Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 59


__ADS_3

SATU MINGGU KEMUDIAN


KIM HYE JIN


Aku tak menyadari bahwa hari ini adalah genap satu minggu berlalunya kejadian perdebatan antara dua keluarga, yaitu keluarga sung dan keluarga park


Namun setelah kejadian itu ada beberapa hikmah dan jalan keluar yang baik untuk dua keluarga


Kebaikan untuk keluarga park, Ibu seo jin yaitu nyonya Lee In Hye yang kini mulai berani mengutarakan isi hatinya kepada suaminya sendiri dan ayah seo jin mulai berjanji mengurangi kebiasaan buruknya untuk meminum minuman alkohol


Kebaikan untuk keluarga sung, tentu saja putri kandungnya berjanji akan berubah untuk tidak berselingkuh dengan laki-laki lain dan akan lebih setia kepada suaminya park seo jin, meskipun bukan deok mi asli yang mengatakannya.


Setidaknya untuk saat ini memang benar, sung deok mi tidak akan berselingkuh dengan laki-laki lain karena ia sedang koma di rumah sakit, tidak mungkinkan seseorang yang terbaring koma tidak tahu hidup dan matinya bisa kapan saja berselingkuh dengan laki-laki lain?


Meskipun ucapanku jahat untuk deok mi, tapi inilah keadaan nyatanya saat ini


Dan tentunya janji seo jin kepadaku ditepati untuk memberikan kartu kredit unlimitednya kepadaku jika aku berhasil membawakan presentase dengan baik dihadapan para investor real estate rose saat itu, meskipun aku turut bersedih dengan kejadian yang hajung alami, tapi setidaknya aku berhasil menyelamatkam nyawa hajung dan mencegahnya agar ia tidak mengalami hipotermi berkepanjangan


Tenang saja, aku tidak tamak saat menggunakan kartu berkuasa milik seo jin, kartu kredit itu aku gunakan untuk membelikan kado ulang tahun emma dan melunasi semua hutangku ketika aku makan di kedai milik paman patrick, tentu saja tidak lupa untuk membelikan hadiah kepadanya karena sudah menjadi orang yang sangat baik kepadaku dan emma


Aku membelikan sebuah gitar accoustic impian emma dan membelikan sepasang sepatu boots impian paman patrick


Tentu saja seo jin bertanya kenapa aku tidak membelikan sebuah barang untuk diriku sendiri dengan menggunakan kartu saktinya


Saat itu aku menjawab, keinginanku sudah terpenuhi hanya dengan melihat orang-orang disekitarku tertawa bahagia ketika impiannya terpenuhi, itu sudah cukup bagiku


Dan lagi-lagi seo jin menyebutku dengan panggilan gadis aneh


Mungkin bukan suatu barang yang ku inginkan saat ini, melainkan sebuah kedamaian hati dan berharap kehidupanku seperti dulu bisa kembali lagi dan mengakhiri panggung sandiwara ini


Omong-omong sudah satu minggu pula sesuatu hal yang aku cemaskan tidak menjadi nyata, di handphoneku tidak ada panggilan dari kantor polisi untuk keterangan lebih lanjut mengenai kronologis kejadian hajung saat ia ditemukan berada di gudang kosong


Apakah para polisi itu terlalu sibuk menangani kasus kejahatan dan melupakanku?


Sungguh beruntung diriku jika hal itu terjadi, namun tidak bisa dipungkiri rasa cemasku tentang keadaan kota saat ini ketika aku melihat berita di televisi, di kota chicago sedang terjadi kasus pembunuhan akhir-akhir ini dan sepertinya ini adalah kasus pembunuhan berantai


Ku pikir para petugas polisi sedang sibuk menangani kasus yang meresahkan warga kota chicago saat ini


Baiklah...


saatnya untuk berhenti membicarakan hal-hal mengerikan yang terjadi di kota ini sekarang, hanya saja feelingku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku karena satu minggu ini kehidupanku berlalu dengan sangat tenang dan hal ini terlalu aneh bagiku


Malam ini aku dan seo jin akan bersiap-siap untuk pergi ke acara ulang tahun tuan philip, salah satu kolega investor real estate rose


Dan pastinya hal itu sudah menjadi acara wajib yang harus dihadiri agar hubungan bisnis perusahaan real estate rose berjalan dengan baik


Berita baiknya adalah aku sudah memiliki kemajuan untuk tidak terlalu gugup menghadiri pesta keluarga konglomerat


Tidak seperti waktu pertama kali saat aku menghadiri acara launching di kota buffalo


