Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 97


__ADS_3

Kim Hye Jin pov


Aku mengganti pakaianku dengan pakaian sauna, di sini lumayan terlihat ramai dan ku pikir usaha ini tidak pernah sepi pelanggan


Aku melihat food court dan ingin memesan sikhye (minuman dari beras yang sudah difermentasi dan rasanya manis serta dingin)


Lagi-lagi aku menggelengkan kepalaku dan menghiraukan godaan untuk membuang-buang uang


Aku memutuskan masuk ke dalam ruang sauna di temperatur 40⁰ dan berdiam diri di sana selama kurang lebih 30 menit


Selesai melakukan sauna, aku merenggangkan tubuhku dan duduk di atas alas tikar yang terbuat dari rotan


Seorang laki-laki menghampiriku sambil membawa nampan berisi sikye dan telur rebus 1 buah


"Agassi*(nona muda) apa kau yang menyimpan barang-barangmu di loker 57?" Tanya pemuda yang bekerja di sauna ini


"Nne...*(iya) itu aku. Wae?*(kenapa?)" Tanyaku


"Cukhae*(selamat) anda menang dalam undian mendapatkan gratis hidangan dari sauna kami" ucap pemuda itu


"Ta-tapi...aku tidak mengikuti undian apapun" ucapku ragu


"Ahh...jadi begini agassi*(nona), di sauna kami setiap minggunya mengadakan undian secara diam-diam pada pelanggan kami dengan cara mengundi nomer loker tiap para pelanggan"


"Dan jika beruntung nomer loker pelanggan keluar dari hasil undian kami, pelanggan itu berhak mendapatkan hidangan kami secara gratis" ucap pegawai sauna ini


"Tapi...dari mana kau tahu kalau pemenangnya adalah diriku jika dari awal masuk kau tidak memberikanku kupon" ucapku


"Itu..."


"Ahh...tentu saja dari buku pengunjung yang meminjam loker, pegawai di sini mencatat nama pengunjung saat memakai loker kami lalu memantau pemenang kami melalui cctv dan mengikuti kemanapun pelanggan pergi selama di sini sehingga kami tidak kehilangan jejak dan salah memberikan hadiah pada pemenang kami"


"Aahh...jadi seperti itu, pantas saja di sauna ini tidak pernah sepi pengunjung, teknik marketingmu dalam menarik minat pelanggan dengan cara seperti ini sangat bagus" ucapku memuji


"Terima kasih nona atas pujianmu, silahkan nikmati makananmu" ucap pemuda itu


"Aahh...nne gamsahamnida*(iya terima kasih)" ucapku


Wahh.. 


Berulang kali aku mendapat keberuntungan seperti ini, apakah karena aku telah membantu nenek tua itu sehingga kejadian baik menghampiriku terus


Syukurlah aku bisa makan telur rebus dan sikye ini.


Aku mengunyahnya dengan sangat perlahan agar aku bisa menikmatinya


Setelah telur rebus dan sikye habis, aku merebahkan tubuhku dan menatap langit-langit sauna setelah menempelkan beberapa koyo di kakiku


Beberapa orang di sekelilingku mulai tertidur begitu juga dengan diriku yang mulai merasa mengantuk


Sejak aku mengalami kejadian buruk terus menerus di chicago, aku tidak pernah bermimpi indah lagi dan tidur dengan nyenyak


Aku hanya bergantung pada obat penenang yang di resepkan oleh dokter oh yeon seo


Kali ini obat penenang yang ku konsumsi sudah menipis stocknya, aku harus mengiritnya sebelum aku bertemu dengan cha young


Ku rasa hanya tinggal tersisa 2 butir saja di dalam botol obat tersebut, aku harus mencari pekerjaan paruh waktu besok dan mendapatkan uang agar aku bisa menukarnya ke cha young


Tentu saja jika aku tidak meminum obat penenang itu sebelum tidur, mimpi buruk selama aku tinggal di penjara terulang kembali


Masih terekam jelas di dalam otakku bagaimana mereka menyiksaku di dalam kamar mandi sel tahanan


Para wanita menyeramkan yang pernah satu sel denganku, menghajarku habis-habisan di dalam toilet tahanan tanpa sepengetahuan sipir


Aku memohon pada mereka untuk tidak terus menyiksaku, kali ini aku bermimpi mereka mencoba membakar rambutku karena aku gagal mendapatkan rokok dari sel tahanan lain dan ketahuan oleh sipir


Entah tindakan gila apalagi yang akan mereka perbuat di dalam mimpiku hingga aku merasakan seolah-olah mimpi itu sangat nyata


Saat api mulai muncul dari ujung rambutku, aku meronta-ronta dengan sekuat tenagaku dan seketika api itu padam dan api tidak menjalar ke rambutku lagi


Seseorang yang tidak bisa ku kenali wajahnya menyiram api itu dengan satu ember berisi air penuh dan aku merasa lega saat seseorang itu membantuku


Aku mulai merasa tenang meskipun tubuhku basah kuyup


Aku kembali tenang dan malam ini untuk pertama kalinya aku bisa tidur tenang tanpa harus meminum obat pemberian dari dokter oh yeon seo


*****


Aku merenggangkan tubuhku saat alarm pada handphoneku mulai berbunyi


Aku segera bersiap-siap mencari lowongan pekerjaan paruh waktu untuk hari ini


Untuk sarapan, tentu saja aku memakan semangkok mie instan dari toko kelontong


Hari ini aku beruntung mendapat pekerjaan paruh waktu di coffee shop karena salah satu karyawannya sedang cuti menikah dan akan bekerja kembali lusa nanti


Aku menawarkan diriku untuk bekerja di coffee shop ini selama dua hari meskipun jadwal temuku dengan cha young malam ini dan akan mendapatkan obat penenangnya karena uangku sudah cukup


Ia bersikeras padaku untuk menginap di kediamannya malam ini setelah mendengar kabar tadi malam aku menginap di sauna


Suara teriakan cha young membuat telingaku berdengung saat aku bicara melalui telepon


Ia memarahi dan mengomeliku karena cha young pikir aku akan datang ke kediamannya kemaren malam, tapi aku memilih menginap di sauna karena sudah terlalu banyak merepotkan dirinya di tengah kesibukannya bekerja


Bekerja shift di rumah sakit sangat melelahkan, aku tidak ingin keberadaanku justru membuat dirinya tidak bisa tidur nyenyak karena space tempat tidur yang sempit


