
Kim hye jin pov
'Blam'
Aku membanting pintu mobil ketika sampai di rumah
Aku meninggalkan seo jin yang masih berada di dalam mobil
Para pelayan menundukkan kepalanya saat aku dan seo jin kembali ke rumah
Aku mengabaikan semua sapaan pelayan di rumah itu dan langsung masuk ke dalam kamar
Ucapan seo jin membuat diriku merasa bersalah
Ia mengatakan padaku bahwa kematian ahjussi* (paman) asing itu karena diriku
Yang membuat diriku merasa sedih karena ucapan seo jin ada benarnya menurutku
Seharusnya aku sadar diri, siapa sosok yang ingin aku cari tahu selama ini dan memang seharusnya aku tidak bisa melakukan apapun
karena aku hanyalah seorang gadis miskin yang tidak memiliki latar belakang keluarga yang kuat
Seharusnya aku sadar dari dulu, sebelum aku lahir, dunia ini memang sudah kotor
Sekeras apapun aku berusaha, aku tidak akan bisa membuktikan kebenaran
Hanya orang yang memiliki kekuasaan dan banyak uang yang bisa menikmati kehidupan dunia ini
Seandainya aku tidak mengikuti chul moo ke taman, mungkin ahjussi* (paman) asing itu akan hidup hingga saat ini
Tidak peduli bagaimana ia menjalani kehidupannya
Berbuat baik atau berbuat buruk berada dipilihan tangannya dan dia sendiri yang akan menanggungnya kelak saat ia berhadapan dengan dewa
Aku kesal dengan perkataan seo jin yang mengatakan aku harus menuruti perkataannya jika ingin hidupku aman
Seolah mengatakan padaku tidak peduli dengan kehidupan orang lain asalkan dirimu hidup hingga saat ini
Bagaikan boneka yang tidak memiliki hati atau burung kecil yang ditakdirkan hidup dalam sangkar seumur hidupnya
Tidak perlu memikirkan kesengsaraan orang lain asalkan kau tidak sengsara menjalani kehidupanmu
Eomma...
Lihatkan...menjadi orang baik tidak selalu memberikan kebahagiaan pada orang lain, justru menghasilkan orang itu terbunuh secara tidak langsung
Aku segera pergi ke ruang baca seo jin dan meletakkan kepalaku diatas meja dengan menggunakan lengan kananku sebagai bantalan kepala
Tanpa sadar, cairan yang berasal dari mata kiriku membasahi bulu mata kananku diikuti dengan air mata yang jatuh ke lengan kananku
Semakin lama dress biru yang kupakai bagian lengannya menjadi basah terkena tetesan air mata
Cairan dihidungku kian menumpuk, memenuhi seluruh lubang dihidungku membuatku sulit bernafas hingga aku menimbulkan suara
"Hiks....hiks..haah..."
Aku sengaja menyendiri ke ruang baca seo jin
Aku mendengar suara langkah kaki seseorang, namun ku pikir, sepertinya ia menghormati keputusanku untuk menggunakan waktu agar aku bisa menyendiri
Sekitar 1 jam lebih aku menyendiri di ruang baca seo jin dan setelah persaanku lebih tenang aku kembali ke kamar seo jin dan melihat seo jin yang sedang duduk di sofa menungguku keluar dari ruang bacanya
Aku pikir seo jin saat ini tidak berada di kamarnya melainkan di kantor untuk bekerja
Aku terkejut ketika melihat seo jin dengan penampilan mataku yang sedikit bengkak karena habis menangis karena kesal
"Sudah merasa baikan?" Tanyanya
Aku melewati seo jin dan berjalan ke arah kamar mandi dan membasuh wajahku dengan air yang mengalir dari kran air wastafel
"Kenapa kau tidak ke kantor hari ini?" Tanyaku
Saat seo jin ingin menjawab aku menyelanya dan berkata
"Ahh...aku lupa, perusahaanmu tidak akan kabur darimu jika tidak pergi bekerja hari ini, itu kan yang ingin kau katakan?" Sindirku
Seo jin menghela nafas melihatku yang telah menyindirnya
Seo jin pergi ke wardrobe room dan mengambil kaca mata hitam
Lalu memakaikannya kepadaku.
