
Park seo jin pov
Aku menghubungi detektif choi untuk menanyakan kebenaran yang diakatakan oleh hye jin
"Malam, tuan seo jin"
"Detektif choi, aku ingin menanyakan beberapa hal padamu"
"Apa kau mengenal gadis bernama emma? Apa yang kau lakukan padanya?"
"Benarkah kau menyerang gadis itu hanya untuk menjemput hye jin?"
"Ini bukan cara kerjamu yang selama ini aku kenal"
"Ini seperti....." ucapanku berhenti sejenak, karena terlintas dalam pikiranku
'Chul moo' ucapku dalam hati
"Maaf tuan, aku telat untuk menemukan nona hye jin"
"Dan menolong teman nona hye jin yang tidak sadarkan diri dijalan"
Aku menarik nafasku dalam-dalam
"Dimana sekarang gadis yang bernama emma itu detektif choi?"
"Aku membawanya kerumah sakit terdekat tuan, gadis ini belum sadarkan diri"
"Apa kau melihat chull mo?"
Sejenak detektif choi terdiam untuk menjawab pertanyaanku
"Aku hanya melihat sticker macan yang berada dibelakang mobil yang membawa nona, tuan"
"Aku pikir itu adalah komplotan chull mo" ucap detektif choi
Siapa yang menyuruh chull mo untuk menjemput hye jin? Ia hanya setia pada deok mi
Apakah??
Ayah mertua?
Tak berapa lama hye jin kabur dari kantor, ayah menelponku untuk memastikan hadir pada acara besok malam dan akan bertemu dengannya malam hari ini untuk acara makan malam dengan investor yang akan bekerja sama dengan perusahaan real estate rose namun saat itu ayah mertua menelponku dalam keadaan yang masih bingung karena hye jin menghilang tidak dapat dihubungi
Aku bilang pada ayah jika hye jin salah paham denganku lalu ia marah padaku dan menghilang beberapa saat
Aku sudah mengatakan pada ayah untuk tidak mengkhawatirkan situasi hye jin menghilang, karena aku akan segera menemukannya dengan orang kepercayaanku
Tetapi aku tidak bisa meyakinkan bahwa ini perbuatan ayah mertua, aku harus bertanya langsung padanya
"Baiklah aku akan menghubungimu lagi, jaga dengan baik teman hye jin"
"Baik tuan"
Aku menutup telepon detektif choi dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya melalui mulut dengan bersuara
"Apa yang terjadi tuan?" Tanya supir ohh padaku ketika ia mendengar suara nafasku yang seperti orang sedang mengeluh
Aku menoleh pada supir oh dan menatapnya
"Sepertinya semakin sulit saja ya supir ohh"
Supir ohh menundukkan kepalanya pertanda ia empati dengan keadaan keluarga majikannya
Aku menatap hye jin yang sedang tertidur dan merasa kasihan karena telah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari chull mo
****
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, aku mendengar suara hentakan sepatu high heals dari luar kamar dan tak lama penjaga depan pintu mengetuk pintu kamar dan membukakannya untuk tamu yang hadir pada malam itu
Aku melihat ayah dan ibu mertuaku datang menjemput kami untuk menghadiri acara makan malam kami dengan tuan charles selaku investor perusahaan real estate rose
Aku yang terkejut segera beranjak berdiri dari tempat tidur yang semula sedang menatap wajah hye jin yang sedang tertidur
"Apa yang sedang kau lakukan menantu seo?" Tanya ibu mertuaku
"Kenapa kau belum bersiap-siap seo jin?" Tanya ayah mertuaku
"Kita akan telat, aku tidak ingin tuan charles menunggu kita" lanjutnya lagi ayah mertuaku
"Ayah..aku pikir kami tidak ikut untuk acara makan bersama malam ini"
"Hye jin...ahh maksudku deok mi, istriku sedang tertidur" ucapku kikuk yang hampir lupa jika ibu mertuaku sedang mengalami amnesia ringan karena belum terima jika putri kesayangannya mengalami koma
Jika ibu mertuaku mengingatnya, aku takut ia akan mengalami depresi lagi
"Tidur? Apakah putriku bekerja dengan sangat lelah?" Tanya ibu mertuaku dan menghampiri putrinya ditempat tidur dan duduk dibibir ranjang
