Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 112


__ADS_3

'Plok plok plok'


Sempat ada keraguan saat aku maju ke depan, karena tidak terlalu mendengar ucapan ketua rektor dengan seksama, aku terenyuh dalam lamunanku sendiri


Aku menyadari saat seorang temanku memukul bahuku dari belakang dan mendorongku agar segera maju ke depan


Seo jin menatapku yang sepertinya yang sudah tahu aku dalam keadaan linglung


"Hahaha..selamat kim hye jin kau memang mahasiswi beasiswa yang berprestasi" ucap ketua rektor menjabat tanganku dan menepuk perlahan bahu


"Kepada tuan park seo jin dipersilahkan untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswi dengan gelar cumlaude lainnya yaitu kim hye jin" ucap mrs. Smith


"Mahasiswa dengan gelar cumlaude kim hye jin memiliki nilai yang hampir semuanya mendapatkan nilai A di setiap mata kuliahnya dan mampu mempertahankan nilainya sejak di semester awal....bla bla bla" ucap mrs. Smith yang sedang menjelaskan history pencapaian nilaiku sejak awal hingga aku layak meraih gelar cumlaude


Aku menerima tropi penghargaan yang diberikan seo jin kepadaku


Seo jin tersenyum padaku layaknya seorang ayah yang bangga karena anaknya mendapatkan nilai yang nyaris sempurna


"Kerja yang bagus hye jin" ucap seo jin menjabat tanganku sambil tersenyum sumringah


"Silahkan berdiri berdampingan agar dilakukan foto bersama" ucap mrs. Smith kepadaku dan seo jin


Seo jin berdiri di sampingku dan tersenyum senang saat kami melakukan foto bersama


"Hadiahmu sebentar lagi tiba hye jin, ku harap kau bisa bersenang-senang dengan temanmu yang lain" ucap seo jin membisiku saat kami selesai berfoto


Aku melirik ke arah seo jin dan sedikit penasaran apa hadiah yang dia maksud


Namun pada akhirnya aku mengerti apa hadiah yang dimaksud oleh seo jin


Saat acara yudisium akan berakhir, tiba-tiba muncul teriakan para mahasiswa


"Kyaa...lihat!!" Seru mahasiswi berteriak


"Mereka adalah anggota fatamorgama band kyaa!!!"


Tak lama suara musik keras mulai mengelilingi aula dan teriakan girang para mahasiswa dan mahasiswi bergema


"Tell me, is your father a good man..."


"This is how it goes dum dim dam dam.."


"Watching it unfold, playing my own role... dam dim dam..."


Para mahasiswa nyanyi bersama dengan band idola mereka


Apa yang dikatakan jenifer benar, teman-teman kampusku akan menyukai jika melihat band idolanya bernyanyi di kampus untuk merayakan hari kelulusannya


Baguslah jenifer berhasil meyakinkan seo jin untuk mengabulkan proposal permintaan dana untuk mengisi acara kelulusan, pikirku....


"Tepuk tangan yang meriah untuk kim hye jin karena telah mengundang kami di acara kelulusan kalian hari ini..." ucap vokalist fatamorgana band


Seketika suara sorak senang dari angkatan kampus menuju ke arahku dan jenifer menghampiriku


"Wwwooo..."


"Thanks hye jin karena telah mengundang fatamorgana ke sini dan membuat acara kelulusan kami lebih bermakna" ucap jenifer dari belakangku dan merangkul bahuku yang sedang kebingungan


"Aku mengundang mereka?!" Seruku


"Bukankah band ini datang karena proposal permintaan dana untuk acara kelulusan di terima oleh ketua yayasan?" Tanyaku


"Tidak kim hye jin, bahkan proposal itu belum sempat di revisi ulang dan diserahkan kembali ke ketua yayasan" ucap jenifer


"Apa kau bilang? Tapi aku sudah memastikan proposal yang kau berikan padaku sampai di tangannya" ucapku


"Yaa!! Kau benar, proposal itu telah sampai ke ketua yayasan dan telah dibaca olehnya secara detail"