Untuk meredakan kemarahannya, aku berjanji akan menginap di rumahnya malam ini


Aku mulai melayani pesanan pelanggan dan menjadi kasir, sesekali aku membantu karyawan lainnya membuat kopi dan meracik beberapa minuman yang ada di cafe ini


Hingga waktu makan siangpun tiba, aku memilih onigiri yang tadi pagi aku beli di toko kelontong sebagai menu makan siangku


Meskipun aku tidak merasa kenyang, setidaknya aku berharap onigiri atau nasi kepal itu mengganjal perutku hingga malam nanti sampai tiba waktunya makan malam


Waktu menunjukkan pukul 2 siang, waktu untuk kerja paruh waktuku sudah selesai


Ku pikir bayaranku di cafe ini akan cukup untuk membeli obat penenangku, namun nyatanya masih kurang sekitar 60 ribu won lagi


Meskipun nyaman bekerja di sini, tapi ternyata mereka tidak membutuhkan pegawai tambahan di siang hari


Aku memutuskan untuk mencari toko yang membutuhkan jasaku sebagai pekerja paruh waktu


Aku menemukan sebuah toko swalayan yang membutuhkan pekerja paruh waktu untuk menawarkan jeruk ke pelanggan yang sedang lewat lalu-lalang


Aku tahu pekerjaan ini sedikit sulit karena tidak banyak orang akan mampir untuk membeli jeruk di tengah kesibukan aktivitas mereka


Oleh karena itu mereka menarik perhatian para pembeli dengan cara menyuruhku memakai kostum hewan lucu sambil berjoget menemani salah satu pegawai toko swalayan yang bicara melalui microfon menjajakan jeruk


Jalan di luar tanpa memakai kostum hewan saja sudah membuatku kepanasan, apalagi ditambah dengan kostum hewan ini sambil berjoget semangat?


Ku harap aku tidak pingsan karena kekurangan oksigen saat memakai kostum hewan ini


Aku tidak bisa memilih-milih pekerjaan paruh waktu untuk saat ini, karena waktunya sangat mendesak


Aku perlu mengumpulkan uang secepatnya untuk menebus obat penenang itu


Kim hye jin


Kau pasti bisa!!!


****


Entah sudah berapa lama aku memakai kostum hewan ini, energiku sudah habis, kurasa sisa dari onigiri yang ku makan tadi siang tidak tersisa di tubuhku sama sekali karena telah habis terbakar oleh tenaga yang aku keluarkan hari ini


Aku sangat haus


Tenggorokanku terasa kering dan sulit menelan air salivaku lagi karena sudah mengering


"Hei...mana tenagamu? Berjogetlah yang semangat dan ceria, semakin cepat jeruk ini habis, semakin cepat juga kita bisa beristirahat" ucap wanita itu menyuruhku yang mulai kelelahan


Aku tahu kita sama-sama kelelahan.


Kau bicara terus menerus sedangkan aku memakai kostum hewan panda ini sambil berjoget di bawah teriknya matahari


Hingga dewa pun mengabulkan permintaanku


Seorang pria memborong jeruk yang di jajakan oleh toko swalayan ini hingga mencapai 10 kilogram


Ia bilang jeruk ini sangat manis dan ingin membawanya pulang ke rumah untuk merayakan kelulusan ujian anaknya


Haah....


Syukurlah, pria itu membeli jeruk ini dalam jumlah banyak


Setelah pria itu membeli banyak jeruk yang ada di toko swalayan ini, selang beberapa menit, seorang wanita muda membeli jeruk dalam jumlah banyak


Hingga ia meminta tolong staf toko swalayan ini membawanya ke dalam mobil miliknya


Aku bernafas lega karena tumpukan jeruk tadi kini mulai melandai dan hanya menyisakan beberapa buah saja


Tentu saja hal ini membuatku cepat menyelesaikan pekerjaan paruh waktuku dan bisa beristirahat


Manager toko swalayan ini memberikanku sebotol air putih dingin dan dua buah jeruk agar aku bisa mengonsumsinya


"Beristirahatlah nona, kau sudah bekerja keras hari ini" ucap manager toko swalayan ini


"Gamsahmnida" ucapku sambil menundukkan kepalaku dan masih memakai kostum hewan panda


Aku duduk di bawah pohon yang rindang dekat toko swalayan tersebut untuk beristirahat


Aku membuka kostum panda bagian kepalanya saja dan menghirup dalam-dalam udara sekitar


Aku menghabiskan satu botol air putih dingin hanya dalan hitungan beberapa detik


"Gluk..gluk...."


"Aahhh....amashita*(enaknya)" ucapku


Bagaimana mungkin hanya dengan meminum air putih terasa sangat enak dan menyegarkan seperti ini


Aku mulai mengupas jeruk yang diberikan oleh manager swalayan tadi dan mencicipinya


"Hemm....manis sekali jeruk ini"


"Wahh...daebak*(luar biasa)" ucapku sambil tersenyum yang terus memuji jeruk segar ini


Hingga pekerjaan paruh waktuku menjadi badut pun selesai dan matahari mulai terbenam


Cha young belum menghubungiku lagi sejak terakhir kami bicara tadi pagi


Aku sudah menyiapkan uang dan akan menebus obatnya


Seperti memiliki instuisi, cha young menelponku dan memberi kabar


Ia malam ini tidak berada di rumah karena harus bekerja lembur shift malam hingga esok pagi karena temannya mendadak sakit demam dan tidak bisa beraktivitas sama sekali


Beberapa kali cha young mengumpat dan menumpahkan kekesalannya melalui telepon


Ia menyuruhku untuk mendatanginya ke rumah sakit tempat di mana ia bekerja untuk mengambil kunci rumahnya agar aku bisa menginap di rumahnya malam ini


Namun aku menolak tawaran cha young karena merasa tidak nyaman tinggal di rumahnya malam ini sedangkan ia harus bekerja lembur dan tidak bisa tidur di rumah sakit karena harus berjaga


Beberapa kali juga cha young memaksaku untuk menghilangkan pikiran konyolku, terpaksa aku mematikan teleponku saat cha young mulai mengomeliku


Aku tidak ingin merepotkan cha young lebih dari ini, ia sudah membantuku mendapatkan obat penenang itu secara diam-diam dan menyembunyikan penyakit mental kecemasan berlebihku dari keluargaku


Aku memutuskan untuk menginap di sauna lagi dan melaundry pakaianku yang sudah mulai tercium aroma tidak sedap karena seharian aku bekerja memakai kostum hewan dan berkeringat


Haah...


