
KIM HYE JIN POV
ayolah katakan sesuatu hye jin!
Jika kau diam seperti ini seo jin akan semakin curiga padamu jika kau menyembunyikan sesuatu darinya
Apakah aku harus mengaku pada seo jin tentang kejadian yang ku alami akhir-akhir ini dan mengatakan hal yang sejujurnya?
"Ha..baiklah aku akan mengaku padamu" ucapku
"Aku...."
"Aku..."
Seo jin mengernyitkan keningnya menunggu jawaban yang akan keluar dari mulutku
Tapi...
Setelah ku pikir-pikir ini bukanlah waktu yang tepat untuk bicara jujur pada seo jin
"Apa?! Apa yang ingin kau katakan?" Tanya seo jin yang tidak sabar menunggu jawaban dariku
"Aku bosan!!!" Ucapku reflek
"Bosan?" Tanya seo jin
"Ya aku bosan" ucapku ulang
"Aku bosan tinggal di rumah sebesar ini saat kau pergi ke kantor"
"Bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri dan lebih menghabiskan banyak waktu di dalam kamar ini hanya untuk menunggumu dan bisa bicara denganmu tanpa harus menjadi orang lain. Ditambah lagi aku tidak melakukan apapun sama sekali di sini"
"Sebelum aku menjadi sung deok mi, aku selalu bekerja setelah pulang dari kampus dan pulang pada malam hari"
"Mungkin satu atau dua hari terasa menyenangkan bagiku, tapi..setelah menjalaninya selama hampir 2 bulan, lama-lama aku merasa bosan dan ingin melakukan sesuatu seperti bekerja" ucapku mencari alasan
"Kim hye jin" panggil seo jin
"Aku benar-benar heran padamu, meskipun kau adalah gadis yang aneh tapi tidak ada seorangpun yang menganggap tidak bekerja dan tinggal di rumah sebesar ini dengan fasilitas mewah adalah hal yang membosankan"
"Apakah bekerja adalah hobimu kim hye jin?" Ledek seo jin
"Nne* (ya) bekerja adalah hobiku, aku akan merasa sangat bosan jika tidak melakukan apapun"
"Lagi pula seharusnya saat ini aku sedang magang di perusahaan lain jika aku tidak mengambil cuti kuliah dan menjalani kehidupan sebagai deok mi"
"Anggap saja dengan aku pergi ke kantor deok mi, aku sedang latihan untuk mempersiapkan diriku sebelum aku pergi ke lapangan" ucapku mencoba mencari alasan
"Yya*(hei) kim hye jin, tugas magangmu sebagai mahasiswi dengan menjadi deok mi yang ada di perusahaan adalah dua hal yang berbeda jauh"
"Mungkin kau akan mendapat nilai yang bagus jika menjadi mahasiswi yang rajin bekerja saat magang di perusahaan"
"Tapi..jika kau rajin pergi ke kantor sebagai deok mi, hal itu akan menjadi mimpi buruk bagi pegawai di sana" ucap seo jin
"lagi pula untuk apa mereka memperlakukan atasan mereka seperti menyambut seorang putri bangswan sih? sungguh suatu kebiasaan yang aneh"ucapku
"tidak bisakah mereka memperlakukan atasannya seperti manusia pada umumnya?"protesku pada seo jin
"bagaimana jika suatu hari nanti deok mi sudah siuman dan ia menjabat sebagai direktur di perusahaan real etstae rose? apakah setiap hari mereka akan menyambut deok mi dengan bunga mawar di kantornya? Apakah itu bukanlah suatu hal yang akan membuat perusahaan bangkrut?"
"Tidak akan semudah itu membuat suatu perusahaan bangkrut hye jin" ucap seo jin
"Ahh...Aku tahu uang kalian tidak akan ada habisnya,dan bukan suatu hal yang menjadi beban jika hanya membeli beberapa bunga mawar setiap hari lalu memajangnya di kantor, tapi bisakah kalian yang sebagai konglomerat tidak menyusahkan pegawai kalian sendiri?"
