
Kim Hye Jin pov
Hajung mengajakku ke apartementnya, karena ia ingin menunjukkan sesuatu kepadaku
Setelah pertarungan sengit antara diriku dan hajung terjadi di mobil, kini hajung tidak bisa menunjukkan taringnya dihadapanku
Aku melirik hajung yang berada disampingku dengan rambut yang berantakan karena aku menjambak rambutnya dengan kuat dan ia belum merapikan rambutnya
Kami berdua terdiam didalam mobil, hingga sampai didepan lobby apartementnya
Hajung menengok ke arahku, terlihat ia sedang mengamatiku dengan seksama dan aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mata hajung
"M-mwo?!* (a-apa)" ucapku
"Hhhmm...kau tidak boleh terlihat seperti deok mi jika berkunjung ke apartementku" ucapnya
"Kenapa? Apakah salah jika seseorang berkunjung ke rumah sepupunya?" Tanyaku
"Hhmm....tapi sayangnya aku dan sepupuku tidak memiliki hubungan hangat untuk saling berkunjung ke rumah satu sama lain kecuali jika ingin membuat keributan" ucap hajung
"Aku tidak mengerti kenapa kalian harus saling menjatuhkan satu sama lain hanya untuk menjadi direktur utama di perusahaan"
"Kalian masih memiliki darah yang sama, pastinya kalian akan tetap kaya raya meskipun tidak menjadi direktur utama real estate asalkan perusahaan tetap maju" ucapku
"Hhuh...lihatlah seekor ngengat sedang berbicara tanpa mengetahui sesuatu" ucap hajung sinis
Sial
Memang sulit berbicara dengan mahluk menyebalkan seperti hajung
Ingin sekali aku memberinya cabai super pedas ke mulutnya agar ia berhenti berbicara sinis dan menyebalkan seperti ini
Hajung membuka dashboard mobil dan mencari sesuatu
Ia mengambil kaca mata hitam yang berada didalam dashboard dan mengambil sebuah kain scraft yang berada di bangku belakang mobil
Aku tidak menyadari, jika didalam mobil hajung terdapat beberapa barang milik wanita
Seperti scraft, sebuah anting yang tidak memiliki pasangannya, cardigan wanita dan saat hajung menarik scraft dari bangku belakang, sebuah benda kemasan kecil berwarna palstik biru ikut terbawa dan aku reflek menadahkan tanganku agar benda itu tidak jatuh ke bawah mobil
Apa ini?
Apakah ini sebuah permen?
Aku membalikkan kemasan berwarna biru yang ada di tanganku dan penasaran dengan fungsi dari sebuah benda kecil berbentuk bulat mengkilat didalam kemasan ini
Sepertinya aku pernah melihatnya saat membuka tas emma sehabis ia berkencan dengan kekasihnya tapi aku tidak tahu kegunaanya apa
Hajung merebut benda kecil itu dari tanganku dan melemparnya ke bangku belakang mobil
Aku menatap hajung dengan ekspresi tanda tanya
"Ada apa dengan ekspresimu? Sudah sewajarnya kan didalam mobil laki-laki muda terdapat benda kecil super seperti itu" ucap hajung yang membuatku tidak mengerti dengan apa yang ia maksud
"apa itu?" Tanyaku dengan polos
Hajung menatapku terkejut ketika aku menanyakan pertanyaan seperti itu
"Cih...berhentilah berakting seolah-olah kau adalah gadis suci yang tidak tahu apapun termasuk benda itu" ucap hajung yang membuatku semakin tidak mengerti dengan ucapannya
Kenapa ia mengatakan hal seperti itu? Apa hubungannya benda berbentuk bundar itu dengan orang suci?
