
haloha...happy reading ^^
Park Seo Jin Pov
Malam ini aku berencana akan pergi ke rumah sakit untuk menjemput kim hye jin
Gadis itu tidak meneleponku seharian melainkan mengirimiku pesan dengan isi tulisan 'kabari aku jika kau sudah selesai dengan pekerjaan' . Aku yakin ia sedang menunggu teleponku untuk menandakan bahwa aku sudah memiliki waktu senggang dan tidak berkutat dengan pekerjaan yang tiada habisnya
Ia sangat menjaga waktu privasiku, karena ia tidak ingin mengganggu aktivitasku di kantor, ia hanya mengirimiku sebuah pesan. Padahal jika pun ia meneleponku, aku akan segera mengangkatnya dan bicara dengannya. Bisa saja aku mengabaikan pekerjaanku untuk sementara dan lebih memilih menghabiskan waktu untuk bersama hye jin, tapi aku yakin, hye jin akan mengomeliku jika aku menunda-nunda pekerjaan kantor.
Lagi pula jika ada sesuatu yang sangat penting atau keadaan darurat, hye jin pasti akan meneleponku beberapa kali
Sesampainya di parkiran basemant, aku segera naik lift dan menuju kamar perawatan emma, namun tidak lama aku mendengar suara teriakan seorang wanita dari seberang telepon
Ku kira emma jatuh dari kamar mandi karena hye jin harus menerima panggilan teleponku. Namun nyatanya, kedua gadis itu sedang di luar kamar perawatan dan berada di halaman belakang rumah sakit
Apa yang mereka lakukan malam hari seperti ini berada di tempat yang sepi? Meskipun ini rumah sakit, namun jarang orang berlalu-lalang di tempat tersebut karena cuaca yang dingin
Hye jin menjelaskan padaku alasan ia dan emma berada di halaman belakang rumah sakit ini melalui panggilan telepon, betapa terkejutnya diriku ketika hye jin mengatakan bahwa ia melihat seorang laki-laki yang tidak ia kenal sedang membawa emma masuk ke dalam hutan
Tanpa berpikir panjang lagi, aku segera mengurungkan niatku untuk pergi ke kamar perawatan emma dan segera menjemput hye jin
Terlebih gadis itu berniat untuk menghentikan laki-laki asing itu seorang diri tanpa persiapan yang matang
Beberapa orang di dalam lift memandang ke arahku karena aku bicara sambil berteriak di telepon. Setelah hye jin menutup panggilan teleponku, aku sudah berada di lobby rumah sakit dan bicara pada perawat yang sedang berdiri tepat di sampingku
"Panggil beberapa petugas keamanan rumah sakit dan juga polisi ke hutan belakang, istriku dan temannya sedang dalam bahaya karena bertemu pria asing yang mencurigakan, Cepat!!!" Ucapku pada perawat itu dan segera berlari keluar dari lift untuk ke hutan belakang mencari hye jin
Aku berharap perawat itu segera menghubungi petugas keamanan rumah sakit beserta polisi untuk bala bantuan jika aku tidak bisa menangani pria yang mencurigakan itu
Ahh...sial
Ke mana aku harus mencari hye jin di hutan yang lumayan luas ini? Di tambah pencahayaan yang kurang karena beberapa lampu halaman belakang di matikan oleh pihak rumah sakit
Seketika aku membuka alat monitor penyadap melalui hanphoneku untuk mengetahui di mana keberadaan hye jin
Selama ini aku telah memasang alat penyadap di handphone hye jin tanpa sepengetahuan dirinya, hanya untuk berjaga-jaga jika hye jin kabur dari rumahku karena kami bertengkar
Aku tidak ingin kejadian tempo hari terulang lagi, hye jin menghilang dari hadapanku satu hari sebelum acara launching di buffalo karena ia marah kepadaku. Pada akhirnya ayah mertuaku yang menemukan hye jin melalui chul moo. namun, justru dengan cara yang kasar
Aku ingat betul hye jin sangat murka padaku ketika chul moo membius dirinya dan memukul emma hingga membuat gadis itu pingsan dan dibiarkan begitu saja di jalanan depan kampus yang sudah sepi
Untung saja saat itu tidak lama detektif choi datang dan membawa emma ke rumah sakit hingga tidak terjadi apa-apa pada emma
Meskipun aku memasang alat penyadap lokasi di handphone hye jin, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak memantaunya setiap hari hingga hye jin tetap mendapatkan privasinya
Aku hanya menggunakan alat pantau penyadap ini jika dalam keadaan darurat saja dan terbukti alat penyadap ini sangat dibutuhkan untuk menemukan hye jin dengan cepat.