Ritual untuk membuatku terlihat seperti putri dari kerajaan sudah ku alami saat aku bangun tidur dan tentu saja aku sudah bertemu dengan desaigner pribadi nyonya deok mi yang terlihat melambai itu untuk membawa beberapa pakaian mewah yang sudah ia buat dan akan ku kenakan malam nanti


Beberapa kali aku harus mendengar ceritanya tentang laki-laki lain yang menurutnya tampan, dan lebih gilanya lagi secara terang-terangan ia mengaku padaku telah menghabiskan malam bersama dengan pria berotot yang ia temui di klub malam


Baiklah


Sudah hal biasa jika hubungan sesama lelaki tumbuh di negara adidaya ini, yang perlu digaris bawahi adalah hargai kebebasan tiap orang dalam menjalani kehidupan percintaannya


Mungkin desaigner deok mi merasa nyaman saat ia bercerita tentang hubungan percintaannya denganku, yang aku perlukan adalah hanya diam dan menjadi pendengar yang baik dengan begitu ia bisa pergi dari rumah seo jin dengan keadaan mood yang baik dan sumringah lebih tepatnya tanpa perasaan curiga padaku


saat aku menuruni tangga, lagi-lagi dadaku berdebar melihat rambut seo jin dikebelakangkan hingga keningnya yang mempesona itu terlihat dengan jelas


Aku membasahi tenggorokanku yang tiba-tiba terasa kering saat melihat pemandangan indah ini menggunakan air liurku


Park seo jin adalah pemandangan indah yang mampu menyilaukan mataku dan faktanya objek indah itu sehari-harinya tinggal bersamaku dan selalu berada disampingku


Apa baiknya park seo jin berpenampilan seperti ini setiap hari, mungkin jantungku akan mengalami gangguan karena berdetak cepat setiap harinya


Seo jin memberikan lengannya padaku agar kami bisa berjalan beriringan layaknya pasangan suami istri yang memiliki hubungan harmonis


Tentunya seo jin melakukan itu dengan tersenyum kepadaku


Ohhhh.....tidak!!


Senyumannya yang indah itu hampir membuatku lompat kegirangan karena senang melihatnya


Kendalikan dirimu kim hye jin!!


Tolong kendalikan!!


sesampainya di tempat tujuan, aku menarik nafasku dan berjalan ke ballroom hotel bintang lima bersama seo jin

__ADS_1


Beberapa tamu undangan yang hadir di acara ulang tahun tuan phillips menyapaku dan seo jin


Saatku melihat ke arah kanan, terlihat sung hajung sedang berbincang bersama tamu undangan lainnya


Aku tersenyum tipis saat melihat hajung dalam keadaan baik


Syukurlah hajung bisa pulih dengan cepat setelah kejadian buruk terjadi pada dirinya


Seharusnya saat itu aku cukup melihat hajung sebentar saja tanpa mengucap syukur didalam hati sambil memandang ke arahnya


karena kejadian itu, hajung melirik matanya ke arahku saat lawan bicaranya sedang berbincang dan mata kami saling bertemu, aku dan hajung saling bertatapan dalam keadaan jarak jauh, aku yang menyadari hal itu reflek membuang wajahku ke arah lain agar tidak terlihat mencurigakan


Setelah itu aku berusaha untuk tidak peduli dan membuang rasa penasaranku terhadap hajung yang sedang mengamatiku atau tidak


Seo jin menuntunku untuk bertemu dengan ayah dan ibu deok mi, seperti biasa ibu kandung deok mi selalu ramah dan tersenyum ketika melihat putri semata wayangnya hadir dihadapannya


"Putriku sayang" sapa nyonya song ji hye


"Eomma* (ibu)" balasku sambil memeluk ibu deok mi


"Bagaimana kabarmu ibu?" Tanyaku


"Tentu saja kabar ibu baik, meskipun kau hampir membuat kesehatan ibu menurun karena pertemuan dua keluarga minggu lalu" ucapnya


"Yeobo* (sayang) kenapa kau masih membahasnya, bukankah kita sudah berjanji untuk tidak mengungkitnya lagi" ucap tuan dong il


"Mianhae yeobo* (maaf sayang) aku hanya tidak menyangka putriku bisa mengatakan hal seperri itu dan ternyata ia sudah jauh lebih dewasa serta banyak berubah..aku sangat senang sekali" ucap ibu deok mi


Aku hanya tersenyum melihat ibu deok mi yang bahagia karena alasan seperti itu, ketahuilah nyonya song ji hye, aku memang bukan putrimu yang sebenarnya, tapi selama keadaanmu sehat dan baik-baik saja, aku akan bersedia berpura-pura untuk menjadi putrimu