"Tapi saat aku pergi ke kantornya, bukan persetujuan darinya, melainkan ia mendadak menjadi dosen killer yang sedang mengajariku" ucap jenifer


"Dosen?" Tanyaku ulang penuh tanda tanya


"Aku tidak akan pernah menyangka bahwa ketua yayasan yang baru adalah orang yang kritis dan sangat teliti, sangat berbeda jauh dengan sifat ketua yayasan yang lama" ucap jenifer


"Ia bahkan tahu letak di mana aku melakukan kesalahan typing, halaman berapa, paragraf yang mana dan ada beberapa kesalahan dalam penghitungan jumlah dana permintaanku"


"Terlalu banyak revisi yang ku terima dan bertemu dengannya saja sudah sangat sulit"


"Jadi aku dan tim memutuskan untuk menyerah meminta dana padanya"


"Aku lebih menerima apa adanya, merayakan hari wisuda dengan hikmat tanpa adanya pesta sorak ramai kesenangan dari teman-teman"


"Tapi... aku tidak akan menyangka bahwa hari ini, kau membawa mereka kyaaa...." seru jenifer mengguncang-guncangkan tubuhku


"Kau tahu jenifer, aku tidak terlalu tahu..."


"Kyaaa!!!" Teriakan senang salah satu mahasiswi membuatku berhenti bicara dan reflek menutup telinga


jenifer terlihat sumringah dan justru mengabaikan ucapanku karena sedang bernyanyi bersama melantunkan alunan lagu band favoritenya


Beberapa mahasiswi angkatan tahun ini tampak menghampiriku dan bernyanyi


Karena lagu mereka sering diputar di mana-mana, secara tidak langsung aku menjadi hafal dan justru ikut menyanyi


Apakah ini yang dimaksud hadiah kelulusan dari park seo jin?


Ahh....entahlah yang pasti aku senang dengan suasana saat ini


Bernyanyi bersama dengan teman-teman kampus dan merayakan bersama hari kelulusan, seolah semua terbayarkan dengan apa yang telah ku perjuangkan demi mendapat gelar sarjanaku


Setelah selesai pertunjukkan band fatamorgana, semua tamu yang hadir di aula, mulai kembali ke tujuannya masing-masing


Aku mencari keberadaan park seo jin, berniat untuk mengucapkan terima kasih karena memberikanku kenangan bahagia bersama teman-teman kampusku sebagai hadiah hari kelulusan kami


Tapi...


Aku tidak menemukan batang hidungnya dan justru bertemu dengan emma yang membawa sebuket bunga di luar aula


"Kim hye jin!!" Teriak emma memanggilku


Aku berlari kecil menghampirinya, ia memelukku dengan erat dan mencium pipiku beberapa kali hingga membuatku risih


"Emma hentikkan!" Teriakku


"Waa....finally kim hye jin!!"


"Kau menjadi seorang sarjana wooo!!!" Heboh emma loncat kegirangan


"Kenapa kau ke sini? Bukankah kau harusnya sedang berada di kantor saat ini?" Tanyaku


"Apakah kau bodoh? Sahabatku satu-satunya sedang wisuda hari ini, bagaimana mungkin aku tidak merayakannya bersamamu?!!" Seru emma


"Ha..."


"Hahaha....thank you so much my bestiee" balasku ke emma agar bisa mengimbanginya


"Apakah itu bunga untukku?" Tanyaku sumringah


"Waaa....emma kau sangat romantis pada sahabatmu sendiri" ucapku


"Apa kau sedang menyindirku?" Tanya emma


"Temanmu hanya memberikanmu bunga saja tapi kekasihmu jauh lebih romantis" lanjut emma


"Hemm...kekasih? maksudmu??" Tanyaku


'BUK!!'


"Awww...." teriakku kesakitan saat emma memukul keras punggungku

__ADS_1


Entah kenapa sepertinya gaya marah emma sudah mirip seperti gaya marah temanku yang berada di korea


Mereka sering memukul keras bahu atau punnggug temannya sendiri jika merasa kesal atau marah


Ataukah emma terlalu sering menonton drama korea sehingga ia menirunya?