Tapi seingatku, sepertinya aku pernah menggunakan alat ini untuk mencari alamat IP saat hye jin mengadakan pesta bersama teman-temannya di kedai paman patrick karena aku memiliki firasat richard dan hye jin akan semakin dekat hubungannya di acara pesta pada malam itu, namun ketika mendengar richard tidak bisa hadir ke pesta itu karena bekerja part time, aku merasa senang dan segera pergi dari sana
Bisa-bisanya aku mengingat kejadian konyol itu ditengah keadaan darurat seperti ini
Aku kembali fokus melihat titik lokasi hye jin. Gadis ini memang berada di dalam hutan. Dalam radius 500 meter lagi aku segera sampai di titik ini dan menemukan hye jin
Ku harap handphone hye jin berada dekat dengan dirinya dan tidak terjadi apa-apa. Aku sedikit menaruh kepercayaaan pada hye jin. jika terjadi sesuatu pada dirinya, setidaknya ia bisa membela diri. Biarpun begitu, hye jin pernah aku ajari bagaimana cara menumbangkan lawan dengan cara memukul titik vital lawan di area leher
Awalnya aku sedikit tenang karena berpikiran seperti itu, tapi setelah aku sampai di titik yang ditunjukkan oleh alat penyadap itu dan melihat hye jin dengan wajah babak belurnya sedang sekarat karena dicekik oleh pria berbadan besar yang tidak ku kenal, seketika naluri membunuhku keluar dan langsung menyerang pria itu
Tidak ada lagi pikiran yang mengkhawatirkan bagaimana kondisi hye jin saat ini, tidak ada lagi pikiran apa yang ku lakukan bisa berakibat fatal dan menghilangkan nyawa seseorang jika dibiarkan secara terus menerus
Saat ini hanya emosi dan amarahku yang sedang mengambil alih tubuhku, yang kupikirkan saat ini adalah membalas perbuatan pria itu dan ia harus membayarnya dengan nyawa karena telah menyakiti hye jin
Jika bukan karena hye jin yang menghentikan diriku, mungkin malam ini aku telah menjadi seorang pembunuh karena terus memukul pria itu tanpa ampun
Setelah kejadian yang menimpa hye jin pada malam ni, aku akan lebih protektif pada dirinya dan memberlakukan jam malam jika ia sedang pergi keluar rumah demi keselamatan dirinya
Malam hari ini terasa sangat panjang bagiku dan juga hye jin. Setelah berurusan dengan polisi lalu menceritakan kronologis yang terjadi, kini hye jin sedang bicara empat mata dengan teman dormnya yang lain
Aku melihat emma yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidur, sekilas aku melihat balutan luka emma yang terlihat semakin membesar areanya dari pada yang kemarin malam
Ku harap emma baik-baik saja dan lukanya cepat membaik. Beberapa menit kemudian, hye jin masuk ke kamar perawatan diikuti temannya yang bernama patricia
"Seo jin-ssi, ayo kita pulang" ucap hye jin
"Pulang? Kau tidak dengar dokter mengatakan akan melihat perkembangan lukamu dan harus berada di dalam pengawasannya" ucapku
"Naega gwaencha....*(aku baik-baik sa...)"
"Berhenti mengatakan kalimat itu! Apa kau akan berhenti mengatakan kalimat 'baik-baik saja' jika kau terbaring lemah dan tidak bisa beraktivitas lagi?!" Seruku
"Se-seo jin-ssi kenapa kau marah padaku?" Tanya hye jin
"Aku tidak marah! Aku hanya muak mendengarmu bicara 'aku baik-baik saja' tapi pada kenyataannya keadaanmu saat ini justru sebaliknya" ucapku ketus pada hye jin
"Menginaplah malam ini di kamar perawatan sampai kau bisa disuruh pulang oleh dokter" ucapku dengan nada merendah ketika sadar patricia menatapku karena terkejut aku berbicara keras di samping emma yang sedang tertidur
Aku yang merasa malu karena di tatap aneh oleh patricia, beranjak dari posisi duduk dan mengambil blazerku lalu keluar dari kamar perawatan emma bermaksud untuk mendapatkan kamar perawatan pada malam hari ini
Hye jin mengikutiku dari belakang setelah ia berpamitan dengan patricia.