Aku merasa heran dengan sikap seo jin yang seperti ini
"Ikut aku" ucap seo jin dan menarik lenganku lalu keluar kamar
Aku berusaha menghentikan seo jin dengan cara melepaskan tangannya yang mencengkram erat di pergelangan tanganku karena enggan untuk ikut dengannya
"Isshh...lepas..aku tidak mau" ucapku melawan
Sesampainya di luar kamar, aku tidak bisa meneriaki seo jin karena takut para pelayan akan bertanya-tanya jika aku meronta berusaha melepas genggaman seo jin
Mau tidak mau, aku mengikuti seo jin dengan tenang
Seo jin membukakan pintu mobil untukku dan menutupnya
Lalu ia mengendarai mobil yang entah akan kemana tujuannya
Selama di perjalanan seo jin tidak bicara padaku hingga aku tidak bisa menahan kedua bibirku untuk bertanya padanya
"Hhh...kita mau kemana lagi seo jin?" Tanyaku
Seo jin tidak menjawab pertanyaanku dan terlihat seperti ia mengabaikan pertanyaanku
Aku menghembuskan nafasku dengan kuat dan pasrah mengikuti tujuan perginya seo jin
Sampai dimana saatnya seo jin memakirkan mobilnya dan menyuruhku untuk turun dari mobil
"Turunlah..." ucapnya
"Sirheunde* (ga mau) untuk apa kita kesini?" Tanyaku
Seo jin turun duluan dari mobil lalu membuka pintu mobilku
Aku menggelengkan kepalaku dan enggan untuk menuruti kemauan seo jin
Seo jin menarik tanganku lagi agar aku bisa keluar dari mobil
Suara teriakan anak-anak dan musik semakin terdengar jelas ketika ku turun dari mobil
Aku menatap sekelilingku dan tidak percaya seo jin mengajakku ke sini
"Ayo kita bermain" ucapnya ceria
"Yya...heol!! Kau itu sudah berumur kepala 3 seo jin, apa kau tidak malu pergi ke taman hiburan haahh!!" Teriakku yang tidak habis pikir dengan pikiran seo jin
"Yya...ayo kembali ke rumah, aku ingin beristirahat" ucapku malas kepada seo jin
"Aku pernah mendengar obrolan para pegawaiku, jika mereka sedang marah atau sedih, mereka akan pergi ke taman hiburan karena bisa teriak dengan sepuasnya"ucap seo jin tiba-tiba
"Aku tahu kau merasa sesak di rumah, jadi aku membawamu kesini untuk melampiaskan semua kekesalan yang ada didalam dirimu"
"Teriaklah sepuasnya, aku tidak akan melarangmu, hari ini kau seharian menjadi hye jin tanpa takut ketahuan oleh orang lain, taman hiburan adalah tempat terbaik untuk didatangi" ucap seo jin sambil tersenyum padaku
"Yya...seseorang mengatakan padaku tidak semua taman hiburan itu adalah tempat terbaik"
"Ada mitos yang mengatakan jika pasangan pergi ke taman bermain, besoknya mereka putus entah apa yang terjadi" ucapku
"Jinjja* (benarkah), berarti itu adalah hal buruk, kalau begitu ayo kita kembali" ucap seo jin dan merangkul tanganku untuk masuk ke dalam mobil
"Ania..ania* (tidak..tidak) berhubung kita bukanlah pasangan, jadi itu bukanlah sesuatu yang buruk" ucapku
"Baiklah..aku akan menaiki semua wahana, berhubung ini adalah kali pertamaku mengunjungi navy pier selama 4 tahun aku tinggal di chicago"
"Bersiaplah seo jin, aku khawatir dengan kesehatan jantungmu jika menaiki wahana yang memacu adrenalin karena kau sudah tua hahaha" ucapku meledek seo jin dan meninggalkannya
"Yya...aku tidak setua itu hye jin!" Teriak seo jin yang kesal dengan ucapanku
Aku dan seo jin menaiki beberapa wahana yang sangat seru
Aku melihat seo jin yang mulai kewalahan dengan permainan yang memacu adrenalin yang sangat kuat hingga tidak terasa waktu sudah mulai senja dan kami memutuskan untuk menaiki kincir ria yang besar dan melihat matahari terbenam dengan indahnya di langit chicago
Warna sinar jingga yang dipantulkan oleh matahari sangat memanjakan mataku
Aku menatapnya dengan penuh takjub pemandangan yang kulihat saat ini dan tidak menyadari seo jin justru menatap wajahku sambil tersenyum
