
Kim Hye Jin Pov
Arrghhh!!!
Tamat sudah riwayatku
Hal yang paling aku takuti terjadi di depan mata
Bisa-bisanya aku bertemu dengan richard tepat di hadapan nyonya spencer
Ohhh apa yang harus ku lakukan?
Aku berusaha menutupi wajahku di balik punggung hajung, namun sayangnya richard sudah terlanjur melihatku dengan pertanyaan beruntunnya itu
Berpikir cepat hye jin
Ayo berpikir..
Berpikir...
Berpikir!!!
Aku mengambil kaca mata hitamku dan langsung memakainya di balik punggung hajung
Setelah memakainya, aku berusaha setenang mungkin dan menjawab pertanyaan richard
"WHO...."
"ARE...
"YOU?!" Ucapku ketus sambil menunjuk richard dengan jari telunjukku
"Siapa yang kau panggil hhah?!"
"Kim hye cihh..busunsuriya?*( apa maksudmu?) hhaah..." gerutuku kesal
"Hei...apa kau tidak tahu wajah atasanmu?" Ucapku ketus
"Di divisi mana kau bekerja? Kenapa kau tidak mengenali wajah putri pemilik perusahaan ini?" Tanyaku ketus lagi
"Mungkin kau memiliki kenalan yang mirip dengan wajahku, tapi...lihatlah lebih teliti dengan mata kepalamu! Apakah temanmu memiliki style pakaian yang bagus sepertiku haah?!" Ucapku dengan nada tinggi
"Hei what are you doing? Cepat minta maaf kau salah orang" ucap teman richard mengingatkan
"Ma..maafkan saya nyonya, ini salah saya yang tidak bisa mengenali orang dengan baik" ucap richard dan membuatku merasa bersalah dengan dirinya
Bagaimana mungkin aku membentak pangeran kuda putihku
Isshh....
Kau benar-benar wanita jahat kim hye jin hikss
Aku benci menjadi deok mi
Aku segera pergi meninggalkan yang lainnya dan berjalan dengan sangat angkuh
Meskipun aku tahu bahwa lobby ini sekarang sudah penuh dengan dekorasi mawar merah hidup
Didalam hatiku aku sangat kacau dan berusaha menahan emosi yang ku rasakan saat ini
Aku berhasil keluar dari perusahaan dan masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan oleh sekertaris sin
Di dalam mobil hanya ada aku sendiri dan di sinilah aku bisa berekspresi dalam diam meskipun aku ingin berteriak
Sesampainya di restoran, aku membuka kaca mata hitamku saat duduk bersama dengan nyonya spencer dan hajung
Entah kenapa hajung terlihat seperti menahan tawa saat melihatku melepas kaca mata hitamku
Ia berulang kali membelakangiku dan menutup mulutnya dengan tangannya.
Kelakuan hajung terlihat aneh menurutku. Ia mulai berdehem beberapa kali saat dong il tiba. Entah karena ia grogi saat duduk bersama dengan dong il atau sedang menahan ekspresi tawa saat melihatku
Tidak ada hal aneh di wajahku, seperti sisa lipstick yang menempel di antara gigi-gigiku atau kotoran hidung yang menggantung bebas di lubang hidungku saat aku bercermin di pantulan sendok yang bersih hingga berkilau dan memantulkan bayangan wajahku
Tapi aku tidak tahu apa yang membuat dirinya menahan tawa
Aku berusaha tidak menggubris hajung hingga aku bisa melewati makan siang bersama dengan baik dan untungnya nyonya spencer tidak membahas kejadian di depan lift tadi saat dong il datang untuk bergabung makan siang bersama kami
****
Selesai makan siang, aku kembali ke rumah seo jin dalam keadaan lemas dan tidak bersemangat
Memikirkan kejadian saat aku membentak richard di depan lift.
Richard pasti shock karena aku membentaknya
Apakah aku harus menelepon richard?
Haah...
Tidak-tidak..