Ahh lupakan!


Yang jelas pukulan emma cukup membuatku sakit


"Kenapa memukulku!!" Teriakku


"Kim hye jin kau benar-benar sedang mengejekku" ucap emma


"Apa kau pikir aku tidak tahu kau sekarang sudah memiliki seorang kekasih? Meskipun kau tidak menceritakannya padaku?!" Seru emma


"Kita ini teman...tapi kau masih saja tidak menceritakan semuanya padaku dan masih berbohong" lanjut emma


"Apanya yang bohong?! Aku memang bicara terus terang padamu, aku tidak memiliki kekasih" ucapku membela diri


"Cih....jadi kau tidak menganggap tuan muda tampan yang menjabat sebagai CEO itu bukanlah kekasihmu?" Tanya emma


"Emma...kita sudah pernah membahasnya, kau juga sudah tahu ceritanya dariku" ucapku mengingatkan kembali pertemuan terakhirku dengan hajung saat di hotel


"Sudah ku bilang padamu, ia marah karena kau tidak mengingat setiap detail saat kau berhubungan in**m dengannya"


"Aku juga jadi dirinya akan merasa marah karena kau melupakan puncak kenikmatan setiap...."


"Emma diam.." ucapku memekik sambil menutup mulut emma rapat-rapat dengan telapak tanganku


Entah kenapa gadis ini tidak bisa melihat sekitarnya terlebih dahulu jika ingin membicarakan sesuatu hal yang bersifat privasi


Aku tahu ini amerika, orang lain tidak akan peduli apapun yang akan dilakukan selama tidak mengganggu kenyamanan publik


Hanya saja aku masih belum terbiasa dengan semua ini dan budaya timurku masih melekat di dalam diriku


"Sudah ku bilang untuk tidak membahas masalah privasi seperti itu jika kita sedang berada di luar" ucapku ke emma


"Ok baiklah, aku lupa jika kau tidak menyukainya" ucap emma saat aku melepas mulutnya


"Ini..." ucap emma sambil memberikan amplop putih kepadaku


"Apa ini?" Tanyaku


"Aku menemukannya di kotak surat apartementmu saat aku sedang mengambil undangan untuk menghadiri wisudamu"


"Kenapa kau sangat tidak rajin mengambil surat-surat itu haah?!"seru emma


"Kotak suratmu sudah mulai penuh dan mulai berceceran di lantai, bagaimana jika ada seseorang yang mengambilnya dan tidak sengaja membuangnya?"


"Ahh...paling juga hanya tagihan listrik dan rapat bulanan penghuni apartement" ucapku santai


"Aku tidak bersosialisai dengan penghuni apartement lainnya dan untuk tagihan listrik, seo jin yang sudah mengurusnya karena aku hanya menumpang di gedung apartement miliknya"


"Tapi tetap saja kau harus merapikam semua surat-surat itu bodoh" ucap emma kesal


"Oh iya sebelumnya aku sudah membaca surat itu terlebih dahulu karena amplop putih itu terlihat elegan dan membuatku penasaran dengan isinya hehe... ucap emma yang membuatku melirikkan mataku dan mencibirnya


"Ku rasa surat itu dari tuan muda tampan itu" ucap emma


Dengan cepat aku membaca surat yang dibawa dari emma


"Haah...kau mendapat ajakan makan malam romantis di hotel bintang 5 dari kekasihmu sebagai hadiah kelulusan"


"Betapa aku merasa iri padamu kim hye jin"


"Seandainya aku juga memiliki kekasih kaya raya yang sangat mencintaiku, aku bersedia melakukan apapun untuk dirinya" oceh emma saat aku membaca isi surat yang ditujukan untukku


"Kenapa hajung memilih untuk menulis surat jika ia ingin bertemu denganku?" Tanyaku setelah selesai membaca isi surat


"Ia bisa menghubungiku melalui telepon atau bisa langsung menemuiku" ucapku


"Mmm...mungkin tuan muda tampan itu ingin membuat sesuatu yang berbeda" tebak emma