"Yya...kenapa kau menatapku sambil tersenyum seperti itu? Mencurigakan" ucapku
"Waeyo* (kenapa) ini adalah mataku, sudah sewajarnya mataku memandang ke arah pemandangan yang tampak indah" ucapnya meracau
"Pemandangan yang indah berada disampingmu, lihat itu matahari yang terbenam jauh lebih indah dari apapun" ucapku
"Entahlah...mataku justru memilih untuk menatap ke arahmu bukan ke matahari yang terbenam itu" ucapnya yang menurutku lebih gila lagi
Aku pikir seo jin menjadi gila karena lelah terlalu banyak menaiki wahana yang ada disini, hingga tidak bisa membandingkan pemandangan yang bagus atau bukan
Aku mencibirkan bibirku ke arah seo jin dan kembali menatap arah matahari terbenam
Setelah puas memandangi matahari terbenam, akhirnya aku dan seo jin turun dari kincir ria dan perutku berbunyi menandakan cacing alaska yang berada didalam perutku mengais untuk minta sesuap nasi
Seo jin tersenyum mendengarnya
"Disana sepertinya ada restaurant, sebaiknya kita makan dan menghangatkan tubuh, udara dimalam hari semakin dingin" ucap seo jin
Aisshh...dasar perut memalukan, bagaimana kau bisa melolong panjang dihadapan raja kukang
Setelah beberapa menit berjalan, aku dan seo jin menyantap sup jagung hangat dan spaghetti aglio seafood lengkap dengan anggur merah untuk menghangatkan suhu tubuh
Pada dasarnya aku tidak terlalu menyukai minuman beralkohol karena toleransiku terhadap alkohol rendah dan lebih mudah mabuk hanya dengan minum beberapa gelas berbeda dengan nyonya deok mi
Tanpa pernah memberitahu kepada seo jin, diam-diam ia memerhatikanku dan memesan susu hangat sebagai pengganti untuk menghangatkan suhu tubuhku
"Minumlah...hangatkan tubuhmu, cuaca malam hari disini semakin dingin" ucap seo jin dan aku mulai menyentuh gelas panas yang berada didepanku dan menggenggamnya menggunakan kedua tanganku
Kabut asap muncul dari dalam mulutku
__ADS_1
Beriringan dengan waktu datangnya malam sebentar lagi musim gugur akan berakhir dan akan tergantikan dengan musim dingin
Selesai makan malam aku dan seo jin hendak kembali ke rumah dan beristirahat
Aku masih mengusapkan kedua tanganku agar suhu tubuhku terasa hangat
Seo jin meletakkan jas yang ia pakai ke atas pundakku ketika aku meniup-niup kedua telapak tanganku
Aku menengok ke arah seo jin
"Gwaencahana* (tak apa) kau pakai saja lagi, nanti kau bisa terkena flu" ucapku
"Tidak akan! Kau saja yang pakai, tubuhku terasa panas setelah minum beberapa gelas" ucap seo jin
"Apa kau mabuk? Bagaimana nanti kau mengendarai mobil seo jin?" Tanyaku
"Tenang saja, malam ini aku terlalu lelah untuk menyetir mobil, aku akan meminta jasa supir diaplikasi untuk membawa mobilku" ucapnya
"Pfft...aku tahu, kau kewalahan karena terlalu banyak bermain wahana ditempat ini hahahaha....." ucapku meledek
"Berhenti tertawa!" Ucap seo jin dengan wajah memerah
"Bahahahaha....." tawaku yang tidak tahan melihat tingkah seo jin yang terlihat seperti orang tua karena kelelahan bermain wahana
"Ternyata benar apa yang dikatakan pegawaiku tentang pergi ke taman bermain, kau sudah terlihat baikan sekarang hye jin, aku lega melihatnya" ucap seo jin yang sedang menatapku sambil tersenyum dan membuat tawaku perlahan berhenti
"Gomawo* (terima kasih) karena telah membawaku kesini" ucapku sambil tersenyum kepada seo jin
Kami berdua saling bertatap dan tersenyum, tidak lama butiran putih dari langit terjatuh di atas kepalaku
Aku mendongak ke atas langit untuk melihat benda bulat berwarna putih yang cantik itu kian banyak turun dan menyentuh tubuhku
Ahh...ternyata musim dingin datang lebih awal dari yang diperkirakan
Aku menadahkan butiran salju yang turun menggunakan tanganku dan menikmati suasana musim dingin yang indah di taman bermain bersama seo jin