"Emmm.. sepertinya begitu bu" ucapku
"Apakah ada mual atau muntah menantu seo?" Tanyanya lagi
"Atau jangan-jangan deok mi hamil!" Ucap ibu mertuaku yang membuat mataku seolah-olah akan keluar dari kelopakku
"Tidak biasanya deok mi tidur pada jam segini"
"Aku pikir putriku kuat dalam hal begadang, seperti ayahnya"
"Ini tidak seperti biasanya...aku yakin deok mi hamil" ucapnya lagi dengan wajah sumringah dan menoleh kearahku dan suaminya
"Yeobo..." * ucap ayah mertuaku ke istrinya dan menghembuskan nafas panjang
"Deok mi-aa...deok mi aa" panggil ibu mertuaku sambil mengguncangkan tubuh hye jin
Aku hanya menggarukkan kepalaku menggunakan tangan kananku dan mengernyitkan dahi serta menunjukkan gigiku pertanda bingung dan tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan
Hye jin menggerakkan kedua matanya dan mengernyitkan dahinya
"Sepertinya ia sudah mulai sadar" ucap ayah mertuaku santai
"Bersiap-siaplah seo jin" ucapnya lagi ayah mertuaku dengan santai dan keluar dari ruanganku sambil memegang rokok yang belum dinyalakan
Seolah ia sudah tahu apa yang akan terjadi, ia membiarkan istrinya mengelus rambut putrinya
Aku semakin mencurigai ayahku
Aku mengamati mereka berdua, terutama hye jin, aku takut ia akan mengamuk dan menyerang ibu mertuaku
Hye jin perlahan-lahan membuka kedua matanya dan berusaha melihat dengan seksama
__ADS_1
Perlahan aku menghampiri hye jin dan mengantisipasi untuk menghentikan hye jin jika ia berontak lagi
"Deok mi-aa apa kau baik-baik saja?" Tanya ibu mertua
"Nne...eomma* " ucap hye jin pelan
Aku menghela nafas karena hye jin tidak mengamuk hilang kendali
"Apa kau merasa lelah putriku sayang?"
"Aku hanya merasa pusing, bu"
"Ahh...apakah kau tidak merasa mual dan muntah? Atau Nafsu makanmu berkurang?" Tanya ibu mertuaku dengan menggebu-gebu karena penasaran dan mengharapkan putrinya hamil
"Bu..tanyanya pelan-pelan, deok mi baru bangun" ucapku
"Ahh..maaf sayang..ibu merasa semangat, ibu pikir kau merasa pusing bukan karena kurang sehat, apa kau sudah test pack deok mi?"
"Eomma!!!" Ucap hye jin pelan sambil melirikku
"Ibu...maaf, aku pikir, aku harus berganti pakaian dan siap-siap, lebih baik ibu menemani ayah diluar" ucapku kikuk
"Hhmm..baiklah, jangan terlalu lama, aku merindukan putriku"
Aku tersenyum pada ibu mertuaku sampai ia keluar dari kamarku, setelah itu aku menoleh kearah hye jin yang sedang sibuk membenarkan tali renda pakaian yang ia kenakan
"Seo jin-a bisakah kau memberiku pakaian yang normal?"
"Pakaian ini sangat terbuka untukku" ucapnya pelan
"Itu pakaian pesta deok mi, desaigner pribadinya yang membuat pakaian untuknya" ucapku sambil mendekati hye jin dan hanya kami berdua yang berada didalam kamar
Hye jin memegang kepalanya lagi dan terlihat seperti kebingungan, apakah ini efek obat bius yang dipakai oleh chull mo
Chull mo adalah pengawal pribadi deok mi yang berasal dari salah satu anggota mafia dari sindikat terbesar di US, aku tahu latar belakang chull mo berdasarkan hasil penyelidikan detektif choi
Karena chull mo berasal dari anggota mafia, tentunya chull mo dengan mudah mendapat obat-obatan ilegal dari geng mafianya termasuk narkoba
Aku harap chull mo tidak menggunakan obat ilegal yang membuat seseorang berhalusinasi untuk membius hye jin, dilihat dari perilaku hye jin, yang aneh, hye jin menjadi agresif dan setelahnya tampak seperti orang kebingungan yang seolah-olah lupa dengan apa yang terjadi barusan
Yang aku tahu chull mo akan melakukan apa saja untuk kebaikan deok mi, yahh...bagaikan hewan anjing yang sangat setia kepada majikannya