Aku masih menatap hajung dengan tatapan penuh tanda tanya
Ia menoleh ke arahku dan menatapku seolah ingin membaca ekspresi yang tertera di wajahku
"Jangan bilang kau tidak tahu itu benda apa" ucap hajung
Aku menggelengkan kepalaku ke arah hajung
"Seriously!! You don't know what the hell is that?" Ucap hajung
"How long you stay here?" Tanyanya lagi heboh
"4 years..i think" ucapku
"Apa kau tidak pernah melihat temanmu memiliki benda seperti itu?" Tanyanya lagi
"Aku pernah melihatnya didalam tas temanku, tapi aku tidak pernah menanyakannya" ucapku
"Hahahaha....kim hye jin aku takjub padamu" tawa hajung tiba-tiba
"Ohh ya ampun hajung...berhentilah tertawa lebar dihadapanku, kau membuatku terkejut" ucapku pada hajung yang masih tertawa
"Lupakan benda kecil itu jika kau tidak ingin memberitahuku, dan kita pergi ke dalam apartementmu" ucapku dan mulai membelakangi hajung dan bermaksud ingin membuka pintu mobil
Namun hajung menahanku dengan menyentuh bahuku dan menariknya
Sontak aku berbalik ke arah hajung yang wajahnya sudah berada dekat dengan wajahku
"Apa kau tidak tahu alat kontrasepsi bernama ****** nona kim?" Tanya hajung tiba-tiba dan membuatku berpikir hubungan benda kecil tersebut
Dengan apa yang ia katakan sekarang
Aku menelan air salivaku ke tenggorokanku ketika hajung berbicara pelan seperti ini
"Aku penasaran..apakah seo jin tidak memiliki benda seperti itu di kamarnya ataupun di kamar mandi?" Tanyanya
Aku menggelengkan kepalaku lagi
"Sayangnya aku tidak pernah melihat benda seperti itu di rumah seo jin" ucapku pada hajung
Ia terdiam sebentar dan mengalihkan wajahnya dari hadapanku dan bergumam
'Atau memang seo jin berencana ingin memiliki keturunan dengan deok mi' gerutu hajung dan tiba-tiba hajung mulai tersenyum aneh saat melihatku, membuatku sedikit takut ketika melihat ekspresinya
"Nona kim apakah itu artinya kau masih virgin mengingat kau tidak pernah melihat ****** dan pastinya kau tidak pernah bermalam dengan seorang pria? Tidak mungkin kan kau memadu kasih dengan seorang pria tanpa pengaman" Ucap hajung yang membuatku semakin tidak nyaman dengan perbincangan ini
"Berhentilah berbicara yang tidak perlu hajung, semakin kau berbicara semakin terlihat jelas jika kau adalah seorang ********" ucapku sambil mendorong hajung
Hajung menjauh dariku dan tersenyum aneh
"Baiklah..kupikir kau sudah menjulukiku dengan sesuka hatimu" ucap hajung
Hahh....
Baru seumur hidupku bertemu dengan seseorang yang begitu menyebalkan
Aku salah menilai pria ******** yang terlihat seperti malaikat satu ini, bisakah aku berhadapan dengan mahluk kurang ajar seperti ini
Dari awal aku bertemu dengannya sampai saat ini dan berada disampingnya, aku tidak menemukan sosok hajung saat dia berada di panti asuhan.
Apakah sosok ramah dan lembut yang aku lihat di panti asuhan adalah kedok palsu hajung demi mendapatkan pencitraan sebagai konglomerat yang baik hati?