*****
Hembusan angin malam memasuki seluruh ruangan di rumah ini
Membuatku terjaga dari tidurku yang lelap
Aku mencoba untuk mencari kehangatan dengan cara meringkukkan tubuhku hingga kedua lututku menyentuh dadaku
Namun kali ini aku merasa sesuatu menyentuh ujung jari kakiku dan terasa sangat dingin hingga aku mengernyitkan dahiku
Aku mencoba untuk tidur kembali, menghiraukannya dan tetap memejamkan mataku didalam sleeping bag yang nyaman ini
Gangguanpun terjadi lagi, aku merasakan tetesan air jatuh menyentuh ke keningku dan membuat mataku harus terbuka untuk melihat apa yang terjadi
Setelah aku membuka mataku, hanya pemandangan rak-rak buku saja yang kulihat berdiri rapi dihadapanku
Aku memegang keningku yang terasa terkena tetesan tadi
tapi anehnya, keningku terasa kering, dan tidak ada sesuatu yang aneh ketika aku mendongak ke atas untuk melihat langit-langit ruang baca ini
'Brak'
'Brak'
Aku mendengar suara benda yang terbentur dengan keras ke dinding hingga menyebabkan kebisingan ditengah malam
Tanpa rasa takut, aku segera keluar dari ruang baca dan memeriksanya
Tidak ada siapapun dikamar, bahkan tempat tidurpun masih tertata dengan rapi
Aku keluar kamar dan seperti biasa, tidak ada seorangpun di rumah sebesar ini ketika dimalam hari, karena para pelayan di rumah ini hanya bekerja sampai pukul 8 malam
Pencahayaan di rumah ini sangat minimalis, karena harus menghemat energi jika tidak digunakan saat malam hari tiba
Aku berjalan ke arah suara benda yang terbentur, lalu melihat pintu rumah terbuka dengan lebar mengenai dinding akibat hembusan angin kuat yang berasal dari luar
Aku menghampiri pintu tersebut dan hendak akan menutupnya kembali
Sesaat sebelum menutup pintu, aku melihat pemandangan diluar rumah yang sedang turun salju, membuat tubuhku menggigil kedinginan dan ingin segera menutup pintunya dengan cepat
Namun, mataku tertuju pada sosok manusia yang sedang berdiri dari kejauhan, seolah mendekat sedang berjalan menghampiriku
Dan anehnya, ketika aku mengedipkan mataku sebentar, sosok manusia itu kini sudah berdiri diteras rumah dengan pakaian serba hitam
Karena terkejut aku segera ingin menutup pintu rumah, namun tubuhku seolah mematung dan tidak dapat digerakkan
Dari perawakan tubuhnya, sosok manusia itu sepertinya berjenis kelamin laki-laki
Dibuktikan dari bahunya yang lebar serta tinggi tubuhnya yang melampaui diriku
Laki-laki itu mulai melangkah perlahan untuk lebih dekat denganku
Reflek aku melihat kebawah lantai dan melihat laki-laki itu tidak memakai alas kaki
Terlihat beberapa tetesan air yang berjatuhan dari tubuhnya ketika ia melangkahkan kakinya seolah ia habis tercebur dari kedalaman air
'Agashi.....'(nona)
'Kenapa kau hanya diam saja dan melihat'
Laki-laki itu seperti berbicara kepadaku
Tapi anehnya suara laki-laki itu terdengar bergema didalam rumah padahal ia berada didepanku
Aku memejamkan kedua mataku karena mulai merasa takut dan tidak ingin berkomunikasi dengannya
'Agassi...*(nona) tolong aku...jaeball*(kumohon)'
Kali ini aku mencoba untuk memberanikan diri menatap sosok laki-laki didepanku
Laki-laki itu mulai menatapku dengan tatapan sedih dan putus asa
Aku mengenal wajah laki-laki itu
Ia adalah ahjussi*(paman) malang yang tewas di ruang bawah tanah tuan dong il
Aku ingin sekali teriak dan kabur dari hadapannya, tapi lagi-lagi aku terdiam hanya melihatnya
Aku mulai gelisah hingga aku dapat mendengar suara nafasku sendiri yang sedang terengah-engah
'Wae*(kenapa) kau tidak menghubungi polisi agassi*(nona)'
'*Kenapa kau hanya diam saja melihatku mati'
'Naega*(aku) merasa kedinginan saat ini, tolong aku! Kumohon*!'