Jangan menambah masalah menjadi runyam
Cukup emma saja yang tahu tentang rahasiaku
Aku tidak ingin menambah beban richard jika ia tahu aku berpura-pura menjadi wanita yang telah memberikan beasiswa untuk dirinya
Seo jin membuka pintu kamar dengan kasar lalu menutupnya dengan sedikit membanting pintu
Ia terburu-buru untuk mendengar kejadian hari ini berjalan lancar atau tidak, karena aku tidak menjelaskan pada seo jin melalui telepon dan menyuruhnya untuk segera pulang
Seo jin menilai dari ekspresiku bahwa aku gagal pada pertemuan dengan nyonya spencer kali ini
"Wae...wae?!* (kenapa...kenapa?!)" Tanya seo jin
"Apakah kau gagal meyakinkan nyonya spencer dan membuatnya lebih memilih hajung?" Tanya seo jin
"Ania*(tidak) aku berhasil melakukan presentase" ucapku lemas pada seo jin dengan posisi tengkurap di atas ranjang dan memangku dagu dengan tanganku
"Lalu...ada apa dengan ekspresimu? Kau menyuruhku untuk pulang, apakah terjadi sesuatu?" Tanya seo jin
"Ohh!!...atau jangan-jangan identitasmu ketahuan oleh hajung?" Tebak seo jin
Mwo?!* (apa?!)
Bagaimana bisa ia menebak tepat seperti itu bahwa penyamaranku sudah ketahuan oleh hajung
"Anioo!!!* (tidak!!)" Teriakku untuk menyanggah
"Lalu kenapa kau seperti ini?" Tanya seo jin
"Kau tahu...hampir saja richard tahu identitasku, ia menyapaku dan memanggilku dengan hye jin" ucapku
"Ohh ya tuhan!" Ucap seo jin
Sejak kapan seo jin menyebut nama tuhan ketika ia sedang terkejut? Apakah sekarang ia mulai beribadah?
Tapi aku tidak pernah melihatnya ke kuil atau gereja
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" Tanya seo jin penasaran
"Tentu saja aku menyangkalnya dengan cara membentaknya dan bicara dengan ketus" ucapku pada seo jin dan mengulang lagi caraku bicara pada richard saat di kantor
"....itu yang ku lakukan padanya" ucapku setelah mempraktekan lagi ucapanku pada richard
"Kerja bagus kim hye jin, kau sangat bisa diandalkan" ucap seo jin sambil menepuk bahuku
"Kerja bagus katamu?! Kau tidak mempedulikan perasaanku setelah membentak richard! Aisshhh....jinjja!* (ihh...bener-bener deh!)" Ucapku sambil menyingkirkan tangan seo jin dari bahuku
"Lalu bagaimana dengan richard, ia pasti shock karena aku membentaknya seperti itu, ia pasti kepikiran saat ini karena salah menyapa orang" ucapku
" ia pasti membenciku saat aku bertemu dengannya sebagai hye jin dan enggan menyapaku lagi karena takut salah orang, hikss.." ucapku yang hampir menangis keras
"Tidak akan!!....kau bertemu dia sebagai deok mi dan kau sebagai kim hye jin, tidak tahu apa-apa tentang kejadian ini. Bagaimana mungkin ia membenci kim hye jin karena hal ini" ucap seo jin menenangkanku
"Lagi pula anak ingusan itu, bagaimana bisa ia magang di situ? Seolah tidak ada tempat yang lain untuk dijadikan tempat magang" gerutu seo jin
"Yya*...(hei) kenapa kau menyalahkan richard? Bukan salahnya ia magang di sana, ia berhak magang dimanapun yang ia mau"
"Aissh...jinjja* (aahhh.. benar-benar) ini membuatku gila" ucapku frustasi dan memukul bantal yang ada dihadapanku
Sedangkan seo jin hanya melihatku dan membiarkan diriku merengek seperti anak kecil
****
Keesokan harinya aku berencana untuk bertemu dengan hajung di tempat persembunyiannya