"aku tidak peduli kau setuju atau tidak, yang jelas mulai besok aku akan pergi ke kantor!"ucapku memaksa
"yya* (hei) kim hye jin apa kau tidak takut identitasmu akan ketahuan oleh pegawai kantor yang sangat peka dengan kebiasaan deok mi?"
"biar bagaimanapun kehadiran dirimu di kantor akan membuat resiko terbongkarnya identitas dirimu lebih besar, berhati-hatilah dalam tindakanmu" ucap seo jin
"kau harus ingat kim hye jin, kau adalah tanggung jawabku dan kau harus tetap berada di sampingku agar aku bisa menyelamatkan dirimu dan juga masa depanmu"ucap seo jin dengan tatapan serius
aishh...sial
aku gagal membujuk seo jin agar aku bisa pergi ke kantor dan mencari beberapa petunjuk di sana. ku rasa aku harus memberitahu hajung jika pergerakanku terbatas dan perusahaan real estate rose menjadi tempat kramat yang tidak boleh ku kunjungi tanpa mendapat persetujuan dari raja kukang
aku segera pergi ke kamar mandi dan meninggalkan seo jin dengan memasang wajah kesal karena tidak mendapat izin darinya
aku membanting pintu kamar mandi dengan sengaja agar amarahku bisa tersalurkan melalui pintu kamar mandi. seo jin membiarkanku bersikap seperti itu tanpa berkomentar apapun.
di dalam kamar mandi aku mengirim pesan pada hajung tentang hambatan yang ku alami saat ini. tapi diluar dugaan, hajung membalas pesanku dengan kalimat
'baiklah aku akan melakukan rencana B, tunggu dan lihatlah besok nona kim, biar bagaimanapun juga besok kau harus pergi ke kantor dan gunakan waktumu di sana dengan sebaik-baiknya untuk mencari petunjuk tentang transaksi gelap sung dong il'
rencana B? apa itu?
aku tidak mengetahuinya. apakah hajung diam-diam meyusun rencana agar mendapat bukti sebanyak-banyaknya? baiklah aku akan menunggu hari esok untuk melihat apa yang dilakukan hajung agar aku bisa ke kantornya deok mi
setelah mandi dan mengoles luka lebam yang ada dileherku dengan salep obat, aku segera keluar dari kamar mandi dan melihat seo jin sedang tiduran di atas tempat tidur dengan posisi membelakangi diriku
apakah ia sudah tidur?
haah.. mmola* ( tidak tahu). aku tidak peduli dia sudah tidur atau belum karena itu bukan urusanku
aku segera berbaring di atas tempat tidur dan membelakangi seo jin, ketika aku ingin menutup mata, seo jin mengejutkanku dengan cara berbicara tiba-tiba
"apa yang sebenarnya terjadi kim hye jin? kau belum mengatakannya padaku. kau pergi setelah mendapat telepon dari sesorang" ucap seo jin
"emma meneleponku"ucapku berbohong lagi
mungkin ke depannya aku akan menjadikan emma sebagai alibiku agar bisa bertemu dengan hajung, ku rasa aku harus menceritakan tentang sung hajung kepada emma agar emma bisa membantuku
"apakah sesuatu yang buruk menimpanya?'tanya seo jin
"mungkin bagimu masalah yang menimpa emma bukanlah sesuatu hal yang mendesak, hanya saja ia habis memutuskan hubungan jarak jauhnya dengan kekasihnya"ucapku berbohong
yah..meskipun tidak berbohongpun, pada dasarnya hubungan pacaran jarak jauh emma memang hampir kandas karena mereka sudah hampir 3 bulan tidak bertemu dan emma terihat jalan dengan beberapa pria lain
"apakah kekasih emma berselingkuh darinya?"tanya seo jin heran
justru emma yang melakukan perselingkuhan lebih dulu dan bermalam dengan pria lain
"hemm..ia dikhianati oleh kekasihnya dan butuh seorang teman untuk minum"
"mungkin ke depannya aku akan sering keluar untuk menghibur emma yang sedang patah hati"ucapku pada seo jin
"mianhae hye jin-aa *(maaf) karena diriku, kau tidak bisa leluasa menghibur sahabatmu sendiri"ucap hye jin
"jika emma membutuhkan liburan dan ingin berkunjung ke suatu tempat, katakan padaku, mungkin aku bisa memberikan hadiah kecil untuk menghibur dirinya yang sedang patah hati"
apakah aku berdosa tuhan? karena telah membohongi niat orang yang ingin berbuat baik?