Ahjussi* (paman) itu mengulurkan tangannya ke arah ku dan tiba-tiba dari dahinya keluar cairan berwarna merah yang semakin lama mengalir deras hingga menutupi sebagian wajahnya
Rasa takut dan rasa bersalahku bercampur hingga kedua bibirku gemetar dan mengeluarkan air mata
"Minhae ahjussi hiks..." (maaf paman)
Ucapku lirih
"congmal mianhae...." (sungguh maaf)
"Aku terlalu takut melakukannya...huhu...hiks"
Seketika wajah ahjussi* (paman) itu berubah menjadi sosok yang sangat aku kenal
Tidak hanya wajahnya saja, namun juga tubuhnya, yang tidak berubah hanyalah cairan berwarna merah yang menutupi sebagian wajahnya
"Eomma?"
'Hye jin-aa...'
"Eeomma....huhuhu eomma"
'Dor!!!'
Terdengar suara pistol melambung ke udara dan membuat diriku yang semula terdiam dan berusaha untuk berucap, kini dapat teriak dan bergerak untuk memeluk sosok yang mirip dengan ibuku
"Andwe!!!*( jangan!!)*
\*
"Hye jin-a!!"
"Hye jin-a!!"
Terdengar suara seseorang memanggil namaku dan mengguncangkan tubuhku agar aku bisa bangun dari mimpi buruk yang sedang ku alami
"Haaahh...haaahh...."
Aku merasa sesak setelah mimpi buruk yang aku alami tadi
Seo jin duduk disampingku dengan wajah yang terlihat cemas
"Dangsin-eun gwaenchana?* (kau baik-baik saja)?" Tanya seo jin padaku
Aku menatap seo jin dengan wajah ketakutan
Mimpi buruk tadi terasa sangat nyata, dan aku kembali teringat wajah ibuku yang berlumuran dengan cairan berwarna merah meminta tolong padaku hingga membuatku merinding
"Seo...seo jin-ssi...." panggilku lirih dan meneteskan air mata karena sudah tidak sanggup membendung air mataku lagi
"Gwaenchana* (tidak apa)" ucap seo jin sambil menepuk bahuku dengan lembut
"Hiks..hiks seo jin-ssi huwaaa!!" Tangisku pecah dan tidak sadar memeluk seo jin dengan erat
Aku menangis tersedu-sedu didalam pelukan seo jin dan memecah kesunyian malam karena tangisanku
Park Seo Jin pov
__ADS_1
Hari ini aku mengajak hye jin pergi keluar untuk memperbaiki moodnya yang sedang baik
Awalnya ia menolak, tapi sepertinya gadis itu justru paling menikmati wahana yang ada di taman bermain ini
Sepertinya hye jin tidak pernah menikmati waktu untuk bersantai selama 4 tahun tinggal di chicago, waktunya dihabiskan hanya untuk belajar dan bekerja part time
Baiklah...setidaknya hari ini ia dapat melupakan kejadian yang dialaminya semalam dan tidak bersedih lagi dengan ucapanku yang keterlaluan dimobil
Sepulangnya dari taman bermain, gadis itu segera pergi ke ruang bacaku dan tidur
Sejak aku membelikan sleeping bag untuknya, gadis itu enggan untuk tidur satu ranjang denganku
Yah...