Hajung sudah menyiapkan kamar hotel di daerah liquid street sebagai kantor rahasia untuk mengumpulkan bukti kotor perusahaan hasil dari perbuatan dong il, selain itu hajung memberitahuku untuk langsung ke meja resepsionist dan pegawai di sana akan mengantarku ke kamar hotel yang sudah disiapkan
__ADS_1
Ia mengatakan padaku bahwa apartementnya tidak aman karena takut penguntit yang berada di lobby masih memantau dirinya untuk keluar masuk dari apartementnya
Sehabis makan siang, ia berencana akan datang ke tempat persembunyiannya untuk bertemu denganku
Tentu saja aku mengatakan pada seo jin bahwa aku bertemu dengan emma, dan dia mempercayai ucapanku tanpa curiga sedikitpun
Aku merasa seperti sedang selingkuh dari seo jin meskipun aku hanya berpura-pura menjadi istrinya, berbohong pada seo jin membuat hidupku tidak nyaman
Hampir saja aku tersedak di meja makan tadi pagi dan sulit menelan makanan saat melihat ke arah seo jin jika teringat aku sedang menyimpan rahasia darinya
Bagaimana bisa deok mi selaku istri sah seo jin bisa berselingkuh darinya dan bertemu dengan pria lain tanpa perasaan bersalah sedikitpun
Apakah itu yang disebut playgirl? Tidak memiliki rasa bersalah bertemu dengan lawan jenis padahal ia sudah memiliki pasangan?
Tapi...jika dilihat..
hajung juga senang bertemu dengan lawan jenis dan tidak ada satupun wanita yang ia anggap serius dalam hubungan percintaan
Mereka berdua adalah sepupu, masih memiliki darah yang sama, pantas saja sama sifatnya. yang wanita menjadi playgirl dan yang lelaki menjadi playboy
Bahahaha....
Bravo!!
Alu takjub ketika menyadari hal ini
"Wuahaahhaa....!!" Seruku sambil bertepuk tangan ketika sampai di dalam kamar hotel tempat persembunyian dan masih sendiri sebelum hajung tiba
Belum lama aku tertawa dan heboh sendiri, tiba-tiba pintu terbuka dan hajung telah sampai di kamar hotel, sedang melihatku bertepuk tangan sendiri
Seketika aku berhenti bertepuk tangan dan senyumanku hilang seketika dari wajahku.
Aku merasa malu sendiri karena telah melakukan hal konyol yang membuatku seperti orang bodoh
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya hajung
"Tidak ada" jawabku singkat
"Apakah kau berubah menjadi gila nona kim karena terlalu lama menungguku dan tertawa sendiri?" Ledek hajung
"Ahh..hentikan! jangan meledekku, segera mulai rapatnya" ucapku pada hajung
"Ohhh....gadis peniru ini mulai mencoba untuk menjadi deok mi yang hobi memerintah orang lain" ucap hajung
"Ah..aku lupa untuk memujimu saat rapat kemarin dengan nyonya spencer"
"Kau sangaatt...profesional sekali dalam hal berpura-pura menjadi orang lain, ku kira kau adalah sung deok mi yang asli. Mulai dari cara berjalan, gayamu berpakaian dan riasan di wajahmu serta caramu berbicara, aku hampir tertipu olehmu"
" tapi...saat kau hampir ketahuan oleh temanmu di lift, wajah konyolmu sebagai kim hye jin terlihat jelas dan berusaha ingin bersembunyi di balik punggungku hahaha..." ledek hajung dan suara tawanya bergema di ruangan ini
"Ku..ku kira kau akan tamat kim hye jin..hahaha..."
"Hampir saja aku kelepasan dan akan menertawakanmu"
"Kau tahu..saat kau melepas kaca mata hitammu di restoran? Aku mengingat wajah panikmu saat di lift dan hampir membuatku tertawa di depan nyonya spencer hahahaha..."
