Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 58


__ADS_3

Kim Hye Jin


Butuh usaha yang kuat untuk membuka mataku, meski indra pendengarku mulai mampu mendengar suara detak jam dinding yang berputar untuk mengubah waktu


Aku mencoba mengusap wajahku menggunakan tanganku, namun anehnya tanganku tidak mampu untuk menyentuh wajahku sendiri


Kedua bibirku terasa kering, namun aku tidak mampu membasahi kedua bibirku sendiri karena  sesuatu mengganjal dimulutku hingga aku kesulitan untuk menutup kedua bibirku


Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku, yang aku ingat, hanya makan malam bersama dengan orang tua seo jin, setelah itu aku tidak mampu mengingatnya lagi


Aku memaksakan kedua mataku untuk membuka lebar dan melihat sekelilingku


Aku melihat tangan kananku terikat dengan dasi seo jin begitu pula dengan tangan kiriku


Oh tuhan


Sebenarnya apa yang terjadi? orang gila mana yang tega memperlakukanku seperti ini?


Dimana raja kukang?


Iishh...


Bagaimana cara aku menyebut nama seo jin jika mulutku tersumpal seperti ini


Aku mencoba mengangkat kepalaku untuk melihat sekeliling kamar ini


Dan aku melihat seo jin sedang tertidur diatas sofa tepat didekat pintu menuju ruang baca seo jin


"Mmmm...."


"Mmpppphhh...."


"P..k ssiii jinnn!"


Aisshh...jinjja* (benar-benar) raja kukang itu tidak akan bangun hanya dengan gumaman tidak jelas seperti ini


Aku mencari cara agar seo jin bangun dari tidurnya, aku melihat sebuah gelas kaca berada diatas meja kecil samping tempat tidur


Aku bermaksud membuat kegaduhan sedikit dipagi hari agar seo jin bangun.


Butuh usaha keras untuk meraih gelas kaca yang berada diatas meja kecil itu


Aku memiringkan tubuhku dan mengangkat kakiku agar sampai ke meja kecil itu


Ahh...


Ini menyakitkan, pergelangan kiriku mulai terasa perih karena eratan yang kuat dari ikatan dasi seo jin yang melingkar dipergelangan tanganku


Hingga akhirnya kakiku bisa menyentuh gelas kaca itu dan mulai menjapitnya menggunakan ibu kakiku dan jari telunjuk kakiku


'Prangg'


"Haaahh!"


Bagus!!!


Raja kukang itu sudah bangun, seketika aku bergumam memanggil nama seo jin untuk membukakan ikatanku


"Ahh...kau sudah sadar hye jin" ucap seo jin yang mulai berjalan menghampiriku untuk membukakan ikatan tanganku


Ku pikir ia akan membuka sumpalan kain yang ada di mulutku terlebih dahulu, ternyata ia membuka ikatan tangan kananku


"Kau tidak perlu memecahkan gelas hye jin jika ingin membangunkanku" ucapnya


"Lmmm....mmmppphhh!!"


"Mmm....phh...mmmrrrggghhh!!!"


Aku berusaha bergumam tidak jelas pada seo jin


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan hye jin" ucap seo jin


Aku segera mengambil kain yang ada di mulutku ketika seo jin melepas ikatan yang ada dilenganku


"Mmpaahh...."


"Aku bilang bagaimana caranya aku membangukanmu jika tidak memecahkan gelas?" Ucapku


"Orang gila mana yang mengikatku seperti ini, seo jin?" Tanyaku yang langsung mengoceh ketika sumpalan mulutku sudah bisa terlepas


Sebenarnya aku masih merasa pusing dan mual, namun rasa amarahku lebih dominan sehingga aku sedikit lupa dengan keluhan yang aku rasa saat ini


"Aku tahu kau pasti akan marah padaku, jika sudah tersadar..aku bisa mempredikisinya" ucap raja kukang santai dan selesai melepas ikatan dasi yang ada ditangan kiriku