Selama itu membuat dirinya nyaman, aku tidak keberatan menuruti kemauannya, meskipun aku merasa tempat tidur ini terlalu luas hanya untuk diriku seorang
Saat ini waktu menunjukkan pukul 2 dini hari aku terbangun karena mendengar suara jeritan seseorang
Sontak aku terbangun dari tidurku dan langsung menghampiri hye jin, karena memang hanya aku dan hye jin yang tinggal di rumah ini saat malam hari
Aku melihat gadis itu sedang gelisah saat tidur, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya
Aku mencoba membangunkan hye jin dengan cara memanggil namanya, namun hye jin tak kunjung bangun dari tidurnya
Aku mencoba lagi membangunkan dirinya dengan menepuk bahunya hingga mengguncangkan tubuhnya agar ia bangun
Syukurlah gadis itu mulai terbangun dari tidurnya dan terbebas dari mimpi buruk yang ia alami
Aku membantu hye jin dari posisi berbaring ke posisi duduk dan mencoba menenangkannya
Terlihat wajah hye jin yang sedang ketakutan dan sedang menahan tangisnya dihadapanku
"Seo jin-ssi" ucap gadis itu memanggil namaku dengan lirih
"A-ahjussi* (paman) asing itu muncul didalam mimpiku dan...dan" ucap hye jin mencoba menjelaskan tentang mimpi buruknya
"Gwaencahana hye jin-a, tidak perlu diceritakan, semua akan baik-baik saja" ucapku menenangkan hye jin
Hye jin mulai mengerutkan dahi dan menaikkan kedua bibirnya ke atas pertanda ia akan menangis
Dan benar saja, gadis itu memelukku erat dan menangis keras hingga suaranya bergema di ruang baca
Setelah hye jin menangis beberapa menit dan isak tangisnya mulai terdengar pelan, aku mencoba untuk berbicara pelan dengan hye jin
"hye jin-aa tidurlah di kamar, agar kau bisa tidur dengan nyenyak, disini terlalu dingin, tidak ada pemanas ruangan di ruang baca, tidak cukup menghangatkan tubuhmu hanya dengan sleeping bag" ucapku
"Nne..*(ya) naneun museowo* (aku takut)" ucapnya
Aku membantu hye jin berdiri dan meninggalkan ruang baca
Sesampainya di kamar, aku membantu hye jin untuk duduk di atas tempat tidur
"Jamkkanman-yo* (tunggu sebentar) aku akan membuat minuman hangat untukmu" ucapku pada hye jin
Sesaat aku membalikkan tubuhku, hye jin menarik lengan piyamaku pertanda untuk berhenti
"Aku ikut denganmu pergi ke dapur" ucapnya
Aku menoleh ke arah hye jin dan memiringkan kepalaku tidak membalas ucapan hye jin
"Museowo...naneun museowo* (takut.....aku takut)" ucapnya lagi
"Baiklah...kau boleh ikut denganku hye jin" ucapku
Hye jin mengikutiku ke dapur untuk membuat minuman sambil memegang ujung piyamaku dari belakang layaknya anak kecil yang ketakutan setelah diceritakan kisah seram
Hye jin menengok ke arah kiri dan ke kanan seolah merasa ada orang lain selain diriku di rumah ini
Aku menyalakan semua lampu di rumah ini kecuali lantai 2 selain kamarku agar hye jin tidak merasa takut
Hye jin duduk di kursi meja makan sambil menggenggam kedua tangannya yang sedang kedinginan
Sedangkan diriku sedang membuat coklat panas untuknya, untungnya aku tidak terlalu banyak meminum anggur saat makan malam tadi, hingga aku bisa terjaga dari tidurku ketika mendengar teriakan hye jin di ruang baca
Aku meletakkan cangkir hangat kepada hye jin, gadis itu menggenggam cangkir hangat agar kedua tangannya tidak membeku karena kedinginan
Hye jin mulai meminum coklat panas yang aku buat dan ia mulai terlihat sedikit tenang
"Yya...kenapa kau sangat menyukai tidur di ruang baca?" Tanyaku
"Tidak masalah jika kau tidur disana saat musim semi atau musim panas"
"ini musim dingin! apa kau ingin mati membeku di ruang baca didalam sleeping bag?"
"Lagi pula...apa kau bisa tidur nyenyak didalam sleeping bag huh"
"Memangnya kau sedang berkemah di gunung, tidur menggunakan sleeping bag?" Ucapku yang mulai mengomel
"Aku tidak tahu alasan kenapa kau enggan tidur disampingku, memangnya selama ini aku pernah mengganggumu tidur"
"Yya...kim hye jin, kita hanya tidur memejamkan mata tanpa melakukan hal aneh diatas tempat tidur, kenapa reaksimu berlebihan huh?" Ucapku mengomel panjang lebar
"Aku hanya tidak nyaman tidur di sampingmu" ucap hye jin
"Wae?* (kenapa)" tanyaku lagi
"Karena aku selalu terkejut ketika membuka mataku dipagi hari, hal pertama yang aku lihat adalah wajahmu" ucapnya
"Aigoo...kim hye jin, apakah wajahku sangat buruk saat tidur, sehingga kau tidak ingin melihatku dipagi hari?" Tanyaku
"Ania* (tidak) bukan seperti itu.. tapi..."
"Tapi...."
"Ahh...Dwaesseo* (ahh...sudahlah) tidak perlu dibahas" ucap gadis itu dan memalingkan wajahya dariku
"Yaaa* (eeh)....aku tau sepertinya kau tidak enak padaku karena gaya tidurmu yang berantakan, selain itu..."