"Sangat sulit sekali menahan tawa pada saat itu bhahaha...hampir saja aku tertawa di depan dong il haahahaha..." ucap hajung terlihat bahagia
"Cihh....apakah menurutmu itu lucu?" Tanyaku datar
"Apakah kau seorang psiko merasa bahagia ketika orang lain sedang kesulitan?" Tanyaku lagi
"Berhentilah bicara omong kosong jika kau tidak ingin ku colok matamu agar kau tidak bisa melihat wajah konyolku lagi yang sedang panik" ucapku mengancam dan menodongkan 2 jariku ke arah mata hajung
Seketika hajung berhenti tertawa ketika ia terkejut melihat dua jariku berada di dekat kedua matanya
"Ehem...mian* (maaf) jika ucapanku berlebihan untukmu" ucap hajung lembut
"Haaah...." ucapku menghembuskan napas
"Ini..album foto deok mi bersama para pria lain dengan tanggal yang sama saat transaksi gelap dong il dan...."
"Ini.." ucapku sambil menyerahkan 2 kunci yang aku temukan di ruang kerja deok mi
"Kunci? Untuk apa kau memberikannya padaku?" Tanya hajung
"Entahlah..aku menemukannya di dalam sebuah buku besar dengan kertas yang sudah dilubangi bagian tengahnya untuk menyimpan 2 buah kunci ini" ucapku
"Jika kau bertanya kunci itu untuk membuka apa, aku pun tidak tahu. Hal ini masih teka-teki" lanjutku
"Mungkin aku harus ke rumah deok mi dan berkeliling lagi untuk mencocokkan kunci ini dengan sesuatu, entah ruangan ataukah lemari untuk menyimpan sesuatu yang penting"
"Tapi kau tahu, ini akan sangat sulit berkeliling ke rumah deok mi jika tidak ingin dicurigai oleh dong il ataupun istrinya" ucapku
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu nona kim, aku hanya memintamu untuk memberitahuku jika dong il berbuat sesuatu yang mencurigakan"
"Berkeliling di rumah deok mi tanpa mengetahui apa yang dicari akan sangat beresiko bagimu"
"Untuk saat ini kita akan memulainya dari album foto ini dan mencocokkannya dengan kegiatan dong il" ucap hajung
"Ah...aku ingat, kemarin, aku meminta sekertaris sin untuk mencetak jadwal kegiatanku selama satu tahun ini"
"Dan kau mendapatkannya?" Tanya hajung
"Nne* (iya)" ucapku singkat
"Apakah sekertaris sin tidak curiga padamu?" Tanya hajung
"Curiga? Untuk apa? Dia adalah sekertarisku dan aku adalah bosnya untuk apa ia berani bertanya padaku tentang alasan aku meminta jadwalku padanya?"
"Hanya satu hal yang aku tahu setelah aku hidup sebagai deok mi" ucapku
"Apa itu?" Tanya hajung
"Tidak ada satupun bawahan deok mi yang berani menentang perintah dan kemauan deok mi jika ia ingin hidup damai" ucapku
"Kau tahu ketua pelayan rumah seo jin, deok mi selalu saja membuat masalah dan ketua pelayan itu menjadi bulan-bulanan sepupumu karena ia lebih loyal kepada seo jin dari pada dirinya"
"Yang aku tahu deok mi adalah ratu dari segala ratu, jika ia memiliki keinginan harus segera dipatuhi dan dilaksanakan. Mungkin jika ia adalah ratu pada era jeoson sudah banyak kepala orang yang dipenggal olehnya" ucapku dengan antusias
"Wahh...aku tidak menyangka kau sangat memahami sifat dan karakter deok mi. Pantas saja kau lihai berpura-pura menjadi dirinya" ucap hajung menyindir
"Baiklah..sekian basa-basinya dan segera selesaikan tugas kita untuk menelusuri tanggal di album tersebut" ucapku dan langsung duduk membantu hajung
Aku membuka laporan transaksi perusahaan dan mencocokannya dengan tanggal yang tertera di bawah foto deok mi bersama teman kencannya
Tapi anehnya foto deok mi bersama teman kencannya ini menunjukkan waktu diambil di hari yang sama saat jadwal deok mi rapat dan tanda tangan deok mi di laporan keuangan
Bagaimana bisa deok mi melakukan 2 kegiatan yang berbeda di waktu dan hari yang sama?