"Jadi kau pelakunya?" Ucapku sambil menggenggam pergelangan tangan kiriku sebentar  yang masih menyisakan rasa perih


"Maafkan aku hye jin, aku tidak punya pilihan lain" ucap seo jin sambil mengangkat kedua bahunya


"Te...teganya kau berbuat seperti ini kepadaku!" Teriakku kesal dan hendak memukul seo jin, namun ia menahan tangan kananku


"Aku bisa menjelaskannya hye jin"


"Semalam kau mabuk dan aku tidak bisa mengendalikan tingkahmu yang menggila dan..."


"Bagaimana mungkin kau tidak bisa menghentikan seorang gadis yang sedang mabuk?" Ucapku memotong pembicaraan seo jin


"Ya...hye jin aku mencoba menghentikanmu..."


"Dengan cara seperti ini!?" Ucapku murka


"Ohh...seo jin betapa teganya kau melakukan hal ini padaku? Kau pikir aku terlalu bahaya bagimu, hingga kau mengikatku di tiang tempat tidur seperti ini?"


"Sebenarnya kau memang berbahaya bagiku, hye jin saat malam kemarin" ucapnya


"Apakah aku akan melukaimu seo jin? Apakah ketika aku mabuk diriku berubah menjadi orang gila yang mampu mengancam nyawamu?" Tanyaku


"Mmm...tidak hye jin, kau tidak mengancam nyawaku" ucapnya


"Jika tidak mengancam jiwamu kenapa kau menghentikan diriku dengan cara seperti ini seo jin? Kau bisa mencari cara lain tidak seperti...hhook..." ucapku terpotong tiba-tiba karena merasa mual


"Ohh...tidak-tidak hye jin, kau jangan muntah disini" ucap seo jin dan membopongku dengan sigap ke kamar mandi


Seo jin berlari sambil menggendongku dengan kedua tangannya yang kekar dan menurunkanku tepat didepan toilet


Dan dengan tepat aku memuntahkan isi cairan lambungku beberapa kali dan ia membantu flush toilet beberapa kali dan menepuk pelan punggungku


Aku mengatur nafasku dengan perlahan dan mengusap ujung bibirku menggunakan punggung tanganku


Seo jin memberiku beberapa tisu dan membantuku membersihkan sisa muntahan yang tersisa di daguku


"Gwaenchana?* (baik-baik saja?)" Tanyanya


"Ania* (tidak)" ucapku pelan dan tanpa sadar tanganku gemetar


"Jika kau tidak kuat minum, kenapa kau mabuk bodoh!" Ucap seo jin yang terlihat khawatir padaku


"Apa kau merasa ingin muntah lagi?" Tanyanya


Aku hanya menggelengkan kepalaku untuk menjawab pertanyaan seo jin


Seo jin membantuku untuk istirahat di tempat tidur dengan cara menggendongku lagi yang sedang duduk menekuk lututku dengan menggunakan kedua lengannya


Seolah berat badanku ringan seperti kapas, seo jin dengan mudah menggendongku menuju tempat tidur


"Tunggulah disini, aku akan membawakan teh hijau dan menyuruh bibi min membuatkan sup pereda mabuk untukmu" ucap seo jin setelah tubuhku mendarat dengan baik diatas tempat tidur


Aku hanya mengangguk ketika ia mengatakan hal itu kepadaku


Selang beberapa menit kemudian, seo jin membawakanku secangkir teh hijau hangat untuk meringankan rasa mualku


Aku meminum teh hijau yang dibawa seo jin dengan perlahan


Seolah bibi min telah menyiapkan sup pereda mabuk dengan cepatnya sup mujarab itu sudah jadi


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar dan dengan sigap seo jin membuka pintu kamar tersebut dan membawakanku sup pereda mabuk untukku


Tanpa menunda lagi, aku langsung menyeruput sup pereda mabuk untuk menghilangkan rasa pusingku


