Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 65


__ADS_3

KIM HYE JIN POV


Aku tidak percaya apa yang dikatakan hajung saat ini


Berubah ketika ia sedang marah atau sedih?


Apakah ia memiliki mood swing layaknya seorang wanita pasca melahirkan?


Bahahaha....


Aku tidak akan tertipu lagi olehnya.


Hajung sering sekali menipuku dengan ucapannya dan senang melihat ekspresi wajah konyolku. terlebih ia adalah seorang playboy sudah sewajarnya ucapan dia meyakinkan dan tentu saja apa yang diucapkan olehnya tidak semua benar


Tapi..


Aku bisa merasakan jika hajung bersungguh-sungguh dengan perusahaan karena ini menyangkut kehidupan keluarganya sendiri


Dan yang aku tahu, hajung sangat menyayangi kedua orang tuanya terbukti dari dia yang mendampratku di kediaman seo jin ketika ibunya dikirimi paket misterius yang berisi ancaman saat ia belum mengetahui bahwa aku adalah hye jin


"Pfft....aku tidak akan tertipu olehmu hajung" ucapku sambil memukul bahu hajung dengan keras dan beranjak dari sofa


Aku pergi ke dapur untuk mengambil air untuk minum


Hajung menghela nafas dan masih menatapku dari kejauhan


"Setidaknya aku sudah memperingatkanmu nona kim" ucapnya


"Percaya atau tidak kau bisa membuktikannya sendiri suatu hari nanti" lanjut hajung


"Nne..nne* (ya..ya) aku akan mencoba mempercayainya" ledekku dan duduk kembali didepan hidangan makan malam yang belum aku selesaikan


"Kau yakin akan melewatkan makan malammu?" Tanyaku


"Jika kau menginginkannya, aku akan menyisakannya untukmu" ucapku meledek


"Cih....kau bertingkah layaknya kau memiliki uang yang banyak hingga kau sanggup mentraktirku makanan mewah" ucap hajung


"Tentu saja aku bisa mentraktirmu, aku juga memiliki kartu sak..." ucapku terputus dan hampir melupakan bahwa kartu sakti yang ku punya saat ini sedang ku pinjamkan pada emma


Aissh...sial


Aku baru menyadari tanpa hajung aku benar-benar akan menjadi gembel di sini


"Berhentilah bicara omong kosong, segera habiskan makananmu dan pergilah ke kamarmu untuk tidur" ucap hajung dan melanjutkan kegiatannya dengan memilah-milah kertas yang lumayan tebal


Tak selang beberapa menit, handphone hajung berdering dan ia segera mengangkat panggilan teleponnya


"Ya nona min" ucap hajung menyapa seseorang dari seberang telepon


Aku kembali fokus pada makananku dan lanjut mengunyah


Hingga aku terkejut oleh suara teriakan hajung


"MWOO?!* (APA?!)" teriak hajung sambil beranjak dari posisi duduknya


Aku reflek melihat ke arah hajung dan melihat ekspresi terkejutnya yang terlihat menakutkan


Seolah bola matanya akan meloncat keluar dari kelopak matanya yang kecil itu


"Itu tidak mungkin terjadi!" Ucapnya histeris


Ada apa?


Sepertinya hal yang buruk sedang terjadi


"Ania* (tidak) kenapa mereka melakukan itu? Apakah karena diriku?" Ucapnya lagi dan hajung tanpa sadar melepas handphone yang berada digenggamannya


Aku berhenti makan dan ikut panik ketika melihat ekspresi hajung


"Ha..hajung-ssi, wae geurae?* (ada apa?)" Tanyaku, namun hajung tidak menjawab pertanyaanku dan seperti seseorang yang sedang terpukul


Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada orang tua hajung?