Ku harap tuhan mengampuniku karena ke depannya aku akan sering melakukan kebohongan
Aku tidak menjawab ucapan seo jin dan lebih memilih untuk tidur terlelap
***
Keesokan paginya aku terbangun tanpa seo jin di sampingku, tanpa ku sadari, aku telah menguasai sebagian besar wilayah tempat tidur dengan tubuhku
Ku tebak, gaya tidurku sangat tidak beraturan dan seo jin bangun lebih dulu karena merasa tidak nyaman olehku
Aku segera bangun dari posisi tidur dan duduk sambil melenturkan otot-otot tubuhku sambil menguap lebar
"Hhooaahhhmmmmmm"
'Ckelek'
"Aku yakin jika ada lalat masuk ke dalam mulutmu, ia akan terbang langsung menuju ke lambungmu tanpa harus kau menelannya" ucap seorang laki-laki padaku dan membuatku reflek menutup mulutku yang sedang terbuka lebar
Laki-laki itu tidak lain adalah park seo jin, ia baru selesai dari kamar mandi dan akan bersiap-siap untuk pergi ke kantor
"Aigoo...kamjagiya* (astaga kaget gue). kau mengagetkanku park seo jin, ku kira kau sudah pergi ke kantor" ucapku
"Aku sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor tapi aku mendapatkan kabar tiba-tiba" ucap seo jin yang sedang melihat layar handphone dan memberikannya padaku
"Nyonya spencer?" Tanyaku
"Duguseyo?* (siapa itu?)"
"Pemegang saham terbesar nomor 3 di real estate rose setelah tuan charles" ucap seo jin
"Dia adalah orang yang paling netral dan hanya melihat kemampuan orang lain secara objektif"
"Aku ragu dengan melihat kinerja deok mi yang jarang pergi ke kantor dan akan membuat nyonya spencer tidak akan memilih deok mi sebagai direktur perusahaan"
"Ottokeh?*(bagaimana?) Ia ingin aku dan hajung bertemu dan duduk bersama untuk melihat siapa yang lebih kompeten untuk menjadi direktur perusahaan" ucapku setelah melihat pesan yang memberitahu bahwa aku harus bertemu dengan nyonya spencer
__ADS_1
"Bukankah tempo hari aku sudah melakukan presentase di hadapan para pemegang saham? Apakah itu masih kurang meyakinkan untuknya?" Tanyaku
"Tidak. Nyonya spencer tidak mengikuti rapat saat itu karena mengetahui hajung tidak bisa hadir rapat, jadi dia pikir rapat kemarin tidak adil baginya dan ingin duduk bersama dengan calon direktur lalu menilai langsung" ucap seo jin
"Ige mwoya?*(apa itu?) Ia Lebih terdengar seperti dosen yang sedang menilai mahasiswanya untuk tugas akhir" ucapku
"Jika mengambil kesimpulan yang sederhana, kau benar..ia lebih seperti seorang penguji"
"Bagaimana ini? Aku belum belajar dan tidak ada persiapan apapun, ini lebih seperti mendapat ujian dadakan saat kuliah, ku pikir aku akan mendapat nilai jelek" ucapku
"Gwaenchana*(tak apa) kau hanya presentase biasa seperti kemarin, hanya saja nyonya spencer akan lebih banyak bertanya dan melihat jawabanmu, ini lebih seperti ujian bahasa. Kau hanya berpikir memakai logikamu dan tambahkan dengan bahasa kiasan yang indah menurutmu "
"Tapi...berhati-hatilah, jika kau kurang tepat memilih kalimat atau kiasan, bisa saja kau mendapatkan nilai buruk darinya" ucap seo jin
"Bergegaslah..aku akan memberimu kisi-kisi untuk menghadapi nyonya spencer, aku akan mengantarmu ke kantor deok mi" ucap seo jin
Mwo?* (apa?) Kantor deok mi?