Seo jin mengamatiku ketika aku menyeruput perlahan sup pereda mabuk buatan bibi min, setelah itu, seo jin pergi ke kamar mandi dan membawakan kotak berisi perlengkapan obat dan mulai menyentuh pergelangan tangan kiriku


Seo jin menarik pergelangan tanganku dan mulai mengoles cairan merah ke atas permukaan luka pada pergelengan kiriku dengan perlahan

__ADS_1


Aku terdiam mengamati seo jin yang sedang mengobati luka gores yang ada dipergelangan tanganku


"Apa kau selalu seperti ini hye jin saat kau mabuk?" Tanyanya


"Kurang lebih seperti itu, menjadi agresif dan terkadang ucapanku menjadi bijak seperti orang lain, itu yang dikatakan emma padaku" ucapku perlahan


Seo jin tersenyum aneh ketika mendengar ucapanku


"Aku pikir itu bukan bijak, melainkan mampu mengutarakan semua isi hatimu yang terpendam dengan bebasnya tanpa peduli apa yang dipikirkan dan dirasa orang lain" ucap seo jin


"Mianhae* (maaf) seo jin-ssi, seharusnya aku tidak boleh mabuk kemarin malam karena aku memang tidak suka minum minuman alkohol" ucapku


"Jika kau tidak kuat minum alkohol kenapa kau minum anggur itu hampir sebotol?" Tanya seo jin


"A-awalnya aku hanya ingin mencicipi anggur edisi terbatas itu karena penasaran, tapi...aku pikir itu rasanya enak, mungkin rasanya pahit diawal namun setelahnya meninggalkan jejak rasa manis di lidahku, dan membuatku ingin meminumnya lagi" ucapku jujur pada seo jin


"Dan menginginkannya lagi, hahaha..." ucap seo jin sambil tertawa aneh dan membuatku sedikit ngeri karena cara tertawanya yang sedikit aneh, seperti ia sedang frustasi


"Mi..mianhae* (maaf) seo jin-ssi  apakah aku melakukan sesuatu yang fatal?" Tanyaku pada seo jin


Seo jin terdiam ketika mendengar pertanyaanku dan berhenti mengoles obat pada luka yang ada di pergelangan tangan kiriku


Uppss...apakah harusnya aku tidak perlu menanyakan hal ini, hye jin?


Tentu saja kau membuat masalah, tidak mungkin setelah mabuk keadaan lingkungan sekitarmu akan baik-baik saja


Ahh...


Makanya aku benci sekali menjadi mabuk, sial...kenapa rasa anggur edisi terbatas itu sangat enak sih, berbeda sekali dengan rasa soju


Tapi..


Apakah keadaan terburuknya aku mengakui didepan orang tua seo jin bahwa aku adalah hye jin dan mengatakan hal sebenarnya bahwa deok mi yang asli sedang koma di rumah sakit?


Aah...


Matilah aku jika aku berbicara seperti itu


"Haahh...kau mengacaukan semuanya hye jin" ucap seo jin dan semakin membuat jantungku berdegup cepat


Tuh kan...


Aaarrgghhh...bagaimana ini! Tamat sudah riwayatku dan berakhir di penjara karena menggunakan identitas orang lain


"A..apakah aku mengatakan semuanya didepan keluargamu seo jin?' Tanyaku lirih


"Mm...semuanya" ucapnya singkat


"Aasrgghhh....benarkah! Aahh..ottokeh *(bagaimana ini) seo jin-ssi, apakah aku akan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan?" Tanyaku panik


"Tenangkan dirimu hye jin...untuk apa kau ke kantor polisi? Meskipun perselingkuhan adalah suatu kejahatan tapi hukum disini tidak bisa membawa deok mi ke kantor polisi" ucap seo jin


"Maksudmu? Bu...bukankah penyamaranku sudah ketahuan oleh orang tuamu, seo jin? Apakah Aku sudah mengatakan ke orang tuamu bahwa aku bukanlah istrimu?" Tanyaku


"Ania...*(tidak) untungnya kau tidak mengatakan itu, kau mengatakan pada kedua orang tuaku bahwa istri asliku deok mi melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain dengan sepengetahuanku" ucapnya


Demi dewa neptunus!