"Jika ia langsung menemuimu atau menghubungi melalui telepon, itu sama saja dengan kencan biasa" ucap emma


"Tapi ini masih tidak masuk akal bagiku" sanggahku pada emma


"Baiklah kalau begitu bagaimana jika tuan muda tampan itu merasa canggung padamu karena sudah lama ia tidak menghubungimu" ucap emma memberikan pendapatnya


"Bisa saja ia ingin memberikan suprise kepadamu sebagai permintaan maafnya karena selama ini kau di ghosting olehnya" ucap emma lagi


"Tapi...aku mengenal betul sifat hajung, ia adalah pria yang tidak tahu malu"


"Jika ia ingin menyampaikan sesuatu, ia lebih senang bertemu denganku secara langsung dan bertanya padaku apa keinginanku"


"Ia adalah orang yang tidak terlalu senang dalam memberikan suprise kepada seseorang" ucapku menjelaskan ke emma


"Oh god!! Bisakah kau tidak perlu memikirkannya hingga sejauh itu?" Ucap emma


"Lalu jika bukan hajung, siapa lagi orang yang dekat denganmu hingga mengajakmu makan malam bersama untuk merayakan hari kelulusanmu?"


"Apapun caranya, orang yang menulis surat ini memiliki niat baik terhadapmu, bisakah kau tidak curiga seperti ini?!" Seru emma


"Sekarang pulanglah dan percantik dirimu untuk acara makan malam nanti" ucap emma sambil mendorongku agar segera bergegas pergi dari kampus


Aku menuruti ucapan emma dan bergegas kembali ke apartement untuk bersiap-siap menghadiri restaurant mewah di hotel bintang 5 sesuai isi pesan surat tersebut


Sebenarnya aku ingin mengatakan pada emma jika aku berniat untuk kembali ke kampung halamanku setelah lulus kuliah


Tapi karena surat ini, aku mengurungkan niatku karena melihat diri emma yang bersemangat untuk mempercantik diriku


Emma memilihkanku pakaian di dalam lemari bajuku namun menurutnya tidak ada yang cocok dengan tema makan malam romantis


Emma memilih kembali ke apartementnya dan meminjamkan beberapa pakaian elegantnya


Meskipun postur tubuh emma lebih tinggi dariku, setidaknya ukuran baju aku dan emma adalah sama


Jadi saat aku memakai dress mini milik emma, aku tidak terlalu khawatir akan membuat pahaku terekspos bebas


"Nahh....jika kau berdandan seperti ini, aku yakin tuan muda tampan itu akan tercengang melihat kecantikanmu" ucap emma setelah selesai mempercantik diriku


"Mm...emma sebenarnya ada hal yang ingin ku sampaikan padamu" ucapku mencoba bicara pada emma


"Katakanlah" ucap emma sambil menyisir rambutku


"Setelah lulus kuliah aku berencana untuk kembali ke kampung halamanku yaitu korea" ucapku langsung


"Berapa lama kau akan pulang kampung? Kau ingin merayakan kelulusan dengan keluargamu kan?" Tanya emma


"Mungkin aku tidak akan kembali lagi ke sini dan akan menetap di sana" ucapku dan membuat emma terkejut hingga menjatuhkan sisirnya


"Kim hye jin..." panggil emma


"Apa kau masih tidak bisa melupakan masa lalumu?"


"Apa kau masih mengingat hal buruk jika menetap di chicago?" Tanya emma


"Tidak emma hanya saja..." ucapku


"Hanya saja aku ingin kembali ke rencana semulaku saat pertama kali aku menginjakkan kakiku di chicago" ucapku menjelaskan ke emma


"Setelah lulus dari kuliah, aku ingin kembali ke korea dan bekerja di sana, bertemu dengan keluargaku satu minggu sekali jika aku bekerja di seoul" ucapku pada emma


"Tidak ada hubungannya dengan kejadian buruk yang terjadi padaku di masa lampau"