Seharusnya deok mi menghadiri rapat, namun nyatanya ia pergi kencan dengan teman prianya, itu artinya seseorang menggantikan deok mi dan memalsukan tanda tangan deok mi di laporan keuangan ini serta membuat seolah-olah deok mi menghadiri rapat tersebut tapi sebenarnya deok mi tidak datang ke rapat tersebut
Hemm....
Hal ini membuatku bingung, begitu pula dengan hajung, selama ini yang ia tahu, deok mi memang jarang ke kantor tapi semua tugasnya terselesaikan dengan baik
Pegawainya hanya tahu bahwa deok mi sibuk menghadiri rapat dan mencari project baru
"Hmm...baiklah aku akan mencocokannya dengan data laporan transaksi gelap milik dong il" ucap hajung
Aku penasaran dengan data transaksi gelap milik dong il yang dimiliki hajung
Dari mana ia mendapatkannya?
Apakah ia memiliki mata-mata di sekitar dong il?
Entahlah...dunia konglomerat merupakan hal mengerikan di dunia ini bahkan dindingpun dapat berbicara dengan sendirinya tanpa disadari jika tidak berhati-hati
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat ketika aku berada di dalam kamar berdua dengan hajung untuk mencari bukti permainan kotor dong il
Dan hajungpun tertidur di atas meja dengan keadaan laptop yang masih menyala
Leherku terasa kaku karena terlalu lama menunduk dan melihat tumpukan kertas
Aku menatap hajung sebentar dan mengambil selimut lalu meletakkan di punggungnya agar ia tidak kedinginan
"Apakah kau selalu seperti ini disaat kau sedang bekerja lembur?" Tanyaku dengan suara pelan pada hajung yang sedang tertidur
"Hhmmm...kau terlihat lebih manusiawi jika tertidur dengan wajah tanpa dosa seperti ini" ucapku lagi sambil tersenyum
Tentu saja aku tidak mengharapkan hajung membalas ucapanku
Akan menjadi aneh jika ia mendengar apa yang ku ucapkan barusan
Setelah aku mematikan laptop hajung, aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahku agar terlihat lebih segar sebelum pulang ke rumah seo jin
Aku mendengar suara seseorang sedang menangis dan meminta maaf padaku beberapa kali
Awalnya suara itu pelan namun semakin lama suara itu jelas terdengar di telingaku dan aku pun tersadar bahwa suara itu adalah suara hajung
__ADS_1
Seketika aku keluar dari kamar mandi dan melihat hajung sedang mengigau. Ia beberapa kali meminta maaf dan menyebut namaku
Keringat dingin mulai mengucur deras di dahi hajung. Ia terlihat seperti sedang bermimpi buruk.
Aku memutuskan untuk membangunkannya
"Hajung-ssi..." panggilku pada hajung dan belum membuatnya sadar dari mimpinya
"Mian...*(maaf)" igau hajung
"Hajung-ssi....hajung-ssi" panggilku beberapa kali sambil menyentuh lengannya
"Andwe* (jangan)...haa" ucap lagi hajung yang sedang mengigau
"Hajung-ssi bangunlah"
"Lari kim hye jin jebal* (ku mohon)" ucap hajung lagi dan membuatku semakin penasaran
Sebenarnya apa yang sedang ia mimpikan saat ini?
Kenapa ia memanggil namaku?
"Hajung-ssi!!" Panggilku dengan suara agak tinggi dan berhasil membuat hajung terbangun
"Haaah...haah...haah..."