Sesekali aku manatap hye jin yang sedang berjalan dengan wajah menunduk sambil mengikutiku
Haah....
Kenapa emosiku menjadi tidak stabil begini setelah menghajar pria itu habis-habisan? Lalu kenapa aku membentak hye jin yang sedang terluka
Aku tidak tahu apa yang dibicarakan hye jin dan juga temannya, hanya saja aku merasa gadis itu berubah menjadi murung, ditambah aku membentaknya tadi
"Tunggulah dan duduk di bangku ini jika kau merasa lelah, kim hye jin" ucapku yang membalikkan tubuhku dan menunjuk sebuah bangku kosong yang ada di lorong
"Naega gwaen....*(aku baik-ba...) haah...." ucap gadis itu terpotong seketika, mungkin ia ingat ucapanku yang membentaknya tadi di kamar perawatan emma
"Baiklah jika itu maumu seo jin, aku akan menunggumu di sini" lanjut gadis itu dengan lesu
Hye jin menuruti perintahku dan duduk dengan tenang di atas bangku itu seorang diri tanpa komentar apapun
Aku pergi meninggalkan gadis itu seorang diri untuk pergi ke loby rumah sakit dan memesan kamar perawatan, namun aku berubah pikiran, aku berbalik arah kembali lagi ke hye jin yang sedang duduk termenung sendirian di bangku
"Mianhae...*(maafkan aku) karena membentakmu di hadapan patricia" ucapku yang pada akhirnya bisa ku ungkapkan ke hye jin setelah aku berjongkok tepat di hadapannya
"Aku tahu...kau bicara seperti itu karena khawatir padaku" ucap hye jin pelan
"Apakah alasan wajahmu murung karena merasa sedih setelah mendengar ucapanku tadi?" Tanyaku pada hye jin
"Nne* (iya). Mianhae* (maafkan aku) seo jin. Aku terus saja membuatmu kesulitan dan kerepotan karena sifat keras kepalaku. Jika saja aku tidak keluar dan pergi ke halaman belakang, mungkin ini semua tidak akan terjadi" ucap gadis itu sambil menatapku dengan tatapan berkaca-kaca
"Apa kau lupa apa yang kau ceritakan tentang pria itu ke polisi? jika kau dan emma tidak pergi ke halaman belakang pun, pembunuh itu tetap akan menculik emma dengan cara menyelinap ke kamar perawatannya. Yang jelas ini semua bukan salahmu kim hye jin" ucapku sambil mengusap rambut hye jin mencoba menenangkan dirinya dan tidak menyalahkan dirinya atas insiden ini
"Berhentilah meminta maaf dan menyalahkan dirimu sendiri, ahh...satu hal lagi berhentilah bersikap untuk berpura-pura tegar dan kuat di hadapanku atau pun orang lain termasuk temanmu tadi, patricia"
"Tidak akan ada yang memarahimu jika kau menangis hye jin, tidak akan ada yang memarahimu jika kau merasa ketakutan sekarang dan merasa kesakitan dengan semua luka yang ada di tubuhmu"
__ADS_1
"Kau tidak akan di cap lemah jika kau membutuhkan seseorang untuk bersandar karena mengalami peristiwa ini, justru kau terlihat aneh karena terlihat baik-baik saja setelah peristiwa yang hampir merenggut nyawamu pada malam ini"
"Mungkin kau masih mengingat ucapanku yang kejam dan mengatakan kepadamu bahwa kau adalah orang lain dan bukan keluargaku beberapa minggu yang lalu"
"Tapi...aku akan bicara jujur padamu, setelah mengalami peristiwa malam ini, kau bukanlah orang lain bagiku, melainkan keluarga yang harus aku lindungi. Oleh karena itu berhentilah untuk berpura-pura baik-baik saja dan tetaplah menjadi kim hye jin dengan nyaman jika hanya ada aku di sekitarmu"
"Lalu aku meminta padamu untuk tetap berada di dekatku agar aku bisa terus melindungimu, kim hye jin. Bahkan jika aku sudah memenuhi janjiku padamu dan mengembalikkan kehidupanmu seperti semula, kau tetaplah anggota keluargaku" ucapku yang pada akhirnya bisa jujur pada hye jin tentang sesuatu yang membuat emosiku tidak stabil
"Apapun masalah yang kau hadapi, aku akan bersedia membantumu dan kita bisa bersama-sama mencari jalan keluar layaknya sebuah keluarga pada umumnya. Biar bagaimanapun juga hanya kau yang tinggal dekat denganku saat ini, kim hye jin" ucapku lagi pada gadis itu
Hye jin hanya terdiam menatapku dan tidak membalas ucapanku. Tak lama kemudian, hye jin menyentuh tengkuk leherku dan gadis itu memelukku dengan kedua lengannya melingkar di leherku dalam keadaan aku berjongkok di hadapannya dan ia sedang duduk di atas bangku
"Hye ji...." ucapku mencoba memanggil hye jin
"Izinkan aku memelukmu sebentar seperti ini seo jin" ucap hye jin nyaris berbisik di dekat telingaku
Sayup-sayup aku mendengar hye jin sedang menahan isak tangisnya saat ia memelukku
Aku membalas pelukan hye jin sambil mengusap lembut rambutnya, mencoba untuk menenangkannya
"Hikss...hikss huu..."
