Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 25


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


Waa...aku serasa menjadi artis papan atas yang bisa bersandiwara dikehidupan nyata tanpa proses editing


Jika aku melakukan kesalahan sedikit saja, tamatlah sandiwaraku sebagai seorang deok mi


Setelah bibi min pergi meninggalkan aku dan seo jin, aku memukul perut seo jin dengan siku ku pertanda segera menjauh dariku


Seo jin meringis kesakitan ketika aku mendorong perutnya dengan sikuku


'Yaa..apa yang kau lakukan pagi ini?' Bisik seo jin


'Dia (deok mi) tidak pernah berada didapur apalagi memasak, bibi min akan curiga'


Aku menghiraukan seo jin dan tetap memasak sup ayam yang sedikit lagi hampir matang


'Jangan pernah keluar kamar jika tidak bersama diriku'


Aku tidak menatap seo jin ketika ia bicara pelan, aku hanya fokus pada masakanku dan mengaduk sup ayam yang berada diatas kompor dan mencicipinya dengan menaruh sedikit kuah sup ditelapak tanganku dan merasakan rasanya sudah pas atau belum


'Kau belum terlalu hapal dengan rumah ini, bagaiman jika kau tersesat?'


Aku mengambil kuah sup ayam dengan sendok dan meniup kuah sup itu agar tidak terlalu panas


'Bagaimana jika ada pelayan dirumah ini yang curiga jika kau tersesat?'


'Bagai...'


'Hap'


Aku memberikan kuah sup ayam yang tadi sudah kuambil dan memasukkannya kedalam mulut seo jin  untuk merasakan rasa dan menyuruhnya untuk diam


Seo jin terdiam dan indra pengecapnya mulai bekerja merasakan sup ayam yang kuberikan


Seo jin meng-ekspresikannya melalui matanya dengan melebarkan matanya, pertanda rasa sup ayamku cocok dengan lidahnya


"Bergegaslah untuk mandi,sup ayam ini akan nikmat jika dimakan dalam keadaan hangat" ucapku sambil mencari teflon untuk memasak telur dadar


Seo jin menatapku dengan tatapan kagum, bahwa gadis seusiaku bisa memasak dengan baik


Yah..mungkin masakanku tidak kalah enaknya dengan  masakan koki profesional dirumah seo jin, pikirku

__ADS_1


Aku melanjutkan kegiatanku yang sedang kulakukan sambil menunggu seo jin selesai mandi, aku harap seo jin tidak mandi dengan waktu yang cukup lama


Aku sudah merasa mahluk yang berada diususku berteriak untuk meminta jatah makannya, tidak mungkin kan aku makan sendiri tanpa seo jin, jadi aku harus bersabar menunggu seo jin untuk bersiap-siap


Park seo jin pov


Aku bagaikan anak kecil yang patuh pada ibunya


Hye jin, sosok gadis yang memiliki jiwa keibuan diusia nya yang belia, apakah karena ia hidup sendirian dikerasnya kehidupan chicago?


Dan terlebih lagi ia bisa menjaga kesucian dirinya diusianya yang ke 23 tahun, dan kau merusaknya seo jin karena salah menarik orang


Dasar berengsek kau seo jin, bagaimana mungkin kau tidak bisa membedakan tubuh istrimu atau orang lain meskipun paras mereka sama


Dan semalam, meskipun hanya sejenak kau memikirkan untuk melakukan 'itu' lagi pada hye jin?