Aku berusaha menebak apa yang sedang terjadi saat ini


Hajung menjambak rambutnya dengan kedua tangannya sendiri dan berbicara tidak jelas sambil mondar-mandir didepan televisi


Hajung terlihat persis seperti pasien rumah sakit jiwa yang butuh pertolongan


Aku mulai membasahi tenggorokanku  yang mulai kering karena gugup menggunakan air salivaku sendiri


Dengan penasaran aku mengambil handphone hajung yang terjatuh di lantai


"Yo-yoebseo* (ha-halo)" ucapku


"Nuguseyo?* (siapa kamu)" tanya seorang wanita dari seberang telepon


"Na-naega*...(sa..saya)" ucapku yang sempat bingung untuk menjawab


"Ahhh...apa kau teman kencan tuan hajung saat ini?" Tanyanya


"Mwo? *(apa)? Bu...bukan" ucapku


"Ahh..aku cha min young, sekertaris pribadi tuan hajung"


"Aku ingin memberitahukan suatu hal padamu nona"


"Jika kau saat ini masih bersama tuan hajung, aku sarankan sebaiknya kau segera keluar dari kamar hotel sebelum sesuatu hal yang buruk terjadi padamu nona" ucapnya yang membuatku tidak mengerti


"Apa maksudmu?" Tanyaku pada sekertaris cha


"Aku tahu nona, anda akan melihat tuan hajung seperti laki-laki sempurna di matamu"


"Tampan, kaya dan memiliki segalanya. lalu kau akan berpikir untuk memiliki dirinya menjadi milikmu suatu hari nanti" ucap sekertaris hajung yang membuatku tidak mengerti


Apa dia berpikir aku adalah wanita mainan barunya hajung? Dan berharap hajung akan menikahiku?


"Tapi nona aku akan membangunkanmu dari mimpi indahmu sekarang! Jangan terlalu berharap tuanku akan menjadi milikmu, nona. Ia tidak sempurna seperti yang kau bayangkan" Ucapnya


"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan padaku hhahh?!" Teriakku


"Dan apa yang kau katakan pada hajung sehingga ia berubah dan terlihat depresi seperti ini?" Ucapku


"Seharusnya hal ini tidak terjadi huhuhu...." ucap hajung mengoceh tidak jelas sambil menangis dan duduk dengan melipat kedua lututnya


"Pergilah dari kamar tuanku sekarang nona, tuanku menderita penyakit mental yang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik ketika sesuatu hal buruk terjadi padanya"


"Tuan hajung selalu mengingatkanku untuk selalu menyingkirkan orang lain yang berada disampingnya jika suatu hari penyakit mentalnya kambuh"


"Saat ini aku sedang mengerjakan tugas yang aku ucapkan barusan, nona"


"Tuan hajung bisa melukai anda jika anda terus berada disampingnya saat ini, sebelum suatu hal yang buruk terjadi padamu dan kau akan menuntut perusahaan lalu membuat citra perusahaan buruk, sebaiknya anda segera pergi dari sana"


"Tuan hajung akan mengirimkan sejumlah uang ke rekening anda jika ia sudah sadar sebagi uang penutup mulut karena anda telah melihat sisi lain dari tuan hajung" ucap sekertaris cha min young


"Yya*...(hei...) apakah hajung memiliki obat yang harus ia minum saat penyakit mentalnya sedang kambuh seperti ini?" Tanyaku pada sekertarisnya sebelum hajung benar-benar berubah menjadi orang gila sungguhan


"Haah....apakah anda sekarang sedang meledek majikan saya seperti orang gila sungguhan yang membutuhkan obat untuk sembuh dari penyakitnya? Dan membutuhkan seorang psikiater untuk menyembuhkannya?" Tanyanya


"Kau harus hati-hati nona dengan ucapanmu. Atau kau bisa terkena tuntutan pencemaran nama baik tuan hajung"


"Tadi kau bilang..hajung memiliki penyakit mental? Kenapa kau tidak membawanya ke psikiater?" Tanyaku heran


"Kau pasti tahu nona, setiap orang memiliki sisi gelap masing-masing yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Sama halnya dengan tuan hajung yang tidak ingin sisi gelapnya ketahuan oleh orang asing sepertimu, nona"


"Kurasa sebaiknya anda harus menghargai privasi tuan hajung meskipun anda pernah tidur bersama dengannya"


"Mwo!" Teriakku


Wahh....


Bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki sopan santun seperti ini menjadi sekertaris pribadi


"Tuan hajung tidak perlu pergi menemui psikiater karena ia akan sadar dengan sendirinya. Lagi pula calon seorang pemimpin perusahaan tidak boleh berada didalam pengawasan seorang psikiater"


"Chakamanyo* (tunggu sebentar) apa yang kau maksud adalah jika hajung pergi ke psikiater, maka hal itu akan menjadi aib untuk dirinya sendiri? Mengingat ia adalah calon pemimpin dari perusahaan real estate rose?" Tanyaku untuk meyakinkan tebakanku

__ADS_1


"Saya rasa sepertinya anda tidak perlu lebih tahu sampai sejauh itu, nona"


"Araseo* (aku mengerti) mungkin itu bukan urusanku, tapi...hajung adalah atasanmu sendiri dan kau adalah sekertaris pribadinya sudah pasti kau lebih paham kebutuhan hajung"


"Aku yakin meskipun hanya sebentar, pasti kau pernah berpikir ada suatu hal yang tidak beres dengan atasanmu apalagi ini terkait dengan kesehatan mental bosmu"


"Bukankah seharusnya sebagai seorang sekertaris kau mampu membujuk atasanmu untuk pergi menemui psikiater ditengah jam kesibukannya meskipun hanya sebentar?"


"Nona...sepertinya anda salah paham, saya memang sekertaris dari tuan hajung tapi bukan pasangan hidupnya, seharusnya saya hanya mengurus tuan hajung tentang pekerjaannya saja bukan masalah krhidupan pribadinya"


"Dan anda harus tahu, seharusnya sekarang bukanlah jam kerjaku, tapi...aku harus memberitahukan kabar pada tuan hajung bahwa panti asuhan yang ia bina terbakar setelah ia memutuskan untuk menyelidiki kembali proses pembangunan real estate rose yang berada di buffalo" ucap sekertaris min dan membuatku terkejut


"M-mwo?!* (apa?!) Terbakar!" Ucapku mengulang


"Aishh...sial! Kenapa aku harus memberitahu hal yang tidak perlu kepadanya" gerutu sekertaris min yang masih terdengar di telepon


"Kau sudah mendengarnya kan, nona?


Kerja bagus karena kau berhasil menggali informasi dariku karena aku terlalu terbawa emosi pada pekerjaan sekertarisku kali ini"


"Jika kau sudah tahu tentang penyakit mental atasanmu, kenapa kau memberitahu kabar buruk itu disaat ia tidak sedang di rumahnya? Apa kau tidak peduli dengan keselamatan atasanmu? Bagaimana jika ia sedang berada dijalan dan sedang menyetir mobil?" Ucapku pada sekertaris hajung yang sepertinya memiliki kelainan mental sama seperti bosnya


"Jika aku tidak memberitahukan kabar ini segera mungkin, tuan hajung akan lebih marah kepadaku dan ini akan membuatku semakin gila karena harus  menghadapi temparamentnya yang sangat buruk" ucap sekertaris min


"Aaargggghhhh!!!!!" Teriak hajung tiba-tiba yang membuatku sangat terkejut


"Pilihan yang bijak jika anda segera pergi keluar dari kamar tuan hajung, nona" ucap sekertaris min dan menutup teleponnya


Hajung berdiri dan membanting beberapa barang dari atas meja dekat televisi


Hajung memecahkan vas bunga dan mulai mendekati piring yang berisi makan berada tepat diatas trolley


"Hajung-ssi tenanglah!!" Teriakku sambil menahan tangan hajung yang akan memecahkan piring


Namun hajung justru mendorongku ke belakang dan membuatku berdiri dengan kuda-kuda menahan agar diriku tidak jatuh ke lantai


Hajung melanjutkan niatnya dan membanting piring di atas troley


Aku menutup kedua mataku saat mendengar pecahan piring yang terdengar keras jatuh ke lantai


Tidak sampai situ, hajung ingin meraih patung burung elang yang terletak di atas meja sebagai hiasan dan hampir menginjak pecahan piring yang tergeletak di lantai


Aku menghentikan hajung agar ia tidak  melukai kakinya


Aku menarik hajung menjauhi pecahan piring itu dengan cara memeluk tubuhnya dari belakang


"Sung hajung hentikan!!" Teriakku


Aku berhasil menjauhkan hajung dari pecahan piring itu namun ia berhasil meraih gelas yang ada di atas troley dan memukul dahiku menggunakan gelas itu


Aku melepas hajung dan membuatku jatuh ke lantai


Aku merasakan nyeri di dahiku dan memegang dahiku dengan tangan


Betapa terkejutnya aku ketika melihat bercak merah menempel di telapak tanganku


"Pp-ppiii?!* (da-darahh?!)" Ucapku terkejut ketika mengetahui dahiku berdarah


Hajung tidak menggubrisku dan masih mendekati hiasan patung burung itu


Aku segera berdiri  dan mencoba menghentikan hajung


"Yya!!!....* (heii!!....)sung hajung berhenti!!" Teriakku sambil menarik rambut hajung agar ia berhenti


Hajung menoleh ke arahku dan berhenti mengamuk


Ia mengamati wajahku dengan seksama


"Sung deok mi?!" Ucapnya


"Deok mi, apakah ini perbuatanmu dan ayahmu?" Tanya hajung


"Kenapa kau melakukan ini padaku?"