Aku tidak membawa baju salin lagi selain yang menempel di tubuhku


Karena aku tidak berencana akan menginap selama beberapa hari di seoul


Tapi karena aku telah membantu nenek itu untuk membeli semua kembang api, aku harus mencari uang lagi agar bisa menebus obat penenangku


Aku memutuskan untuk singgah di minimarket 24 jam dan makan mie instan untuk makan malamku sebelum pergi ke sauna


Setelah selesai makan malam, aku melihat lowongan pekerjaan paruh waktu di salah satu club yang ada di seoul sebagai pelayan makanan


Club malam ini terlihat mewah.


Aku berniat masuk ke sini dan menanyakan lowongan paruh waktu.


Ku rasa bayarannya cukup banyak


Awalnya aku sempat ragu untuk bekerja di sini tapi setelah ku pikir-pikir saat di chicago aku juga pernah bekerja part time di salah satu club malam dan semua baik-baik saja, tidak ada salahnya dalam mencari uang dimanapun asalkan tidak menjual tubuhku ke lelaki hidung belang


Sesuai ekspetasiku, manager club malam ini menyambutku dan membenarkan bahwa club malam di sini butuh seorang waiterss untuk mencatat pesanan dan mengantar makanannya ke pelanggan


Aku diminta untuk mengganti pakaianku dengan seragam club malam yang ada di sini


Sebelum berganti pakaian, aku merentangkan seragam club malam ini dan melihat rok nya yang terlalu pendek bagiku


"Mmm...permisi, apakah anda tidak memiliki rok lain yang agak panjang?" Tanyaku pada manager itu


Manager itu mencoba mencari rok yang lebih panjang sesuai permintaanku


"Ku rasa hanya ini rok terpanjang yang ada di sini" ucap wanita itu yang bertugas sebagai manager


"Maaf nona jika kau berharap ada rok di bawah lutut, kami tidak menyediakannya"


"Aku tahu kau tidak nyaman memakai rok pendek tapi setidaknya kau memakai celana pendek kan? Ku rasa itu sudah aman menurutku dan kau tidak perlu khawatir pakaian dalammu akan terlihat nona" ucapnya manager itu


"Ku harap kau bisa memaklumi design seragam kami yang kebanyakan minim  karena di sini adalah club malam" ucapnya lagi


"Ahh....baiklah aku mengerti" ucapku untuk mengakhiri percakapan kami dan memulai pekerjaan paruh waktuku


Awalnya semua berjalan dengan lancar, aku mencatat pesanan makanan dan mengirimkannya ke pelanggan


Dan beberapa kali aku keluar masuk ke tempat tamu vip lalu mengirimkan makanan


Terlihat beberapa wanita penghibur menemani para tamu pria di vip


Hingga aku ke tempat vip lainnya untuk mengirimkan satu ember yang penuh dengan 10 buah botol bir dan sebotol anggur wine


"Selamat menikmati" ucapku dengan ramah


"Eit..tunggu dulu nona" ucap seorang pria yang merupakan salah satu tamu vip sambil menarik pergelangan tanganku


Aku membalikkan tubuhku dan melihat pria muda sedang mengisap rokoknya dan menghembuskannya ke wajahku


Aku menahan diri untuk tidak terbatuk-batuk di depan wajahnya


"A...ada lagi yang bisa ku bantu, tuan?" Tanyaku


"Tentu saja ada" ucap pria itu sambil tertawa cengengesan


"Apakah ada makanan atau minuman yang ingin anda pesan lagi, tuan?" Tanyaku lagi


"Tidak" ucapnya singkat


"Kau tidak bisa lihat meja ini sudah penuh dengan makanan dan minuman" ucap pria itu lagi


"Duduklah...aku tidak ingin memesan makanan lagi  tapi aku ingin kau menemaniku" ucapnya sambil mengelus-elus punggung tanganku


"Mi-mianhae*(ma-maaf) tapi saya masih memiliki tugas kerja lain yang belum saya selesaikan" ucapku dengan nada yang masih sopan


"Apa kau tuli?" Ucap nada pria muda itu  yang berubah menjadi ketus


"Apa kau alergi denganku jika berdekatan denganku hhuh?!" Ucapnya lagi dengan nada tinggi


"Hei...bung berhentilah untuk membuat keributan" ucap salah satu temannya untuk menenangkan dirinya


"Dia benar, berhentilah membuat keributan, di sini sudah banyak gadis-gadis cantik untuk menghiburmu" ucap teman pria itu yang lain


"Ani*(tidak) aku ingin gadis ini yang menghiburku malam ini" ucapnya sambil memelukku dan jarak wajah kami yang sangat dekat


Aku bahkan bisa mencium aroma mulutnya yang bau alkohol


"Yya!....*(hei...) ji hoon-ssi! Berhentilah bersikap kekanakan, ia bukan wanita penghibur, gadis itu hanya pelayan yang mengantar makanan di sini" ucap temannya yang mencoba membelaku


"Hahaha....aku adalah tamu vip di club malam ini, semua yang aku inginkan bisa terpenuhi termasuk meminta gadis ini untuk menghiburku" ucap pria yang bernama ji hoon ini


"Berhentilah mencatat pesanan dan mengantar makanan khusus malam ini"

__ADS_1


"Aku akan membayarmu dua atau bahkan tiga kali lipat dari gajimu jika kau bersedia menghiburku malam ini, nona" ucap pria itu sambil mengelus pipiku dengan tangan kirinya


Aku segera mendorong tubuh pria itu dan enggan berdekatan dengannya lagi


"Ma-maaf tuan aku tidak bisa, sa-saya  harus pergi dari sini jika tidak ada lagi yang ingin anda pesan" ucapku sambil menundukkan kepalaku


"Lihatlah dia sudah menolakmu, berhentilah untuk mengganggunya ji hoon" ucap temannya


Baru beberapa langkah aku berjalan, pria itu menarik tanganku lalu menyeretku kemudian mendorongku ke atas sofa dan ******* bibirku secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan terlebih dahulu


Seketika aku mendorong kuat tubuhnya lalu menampar keras pria muda kurang ajar itu agar berhenti menciumku


Seketika suasana menjadi runyam, pria itu sejenak menjadi patung


"Hhh...."


"Kau menamparku barusan?" Tanyanya


"Berani-beraninya gadis miskin sepertimu menampar wajahku!" Teriak pria muda itu sambil mendorong keningku menggunakan jari telunjuknya dengan kuat hingga kepalaku jatuh ke sofa


"Kau hanyalah seorang pelayan yang bekerja di sini, tidak perlu berpura-pura menjadi suci"


"Kau tidak jauh beda dengan wanita jal*ng yang menghibur di sini"


"Ji hoon-ssi henti..."