Aku akan pergi ke kantor real estate rose? Berarti aku memiliki kesempatan untuk mengunjungi kantor deok mi
Apakah ini bagian dari rencana hajung
Apakah nyonya spencer sebenarnya adalah pendukung hajung?
Haaa...aku tidak tahu
Kita lihat saja apa yang akan terjadi
****
"Jadi kau sudah paham kan hye jin?" Tanya seo jin yang sudah selesai menjelaskan padaku perihal beberapa kemungkinan yang akan ditanyakan oleh nyonya spencer padaku
"Aku paham secara garis besarnya, intinya aku harus pintar meyakinkan nyonya spencer agar memilihku sebagai direktur real estate rose" ucapku pada seo jin
"Baiklah jika kau sudah paham, aku akan menunggumu di luar kantor, hubungi aku jika kau kesulitan" ucap seo jin
"Apa?! Kenapa kau harus menungguku di depan kantor deok mi? Pergilah bekerja ke kantormu, aku bukan anak kecil yang baru pertama kali masuk ke sekolah yang akan merengek jika seseorang menjahiliku" ucapku pada seo jin
"Tapi...tetap saja aku tidak bisa pergi meninggalkan..."
"Pergilah!!!" Seruku meminta seo jin untuk pergi
Seo jin hanya terdiam menatapku
"Apa kau tidak mempercayaiku bahwa aku bisa melakukannya seo jin-ssi?" Tanyaku
"Araseo* (aku ngerti) aku mengandalkanmu kim hye jin" ucap seo jin dan aku segera keluar dari mobil dan memastikan seo jin pergi dari kantor deok mi
Aku segera masuk ke dalam kantor dan melihat beberapa pegawai terkejut melihat diriku yang datang ke kantor tanpa riasan bunga mawar di lobby
Baiklah sekarang tunjukkan bakatmu dalam berakting kim hye jin, kau pasti bisa melakukannya
Aku menegakkan bahuku dan menaikkan daguku, aku berjalan dengan gaya seangkuh mungkin, tentunya membuat masalah sedikit dipagi hari
Aku memanggil resepsionist dengan cara menggerakkan jari telunjukku untuk segera menghadap ke hadapanku
Dengan ekspresi takut dan panik, wanita penjaga resepsionist itu segera menghampiriku sambil menundukkan wajahnya
"Ya..nyonya, ada yang perlu saya bantu?" Tanyanya
"Tentu saja. Aku tidak melihat keindahan didalam kantor ini, ku harap sebelum jam makan siang kalian bisa merubahnya menjadi sesuatu yang biasa aku sukai, mengerti?" Ucapku pada pegawai wanita resepsionist
"Baik nyonya" ucap wanita itu dan aku segera pergi naik lift
Sesampainya di ruang kerjaku, sekertaris sin terlihat panik dan segera menghampiriku
"Maafkan saya nyonya, karena memberitahu anda mendadak pagi ini" ucap sekertaris sin
Selama deok mi koma, seo jin lah yang memegang handphone deok mi dan tentunya seo jin mendapat kabar nyonya spencer ingin bertemu dengan deok mi dari sekertaris sin
"Kau memang menyebalkan sekertaris sin, membuatku membatalkan beberapa acara yang sudah ku rencanakan jauh-jauh hari" ucapku ketus
"Maafkan saya nyonya, saya turut menyesal membuat anda kesulitan karena kecerobohan saya yang tidak bisa menangani nyonya spencer"
"Hentikan omong kosongmu untuk meminta maaf padaku, lakukan pekerjaanmu yang harusnya kau lakukan agar aku tidak menyesal menunjukmu sebagai sekertaris pribadiku" ucapku ketus pada sekertaris sin
Sekertaris sin membukakan pintu saat aku sampai di ruang kerjaku
Aku melihat beberapa bunga mawar hidup telah tersedia di ruang kerjaku
Aku benar-benar menyusahkan sekertaris sin dengan cara berpura-pura menjadi deok mi
"Apakah ada yang ingin anda minum, nyonya?" Tanya sekertaris sin