"Apeuda...*(sakit) hikss...."
"Aku tidak baik-baik saja saat ini...."
"Pukulan pria itu sangat menyakitkan dan membuatku takut, park seo jin"
"Aku...aku takut mati huhuhu..... hiks hiks" ucap hye jin yang terdengar memilukan bagiku
Setidaknya gadis itu harus meluapkan emosi yang ia pendam selama ini. Aku takut jika ia memendamnya, justru akan membuat ia trauma dan mengalami gangguan kejiwaan di kemudian hari
*******
Kim Hye Jin pov
Aku memeluk seo jin setelah ia bicara mengharukan seperti itu padaku.
Melalui kejadian ini aku baru menyadari bahwa tuhan tidak sedang mempermainkan kehidupanku, melainkan memberitahuku bahwa orang-orang di sekelilingku berusaha melindungiku dengan caranya masing-masing
Menjadi wanita dengan memiliki karakter keras kepala tidak selamanya berujung baik. Ada kalanya seseorang membutuhkan sandaran agar terlihat lebih manusiawi. Ada kalanya menurunkan ego agar orang-orang di sekelilingku bisa senang karena membantuku dan juga melindungiku dari segala apapun yang bisa berakibat buruk dalam kehidupanku
Aku tidak akan pernah menyangka alasan emma memanggilku nyonya sung deok mi dari kemarin malam supaya diriku terhindar dari kecurigaan polisi tentang identitasku yang sebenarnya dan menjauhkan diriku dari gosip yang memanas di kampus tentang diriku
Alangkah baiknya jika kim hye jin di buat seolah-olah kembali ke kampung halamannya agar terhindar dari pertanyaan polisi dan tidak terlibat dalam masalah ini sama sekali
Terlebih poin pentingnya, tidak ada lagi bukti atau saksi mata jika hye jin sedang jalan bersama pria lain yang merupakan suami dari ketua yayasan kampus
Mungkin setelah beberapa minggu berlalu, orang-orang akan melupakan gosip itu dan aku bisa kembali ke kampus dengan tenang setelah cuti kuliahku selesai
Tapi satu hal yang membuatku menangis adalah selain psikisku terguncang karena ketakutanku yang luar biasa terhadap kematian, aku merasa sedih karena sampai saat ini menyembunyikan sesuatu dari seo jin
Jika seandainya aku bisa berbicara jujur seperti dirinya yang sudah menganggapku keluarga, aku pasti akan bicara tentang hajung yang sudah mengetahui identitasku yang sebenarnya
Jika seo jin mengetahui rahasia yang ku pendam selama ini, masihkah ia baik padaku dan menganggap diriku adalah keluarga bagi dirinya?