"Berhenti bicara untuk membela gadis jal*ng ini, bodoh!"


"Apa kau tidak lihat temanmu di tampar olehnya?" Ucap pria itu memotong ucapan temannya


"Aku tidak tertarik dengan wanita penghibur yang mereka sediakan di sini, aku tertarik padamu dan harusnya kau merasa bangga bodoh saat aku menawarimu untuk menghiburku dan tidur denganku"


"apa kau tidak tahu siapa aku hhuh?!" Ucapnya sambil mendorong terus keningku menggunakan jari telunjuknya


"ayahku adalah penguasa dari gedung-gedung dan perumahan yang ada di distrik gangnam ini"


"tanpa bantuan dari ayahku seorang pengusaha kaya raya saja tidak akan bisa membeli rumah atau gedung di daerah ini"


"dengan kata lain, ayahku adalah salah satu orang penting di distrik ini"


"sedangkan kau?.."


"kau hanyalah gadis miskin! dengan kekayaanku, aku bisa membeli tubuhmu dan menjadikanmu wanita pel*cur seumur hidupmu yang melayani diriku" ucapnya lagi sambil mendorong-dorong keningku beberapa kali


Haah...


Aku mulai muak!


Ingin sekali aku mencabut jari telunjuk itu dari tangannya


"Kau hanya diam saja. Apakah itu artinya kau sudah sadar apa yang ku bicarakan padamu?"


"Aku adalah pelanggan vip club ini, kepuasan pelanggan adalah motto dari club ini" ucap pria itu


Terlebih ia tidak segera menyingkir dari atas tubuhku dan terus memanggilku dengan sebutan gadis pelac*r atau jal*ng


"Buka bajumu gadis jal*ng dan layani aku malam ini" ucap lagi pria itu dan mulai menyentuh pipiku lalu turun ke bibirku


"Hisap ini sambil kau membuka kancing bajumu" perintah pria itu yang memintaku untuk menghisap jari telunjuknya


Alih-alih menuruti perintah untuk menghisap jari telunjuknya, dengan kesal aku menarik jari telunjuk pria itu dan menggigitnya hingga ia berteriak kesakitan


"Aarrgghhh!!!" Teriak pria itu dan ia segera bangkit dari atas tubuhku


Temannya hanya menontonku dan tidak ada satupun yang menghentikkan tindakanku yang menggigit jari telunjuknya


"To-tolong hentikan arrgghh!!"


"Ja-jariku bisa putus aarggghh!!"


"Yyya!!*(hei...!) Bantu aku hentikkan gadis ini kenapa kalian hanya diam saja?"  Ucap pria itu yang meminta bantuan pada teman-temannya yang berjumlah dua orang


"Hentikan nona! Hentikan" ucap salah satu teman ji hoon memintaku untuk menghentikan tindakanku


Aku melihat darah mengalir dari jari telunjuk ji hoon dan ia masih mengerang kesakitan


Hingga manager club datang untuk menghentikanku


"Nona hye jin hentikan!" Teriak nona yoon ji selaku manager club malam tempat aku bekerja malam ini


Aku menghentikkan perbuatanku dan nona yoon ji melihatku dengan ngeri karena darah segar masih menetes dari sudut bibirku dan turun ke dagu


"P-pii* (d-darah) waaa!!!" Teriak pria brengs*k sambil merengek kesakitan


"Hei...jangan harap kau bisa lolos dari sini wanita pelac*r! Aku akan menyeretmu ke kantor polisi" ancam pria itu padaku


"Tu-tuan tenanglah" ucap nona yoon ji pada tamu vip nya


"Tenang katamu? Apa kau buta hhuh?! Kau tidak melihat darahku keluar banyak dari jari telunjukku??!" Teriak lagi pria cengeng itu sambil mendorong kasar manager club malam


Beberapa wanita penghibur yang bekerja di club malam ini menangkap tubuh managernya yang  sempat oleng karena mendapatkan kekerasan dari tamu vip nya


"Yya...*(hei) jaga sikapmu brengs*k" teriakku mengumpat ji hoon


"Tutup mulutmu wanita si*lan! Aku bersumpah akan membuatmu mendekam di dalam penjara karena telah membuatku seperti ini" ucap ji hoon lagi


"Yyaa...yya...*(hei..hei..) cepat telepon polisi dan suruh mereka datang kemari" ucap ji hoon kepada teman-temannya


"Tu-tuan ku mohon jangan telepon polisi dan hentikan pendarahanmu dulu ok?!" Pinta nona yoon ji pada pria itu


"Be-betul lebih baik hentikan dulu darah dari jari telunjukmu" ucap teman ji hoon


"Aahh....kalian adalah teman brengs*k berikan handphonemu!" Perintah ji hoon dan merebut handphone dari temannya


"Ha-halo polisi! Datanglah ke club Daebak yang berada di distrik gangnam  seseorang telah menganiaya diriku hingga berdarah, ku mohon cepatlah datang ke sini dan tangkap pelakunya" ucap ji hoon sambil melihatku tajam


"Ahh...yee*(ah...iya) aku akan menunggu di sini" ucap ji hoon dan menutup teleponnya


"Hahaha....mampus kau wanita si*lan polisi sedang berada di perjalanan dan akan segera menangkapmu" ucap senang ji hoon


Dan benar saja tidak butuh waktu lama, polisi datang dan memborgolku lalu membawaku dan korban serta beberapa saksi lainnya ke kantor polisi


Terlihat familiar bagiku dengan kejadian ini


Sudah dua kali aku di borgol seperti ini dan di bawa ke kantor polisi


Aku berusaha bersikap setenang mungkin agar aku tidak mengalami panic attack dan membuatku kesulitan bernafas hingga membuatku seperti mengalami masa sekarat


Sesampainya di kantor polisi, ji hoon bersandiwara dan terlihat sangat kesakitan saat dimintai keterangan oleh polisi


Kini selanjutnya giliranku yang diinterogasi oleh petugas kepolisian. Mereka menanyakan namaku dan meminta id card ku, sejenak polisi itu berhenti mengetik dan menatapku sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Baiklah kim hye jin, kau terbukti telah menganiaya tuan ji hoon saat berada di club malam" ucap seorang petugas polisi menduhku


"Aku bukan wanita gila yang sembarang menggigit orang lain, aku memiliki alasan melakukan itu" ucapku


"Pria ini telah melecehkanku dengan mencium bibirku dan memelukku tanpa persetujuan dariku. Terlebih ia selalu menghina dan memanggilku dengan sebutan gadis jal*ng dan pelac*r" ucapku membela diri


"Haah....kim hye jin apa salahnya kau di sebut seperti itu?" Tanya petugas


"Yye?*(haah?) Maaf apa kau bilang?" Tanyaku


"Kau bekerja di club malam, sudah seharusnya kau terima jika seseorang memanggilmu dengan sebutan itu" jawab petugas itu yang membuatku melongo


Tidak sepantasnya seorang petugas mengatakan hal itu pada wanita, itu sudah termasuk pelecehan verbal bagiku


Waahh....