"Ladies and gentlemen...." ucap pembawa acara


Sepertinya acara inti akan segera dimulai, pidato singkat dari tuan philip dan seperti biasa acara dansa dengan pasangan


Seo jin mengajakku untuk turun ke lantai dansa dan menari bersamanya


Kali ini lagu ciptaan milik komposer antonio dvorak mengiringi langkah kakiku bersama seo jin


Sepertinya seo jin belajar dari pengalaman, saat diadakan acara berdansa dengan tema 'change partner'  seo jin menarikku keluar dari lantai dansa dan mengajakku untuk beristirahat meminum segelas orange jus agar aku dapat menghilangkan dahaga


"Wae* (kenapa) kau menarikku dari lantai dansa dan tidak ikut terlibat 'change partner' seo jin?" Tanyaku meledek


"Tentu saja aku tidak akan membiarkanku melakukan kesalahan kedua seperti saat kita berada di buffalo" ucapnya


"Jangan katakan hal seperti itu, aku tidak berharap akan melihat hama itu berkeliaran disini" ucap seo jin


Aku tersenyum meledek seo jin ketika ia mengatakan hal seperti itu padaku dan tak lama suara handphoneku berbunyi dan segera aku melihat siapa seseorang yang melakukan panggilan kepadaku


Aku dan seo jin melihat layar handphoneku tertera nama 'ibu' ingin berbicara denganku


Seketika aku memberikan isyarat pada seo jin untuk keluar sebentar menghindari keramaian untuk menerima panggilan dari ibu kandungku yang berada di korea


Seo jin mengerti maksudku dan membiarkanku menyendiri ke tempat yang lebih sepi


Aku memilih keluar dari ballroom dan menerima panggilan dari ibuku di lobi hotel


"Nne eomma* (ya ibu)" sapaku saat menerima panggilan telepon dari ibuku


"Aigoo...kim hye jin! Apa kau sangat sibuk sekali sehingga kau melupakan ibu untuk menelepon?" Tanya ibu


"Ahh...eomma mian* (ibu maaf) aku tidak sempat untuk menelponmu karena kegiatan kuliahku yang akhir-akhir ini padat" ucapku terpaksa membohongi ibuku agar ia tidak khwatir, maafkan aku ibu


"Syukurlah jika kau dalam keadaan baik-baik saja, aku baru saja melihat berita dari tv nyonya baek bahwa saat ini kota tempat tinggalmu sedang terjadi kasus pembunuhan berantai dan sudah banyak korbannya"


"Kau harus hati-hati hye jin saat pulang larut malam dan jangan memilih jalan sepi agar terhindar dari tindakan kriminal"


"Aku berharap pembunuh sial itu segera ditangkap oleh polisi agar tidak membuat diriku cemas karena memikirkan keselamatanmu" ucap ibuku dari seberang telepon


"Eomma jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja disini bersama emma" ucapku


"Ahh...apakah teman laki-lakimu yang berkunjung kesini selalu bersamamu?" Tanya ibuku


"Ku harap ia masih bersamamu hye jin agar ia bisa melindungimu sampai penjahat itu segera ditangkap" ucap ibuku


"Nne eomma* (iya ibu) seo jin selalu bersamaku saat ini, ibu tidak perlu khawatir" ucapku


"Baiklah....ibu tutup dulu teleponnya dan jaga kesehatanmu, kim hye jin" ucap ibuku


"Nne eomma* (iya ibu) kau juga disana jaga kesehatanmu, salam untuk ayah" ucapku dan mengakhiri panggilan teleponku


"Siapa yang kau panggil ibu ditelepon?"

__ADS_1


Ucap seorang laki-laki sesaat setelah aku menutup panggilan telepon dari ibuku


Reflek aku terkejut dan menengok ke arah belakangku dan melihat hajung sedang berdiri dibelakangku


"Bukankah ibumu sedang berada didalam bersama ayahmu?" Ucapnya dan membuatku kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan dari hajung


Tenang kim hye jin masih belum terlambat untuk ia mengetahui identitasku yang sebenarnya


"Apakah ia harus menjadi ibu kandungku saat aku memanggil seseorang dengan sebutan 'ibu' " ucapku berusaha berdalih dari pertanyaan hajung


Tanpa menunggu tanggapan dari hajung, aku segera melangkahkan kakiku untuk pergi meninggalkan dirinya