Berpikirlah seo jin, gunakan akal sehatmu, kau tidak akan menyakiti hye jin, dan melakukan hal gila pada hye jin lagi, aku harus mengontrol hawa nafsuku


***


Selesai sarapan bersama, aku mengajak Hyejin untuk pergi kekantorku untuk belajar menjadi deok mi


Aku melingkarkan tangan hye jin ke lenganku dan berpegangan padaku, aku pikir hye jin sudah mulai terbiasa dengan perannya sebagai deok mi


"Kau harus ingat hye jin, ketika kau sedang berjalan dimanapun, kau harus mengangkat dagumu, dan pandangan mata lurus kedepan"


"Meskipun orang-orang menyapamu dan memberimu salam, jangan pernah tersenyum atau membalas salam mereka"


"Kau hanya akan membalas senyum pada orang yang memiliki kedudukan yang sama atau lebih tinggi kedudukan jabatannya dari deok mi"


Hye jin mendengarkan kalimatku dengan penuh seksama, dan sesekali hye jin mempraktekan ekspresi angkuh deok mi


"Maksudmu tatapan seperti ini?" Tanya hye jin padaku


Aku melihat hye jin tatapan mata hye jin terlihat kurang alami


"Tidak, jangan menyipitkan matamu seperti itu..kau terlihat seperti seseorang yang kehilangan kacamata, dan tidak bisa melihat apapun didepanmu"


Hye jin mencoba lagi dan merubah ekspresinya


"Seperti ini?"

__ADS_1


Hye jin melebarkan matanya seolah ia sedang marah kepada seseorang tetapi tidak menakutkan


"Apa kau bercanda hye jin? Apa kau akan melotot seperti itu selama dikantor?"


Hye jin terdiam memandangku sinis seolah marah padaku karena mendengar kalimatku yang selalu salah ketika ia mencoba mengekspresikan mimik wajah deok mi


Ketika hye jin menatapku dengan tajam 'deg' jantungku berdegup keras seolah aku sedang bertatap langsung dengan deok mi


"Deok mi..."


Supir ohh berhenti mendadak ketika ia melihat hye jin dibelakangnya melalui cermin pengemudi


'Ckitt...'


"Ya...supir ohh, apa yang kau lakukan? berhati-hatilah ketika mengendara" ucap hye jin yang segera mengangkat wajahnya ketika terbentur dengan  kursi yang ada didepannya


"Ma..maaf nyonya, aku akan lebih berhati-hati" ucap supir ohh


Hye jin mengusap keningnya yang terbentur dengan kursi yang berada didepannya, dan ekspresi polos hye jin ketika mengusap keningnya dengan telapak tangannya kembali  normal lagi


Hye jin melirik kearah ku dan ia tersadar bahwa aku tertegun menatap ekspresi hye jin yang mirip dengan deok mi sedari tadi


"Ada apa denganmu? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Hye jin


"Kau sangat mirip deok mi ketika kau sedang kesal"


"Maksudmu...aku memasang wajah angkuh deok mi yang sesungguhnya?"


Aku mengangguk ketika hye jin mengatakan kalimat itu


"Maksudmu...aku harus memasang wajah kesal sepanjang hari ketika aku bertemu dengan kerabat deok mi?"


"Ya..karena memang deok mi bukanlah orang yang ramah sepertimu"


"Dan deok mi dikelilingi oleh orang yg berwajah angkuh seperti itu, jika pun tersenyum padanya, ia akan beranggapan orang itu memiliki niat jahat untuk menyaingi atau menjatuhkan bisnisnya"


Hye jin hanya terdiam dan berkespresi prihatin dengan kehidupan deok mi, mungkin ia berpikir bahwa kehidupan deok mi bak ratu dari negeri impian, memiliki semuanya dan dikelilingi oleh orang baik dan tulus dengannya


Pada nyatanya deok mi dididik untuk menjadi hyena oleh orang tuanya, walaupun kedua orang tua deok mi baik, aku yakin kehidupan deok mi sama sepertiku, belajar terus menerus sejak usia masih dini, tidak ada waktu bermain


Kehidupan yang sudah diatur, bahkan jodohpun sudah diatur oleh orang tua, tidak ada kebebasan sejak kecil

__ADS_1


Dan deok mi melampiaskan kenakalannya ketika sudah beranjak dewasa dan berujung terbaring dirumah sakit hingga menyebabkan orang lain terlibat dalam kehidupannya


__ADS_2