"Seo jin-a apa yang terjadi denganku? Kenapa kepalaku sangat sakit"
Aku bergegas membuka laci yang berada disamping tempat tidur dan memberikan aspirin untuk menghilangkan rasa sakit kepala hye jin
Aku selalu sedia aspirin, karena sewaktu-waktu aku membutuhkannya untuk sakit kepalaku ketika aku berhadapan dengan problematika kehidupanku dan saat aku tidak ingin mabuk dengan minuman alkohol
"Ini minumlah..sakit kepalamu akan segera hilang" ucapku sambil menuangkan air pada hye jin
Hye jin menuruti perintahku dan segera meminum obat yang aku berikan padanya
"Istirahatlah sebentar, aku akan membangunkanmu ketika aku selesai bersiap" ucapku
Hye jin menganggukkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya dengan mata tertutup disandaran tempat tidur
20 menit telah berlalu, aku membangunkan hye jin untuk menghadiri acara makan malam dengan investor kami
"Hye jin-a bangunlah..." ucapku
Hye jin membuka matanya ketika aku membangunkannya dengan menyentuh bahunya
"Sudah tidak terlalu sakit" ucapnya
"Jika kau masih merasakan sakit kepala, beristirahatlah, aku akan bicara pada ibu" ucapku
"Ahh...tidak seo jin, aku sudah berjanji pada ibu deok mi untuk bertemu dan akan sering mengobrol dengannya"
"Lagipula ini untuk kebaikan kesehatan ibu" ucap hye jin yang masih memikirkan orang lain padahal dirinya sedang dalam kesusahan
Aku tidak mengerti kenapa deok mi tega memperalat gadis sebaik ini, jika kau sudah siuman dari koma, meminta maaf saja pada hye jin tidak akan cukup deok mi
Hye jin beranjak dari tempat tidur dan aku membantunya dengan memegang lengan gadis itu
Hye jin masih sibuk dengan dress yang ia kenakan, ia merasa tidak nyaman dengan pakaian itu, lebih tepatnya ia masih takut padaku, takut jika aku tergoda olehnya dan menyerang dirinya
Sebenarnya tanpa pakaian terbuka pun aku berusaha untuk tidak menyerang hye jin, aku menahan sisi liarku didepan hye jin, meskipun terasa sulit
"Aku bisa berdiri sendiri seo jin, terima kasih" ucap gadis itu
Aku melepaskan lengan hye jin ketika ia mengatakan kalimat itu dan tetap terjaga jika sewaktu-waktu hye jin terjatuh
Hye jin berjalan dengan pelan dan keluar dari kamarku untuk memenuhi keinginan ibu deok mi dan datang ke acara makan malam bersama dengan pak charles
Aku dan hye jin sudah berada dilantai satu dan bertemu dengan kedua mertuaku yang sudah menunggu kehadiran kami berdua
"Deok mi-aa, sungguh kau tidak apa-apa nak? Kau terlihat pucat" tanya ibu deok mi
"Aku tidak apa bu, aku akan membubuhkan lipstic pada bibirku agar tidak terlihat pucat"
Ibu deok mi menggandeng lengan hye jin saat menuju mobil
Kami menggunakan mobil sedan masing-masing, ibu mertuaku ingin menghabiskan waktu bersama putri kesayangnya
Jadi aku membiarkan ibu dan hye jin duduk berdua didalam mobil dan dikendarai oleh supir charlie
Sedangkan aku dan ayahku duduk berdua dengan dikendarai oleh supir ohh
Mungkin ini kesempatanku untuk memberikan beberapa pertanyaan kepada ayah mertuaku yang selama ini membuatku penasaran
(Didalam mobil)
Aku dan ayah mertuaku duduk terdiam didalam mobil sambil melihat pemandangan malam kota buffalo
Aku sedikit bingung untuk memulai pertanyaan kepada ayah mertuaku, namun aku harus memberanikan diri agar aku tidak menduga-duga dan berprasangka buruk pada ayah mertuaku
"Ehemm....ayah"
Ayahku menoleh kearahku ketika aku memanggilnya
"Aku memiliki beberapa pertanyaan yang membuat aku penasaran"
"Apa itu? Katakanlah"
"Mmm.....apakah ayah mengenal chull mo?" Tanyaku
"Tentu saja aku mengenalnya" jawab ayahku dengan santai
"Apakah ayah yang menyuruh chull mo untuk mencari hye jin ketika kabur meninggalkan kantor?"