"Apa kau sudah membicarakan hal ini ke hajung?" Tanya emma


Aku sejenak terdiam saat emma menyebut nama hajung

__ADS_1


"Dan kau sudah memberitahu juga ke CEO kantorku, tuang seo jin?" Tanya emma lagi


"Aku akan memberitahunya setelah aku menyerahkan kunci apartement miliknya" ucapku pada emma


"Kunci?" Tanya emma


"Mm..perjanjianku dengan seo jin sudah berakhir setelah aku lulus kuliah dan ia juga sudah tidak berkewajiban lagi mengirimiku uang setiap bulan untuk biaya pengobatanku serta uang kehidupanku sehari-hari" ucapku mengingatkan emma


"Jadi...apa kau berencana ingin mengatakan pada hajung malam ini?" Tanya emma


"Mungkin iya, karena aku dan hajung sudah lama tidak bertemu"


"Ia memilih menghilang dan menjauhiku setelah kejadian di hotel itu" ucapku pada emma


"Dan sekarang ini adalah kesempatanku untuk memberitahu hajung tentang rencanaku yang akan kembali ke pulau hangan" ucapku


Emma terdiam menatapku dengan mata berkaca-kaca


"Emma..bukan berarti aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di sini" ucapku menghibur emma agar tidak merasa sedih


"Kau juga tidak berniat akan tinggal di sini selamanya kan hingga kau menua?" Tanyaku pada emma


"Aku yakin kau juga rindu akan kampung halamanmu tapi..bukankah hidup adalah sebuah pilihan?" Tanyaku


"Aku sudah menyelesaikan semua masalahku di sini, tidak ada lagi sesuatu hal yang mengikatku"


"Aku bisa berdamai dengan masa laluku yang buruk dan telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan studiku hingga aku wisuda"


"Ku rasa ini saatnya aku memilih kehidupanku berjalan seperti apa"


"aku memilih kembali ke pulau hangan dan menghabiskan kehidupanku di sana lalu memulai awal baru sebagai kim hye jin yang sudah menjadi sarjana" ucapku tersenyum


"Bukankah sebagai sahabat yang baik seharusnya saling mendukung keputusan yang telah dibuat?" Tanyaku


"Aku tahu kau bisa bebas memilih kehidupan apa yang akan kau jalani" ucap emma


"Jika kau sudah membuat keputusan berdasarkan kemauan dirimu sendiri, aku tidak bisa berbuat apapun lagi hye jin"


"Meskipun aku akan sangat merindukanmu dan bergurau bersamamu, tapi aku yakin keputusan yang telah kau buat bertujuan untuk mencapai kebahagiaanmu" ucap emma dan menitikkan air mata


Aku memeluk emma dengam erat


"Terima kasih emma, karena kau terus berada di sisiku dan menerima segala apapun keadaanku sebagai seorang teman" ucapku


"Hikss...sial kau, kenapa kau membuatku menjadi sulit untuk melepasmu?" Ucap emma sambil memukul bahuku


"Aku harap kau memiliki hati nurani sedikit kepadaku dan mengubah keputusanmu untuk tetap di sini"


"Kau tahu, aku sudah menjadwalkan list liburan kita saat kau lulus nanti, tapi..."


"Jika kau sudah memutuskan untuk kembali ke kampung halamanmu,apa lagi yang bisa ku perbuat" ucap emma


"I am so sorry emma" ucapku


"That's ok, aku akan menghargai segala keputusanmu hye jin selama kau merasa bahagia" ucap emma


"Berhentilah menangis, make up nanti luntur, jangan sampai kau terlihat seperti orang yang sedang dicampakkan"


"Jika tuan muda tampan itu telah mengabaikanmu setelah kejadian di hotel, kini saatnya kau balas dendam hye jin"


"Katakan kau akan kembali ke pulau hangan dan tidak akan kembali ke sini lagi untuk selamanya"


"Aku yakin ia pasti menyesal karena telah mengabaikanmu selama ini dan bertekuk lutut di hadapanmu" oceh emma


"Hahaha...emma kenapa imaginasimu bak drama haah?" Tanyaku


"Lagi pula siapa bilang aku tidak akan kembali ke chicago?"