Hal itu juga termasuk fatal, aargghh...bagaimana mungkin mulut ini seperti air keran yang bercucuran jika kau sedang tidak sadarkan diri, hye jin


Kim hye jin kau!!!


Tentu saja hal itu akan membuat ibunya seo jin menjadi sedih, kau sama sekali tidak membantu hye jin


"Lalu...apa yang harus kita lakukan seo jin?" Tanyaku pelan


"Tenang saja hye jin, kita akan mencari jalan keluarnya bersama, habiskan sup pereda mabuk itu agar tubuhmu membaik" jawab seo jin dengan seutas senyum saat melihatku


Aku menuruti ucapan seo jin dan mulai memakan sup pereda mabuk ini


Setelah seo jin membalut luka pergelangan dengan plester, ia mengembalikan tanganku ke atas pahaku


"Lain kali jangan mabuk didepan laki-laki lain, hye jin. Aku memperingatkanmu" ucapnya tiba-tiba


"W-wae* (kenapa)?" Tanyaku


Seo jin menarik nafas saat ingin menjawabku


" tapi...yang lebih berbahayanya lagi kau tidak hanya menjadi agresif hye jin, kau lebih seperti menjadi seorang maniak laki-la..."


"Ahh...ahh...hentikan-hentikan!!!" Ucapku memotong ucapan seo jin sambil menutup telingaku


"Hentikan seo jin! Aku tidak ingin mendengarnya lebih jauh lagi, bisa saja aku setelah mendengar semua kejadian semalam, aku tidak bisa memiliki wajah lagi untuk menghadapimu dengan baik karena merasa malu" ucapku pada seo jin


Seo jin terdiam memandangku yang sedang bertingkah aneh


Hingga suara tawa seo jin memecah keheningan sesaat yang ada di ruangan ini


"Hahahaha.....hye jin-aa kau perlu cermin untuk melihat ekspresimu" ucap seo jin sambil tertawa


"Bagaimana mungkin seorang gadis sepertimu berubah menjadi liar ketika hanya meminum beberapa gelas anggur saja, apa yang dilakukan orang-orang sekitarmu ketika kau sedang berubah menjadi seperti itu?" Tanya seo jin


"Emma memukul kepalaku dan membuatku pingsan saat aku mulai bertingkah aneh" ucapku


"Apa?! Memukulmu? Itu juga cara yang kejam hye jin" ucap seo jin


"Tapi kau kan bisa mengurungku di ruang bacamu atau ka...kamar mandi" ucapku pelan


"Aku tidak akan mengurungmu di ruang baca hye jin, karena kau tahu akses ke ruang bawah tanah yang berisikan gudang botol-botol wine tempat dimana deok mi menyimpannya, aku takut alam bawah sadarmu yang akan menuntunmu kesana" ucap seo jin


"Dan aku tidak ingin membiarkanmu kedinginan didalam kamar mandi hye jin" ucap seo jin


"Haah...aku bisa merasakan bagaimana repotnya emma yang mencoba menghentikanmu saat kau berubah menjadi liar seperti itu" ucap seo jin


"Emma cerita padaku bahwa saat pertama kali melihat aku mabuk, ia sangat terkejut..."