__ADS_1
Sejenak ayah mertuaku terdiam untuk menjawab pertanyaanku
"Aku hanya tidak ingin acara launching real estate rose berantakan seo jin"
"Jika ini gagal, beberapa investor akan kecewa dan tentu saja harga saham real estate rose akan turun drastis"
"Tapi yah.."
"Aku hanya tidak ingin menimbulkan sebuah pertanyaan jika deok mi tidak hadir diacara launching, yang nantinya akan terbongkar jika deok mi yang asli masih terbaring koma dirumah sakit karena kecelakaan mobil yang dikendarai oleh teman kencan selingkuhannya"
"Pastinya hal itu akan mencoreng nama baik keluarga sung dan akan membuat deok mi tidak layak untuk menjadi direktur utama rose dan akan membuat sung hajung naik menjadi direktur utama real estate rose"
"Aku tidak ingin perusahaan rose jatuh ketangan manusia licik seperti sung hajung" ucap ayahku dengan nada yang agak tinggi
"Tapi ayah...aku tidak setuju jika ayah menggunakan chull mo untuk menjemput hye jin"
"Apa ayah tahu apa yang diperbuat oleh chull mo pada gadis yang tidak bersalah dan temannya?"
"Aku sudah bilang pada ayah, untuk tidak khawatir dan biarkan aku yang mencari kim hye jin"
"Chull mo telah membuat kim hye jin menjadi tidak stabil"
"Ayah tahu, hye jin hampir saja membunuhku dan setelahnya ia seperti linglung dan lupa apa yang telah ia lakukan"
"Kita tidak seharusnya menyeret gadis lugu itu kedalam lingkungan keluarga kita yang suram, ayah"
"Suram?!!"
"Apa maksudmu seo jin?"
"Justru gadis itu yang harusnya beruntung karena memiliki wajah yang mirip dengan putriku"
"Ia bisa menikmati fasilitas dan makanan enak setiap harinya dari koki terkenal dibandingkan ia harus bekerja part time direstoran kecil itu"
"Selain itu, lihatlah seo jin...gadis itu sudah tidak tinggal didorm yang kumuh itu, kini ia bisa tidur dengan tempat tidur yang sangat nyaman layaknya putri disebuah kerajaan"
"Tapi ayah..."
"Hentikan seo jin..aku tidak ingin berdebat soal ini denganmu, kembali ketujuan awal kita untuk apa meminta tolong pada gadis itu"
"Aku hanya ingin kau tetap fokus untuk melatih gadis itu agar mirip sedemikian mungkin sikap dan tingkah laku seperti deok mi" ucap ayahku dengan ekspresi yang tidak pernah aku lihat untuk pertama kalinya
Sekilas aku melihat ekspresi supir ohh yang kikuk melalui kaca kecil yang berada didepan supir dan menelan air salivanya untuk membasahi kerongkongannya yg kering
Aku pikir aku harus menyudahi perbincangan ini, mengingat respon ayah mertuaku yang berada diluar ekspetasiku
Selama ini aku dan ayah mertuaku tidak pernah berdebat hingga menimbulkan suara yang keras, lebih tepatnya ia tidak pernah membentakku
Dan malam ini untuk pertama kalinya aku tidak setuju dengan cara pikir ayah mertuaku yang menyengsarakan hye jin untuk keuntungan pribadinya
"Aku harap kau tidak memiliki rasa ketertarikan lawan jenis pada gadis itu seo jin"
'Deg'
Ucapan ayahku membuatku tidak bisa membalas perkataannya, sampai saat ini aku masih belum mengerti dengan perasaan yang kumiliki ke hye jin
Apakah aku benar-benar menyukainya atau hanya hasratku saja yang menginginkan hye jin untuk berada disampingku
Aku tahu ini terdengar gila memikirkan wanita lain sementara istriku terbaring koma dirumah sakit, yah..meskipun ia selingkuh dariku bersama lelaki lain, aku pikir deok mi sudah mendapatkan hukuman yang setimpal
Sampai hati kecilku berkata, apa yang akan aku lakukan pada hye jin jika deok mi tersadar dari koma dan sembuh seperti sedia kala, aku akan menerima deok mi kembali jika ia sadar, bagaimanapun juga deok mi adalah istriku, meskipun deok mi jahat, aku yakin deok mi memiliki alasan kenapa ia berbuat seperti itu pada hye jin dan aku akan membuat deok mi menjadi manusia yang berbuat lebih baik