"Tidak. Aku akan memanggilmu jika aku butuh sesuatu"
"Ahh...jam berapa aku akan bertemu dengan nyonya spencer?" Tanyaku
"Sekitar jam 10 pagi nyonya, anda akan bertemu dengan beliau di ruang rapat" icap sekertaris sin
Aku melihat jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 9 pagi
Itu berarti aku memiliki waktu 1 jam untuk memeriksa ruang kerja deok mi secara menyeluruh untuk mencari petunjuk lainnya selain album foto
"Baiklah kau bisa pergi, aku ingin tidur sebentar sebelum pertemuan dengan nyonya spencer, jangan ganggu aku sekertaris sin siapapun itu, aku tidak ingin menerima tamu dan mengganggu waktu santaiku di sini" ucapku pada sekertaris sin
"Ba..baik nyonya" ucap sekertaris sin padaku dan segera menutup pintu ruangan kerja deok mi
Tanpa membuang waktu lagi, aku segera mendekat ke meja kerja deok mi dan mencari album foto yang sama tanggalnya dengan transaksi mencurigakan sung dong il
Ini dia yang aku cari
Aku akan menyimpannya dan menunjukkannya ke hajung
Tunggu
Apakah di ruangan kerja deok mi ada ruangan rahasia lagi seperti di kamarnya?
Dengan penuh penasaran, aku segera mencari buku yang terlihat mencurigakan di rak buku milik deok mi
Aku menarik satu persatu-satu buku tebal yang mirip dengan buku yang ada di kamar deok mi yang digunakan sebagai pintu masuk ruang rahasia
Tapi
Hasilnya nihil, tidak ada satupun buku yang mencurigakan sebagai alat pintu masuk ruang rahasia
Hingga aku tidak sengaja menjatuhkan sebuah buku besar dengan sampul kancing yang berbahan dasar kulit berwarna cokelat
Anehnya ketika buku itu jatuh ke lantai dan mengenai kakiku, aku tidak merasa kesakitan karena menopang bobot dari beratnya kertas pada buku besar tersebut
Ku kira itu akan terasa sakit mengingat buku itu sangat tebal
Aku segera mengambil buku itu dan ketika mengangkatnya, aku mendengar seperti ada suatu benda berada di dalam buku tersebut
Aku mengocok buku tersebut ke atas dan ke bawah dan memang benar buku ini menyimpan sesuatu di dalamnya
Aku segera membuka kancing buku itu dan melihatnya ke dalam
Dan benar dugaanku, aku melihat sebuah kotak kecil berada di dalam buku tersebut yang sudah dilubangi pada bagian tengah kertas-kertasnya untuk space kotak kecil tersebut
Aku mengambil kotak kecil itu dan membukanya
Aku melihat 2 buah kunci yang berada didalam kotak tersebut
Hal ini membuatku bingung, seolah deok mi menyembunyikan sesuatu dari keluarganya dan juga seo jin
Terlebih ia memiliki akses jalan rahasia ke ruang rahasia bawah tanah milik dong il di rumahnya dan melihat sesuatu yang harusnya tidak ku lihat
Baiklah untuk saat ini aku akan menyimpan kunci ini dan berdiskusi dengan hajung
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 09.45 dan hanya kunci ini yang ku temukan di ruang kerja deok mi, selebihnya tidak ada sesuatu yang mencurigakan
Aku memasukkan album foto deok mi bersama teman kencannya ke dalam tasku, selebihnya aku segera merapikan ruang kerja deok mi agar tidak terlihat seperti aku mencari sesuatu
Sekertaris sin mengetuk pintu ruang kerjaku dan aku berpura-pura tidur di atas kursi kerja yang empuk
"Mm..masuklah" ucapku
Ketika Sekertaris sin masuk, aku berpura-pura menguap dengan anggun dihadapan sekertaris sin
"Hoam..."