"Awalnya aku berbicara tenang dan bijak seperti pria tua berjanggut yang memiliki wibawa saat emma sedang mencurahkan keluh kesah kehidupannya padaku, tapi....hal itu berubah ketika aku dan emma kembali ke dorm"


"Aku mulai bertingkah gila dan pergi entah kemana, saat sadar aku terbangun di kantor polisi dan emma menjemputku"


"Ahh...benar-benar itu hal yang memalukan" ucapku


"Setelah aku sampai dikampus beberapa laki-laki asing yang tidak ku kenal menghampiriku digerbang kampus dan mengatakan ia mengenalku semalam dan berjanji akan bertemuku dikampus"


"Tentu saja hal itu mengerikan, aku tidak ingat tentang kejadian apapun, tetapi setelah sadar beberapa orang asing menghampiriku dan merasa akrab denganku, seolah waktu dan raga diambil oleh orang lain, ohh itu sangat mengerikan" ucapku


"Haah...syukurlah hye jin tuhan masih melindungimu" ucap seo jin


'Setidaknya kau tidak tidur dengan pria asing itu, tapi kau justru tidur denganku karena kesalahan yang ku buat haahh....'


"Apa kau bilang?" Tanyaku yang mendengar sedikit kalimat seo jin yang sangat pelan


"Ahh...tidak hye jin, habiskan sup mu" ucap seo jin


"Sepertinya kau bergumam sesuatu seo jin" ucapku


"Ahh...tidak...aku hanya mengatakan bahwa tidak perlu merasa bersalah karena tiap orang memiliki sisi gelap masing-masing namun tidak semua orang bisa mengungkapkannya"


"Kau berungtung hye jin, bisa mengungkapkan semua isi hatimu saat kau sedang dalam keadaan mabuk..atau sebenarnya itu adalah keinginanmu yang sesungguhnya di hatimu terdalam?" Tanya seo jin


"Apakah semalam aku menyebutkan keinginanku seo jin?" Tanyaku pada seo jin


"I..itu..." ucap seo jin yang mencoba menjelaskannya padaku, namun terpotong karena suara dering yang berasal dari handphone seo jin


Sekilas aku melihat tulisan 'ayah mertua' tertera di layar handphone seo jin dan ia beranjak dari tempat tidur dan mengangkat panggilan hanphonenya


PARK SEO JIN POV


"Nne...abonim* (ya ayah)" sapaku melalui telepon


"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi semalam saat kalian sedang makan malam bersama dengan orang tuamu seo jin?" Tanya tuan dong il tanpa basa-basi


Haaahh....


Aku kira ayahku sudah mengadu pada ayah deok mi tentang kelakuan buruk putri semata wayangnya


"Maaf ayah....hye jin melakukan kesalahan diluar kemauannya karena ia mabuk" ucapku melalui telepon


"Segera selesaikan masalah ini dan berkumpul di rumahku bersama orang tuamu seo jin, sebelum mereka kembali ke korea" ucap ayah deok mi


Aku memejamkan mataku sebentar untuk mengatur rasa frustasiku dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan

__ADS_1


"Baik ayah..siang ini aku dan hye jin akan pergi kesana.." ucapku dan ayah deok mi segera memutuskan panggilan teleponnya tanpa mengucapkan sepatah kalimat apapun lagi


"Seo jin-ssi..." panggil hye jin pelan yang sepertinya sudah tahu situasi saat ini yang sedang runyam


"Bersiaplah hye jin jika kau sudah merasa baikan dan kita pergi ke rumah orang tua deok mi" ucapku dan aku mulai bersiap-siap sementara hye jin menghabiskan sup pereda mabuknya


****


Selama diperjalanan hye jin terus menggenggam kedua tangannya dan ia terlihat cemas


Aku menggenggam tangan hye jin dan berusaha menenangkannya


"Kim hye jin..jangan khawatir semua akan baik-baik saja" ucapnya


"Bagaimana aku bisa baik-baik saja, seo jin? disinilah aku yang terdakwa menanggung kesalahan istrimu yang berselingkuh dengan laki-laki lain, walau sebenarnya bukan aku yang berselingkuh darimu" ucapku