Petugas di negara ini  benar-benar sangat berbeda jauh dengan petugas kepolisian di chicago yang tidak mungkin bicara tidak pantas seperti itu


"Baiklah jika kau merasa dilecehkan oleh tuan ji hoon, apa buktinya?" Tanya petugas itu


"Kau bisa menanyakannya pada mereka" ucapku sambil menunjuk teman-teman ji hoon dan manager yoon ji yang ikut ke kantor polisi


Namun mereka justru diam seribu bahasa dan tidak mengatakan apapun seolah mulut mereka terkunci rapat


"Tidak ada saksi untuk membelamu" ucap petugas itu padaku


"Nona yoon ji apa kau melihat dengan mata kepalamu sendiri bahwa tuan ji hoon sedang melecehkan nona hye jin?" Tanya petugas itu


"Anio*(tidak) aku tidak melihat hye jin di lecehkan oleh tuan ji hoon" ucap


"Aku hanya melihat hye jin sedang menggigit jari tuan ji hoon hingga terluka parah" ucap nona yoon ji lagi


"Lihatlah tidak ada bukti atau saksi yang melihatmu di lecehkan oleh tuan ji hoon" ucap petugas itu padaku


Aku melihat teman-teman ji hoon dan seketika menunduk kembali saat tatapan mataku bertemu dengan tatapan mereka


Mereka sengaja menghindari tatapan mataku dan takut pada ji hoon


Entah apa yang membuat mereka takut bicara dan memilih diam saat dimintai keterangan oleh polisi


Yang jelas kelas sosial mereka dengan ji hoon berbeda jauh


"Omong-omong soal wanita gila yang tidak mungkin menggigit sembarang orang..."


"Ku rasa kau bisa menjelaskan untuk apa obat ini nona kim" ucap petugas itu dan menunjukkan obat penenangku


"Apa kau tidak lupa kan meminum obat penenang hari ini?" Tanya petugas padaku


"Astaga! Ternyata kau adalah wanita gila"


"Apa kau adalah pasien sakit jiwa yang kabur dari rumah sakit jiwa?" Ejek ji hoon padaku


"Jika kau bicara sekali lagi akan ku robek mulutmu" ancamku pada ji hoon


"Haah....maaf-maaf"


"Maafkan mulutku, harusnya aku tidak memancing amarah wanita gila sepertimu, bisa-bisa tidak hanya jariku saja yang terluka melainkan mulutku tidak bisa digunakan lagi" ucap ji hoon sambil menepuk-nepuk mulutnya


"Berhentilah mengejek tuan ji hoon" perintah petugas


"Aku tidak tahu bahwa dia mengonsumsi obat penenang, aku baru memperkerjakannya hari ini" ucap nona yoon ji pada polisi


"Kau harus lebih berhati-hati nona yoon ji saat memperkerjakan orang baru" ucap petugas


"Baiklah saya akan mengingatnya dan menjadikan ini sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati mencari pekerja baru" ucap nona yoon ji


Aku hanya menghela nafas saat yoon ji bicara seperti itu


Ia terlihat tidak ingin terlibat pada kasus ini dan lebih memilih mencari aman


Yoon ji tidak peduli dengan sikap orang kaya yang merendahkan dirinya, padahal ia sudah diperlakukan kasar oleh tamu vip nya sendiri


Baiklah


Aku berusaha mengerti posisinya saat ini sebagai manager club malam, ditambah mencari pekerjaan saat ini amatlah sulit hingga ia rela menutup matanya untuk hal kebenaran


"Nona kim apa kau mendapatkan obat ini secara legal atau kau mendapatkan obat ini dari oknum ilegal?" Tanya petugas


"Kau tahu kan hukum di korea berbeda jauh dengan chicago yang menindak tegas siapapun yang terlibat dalam obat-obatan narkoba akan terjerat hukuman penjara?" Tanya lagi petugas itu


Aku tahu komposisi obat penenang yang aku konsumsi mengandung salah satu kategori dari obat narkoba


Untuk itulah cha young selalu memperingatkanku untuk menjalani therapi oleh dokter spesialist jiwa dan tidak bergantung pada obat penenang ini


"Te-tentu saja aku mendapatkan obat itu dari rumah sakit dan di pantau oleh dokter, kau bisa melihat copian resepku" ucapku bicara tenang dan berharap ia tidak menyelidiki lebih jauh tentang obatku dan menyeret cha young ke sini


"Baiklah nona kim, kau tidak bisa pergi dari sini dan terpaksa harus berada di sel jeruji untuk sementara sampai batas waktu 2 x 24 jam untuk menyerahkan bukti bahwa kau tidak bersalah"


"Ku harap kau tahu jika dalam batas waktu tersebut kau tidak bisa menunjukkan bukti bahwa dirimu tidak bersalah atau membayar uang jaminan, kau dinyatakan bersalah dan akan di adili di persidangan nanti" ucap petugas polisi itu


"Aishh...seharusnya aku tidak perlu menjelaskannya secara terperinci padamu, ini bukan pertama kalinya kau masuk ke dalam penjara" ucap petugas itu


Ku rasa ia tahu semua latar belakangku ketika ia memasukkan nomer id pengenalku di sistem, dengan cepat sistem negara ini akan memperlihatkan catatan kriminalku termasuk di luar negara ini


"Perlukah aku mengantarmu ke sana? Tenang saja penjara korea tidak seseram seperti penjara chicago di mana kau bergabung dengan anggota kartel ilegal"


"Di sini jauh lebih hangat dibandingkan di sana saat musim dingin tiba" ucap lagi petugas itu dan aku mengacuhkan dirinya lalu berjalan sendiri ke dalam penjara kantor polisi ini


Aku mendengar kehebohan ji hoon dan teman-temannya yang terkejut mendengar diriku pernah hidup dalam penjara chicago


"Kau dengar itu? Wanita itu bahkan pernah masuk ke dalam penjara di chicago?"