"Kenapa kau selalu mengusik kehidupan orang-orang yang aku sayangi?" Ucap hajung lirih


"Jika ibuku tidak menitipkan aku di sana, ayahmu, sung dong il sudah pasti akan menghabisi nyawaku saat itu"


"Kenapa ayahmu ingin sekali aku mati? Apa kau  disini berniat untuk membunuhku juga, deok mi? Apa kau ingin aku segera mati!!" Teriak hajung


"Su..sung hajung sadarlah.." ucapku


"Aku kim hye jin bukan sepupumu, sung deok mi"


"Tidak ada yang ingin membunuhmu hajung" ucapku menenangkan hajung dan berjalan mundur menjauhi hajung


"Ayahmu kan yang menyuruh anak buahnya untuk membakar panti asuhan itu?"


"Ha-hajung-ssi...kita masih belum tahu penyebab kebakaran panti asuhan itu terbakar, kita bisa menyerahkan kasus ini kepada polisi" ucapku pada hajung meskipun ia tidak akan mampu berpikir dengan logis untuk saat ini


"Apa karena aku akan membuat perusahaan rugi jika aku membongkar semua perbuatan licik ayahmu sung dong il?"


"Atau kau sangat menginginkan posisi direktur utama real estate rose hingga kau tega ingin menyingkirkanku dari kehidupanmu?" Ucap hajung mulai meracau


"Jika kau sangat menginginkannya, aku akan memberikannya padamu deok mi!!!" Teriak hajung sambil mengguncang-guncangkan bahuku


Aku berusaha melepas bahuku dari cengkaraman hajung namun sayang, usahaku sia-sia karena cengkaramannya yang begitu kuat


"Hajung-ssi tenanglah..semua akan baik-baik saja, kendalikan dirimu" ucapku


Apakah sebaiknya aku pergi dari sini dan meninggalkan hajung?


Tapi aku harus pergi kemana? sedangkan diriku berada di buffalo


Apakah aku harus menelpon seo jin dan mengatakan yang sebenarnya?


Haah...


Tidak-tidak hal ini justru akan membuat keadaan semakin buruk


Apapun yang terjadi aku tidak boleh meninggalkan hajung dalam keadaan seperti ini


Ia sedang membutuhkan bantuan orang lain tapi aku takut menghadapinya saat ini


Aku tetap berjalan mundur hingga tanpa sadar kakiku tersandung oleh kaki sofa dan membuatku jatuh terbaring di atas sofa


"Ahhh" ucapku terkejut ketika jatuh di atas sofa


Hajung ikut denganku terjatuh di atas sofa dan sekarang posisi hajung tepat berada di atas tubuhku


Tiba-tiba hajung mengcengkram leherku dengan tangan kanannya dan membuatku mulai kesulitan bernafas


"Haruskah aku membunuhmu untuk menghentikan ayahmu, deok mi?" Tanya hajung dalam keadaan ia masih mencengkram leherku


"Jika dong il kehilangan putri kesayangannya, akankah ia berubah menjadi lebih baik?" Ucap hajung dengan ekspresi yang menyeramkan


"Ha-hajung-ssi...hentikan, a-aku tidak bisa ber-nafas akkkhh....."


"kk-kau bisa mem-bunuhku" ucapku terputus-putus


"Mianhae* (maafkan) deok mi-aa aku harus menyakitimu agar ayahmu sadar  dan membayar semua perbuatan jahatnya" ucap hajung sambil menangis


"Mianhae...*(maaf)" ucap hajung terus mengulang kalimat itu sambil terus mencengkram leherku dengan kuat


Sepertinya ia berusaha mengerahkan semua tenaganya untuk mencengkram leherku


Oh tidak


Jika seperti ini terus terjadi, aku bisa mati di tangan hajung tanpa ia sadari


"Hen-hentikan sung ha..jung..." ucapku sambil berusaha menarik tangan hajung dari leherku


Aku semakin kesulitan bernafas, hajung terus mencekikku


Oh tuhan...