"Pakai ini" ucap hajung sambil menutupi rambutku dengan scraft yang ada di bangku belakang mobilnya
"Ige mwoya *(apa ini)"? Tanyaku
"Ssst..diamlah! Anggap kau adalah teman kencanku saat kita masuk ke dalam apartementku"
"Kau tidak boleh terlihat sebagai deok mi" ucap hajung sambil memakaikan kaca mata hitamnya padaku
"Bisakah aku tahu alasanmu kenapa aku tidak boleh ke apartmentmu sebagai deok mi?" Tanyaku
"Aku akan menjelaskannya padamu setelah kita sampai di kamarku" ucap hajung
Anehnya aku menuruti semua perkataan hajung demi mendapatkan jawaban yang selama ini membuatku penasaran
Hajung keluar mobil lebih dulu dan menunggunya untuk membukakan pintu mobilnya untukku
Hajung meraih tanganku ketika ia membukakan pintu mobil untukku
"Selamat siang tuan, apakah hari anda siang ini menyenangkan" sapa seorang pelayan laki-laki kepada hajung yang berada di depan pintu masuk apartement
"Ini" ucap hajung sambil melempar kunci mobilnya
"Parkirkan mobilku" ucapnya
"Baik, tuan" ucap seorang pelayan dan membawa mobil hajung
Hajung merangkul bahuku ketika kami berada didalam lobby
Hajung menoleh ke arah sofa tempat dimana orang-orang sedang duduk menunggu atau sedang bersantai
Seolah-olah ia sedang memantau seseorang dan melihat seseorang yang ia kenal
Aku mengikuti arah memandang hajung karena penasaran apa yang ia lihat, namun hajung memegang pipiku dan melarangku untuk menengok ke arah yang sedang ia lihat
"Ssst...jangan terlihat mencurigakan, misimu saat ini pergi ke kamarku tanpa terlihat kau adalah seorang deok mi" ucapnya dan akhirnya aku telah sampai didepan lift
"Lihatlah pria yang sedang membaca koran itu" bisik hajung di telingaku
Aku mencari pria yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran
Hajung merangkul bahuku erat
"Jangan terlihat mencolok kau sedang melihat ke arah dia bodoh, nanti kita ketahuan jika sedang mengamatinya" bisik hajung lagi dan tak lama ia memencet tombol lift
"Perlihatkan gigimu hye jin seolah kau senang berada disampingku" ucap hajung sesaat pintu lift sedang menutup
Sesaat sebelum pintu lift menutup, aku melihat sosok tubuh laki-laki yang terlihat familiar dibalik koran itu
Dan setelah pintu lift menutup dengan sempurna, aku mendorong hajung untuk menjauh dariku
"Apakah ia penguntit?" Tanyaku
"Mmm...yah bisa dibilang seperti itu" ucap hajung
"Sejak kejadian aku disekap dalam gudang, pria itu selalu mengawasiku dan selalu memantauku dengan siapa aku bersama saat keluar masuk kedalam apartement" ucap hajung
"Apakah dia chul moo? Sepertinya ia terlihat familiar" ucapku
"Yah..sepertinya ia chul moo yang sedang menyamar" ucap hajung
"Kenapa kau tidak melaporkannya pada polisi?" Tanyaku
"Sejauh ini ia tidak melakukan hal yang mencolok, ia hanya memantauku di apartement saja" ucap hajung
"Aku akan melaporkannya jika ia berbuat sesuatu padaku" ucap hajung
"Cih.. bukankah tindakan ia menyekapmu di gudang kosong itu adalah bukti cukup kuat bahwa kehadirannya mengancam nyawamu?" Tanyaku
__ADS_1
Hajung menoleh ke arahku dan mendorongku hingga ke dinding lift lalu memegang kedua bahuku
"Jika aku lakukan itu, kau juga akan terseret hye jin dan samaranmu akan ketahuan, sedangkan aku belum tahu apa motifmu yang sebenarnya yang rela membuang kehidupanmu lalu bersedia menjadi deok mi" ucap hajung
"Jika terbukti kau memiliki rencana jahat dengan dong il, dengan senang hati aku akan melaporkanmu ke polisi, tentunya dengan mendapatkan bukti yang ku punya" ucap hajung
Dan tak lama pintu lift terbuka dan hajung melepas tangannya dari bahuku
Hajung keluar dari lift dan meninggalkanku
Aku memegang bahu kananku yang sedikit merasakan sakit karena cengkaraman hajung
Aku keluar dari lift dan mengikutinya hingga sampai didepan kamar hajung
Ia memasukkan kode sandi kunci pengaman yang berada didepan pintu masuk kamarnya
Setelah pintu terbuka, hajung masuk kedalam kamar dan membuka sepatunya dengan sandal rumah
Begitu pula denganku, aku mengikutinya dan mengganti sepatuku dengan sandal rumah milik hajung
'BRUK!!'