"Haaah....selain itu kau bisa mudahnya mengeluarkan liurmu saat tidur dan mengenai piyama..."
'Brak'
"Yaaaa!!!* (hei!)" Teriak hye jin sambil memukul meja makan dan membuatku terkejut
"Arasseo...arasseo* (aku mengerti...aku mengerti)"
"Baiklah..mungkin awalnya aku tidak nyaman karena tidak terbiasa dengan gaya tidurmu yang berantakan itu, tapi....setelah mengalaminya 3 sampai 4 kali, aku sudah mulai terbiasa" ucapku pada hye jin
"Jika kau tidak nyaman melihat wajahku saat pagi hari, mulai saat ini kau harus biasakan ok! karena ini demi kebaikan dirimu"
"Aku juga tidak ingin tidur di sofa ataupun di sleeping bag karena itu mm... terlihat sangat tidak nyaman sekali" ucapku
"Jadi sebaiknya kita bisa tidur bersama lagi..."
"Ma...maksudku tidur di satu tempat tidur yang sama dan hanya memejamkan mata masing-masing, tidak melakukan hal lain"
"Park seo jin..kau memiliki rumah yang luas, pastinya kau juga memiliki banyak kamar, kenapa kau tidak ijinkan saja aku untuk tidur di kamar lain" ucap hye jin
"No no no...." ucapku sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah hye jin
"Kita pernah membahas ini saat pertama kali kau datang kerumahku, alasan kau tidak ku ijinkan tidur di kamar lain"
"Aku tidak ingin mendengar gosip para pelayan disini, terlebih bibi min yang rasa keingintahuannya sangat tinggi"
"Bisa-bisa kau ketahuan kalo kau bukanlah deok mi yang asli, karena kau terlalu lembut kepada bibi min" ucapku
"Lembut? Wahh..park seo jin, aku sudah berusaha untuk bersikap jahat didepan bibi min, tidak mungkin kan aku harus berbicara kasar kepada bibi min setiap hari" ucap hye jin
"Memang harus setiap hari...." ucapku
"Deok mi selalu mencari masalah dengan bibi min, menindasnya tanpa rasa ampun meskipun bibi min tidak bersalah"
"Kudengar dari bibi min, kau pernah menyuruh pelayan baru untuk masuk ke dalam kamar dan menyuruh dirinya untuk mengompres pipinya yang memar karena tamparan bibi min, benarkah begitu?" Tanyaku
"Nne..*(ya) itu benar" ucap hye jin dengan wajah polos
"Ckckck....deok mi tidak pernah bersikap sebagai manusia bila berhadapan dengan pelayan" ucapku
"Cih...apakah deok mi adalah penyihir yang berasal dari negeri dongeng?" Tanyanya
"Tidak salah jika aku menyebar gosip bahwa deok mi hamil dan mengatakan hormonnya berubah hingga sifatnya menjadi lebih baik" ucapku
"Hentikan! Aku sudah mengakhiri kebohonganmu didepan ibunya deok mi" ucap hye jin
"Ahhh...soal keguguranmu? Tapi...saat sarapan, ibu mertuaku menyarankan kita untuk melakukan hal yang menggairahkan seperti subuh tadi, memadu kasih agar segera memiliki buah cinta didalam rahimmu"
"Apakah kita harus melakukannya lagi besok subuh,hye jin?" Tanyaku menggoda hye jin sambil tersenyum genit padanya
"Michinom* (orang gila)" ucap hye jin dan pergi meninggalkanku
"Yaaa!!* (hei) kim hye jin, apa kau tidak takut pergi sendirian ke kamar?" Tanyaku namun hye jin tidak menjawab pertanyaanku
Haahh....
Syukurlah gadis itu tidak ketakutan lagi seperti tadi
Kim hye jin bertahanlah sampai pemilihan direktur real estate rose berakhir
Setelah itu...
Kau bisa menjalani kehidupanmu seperti semula
Maafkan aku telah membuatmu menderita karena harus masuk ke dalam lingkaran gelap dari kehidupan keluarga konglomerat
bersambung....
________________________________________
anyeong chinggu....
maafkan aku yang telat update
terima kasih untuk readers mangatoon yang sudah setia menunggu hyung update
sampai jumpa di next episode 😘😘🙆♂️🙆♂️🙆♀️🙆♀️
__ADS_1