Akankah ia mampu menkhianati ayah mertuanya sendiri jika ia sudah tahu kebenaran yang sebenarnya terjadi atau justru tetap melindunginya meskipun perbuatan ayah mertuanya salah? biar bagaimanapun juga dong il adalah ayah kandung dari istri sahnya saat ini dan merupakan salah satu anggota keluarga yang harus ia lindungi
Karena aku memiliki pemikiran seperti itu, aku justru menangis dengan keras di pelukan seo jin, karena aku takut menghadapi masa depan yang akan terjadi antara diriku dan juga seo jin
Masih bisakah kau menjadi malaikat pelindungku jika kau mengetahui diriku yang diam-diam bekerja sama dengan hajung untuk menggulingkan ayah mertuamu sebagai pemimpin perusahaan?
Aku harap kau masih bisa membuat penilaian yang baik seo jin, terlepas dari sebuah hubungan keluarga atau pun bukan.
Setelah puas menangis di pelukan seo jin, aku melepas pelukanku dan melihat wajah seo jin
Ia mengusap air mataku dan masih bertahan untuk menatapku dengan wajah yang sangat jelek karena menangis dan beberapa luka lebam karena pembunuh berantai itu
"Baiklah...aku akan ke bawah dan bicara pada bagian administrasi untuk mendapat kamar agar kau bisa beristirahat" ucap seo jin dan beranjak dari posisi jongkoknya
Aku menarik baju seo jin ketika ia hendak melangkahkan kakinya.
"Biarkan aku ikut denganmu. Aku tidak ingin sendirian di sini" ucapku pada seo jin
Seo jin terdiam dan tidak langsung menjawab ucapanku
"Baiklah...kau ikut denganku setelah itu kita bisa beristirahat" ucap seo jin dan memegang tanganku
Aku dan seo jin pergi ke lobby rumah sakit dan mendapatkan kamar untuk beristirahat
Sesampainya di bawah, seorang perawat memarahi kami karena menghilang begitu saja dari hadapannya
"Ohh god! I've been looking for you, guys, where are you?" Tanya salah satu seorang perawat yang berkulit hitam
"I'm sorry, i visited my friends in the room" ucapku meminta maaf pada perawat itu
"You're a patient too. Stop make me dizzy because worried you" ucap perawat itu dan mencarikan kamar perawatan untukku
****
"You are lucky mam, because you are rich, you can stay in vvip room" ucap perawat itu setelah aku dan seo jin sampai di kamar perawatan
"But...this is just hospital. although this room is vvip, here only have one bed for patient, don't expect this room is nice like 5 star hotel, ok?" Ucap perawat berkulit hitam itu padaku
Meskipun terdengar tidak sopan, kebanyakan orang berkulit hitam yang tinggal di sini bicara dengan jujur. Setidaknya aku tidak merasa tersinggung saat ia bicara seperti itu padaku
Setelah perawat itu pergi meninggalkan kami berdua, seo jin meletakkan blazernya di atas sofa dan berbaring di atasnya
"Beristirahatlah" ucap seo jin sambil memejamkan mata
Aku tahu seo jin bukanlah tipe orang yang mudah tidur di manapun ia berada seperti diriku
Terlebih kakinya yang panjang dan sofa itu hanya mampu menampung tubuh seo jin sampai batas pahanya saja
"Seo jin-ssi...tidurlah di atas tempat tidur, biar aku yang di sofa" ucapku pada seo jin
"Hah?! Apa kau sedang bercanda denganku hye jin? Kau adalah pasiennya kenapa justru kau yang tidur di atas sofa?" Tanya seo jin
"Jangan hiraukan aku, hanya butuh beberapa jam lagi hingga sampai waktu pagi" ucap seo jin dengan cuek
Aku terdiam melihat seo jin dan terlihat ia membolak-balikkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan karena merasa tidak nyaman berbaring di atas sofa
"Kita bisa tidur bersama di atas tempat tidur itu. Aku tidak merasa keberatan" ucapku tiba-tiba pada seo jin
