Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan

Pilih Dia Atau Aku Yang Perawan
Episode 21


__ADS_3

Kim hye jin pov


Aku dan seo jin menuju ruang perawatan vip untuk menemui ibu deok mi yang terbaring lemah karena terpukul dengan kejadian yang menimpa anak semata wayangnya


Dan benar saja ketika aku memasuki ruangannya dan duduk ditepi tempat tidur ibunya deok mi, ia memelukku sambil menangis meraung-raung dan menyebut nama deok mi ketika seo jin membangunkan ibu mertuanya


"Deok mi...huwaa...huuu anakku"


"Ibu sangat merindukanmu"


"Ibu bermimpi kau mengalami kecelakaan dan membuat ibu hampir kehilanganmu"


"Syukurlah kau baik-baik saja saat ini" ucapnya sambil meremas-remas lenganku dan menatap wajahku dengan sedih


Aku membiarkan ibu separuh baya itu menganggapku deok mi  karena aku yakin ia belum bisa menerima kenyataan anak kandungnya terbaring koma


"Eomma...kau sudah makan? Aku akan menyuapimu?" Ucapku


"Apakah aku sedang bermimpi..?"


"Seo jin menantuku, terima kasih karena telah menjaga deok mi dan membuat ia perhatian pada ibunya" ucap ibu separuh baya itu dan mengangguk pertanda ia setuju untuk disuapi olehku


"Ibu..aku akan keluar sebentar mencari udara segar" ucap seo jin dan pergi meninggalkan ruangan itu


Aku menyuapi ibu deok mi dengan sabar, dan membantunya untuk meminum obat pemberian dokter


"Eomma..jika kau terus makan dengan baik dan meminum obatmu dengan teratur, aku yakin kau cepat keluar dari rumah sakit dan kita bisa kembali kerumah" ucapku


"Nne...putriku, aku pikir besok aku bisa pulang kerumah jika kau merawatku dengan baik seperti ini"


Aku menemani ibu deok mi hingga ia tidur terlelap, seo jin masuk dan melihat ibu mertuanya sedang istirahat, dengan pelan seo jin mengajakku keluar untuk berbicara


"Hye jin...kita keluar, ada yang ingin aku bicarakan"


Aku mengangguk dan meninggalkan ibu deok mi yang sudah tidur terlelap


"Hye jin, aku akan mengatakan kepadamu, tadi aku pergi keruangan dokter yang menangani ibu mertuaku, ia mengatakan untuk saat ini psikis ibuku sedang tidak baik"


"Biasanya itu hal umum yang terjadi jika seseorang menolak kenyataan pahit yang terjadi dikehidupannya"


"Aku pikir ibu mertuaku lupa sesaat jika deok mi anak kandungnya sedang terbaring koma, dan hanya mengatakan itu mimpi buruk dan setelah bertemu denganmu, akhirnya ibu mertuaku sudah lebih baik ,terima kasih hye jin telah merawat ibu mertuaku"


"Aku pikir deok mi memiliki orang tua yang sangat baik"


"Iya betul, mereka sangat baik, bahkan lebih baik dari orang tuaku sendiri"


"Saat ini yang mengetahui identitas aslimu, hanya aku, ayah mertuaku dan supir ohh, mulai sekarang aku akan memanggilmu deok mi"


Aku menunduk mendengarkan ucapan seo jin dan tak lama aku mengangguk


"Berisitirahatlah, aku sudah menyiapkan kamar hotel untukmu didaerah sini, supir ohh akan mengantarmu"

__ADS_1


"Ahh..tidak usah tuan seo jin, aku akan bermalam dikamar ibu mertuamu dan menemani dia jika ia membutuhkan sesuatu" ucapku


Seo jin memandangku dan diam beberapa saat


"Baik lah jika itu membuatmu nyaman, ahh jangan panggil aku tuan, panggil saja namaku"


Setelah mengatakan itu aku merasa sedikit canggung dan memutuskan untuk berbalik badan dan kembali masuk keruangan


"Selamat malam hye jin"


"Yaa...selamat malam seo jin"


____________________________________


Pagi itu aku dibangunkan oleh suara perawat yang datang untuk memeriksakan keadaan ibu deok mi


Aku terbangun dari sofa, dan menyapa perawat rumah sakit itu


Tak lama seo jin datang dan mengatakan hari ini bisa kembali kerumah ibu mertua seo jin yaitu washington dc


Aku dan seo jin kembali kechicago dan mulai hari ini aku akan tinggal dirumah seo jin sebagai deok mi, istrinya


Seo jin akan mengutus orang kepercayaannya untuk mengurus deok mi selama di Rumah sakit dan akan melaporkan keadaan deok mi jika ada kemajuan


Ibu deok mi terlihat segar dan nafsu makannya mulai membaik, tentu saja ayah deok mi sangat senang melihat perkembangan kesehatan istrinya mulai membaik, itu karena psikis nya mulai membaik karena melihat diriku yang mirip dengan anaknya


Aku dan seo jin berpamitan dibandara dan berjanji akan sering mengunjungi rumah ayah dan ibu mertua


"Nne..eomma aku akan berusaha untuk menjenguk ayah dan ibu"


"Aku masih ingin bersamamu putriku yang cantik" ucap ibu deok mi sambil mengelus kening dan rambutku


"Aku takut mimpi buruk itu akan menjadi kenyataan"