Suara napas hajung terdengar berat saat ini
"Neo...gwaenchana?* (kau...baik-baik saja?)" Tanyaku ke hajung dengan perasaan khawatir ketika aku melihat ekspresi dari wajahnya
Hajung menatapku dengan mata berkaca-kaca dan sesuatu yang membuatku terkejut terjadi
Hajung tiba-tiba memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya
"Kim hye jin......" panggil hajung
Hajung seketika memeluk diriku dengan sangat erat dan masih memanggil namaku
Seolah ia bersyukur melihat diriku dalam keadaan baik-baik saja
Aku yang sedang kebingungan saat ini membiarkan hajung memeluk erat tubuhku di dalam dekapannya
*****
SUNG HAJUNG POV
Entah sudah berapa lama aku tertidur di atas meja saat mencari beberapa kejanggalan dokumen transaksi perusahaan dengan dokumen transaksi gelap dong il yang aku punya dari mata-mataku yang bertugas untuk mengintai dan berada di dekat dong il
Kegiatan ini membuat kedua mataku lelah dan memutuskan untuk memejamkan mata sebentar karena akhir-akhir ini aku tidak tidur dengan nyenyak namun nyatanya aku tertidur di atas meja dan mimpi buruk itu datang lagi
Saat kejadian yang membuat hye jin hampir terbunuh olehku, setiap malam aku selalu mengalami mimpi buruk yang sama dan selalu menyerang hye jin
Ekspresi kesakitan gadis itu terlihat jelas dalam pikiranku dan hal itu membuatku sesak hingga kesulitan untuk bernapas
Entah ini kenyataan atau mimpi, aku nyaris tidak bisa membedakannya.
Apakah penyakit mentalku semakin parah dan jika dibiarkan sesuatu yang buruk akan terjadi?
Hingga aku melihat gadis itu sedang duduk di hadapanku dengan ekspresi wajah khawatir bukan ekspresi kesakitan atau putus asa karena kesulitan bernapas
Aku memegang wajah gadis itu untuk memastikan bahwa gadis itu nyata dan bukan sekedar imajinasi
Aku merasakan hangat saat memegang kedua pipi gadis yang mirip dengan sepupuku
Aku mendengar suara gadis itu dengan jelas yang bertanya tentang keadaanku saat ini
Aku merasa lega bahwa aku telah terbangun dari mimpi buruk dan memeluk tubuhnya yang mungil
Aku menyebut nama gadis itu sambil berharap mimpi buruk itu tidak menghantuiku lagi
"Hajung-ssi...neo gwaenchana? *(kamu baik-baik saja?)" Tanya hye jin lagi tepat di samping telingaku
"Nne* (ya) terima kasih karena telah membangunkanku kim hye jin" ucapku
Hye jin membiarkanku untuk memeluk dirinya sampai keadaanku tenang
Hingga beberapa menit dalam posisi seperti ini tanpa bicara satu patah katapun
"Apakah mimpimu sangat menyeramkan?" Tanya hye jin tiba-tiba memecah kesunyian
"Iya...dan itu terlihat sangat nyata bagiku, mianhae* (maaf) hye jin-ssi" ucapku dan meminta maaf padanya
"Sudah ku bilang padamu beberapa kali untuk meminum obat yang aku berikan padamu agar kau lebih tenang" ucap hye jin mengomeliku dan melepas pelukan
Aku menatap gadis yang berada di hadapanku sedang memarahiku seperti anak kecil
"Tunggu sebentar, aku akan mengambilkanmu obat yang diberikan dokter pada malam itu" ucap hye jin dan pergi mengambil tasnya yang berada di atas tempat tidur
"Untung saja aku membawa obat ini kemana-mana" gerutu hye jin
"Ini..minumlah agar kau merasa lebih tenang" ucap gadis itu dan memberikan segelas air putih dan obat penenang
Gadis itu menatapku ketika aku sedang meminum obat dan setelah meneguk habis air putih yang ada di gelas itu, hye jin meminta gelas kosong untuk diberikan kepadanya