Seketika seo jin membuka matanya yang semula sedang memejamkan mata berusaha untuk tidur
"Aku akan menganggap kau tidak bicara apa-apa hye jin" ucap seo jin padaku
"Waeyo?*(kenapa?) Bukankah kita sudah terbiasa tidur satu ranjang? Di rumah, kita juga biasa tidur bersama-sama. Tidak ada yang terjadi hanya memejamkan mata satu sama lain" ucapku membujuk seo jin agar ia bisa tidur di atas tempat tidur dan beristirahat
"Memang sih tempat tidur itu lebih kecil dari pada tempat tidur yang ada di rumahmu yang sangat luas"
__ADS_1
"Tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu. Anggap saja kita sedang menginap di hotel bintang 3 dengan kapasitas single bed. Sesekali tidur di tempat yang memprihatinkan tidak akan membuatmu sulit tidur di saat tubuhmu kelelahan kan?" Ucapku pada seo jin namun ia hanya diam saja tidak menggubris ucapanku
"Baiklah jika kau menolak. Aku juga akan tidur di sofa malam ini. Tidak masalah, aku bisa tertidur lelap meskipun hanya duduk dan memejamkan mata" ucapku menghampiri sofa yang berada tepat di samping seo jin
"Apa kau mencoba untuk bersikap keras kepala lagi hye jin?" Tanya seo jin
"Anio* (tidak) aku bersikap sesuai apa yang ku mau. Aku hanya mencoba bersikap seperti keluargamu seo jin. Kau kan paling tidak bisa tidur nyenyak jika bukan di atas tempat tidur, aku paling tahu itu"
"Jadi berhentilah bersikap baik-baik saja padahal dirimu tidak dalam keadaan baik-baik saja" ucapku meniru ucapan seo jin saat aku berada di dalam kamar perawatan emma
"Haaahh....baiklah...baiklah"
"Kita akan tidur bersama di atas tempat tidur sesuai permintaanmu" ucap seo jin mengalah
"Tidak masalah karena kita hanya memejamkan mata untuk beristirahat, tidak ada hal aneh lainnya yang kita lakukan" ucap seo jin
Aku tersenyum merasa senang karena seo jin pada akhirnya menyerah.
Aku beranjak dari sofa dan menghampiri tempat tidur dan berbaring di atasnya
Seo jin terlihat ragu ketika ingin berbaring di atas tempat tidur
"Wae?* (kenapa?) Apakah tidak muat?" Tanyaku sambil melihat sekeliling tempat tidur
Aku memberikan space seluas-luasnya hingga aku berada di tepi tempat tidur
"Apakah sudah muat?" Tanyaku pada seo jin
"Berhentilah bergeser ke arah sana, nanti kau bisa terjatuh hye jin. Ini sudah cukup untukku" ucap seo jin
"Apa lagi yang kau tunggu? Berbaringlah" ucapku pada seo jin sambil menepuk-nepuk tempat tidur menggunakan telapak tanganku
Seo jin akhirnya berbaring di atas tempat tidur dan kini berada tepat di sampingku
Aku memiringkan tubuhku ke arah seo jin dan melingkarkan tanganku ke perut seo jin
"Ahh...akhirnya aku bisa beristirahat" ucapku sambil tersenyum
"K-kim hye jin apa yang kau lakukan haah? Kenapa tanganmu memelukku?" Tanya seo jin terbata-bata
"Apa yang ku lakukan? Tentu saja membuatmu menjadi bantal gulingku karena di sini tidak ada bantal guling yang nyaman seperti di rumahmu" ucapku pada seo jin
"Berhentilah berpikir yang aneh-aneh. Kau juga bisa menjadikanku bantal gulingmu jika kau mau" ucapku sambil memejamkan mataku
"Y-yaa...kau benar kita hanya memejamkan mata satu sama lain dan tidak melakukan hal aneh hahaha..." ucap seo jin salah tingkah
"Baiklah..selamat tidur seo jin" ucapku menghentikkan pembicaraanku malam ini
"Selamat tidur hye jin..." balas seo jin
"Semoga kau mimpi indah" ucap seo jin dan memiringkan tubuhnya menghadapku sambil menepuk-nepuk pelan bahuku
Malam ini aku dan seo jin tidur terlelap di atas tempat tidur yang sempit ini.