Saat aku ingin melangkahkan kakiku, aku terjatuh karena tersandung oleh pembatas lantai yang berbeda tingginya untuk memisahkan area luar dan dalam apartement
Aku belum melepas kaca mata hitamku sehingga aku tidak bisa melihat pembatas lantai yang memiliki perbedaan tinggi lantai kamar apartement hajung
Hajung menoleh ke arahku dan melihat aku terjatuh
"Ppfftt....apa yang kau lakukan hye jin? Apa kau ingin membersihkan lantaiku dengan pakaianmu?" Ledek hajung dan tidak membantuku berdiri
Aku melepas kaca mata hitam milik hajung dari mataku dan melempar ke arahnya
Sambil cengengesan, hajung menangkap kaca mata hitam itu dan membalikkan tubuhnya meninggalakanku
Aku bangkit dan berdiri tanpa bantuan hajung lalu mengikutinya tanpa banyak berkomentar
"Kau ingin minum apa?" Tanya hajung yang sedang berada di dapur dan menyadari aku telah sampai di ruang tamu
"Tidak perlu berbasa-basi, segera tunjukkan apa yang ingin kau peihatkan padaku" ucapku
"Nona kim kau itu tipe wanita yang tidak sabaran ya" ucap hajung
"Setidaknya izinkan aku untuk meneguk segelas air karena tidak sempat meminumnya setelah aku mengunyah makanan di restoran tadi hanya untuk mengejarmu" ucap hajung
Aku menghembuskan nafasku untuk membuat hatiku tenang dan sabar menghadapi hajung
Hajung meminum segelas air putih sambil berdiri dan bersandar di kabinet dapur
Ia meneguk air itu dengan perlahan sambil melirikkan matanya ke arahku
Seolah ia sedang mengamatiku yang sedang berdiri disamping sofa
"Ahhh....segarnya" ucap hajung
"Apa kau ingin segelas anggur nona kim?" Tanyanya lagi
Aku hanya terdiam tidak membalas pertanyaan hajung
Aku melihat jam yang melingkar di tanganku dan waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, menandakan seo jin akan pulang dari kantornya sebentar lagi
"Sung hajung sebaiknya kau jangan mengulur waktu, seo jin akan pulang sebentar lagi dan aku harus berada di rumah sebelum ia kembali" ucapku
"Ahh..apakah kau menikmati peranmu sebagai seorang istri nona kim? Yang aku tahu deok mi akan pulang larut malam bersama pria lain dan tidak memikirkan keberadaan seo jin"
"Bukankah itu akan membuat para pelayan merasa aneh jika nyonya deok mi yang sekarang selalu berada di rumah dan selalu berada disamping seo jin?"
"Pantas saja penyamaranmu cepat ketahuan olehku karena kau adalah seorang amatir, bukankah begitu nona kim" ledek hajung
"Jika kau mengajakku ke sini hanya untuk mengejekku, aku akan pergi hajung" ucapku dan mulai membalikkan tubuhku dan hendak pergi meninggalkan kamar apartement hajung
Dengan cepat hajung menarik lenganku dan menyuruhku untuk duduk di atas sofa
Hajung masuk ke dalam kamarnya dan keluar dengan membawa laptop miliknya
Hajung duduk disampingku dan menyalakan laptopnya
Sambil menunggu laptop menyala dengan sempurna, hajung menatapku dan tersenyum aneh
Aku menghiraukan hajung dan hanya menatap layar laptop dan menunggunya menyala
Aku menyenggol hajung dengan sikuku untuk memberitahu bahwa laptopnya sudah siap untuk dioperasikan
"Aku akan memberitahumu bahwa dong il tidak sepenuhnya menjadi seorang pengusaha yang baik" ucap hajung
"Ia melakukan segala cara untuk mendapatkan tanah lalu membangun beberapa rumah dan menjadikannya real estate"
"Tidak peduli jika harus meminta secara baik-baik ataupun secara paksa"
"Para anak buah dong il akan mengganggu tuan tanah hingga ia mau menjual tanahnya ke dong il" ucap hajung dan memperlihatkan foto dan video anak buah dong il yang menghancurkan hasil panen para petani dan memaksa tanahnya untuk dijual ke dong il
"Dari mana kau mendapatkan video ini?" Tanyaku
"Kau tidak perlu tahu karena aku hanya akan memperlihatkan padamu bahwa kesuksesan dong il didapat dengan cara menindas orang bawah"
"Dan dengan uang, kekuasaan serta memiliki anak buah yang loyal terhadapnya, kau bisa disingkirkan kapan saja jika kau sudah tidak dianggap berguna lagi bagi dong il" ucap hajung
"Kemungkinan terburuk jika deok mi tidak bisa bangun lagi dari tempat tidurnya, kau akan menjadi deok mi seumur hidupmu dan menukar jasad deok mi menjadi identitas kim hye jin"
"Tentu saja kau akan dianggap mati oleh keluargamu dan dong il akan menyingkirkan orang-orang yang mengetahui rahasia tentang identitasmu yang sebenarnya"
"Dan kau akan hidup bahagia dengan identitas palsumu yang baru lalu menikmati semua hasil kekayaan diatas penderitaan orang lain..selamat!!"