"Hei...harusnya kau tidak macam-macam dengan gadis itu, bagaimana jika kau benar-benar kehilangan jarimu untuk selamanya"


"Sst...."


"Berhenti bicara seperti itu"


"Me-memangnya apa yang sudah ku lakukan pada gadis itu?"


Aku hanya menarik nafas dalam-dalam saat mereka membicarakanki dari belakang


Jika aku adalah hye jin yang dulu, mungkin aku sudah merengek-rengek menangis dan memohon pada petugas polisi itu mengatakan bahwa aku tidak bersalah


Tapi...sejak kejadian yang kelam itu, aku tidak pernah meneteskan air mataku lagi


Jika seandainya aku bisa menangis, mungkin aku tidak akan memendam perasaan sedih ini hingga ke dalam alam bawah sadarku


Jika aku sedang merasa sedih, aku hanya bisa melampiaskannya dengan perasaan marah, atau hanya melamun saja, setelah itu aku akan bermimpi buruk lagi...dan lagi


Aku pernah bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan aku akan hidup menderita seperti ini?


Apakah hingga aku mati?


Ataukah sebaiknya aku bunuh diri saja di sungai han?


Satu-satunya alasanku hidup sampai saat ini adalah kedua orang tuaku, yah...mereka selalu mendukungku dan tersenyum padaku meskipun mereka tahu kejadian buruk yang aku alami di chicago hingga detik ini


Mereka tidak pernah membahas satu kali pun kejadian di chicago saat aku tiba di pulau hangan, ayah dan ibuku tetap sama saja


Bersikap hangat padaku dan seolah tidak terjadi apa-apa


Entah mereka berusaha tegar ketika di hadapanku ataukah memang mereka kuat lebih dari yang aku perkirakan


Setidaknya itu merupakan sesuatu hal yang bagus, karena ketika mereka menanyakan kejadian kelamku saat berada di chicago, aku tidak yakin bisa menceritakan semuanya pada mereka


Kali ini


Aku berakhir di balik jeruji ini


Ku rasa pergi sejauh apapun atau pergi ke berbagai negara manapun, pada akhirnya aku akan mendekam di penjara


Haah....


Kim hye jin, kau memang sedang hidup di zaman ketika uang dan kekuasaan adalah segala-galanya


Aku hanya bisa mengikuti takdir hidupku saja, hidupku memang sudah hancur dan tidak memiliki masa depan yang bagus lagi


Baiklah...


Mari sejenak berpikir kim hye jin, jika memang aku dinyatakan bersalah dan berakhir di dalam penjara, paling tidak aku akan di penjara atas tuduhan penganiayaan dengan hukuman maksimal 5 tahun di penjara atau uang jaminan sebesar 20 juta won


Itu artinya ketika aku keluar dari penjara nanti, usiaku sudah kepala tiga dan sangat sulit mencari pekerjaan  di sebuah perusahaan karena aku memiliki catatan kriminal resmi di negaraku sendiri


Ku rasa aku harus membuka usaha sendiri untuk menyambung hidupku


Tapi...apakah seseorang dengan catatan kriminal bisa meminjam uang di bank?


Hemm...


Aku belum memikirkannya hingga saat ini, baiklah pikirkan saja pelan-pelan, aku masih memiliki waktu banyak untuk memikirkan masa depanku yang suram


"Hachiihh" aku bangkis karena merasa kedinginan


Pakaian seragam club malam ini terlalu pendek bagiku hingga seorang paman  yang satu sel denganku karena membuat keributan saat sedang mabuk terbangun dan melihat mesum ke arahku


Aku membiarkan paman itu asalkan ia tidak bersikap kurang ajar padaku, jika ia berani menyentuhku, akan ku pastikan kedua tangannya patah karenaku


Ahh...sial


harusnya aku buat patah saja jari telunjuk bajing*n itu jika aku pada akhirnya berada di dalam penjara


"Ahjussi!*(paman!) Bisakah aku mengganti pakaian milikku?" Tanyaku pada petugas polisi itu

__ADS_1


"Tidak bisa, semua barang-barangmu adalah barang bukti, aku tidak bisa memberikannya padamu" ucap petugas itu


"Setidaknya berikan aku selimut, kau tidak lihat betapa minimnya seragam club ini hhuh?!" Seruku


"Kau kira ini hotel hhuh?! Berhenti berteriak dan diam di sana" ucap petugas itu menyuruhku diam


Dasar jahat


Kalian memang mes*m senang melihat gadis memakai pakaian minim di depan mata kalian


Paman mabuk yang satu sel denganku melihatku sambil senyum aneh


"Berhenti memandangku jika kau tidak ingin kehilangan kedua bola matamu brengs*k" ancamku pada paman itu dengan tatapan tajam


Paman itu menuruti ucapanku dan membelakangiku sambil tertidur


Beberapa jam berlalu, aku masih belum bisa tidur dan memejamkan kedua mataku


Hingga tiba seorang polisi muda yang selesai bertugas dari luar dan tidak sengaja melihat ke arahku


Aku yang sedang melamun sambil beberapa kali menghembuskan nafas tersadar bahwa polisi muda itu sedang menatap ke arahku


Aku membuang wajahku dan enggan menatapnya


Aku tahu ia sedang berpikiran macam-macam saat melihat seorang gadis memakai rok mini di dekatnya


Namun dugaanku salah


Ia justru menghampiriku dan meminjamkan jaketnya untuk menutupi pahaku


"Jika kau berniat untuk memakainya pakailah, kecuali kau memang ingin menggoda beberapa petugas yang ada di sini dengan pakaianmu yang minim itu" ucap petugas polisi muda itu yang membuatku terharu bahwa masih ada manusia baik yang hidup di dunia ini


"Gamsahamnida" ucapku pelan dan menundukkan kepalaku


Aku merasa hangat saat petugas itu meminjamkan jaketnya padaku dan tidak sadar membuatku tertidur


Seperti biasa, aku bermimpi buruk lagi dengan latar belakang penjara chicago


Geng wanita yang menyeramkan itu menyuruhku untuk mengantarkan makanan ke teman tahanannya lalu ia menitipkan sesuatu pada wanita gendut itu berupa kunci


Wanita bertato pedang itu memilki rencana untuk kabur dari tahanan dan benar saja mereka berhasil lolos begitu juga dengan diriku


Tak lama seorang wanita meneriakiku dengan sebutan kasar


"Hei wanita jal*ng!"


Aku menolehkan kepalaku ke arah kanan dan melihat  seorang wanita yang tidak ingin ku temui


Ya...