"Justru karena bukan dirimu yang berselingkuh, seharusnya kau tidak merasa bersalah seperti ini"


"Walau bukan aku yang berselingkuh, orang tuamu pasti akan mendampratku habis-habisan karena aku berperan menjadi deok mi saat ini" ucap gadis yang berada disampingku


"Kau tidak tahu bagaimana murkanya seorang ibu jika mengetahui anak putra satu-satunya dikihianati oleh istrinya sendiri"


"Apakah kau seorang ibu, hye jin?" Tanyaku pada hye jin


"Ania* (tidak) hanya saja aku pernah melihat perkelahian tetangga rumahku yang sedang murka karena telah menyakiti perasaan putranya"


"Istri putranya ketahuan berselingkuh dengan laki-laki lain oleh ibu mertuanya dan para tetangga bersatu membuat aliansi dan mempermalukan wanita itu didepan umum"


"Ada yang menjambaknya, menelanjangi istri putranya dan selingkuhannya didepan umum hanya dengan berpakaian dalam saja berkeliling disekitar rumah penduduk bahkan mereka memukulinya tanpa rasa bersalah"


"Aku yakin mereka berdua akan mati ditangan para amukan warga jika polisi tidak datang pada hari itu" ucap gadis itu


"Karena bagi mereka melakukan perselingkuhan adalah tindakan yang kejam dan kejahatannya setara dengan membunuh orang" lanjut hye jin mengatakan hal yang mengerikan seperti itu


"Berhentilah berpikir yang aneh-aneh hye jin, kau tidak akan dihukum seperti yang kau pernah lihat dilingkungan rumahmu"


"Kita hanya duduk bersama dan mencoba berkomunikasi dengan baik seperti yang kau katakan saat makan malam kemarin" ucapku


"Benarkah?! Ahh...tapi aku tetap takut untuk menghadapi ibumu" ucap hye jin dan tak lama mobilku telah sampai didepan gerbang rumah tuan dong il


Tidak ada ayah ibu deok mi ataupun kedua orang tuaku yang menyambut kehadiran aku dan hye jin, hanya seorang pelayan yang mengantar kami ke ruang makan keluarga


Aku melihat ayah dan ibuku serta orang tua deok mi sudah duduk menanti kehadiran kami


Hye jin meraih lengan kananku seperti ia ingin bersembunyi dibalik tubuhku dan berharap mereka tidak dapat melihat sosok hye jin


Aku dan hye jin memberikan salam kepada orang tua yang sedang duduk di meja makan dengan ekspresi yang tegang


"Baiklah...karena semua sudah berkumpul disini, sebaiknya kita bersantai dengan menyantap sesuatu terlebih dahulu, aku yakin putriku dan menantuku melewatkan sarapan pagi dan terburu-buru menempuh perjalanan yang jauh untuk ke rumahku" ucap ayah deok mi


"Berhentilah untuk berbasa-basi tuan dong il, aku ingin membicarakan masalah ini secara langsung agar kalian tahu perbuatan putri kalian yang telah menyakiti perasaan putraku" ucap ibu ku


"Te...tenanglah nyonya lee in hye, biarkan anak-anak istirahat sebentar, setidaknya biarkan mereka minum terlebih dahulu" ucap ibu deok mi


"Bagaimana aku bisa tenang memikirkan hal ini semalaman setelah putrimu mengakui kesalahannya berselingkuh dengan laki-laki lain" ucap ibuku yang mulai meninggikan nada suaranya kepada hye jin


Aku melirik hye jin yang sedang menunduk menatap kepalan kedua tangannya yang terpangku diatas pahanya dan sepertinya hye jin tidak berani memandang wajah ibuku


Aku mengenggam tangan hye jin berusaha untuk menenangkannya agar tidak terlalu takut dengan amarah ibuku


"Eomma...appa* (ayah ibu) sebenarnya ini adalah masalah rumah tanggaku dengan istriku, sudah seharusnya aku menyelesaikan masalah ini sendiri" ucapku