'Plok plok plok'
Hajung bertepuk tangan dengan keras saat mengatakan hal mengerikan seperti itu
"Lalu bagaimana denganmu hajung, bukankah kau sama saja dengan dong il, karena ikut menikmati hasil kekayaannya dengan menjadi seorang ditektur utama real estate rose?" Tanyaku pada hajung
Hajung menuangkan minuman anggur ke gelasnya dan meminumnya dengan santai
"Tidak..."
"Dari awal aku ingin menjadi direktur utama real estate adalah ingin memperbaiki kerusakan yang dibuat dong il" ucap hajung
"Maksudmu?" Tanyaku
"Memenuhi hak beberapa tuan tanah yang merasa dirugikan oleh real estate" ucap hajung
"Dan...."
"Dan...kau tidak perlu tahu lagi apa tugasku selanjutnya jika aku terpilih menjadi direktur utama real estate rose" ucap hajung
"Karena aku masih belum mengetahui kau sedang berada di perahu yang mana nona kim" ucap hajung
"baiklah..aku akan memberimu dua pilihan yang harus kau pilih sendiri nona kim" ucap hajung
"pilihan pertama jika kau menentang dong il setelah melihat ini, aku akan menawarimu sebuah hubungan kerja sama denganku mencari bukti bersama-sama untuk menjatuhkan dong il dan melaporkannya ke polisi"
"pilihan kedua jika kau tetap berpihak pada dong il setelah melihat ini, aku akan ke kantor polisi sekarang juga dan mengganti kronologisku bahwa kau bukanlah kekasihku lalu menceritakan kebenarannya dan melaporkanmu karena telah memakai identitas palsu sebagai orang lain"
"Dan jika aku memilih untuk melakukan pilihan nomor dua, tentunya ini merupakan jalan pintasku mendapatkan keuntungan untuk membuat dong il jatuh dan kehilangan kepercayaan di mata para pemegang saham"
"Tentunya dengan mudah aku akan menjadi calon tunggal sebagai penerus pemimpin real estate rose"
"Aku memiliki keuntungan dalam semua pilihan ini, hanya saja butuh waktu dan usaha kerja keras darimu dan juga dariku jika kau memilih pilhan pertama"
"Ini semua karena aku masih peduli padamu nona kim" ucap hajung
"Aku adalah orang baik yang mengingat apa itu balas budi"
"Aku tidak akan memilih jalan pintas untuk menjatuhkan dong il karena akan berpengaruh dimasa depanmu"
"Berhubung kau telah menyelamatkan nyawaku, aku sarankan kau memilih jalan pertama, bekerja sama denganku tanpa sepengetahuan seo jin, mengumpulkan beberapa bukti dan setelah kita mendapatkannya kau tinggal melemparkannya pada seo jin dan biarkan ia bertindak"
"Tapi...jika kau memilih dong il berada dipihakmu, aku akan melupakan tentang balas budi dan akan menjebloskanmu ke penjara" ucap hajung sambil meminum anggur yang tersisa sedikit di gelasnya
"Apakah seo jin juga ikut bekerja sama dengan dong il? Memaksa orang untuk menjual tanahnya ke perusahaan real estate rose?" Tanyaku
"Mmm...sepertinya ia tidak tahu, perusahaannya bergerak dibidang properti, ia hanya meneruskan pembangunan jika sudah mendapatkan tanah dan izin membangun sebuah bangunan" ucap hajung
"Lagi pula seo jin tipe orang yang percaya dengan apa yang dilihatnya, ia tidak mudah percaya dengan orang lain sebelum ia menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri"
"Makanya ia sering ditipu oleh sepupuku sung deok mi dan selingkuh dengan laki-laki lain dibelakangnya" ucap hajung sambil tertawa mengejek seo jin
"Bagaimana nona kim? Kau akan berada di perahu yang mana? Meskipun keduanya tidak ada yang menguntungkan bagimu, tapi setidaknya ada satu jalan yang akan memberimu kesempatan untuk kembali ke kehidupanmu yang sebenarnya"
"Bukankah itu keinginanmu nona kim? Aku pikir seo jin tidak bisa memenuhi janji itu setelah penyamaranmu ketahuan olehku"
"Dan sekarang..hanya aku satu-satunya yang bisa mengembalikkan kehidupanmu sebagai kim hye jin" ucap hajung
Haruskah aku mempercayai ucapan hajung?