Apa aku harus memberikan hye jin uang dalam jumlah yang banyak atas jasa dia karena telah membantu keluargaku? Tetapi aku telah menodai hye jin karena salah mengira ia adalah istriku. bagaimanapun hal ini dipikirkan akan membuatku sakit kepala dan ingin tertidur hingga aku terbangun kembali dan masalah yang kupikirkan telah selesai secara ajaib
Secara tidak sadar aku menempelkan jari-jari tanganku sambil mengurut dahiku agar sakit kepalaku sedikit hilang, dan tidak terasa kami telah sampai divilla pribadi milik tuan charles yang ada dibuffalo
Meskipun hanya keluargaku sebagai tamu undangan makan malam, tuan charles telah menyiapkan acara makan malamnya semewah mungkin
Mulai dari penjaga yang siap membukakan pintu mobil, lalu berjalan dired carpet sambil diiringi oleh alunan musik classic dan beberapa lilin yang dibuat sedemikian cantiknya
Yah..perlakuan ini sudah biasa bagi kalangan kelas sosial konglomerat, mereka akan merasa malu jika mengundang tamu undangan untuk makan malam namun tamu itu tidak terkesan dengan sajiannya atau dekorasi suasananya, dengan kata lain, mereka saling berlomba untuk menunjukan hal terbaik pada tamu undangan makan malam dirumah mereka
Setelah keluar dari mobil kami masing-masing, aku melingkarkan tangan hye jin kelenganku, begitu pula dengan ayah dan ibu mertuaku, mereka berjalan beriringan
Tuan charles menyambut kami didalam rumah dan kami saling berpeluk dan bersapa
"Welcome sung family" ucap tuan charles
"I hope you guys are happy with the welcoming party"
"Thank you mr. Charles for inviting us to dinner at your home" ucapku
"I'm impressed with this mr.charles" ucap ayah mertuaku sambil berjabat tangan dengan tuan charles
"Hahaha...it's nothing, you are praising me, mr. Sung" ucap mr.charles dan kami segera menuju kemeja makan untuk menyantap hidangan makan malam yang telah dipersiapkan oleh mr.charles
Kami makan malam dimeja makan dengan model meja makan panjang yang terbuat dari kayu jati dengan tuan charles yang berada disudut kepala meja makan hingga kami semua dapat melihat tuan charles dengan jelas sehingga tidak ada penghalang ketika kami mengobrol dengannya
Hye jin berada diampingku sedangkan ayah dan ibu mertuaku duduk saling berhadapan denganku dan hye jin
Hye jin tidak berbicara dengan siapapun sejak hadir dikediaman tuan charles, kepala asisten rumah tangga tuan charles memerintahkan anak buahnya untuk mengantar makanan kami, dimulai dengan appetizier berupa shrimp with sauce verte
Kami mulai memakannya termasuk hye jin dan tidak lama ibu deok mi setengah teriak
"Ini kan udang, deok mi putriku alergi terhadap makanan laut" ucap ibu mertuaku
Mata hye jin melotot kearahku, bola matanya hampir keluar dari kelopaknya karena terkejut
"Kau tidak apa-apa nak?" Tanya ibu mertuaku lagi
Hye jin sudah tidak bersemangat karena merasakan sakit kepalanya ditambah dengan situasi seperti ini membuat hye jin makin tampak pucat dan tidak sehat
Para asisten rumah tangga tuan charles terutama kepala asisten rumah tangganya terlihat pucat pasi karena salah memberikan makanan pembuka yang berbahan dasar laut, berkali-kali kepala asisten itu mengatakan maaf pada deok mi meskipun ia tidak tahu jika itu adalah hye jin
Apa yang harus kulakukan agar penyamaran hye jin tidak terbongkar didepan tuan charles dan para asistennya, aku pikir hye jin tidak alergi dengan makanan laut mengingat hye jin pernah menghabiskan semangkok scallop dengan cepatnya
💥💥💥_______________________💥💥💥💥
Note :
* yoebo : sayang
* eomma : ibu
Jeng jeng....
Apa yang akan dilakukan seo jin agar penyamaran hye jin tidak terbongkar? Gegara enyak nya deok mi...lagian oma oma pake lupa segala kalo anaknya lagi kena azab...
'Eehh author cangkeme....🙊🙊 eling thorrr'
__ADS_1
Monmaap author kebawa suasana...