"Suatu hari jika aku mendapatkan cuti di tempat kerjaku, aku akan berlibur ke sini dan menemui dirimu" ucapku pada emma


"Aku sudah memegang janjimu, jadi kau harus menepatinya" ucap emma sambil membuat janji jari kelingking


*******


Saat aku berada di halte untuk menunggu bus tiba, datanglah sedan hitam dan berhenti tepat di hadapanku


Tak lama seorang pria dengan setelah jas hitam menghampiriku dan menanyakan kebenaran namaku


"Apakah anda nona kim hye jin?" Tanya pria dengan setelan jas hitamnya


Aku mengernyitkan keningku seolah aku merasa pernah mengalami hal ini namun aku telah melupakannya


Ingatan lama yang tampaknya enggan untuk ku ingat kembali


Tapi bodohnya aku mengiyakan pria paruh baya yang ada di hadapanku


"Benar, aku adalah kim hye jin" ucapku


"Silahkan masuk ke dalam nona, saya akan mengantarkan hingga sampai di tujuan anda" ucapnya lagi


"Excuse me but, i don't know who you are" ucapku pada pria dengan rambut cokelatnya


Sejenak pria itu terdiam sebentar dan memandangku


"Apakah nona akan berpergian ke restoran wolfgang?" Tanya pria berjas hitam itu


"Yes..." ucapku yang awalnya ragu namun mulutku menjawab dengan sendirinya


"Apa kau orang suruhan hajung?" Tanyaku pada pria itu


"Aku akan mengantar anda untuk merayakan hari kelulusan anda di restoran wolfgang" ucapnya sambil membukakan pintu mobil penumpang


Tanpa ada perasaan curiga lagi, aku masuk ke dalam karena pikirku hajung yang menyuruh pria ini untuk menjemputku


Mungkin untuk menghemat waktu, ia tidak sempat menjemputku sendiri karena jadwalnya yang sibuk sehingga ia menyuruh orang lain untuk menjemputku


Hingga tibalah aku di restoran yang dituju, namun aku belum melihat hajung saat pramusaji mengantarku ke meja makan yang sudah diatur oleh pihak wolfang


"Apakah anda ingin menu pembuka sambil menunggu teman anda, nona?" Tanya pramusaji dengan ramah


"Ahh...yes, I want it, thanks before" ucapku tersenyum


Beberapa menit kemudian, pramusaji muncul sambil membawakan makanan appetizer sebelum hidangan main course


"Ini adalah appetizer andalan restoran kami yaitu abalone saute french caviar, silahkan dinikmati nona" ucap pramusaji itu dan aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku saja saat dia menjelaskan nama makanan appetizer itu


Ku rasa jika aku disuruh untuk mengulang untuk menyebut nama makanan appetizer ini, aku tidak akan hapal


"Ahh...no! I don't drink" ucapku reflek saat pramusaji itu hendak menuangkan wine ke dalam gelas kosongku


Pramusaji itu tampak terkejut saat aku bicara sedikit keras kepadanya, namun beberapa detik kemudian ia tersenyum kembali padaku


Saat pramusaji itu telah meninggalkanku, aku mulai menikmati hidangan appetizer sambil menunggu hajung tiba


Aku menikmati pemandangan langit malam dari lantai 40 dan melihat kerlap-kerlip lampu berhias dengan sangat cantik


Sambil tersenyum, aku melahap hidangan appetizer tadi hingga habis


Aku mendengar suara sepatu hak tinggi yang sepertinya menghampiri diriku


"Apa kau menikmati makanannya kim hye jin" ucap seseorang dengan ramah sambil duduk di hadapanku


Perhatianku kini beralih yang semula memandangi kerlap-kerlip lampu, kini justru memandang seseorang yang baru saja tiba di hadapanku


Saking terkejutnya aku melepas alat makanku ke atas piring dan tertegun menatapnya


Kenapa bukan hajung yang datang?


Kenapa justru dia yang datang?

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi?


Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku


__ADS_2