Atau ini hanya tipuannya agar aku bisa memihak dia dan sebenarnya ia memiliki tujuan yang sama seperti dong il?
Aku butuh beberapa bukti untuk meyakinkan hatiku, tidak hanya berada di perahu yang benar, melainkan harus sampai di pulau yang berpenghuni agar hidupku selamat
Aku tidak bisa langsung mempercayai hajung, mengingat ia memiliki sifat yang mirip seperti deok mi
"Berikan aku bukti lain selain kau menunjukkan foto dan video ini agar aku bisa memihak padamu" ucapku
"Nona kim, ku pikir kau tidak sedang berada dikondisi untuk bisa memilih, melihat pilihanmu yang satu sisi akan membuatmu mengalami kerugian jika tidak membantuku, kau akan lebih cepat masuk ke dalam penjara" ucap hajung
"aku tidak bisa memutuskan hanya berdasarkan melihat foto dan video ini, bisa saja kau memanipulasiku dan bertindak seolah-olah ini adalah perbuatan dong il tapi pada nyatanya ini adalah perbuatanmu" ucapku
"bagaimana mungkin kau tidak mempercayaiku nona kim?" tanya hajung heran
"setelah aku menjadi deok mi, tidak ada seorangpun yang bisa ku percaya di dunia ini" ucapku
" jangan lupakan kesaksianku hari ini hajung, aku bisa saja mengatakan kepada polisi bahwa kau memaksaku untuk membantumu melengserkan dong il secepatnya agar kau bisa berkuasa dan melanjutkan bisnis real estate yang kotor ini"
"Jika kau melaporkanku hari ini ke polisi, aku akan mengatakan semua kejahatan dong il dan kau juga ikut terseret dalam kasus ini karena membuat kronologis palsu untuk melindungi penjahat pemalsuan identitas orang lain didepan matamu"
"Bukan hanya dong il saja yang akan mendapatkan hukuman, kau juga akan mendapatkan hukuman karena berbohong pada polisi, dan aku yakin perusahaan real estate rose akan hancur karena tidak ada penerus yang akan memimpin perusahaan" ucapku pada hajung
Hajung terdiam menatapku, seolah ia tidak bisa membalas ucapanku
"Baiklah..aku mengalah nona kim, aku terlalu meremehkanmu hanya karena kau seorang mahasiswi" ucap hajung
"Itu artinya kita akan sering bertemu dan melakukan kencan sembunyi-sembunyi seperti ini"
"Tidak masalah, aku justru menyukainya, kau beruntung nona kim karena telah membuatku penasaran denganmu"
__ADS_1
"Berikan aku waktu 2 hari untuk bisa membuktikannya padamu, kau juga harus membuat alasan pada seo jin karena kau akan menginap disana?" Ucap hajung
"Menginap? Memangnya kau akan menunjukkan apa padaku? Apa kau akan merekayasa bukti di suatu tempat agar aku percaya padamu?" Tanyaku
"Berikan handphonemu" ucap hajung
Aku memberikan handphoneku dan melihat ia membuka play store dan mendownload sebuah aplikasi
"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku
"Ini adalah aplikasi pasangan, jika kau curiga padaku, kau bisa melacak posisiku saat ini melalui handphonemu" ucap hajung
"Aku akan berada di kantor selama 2 hari mencoba untuk mengumpulkan data transaksi perusahaan yang mencurigakan sebelum real estate rose membangun namanya di kota buffalo" ucap hajung
"Apa sekarang kau percaya padaku?" Tanya hajung dan mengembalikkan handphoneku