Apakah ini akhir dari hidupku?

__ADS_1


Tolong selamatkan aku dari malapetaka ini


Aku masih ingin bertemu dengan kedua orang tuaku dan masih ingin menjalani kehidupan bahagia hingga aku menua nanti


Aku tidak ingin mati muda dan terbunuh oleh orang yang bahkan ia pun tidak sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini


Aku hanya menitikkan air mata sambil berdoa berharap keajaiban terjadi, hajung sadar kembali dan melepas cengkraman tangannya dari leherku


Tapi....hal itu sepertinya mustahil terjadi, saat ini hanya emosi yang telah menguasai hajung


Aku memejamkan kedua mataku dan di saat itu, seketika aku teringat teknik bela diri yang diajarkan seo jin padaku


Aku mengumpulkan tenagaku yang tersisa dan mulai memukul tepi leher hajung agar membuatnya pingsan


'Buk'


Seranganku berhasil dan membuat hajung tidak sadarkan diri dan tubuhnya terjatuh tepat di atas dadaku


"Uhuk..uhuk haaah...haahh"


Aku mengambil nafas dalam-dalam dan berusaha bernafas dengan baik


Aku tidak menyangka orang pertama yang berhasil aku lumpuhkan dari hasil teknik bela diri yang diajarkan oleh seo jin adalah hajung


Kali ini aku harus berterima kasih pada seo jin, berkatnya aku bisa selamat


Aku segera bangun dan menyeret tubuh hajung ke kamarnya dan membaringkannya di atas tempat tidur


Sejenak aku berpikir, jika hajung terbangun masihkah ia akan bersikap seperti tadi?


Sebaiknya aku harus memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi


Apa sebaiknya aku membawa hajung ke rumah sakit?


Ahh...tidak-tidak, banyak mata yang akan mengetahui keadaan hajung


Haruskah aku menelepon dokter pribadinya?


Tapi ini di buffalo, tidak ada kenalan dokter pribadi yang bisa dipercaya untuk tidak membocorkan hal ini


Hei...Bukankah di buffalo terdapat kenalan dokter albert?


Seingatku namanya dokter daniel, ia yang mengurusku ketika kakiku terkilir


Tapi aku tidak tahu kontaknya, haruskah aku meminta bantuan supir oh?


Aku percaya supir ohh tidak akan membocorkan hal ini kepada seo jin jika aku memintanya untuk tutup mulut


Akhirnya aku memutuskan untuk meminta emma mengirimiku kontak supir oh dan tanpa berpikir lagi, aku segera menelpon supir ohh


Panggilan pertama supir oh tidak mengangkat teleponnya, ketika panggilang kedua, ia mengangkat teleponnya dan suaranya terdengar parau seperti orang yang baru bangun dari tidur


"Halo..siapa ini?" Tanya supir oh


"Ini aku supir oh, kim hye jin" ucapku


"Nona kim?" Panggilnya untuk meyakinkan


"Ada apa nona meneleponku selarut ini? Kenapa anda meneleponku dengan memakai nomor asing? Apakah sesuatu yang buruk terjadi kepadamu?" Tanya supir oh


"Sebenarnya iya..." ucapku


"Dimana tuan seo jin? Apakah terjadi sesuatu padanya, nona? Nona kim sedang berada dimana? Aku akan segera menjemput nona" ucap supir oh


"Tidak perlu menjemputku supir oh dan pastikan seo jin tidak mengetahui aku meneleponmu" ucapku


Supir oh diam beberapa saat, kemudian ia mengerti bahwa aku sedang merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan seo jin


"Ohh...nona kim, demi tuhan, apa lagi yang sedang kau rencanakan saat ini di luar sepengetahuan tuanku?" Tanya supir ohh


"Mianhae* (maaf) supir oh jika aku merepotkanmu lagi, hanya saja aku meminta bantuanmu untuk menelepon kenalan dokter albert yang berada di buffalo untuk datang ke hotel" ucapku


"Apa!! Apakah nona saat ini berada di buffalo? Apa yang kau lakukan di sana nona kim?" Tanya supir ohh


"aku memang sedang di buffalo dan mmm.....aku akan menceritakannya besok padamu supir ohh setelah aku sampai di chicago" ucapku pada supir ohh