"Dengan apa kau menyelesaikannya putraku? Dengan perceraian?" Ucap ibuku spontan


"Tidak ada yang boleh mengucapkan kata sial seperti itu didalam keluarga sung" ucap ayah deok mi memukul meja makan dan membuat suasana semakin tidak dapat dikendalikan


"Benarkah tuan dong il? Jika tidak boleh mengucapkan kata perceraian di rumah ini, Lantas bagaimana kami harus menyebut kebiasaan buruk putrimu yang memiliki hobi berjalan bersama pria lain?" Tanya ayahku yang mulai memprovokasi emosi ayah deok mi


"Tutup mulutmu, kau juga memiliki kebiasaan buruk memukul istri dan anakmu sendiri ketika mabuk, apakah kau pantas disebut sebagai seorang kepala keluarga yang baik untuk dicontohkan dihadapan putramu sendiri tuan park jin young" Ucap tuan dong il yang mulai menyindir


"Hentikan yeobo*(sayang)" ucap ibu deok mi yang mencoba menenangkan suaminya


"Kenapa kau malah membahas kebiasaan burukku sung dong il?"


"Karena kau duluan yang memancingku dan menjelek-jelekan putriku!" Ucapnya


"Aku tidak asal bicara, memang kenyataannya putrimu gemar berjalan dengan beberapa pria"


"Lalu bagaimana dengan dirimu? Bukannya melindungi keluargamu sendiri justru kau menjadi ancaman tersendiri bagi istri dan anakmu!" Ucap dong il yang sepertinya sebentar lagi akan memicu keributan


"Beraninya kau berkata seperti itu dihadapanku dong il!!...."


'Brakkk!!'


"Cukuppppp!!!!!!" Teriak hye jin sambil memukul meja mencoba untuk menghentikan adu mulut yang terjadi dengan orang tua kami


Aku melihat ke arah hye jin yang terlihat mulai mengatur nafasnya perlahan-lahan


"Haaahh...Haahh...."


"Omonim abonim* (ayah ibu mertua) maafkan atas kesalahan fatal yang aku lakukan karena telah menyakiti perasaan seo jin dengan berselingkuh darinya" ucap hye jin sambil menundukkan kepalanya dihadapan kedua orang tuaku


"Sung deok mi..apa yang kau.." ucap ayah deok mi dan langsung dipukul lengannya oleh ibu deok mi pertanda untuk membiarkan hye jin berbicara


"Aku tahu kesalahanku fatal dan tidak bisa diampuni oleh suamiku sendiri, tapi...aku masih mencintai seo jin dan tidak ingin bercerai darinya" ucap hye jin yang justru membuat hatiku berdegup dengan cepat


"Eomma appa* (ayah ibu) yang dikatakan istriku, deok mi benar adanya, ia tidak bisa 100% disalahkan dari masalah ini, karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan aku mengabaikan istriku sendiri serta tidak ada waktu bersamanya lebih lama sehingga deok mi lebih memilih menghabiskan waktunya bersama laki-laki lain"


"Maafkan aku ayah dan ibu mertua kedepannya aku akan menjaga deok mi lebih baik lagi dan lebih memperhatikan serta menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya dibandingkan dengan pekerjaanku karena aku telah sadar, kehadiran deok mi lebih penting dibandingkan dengan pekerjaanku karena aku masih mencintai putrimu" ucapku sambil menundukkan kepalaku dihadapan ayah deok mi dan ibu deok mi


Kini suasana mendadak menjadi hening ketika aku dan hye jin mengucapkan kalimat seperti ini


"Hiks hiks...ternyata putriku sudah lebih dewasa saat bersama menantu seo jin, terima kasih menantu seo jin kau telah mendampingi dan mencintai putriku dengan tulus sehingga ia sadar apa yang dilakukan selama ini salah" ucap ibu deok mi menitikkan air matanya dan menggenggam kedua tanganku


Suara tangis itu disusul oleh ibuku


"Hiks hiks....aku kira putraku menjadi suami yang tidak dihargai oleh istrinya sendiri dan hanya diam saja saat melihat istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain, tapi ternyata putraku telah menjadi kepala keluarga yang baik"


"Dengan berlapang dada, ia mampu memaafkan kesalahan istrinya sendiri hiks..hiks" ucap ibuku


"Ye...yoebo* (sayang) berhentilah menangis" ucap ayahku


'Plakk!'