Aku terdiam melihat hajung menanyakan hal seperti itu padaku
"Baiklah...sekarang antarkan aku keluar dari apartementmu sebelum seo jin pulang ke rumah" ucapku
"Dengan senang hati nona kim" ucap hajung sambil tersenyum kepadaku
Aku keluar dari kamar hajung dan naik lift, namun anehnya ia berhenti di lantai 2 dan mengajakku keluar dari lift
"Kenapa kita berhenti disini?" Tanyaku
"Ikutlah denganku, kau akan tahu" ucap hajung
Dan benar saja ia menghindari mata-mata yang sedang mengawasinya di lobby apartement dengan cara menuruni tangga sampai basement dan menggunakan mobil hajung satu lagi secara diam-diam
Setelah aku dan hajung berada didalam mobil, hajung tersenyum bangga
"Ottokeh?* (gimana) apakah kau takjub padaku karena aku sekarang mirip seperti agen rahasia CIA hahaha" ucap hajung dan menyalakan mobilnya
Aku hanya terdiam melihat hajung yang memiliki ide seperti ini
"Sekarang aku harus mengantarmu sampai mana dewi penyelamatku?" Tanya hajung
"Berhenti didekat toko kelontong korea di jalan wentworth ave, aku ingin membeli ramyeon" ucapku
"Ra..ramyeon? Makanan kelas bawah itu? Bagaimana kau bisa menyukai makanan tidak sehat itu?" Tanya hajung
"Kau tidak akan berkata seperti itu jika kau sudah mencobanya" ucapku
"Untuk apa aku mencobanya? Aku sudah memiliki koki ternama yang akan menyediakan makananku sehari-hari. apapun yang ia hidangkan merupakan makanan mewah dari menu hotel binta..."
"Araseo..araseo* (aku mengerti..aku mengerti) tidak usah dijelaskan lagi" ucapku memotong pembicaraan hajung
Sesampainya di tempat yang aku tuju aku membuka seatbeltku dan hendak keluar dari mobil, namun hajung menahanku
"Mwo?* (apa)?" Tanyaku
"Apa kau akan pergi ke toko lusuh ini?" Tanyanya
"Tidak lusuh jika kau masuk ke dalam" ucapku
"Ania..*(tidak) aku yakin makanan disini tidak sehat" ucap hajung
"Hanya toko ini yang aku tahu menjual beberapa menu makanan korea yang enak" ucapku
"Apa kau akan ikut denganku dan makan didalam? Sudah lama aku tidak makan oden, ramyeon dan ttoppoki selama aku tinggal di rumah seo jin"
"Ahjumma* (bibi) di toko ini juga baik, selain toko kelontong ia juga menjual makanan korea yang siap dihidangkan" ucapku
"Tidak! Tapi aku akan ikut denganmu kedalam" ucap hajung
"Aku tidak memaksamu untuk ikut ke dalam, pergilah jika kau tidak ingin ikut denganku" ucapku
"Tapi jika aku tidak menunggumu, kau akan sampai ke rumah telat dan seo jin akan menanyakanmu" ucap hajung
"Kalau begitu masuk dan ikut denganku. Kita hanya akan menghabiskan waktu jika terus berdebat seperti ini" ucapku
Aku turun dari mobil dan dengan ragu, hajung ikut denganku ke dalam
Sesampainya didalam, aku menyapa ahjumma* (bibi) yang sudah akrab denganku
"Ahjumma* (bibi) apa kabar?" Sapaku
"Oo...hye jin-aa ternyata kau" ucapnya
"Yya* (hei) sudah lama kau tidak kesini, apa kau sangat sibuk dengan kuliahmu?" Tanyanya
"Nne ahjumma* (iya bibi) aku sangat sibuk" ucapku
"Bersantailah sedikit, kau itu masih muda dan..."