Wanita yang aku temui peratama kali di sel tahanan dengan pakaian nyentriknya berdiri di samping deok mi dengan tatapan menyeramkan


"Kau sudah keluar rupanya..."


"Kau tidak boleh keluar dari dalam tahanan, jika tidak..."


"Kau akan mati di tanganku" ucap deok mi sinis


"Habisi dia" perintah deok mi dan wanita gila itu mennyekik leherku hingga aku kehabisan nafas


"Agasee*(nona muda) bangunlah" ucap seorang pria


"Haaa....haa..." nafasku terengah-engah saat bangun dari tidur


Seorang pria duduk di sampingku setelah ia berusaha membangunkanku


"Kau tidak apa-apa?" Tanyanya pelan


Aku menatap wajahnya sebentar dan teringat bahwa pria itu adalah polisi baik hati yang telah meminjamkan jaketnya padaku


"Keluarlah, petugas jae ingin bicara denganmu" ucapnya dan segera pergi meninggalkanku


Aku melihat sekelilingku dan hanya aku seorang diri yang berada di dalam sel tahanan


Ahjussi*(paman) yang mabuk itu telah pergi entah kemana


Aku segera bangkit dari posisi dudukku dan bicara dengan petugas jae


"Ambil barang-barangmu dan pergilah" ucapnya acuh


"Yye??*(haah?!)" Ucapku bertanya-tanya


"Apa kau tidak dengar?"


"Aku menyuruhmu pergi dari sini" ucapnya lagi


"Tapi wae?*(kenapa?)" Tanyaku heran


"Apa kau bodoh?"


"Jika aku memperbolehkanmu keluar berarti kau telah mendapatkan bukti bahwa dirimu tidak bersalah" ucap petugas jae menjelaskan


"Tapi...bagaimana cara kau mendapatkan barang bukti bahwa aku tidak bersalah?" Tanyaku penasaran


"Hhaaahh....."


"Jika aku tidak memberitahumu, aku yakin kau akan memaksaku untuk bicara kan?" Tanya petugas jae


Aku mengangguk beberapa kali pertanda mengiyakan pertanyaan petugas itu


"Semua wanita sama saja, rasa ingin tahunya begitu tinggi" oceh petugas jae


"Baiklah nona kim aku akan menjelaskannya padamu"


"Salah satu pegawai yang ada di club malam itu, tiba-tiba menyerahkan isi rekaman cctv yang ada di ruangan vip pada saat kejadian"


"Di dalam rekaman cctv itu jelas terbukti bahwa kau menampar dan mengigit pria itu untuk membela dirimu karena ia sudah mencium..."


"Ehm....maksudku melecehkan dirimu" ucap petugas jae


"Memangnya tidak ada tindakan lainnya selain menggigit untuk membela diri?"


"Kau itu sebenarnya manusia atau anj*ng sih" oceh lagi petugas jae


"Apa kau bilang?" Tanyaku ke petugas jae


"Bukan hal yang penting. Sekarang pergilah dari sini nona kim" ucap petugas jae


"Bolehkah aku melihat rekaman cctv..."


"Yyyaa!!*(hei!!...)" teriak petugas yoon sambil memukul meja hingga membuatku terkejut


"Pergilah sekarang juga! Bagaimana mungkin aku mengizinkan seorang warga sipil melihat barang bukti" ucap petugas jae


Aku hanya menghela nafas saat ia tidak mengizinkanku dan berjalan pergi meninggalkan mejanya, namun aku berbalik lagi dan menanyakan petugas jae


"Maaf permisi" ucapku lagi


"Wae...wae..wae?!*(kenapa...napa...napa lagi!)" Ucapnya


"Apakah kau bisa menunjukkan padaku di mana toiletnya?" Tanyaku ke petugas jae


Ia mengepalkan tangannya dan menunjuk arah dimana toilet berada dengan jarinya


****


Setelah berganti pakaian, aku segera keluar dari kamar mandi dan kembali ke dalam ruangan untuk mengembalikkan jaket pinjaman dari polisi muda yang baik hati


Namun aku melihat pria mesum tadi malam yang ada di club telah duduk sambil menangis di sel tahanan tempat aku bermalam kemarin


Aku melihatnya dan tak sengaja tatapan mata kami bertemu


"Yyaa!*(hei..) kau gadis jal*ng!!" Teriak ji hoon dari dalam sel


"Gara-gara kau, kini aku menderita seperti ini"


"Pantas saja kau tidak terlihat panik saat masuk dalam jeruji besi, ternyata kau memiliki pelanggan dari orang terpandang ya?"


"Pura-pura suci dan menolak tawaran untuk tidur denganku, ternyata kau adalah gadis liar yang sangat profesional" teriak lagi pria gila itu


Aku tidak menggubris ucapannya dan tetap menghampiri polisi muda yang baik itu untuk mengembalikkan jaketnya


"Hei...ji hoon-ssi berhenti berteriak seperti itu" ucap petugas jae


"Maaf permisi, aku ingin mengembalikkan jaketmu, terima kasih banyak karena telah meminjamkan jaketmu padaku, petugas min ho-ssi " ucapku pada polisi baik itu sambil membaca papan namanya


"Tidak perlu sungkan, aku meminjamkannya padamu karena sepertinya kau tidak nyaman memakai pakaian seperti itu tadi malam dan udaranya juga dingin" ucapnya


"Ini nona, silahkan di minum untuk menghangatkan tubuhmu" ucap petugas min ho sambil memberikan segelas kopi hangat yang disajikan dari mesin kopi


"Hei...berhenti bersikap sopan padanya, wanita itu adalah rubah, ia bisa menghipnotis pria di sekitarnya, kau harus waspada polisi muda" ucap ji hoon


'Brak!!'


Terdengar suara keras dari luar jeruji dan itu ternyata petugas jae yang memukul papan kecil memukul jeruji besi sel tahanan


"Sudah ku katakan padamu untuk menutup mulutmu" ucap petugas jae pada ji hoon


"Tapi...ini tidak adil bagiku, lihatlah aku korban penganiayaan, kenapa ia bisa bebas seperti itu sedangkan aku berada di dalam penjara" ucap ji hoon yang masih menyangkal


"Aku sudah mendapatkan barang bukti bahwa kau melecehkan nona muda itu dan memaksanya untuk bercumbu denganmu" ucap petugas jae


"Tutup mulutmu dan diamlah" perintah petugas jae


"Ka-kalo begitu...katakan pada pelanggan seksmu untuk membebaskanku" ucap ji hoon yang tentunya mengarah padaku


"Ku mohon bantu aku keluar dari sini, aku tidak tahu ternyata kau adalah wanita simpanan paman kaya itu" ucap ji hoon yang membuatku bertanya-tanya


"Busunsuriya?*(apa maksudmu?) Aku tidak memiliki pelanggan apapun, berhentilah bicara yang tidak-tidak" ucapku


"Jangan berpura-pura bodoh sialan ishh..." teriak ji hoon


"Nona kim keluar dari sini dan berhenti bicara dengannya" ucap petugas jae dan mengusirku


"Ku-ku mohon keluarkan aku dari sini!"