Aku berbagi tempat tidur dengannya agar ia bisa beristirahat dengan nyaman di sampingku
*******
Waktu malam berlalu dengan tenang dan berganti dengan fajar
Seorang perawat memasuki sebuah kamar perawatan dan sedikit terkejut melihat pemandangan yang membuat iri bagi siapapun yang tidak memiliki pasangan kekasih saat ini
Seorang perawat pergi keluar lagi dan kembali ke dalam ruang perawatan setelah memanggil teman perawatnya yang berkulit gelap
Ia hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat dua insan sedang berpelukan satu sama lain dan tertidur lelap. Sepertinya mereka adalah pasangan suami istri yang saling mencintai satu sama lain. Bahkan kisah cintanya lebih indah dan lebih mengharukan jika dibandingkan dengan cerita romansa kapal titanic
Tapi...bagi perawat dengan kulit eksotisnya memiliki sudut pandang yang berbeda. Pemandangan seperti ini tidak cocok jika berada di dalam kamar rumah sakit melainkan di kamar hotel. Itu terjadi karena ia tidak memiliki pasangan kekasih selama hidupnya dan sangat terganggu jika melihat pasangan memperlihatkan keintimannya meskipun pasangan tersebut sedang tidak pamer kemesraan di hadapan orang lain
Dengan santainya ia menghampiri jendela dan membuka tirai kamar itu agar matahari pagi yang tidak begitu menyengat cahayanya bisa memasuki ruangan kamar itu
Usaha perawat dengan warna kulit ciri khas dari afrika itu membuahkan hasil, pria itu bangun dan berusaha membuka matanya dengan sempurna
"Good morning mr. Park, Maaf mengganggu waktu tidur anda, saya dan teman saya ingin memeriksa kondisi luka istri anda" ucapnya
"Ki...ehem..deok mi, sung deok mi, bangunlah.. perawat ingin memeriksa lukamu" ucap pria itu
"5 menit lagi aku akan bangun" ucap wanita asia yang membuat perawat itu harus menahan kesabarannya
"Yeo..yeobo..*(sa...sayang) bangunlah, hanya sebentar setelah itu kau boleh tidur lagi" ucap sang suami
"Ehem..hem...good morning nyonya sung. Maaf mengganggu waktu tidurmu, saya ingin memeriksa luka anda" ucap perawat berkulit hitam itu dengan suara lantang dan berhasil membuat wanita asia itu bangun dari tidurnya
"Aah...yee...yee..silahkan" ucapku terkejut dan seketika bangun dari mimpiku
Setelah selesai merawat lukaku, perawat itu tersenyum padaku
"Lukamu tidak terlalu parah dan tidak ada luka yang bisa menyebabkan infeksi jika dibiarkan, kau sudah boleh pulang pagi ini"
"Hanya saja kau harus kontrol 4 hari kemudian untuk melihat kemajuan tulangmu akibat imobilisasi"
"Minum obat pereda nyeri dan antibiotiknya, jika di rumah kau mengalami nyeri yang sangat hebat, kau bisa kembali ke rumah sakit dan menjalani beberapa perawatan"
"Begitu kata dokter kami semalam memberikan pesan kepada kami mengenai lukamu, nyonya" ucap perawat itu yang pada akhirnya ramah kepadaku
"Ahh...baiklah jika istriku sudah diijinkan pulang oleh dokter, aku akan menyelesaikan administrasi" ucap seo jin dan membiarkan para perawat merapikan alat-alatnya dan keluar dari kamar perawatan
Selesai seo jin mengurus administrasi rumah sakit, aku segera keluar dari kamar perawatan dan menuju lobi
Betapa terkejutnya aku dan seo jin setelah melihat beberapa kerumunan orang menyerbu kami berdua sambil membawa kamera dan microphone layaknya wartawan, saat keluar dari pintu rumah sakit untuk masuk ke dalam mobil
Layaknya selebriti, aku dan seo jin dipotret oleh beberapa pria yang membawa kamera tanpa persetujuan terlebih dahulu
Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena cahaya putih dari kamera itu menyilaukan mataku
Sebenarnya ada apa ini?
Kenapa mereka semua mengerumuni diriku dan juga seo jin?
Terlebih mereka memanggilku dengan nama sung deok mi beberapa kali dan memintanya untuk mengarah ke kamera mereka
Aku tidak bisa mendengar jelas mereka bicara apa karena terlalu berisik. Seo jin membantuku membuka jalan untuk melewati kerumunan dari orang-orang tersebut dan menuju ke dalam mobil
Seseorang bisakah menjelaskan padaku tragedi macam apa lagi ini hhuh?? Kenapa kehidupanku tidak pernah damai sedikitpun sih??! Tidak cukupkah tadi malam aku bertemu dengan pembunuh berantai?!
Aissh....
Jika terus terjadi seperti ini, bisa-bisa aku mati dalam keadaan muda dan belum sempat menikmati keindahan dunia!!!
bersambung....
__________________________
__ADS_1
episode 80 akan segera rilis dalam beberapa jam ihiw...