"Ommo! Apakah itu pacarmu hye jin?" Tanya ahjumma yang melihat hajung masuk ke tokonya
"Ania...chinggu* (tidak...hanya teman)" ucapku
"Aigoo...ia terlihat tampan dan berkelas, kenapa tidak jadikan saja pacarmu" ucap ahjumma penjaga toko
"Asihh...tempramentnya sangat buruk, sudah jangan membahasnya lagi, aku ingin memesan 3 oden, 1 ramyeon dan 1 ttopoki" ucapku pada ahjumma
Setelah memesan, aku duduk di meja makan dan berhadapan dengan hajung
"Jangan terlalu lama disini" ucapnya
"Araseo* (aku mengerti) sehabis makan aku akan langsung pulang"
Beberapa menit setelah menunggu, akhirnya makanan yang ku pesan sudah datang
Tanpa menunggu waktu lama, aku segera melahap makanan yang ada didepan mataku
Hajung menatapku aneh saat melihatku makan, sesekali aku meniup makanan yang masih terasa panas masuk ke dalam mulutku
***
SUNG HAJUNG POV
aku menuruti kemauan gadis yang berada didepanku saat ini
Lihat dia, ketika makan dengan lahap makanan tidak sehat ini
Aku heran dengannya, apakah masih kurang dengan menu makanan yang dihidangkan oleh koki pribadi di rumah seo jin?
Melihatnya makan dengan lahap seolah ia sudah tidak makan selama berminggu-minggu
Cara makannya sungguh tidak elegan bagaimana gadis seperti dia bisa menipu banyak orang dengan menjadi sung deok mi
Ckckck....
Lihat sisa makanan yang berada di pipinya dan ekspresi bahagianya ketika memakan makanan yang ia santap di meja ini
Tapi...
Semakin lama aku melihatnya, kenapa kelihatannya makanan ini enak?
Melihat gadis ini makan dengan lahap saja membuatku ingin ikut memakan makanan ini
Ohh...sadarlah hajung!
Makanan ini kotor, aku bisa mendapatkan makanan yang lebih enak dari ini
"Kau ingin mencobanya?" Tanya gadis yang berada dihadapanku dengan tiba-tiba
Aku menggelengkan kepalaku dan membuang wajahku dari hadapannya
"Kau akan menyesal jika tidak mencobanya, sesekali kau harus memakan makanan ini agar imunmu kuat" ucapnya
"Mwo*(apa)?!! Imun kuat??" Tanyaku heran
"Slruupp....mm karena hormon kebahagiaanmu akan muncul dan itu bagus untuk kesehatan imunmu" ucap hye jin sambil mengunyah ramyeon
"Tidak perlu malu, hanya ada aku disini dan penguntit yang berada dilobby apartementmu tidak tahu kau sedang berada disini" ucapnya meyakinkanku
Aku menuruti ajakan gadis yang telah menyelamatkan nyawaku
Aku mencicipi kuah kue beras yang ada dihadapanku
'Slrup'
"Ottokeh* (gimana) enak kan?" Tanyanya
"Mm...ku pikir makanan ini akan terasa buruk di lidahku, tapi ternyata..lumayan enak" ucapku mengakuinya
"Makanlah denganku, aku akan mentraktirmu hari ini" ucap gadis padaku sambil tersenyum
"Apa kau membanggakan uang yang kau dapat dari seo jin?" Ucapku
"Tentu saja, aku sudah berhenti bekerja part time, tentunya aku tidak memiliki sumber uang lagi" ucap gadis itu
"Berhentilah menunjukkan taringmu dihadapanku, biarkan aku yang lebih mampu untuk membayar makananmu" ucapku bermaksud bersikap sombong dihadapan gadis yang mirip dengan sepupuku ini
Gadis itu berekspresi kesal saat aku mengatakan kalimat itu dan semakin membuatnya imut di mataku
Aku dan hye jin menghabiskan makan bersama sore itu di toko kelontong yang sederhana yang menyediakan makanan korea ini
________________________________
aloha everything...
maafkan thor yang telat bener updatenya 🙆♂️🙆♀️🙇♂️🙇♀️
sebenarnya udah siap, hanya saja belum ku edit takutnya ada miskom bahasa dan jadi aneh jika dibaca
gimana cerita episod 61 ini? makin serukah atau biasa aja?
jujur nih menurut kalian
kalian nge-ship siapa nih?
hye jin X seo jin atau
hye jin X hajung
ditunggu jawabannya di kolom komentar ya 😉😉
jangan lupa klik tanda love dan jadikan novel ini sebagai novel favorit kalian
makasih yaa....
__ADS_1
yang udah setia menunggu hyung update
cinta bener dah ama kalian 😘😘😘