"hanya saja saat ini aku memintamu untuk memanggil kenalan dokter albert ke hotel dimana aku bermalam saat ini" ucapku


"Baiklah nona kim, aku akan menelepon dokter daniel untuk datang ke tempatmu sekarang, kirimkan alamat hotelnya" ucap supir ohh


"Baiklah aku akan mengirimkan alamatnya padamu" ucapku pada supir oh dan segera menutupnya


Aku mengirimkan alamat hotel tempat dimana aku dan hajung berada ke supir ohh dan tinggal menunggu kedatangan dokter daniel


Setelah selesai mengirim alamat ke supir ohh, aku menoleh ke arah hajung yang sedang pingsan dalam keadaan posisi tengkurap di atas tempat tidur


Aku menghampiri hajung dan mendekatkan jariku ke atas hidung hajung memastikan ia masih bernafas dengan baik


Aku berharap ia tidak segera sadar dan jika ia harus terpaksa sadar, hajung tidak akan mengamuk seperti orang gila


Jika kemungkinan buruk hajung telah sadar dan dokter daniel belum datang ke sini, kemudian hajung mengamuk lagi seperti orang gila, aku memutuskan akan pergi meninggalkannya, setidaknya tidak satu kamar dengannya


Tapi aku butuh uang


Aku tidak memegang uang sama sekali disini


Mungkinkah terdapat beberapa lembar uang dollar di dompet hajung?


Aku memutuskan mencari dompet hajung dan melihat dompetnya berada  didalam laci samping tempat tidur


Apakah ini termasuk tindakan mencuri?


Ania-ania* (tidak-tidak) aku hanya meminjamnya. begitu ia sadar, aku akan mengembalikan uangnya


Setelah mengambil beberapa lembar uang dollar dari dompet hajung, aku segera ke ruangan tempat dimana hajung memecahkan piring dan mencoba membersihkannya


Setidaknya aku harus menyingkirkan pecahan kaca agar tidak melukai penghuni kamar ini


Sekilas ketika aku melewati cermin, aku baru menyadari bahwa dahiku yang berdarah belum aku bersihkan dan terlihat memar di area leher tempat hajung sempat mencekikku


Aku menghembuskan nafasku dan mencoba menangani masalah kali ini


Aku mencari kotak P3K di wastafel dan segera menutup luka di dahiku dengan plester


Bekas luka memar yang ada di leher, aku tutupi dengan syal agar tidak ada seorangpun yang bisa melihat luka ini termasuk hajung


Setelah selesai membersihkan kekacauan kamar ini, tak lama seseorang memencet bel pintu kamar dan melihat dokter daniel berada di luar kamar


Aku segera membuka pintu kamar dan mempersilahkan dokter daniel untuk memeriksa hajung


Aku menceritakan kepada dokter daniel keadaan hajung saat ia mengamuk tadi hingga kejadian ia bisa pingsan seperti ini


"Bagaimana keadaannya?" Tanyaku penasaran pada dokter daniel setelah ia selesai memeriksa hajung


"Berdasarkan dari ceritamu nyonya, aku telah menyuntikkan obat penenang dan aku harap ketika ia bangun kondisi mentalnya sudah stabil" ucap dokter daniel


"Jika ia sudah tersadar dari tidurnya, ku harap ia berkenan untuk meminum obat yang aku berikan padamu nyonya" ucap dokter albert


"Terima kasih dokter daniel atas bantuanmu kali ini" ucapku padanya


"Tidak perlu sungkan nyonya, sudah menjadi tugasku untuk membantu anda" ucapnya


"Tapi...aku memintamu satu lagi"


"Apa itu nyonya?" Tanya dokter daniel


"Tolong rahasiakan hal ini dari siapapun termasuk suamiku, park seo jin, biarkan aku sendiri yang akan menceritakan hal ini padanya" ucapku pada dokter daniel


"Baiklah nyonya, saya akan merahasiakan hal ini dari tuan seo jin, supir ohh juga telah menyampaikan hal ini padaku, anda tidak perlu khawatir nyonya" ucap dokter daniel samb tersenyum dan segera pergi dari kamar


Setelah memastikan semua rapi, aku pun merasa mengantuk dan segera ingin beristirahat


Tapi, aku kahwatir dengan keadaan hajung yang akan mengamuk seperti tadi


Jadi aku memutuskan untuk duduk  menunggu hajung di samping tempat ia berbaring


______________________________________

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2