"Aku berjanji akan melakukan apapun padamu"


"Aku bahkan bisa bersujud di bawah kakimu nona" pinta ji hoon namun petugas jae menyeretku keluar dari dalam ruangan sambil membawa kopi yang diberikan oleh petugas min ho


"Kembali kau wanita jal*ng!! Jangan pergi meninggalkanku!" Teriak ji hoon sangat keras ketika aku berada hampir di pintu keluar


"Pergilah, jangan kembali ke dalam lagi, paham?" Ucap petugas jae padaku


"Ini pegang kopimu" ucapnya lagi berbalik padaku setelah sesaat ia berniat masuk ke dalam kantor polisi


Aku menyeruput kopi hangat pemberian petugas min hoo


Siapa yang di maksud oleh laki-laki mesum itu? paman kaya raya? Pelanggan seksku?


Aishh...


Dasar mulut tidak terdidik, bagaimana mungkin ia bisa bicara kasar seperti itu pada seorang wanita?


Tidak semua gadis yang bekerja di club malam adalah wanita penghibur, dasar pria gila!


Aku masih penasaran siapa karyawan yang berani memberikan bukti kamera cctv ke petugas jae?


Apakah ia adalah nona yoon ji?


Aku harus ke sana untuk memastikannya dan meminta upah kerja paruh waktuku


Sesampainya di depan club daebak, aku melihat tanda 'close' dan terkunci dari luar


Aku mengelilingi club itu berharap ada pintu belakang agar aku bisa masuk ke dalam


Aku menemukan pintu belakang namun saat ingin membukanya, pintu itu terkunci


Haah


Apakah tidak ada orang sama sekali yang masih berada di dalam club ini?


Padahal ini masih jam 7 pagi


Tidak lama seorang pria keluar dari dalam club dan melihatku


"Ahh..permisi  apakah nona yoon ji masih ada di dalam?" Tanyaku


"Ada perlu apa kau ingin bertemu dengannya?" Tanya sinis pria itu dengan nada bicara yang kemayu


"Aku ingin mengembalikkan ini" ucapku sambil menunjukkan seragam club daebak


"Ahh...jadi kau adalah pekerja paruh waktu yang telah membuat keributan itu?!" Seru pria yang nada bicaranya seperti wanita


"Aah...i-itu" ucapku


"Kau terlalu berlebihan, ia hanya mencium dan memelukmu belum sampai membuka pakaianmu, kenapa reaksimu berlebihan seperti itu hingga membuat pelanggan vip terluka"


"Jika kau tidak ingin diperlakukan seperti itu, harusnya kau tidak perlu bekerja paruh waktu di club malam" ucap lagi pria kemayu itu dan menabrak bahuku dengan bahunya sambil berjalan


"Dia ada di dalam, masuk saja ke sana" ucap pria itu membalikkan tubuhnya memberitahuku


Setelah pria kemayu itu pergi, aku masuk ke dalam dan mencari nona yoon ji


Ia sedang meminum bir dengan es batu besar berada di dalam gelas dan terlihat depresi


"Jeogiyo*(permisi)" ucapku


"Ahh...ternyata kau, duduklah" ucap yoon ji


Aku menghampiri nona yoon ji dan duduk di dekatnya


"Ternyata kau keluar dari sana lebih cepat dari yang ku kira" ucap yoon ji


"Syukurlah kau kembali lagi ke sini, sebelumnya aku sempat bingung untuk menghubungimu jika kau sudah keluar dari kantor polisi"


"Ada sesuatu yang harus ku serahkan padamu" ucap yoon ji


"Aku juga unnie*(kaka perempuan) Aku ingin mengembalikkan seragam club ini" ucapku


"Ahh....baiklah"


"Dan tunggu sebentar, ini adalah bayaranmu yang telah bekerja selama tiga jam di sini" ucap nona yoon ji padaku


"Hitunglah kembali" ucap yoon ji


"Aku tahu upah bayaran bekerja sambilan di sebuah club malam memang lumayam tinggi, tapi kau juga memiliki resiko yang tinggi" ucap nona yoon ji padaku


"Aku tidak peduli dengan masa lalumu yang pernah tinggal di luar negeri, tapi di sini adalah korea,  tentu saja ada perbedaan kebiasaan pengunjung club malam yang ada di sini dan di sana"


"Mungkin saat kau berada di chicago, jika kau menolak untuk melakukan kontak fisik, mereka akan mundur dan tidak akan memaksamu"


"Tapi...ketika kau berada di sini, kau harus sudah siap menerima pelecehan dari pelanggan dan menganggap hal itu adalah hal biasa" ucap yoon ji lagi


"Akan ku ingat baik-baik ucapanmu unnie*(kaka perempuan)"


"Dan....terima kasih banyak karena telah membantuku keluar dari dalam sana"


"Setelah kau memberikan barang bukti yang menunjukkan  bahwa aku tidak bersalah, petugas polisi itu membebaskanku dan membawa masuk pria mesum itu ke dalam besi jeruji" ucapku pada yoon ji


"Aku tidak melakukan apapun hye jin" ucap noja yoon ji yang membuatku semakin bingung


"A-apa kau bilang? Kau tidak melakukan apapun?" Tanyaku


"Ta-tapi menurut petugas jae ada karyawan..."


"Kim hye jin!" Panggil yoon ji memotong ucapanku


"Aku tidak peduli dengan urusanmu, bahkan aku tidak tahu bagaimana caramu keluar dari sana"


"Jika tidak ada kebutuhan yang lainnya, ku harap kau segera pergi dari sini dan biarkan aku sendiri" ucap yoon ji ketus


"Tapi nona yoon ji aku masih penasaran dengan orang baik hati yang telah membantuku keluar dari pen..."


"Kim hye jin ku mohon pergilah" ucap yoon ji padaku lagi

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti, terima kasih karena mengizinkanku bekerja di sini, dan..."


"Aku minta maaf karena telah membuat keributan di sini" ucapku dan segera pergi meninggalkan yoon ji


__ADS_2