"Kau mau tambah air lagi, hajung?" Tanyanya
Aku menggelengkan kepalaku pertanda sudah cukup dengan air yang ku minum tadi
"Apa kau sungguh benar-benar dalam keadaan baik?" Tanya hye jin meyakinkan
"Aku akan baik-baik saja setelah beristirahat" ucapku
"Baiklah kau harus beristirahat kita bisa melanjutkannya besok" ucap gadis itu dan beranjak dari posisi duduknya
Aku menahan hye jin dengan menggenggam pergelangan tangannya
Bermaksud untuk menahannya agar tidak pergi meninggalkanku
"Jangan tinggalkan aku hye jin, bermalamlah di sini menemaniku" ucapku pada hye jin
Hye jin hanya menatapku dengan heran
"Aku takut mimpi buruk itu datang lagi dan tidak ada seorangpun yang membangunkanku" ucapku pada hye jin berharap ia bisa menemaniku saat ini
Malam ini aku tidak ingin sendiri jika pun mimpi buruk itu datang lagi, setidaknya saat aku bangun, aku bisa melihat gadis ini dalam keadaan baik-baik saja dan hal ini membuat hatiku merasa tenang
Tidak ada jawaban dari hye jin saat aku memintanya untuk menemaniku malam ini
Hye jin hanya menatapku beberapa menit dan ia memegang tanganku dan menggenggam lenganku
"Berbaringlah..aku akan menunggumu hingga terlelap dan ku pastikan akan membangunkanmu jika kau mengalami mimpi buruk lagi" ucap gadis yang seperti cahaya bagiku
Hye jin membantuku berdiri dari kursi kemudian ia membantuku untuk merebahkan tubuhku di atas tempat tidur
Aku menatap wajah hye jin saat berbaring di atas tempat tidur
"Bagaimana mungkin kau bisa tidur terlelap jika terus menatapku seperti itu" Ucap hye jin dan membuatku tersenyum
"Pejamkan matamu, besok pagi aku ingin bicara padamu" ucap hye jin
"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan hye jin?" Tanyaku
"Mmm...ada. setelah melihat keadaanmu yang seperti ini" ucap hye jin
"Aissh...ku bilang tutup matamu dan berhenti menatapku" omel hye jin dengan galak namun membuatku tertawa karena ekspresi konyolnya
"Araseo...araseo* (aku mengerti..aku mengerti)" ucapku sambil tersenyum dan memejamkan mata menuruti perintah hye jin
Hingga aku tidur terlelap dengan hye jin yang sedang duduk di samping tempat tidur tanpa aku harus bermimpi buruk lagi hingga keesokan harinya
___________________________________
hallo everything kesayangan hyung eeaaa
berjumpa lagi dengan hyung joba
sebelumnya hyung mau minta maaf yang hanya sanggup update 3 episode selama seminggu ini
pengen banget ngejar nulis tapi apalah daya tugas utama kehidupan sedang numpuk dan harus diselesaikan
buat kalian yang merayakan natal, selamat hari natal ya, meskipun dimasa pandemi ini semoga sukacita dan kedamaian selalu bersama dengan kalian 🤗🤗
happy long weekend untuk semuanya
dan tetep semangat juga bagi kalian yang tetep ngebabu di hari libur panjang ini (sama kok..hyung juga ngebabu meskipun ini libur panjang, apa tuh ya libur tanggal merah? kagak ada di kamus kehidupan hyung ehhe...🐥)
untuk kalian pembaca setia novel ini, hyung ucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang udah sabar nunggu hyung update
terharu aku tuh sama kalian 😭😭
__ADS_1
meskipun mata udah 5 watt karena lelah kerja jadi upik abu demi melayani masyarakat, tapi saat inget kalian yang lagi nunggu cerita hyung, ehh...berasa ada kobaran api di punggung biar lebih semangat gitu buat nulis...
pokoknya kalian the best dah. kesayangan hyung banget, kalo ga ada kalian, aku mah apa atuh....