma, tapi bersikaplah seolah kau adalah ketua yayasan baginya bukan seorang sahabat"ucap seo jin'
tanpa ragu aku segera mengiyakan persyaratan seo jin yang diberikan kepadaku.
****
seseorang membuka pintu ruangan ketika aku sedang bermain handphone. emma masuk ke dalam ruangan dan bertemu dengan diriku
"emma..!" bisikku dari kejauhan ketika emma melihatku
emma segera duduk di sampingku dan tanpa ragu aku memeluk emma karena telah merindukan dirinya. emma membalas pelukanku sebentar dan segera menjauh dariku dan pindah ke kursi lain
"apakah anda memanggil saya, nyonya?"tanya emma dengan formal kepadaku
"hei..bersikaplah seperti biasa, di ruangan ini hanya ada kau dan aku saja"ucapku
"tetap saja kau harus menjaga sikapmu sebagai deok mi"ucap emma
"bagaimana keadaanmu? apa kau baik-baik saja?"tanyaku pada emma
"tentu saja aku baik-baik saja, bagaimana mungkin aku tidak baik-baik saja jika pelayanan yang diberikan oleh tuan park sangat berkesan untukku"ucap emma
"aku berterima kasih padamu, berkatmu, selama aku tinggal di rumah sakit, aku mendapatkan makanan enak dan mewah yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku"ucap emma ceria
"apa kau mendapatkan makanan enak dan mewah seperti itu setiap hari? betapa beruntungnya dirimu"lanjut emma
"Seandainya kita bisa bertukar tubuh.." lanjut emma berkhayal
"Berhentilah memikirkan hal yang tidak mungkin terjadi, kau pikir ini dunia komik?" Sindirku
"Ah iya...ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu, ini terkait tentang gosip burukmu yanh beredar di kampus" ucap emma
"Seseorang berhasil mengambil gambar seorang pria yang akhir-akhir ini mencurigakan"
"Aku yakin kau pasti akan terkejut melihatnya" ucap emma dan menunjukkan foto yang ada di galeri handphonenya
Aku melihat seorang pria yang terlihat familiar dan tentu saja kehadirannya selalu membuat masalah kehidupanku menjadi rumit
Tidak lain dan tidak bukan, seorang pria itu adalah chul moo, ia terlihat sedang diskusi dengan beberapa orang mahasiswa, salah satunya adalah sahabat richard yaitu thomas adelson
Apa yang ia lakukan dengan chul moo? Kenapa ada thomas di dalam foto ini?
"Ini apa?..." tanyaku penasaran
"Ehhem...kau tahu akhir-akhir ini aku baru saja membuat pasukan khusus untuk menyelidiki siapa dalang yang membuat gosip buruk tentangmu dan mulai menyebarkannya" ucap emma
"Dan ku rasa lumayan cukup banyak dari teman-teman kampus angkatam kita yang tidak mempercayai gosip buruk tentangmu"
"Karena kau adalah orang yang sangat baik dan mereka juga sudah mengenalmu dengan baik, tentu saja tidak mudah bagi mereka untuk langsung percaya dengan gosip itu, hingga aku membuat sebuah grup whats app dengan judul 'pendukung gadis baik dari pulau han' " ucap emma semangat
"Pfftt....nama grup macam apa itu? Apa kalian pikir aku adalah calon walikota?" Ucapku pada emma dan merasa terharu dengan teman-teman kampus yang masih baik kepadaku
"Nama tidaklah penting, bagian yang terpenting adalah, kami sudah mendapatkan biang keladi yang membuat ketentraman kampus ini hancur" ucap emma
"Biar bagaimanapun, pria berjas hitam ini seperti seekor hyena yang membahayakan jika sedang berkeliaran seorang diri"
"Dan kau tahu, thomas seperti seekor anak kijang yang mudah ditipu atau menjadi penurut jika kehidupannya terancam, tentu saja bisa menjadi sesuatu yang merepotkan jika dibiarkan terus-terusan" ucap emma
"Ku rasa..mahasiswa yang ada di foto ini sama seperti thomas yang merupakan anak kijang yang tersesat" ucap emma
"Ku harap kau bisa menolong mereka nyonya deok mi, menghentikkan suamimu yang sudah gelap mata karena amarah yang ditimbulkan oleh anak-anak kijang ini" ucap emma
__ADS_1
"Biar bagaimanapun, anak-anak kijang ini masih memiliki masa depan dan tentu saja bisa mengambil pelajaran hidup dan mulai berhati-hati setiap mengambil tindakan untuk ke depannya" ucap emma dan mulai membuatku berpikir