Kami bertiga mulai menenangkan ibu deok mi


"Chagiya*... itu hanya mimpi buruk, lihatlah deok mi sangat sehat sekarang, toh 3 hari lagi kita akan bertemu dengan deok mi dibuffalo" ucap ayah deok mi


"Betul bu, apa yang dikatakan oleh ayah, 3 hari lagi acara launching real estate rose terbaru dibuffalo akan terealisasikan, ibu harus menjaga kesehatan ibu, aku yakin akan banyak kerabat yang akan memberi selamat kepada ibu"


"Tapi...3 hari terlalu lama"


"Eomma...aku akan sering menelponmu dan memberi kabarku, sehingga 3 hari bisa dilalui dengan cepat, dan tentu saja kita bisa melihat satu sama lain melalui handphone"


"Jadi..eomma harus makan yang banyak dan minum obat teratur agar kita bisa berjumpa diacara launching dibuffalo" ucapku merayu pada ibu deok mi


Ibu deok mi tersenyum lebar mendengar ucapanku


"Baik lahh...ibu akan sering menelponmu dan kau harus janji agar mengangkat panggilan dari teleponku"


Aku tersenyum dan mengangguk serta memeluk ibu deok mi dengan erat, seolah ia tidak mau berpisah dengan orang yang mirip dengan anaknya, seandainya psikisnya tidak terganggu, mungkin ia tidak akan mau kembali ke washington dan memilih untuk menemani anaknya hingga sadar dari koma meskipun tidak ada yang tau deok mi akan sadar kembali atau tidak

__ADS_1


Aku dan seo jin melambaikan tangan ketika mereka sudah mulai masuk untuk naik pesawat


Tinggal aku, seo jin dan supir ohh, yang akan kembali kechicago dengan pesawat pribadinya seo jin


__________________________________


Sudah ke-2 kalinya aku terpukau karena pesawat, sebelumnya aku pergi menggunakan fasilitas pesawat di first class airways dan kini aku harus pergi dengan pesawat pribadi seo jin, berulang kali aku diam menahan ekspresi takjubku


Biasanya aku harus duduk bertiga dengan penumpang lain dikelas ekonomi, kini aku bisa meluruskan kakiku dengan nyaman, karena longue dalam pesawat ini luas, tidak perlu bosan karena memakan waktu perjalanan yang lama, sebelum perutku menagih makanan karena lapar, para pramugari akan sigap untuk mengantar makanan mewah yang ada direstoran ketempat longue ku, menurutku, aku lebih nyaman tinggal dipesawat dari pada tinggal didormku


karena sangat nyaman, aku tertidur pulas dipesawat pribadinya seo jin, sedangkan seo jin sedang sibuk dengan laptopnya, aku yakin karena pekerjaan


Dan aku akui seo jin sangat menawan ketika ia memakai kaca mata anti radiasinya ketika menggunakan laptop


Pesonanya sangat luar biasa, bahkan mengalahkan idol yang ada dikorea saat ini, aku ingin menatapnya lebih lama, tapi mataku tidak mampu menahan rasa kantuk dan memilih tidur dipesawat seo jin


______________€€€_________________


Sebuah kecupan dikening membangunkanku dan membuatku meloncat kaget ketika melihat seo jin yang melakukannya


Sedangkan para pramugari yang berdiri disamping seo jin lebih terkejut lagi melihat tingkahku yang seperti melihat hantu


"Aku mencoba membangunkanmu sayang, aku sudah memanggil namamu tapi kau tidak kunjung bangun, dan pramugari menyarankan aku untuk mencium keningmu,dan berhasil"


Mmm...apa? Apakah drama menjadi istri seo jin sudah dimulai?


Aku memaksa otak ku berpikir dengan cepat dan membalas kalimat seo jin se-natural mungkin


"Ahh...haha..maaf sayang, aku tertidur sangat pulas karena kecapekan, aku tidak sadar jika kita sudah sampai dichicago"


"Benar kan tuan, nyonya sung bagaikan putri tidur yang harus dibangunkan oleh pangerannya"


"Sayang..kenapa harus dikening sih,, coba dibibir" ucap pramugari yang berbicara frontal itu, dan langsung dipukul perutnya dengan sikut temannya


Seo jin dan aku reflek terkejut dan memandang pramugari yang berbicara itu


"Ahh...maaf tuan dan nyonya, saya hanya berfantasi" ucapnya sambil menundukkan kepalanya


Aku pergi duluan meninggalkan pesawat, dan saat perjalanan keluar dari bandara, seo jin melingkarkan tanganku kelengan seo jin untuk berjalan bersama


Aku berhenti dari jalanku dan Reflek menarik tanganku dan melepasnya dari lengan seo jin


Seo jin ikut berhenti dan menggandengku lagi


"Ada apa deok mi sayang? Apa kau ingin ketoilet dulu?" Ucap seo jin sambil melirik ke arah samping supir oh menandakan ada orang lain yang menganggap diriku sebagai deok mi dan berperan menjadi dirinya


Aku tersadar bahwa ada orang lain selain kami bertiga yang sedang membantu supir oh membawakan barangku dan seo jin, aku menuruti perlakuan seo jin dan melingkarkan kembali tanganku kelengan seo jin


____________€€€€_____________


*Chagiya \= sayang

__ADS_1


__ADS_2