"Seharusnya kau malu pada putramu sendiri dengan latar belakang memiliki ayah pemabuk yang suka memukuli istri dan anaknya, seo jin mampu tumbuh menjadi sosok kepala keluarga yang baik" ucap ibuku sambil memukul keras bahu suaminya


"Syukurlah ia tidak mengikuti langkah ibunya yang hanya diam saja saat rumah tangganya goyah hiks hiks, walaupun didalam hati ada rasa keinginan diriku untuk berpisah dengan ayahnya tapi aku masih memikirkan masa depan seo jin jika memiliki latar belakang orang tua yang bercerai ia pasti akan dipandang sebelah mata dilingkungan keluarga konglomerat lainnya" ucap ibuku


"Chagiya...mianhae* (sayang...maaf) atas semua kesalahan yang aku lakukan padamu selama ini, aku mencintaimu dan tidak akan sanggup jika harus berpisah denganmu, kupikir selama ini kau diam karena mampu menghadapi kebiasaan burukku" ucap ayahku


"Bodoh!!...perempuan mana yang akan kuat menghadapi kebiasaan burukmu, berhentilah minum minuman alkohol! Setibanya di korea, aku akan membuang dan menghancurkan semua koleksi minumanmu!" Ucap ibuku dan sepertinya ia mulai berani mengungkapkan perasaan sebenarnya kepada ayahku sendiri


"Kembalillah duduk putriku sayang dan menantuku seo jin, kalian harus makan terlebih dahulu" ucap ibu deok mi dengan lembut


"Ehhemmmm...maafkan aku dong il karena menjelekkan putrimu, aku tidak menyangka putrimu yang terkenal angkuh mampu meminta maaf atas kesalahannya" ucap ayahku


"Aku juga meminta maaf padamu park jin young aku tidak bermaksud menghina keluargamu, terima kasih kau telah memberikanku menantu yang luar biasa seperti seo jin" ucap ayah deok mi


"Haaah...syukurlah..permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik, sung deok mi...ibu sangat bangga padamu" ucap ibu deok mi dan tersenyum lembut kepada hye jin


Hye jin tersenyum dengan tipis saat matanya bertemu dengan mata nyonya song ji hye yang tidak lain adalah ibu kandung deok mi


Seandainya saja hye jin saat ini adalah deok mi yang asli, dan ia mampu meminta maaf seperti yang diucapkan hye jin, mungkin aku akan memberikan kesempatan kedua untuk deok mi


_________________________________


syalalala....lalala....lala...💃💃🕺🕺


hai...bertemu lagi dengan hyungjoba


🙎‍♂️🙎‍♀️: wahh...baru kemaren thor update ehh update lagi...kiyin bingit..ada apa gerangan yang membuatmu cepat update?


😸: nyihaa....thor yg pekerjaan sehari-harinya menjadi upik abu dirumah nyonya besar sedang cuti, jadi bisa kebut nyelesein cerita ini hihihi....


selamat menikmati episode 58 ini


tak bosan mengingatkan untuk komen dan klik love untuk mendukung hyungjoba agar bisa kebut karena


'odading mang oleh rasanya seperti anda menjadi iron man'


sampai ketemu dinext episode selanjutnya readers mangatoon yang hyung cintai

__ADS_1


sehat selalu kalian 😚😚😘❤❤❤


__ADS_2