"Apakah sudah waktunya sekertris sin?" Tanyaku
"Ya nyonya, saya akan mendampingi anda ke ruang rapat" ucap sekertaris sin padaku
Aku beranjak dari posisi duduk dan menghampiri sekertaris sin
__ADS_1
"Apakah wajahku terlihat seperti orang yang baru saja bangun tidur? Perlukah aku berias lagi untuk menutupi wajah kantukku sekertaris sin?" Tanyaku
"Saya akan menunggu anda jika anda ingin pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah anda agar lebih segar, jika anda masih mengantuk" ucap sekertaris sin
"Berikan cermin padaku" perintahku pada sekertaris sin
Sekertaris sin segera berlari ke rak buku untuk mengambil cermin dan memberikannya padaku
Ku dengar ini adalah kebiasaan deok mi, ia selalu mementingkan penampilannya dan selalu bertanya tentang pendapat sekertarisnya mengenai riasan wajahnya
"aku tidak punya waktu lagi untuk membasuh wajahku" ucapku ketika aku menatap wajahku di depan cermin
Aku mengambil lipstick yang berada didalam tasku dan mempolesnya di bibirku
"Ottokeh?* (bagaimana?) Apakah bibirku sudah terlihat lebih seksi dengan warna merah ini, sekertaris sin?" Tanyaku
"Nne* (ya) nyonya anda kini terlihat lebih cantik dan lebih segar dengan memakai warna lipstik tersebut"
"Hohoho....baguslah, sekarang kita temui wanita tua itu yang telah membuat waktu santaiku berkurang" ucapku dan segera berdiri lalu berjalan berlenggak-lenggok dengan centil layaknya deok mi yang menyebalkan
Sesampainya di ruang rapat, aku telah melihat hajung yang sedang duduk dan wanita paruh baya sedang duduk bersebrangan dengan hajung
Aku menundukkan kepalaku sedikit ke arah wanita paruh baya itu dan hendak duduk di sebelah wanita itu
"Kau bisa duduk di samping tuan hajung, nyonya deok mi" ucapnya
Aku melirik ke arah hajung dan ia menaikkan alisnya ke arahku
Aku segera pergi dan duduk tepat di samping hajung
Aku tidak menyapa dirinya dan berpura-pura menjadi deok mi
"Sepertinya anda sedang sibuk nyonya deok mi, mengingat anda datang lebih 5 menit dari waktu yang dijanjikan" ucap nyonya spencer
"Benar. Aku sedang sibuk, karena itu aku datang terlambat ke sini, agar waktuku tidak terbuang sia-sia, bisakah kita memulai rapat pertemuan kali ini, nyonya spencer?" Ucapku ketus pada wanita paruh baya yang ada didepanku
"Hahaha....sudah lama aku tidak kembali ke new york dan bertemu denganmu nyonya deok mi, kau masih terlihat sombong seperti dulu dan ku rasa gosip sifatmu berubah menjadi hangat hanyalah isapan jempol belaka" ucap nyonya spencer
"Oh iya? Baguslah jika aku tidak mengecewakanmu setelah sekian lama tidak bertemu denganku, dan ku rasa sebaiknya anda tidak terlalu percaya dengan gosip yang beredar sebelum memastikannya dengan mata kepala anda sendiri" ucapku ketus dan nyonya spencer hanya tersenyum masam saat aku berkata seperti itu kepadanya
"Baiklah tuan hajung, aku dengar kau memintaku ke sini karena kau ingin melakukan presentase di hadapanku. Kebetulan saat rapat pemegang saham kemarin, aku sengaja tidak mengikuti rapat karena ku dengar kau tidak bisa datang hari itu karena terjadi sesuatu yang menyebabkanmu trauma hingga dirawat di rumah sakit" ucap nyonya spencer mengalihkan topik pembicaraan
"Sebagai investor, aku berhak memilih siapa yang layak melanjutkan perusahaan real estate ini setelah tuan sung dong il pensiun, aku tidak ingin menghabiskan uangku di sini jika pemimpinnya saja tidak layak di mataku"