Namun hajung menahan lenganku dan merebut handphoneku dari genggaman tanganku


"Sung hajung Apa yang sedang kau lakukan! Kembalikan padaku!" Ucapku sedikit menaikkan nada suaraku kepadanya


Hajung mengangkat tinggi handphoneku menggunakan tangan kirinya dan aku berusaha untuk meraihnya namun hasilnya nihil karena perbedaan jauh antara tinggiku dan hajung


"Berhentilah bermain-main sung hajung! Kau bukanlah anak kecil lagi" ucapku yang mulai jengkel dengan tingkah laku hajung


"Ahh.. baiklah jika kau tidak menyukainya" ucap hajung dan mengembalikkan handphoneku kepadaku diriku


Dengan tatapan sinis, aku melangkahkan kakiku dan hendak pergi meninggalkan hajung


Baru dua langkah aku berjalan hajung mengatakan sesuatu padaku


"Apa kau tidak penasaran dengan cerita kronologis yang aku katakan kepada polisi saat aku berada di rumah sakit?" Tanya hajung yang membuat kedua langkah kakiku berhenti


"Awalnya aku terkejut ketika seorang petugas polisi mengatakan padaku bahwa yang menyelamatkanku di gudang itu adalah kekasihku"


"Jika kekasihku tidak melaporkan diriku menghilang, mungkin aku sudah mati disana karena kedinginan" ucap hajung


"Aku berusaha mengingat nama-nama  mantan kekasihku dan beberapa nama wanita yang ku tiduri selama ini walau hanya semalam, ketika seorang polisi menyebutkan namamu, tapi tidak ada satupun gadis yang ku kenal dengan nama itu"


"Hingga aku tersadar bahwa hanya kau satu-satunya wanita yang berada disampingku saat aku siuman" ucap hajung


Aku tidak membalikkan tubuhku untuk menatap hajung berbicara, aku membiarkan ia berbicara dengan punggungku, aku takut ekspresiku saat ini akan meyakinkan dia bahwa aku adalah deok mi yang palsu


"Pada saat itu, aku mengatakan 'benar' saat polisi menanyakan semua pertanyaan kepadaku termasuk pertanyaan bahwa aku bertengkar hebat dengan kekasihku dan memutuskan untuk mabuk berat dan aku bertemu dengan beberapa preman didaerah sana dan mereka menyeretku lalu menghajarku sampai babak belur hahaha...."


"Sebuah cerita kronologis yang sanggup membuatku tertawa, betapa kau memiliki nyali yang besar untuk membohongi para petugas polisi"


"Dan saat ini polisi sedang mencari para preman yang berada dilingkungan tersebut yang untungnya memang meresahkan para warga yang tinggal disana" ucap hajung


"Haruskah aku mengucapkan terima kasih kepada dewi penyelamatku hari ini?" Tanya hajung dan mulai mendekatiku perlahan untuk melihat wajahku saat ini


Hajung menatapku sambil tersenyum aneh


"Kau tahu..tentu saja pernyataan yang dikatakan oleh polisi tidak membuatku diam dan hanya duduk saja sambil berpikir penasaran"


"Dengan koneksi dan uang yang ku punya, aku meminta bantuan pada sekertaris min untuk mencarikan sebuah lembaga detektif swasta yang mampu mencarikan identitas seseorang hanya dengan sebuah nama"


"Dan kau tahu hasil pencarian itu membuatku sangat..... terkejut" ucap hajung


"Karena ini berhubungan dengan kondisi kesehatan sepupuku yang asli  sung deok mi"


"Haruskah aku menceritakan semua detail hasil penelusuranku disini? nona KIM HYE JIN?"  Ucap hajung yang membuatku tidak bisa mengendalikan ekspresi yang terpancar dari raut wajahku saat ini


"atau...haruskah kita mencari tempat lain untuk berbicara lebih dekat dengamu?" tanya hajung lagi


tamat sudah riwayatku malam ini


seo jin-ssi apa yang harus aku lakukan saat ini?


__________________________________________


hi everything


bertemu lagi dengan hyung


gimana episode 59?


sung hajung demen banget godain anak gadis yang lagi ketar-ketir, emang dasar kelakuan jantan ya


suka seenak jidat dahh....


emm....makin penasaran ya... ama cerita selanjutnya


kira-kira si hye jin diapain ya ama hajung?


diseret langsung ke kantor polisi atau membuat kubu untuk ngejatohin bapaknya deok mi?

__ADS_1


tungguin ya kelanjutan ceritanya


sampai jumpa dadah 👋👋👋


__ADS_2