"Seperti yang kalian tahu, aku adalah tipe orang yang sportif dan netral, aku tidak peduli dengan asal-usul dan masalah kehidupan pribadi kalian"
" apalagi gosip buruk tentang kalian yang beredar di kalangan para konglomerat, jika beredar gosip baik tentang kalian, mungkin aku akan senang tapi seperti kata deok mi, aku tidak boleh mempercayainya begitu saja, aku harus memastikannya sendiri dengan mata kepalaku"
"tapi sebenarnya aku hanya peduli dengan kinerja kerja kalian sebagai pemimpin perusahaan ini, Sekarang tugas kalian agar bisa meyakinkanku untuk memilih siapa di antara kalian yang layak menjadi direktur saat rapat pemilihan nanti"
"Terima kasih atas kemurahan hati anda nyonya spencer dan meluangkan waktu anda untuk datang ke sini memberikanku kesempatan sekali lagi untuk melakukan presentase" ucap hajung
"Kau tidak berterima kasih padaku juga sung hajung? Sebenarnya Aku sibuk, tapi karena masalah pribadimu yang tidak bisa hadir rapat pada hari itu, kau membuatku harus melakukan presentase dua kali" ucapku ketus
"Hhah?!...benarkah kau sibuk? Ku kira kau hanya sibuk bermain dengan para lelaki dan tidak sibuk dengan pekerjaan" ucap hajung ketus padaku
Aku dan hajung membuat suasana berubah menjadi runyam dan dingin hingga membuat semua orang yang berada di dalam ruang rapat menjadi tidak nyaman karena ucapan ketus hajung
"Berhentilah untuk mengkritik satu sama lain, aku hanya ingin kalian bersaing tentang pekerjaan, bukan masalah pribadi kalian" ucap nyonya spencer dan seketika hajung menundukkan kepalanya dan langsung memulai presentasenya
****
Sung hajung pov
Aku berhadapan dengan gadis ini sebagai sepupuku, deok mi
Di luar, aku harus bersikap dingin padanya dan menganggap gadis peniru itu adalah sung deok mi
Ku pikir hye jin cukup lihai dalam memerankan dirinya menjadi deok mi, bicaranya yang ketus, aura dingin yang keluar ketika melihatnya
Ciri khas gaya berjalan deok mi yang menjijikan agar ia terlihat sexy
Ditambah dengan warna bibirnya yang merah menyala seperti lampu merah
Serta cara ia menyindirku seolah ia seperti deok mi yang asli
Jadi aku membalas sikapku seperti aku berhadapan dengan deok mi yang asli
Semalam aku menghubungi nyonya spencer dan memintanya untuk datang karena yang aku tahu, nyonya spencer adalah pemegang saham yang sportif atau bisa dibilang netral diantara para pemegang saham lainnya
Ia termasuk tipe golongan konglomerat yang tidak terlalu peduli dengan status seseorang
Ia hanya menilai seseorang berdasarkan sikap dan kemampuan dari orang tersebut
Yang aku dengar ia tidak mengikuti rapat pada hari itu karena ia menganggap rapat kemarin tidaklah fair (adil), karena aku tidak bisa hadir rapat pada hari itu
Kali ini aku memiliki kesempatan untuk bisa meyakinkan nyonya spencer untuk memilihku saat rapat pemilihan nanti
Tanpa disangka, hye jin bisa melakukan presentasenya dengan baik, aku yakin seo jinlah yang telah melatih hye jin untuk bisa melakukan presentase sebagus ini
"Good job" seru nyonya spencer
"Aku tidak menyangka penampilan presentase kalian berdua bagus dan tentunya hal ini membuatku bingung untuk memilih siapa diantara kalian yang menjabat sebagai direktur real estate selanjutnya" ucap nyonya spencer
'Brakk!'
Seseorang membuka pintu rapat tiba-tiba dan terlihat dong il memasuki ruang rapat
"Ohh...nyonya spencer maafkan aku yang tidak bisa menemanimu tepat waktu karena harus menghadiri rapat untuk proyek selanjutnya" ucap dong il
"Tidak apa tuan dong il, aku yang salah karena tidak meberitahu kehadiranku untuk datang ke sini dari jauh hari" ucap nyonya spencer
"Coba seandainya kau datang lebih awal, mungkin kau bisa melihat presentase putrimu yang hebat ini" ucap nyonya spencer memuji hye jin
"Hahaha...putriku memang yang terbaik nyonya, bagaimana? Apakah kau sudah memantapkan pilihanmu untuk memilih direktur selanjutnya?" Tanya dong il
"Ahh...sebenarnya aku cukup kesulitan untuk memilih, karena penampilan dari keponakanmu, sung hajung tidak kalah hebat dengan deok mi" ucap nyonya spencer pada dong il
"Benarkah?...tapi aku yakin ada perbedaan di antara mereka berdua hahaha..." ucap dong il
"Mmm...kau benar, mereka memiliki aura tersendiri sebagai seorang pemimpin, mungkin aku harus memikirkan lagi untuk memilih siapa yang tepat untuk menjadi direktur saat rapat pemilihan nanti"
"Baiklah nyonya spencer, aku akan menunggu hasil anda di rapat pemilihan direktur nanti" ucap dong il
"Ahh...sekarang sudah waktunya untuk makan siang, bagaimana jika anda ikut makan siang bersama dengan para calon direktur real estate rose dan juga diriku" ucap dong il lagi
"Ahh.. itu ide yang sangat bagus untuk membina hubungan baik antar anggota perusahaan"
"meskipun mereka bersaing di perusahaan, tapi ku harap mereka tetap memiliki hubungan yang baik di luar jam kerja" ucap nyonya spencer
"Tentu saja, meskipun mereka terlihat ketus dan berbicara dingin satu sama lain, mereka tetaplah memiliki darah yang sama dan akrab. hanya saja mereka terlalu gengsi untuk mengakuinya hahaha...." ucap dong il berpura-pura
"Baiklah nyonya, silahkan pergi duluan ke restoran yang sudah disiapkan bersama putri dan keponakanku, aku harus menyiapkan beberapa dokumen untuk rapat siang nanti, setelah itu aku akan menyusul ke sana" ucal dong il
"Baiklah tuan dong il, aku akan menunggumu di sana bersama yang lain, aku harap kau bisa meluangkan waktumu untuk makan siang meskipun kau sangat sibuk untuk menjaga kesehatan tubuhmu" ucap nyonya spencer
"Aku mengerti nyonya, terima kasih atas perhatian anda" ucap dong il dan kami bertiga segera turun untuk menuju ke restaurant didampingi oleh sekertaris sin
Aku berjalan di samping hye jin sedangkan nyonya spencer berada di depan kami saat menuju lift
Didalam lift, Aku menengok ke arah hye jin dan ia mengisyaratkanku untuk melihat ke depan seolah-olah tidak ada yang terjadi
Saat ingin keluar dari lift dan berada di lantai 1, seseorang yang di hindari hye jin kini sedang menunggu di luar lift untuk bergiliran masuk
Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah richard
Ia melihat hye jin dengan sangat jelas, begitu pula dengan hye jin
"Ah..hei kim hye jin!" Sapa richard dengan senang ketika melihat hye jin.
richard sepertinya selesai istirahat makan siang dan ingin kembali bekerja bersama temannya yang berada di sampingnya
"Kenapa kau di sini dan..."
"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau bersama dengan atasan..." tanya richard berturut-turut tanpa jeda dan membuat gadis di sampingku panik
Haaah
Mimpi buruk yang ditakuti gadis ini terjadi secara nyata
Hye jin terlihat sangat panik dan berusaha menutupi wajahnya dan menatap ke arahku lalu ia memutuskan untuk menyembunyikan wajahnya di balik punggungku
Nyonya spencer terlihat bingung dengan pria muda dihadapannya
Apakah hye jin kali ini benar-benar skakmat?!
Apa yang harus ku lakukan untuk membantunya?
__ADS_1
Bersambung...